cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
INVENTARISASI HAMA KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacq.) PADA DAERAH ENDEMIK SERANGAN DI KABUPATEN DHARMASRAYA Siska Efendi; Febriani Febriani; Yusniwati Yusniwati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i1.4476

Abstract

Suatu daerah dikatakan endemik apabila terdapat laporan serangan OPT tertentu dalam skala besar. Daerah endemik serangan hama kelapa sawit dapat menjadi pedoman dalam mempelajari tingkat serangan hama di daerah tertentu. Ketinggian serangan hama pada daerah tertentu dapat menjadi acuan dalam menentukan teknik pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman kelapa sawit di daerah endemik Kabupaten Dharmasraya. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling. Sedangkan untuk pengambilan sampel dilakukan dengan koleksi langsung menggunakan tangan. Hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 353 individu serangga dari 4 ordo, 9 famili dan 14 spesies. Jumlah individu tertinggi berasal dari Coptotermes sp sedangkan yang terendah spesies Setora nitens. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman serangga endemik kelapa sawit menyerang sangat tinggi dengan total spesies yang ditemukan sebanyak 14 spesies.
EFEKTIFITAS BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens) Surya Sila, dan Sopialena
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1789

Abstract

Efektifitas Beberapa Fungisida Terhadap Perkembangan Penyakit Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum frutescens). Aplikasi beberapa fungisida terhadap berbagai macam intensitas serangan penyakit pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) khususnya penyakit bercak daun dan Antraknose yang sering menyerang tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa fungisida dalam mengendalikan intensitas serangan penyakit bercak daun dan Antraknose oleh cendawan Cercospora dan colletotrichum capsici terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum frutescens L. ) dan untuk mengetahui fungisida manakah yang paling efektif dalam menekan perkembangan cendawan penyebab penyakit bercak daun dan Antraknose terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum frutescens L. ).Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 5 bulan terhitung mulai persiapan lahan penelitian hingga pengambilan data terakhir. Tempat penelitian berlokasi di lempake Samarinda.Hasil penelitian menunjukkan aplikasi beberapa fungisida mampu menekan intensitas penyakit-penyakit pada tanaman cabai rawit baik penyakit bercak daun maupun terhadap busuk buah. Intensitas penyakit bercak daun terendah terdapat  pada perlakuan penyemprotan 7 hari sekali yaitu 1,92 % pada umur 33 hari setelah tanam. Intensitas penyakit busuk buah terendah terdapat pada perlakuan penyemprotan 7 hari sekali yaitu 1,25 % pada umur 88 hari setelah tanam. Penyebab penyakit yang ditemukan pada tanaman cabai besar adalah: Cercospora capsici (penyebab penyakit bercak daun) dan  Colletotricum capsici (penyebab penyakit busuk buah). Aplikasi fungisida Antracol adalah jenis fungisida yang paling efektif menekan laju intensitas serangan penyakit bercak daun dan Antraknose yang disebabkan oleh cendawan Cercospora dan colletotrichum capsici terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Dapat dilihat dari produksi terbaik pada perlakuan penyemprotan 7 hari sekali yaitu rata-rata jumlah buah 231,74 buah, rata-rata berat segar 157,65g ha-1.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN DAUN BAWANG (Allium fistulosum L.) BIBIT ANAKAN Danimaulia Nurraafi Awali; Lusinta Kiswari; Suwito Singgih
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4711

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu untuk megetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan daun bawang yang ditanam dengan cara memotong bibit anakan. Dalam penelitian, media tanam yang digunakan adalah tanah dan air.Penelitian dilakukan selama sepuluh hari, terhitung sejak tanggal 29 mei sampai 7 juni 2020. Penelitian dilaksanakan di desa Ajibarang kulon, kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan rancangan penelitian acak lengkap (RAL) dengan cara mengamati perbedaan pada pertumbuhan dan perkembangan bawang daun bibit anakan yang ditanam pada air dan tanah sekali dalam dua hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Air yang digunakan sebagai media tanam mempunyai pengaruh nyata terhadaptinggi daun,dan pertumbuhan daun baru. Tinggi daun saat hari kedua penelitian mencapai 2 cm, dan terus bertambah 2 cm setiap dua hari. Daun baru muncul terhitung pada hari ke-dua, dan setelah itu muncul di hari ke-empat.Tanah yang digunakan sebagai media tanam mempunyai pengaruh nyata terhadap Panjang penguningan pada daun. Pada hari ke-enam, salah satu daun menguning hingga 3 cm.
UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA SYSTEM HIDROPONIK La Sarido dan Junia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2591

