cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 14124777     EISSN : 25805096     DOI : -
Core Subject : Religion,
Islamadina adalah jurnal yang diterbitkan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada tahun 2002 yang mempublikasikan karya-karya akademik dengan memfokuskan kajian pemikiran Islam (sosial, budaya, politik dan ekonomi) yang progresif dan mencerahkan.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
TRANSFORMASI FIQH MAWARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA Hasanudin Hasanudin
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i1.8942

Abstract

Terbitnya Kompilasi Hukum Islam sebagai hukum materiil perlu diapresiasi. Hal ini dimaksudkan agar pembumian hukum Islam dapat terlaksana dengan baik. Artikel ini membahas transformasi Fiqh Mawaris menjadi Hukum Nasional di Indonesia. Metode dalam kajian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Temuan dalam kajian ini adalah beberapa pasal dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) khusunya dalam bidang kewarisan dirasa kurang sesuai dengan Fiqh Mawaris yang difahami mayoritas ulama. Di antaranya adalah terkait bagian 1/3 bagi ayah jika tidak meninggalkan anak di mana Alquran dan Sunnah menegaskan hukum aṣābah bagi ayah jika tidak mempunyai anak. Selain itu konsep harta bersama dan wasiat wajibah juga hal yang dianggap belum sesuai dengan konsep fiqh. Permasalahan kekuatan hukum KHI juga menjadi masalah tersendiri yang perlu segera diselesaikan. Karena setelah Amandemen UUD 1945 KHI menjadi lemah dari segi hukum. Indonesia perlu mengkaji perundang-undangan hukum keluarga negara-negara Islam lain terkait hukum kewarisan
Bahasa Tubuh Dalam Al Qur’an Juz Ke 30 (Analisis Semantis) Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.8176

Abstract

Al Qur’an sebagai mukjizat yang penuh dengan keistimewaan, kalimat-kalimatnya mampu mengeluarkan sesuatu yang abstrak kepada fenomena yang konkret, sehingga dapat dirasakan ruh dinamikanya, termasuk menundukkan seluruh kata dalam suatu bahasa untuk setiap makna dan imajinasi yang digambarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk, makna dan fungsi bahasa tubuh dalam Al-Qur’an juz ke 30. Penelitian berjenis kepustakaan (library research), obyek utamanya adalah mushhaf al-Qur’an. Pendekatan utama yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir dan ilmu komunikasi. Dalam menganalisis data tersebut digunakan metode deduktif, induktif dan komparasi. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian deskriptif yaitu metode yang bertujuan membuat deskripsi, maksudnya membuat gambaran, lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian ini bahwa Al Qur’an juz ke 30 mengungkap bahasa tubuh yang meliputi ekspresi wajah, bibir dan mulut, gerakan mata, dan gerakan badan. Dan menunjukkan keadaan dan kondisi kejiwaan seperti kesedihan, ketidaksukaan, penolakan, kemarahan, kekhawatiran, ketakutan ataupun kerelaan, ketenangan dan kegembiraan; menunjukkan makna perilaku visual yang tidak diinginkan bertujuan untuk mengejek dan menunjukkan perasaan tidak suka.
Konseptualisasi Perang Badar sebagai Strategi Bisnis Idil Rakhmat Susanto; Tjiptohadi Sawarjuwono
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i1.6378

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguraikan keterkaitan strategi perang Badar dengan strategi perusahaan. Strategi perang Badar merupakan strategi berbasis sumber daya yang dianggap dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk menerapkan strategi dalam menghadapi persaingan guna meningkatkan kinerja perusahaan. Teori yang digunakan sebagai acuan studi ini adalah Resource Based Theory (RBT) terkait pemanfaatan sumber daya perusahaan. Metode penulisan menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mencari referensi terkait filosofi perang badar untuk menjelaskan keterkaitannya dengan strategi perusahaan. Hasil dari studi ini menjelaskan bagaimana strategi perang Badar memiliki keterkaitan dan relevansi dengan strategi perusahaan yang berlaku saat ini. Strategi perang badar sangat sesuai jika digunakan sebagai landasan penerapan strategi berbasis sumber daya bagi perusahaan sekalipun perusahaan tersebut memiliki sumber daya yang terbatas. Strategi perang Badar yang dipimpin oleh Rasulullah dapat dijadikan sebagai teladan bagi manajer dalam menerapkan strategi berbasis sumber daya dengan memaksimalkan dan meningkatkan kemampuan sumber daya yang ada serta menempatkan sumber daya tersebut pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Konsep Derajat Manusia Menurut Alquran Dalam Menanggapi Penderitaan Siti Shafa Marwah; Endis Firdaus; Wawan Hermawan
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.6521

