cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PENGARUH MENGHARDIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI DENGAR PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD DR. AMINOGONDOHUTOMO SEMARANG Anggraini, Karina; Nugroho, Arief; Supriyadi, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizofrenia adalah diagnosis psikiatri yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ungkapan realitas. Salah satu upaya untuk menangani kelainan dalam persepsi tersebut adalah dengan cara menghardik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menghardik terhadap penurunan tingkat halusinasi dengar di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest-Postest, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 73 responden dengan tehnik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh menghardik terhadap penurunan tingkat halusinasi dengar, degan p-value 0,000.Hasil penelitian ini mempunyai implikasi yang bermanfaat bagi pelayanan kesehatan khususnya dibidang kesehatan jiwa untuk pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi dengar.Kata kunci : menghardik, tingkat halusinasi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI SD NEGERI KARANGAYU 03 SEMARANG Khotimah, Khusnul; Suhadi, -; Purnomo, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi yang paling sering terjadi pada anak-anak adalah karies gigi. Pada umumnya keadaan kebersihan mulut anak lebih buruk dan anak lebih banyak makan makanan dan minuman yang menyebabkan karies dibanding orang dewasa. Depkes menyebutkan bahwa prevalensi karies gigi di Indonesia berkisar antara 85-99%. Di Indonesia sebanyak 89% anak dibawah 12 tahun menderita penyakit gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak SD kelas 1-6 di SD Negeri Karangayu 03. Desain penelitian ini adalah survey analitik, jumlah sampel 70 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian karies gigi dengan nilai ρ value 0,021 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian karies gigi dengan nilai ρ value 0,053(p>0,05). Tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian karies gigi dengan nilai ρ value 0,708(p>0,05). Ada hubungan antara menggosok gigi dengan kejadian karies gigi dengan nilai ρ value 0,014(p<0,05). Ada hubungan antara makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dengan nilai ρ value 0,017(p<0,05). Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah agar orangtua untuk mengawasi pola makan anak-anaknya terutama makanan kariogenik, membiasakan anaknya untuk menggosok gigi minimal 2 kali sehari, mengajarkan cara menggosok gigi yang benar, serta memberi contoh cara menggosok gigi yang benar.Kata Kunci : Kejadian Karies Gigi, Anak Usia 6-12 Tahun
HUBUNGAN BIMBINGAN ORANGTUA DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN MENARCHE (STUDI PADA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN TAWANGMAS SEMARANG) Nuryani, Lia; Arwani, -; Purnomo, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun. Perasaan bingung, gelisah, tidak nyaman selalu menyelimuti perasaan seorang remaja yang mengalami menstruasi pertama kali (menarche). Di lain sisi masih adanya anggapan orang tua yang salah bahwa hal ini merupakan hal yang tabu untuk diperbincangkan dan menganggap bahwa anak akan tahu dengan sendirinya, menambah rumitnya permasalahan, tidak perlu malu atau cemas dengan adanya menstruasi. Bimbingan orangtua sangat penting agar pada saat remaja mengalami menarche mampu menjaga kebersihan selama masa menstruasi dengan mengganti pembalut minimal dua kali sehari sehingga dapat mengurangi perkembangbiakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bimbingan orang tua dengan pelaksanaan perawatan Menarche (studi pada Sekolah Dasar di Kelurahan Tawangmas Semarang). Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 64 responden. Data dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar bimbingan orangtua tentang menarche pada siswi dengan kategori cukup dan baik, dan pelaksanaan perawatan saat menarche oleh siswi juga dalam kategori cukup dan baik. Hubungan kedua variable dalam penelitian secara statistic bermakna (p=0,0005) sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara bimbingan orangtua terhadap pelaksanaan perawatan menarche. Disarankan perlunya pemahaman orangtua tentang kesehatan reproduksi remaja terutama dalam hal menyiapkan anaknya untuk menghadapi menarche.Kata Kunci: Perawatan menarche, bimbingan orangtua
HUBUNGAN CARING PERAWAT PELAKSAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL Martiningtyas, Lutfiyati; Sukesi, Niken; Kusuma, Muslim Argo Bayu
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa layanan. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan diwujudkan dengan sikap caring salah satunya peduli, simpati, bertanggung jawab, dan ramah dalam pelayanan keperawatan. Perilaku caring perawat berperan dalam menentukan kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan satu elemen yang penting dalam mengevaluasi kualitas layanan dengan mengukur sejauh mana respon pasien setelah menerima jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan caring perawat pelaksana dengan kepuasan pasien dan mengidentifikasi karakteristik pasien dengan kepuasan pasien. Penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional, jumlah sampel 98 responden dengan tekhnik total sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan karakteristik pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal paling banyak meliputi jenis kelamin perempuan 50 orang (51%), berpendidikan rendah 52 orang (53,1%), usia pasien < 42 dan ≥ 42 tahun sama yaitu sebanyak 49 orang (50%), lama hari rawat ≥ 4 hari sebesar 54 (55,1%), untuk perilaku caring yang dipersepsikan oleh pasien (70,4%) dan kepuasan pasien menyatakan puas (56,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=1,000) dan lama hari rawat (p=0,799) terhadap kepuasan pasien rawat inap, terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,000), dan caring perawat pelaksana dengan kepuasan pasien (p=0,003). RSUD Dr. H. Soewondo Kendal hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang dianggap pasien paling penting dalam menentukan kepuasan pasien seperti kenyamanan ruang rawat inap, meningkatkan dan mempertahankan fungsi kelengkapan fasilitas di ruangan dan memberikan pelayanan keperawatan yang didasarkan rasa empati, peduli, dan ramah terhadap pasien dan meningkatkan pengawasan serta memberikan motivasi kepada perawat agar berperilaku caring. Kata Kunci : Caring, perawat, kepuasan, dan pasien
PENGARUH TERAPI RELAKSASI MASASE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR Neno, Marista Liyanti; Kristiyawati, Sri Puguh; Purnomo, S. Eko Ch.