Abstract

Uji Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Pada System Hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk Organik Cair Nasa tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman (10 HST, 20 HST dan 26 HST), parameter panjang daun (10 HST, 20 HST dan 26 HST) dan parameter lebar daun (10 HST dan 26 HST) tetapi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter lebar daun pada umur 20 HST, sedangkan untuk parameter jumlah daun (10 HST, 20 HST dan 26 HST) dan parameter berat basah 26 hari setelah tanam menunjukkan hasil berbeda nyata. Berat basah yang terbaik diperoleh pada konsentrasi 6 cc/liter air.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI CABAI MERAH SKALA PETANI DI KOTA SAMARINDA (STUDI KASUS DI KELURAHAN LEMPAKE SAMARINDA) Abdul Kholik Hidayah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i1.542

Abstract

The study was conducted for three months, from December 2012 to February 2013 at Lempake urban village, North Samarinda sub district of Samarinda City that is known as a center of curly red chili production.  Object of research are farmers managing curly red chili farming in the 2012 rainy season at the study area.This study used a survey method, that meaned it takes most of the respondents samples from the existing population.  Based on the observation of 285 farmers are determined to take as many as 30 farmers as respondents. Methods of data retrieval are implemented using a combination of methods: observation, interviews, literature review, and documentation studies by using structured questionnaire as major tool.  The data analysis technique used in this study include: (1) R/C ratio to calculate the level of efficiency, (2) Break Even Point (BEP) to test the profit or loss, (3) Return on Investment Method to test the efficiency of the use of farm capital, (4) Payback Period method to test the payback curly red chili capital farming used.The results showed that: 1. The amount of the total cost of the average production of farm curly red chili per growing season of Rp 11,328,317,- or Rp. 28,320,793,- per hectare, while the average income for price at the level of 15,000,- per kilogram per acreage of Rp.27,025,000,- or equals to Rp.67,562,500,- per hectare.  2. The results of the financial analysis showed that curly red chili farming feasible to be developed, with an average value: (a). income of Rp. 15,696,683,- (acreage) and Rp.39,241,707,- (ha), (b) R/C ratio of 2.39, (c). BEP production volume as much as 755.22 kg (acreage) and 1,888.05 kg (ha), (d). BEP production price of Rp.6276.08,- per kilogram; (e). ROI of 138.56%, and (f). payback period of 1.68 during the growing season.  3. The results of both analyzes sensitititas to rising production cost price inflation (6% and 9%) and decrease the production price of unity (Rp.8.000,- and Rp.12.000,-) indicates that the curly red chili farming feasible to be developed at the study area.
Effect of Bokashi Fertilizer and Green Tonik Liquid Fertilizer on the Growth and Yield of Long Bean (Vigna sinensisL.)Parade Tavi Variety Elisabeth Elisabeth; Puji Astuti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i1.3352

Abstract

The purpose of the research is to study the effect of bokashi fertilizer and Green Tonik liquid fertilizer and its interaction on the growth and yield of long bean plant, as well as to find the proper dosage of bokashi fertilizer and Green Tonik liquid fertilizer concentration for obtaining the best yield of long bean.The research was conducted using Completely Randomized Design (CRD) in 4 x 4 Factorial Experiment and four replications.  The factor was the dosage of bokashi fertilizer (B) consisting of 4 levels : no bokashi fertilizer application (b0), 100 g/polybag(b1), 200 g/polybag (b2), and 300 g/polybag(b3).   The second factor was the concentration of Green Tonik liquid fertilizer (N) consisting 4 levels : no Green Tonikfertilizer application (n0), 2 ml/ l water (n1),  4 ml/l water (n2), and 6 ml/lwater (n3).The results showed that: (1) the bokashi fertilizer treatment affected significantly on the plant lenght at age 15 days after planting, number of pods and weight of pods per plant, but it did not affect significantly on the plant lenght at age 22, 29 and 36 days after planting, age of plants flowered, and pods lenght; (2)the Green Tonik liquid treatment affected significantly on the plant lenght at age 22, 29, and 60 days after plantingand weight of pods per plant, but it did not affect significantly on the plant lenght at age 15 days after planting, age of plant flowered, and pods lenght;  (3) the interaction treatment between bokashi fertilizer and Green Tonik liquid fertilizer affected significantly on the plant lenght at age 15 days after planting, pods lenght, and weight of pods per plant, but did not affect significantly on the plant lenght at age 22, 29, and 36 after planting, age of plant flowered, and number of pods; and (4) the weighest weight of pods per plant was produced in b2n3 treatment of 401,75 g/plant, while the lighest one was produced in b0n0 treatment of 145,75 g/plant.
TINJAUAN KONSEP DAN IMPLEMENTASI SISTEM SILVIKULTUR TPTII Benteng Haposan Sihombing
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i1.1098

