cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RINGAN PADA PEMILIHAN RUTE KOTA SAMARINDA – SIMPANG TIGA SAMBOJA KM. 38 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA SABIQ, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan perjalanaan dari daerah satu ke daerah lainnya biasanya dapat ditemukan beberapa rute yang bisa di lewati untuk sampai ke tujuan tersebut. Banyaknya pilihan jenis rute lalu lintas yang bisa ditempuh untuk menuju suatu daerah menuntut penguna jalan untuk memilh rute paling efektif, dengan maksud untuk mengefisiensikan jarak, waktu, dan biaya operasional yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Metode yang digunakan untuk mengukur kecepatan pada penelitian adalah metode kecepatan bergerak (running speed), sedangkan untuk analisis biaya operasional menggunakan metode PCI (Pasific Consultant International). Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa perjalanan dari Kota Samarinda menuju Simpang Tiga Samboja KM. 38 Kutai Kartanegara , rute yang paling efektif dari segi biaya operasional kendaraan adalah rute 2 Jalan Tol dibandingkan dengan rute 1 Jalan Poros Soekarno Hatta walaupun rute tersebut memiliki selisih jarak tempuh kurang lebih 5,6 KM dimana rute Jalan Tol Balsam lebih pendek daripada rute Jalan Poros Soekarno Hatta.
ANALISA DAN RENCANA PENGADAAN LAHAN DAERAH GENANGAN EMBUNG AJI RADEN KOTA BALIKPAPAN PRATAMA, HELMI ADITYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan Embung. Secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan pembangunan baik fisik maupun non-fisik, akan membutuhkan tanah. Berbagai alokasi penggunaan dalam desain-desain pembangunan menciptakan kebutuhan akan ketersediaan tanah dalam jumlah tertentu. Salah satu yang masih terus menghambat pembangunan Embung adalah pengadaan tanah. Tidak semua pemilik tanah mudah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan sebuah proyek Embung yang membutuhkan tanah yang sangat luas untuk embungnya sendiri dan daerah yang akan digenangi. Kehidupan manusia yang tidak terlepas dari kebutuhan akan air, dalam hal ini yang dimaksud adalah air bersih atau air minum. Air bersih yang digunakan haruslah memenuhi syarat dalam segi jumlah maupun mutunya. Karena itu penyediaan air bersih perlu diusahakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Balikpapan membawa konsekuensi kebutuhan akan air baku untuk masyarakat semakin meningkat. Dengan adanya berbagai aktifitas dan semakin berkembangnya pertumbuhan ekonomi terpacu dan disusul dengan meningkatnya sektor-sektor lain, antara lain pertumbuhan penduduk yang harus diimbangi dengan pembangunan sarana infrastruktur seperti sarana air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Saat ini, Kota Balikpapan hanya mengandalkan air baku air minum pada Waduk Manggar. Untuk menyediakan kebutuhan air baku penduduk di Kota Balikpapan yang dirasakan semakin meningkat, maka telah dilakukan kajian untuk membawa air dari Embung Aji Raden ke Kota Balikpapan dalam rangka pemanfaatan sumber air baku untuk Kota Balikpapan sampai tahun 2025 dimana 2 panjang pipa transmisi untuk intake Embung Aji Raden ini yang menghubungkan antara Embung Aji Raden dan Bendungan Teritip. Inventarisasi daerah genangan Embung Aji Raden sesuai dengan hasil pemetaan wilayah genangan memerlukan pembebasan lahan di tanah milik masyarakat atau milik perusahaan, karena pembebasan tanah sering menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, maka sesuai dengan peratuan yang berlaku perlu adanya kerangka aksi pengadaan tanah dan perpindahan pemukiman sesuai dengan aturan yang berlaku
PERENCANAAN WAHANA BERMAIN PROFESI ANAK DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SAMARINDA UTOYO, AGUSTINA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan emosional, fisik, sosial dan nalar. Permainan fokus di terapkan pada ciri khas Kota samarinda yaitu makanan khas samarinda dan kebudayaan desa pampang. Saat ini permainan profesi sudah ada akan tetapi masih belum terlengkapi fasilitas yang memadai untuk anak-anak. Maka dilakukan penelitian dengan tujuan merencanakan wahana bermain profesi anak dengan penekanan metafora dengan batasan masalah untuk pelaku kegiatan yaitu anak-anak usia 0-5 tahunHasil penelitian menunjukan besaran ruang dengan luas koefisien dasar bangunan sebesar 6.410,9795 m2, luas koefisien dasar hijau sebesar 5.636,606 m2 dengan pembagian 78 ruangan dari 9 massa bangunan. Rencana lokasi site berada di Jl.Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, sehingga perencanaan menggunakan konsep metafora, dimana transformasi bentuk persegi panjang dan lingkaran yang membentuk lego dan untuk gubahan massa bangunan yaitu radial yang mengelilingi bangunan. Konsep metafora yang mengikuti bentuk lego karena permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak.