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Secara garis besar pembedahan di bagi menjadi dua yaitu bedah mayor dan minor. Bedah mayor adalah tindakan bedah besar yang menggunakan anestesi umum atau general anestesi. Pembedahan akan menimbulkan respon psikologis yaitu kecemasan, untuk mengurangi kecemasan dapat diatasi dengan masase punggung, karena masase punggung merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda sakit alami dan juga menciptakan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi masase punggung terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian “one group pre test – post test desing”. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah 32 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukan Rata-rata skor rentang kecemasan sebelum melakukan relaksasi masase punggung yaitu sebesar 43,44 setelah dilakukan relaksasi masase punggung turun menjadi 29,03, Maka selisihnya sebesar 14,41 artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi masase punggung pada pasien pre operasi bedah mayor dengan p= 0,000 atau < 0,05. Rekomendasi penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengontrol tingkat kecemasan pasien pre operasi bedah mayor dan Sebagai bahan masukkan dalam proses pembelajaran khususnya pengendalian dan penanganan non farmakologi terutama dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi agar tidak mempengaruhi proses operasi yang akan dilakukan pada pasien.   Kata kunci: Kecemasan, relaksasi masase punggung, dan pre operasi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PADA KLIEN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS Ramelan, Mia Intania; Ismonah, -; Hendrajaya, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan dalam mengurangi asupan cairan bagi klien hemodialisis merupakan hal penting untuk diperhatikan, jika klien tidak patuh akan terjadi penumpukan cairan yang dapat memperberat kerja jantung. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pembatasan asupan cairan pada klien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian dilakukan di RS Telogorejo Semarang, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, jumlah 48 responden. Penelitian terdiri dari penjelasan pada lembar persetujuan responden dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan faktor jenis kelamin (p=0.464), pendidikan (p=0.135), pengetahuan (p=0.004), lama menjalani hemodialisis (p=0.881), keterlibatan tenaga kesehatan (p=0.940), dukungan keluarga(p=0.000), dan Intradyalitic Weight Gain (p=0,001). Faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan pembatasan asupan cairan pada klien yang menjalani hemodialisis adalah pengetahuan, dukungan keluarga dan Intradyalitic Weight Gain (α=0.05). Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana kepatuhan klien hemodialisis dengan masalah-masalah lainnya yang terjadi selama hemodialisis baik masalah fisik maupun psikologis.   Kata kunci: Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialisis, dan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI LOKALISASI SUNAN KUNING SEMARANG Susanti, Nina; Wagiyo, -; Elisa, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena bahwa wanita pekerja seks belum sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah kelompok yang beresiko terkena kanker serviks. Pemeriksaan Pap Smear sebagai suatu test penapisan (screening test), dapat mendeteksi lebih dini sehingga bisa disembuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan wanita pekerja seks komersial dengan perilaku pemeriksaan Pap Smear di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah populasi wanita pekerja seks di Lokalisasi Sunan Kuning tercatat sebanyak 690 wanita pekerja seks, namun sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 253 responden dengan tekhnik random sampling. Penelitian ini menggunakan statistik non parametrik chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai Pvalue = 0.001 sehingga < α 0.05, X²hitung (11.275) > X²tabel (3.481), dari tabel estimasi nilai Odds Ratio 2.659, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan Pap Smear. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan petugas kesehatan di Lokalisasi Sunan Kuning harus dapat memperhatikan dan menghimbau para wanita pekerja seks agar rutin melakukan pemeriksaan Pap Smear. Kata Kunci: Pap Smear, pengetahuan, perilaku, wanita pekerja seks