Abstract

Manusia memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi permasalahan hidup, tidak jarang mereka melakukan kesalahan karena tidak mampu mengelola emosi. Kajian ini terinspirasi dari kehebatan Rasulullah saw. saat dihadapkan pada permasalahan, yang mana bagi manusia biasa, hal tersebut bisa mendatangkan perasaan menderita. Namun tidak semua pengikutnya bisa memunculkan semangat yang sama dalam menghilangkan perasaan menderita yang dialami, maka muncul pertanyaan mengenai, apakah sebagian besar umat terdahulu juga merasa menderita ketika mendapatkan permasalahan hidup?, dan bagaimana Alquran memiliki penjelasan dalam memaknai derajat manusia untuk menanggapi penderitaan yang manusia dapatkan?. Kajian ini menggunakan pendekatan Tafsir Tematik dan dibantu metode Quran Digital, dengan menelusuri kata kunci yang berkaitan dengan kajian ini, beserta devariatnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa baik dulu maupun sekarang, dibutuhkan kemauan dan ilmu dalam mengelola emosi, tingginya derajat seseorang tidak sebatas dia cukup beriman saja, tetapi diperlukan amal yang lebih besar, serta dibarengi kerelaan saat dihadapkan pada situasi sulit yang membuatnya menderita. Bahkan derajat seseorang bisa saja menurun saat ia tidak bersabar menjalani penderitaan, namun saat ia sadar atas kesalahannya tersebut Allah masih terus memberikan kesempatan bagi manusia yang mau terus belajar. Kajian ini memiliki implikasi, yakni bisa berdampak dalam membangun persepsi baru seseorang dalam memaknai permasalahan di sekitar ruang lingkup kehidupannya.
Information and Communication Technology dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam A. Sulaeman; Darodjat Darodjat; M Makhrus
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.7258

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai penggunaan dan implikasi Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai kesatuan yang integral dalam proses belajar mengajar. Jenis penelitian dalam artikel ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara dokumentasi. Artikel ini menunjukkan bahwa pembelajaran ICT dalam pembelajaran PAI disajikan secara teknis melalui pengembangan silabus daring yang berisi rangkaian materi dan metode selama proses pembelajaran, penyediakan aplikasi maktabah syamilah yang berisi literatur kitab klasik, situs yang berisi berita dan opini, dan channel youtube yang berisi video konten islami yang berimplikasi terhadap proses pembelajaran menjadi lebih atraktif dan dinamis. Dukungan semua stakeholders dalam pemanfaatan ICT dalam pembelajaran PAI turut memberikan dampak positif, khususnya dalam penyediaan infrastruktur, pamanfaatan, dan perawatan perangkat ICT. Selain itu,  ICT dalam pembelajaran PAI lebih merupakan media yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).
Hubungan Islam dan Sains: Tawaran Syed Muhammad Naquib Al-Attas Muhammad Taqiyuddin
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i1.7216

Abstract

Secara umum, kajian tentang hubungan antara Islam dan Sains diinisiasi oleh tokoh seperti Holmes Rolston, John F Haught, Ian G Barbour, juga Huston Smith. Alternatif Integrasi selalu dipilih sebagai hubungan tersebut. Lebih mutakhir lagi, adalah integrasi-interkoneksi yang diinisiasi oleh Amin Abdullah. Kajian tersebut memungkinkan adanya ruangan untuk metodologi studi agama dan sains secara lebih multidisipliner. Jika melihat berbagai kajian tentang integrasi tersebut, tujuannya adalah perumusan Sains yang berbasis teologis; yakni Sains Islam. Meski, sejatinya ide tentang Sains Islam sudah inheren dalam pemikiran al-Attas tentang Islamisasi Ilmu. Hal inilah yang mendorong perlunya kajian yang memetakan posisi integrasi dan tawaran al-Attas tentang Sains Islam. Kajian ini bersifat filosofis berbentuk kualitatif (kajian pustaka) berupa survei atas beberapa kajian integrasi serta meninjau secara kritis tawaran Sains Islam al-Attas. Pembahasannya dimulai dengan pemaknaan Sains dan Islam secara semantik ditambah analisa historis atasnya. Kajian ini setidaknya menyimpulkan bahwa paradigma integrasi sebagai hubungan antara Islam dan Sains sejatinya merupakan tahapan awal yang terjadi saat awal mula perkenalan Islam dengan peradaban lain. Yang mana, paradigma Sains Islam sejatinya merupakan kajian mutakhir hasil kegiatan intelektual kreatif dari peradaban Islam. Meskipun, paradigma sains Islam masih banyak memerlukan suplai metodologi dan kajian pendukung berupa perumusan program riset sebagai rahim dari Sains Islam tersebut.
Pemikiran Thomas S. Kuhn Teori Revolusi Paradigma Ulfa Kesuma; Ahmad Wahyu Hidayat
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.6043

