cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING DAN NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI Aprianto, Dino; Kristiyawati, Sri Puguh; Purnomo, S. Eko Ch.
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Cemas pada pre operasi merupakan suatu respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dianggap sebagai suatu ancaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi imajinasi terbimbing dan nafas dalam terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD RA Kartini Jepara. Desain penelitian ini menggunakan Pretest-Post Test Design, dilakukan pada 60 responden dengan teknik Accidental sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami cemas sebanyak 60 responden yang terdiri dari cemas ringan sebanyak 3 orang (5,0%), cemas sedang sebanyak 28 orang (46,7%) dan cemas berat sebanyak 29 orang (48,3%). Rata-rata skor kecemasan sebelum dan sesudah tindakan imajinasi terbimbing adalah 43,97 dan 34,90. Selisih skor kecemasan sebelum dan sesudah tindakan imajinasi terbimbing adalah 9,07. Rata-rata skor kecemasan sebelum dan sesudah tindakan nafas dalam adalah 41,70 dan 33,40. Selisih skor kecemasan sebelum dan sesudah tindakan nafas dalam adalah 8,3. Penelitian dapat disimpulkan ada perbedaan efektifitas antara teknik relaksasi imajinasi terbimbing dan nafas dalam terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi di RSUD RA Kartini Jepara dengan p-value 0,000<0,05. Tingkat keefektifan antara relaksasi imajinasi terbimbing dan nafas dalam lebih efektif imajinasi terbimbing karena pada terapi imajinasi terbimbing diperoleh selisih sebelum dan sesudah sebesar 9,07, sedangkan pada teknik nafas dalam terdapat selisih sebelum dan sesudah sebesar 8,3. Saran dalam penelitian ini diharapkan Rumah sakit dapat memberikan pelatihan tentang terapi imajinasi terbimbing kepada pasien pre operasi yang mengalami kecemasan.Kata Kunci: Teknik relaksasi imajinasi terbimbing, nafas dalam, penurunan kecemasan pasien pre operasi.
PERBEDAAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA BERDASARKAN KEIKUTSERTAAN SENAM LANSIA DI PANTI WERDA PELKRIS PENGAYOMAN DAN ELIM SEMARANG Nurhayati, Eka; Arwani, -; Purnomo, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai perubahan akan dialami lansia berkaitan dengan insiden jatuh lansia, terutama ketika perubahan tersebut berefek pada kemampuan fungsional dan menimbulkan gangguan sensori atau gaya berjalan dan ketidakstabilan keseimbangan tubuh. Prevalensi lansia jatuh di RSCM pada tahun 2000 sebesar 15,53 persen (285 kasus). Latihan keseimbangan dapat mengurangi insiden jatuh sebesar 17 persen, oleh karena itu latihan keseimbangan yang salah satunya adalah dengan olahraga senam lansia dapat dilakukan lansia untuk memperbaiki perubahan yang terjadi pada lansia terutama pada keseimbangan tubuh lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keseimbangan tubuh lansia berdasarkan keikutsertaan senam lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi komparasi menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, dilakukan pada 60 responden dari 126 lansia dengan metode Total Sampling. Pengambilan data menggunakan Berg Balance Scale (BBS), dan dianalisis dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tubuh lansia memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang tidak teratur dalam mengikuti senam lansia dan secara statistic bermakna (Z = -5,36 dan p value = 0,000). Disimpulkan ada perbedaan keseimbangan tubuh lansia berdasarkan keikutsertaan senam lansia di Panti Werda Pelkris Pengayoman dan Elim Semarang. Disarankan agar senam lansia bisa dijadikan salah satu intervensi (keperawatan) dalam pelayanan keperawatan di panti terutama dalam menjaga keseimbangan tubuh lansia karena senam lansia bermanfaat bagi lansia guna menjaga kestabilan sistem gerak dan kebugaran jasmani.Kata Kunci : Keseimbangan tubuh, Senam lansia
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 3-5 TAHUN Krisdiyanto, Endra; Arwani, -; Purnomo, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka mendidik karakter anak. Terdapat 4 macam pola asuh orang tua yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh laissez faire. Faktor lingkungan dan kepribadian anak dapat mempengaruhi keterlambatan dalam perkembangan motorik. Besar kemungkinan pola pengasuhan anak dan lingkungan ikut berperanan dalam pemberian stimulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik dan merupakan hal yang urgen atau penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan motorik anak usia 3-5 tahun di Posyandu Desa Jolontoro Kecamatan Sapuran Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi korelasi menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan pada 32 orang tua yang mempunyai anak usia 3 – 5 tahun, dengan teknik total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji fisher exact, diperoleh nilai p sebesar 0,006 (p < 0,05) untuk perkembangan motorik kasar dan p sebesar 0,047 (p < 0,05) untuk perkembangan motorik halus. Sehingga disimpulkan ada hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan motorik anak usia 3-5 tahun di Posyandu Desa Jolontoro Kecamatan Sapuran Wonosobo. Saran dalam penelitian ini adalah hendaknya diberikan penyuluhan informasi tentang pola asuh orang tua dan pentingnya dalam memantau tumbuh kembang anak khususnya perkembangan motorik anak.Kata Kunci: Pola asuh orang tua, Perkembangan motorik anak.