Abstract

Management of the world's forests are generally adopted within the meaning of the forest preservation and conservation of forest sustainability of forest resources.  Management of natural forests in Kalimantan also adopted the concept of forest sustainability principles in which this principle is applied at the time of the commencement of the exploitation of natural tropical forests around the 1960s by the Company holders of forest concessions (HPH) or license holder Timber Forest Product Utilization (IUPHHK).Indonesian Silviculture Selective Logging Systems (TPTI) is considered having good in concept but in implementation in the field still shows shortcomings.  It is caused by the variability of the type, condition and potential of the forest so diverse that a generalized silvicultural system is not appropriate.  Hence it is necessary efforts to further implement silvicultural systems TPTI that have been and are applied in the field and look for other forms of more appropriate and based on the perspective that the forest silviculture applied in the production of natural forest management more precise application.
Analisys of round wood production and profit sharing of Shorea leprosula and Shorea smithiana at PT Inhutani I Bukit Bangkirai Balikpapan Moises Soares; Abubakar M Lahjie; BDAS Simarangkir; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i1.3935

Abstract

This study investigated the roundwood production and profit sharing for Shorea leprosula and Shorea smithiana in case of PT Inhutani I Bukit Bangkirai, Balikpapan. Five research aims pursued in order to better understand the economic valuation of Shorea tree species, are: 1) analyse the increments of woody; 2) identify the age of trees reached the highest increments of woody; 3) measure the highest value of mean annual increments (MAI); 4) examine the nominal rate of return (i) for roundwood production; 5) examine the profit sharing between the management of  PT Inhutani I Bukit Bangkirai and investors. Additionally, the policy of profit sharing has been determined by the proportion of 55% for investors and 45% for the management.The results demonstrated that: 1) the wood potential of Shorea leprosula reached the highest value at the age of 40 years by producing 7.78 m3 ha-1 year-1, and Shorea smithiana reached the highest value at the age of 50 years by producing 333.34 m3 ha-1 year-1; 2) the highest value of MAI for Shorea leprosula and Shorea smithiana are 7.78 and 6.67 m3 ha-1 year-1 respectively; 3)  the nominal rate of return (i) of Shorea leprosula is 7.8% for investors and 8.3% for the management, and Shorea smithiana is 6.3% for investors and 6.7% the management. Overall, this research found that the economic value of Shorea leprosula and Shorea smithiana provide the nominal rate of return (i), which is higher than minimum acceptable rate of return (MAR).
POTENSI TEGAKAN TINGKAT TIANG DAN POHON DI AREAL KHDTK HUTAN DIKLAT LOA HAUR KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Sukirno Sukirno; Muhammad Taufan Tirkaamiana; Jumani Jumani; Heni Emawati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4351