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang sketsa biografi dan pemikiran Thomas Khun yang dikenal dengan jargon “revolusi ilmiah”. Menurut Khun revolusi ilmiah adalah suatu teori tentang sains yang ditemukan pada satu objek dan akan terus-menerus berubah dan berkembang. Penulis menggunakan metode kepustakaan “Library Research” dan studi analisis, studi analitis yang digunakan adalah analitis historis dan analitis dokumen tentang pemikiran Thomas S Khun. Kesimpulannya bahwa Thomas Samuel Khun yang sering dipangil akrab dengan Khun memiliki banyak karya salah satunya adalah The Structure of Scientific Revolution yang di dalamnya terdapat tentang sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan. Khun juga mengkritik teori Positifisme Auguste Comte dan Falsifikasi Karl Popper. Menurutnya, baik Auguste Comte dan Popper terlalu sibuk dengan penyelesaian teka-teki saja dan melupakan aspek penting dalam ilmu pengetahuan, yaitu paradigma. Pendapat Khun tentang paradigma yaitu suatu pendekatan investigasi suatu objek atau titik awal mengungkapkan point of view, formulasi suatu teori, mendesign pertanyaan atau refleksi yang sederhana. Akhirnya paradigma dapat di formulasikan sebagai keseluruhan sistem kepercayaan, nilai dan teknik yang digunakan bersama oleh kelompok komunitas ilmiah. Istilah “paradigma” menjadi titik tekan dalam epistimologi Thomas Khun ialah pada perkembangan ilmu secara revolusioner, dalam artian bahwa paradigma yang lama akan berkembang dengan paradigma yang baru agar mencapai suatu kebenaran yang ilmiah.
Komparasi Kinerja Bank Syariáh Sebelum dan Sesudah Go Public Asyari Hasan; Sasa Parera
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i1.6816

Abstract

Materi Pendidikan Agama Islam Dalam Kerangka Teori Sosial (Theories: Grand, Middle and Grounded) Arham Junaidi Firman
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.7029

Abstract

Kajian ini dilakukan karena praktik pendidikan agama Islam tidak cukup dilakukan dengan cara diakronis saja. Perlu ada pendekatan metodologis yang baru, yaitu dengan pendekatan multidisipliner, yaitu penggabungan beberapa disiplin untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah tertentu, seperti pemecahan masalah dalam pendidikan agama Islam dengan menggunakan teori-teori sosial. Memperbincangkan pendidikan agama Islam dalam kerangka teori sosial bisa diibaratkan dengan pohon yang baik, yaitu memiliki akar kuat, batang yang kokoh, daun rimbun dan buah yang manis karena mendapatkan perawatan terbaik. Pendidikan agama Islam dalam kerangka teori sosial mencakup tiga ranah, yaitu grand theory, middle theory dan grounded theory. Membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah grand theory, maka yang menjadi kajiannya adalah Akidah, Akhlak, Al-Quran-Hadis, Fiqh dan Tarikh. Sedangkan, membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah middle theory, maka kajian yang dikembangkan mencakup lima grand theory tersebut, seperti grand theory Akhlak dengan middle theory, yaitu hablum minallah, hablum minannas dan hablum ma’al ghairi. Sementara itu, jika membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah grounded theory, maka kajian yang dikembangkan didasarkan kepada grand dan middle tehory, yaitu akhlak mahmudah dan madzmumah.
Pendidikan Islam Berwawasan Kerahmatan W Wage; Makhful Makhful; Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i1.9144

Abstract

Artikel ini mengkaji pendidikan Islam yang berwawasan kerahmatan, yaitu sebuah konsep pendidikan Islam yang soft dan damai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitataif, jenis kepustakaan, dengan analisis model analisis isi (content analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur pendidikan Islam berwawasan kerahmatan adalah sebagai berikut pertama, sejarahnya, kedua, filsafatnya, ketiga, tujuannya, keempat, materi dan kelima, pengajarannya. Dalam sejarah awal Islam Rasulullah telah meletakkan landasan pendidikan kerahmatan, di mana beliau berhasil mendidik para sahabatnya sehingga antara Muhajirin dan Anshar terjalin persaudaraan yang erat luar biasa. Pendidikan Islam berangkat dari filosofi bahwa manusia sebagai khalifah Allah yang memiliki tugas menjaga keharmonisan hubungan antar sesama. Sebagai manusia mereka diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dengan tujuan saling kenal dan bersahabat. Dasar dari pendidikan Islam adalah ajaran untuk bersaudara dan bersahabat. Sedangkan tujuan pendidikan Islam berwawasan kerahmatan adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki jiwa rahmah dan damai serta mampu menerapkan pergaulan yang harmonis baik terhadap Allah, sesama manusia, makhluk lain, lingkungan dan dirinya sendiri. Materi pendidikan menonjolkan dan mengutamakan agama dan akhlak dalam berbagai tujuannya, cakupan dan kandungan kurikulum Pendidikan Islam kerahmatan bersifat luas dan menyeluruh. Metode pembelajaran yang dipergunakan adalah holistic-partisipatoris, yaitu metode yang memungkinkan peserta didik untuk bertanya, berbagi dan berkolaborasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya mensosialisasikan konsep pendidikan Islam yang soft dan damai, agar lembaga pendidikan dapat menghasilkan peserta didik muslim yang mampu menerapkan ajaran Islam yang damai

Page 9 of 11 | Total Record : 107