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI SMA N 14 SEMARANG Erviana, -; Jemi, Eko; Targunawan, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia problem kanker payudara menjadi lebih besar, karena lebih dari 70% penderita datang ke dokter pada stadium yang sudah lanjut, dinyatakan bahwa Indonesia diperkirakan setiap tahun terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Kanker payudara merupakan keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara. Deteksi dini merupakan hal yang terpenting untuk mengontrol kanker payudara. Salah satu cara melakukan deteksi dini kanker payudara yaitu dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa putri tentang kanker payudara terhadap pemeriksaan payudara sendiri di SMA Negeri 14 Semarang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 79 siswa putri, diambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan pengisian kuesioner. Diperoleh hasil penelitian responden yang memiliki pengetahuan baik (27, 8%), pengtahuan cukup (21,5%), pengetahuan kurang (50,6%). Responden yang memiliki sikap positif (43%), sikap negatif (57%). Responden yang mampu melakukan pemeriksaan payudara sendiri  (17,7%), tidak mampu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (82,3%). Ada hubungan antara pengetahuan kanker payudara terhadap perilaku pemeriksaan payudara sendiri  dengan p-value =0,000, dan ada hubungan antara sikap tentang pemeriksaan payudara sendiri  terhadap perilaku pemeriksaan payudara sendiri dengan p- value =0,000.Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti menyarankan untuk berbagai pihak terutama kepada sekolah SMAN 14 semarang untuk dapat ikut berperan serta dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa putri khususnya tentang kanker payudara terhadap pemeriksaan payudara sendiri pemeriksaan payudara sendiri, sehingga siswa putri dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.   Kata Kunci : pengetahuan, sikap, kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri
PENGARUH PEMBERIAN MASASE PUNGGUNG TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Ismonah, -; Hendrajaya, -; Saputro, Freddy Dwi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian hipertensi setiap tahunnya selalu meningkat, berdasarkan hasil survei Departemen Kesehatan tahun 2008 menyebutkan, hipertensi menduduki peringkat kedua penyakit tidak menular yang sering diderita pasien rawat jalan di Indonesia yaitu sekitar 4,67 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh pemberian terapi masase punggung terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan menggunakan rancangan one grup pre test and post test design. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 32 responden dengan teknik purposive sampling. Pada karakteristik responden hipertensi jenis kelamin terdapat 23(71,9%) pada laki-laki, dan sebanyak 9(28,1%)pada perempuan, sedangkan usia terbanyak pada usia 40-50 tahun dan diatas 50 tahun, masing-masing 11 (34,4%). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi masase punggung terhadap penurunan tekanan darah. Terlihat dari nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar menggunakan terapi masase punggung sebagai intervensi keperawatan bagi penderita hipertensi.   Kata Kunci : Terapi masase punggung dan penurunan tekanan darah
PERBEDAAN PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Pailak, Heman; Widodo, Sri; Shobirun, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan yang dapat mengancam integritas tubuh dan jiwa seseorang sehinggga menimbulkan respon fisiologi dan psikologi pada pasien. Respon psikologi yang biasanya terjadi pada pasien pre operasi yaitu kecemasan. Kecemasan pada pasien pre operasi ini dapat dicegah atau diturunkan dengan teknik relaksasi, baik itu relaksasi otot progresif maupun napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh teknik relaksasi otot progresif dan napas dalam terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan rancangan pre-post tes design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 15 orang untuk relaksasi porgresif dan 15 orang untuk relaksasi napas dalam. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji perbedaan Mann-Witney Test didapatkanhasil analisis univariat pada karakteristik respondentingkat kecemasan terdapat 12 (40%) pada perampuan, 18 (60%) pada laki-laki, sedangkan pada usia responden kecemasan terbanyak adalah pada usia >30 sebanyak 13 (43,3%) dan terendah pada usia < 20 tahun sebanyak 5 16,7% selain itu hasil analisis univariat didpatkan nilai p-value sebesar 0,953 atau > 0,05 hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh relaksasi otot progresif dan napas dalam terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Rekomendasi hasil penelitian ini yaitu mengganti variabel seperti relaksasi imajinas dan spesifikasi operasi.Kata kunci: kecemasan, relaksasi otot progresif, relaksasi napas dalam dan operasi.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG) Istirokah, Ika; Surtiningrum, Anjas; Nurullita, Ulfa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Salah satu penyakit degeneratif di antaranya hipertensi. Hipertensi disebut sebagai pembunuh gelap “Silent Killer”, karena termasuk penyakit yang mematikan, tanpa disertai dengan gejala-gejalanya terlebih dahulu sebagai peringatan bagi penderita. Kekhawatiran akan timbulnya masalah-masalah baru pada hipertensi akan menyebabkan gangguan mental emosional yang banyak ditunjukan dengan gangguan kecemasan. Salah satu modifikasi gaya hidup yang mampu menanggulangi hipertensi adalah dengan menganjurkan untuk lebih rileks. Salah satu alternatif rileksasi pada penderita hipertensi adalah terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel independen adalah pengaruh terapi tertawa dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitain quasi eksperimen dengan rancangan penelitian The Non Equivalent Control Group Design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 74 responden. Hasil pengukuran tingkat kecemasan didapatkan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi sebelum terapi tertawa terbanyak adalah kecemasan berat 32 responden (86.5%), sesudah terapi tertawa terbanyak kecemasan sedang 23 responden (60.1%). tingkat kecemasan kelompok kontrol pada pengukuran pertama (pre) terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 19 responden (51.4%), pada pengukuran kedelapan (post) terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 27 responden (73.0%). Hasil kenormalan data menunjukkan data berdistribusi normal pada kelompok intervensi dan data berdistribusi tidak normal pada kelompok kontrol, analisis yang digunakan adalah uji non parametrik test Uji Mann-Whitney dengan α 5%. Dari hasil analisis didapatkan nilai signifikansinya adalah 0.000 yang artinya p < 0.05 maka H0 ditolak, yang artinya ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Dari hasil penelitian ini diharapkan terapi tertawa dapat diberikan kontribusi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi, sehingga tekanan darah penderita hipertensi dapat terkontrol.   Kata Kunci     : Terapi tertawa, tingkat kecemasan, penderita hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Lestari, Indah Putri; Wagiyo, -; Elisa, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi hormonal di Provinsi Jawa Tengah paling banyak di bandingkan dengan metode kontrasepsi yang lainnya yang mencapai 914.544 jiwa. Kekhawatiran utama pemakaian metode kontrasepsi hormonal adalah peningkatan resiko penyakit sistem kardiovaskuler terutama kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang lama penggunaan metode kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang berdomisili di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang dengan jumlah populasi 134 dan sampel yang diperoleh adalah 100 responden. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara secara langsung dan pengukuran tekanan darah. Analisa data bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara lama penggunaan metode kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang (p=0,034) dan ibu yang lama menggunakan metode kontrasepsi hormonal 2,954 kali beresiko terkena hipertensi dibandingkan dengan ibu yang tidak lama menggunakan metode kontrasepsi hormonal (OR=2,954). Saran kepada petugas kesehatan setempat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya tentang metode kontrasepsi hormonal dengan cara mensosialisasikan kepada PUS yang mengikuti program KB tentang keuntungan dan kerugian serta efek sampingnya setelah lama pemakaian dan menyarankan agar PUS menderita hipertensi tidak menggunakan KB hormonal sebagai kontrasepsi. Kata Kunci: Metode Kontrasepsi Hormonal, Hipertensi, Pasangan Usia Subur.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU ANTISOSIAL PADA REMAJA DI SMA GITA BAHARI SEMARANG Puspitasari, Ira; Adi N, Heryanto; Supriyono, Mamat
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa remaja sering terjadi konflik karena remaja ingin bebas mengikuti teman sebaya tapi disisi lain mereka masih tergantung oleh orangtua, konflik tersebut berdampak pada timbulnya perilaku antisosial. Dampaknya adalah melanggar norma-norma yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan interaksi teman sebaya dengan perilaku antisosial pada remaja di SMA Gita Bahari Semarang. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling sebanyak 101 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang pernyataan yang berkaitan dengan prilaku antisosial. Data diolah dan didapatkan hasil p value 0,007 dan nilai r -0,265 artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku antisosial pada remaja. p value = 0,0001 nilai r = -0,622 ada hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku antisosial pada remaja. Setelah dilakukan penelitian ini, diharapkan pihak sekolah lebih memberikan perhatian pada siswa dan memberikan teguran apabila siswa melakukan perilaku antisosial. Kata kunci : Perilaku, Antisosial, Dukungan keluarga, Interaksi teman sebaya, Remaja
PENGARUH RANGE OF MOTION AKTIF (CYLINDRICAL GRIP) TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Wahyuningsih, Isti; Ismonah, -; Hendrajaya, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak lokal atau global dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Angka kejadian stroke di dunia diperkirakan mencapai 200 per 100.000 penduduk dalam setahun di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terdapat 500.000 orang, dari jumlah tersebut terdapat sekitar 25% atau 125.000 orang meninggal dan sisanya cacat ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh range of motion aktif cylindrical grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah pre experimental one group pretest postest design, dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Populasi dari penelitian ini sebanyak 28 orang. Pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan observasi terstruktur, analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan uji beda paired sample t test. Didapatkan hasil terdapat perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan intervensi ROM aktif cylindrical grip dengan ρ value 0,001 (<0,05) dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ROM aktif cylindrical grip efektif terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas.   Kata kunci :  Stroke Non Hemoragik, ROM Aktif Cylindrical Grip, kekuatan otot esktremitas atas