Articles
441 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PORTOFOLIO
Ramanata Disurya
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i1.101
AbstrakMasalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan. Hal ini berkaitan dengan Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar yang selama ini terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method, untuk itu suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai alternatif, yaitu model pembelajaran berbasis portofolio (porfolio based learning), diharapkan mampu melibatkan siswa dalam keseluruhan proses pembelajaran dan dapat melibatkan seluruh aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta secara fisik dan mental melibatkan semua pihak dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki suatu kebebasan berpikir, berpendapat, aktif dan kreatif. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Portofolio
IDENTIFIKASI ETNOMATEMATIKA BATIK BESUREK BENGKULU SEBAGAI MEDIA DAN ALAT PERAGA PENYAMPAIAN KONSEP KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN
A. Naashir M. Tuah Lubis;
Dwi Yanti
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 3 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i3.2103
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi etnomatematika batik basurek Bengkulu yang dapat dijadikan media dan alat peraga penyampaian konsep kekongruenan dan kesebangunan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Hasil dari Penelitian menunjukan bahwa bagian-bagian atau bentuk motif pada batik basurek Bengkulu memiliki etnomatematika yang berkaitan dengan konsep matematika diantaranya kekongruenan, dan kesebangunan yang dapat dijadikan media dan alat peraga penyampaian konsep kekongruenan dan kesebangunan. Kata kunci: Ethnomatematics, batik basurek, media and props, congruence and kesebangunan IDENTIFICATION OF BATIK ETHNOMATEMATICS AS A MEDIA AND TOOLS FOR COMPLETING THE CONCEPT OF CONCEPT OF CONSEQUENCES AND DEVELOPMENT AbstractThe purpose of this research is to identify the ethnomatematics of batik basurek Bengkulu which can be used as media and visual aids of conveying concepts of congruence and kesebangunan. This research is a qualitative research using ethnography method. The result of the research shows that the parts or shape of batik moturek Bengkulu have ethnomatematics related to mathematical concepts such as congruence, and kesebangunan that can be used media and props to convey the concept of congruence and kesebangunan. Keyword: Ethnomatematics, batik basurek, media and props, congruence and kesebangunan
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DIORAMA PAPERCRAFT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PALEMBANG
Dian Nuzulia
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i1.564
AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh Media Diorama Papercraft terhadap kemampuan menulias cerpen siswa kelas X SMA Negeri 10 Palembang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.3 SMA Negeri 10 Palembang yang berjumlah 34 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diperoleh simpulan ada pengaruh yang signifikan media Diorama Papercraft terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 10 Palembang. Hal ini ditunjukkaan setelah dilakukan pengujian mean tes awal dan tes akhir dengan harga thitung lebih besar dari pada ttabel, yaitu 6,36>1,70. Hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima dengan bukti media Diorama Papercraft lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 10  Palembang. Dari jumlah tersebut terdapat 30 orang siswa atau 88,2% yang nilainya melebihi KKM dan untuk siswa yang nilainya sesuai dengan KKM terdapat 4 orang siswa atau 11,8%. Kata Kunci: Media Diorama Papercraft, Menulis Cerpen.
ANALISIS LEARNING OBSTACLES SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK
Miftha Indasari;
Muttia Ratna
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 3 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i3.3452
Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada masalah siswa SD yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal non rutin matematika, maka peneliti ingin mengetahui learning obstacles (hambatan belajar) apa yang dialami oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal non rutin matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan menggunakan soal tes yang kemudian dianalisis learning obstacles yang dialami oleh siswa. Kemudian agar bisa mendalam mendapatkan informasi mengenai learning obstacles maka peneliti menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian yang didapat adalah: a) Soal nomor 1 terdapat 43% siswa yang mengalami ontogenic obstacle dan 40% siswa yang mengalami epistemological obstacle;. b) Soal nomor 2 terdapat 53% siswa yang mengalami ontogenic obstacle dan 37% siswa yang mengalami epistemological obstacle. Melihat hasil persentase di atas, dapat kita simpulkan bahwa siswa kelas VI masih perlu ditingkatkan kembali pemahaman akan konsep volume bangun ruang. Guru hendaknya membuat Hypothetical Learning Trajectory (HLT) atau desain didaktis dalam pembelajaran matematika dan melakukan pembimbingan (scaffolding) secara individu kepada setiap siswa