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I DI RUMAH BERSALIN WILAYAH KOTA UNGARAN Primasnia, Pevi; Wagiyo, -; Elisa, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan periode krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress dan kecemasan. Perasaan cemas yang seringkali menyertai kehamilan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Pada tahun 2008 di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang. Aspek psikologis ibu dapat dipengaruhi oleh dukungan yang diterima di lingkungan tempatnya melahirkan, termasuk dari mereka yang mendampinginya. Ibu yang bersalin harus ditemani oleh orang yang ia percaya dan membuatnya merasa nyaman, namun tidak semua rumah sakit mengizinkan suami atau anggota keluarga lainnya menemani ibu di ruang bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan Analitik (Observasional) dengan metode pendekatan Case Control Design yang menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2012 adalah sebanyak 43 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden.  Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I dengan nilai p= 0,007. Dilihat dari Odds Ratio(OR) dapat disimpulkan bahwa ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala I tanpa didampingi oleh suami mempunyai peluang 6,750 kali untuk terjadi kecemasan dibanding ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala I dengan didampingi oleh suami.   Kata Kunci : Ibu primigravida, pendampingan suami, tingkat kecemasan kala I
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMENTASI PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Pratiwi, Proborini Putri; Suryani, Maria; Sayono, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan kegiatan pencatatan, pelaporan dan pemeliharaan yang berkaitan dengan pengelolaan klien guna mempertahankan sejumlah fakta, dari suatu kejadian dalam suatu waktu. Dokumentasi keperawatan yang dilakukan perawat di RSUD Tugurejo Semarang belum dilaksanakan secara optimal, sehingga perlu dikaji secara empiris faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan di ruang Rawat Inap di RSUD Tugurejo Semarang. Untuk mendapatkan informasi tentang kelengkapan dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas dari dokumentasi tersebut. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan  pendekatan Cross sectional dengan jumlah sampel 85 perawat. Data dikumpulkan  dengan cara observasi dan dianalisis menggunakan pogram SPSS dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan (p = 0,02). Usia perawat ternyata tidak berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan(p = 0,552). Lama kerja perawat juga tidak berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan  (p = 1,000). Adanya hal demikian karakteristik perawat sangat memperngaruhi dalam pengisian diantaranya yaitu: tingkat pendidikan, usia dan lama kerja.  Pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan perlu diadakan pelatihan khusus antara kepala ruang dengan ners atau profesi baik untuk perawat yang bekerja lama ataupun baru bekerja, tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar dalam kegiatan pengisian, pelaporan dan pencatatan dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan dapat terisi secara lengkap. . Kata Kunci : Tingkat pendidikan, Lamanya kerja, kelengkapan dokumentasi pengkajian.
PENGARUH LAMANYA PEMAKAIAN DIAPERS TERHADAP RUAM DIAPERS PADA ANAK DIARE USIA 6-12 BULAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Sujatni, Rahmawati Apri; Hartini, Sri; Kusuma, Muslim Argo Bayu
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan kehilangan cairan dan elektrolit melalui buang air besar (bab) secara berlebihan frekuensinya satu kali atau lebih dengan bentuk tinja yang encer atau cair. Diare adalah penyebab utama keadaan sakit pada bayi. Diapers merupakan alat yang berupa popok sekali pakai pengganti popok kain yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Umumnya diapers dipakai oleh bayi, karena lebih praktis maka diapers menjadi pilihan orang tua untuk mengganti popok kain. Namun dampak dari penggunaan diapers yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan ruam. Ruam diapers ini disebabkan oleh iritasi terhadap kulit yang tertutup oleh diapers dan cara pemakaian diapers yang tidak benar, seperti tidak segera mengganti diapers setelah anak bab dan bak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya pemakaian diapers terhadap ruam diapers pada anak diare usia 6-12 bulan. Desain penelitian ini adalah true experimental design atau eksperimen murni dengan jumlah sampel 30 bayi. Data primer dengan metode observasi, sedangkan data sekunder berupa lembar observasi. Data kemudian diolah secara deskriptif dengan microsoft excel dan program SPSS. Hasil analisis antara lamanya pemakaian diapers dengan ruam diapers diperoleh bayi yang memakai diapers selama 4 jam yang mengalami ruam diapers lebih banyak yaitu 9 anak (8,0%) dibandingkan bayi yang memakai diapers selama 2 jam yaitu 6 anak (8,0%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,356 yang berarti (p >0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh antara lamanya pemakaian diapers terhadap ruam diapers pada anak diare usia 6-12 bulan.   Kata Kunci                  : Lama Pemakaian Diapers, Ruam Diapers