cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 572 Documents
Pemanfaatan Tanaman Air Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Kiambang (Pistia stratiotes) Dan Mata Lele (Lemna minor) Dalam Penyerapan Logam Berat Seng (Zn) Pada Air Tercemar Sakti, Anshar Harya; Imanuddin, Imanuddin; Rosdianto, Rosdianto; Sarido, La; Rudi, Rudi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9354

Abstract

Kualitas air untuk keperluan kegiatan budidaya ikan merupakan suatu variabel yang mempengaruhi pengelolaan dan kelangsungan hidup, berpengaruh juga terhadap keberlangsungan hidup biota atau organisme perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman air Eichhornia crassipes (Eceng Gondok), Pistia stratiotes (Kiambang) dan Lemna minor (Mata Lele) yang ampuh  menyerap logam berat Seng (Zn). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif. Penggujian sampel di laboratorium dan metode eksperimen yaitu mencari perbandingan antara tanaman air yang mampu lebih baik menurunkan konsentrasi logam berat pada air limbah. Data awal hasil penelitian menunjukan bahwa penyerapan tanaman air Eichhornia crassipes, Pistia stratiotes dan Lemna minor mampu menurunkan logam berat jenis Seng (Zn) dengan nilai konsentrasi yang sama pada setiap air sampel yaitu dengan kadar 0,71 mg/L, setelah diberi perlakuan Eichhornia crassipes (Eceng Gondok) mengalami penurunan menjadi 0,24 mg/L, Pistia stratiotes (Kiambang) 0,42 mg/L, Lemna minor (Mata Lele) 0,16 mg/L. Presentase penyerapan logam berat Seng (Zn) dari tanaman Eichhornia crassipes sebesar 66,19%, Pistia stratiotes 40,84%, dan Lemna minor 77,46%.
Pengaruh Simulator In-Vessel Composting dalam Tanah untuk Meningkatkan Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga Nugraha, Tri Adi; Triwuri, Nurlinda Ayu; Sri Rahayu, Theresia Evila Purwanti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.7111

Abstract

Banyaknya sampah organik di Indonesia, belum dimanfaatkan secara maksimal. Sampah organik adalah sampah yang terbuat dari sisa-sisa bahan organik.. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara mendekomposisi sampah organik menjadi pupuk organik pada Prototipe simulator in vessel composting. Pada desain alat prototipe simulator in-vessel composting dalam tanah memiliki tempat penampung sampah dengan 3 ukuran variasi yang berbeda, yaitu memiliki panjang 40 cm, 35 cm, 30 cm dan banyak lubang biopori yang berbeda, yaitu 30, 28, dan 25 lubang. Prototipe simulator in vessel composting diharapkan mempunyai komponen bahan organik dengan standar Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Kandungan C-organik, nitrogen (N) total, Fosfor (P), kalium (K), dan C/N rasio tertinggi masing-masing terdapat pada P1 16,39%, P1 3,57%, P1 3,37%, P1 3,43%, dan P2 7,02%. Kandungan zat organik terbaik pada pupuk organik yang dihasilkan adalah pada perlakuan P1 yaitu dengan perlakuan panjang alat 40 cm dan banyaknya lubang biopori 30 lubang.