cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 572 Documents
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) VARIETAS MUSTANG F1 Muhammad Isnaini, Abdul Rahmi, dan Akas Pinaringan Sujalu
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i1.548

Abstract

Objectives of the research were to study the effect of type and concentration  foliar fertilizer, as well as their interaction on the growth and yield of Eggplant; and to find proper type and consentration of foliar fertilizer for better growth and production of Eggplant.  The research was carried out from July to October 2012, since preparation of growing media until crop harvested.  It was held at Experiment at Simpang Pait Village, Long Ikis Subdistrict, Paser District, Provinsi of East Kalimantan.   The research employed Completely Randomised Design (CRD) with factorial 2 x 5 experiment and 4 replications.  The first factor was type of foliar fertilizer (J), that consisted of two levels, namely:  Green Tonik (j1), and Supranik (j2). The second factor was concentration of foliar fertilizer (K), that consisted of five levels, namely: no foliar fertilizer as control (k0); 1,0 ml l-1 water (k1); 2,0 ml l-1 water (k2); 3,0 ml l-1 water (k3), and 4,0 ml l-1 water (k4).  Results of the experiment indicated that : (1) foliar fertilizer types (J) affect very significantly on plant height at 28, 42, and 56 days after planting, but it did not affect significantly on plant height 14 days after planting, blooming time, harvest time, number of fruit, and weight of fruit; (2) concentration of foliar fertilizer (K) affect significantly on plant height at 14, 21, 28 and 42  days after planting, and weight of fruit, but it did not significantly on blooming time, harvest time, and number of fruit.  The highest weight of fruit was attained on the 4,0 ml l-1 water treatment (k4) with 0,58 kg plant-1 while the worst one was on the no foliar fertilizer treatment (k0) with 0,49 kg plant-1; and (3) the interaction between those two factors did not affect significantly on all parameters observed, but it did affect significantly on plant height 24 days after planting.
Strategy of Ciplukan Fruit Agribusiness Development (Physalis peruviana) At Waaida Farm, West Java Muhammad Kemalvin Akbar Nugraha
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i1.3358

Abstract

Waaida Farm is a pioneer company of agribusiness of Physalis peruviana “ciplukan” in Indonesia. Waaida Farm started its cultivation of “ciplukan” with the considerations of “ciplukan” that has a big market opportunity. However, Waaida Farm could just fulfill the demand from Java so far because of its low production. The object of this research is to give a solution regarding the agribusiness developing strategy of “ciplukan” based on internal and external factors analysis which can be done at Waaida Farm. This research uses descriptive-qualitative design and study case research technique. Data collecting method used in this research is through interview and literature study. In needs to find the right developing strategy, there needs to be a matrix analysis of IFAS, EFAS, IE, SWOT and QSP. The SWOT analysis resulted five strategy formulations that can be implemented at Waaida Farm. The matrix QSP analysis resulted the right priority strategy for Waaida Farm, that is to invest the company’s profit for purchasing cooler boxes to overcome production shortages in certain periods and to increase the number of sales.
Response of Plant Growth and Green Mustard (Brassica juncea L.) Yield Upon the Application of Agrobost Liquid Organic Fertilizer Sulastri Sulastri; Hery Sutejo; Abdul Fatah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3624

Abstract

The aim of research was to determine the effect of Agrobost liquid organic fertilizers on the growth and yields of greens mustard, and to find the proper concentration of Agrobost liquid organic fertilizer to obtain the highest yield of green mustard.The research was conducted in Sumber Rejo Village, Sub.district of Sekolaq Darat, West Kutai Regency.  It was conducted from February 2016 to April 2016.The research used a single factor in a completely randomized design (CRD).  The research factor wasan Agrobost Liquid Organic Fertilizer (A), with six replications.  It consisted of six treatments, namely: no application of Agrobost liquid organic fertilizer or control (a0), 2 ml/l water (a1), 4 ml/l water (a2), 6 ml/lwater (a3), 8 ml/l water (a4), and 10 ml/lwater (a5).The research results revealed that the Agrobost liquid organic fertilizer treatment affected very significantly on the crop height at 2, 3, and 4 weeks after planting, leaf number at 2, 3, and 4 weeks after planting, and fresh weight per crop. The highest parameters observed (crop height, leaf number, and fresh weight per crop) were attained at a5 teratment. The highest fresh weight was attained at a5 treatment, namely 250.67 g.  Meanwhile, the lowest one was attained at a0 treatment, with only 61.83 g.
PENGARUH PUPUK GANDASIL B DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) The Effect of Gandasil B Fertilizer and Chicken Manure on The Growth and Yield of Long Bean (Vigna sinensis L). Anita Bulan, Marisi Napitupulu, dan Hery Sutejo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1775