“STUDY WEIR MEJANG NEW MIAU VILLAGE DISTRICTS KONGBENG EAST KUTAI DISTRICT EAST KALIMANTAN PROVINCE " SANJAYA, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A weir is a river transverse structure that functions to elevate the water level so that it can be taken and channeled through the building. Permanent Weir of Miau Baru Village, Kongbeng Sub district, East Kutai Regency, East Kalimantan is the source of water from Mejang to supply raw water, especially for the benefit of the agricultural sector with an area of 1276 Ha. The weir in Mejang River Basin (DAS) is to be re-analyzed to discover the effectiveness of the weir. So it needs to be reviewed by analyzing the capacity and stability of the Mejang Permanent Weir by using the hundred year period (Q100) flood discharge, with a watershed area of 23.37 km2 . This research was conducted to determine whether the stability of the Mejang Permanent Weir is safe against the forces that work with discharge (Q100) and the capacity in millions of cubicle. This study uses secondary data in the form of daily rainfall data for 10 years from 3 stations. The Mejang Weir Study in Miau Baru Village, Kongbeng Sub district, East Kutai Regency is determined to re-analyze the return plan (Q100) discharge capacity, the capacity of the weir, and the stability of the weir to the forces calculated are the forces due to the weights' own weights, lift force / uplift pressure, forces hydrostatic in weir, Force due to active and passive soil pressure, Earthquake force, Review of rolling, Review of shear and Review of carrying capacity of the soil. The results showed that 100-year period rainfall with Log-Pearson Type III (mm) method = 493.88 mm obtained fifty-year period flood discharge (Q100) with the Nakayasu Method = 249.65 m3 / sec. The dimensions of the weir are safe for the force due to weir's own weight, lift / uplift pressure, the hydrostatic force in the weir, the force due to active and passive earth pressure, earthquake force, review of the bolt, review of the shear, review of the carrying capacity of the soil and the forces works well during normal water conditions and flood water conditions.
ANALISA WAKTU TEMPUH KENDARAAN BERMOTOR DENGAN METODE ESTIMASI INSTANTAEOUS MODEL DAN METODE KENDARAAN BERGERAK PADA JLN.YOS SUDARSO II – JLN.YOS SUDARSO III SANGATTA UTARA KABUPATEN KUTAI TIMUR PABIANAN, HISAR FREDRIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Travel time is defined as the time needed to cover a certain distance and will determine a distance. And the research location of the travel time is loacated on the yos.sudarso II street – the yos.sudarso III street is sangatta utara kabupaten kutai timur. Using the Instantaeous Model method and Moving Observer Car method The results of the Instantaeous Model method analysis result get an average travel time yield (UTMS) of 7,889 minutes and an average travel time space (USMS) of 8,117 minutes The results of the the Moving Observer Car method analysis result get the largest average travel time of 7,946 minutes
STUDY OF OPTIMIZATION AND NORMALIZATION OF VILLAGE NATURAL RIVER BUILDING REJO TENGGARONG DISTRICT, KUTAI KARTANEGARA PUTRA, RUSMAN ARTA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the area of Bangun Rejo Village in Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province is an area that often experiences flooding and is a major problem for Bangun Rejo Village Residents. Several factors cause flooding due to the not yet maximum capacity of river channels and sedimentation to drain incoming water. The existing dimensions that need to change in order to smooth the flow of river water. The method used to calculate the design rainfall is using the Gumbel method, the Log person type III method, and for the design discharge calculation using the Nakasayu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method. From the results of the design discharge calculations 2, 5, 10, and 25 years obtained design discharge for each river channel to be investigated, in the field measurements each river channel is calculated and obtained river dimensions and river capacity discharge, from existing analysis results river discharge is not able to accommodate the design discharge, the conclusion is needed to change the dimensions of the river for the next 25 years.