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING DENGAN COMPUTER BASED INSTRUCTION (CBI) BAGI SISWA TUNANETRA KELAS X SMALB-A PRPCN PALEMBANG
Nurjannah Nurjannah
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 3 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i3.1089
AbstrakRendahnya hasil belajar matematika kelas X SMALB-A PRPCN Palembang dikarenakan penggunaan metode yang tidak tepat, ketersediaan media belajar yang kurang, membuat siswa malas untuk belajar. Untuk mengatasi hal tersebut penulis menerapkan pendekatan problem posing. Tujuan penelitian adalah menganalisis pembelajaran melalui pendekatan problem posing dengan CBI dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa tunanetra kelas X SMALB-A PRPCN Palembang. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMALB-A PRPCN Palembang yang berjumlah 4 orang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif. Setelah penelitian berlangsung selama 2 siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan problem posing dengan CBI dapat meningkatkan hasil belajar yang terlihat dari peningkatan perolehan hasil belajar yang mendapat skor lebih dari 65 atau telah mencapai tuntas secara klasikal. Siklus I, nilai tertinggi adalah 70,56 dan nilai terendah 39,21, sedangkan siklus II, mengalami peningkatan, nilai tertinggi 95,06 dan nilai terendah 65,90. Kata kunci: Problem Posing, Computer Based Instruction (CBI), Tunanetra
ANALISIS UNSUR-UNSUR KELENGKAPAN BERITA DALAM TEKS BERITA SISWA MTS. MUHAMMADIYAH LEBUNG ITAM
Deksen Karisna
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 18 No. 1 (2020): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v18i1.4359
Dalam menulis teks berita ada unsur-unsur yang digunakan jika unsur tersebut ada yang tidak digunakan maka teks berita tersebut menjadi tidak sempurna. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII teks berita untuk menganalisis penggunaan afiksasi pembentuk verba dan analisis unsur-usur kelengkapan berita dalam teks berita siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Lebung Itam. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan afiksasi pembentuk verba dan unsur-unsur kelengkapan berita dalam teks berita siswa. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks berita siswa kelas VIII B MTs. Muhammadiyah Lebung Itam. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi. Berdasarkan analisis data pembahasan tentang afiksasi pembentuk verba dan analisis unsur kelengkapa berita dapat disimpulkan. Pertama ditemukan 73 kata yang berafiks verba. Kedua terdapat siswa yang masih belum lengkap dalam menulis teks berita berdasarkan unsur-unsur berita.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PENULISAN KEMAMPUAN NARATIF KELAS SEBELAS DI SMA PGRI 2 PALEMBANG
Pratiwi Etty
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 3 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i3.1434
AbstrakPenelitian ini meneliti mengenai pengaruh penggunaan media cerita gambar berseri dalam kemampuan menulis naratif siswa terhadap siswa kelas XI SMA PGRI 2 Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah atau tidak dengan menggunakan seri gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis naratif siswa. Penelitian ini dilakukan pada penelitian eksperimental terhadap 70 siswa kelas XI SMA PGRI 2 Palembang tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar berseri memberikan peningkatan yang signifikan terhadap menulis naratif siswa daripada menulis siswa dengan menggunakan strategi konvensional kepada siswa kelas delapan SMA PGRI 2 Palembang. Kata Kunci: Gambar berseri, Menulis, Naratif THE INFLUNCES OF USING PICTURES SERIES IN STUDENT’S WRITING NARRATIVE SKILL TO THE ELEVENTH OF SMA PGRI 2 PALEMBANG AbstractThis research investigated the influence of using pictures series in student’s writing narrative skill the eleventh grade students of SMA PGRI 2 Palembang. The objective of this study was to identify whether or not by using pictures series can improve the students ‘ writing narrative skill. This study was conducted in experimental research to 70 students from the eighth grade students of SMA PGRI 2 Palembang of the academic year of 2016-2017. This study could be concluded that pictures series strategy gave a significant improvement for the students’ writing narrative skill than the students’ writing narrative skill by using conventional strategy to the eleventh grade students of SMA PGRI 2 Palembang. Keywords: Pictures series, Writing, Narrative
KOMPETENSI GURU DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Liza Murniviyanti
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i2.92
Abstrak           Seorang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah seharusnya memiliki kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah. Dengan memiliki kompetensi tersebut, sang guru diharapkan dapat memberdayakan perpustakaannya dalam rangka membantu sekolah mencapai tujuannya. Untuk memberdayakan perpustakaan sekolah, guru yang bertugas sebagai kepala perpustakaan tersebut harus menguasai bidang keguruan dan pendidikan sekaligus juga bidang ilmu perpustakaan. Kenyataan di lapangan masih banyak guru yang memimpin perpustakaan sekolah hanya untuk melengkapi jam mengajarnya menjadi 24 jam mengajar per minggu. Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Guru, Kompetensi
PENGUKURAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY BERBASIS GAYA BELAJAR
Irsyadatul Mahmudah;
Siti Munawarroh;
Ainur Rosikin;
Abdul Halim Fathani
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 2 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i2.2045
AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang mengikuti model pembelajaran matematika Knisley (MPMK) berdasarkan gaya belajar dengan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mengikuti model pembelajaran matematika Knisley (MPMK) berdasarkan gaya belajar dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP Islam 01 Batu, Kelas VII pada materi segiempat dengan sampel 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan 23 siswa kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes yang terdiri dari pretest dan posttest kemampuan pemahaman konsep, serta angket gaya belajar. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji two-way ANOVA. Berdasarkan hasil analisis data penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan pemahaman berdasarkan gaya belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran matematika Knisley (MPMK) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Sedangkan hasil data penelitian kualitatif diperoleh kemampuan pemahaman konsep berdasarkan gaya belajar auditorial untuksiswa yang mengikuti model pembelajaran matematika Knisley (MPMK) lebih baik dibandingkan kemampuan pemahaman konsep berdasarkan gaya belajar visual dan kinestetik. Kata Kunci : Pemahaman Konsep Matematika, Model Pembelajaran Knisley, Gaya BelajarMEASUREMENT OF ABILITY OF CONCEPTUAL UNDERSTANDING IN MATHEMATICS THROUGH THE IMPLEMENTATION OF KNISLEY LEARNING MODEL BASED ON LEARNING STYLES AbstractThis research is motivated by the low ability of understanding the concept of students and the use of the model given by the teacher is still less effective because the applied learning model is still centered on the teacher that is conventional learning. The purpose of this study is to determine whether or not there is a significant difference between the ability to understand the concepts of students who follow the model of learning mathematics Knisley based on learning styles with the ability to understand the concept of students who follow conventional learning, and describes the ability to understand the concept of students who follow the model of learning mathematics Knisley based on learning styles and students' conceptual understanding abilities that follow conventional learning. This research was conducted in Islamic Junior High School 01 Batu, Class VII in quadrilateral material with sample of 23 students as experiment class and 23 students of control class. Data collection method used is a test method that consists of pretest and posttest the ability to understand the concept, as well as questionnaire learning style. Data analysis in this research is by using normality test, homogeneity test and two-way ANOVA test. Based on the results of quantitative research data analysis shows that there is a difference between the ability of understanding based on learning styles between students who follow the model of learning mathematics Knisley with students who follow the conventional learning model. While the results of qualitative research data obtained the ability to understand the concept based on auditorial learning style for students who follow the model of learning mathematics Knisley better than the ability to understand the concept based on visual and kinesthetic learning style Keywords: Understanding Mathematical Concepts, Knisley Learning Model, Learning Styles
HETEROSTRUKTUR FABRY-PEROT SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN OPTIK
Patricia Lubis
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v13i1.284
AbstrakStruktur Fabry-Perot merupakan dua plat sejajar yang dipisahkan dengan jarak tertentu sehingga diperoleh refleksi cahaya yang tinggi . Struktur ini telah populer digunakan pada pandu resonan laser (laser resonant cavity). Ditengah tengah struktur ini terdapat komponen penting dalam melakukan resonansi gelombang yang disebut microcavity. Stuktur yang diteliti ini berupa struktur lapisan tipis. Struktur ini dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi divais optoelektronik. Masalah dalam penulisan ini adalah bagaimanakah heterostruktur Fabry-Perot sebagai bahan pembelajaran optik? Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan heterostruktur Fabry-Perot sebagai bahan pembelajaran optik. Pengaruh microcavity pada struktur Fabry-Perot memperlihatkan terjadinya resonansi pada daerah panjang gelombang antara 650 nm–725 nm dengan indeks bias lapisan penyusunnya masing-masing adalah 3,5 untuk indeks bias tinggi (nH), 2,28 untuk indeks bias cavity (nC) dan 1,9 untuk indeks bias rendah (nL). Ini berarti bahwa dapat dibuat struktur Fabry-Perot microcavity yang sensitif pada panjang gelombang tertentu dengan mengatur nH, nC, dan nL. Namun beberapa penjelasan dalam teks book mengenai struktur ini masih sangat minim, sehingga dalam penelitian ini diberikan penjelasan lebih terperinci mengenai pengaruh struktur ini pada panjang gelombang tertentu yang bermanfaat juga untuk aplikasi sel surya dan TFLED. Kata Kunci: Heterostruktur, Fabry-Perot, Optik