Abstract

Kegiatan Penataan Hutan Diklat diperlukan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi hutan diklat yang akan dikelola. Dari Hasil kegiatan penataan tersebut akan diperoleh potensi mengenai keadaan hutan, topografi, iklim serta keadaan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar hutan, yang mana data tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai dasar dalam menyusun pengelolaan hutan lebih lanjut sesuai dengan kondisi lapangan dan program diklat yang akan dilaksanakan.Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tegakan tingkat Tiang di areal KHDTK Hutan Diklat Loa Haur Balai Diklat LHK Samarinda, Mengetahui potensi tegakan tingkat Pohon di areal KHDTK Hutan Diklat Loa Haur Balai Diklat LHK Samarinda dan Mengetahui keanekaragaman jenis tegakan yang mendominasi areal KHDTK Hutan Diklat Loa Haur Balai Diklat LHK Samarinda. Metode yang digunakan dalam Penelitian dan pengambilan data di lapangan adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun metode pengujian Potensi Tegakan dengan menggunakan Rumus Total Volume dalam satuan Kubikasi dimana parameter yang diukur meliputi  Diameter tegakan, Tinggi tegakan dan jumlah Populasi keseluruhan Plot penelitian.Sedangkan untuk nilai keanekaragaman jenis dihitung dengan menggunakan rumus Nilai Indeks Keragaman Shannon-Wiener 1992.Hasil yang didapatkan berdasarkan  rekapitulasi dari 5 plot sampel penelitian seluas 26 Ha dengan Intensitas Sampling sebesar 5% pada Areal KHDTK Hutan Diklat Loa Haur diperoleh hasil bahwa Potensi tegakan tingkat Tiang sebesar 111 m3 dengan jumlah populasi sebanyak 1.159 tegakan atau sama dengan 4,269 m3/ha dengan populasi 45 tegakan/ha. Sedangkan pada tingkat Pohon diperoleh potensi sebesar 189,7 m3 dengan jumlah populasi sebanyak 497 tegakan atau sama dengan 7,30 m3/ha dengan populasi 19 tegakan/ha.Nilai indeks keanekaragaman H’ pada kelompok jenis Meranti tingkat Tiang sebesar 2,14 dan tingkat pohon sebesar 1,72. pada kelompok jenis Rimba Campuran Nilai indeks Keanekaragaman tingkat Tiang sebesar 1,98 dan tingkat Pohon sebesar 2,31. Baik untuk Kelompok Meranti dan Kelompok Rimba Campuran Nilai Indeks Keanekaragaman H’ masih termasuk dalam kategori Sedang. Pada kelompok Kayu Indah nilai indeks Keanekaragaman tingkat Tiang sebesar 1,20 dan tingkat Pohon 0,94 nilai H’ pada kelompok jenis ini nilai indeks keanekaragamannya masih tergolong dalam kategori.Dan berdasarkan hasil penelitian terhadap 5 plot sampel seluas 26 Ha dengan intensitas sampling 5% diketahui bahwa tegakan yang memiliki nilai indeks keanekaragaman tertinggi baik untuk tingkat Tiang dan Pohon adalah jenis Mahang (Macaranga sp), dimana untuk tegakan tingkat Tiang diperoleh jumlah tegakan sebanyak 312 tegakan dengan nilai indeks keanekaragaman 0,153, sedangkan tegakan tingkat Pohon dengan jumlah tegakan sebanyak 94 pohon nilai indeks keanekaragamannya sebesar 0,137, dan nilai indeks keanekaragaman ini masih termasuk dalam kategori.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Erlita Sintiya Mebang dan Puji Astuti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1779

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (lactuca sativa L.) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cair pupuk NASA organik, kotoran ayam dan interaksi mereka pada pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.).Penelitian yang dilakukan dalam waktu tiga bulan, dari bulan April sampai Juni 2014, yang terletak di kabupaten desa Bigung Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor: faktor pertama adalah POC Nasa baik 0 ml L-1 (n0), 1 ml L-1 (n1), 2 ml L-1 (n2) , 3 ml L-1 (n3), dan faktor kedua pupuk kandang dosis ayam baik 0 g polybag-1 (a0), 75 g polybag-1 (a1), 150 g polybag-1 (a2), 225 g polybag-1 (a3). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan berbeda secara signifikan ketika diikuti dengan uji LSD pada tingkat 5%.Studi ini menunjukkan bahwa POC Nasa menghasilkan efek yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. Memberikan interaksi NASA POC dan kotoran ayam tidak signifikan pada tanaman umur ketinggian 14 dan 21 hari setelah tanam, jumlah daun, berat segar, dan berat panen, tetapi berbeda secara signifikan tinggi tanaman umur 21 hari setelah tanam dan panen.Produksi segar tertinggi diperoleh pada penyediaan pengobatan NASA POC 3 ml-1 L air (n3) adalah 107, 5 g, produksi segar tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam memberikan 225 g polybag-1 atau setara 30 ton ha-1 ( a3) adalah 74,15 g.