Abstract

Pengaruh Pupuk Gandasil B dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Gandasil B dan dosis pupuk kandang ayam serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, dan juga untuk mengetahui konsentrasi pupuk Gandasil B  dan dosis pupuk kandang ayam yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman kacang panjang.Tempat penelitian di Kampung Tering, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan timur.   Penelitian dilaksanakan  awal  bulan Februari sampai dengan  bulan Mei 2014. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan anailsis faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali.  Faktor Perlakuan I adalah Pupuk Gandasil B (B), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Gandasil B atau kontrol (b0), konsentrasi pupuk daun Gandasil B  2 g/ l.air (b1),  konsentrasi pupuk daun Gandasil B 4 g/l.air (b2), dan konsentrasi pupuk daun Gandasil B 6 g/l.air (b3).  Faktor Perlakuan II adalah Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang ayam atau kontrol (k0), dosis pupuk 5 ton/ha atau 25 g/polibag (k1), dosis pupuk 10 ton/ha atau 50 g/polibag (k2), dan dosis pupuk 15 ton/ha atau 75  g/polibag (k3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk Gandasil B (B) berbeda nyata pada jumlah buah per 3  tanaman dan berbeda sangat nyata pada berat buah per 3 tanaman, dan berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga dan umur saat panen.  Produksi polong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (konsentrasi pupuk Gandasil B 6 g/l.air) dengan berat 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (b0), yaitu 312,50 g/3 tanaman.Perlakuan pupuk kandang ayam (K) berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.  Produksi polong tertingi terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha atau 75 g/polibag (k3), yaitu 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (k0), yaitu 316,67 g/3 tanaman.Interaksi perlakuan (BxK) berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan, yaitu : panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.
ANALISIS PELUANG USAHA BAGI HASIL HUTAN TANAMAN JENIS Eucalyptus pellita F. Muell DAN Acacia mangium Willd DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rusni Noor; Abubakar M. Lahjie; B.D.A.S. Simarangkir; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riap pertumbuhan, tingkat pengembalian nominal dan kelayakan keuntungan profit sharing pengelolaan hutan tanaman Jenis Eucalyptus pellita F. Muell dan Acacia mangium Willd di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Analisis pertumbuhan riap dan produksi menggunakan metode riap MAI dan CAI pada perhitungan total volume, diameter dan tinggi pohon, serta untuk profit sharing menggunakan analisis kelayakan i (tingkat pengembalian nominal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi/pertumbuhan Eucalyptus pellita F. Muell mencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 156,53 m3/ha, riap MAI mencapai 31,31 m3/ha/thn dan CAI 31,35 m3/ha/thn sedangkan jenis Acacia mangium Willdmencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 150,22 m3/ha, riap MAI mencapai 30,04 m3/ha/thn dan CAI 30,50 m3/ha/thn. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional Eucalyptus pellita F. Muelldengan sistem bagi hasil masing-masing mendapatkan 50% baik untuk investor maupun pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 49,49%. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional jenis Acacia mangium Willddengan sistem bagi hasil masing-masing 50% untuk investor dan pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 48,26%.Tanaman jenis Eucalyptus pellita F. Muelldan Acacia mangium Willdsama-sama layak untuk diusahakan karena nilai tingkat pengembalian nominalnya lebih besar daripada tingkat bunga minimal yang diterima oleh investor (MAR).
IDENTIFIKASI MODITI KUNCI DARI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: PENDEKATAN INPUT-OUTPUT Achmad Zaini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v2i3.11

Abstract

IDENTIFIKASI MODITI KUNCI DARI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: PENDEKATAN INPUT-OUTPUT 
STUDI TENTANG PENILAIAN KINERJA GANISPHPL DAN WASGANISPHPL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA PERIODE TAHUN 2008 SAMPAI DENGAN TAHUN 2014 Eka Dian Suryani, Taufan Tirkaamiana, dan Zuhdi Yahya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja Ganis-PHPL dan Wasganis-PHPL di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2014, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan serta penurunan kinerja GANISPHPL dan WASGANISPHPL secara kuantitas dan kualitas.Penelitian  dilaksanakan di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XIII Samarinda selama ±4 (empat) bulan yaitu dari bulan Februari 2015 sampai dengan minggu keempat bulan Mei 2015.  Pelaksanaan kegiatan penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.58/Menhut-II/2008 jo. P.20/Menhut-II/2010 Tentang Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode penilaian selama 7 (tujuh) tahun dapat disimpulkan perolehan Nilai Kinerja Ganis-WasganisPHPL mempunyai kecenderungan meningkat, hal ini dapat dilihat pada perolehan Nilai Kinerja A dan perolehan Kinerja C dari Tahun 2008 hingga Tahun 2014.  Kecenderungan menurun yang sangat menonjol terjadi pada Tahun 2010 dimana perolehan Nilai Kinerja A hanya mencapai 6,93% dan perolehan Nilai Kinerja C mencapai 3,81%. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan kinerja Ganis-PHPL yang sangat dominan adalah pola kebiasaan karena Penilaian Kinerja selalu dilakukan setiap tahun, pembobotan nilai kumulatif sebelum diberlakukannya Peraturan Permenhut P.20/Menhut-II/2010 antara Ganis-WasganisPHPL yang aktif dan tidak aktif  adalah sama sehingga untuk Ganis-WasganisPHPL yang tidak aktif mempunyai bobot nilai yang rendah dari sisi nilai pelaporan, kurang mengetahui perkembangan peraturan-peraturan terbaru terkait bidang tugasnya.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HORMONIK DAN PUPUK PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L) VARIETAS TOSAKAN Nonita Meidina; Hery Sutejo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4658

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Hormonik dan pupuk petroganik serta interaksi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi hijau serta mendapatkan dosis yang terbaik dari pupuk Hormonik dan pupuk petroganik  untuk menghasilkan tanaman sawi hijau yang terbaik.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam percobaan faktorial 4 x 4, dengan dua faktor perlakuan, diulang sebanyak 3 kali ulangan (Blok). Faktor pertama konsentrasi pupuk hormonik (H) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : (h0) tanpa konsentrasi pupuk hormonik (kontrol), (h1) : konsentrasi Pupuk Hormonik  2,5 ml/liter air, (h2) : konsentrasi Pupuk Hormonik  5 ml/liter air, (h3) : konsentrasi Pupuk Hormonik  7,5 ml/liter air. Faktor kedua dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : (p0) tanpa dosis pupuk petroganik (kontrol), (p1) : pemberian  dosis Pupuk Petroganik 160g/polibag, (p2) : pemberian dosis Pupuk Petroganik 320 g/polybag, (p3) : pemberian dosis Pupuk Petroganik 480 g/polybag.Perlakuan pupuk hormonik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah per tanaman pada umur 14 hari, 21 hari, dan umur 28 hari setelah tanam. Tanaman tertinggi terdapat perlakuan h3 (konsentrasi Pupuk Hormonik  7,5 ml/liter air.Perlakuan pupuk petroganik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah per tanaman pada umur 14 hari, 21 hari, dan umur 28 hari setelah tanam. Tanaman tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada perlakuan p3 (dosis pupuk 30 ton/ha setara 480 g/tanaman).Perlakuan (HxP) pupuk hormonik dan pupuk petroganik Pada jumlah daun tidak berpengaruh  nyata pada umur 14 hari, 21 hari, dan jumlah daun pada umur 28 hari setelah tanam berpengaruh nyata pada perlakuan h3p3 yaitu 14,33 helai akan tetapi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 21 hari, dan 28 hari setelah tanam, dan berat basah per tanaman. Berat basah per tanaman terberat pada perlakuan h2p3 yaitu 93,00 g/tanaman.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI TOMAT DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN API-API KECAMATAN BONTANG UTARA Siti Balkis
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.354

Abstract

The purpose of the research was to determine the tomato farm income and knowing the tomato farm income contributing to household incomes of farmers in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.This research started on April until July 2012, with research location is in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.  The method that used is census method. The data needed by research are primary and secondary data. Primary data is got by observation and interview with responder use questionnaire which have been compiled in line with research.  While secondary data is got from bibliography study and institution information which is related to research execution.  The results of this research shows that :Based on the survey result to 9 respondent obtained  tomato production to one season is 4.777,78 kg-1 meter-1 at the price of selling Rp 8.000 – 9.000 kg-1. Total revenue farmers was Rp 730.000.000,00 year-1 and total income from tomato farming is Rp 522.588.633,33 year-1with average farm income is Rp 58.065.403,70 year-1 respondents-1.Value of R/C ratio was 3,45 meaning that the cultivated tomato farm is already profitable then planting a tomato can for resumes.Average contributing of the tomato farm income to household incomes of farmers is 62,50%.
Keanekaragaman Jenis Pohon Pada Daerah Karst Sangkulirang Mangkalihat Kalimantan Timur Dzulkipli Dzulkipli
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i1.3337

Abstract

Keanekaragaman Jenis Pohon Pada Daerah Karst Sangkulirang Mangkalihat Kalimantan Timur. Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat merupakan pegunungan karst terbesar di Kalimantan Timur, terletak di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau dengan total luas keseluruhan 1.867.676 hektar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman jenis vegetasi tingkat pohon di beberapa komunitas karst. Areal penelitian ditentukan secara purposive dan sistematik sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, spesies tanaman yang ditemukan sebanyak 162 jenis . Potensi vegetasi terbesar terdapat di Gunung Gergaji dengan nilai individu 740/ha, Indeks keragaman jenis tergolong tinggi dengan nilai 3.17-3.51. Kata kunci : Karst, Keanekaragaman, Sangkulirang Mangkalihat, Vegetasi

Page 6 of 58 | Total Record : 572