PERENCANAAN SEKOLAH DASAR BERBASIS SEKOLAH ALAM DENGAN PENEKANAN EFEK BAYANGAN TERHADAP BANGUNAN DI KOTA SAMARINDA PUTRA, EKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah alam merupakan sekolah yang dibangun untuk upaya pengembangan pendidikan yang dilakukan dengan metode belajar di alam secara langsung. Para siswa di sekolah alam dibebaskan waktunya untuk lebih banyak berinteraksi di alam terbuka sehingga terbentuk pengenalan langsung pada materi dan kegiatan yang bersifat pengalaman. Sekolah alam ini merupakan sekolah yang diperuntukkan kepada siswa sekolah dasar pada umumnya. Kegiatan di alam berlangsung ketika jam 7 pagi hingga jam 10 pagi, kegiatan diawali dengan para siswa datang dan merawat tanaman dan hewan di sekolah alam serta dilanjutkan dengan pembelajaran di alam lalu dilanjutkan kegiatan belajar didalam kelas. Konsep yang diterapkan dalam sekolah alam meliputi penggunaan alam sebagai tempat untuk aktifitas pendidikan, penggunaan serta pengenalan alam sebagai media dan bahan untuk pengenalan serta alam yang digunakan sebagai wadahnya. Sekolah ini mampu mengatasi kebosanan yang terjadi pada siswa jika melakukan pembelajaran di dalam ruangan saja. Efeknya adalah dengan adanya sekolah alam tersebut bisa mewujudkan sebuah cita-cita pada setiap orang yang peduli akan perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia.Pendidikan merupakan tolak ukur kualitas individu agar dapat memahami dirinya dan hidup mandiri bersama masyarakat luas. Pendidikan di sekolah dasar merupakan jenjang yang paling dasar agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Tujuan dari pendidikan sekolah dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri. Sekolah alam pada dasarnya adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam lingkungan sekitar sebagai tempat pengenalan, bahan dan juga sebagai objek pengenalan. Dengan konsep pendidikan ini para siswa diharapkan bisa belajar dari alam lingkungan sekitar dan mengaitkan pelajaran serta menerapkan ilmu yang didapat dengan kehidupan nyata sehari-hari.Pembelajaran meliputi pengembangan ilmu pengetahuan secara langsung di alam ataupun di laboratorium. Bangunan tempat anak belajar di sekolah alam biasanya terbuat dari bahan yang ramah lingkungan seperti bambu dan kayu lokal ataupun bahan material ramah lingkungan lainnya. Para siswa biasanya duduk di lantai. Kelas yang digunakan tidak terlalu tertutup seperti kelas di sekolah formal melainkan berupa saung atau ruang belajar terbuka.Dalam membantu proses pengajaran didalamnya, dibutuhkan konsep bangunan yang dapat menunjang kenyamanan dalam kegiatan belajar. Salah satu kenyamanan yang dapat dicapai adalah kenyamanan termal yang dapat dihasilkan oleh efek bayangan terhadap bangunan. Efek bayangan yang dihasilkan oleh bangunan dapat mengurangi ketidaknyamanan manusia terhadap sengatan matahari.
ANALISA STRUKTUR ATAS JEMBATAN KOMPOSIT PADA JEMBATAN MUANG BAYUR KECAMATAN SAMARINDA UTARA KAMARULLAH, LAZION
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Muang Ilir, Kecamatan Samarinda Utara merupakan jembatan yang sangat diperlukan warga. Jembatan ini menghubungkan jalan Muang dengan Bayur dan juga bisa sebagai jalur utama untuk para pengguna jalan yang ingij menuja ke bandara APT Pranoto. Kondisi jembatan ini sangat memprihatinkan, karena jembatan tersebut hanya bisa dilewati dengan motor dan jembatan tersebut terbuat dari kayu, sehingga perlu dilakukan pembagunan ulang jembatan tersebut. Pembangunan ulang pada jembatan ini adalah berupa jembatan komposit dan hasil dari pembangunan jembatan komposit diharapkan dapat dilewati oleh kendaraan – kendaraan berat dan ringan.Analisa jembatan ini merupakan proses perencanaan ulang struktur atas dan bawah dengan bentang jembatan 30 meter dan lebar jembatan 7,5 meter. Analisa struktur atas ini dilakukan beberapa tahap, yaitu menghitung pembebanan yang terjadi pada pada jembatan tersebut, kemudian mendesain profil yang digunakan dan mengecek keamanan strukturnya menggunakan software, mendesain penulangan pada plat kendaraan, dan menghitung sambungan baut pada jembatan.Hasil analisa jembatan komposit didapatkan bahwa Jembatan Muang Ilir menggunakan girder memanjang baja WF 900 ´ 300 ´ 25 ´ 16, girder melintang WF 700 ´ 300 ´ 24 ´ 13. Sambungan rangka baja pada struktur atas disambung menggunakan baut mutu tinggi type 490 diameter 3,81 milimeter.
Perencanaan Seaworld Di Balikpapan Dengan Penekanan Arsitektur Metafora FACHRAIN, RAHMAT SULTAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seaworld di Balikpapan merupakan wisata alternatif bagi wisatawan yang ini mengenal ekosistem dan spesies biota laut. Wahana ini dibuat untuk memberikan pendidikan atau pengetahuan yang menghibur agar mereka bisa mencintai dan menghargai alam. Selain menyediakan fasilitas, secara tampilan fisik bangunan akan bertemakan laut agar menjadi ciri khas dari tempat tersebut dan mampu menjadi ikon dari kota ini. Konsep yang digunakan untuk mendukung tema laut pada Perencanaan Seaworld di Balikpapan yaitu dengan Penekanan Arsitektur Metafora.
EVALUATION OF QUALITY MANAGEMENT CONSTRUCTION OF ARCHIVE BUILDING INSTITUTIONS OF SAMARINDA KALIMANTAN EDUCATION QUALITY EDUCATION SAMAD, INCE MUHAMMAD MALIQUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of Construction Work in Indonesia continues to grow and increase where to facilitate various facilities and infrastructure, but the increase in Construction work must be accompanied by an increase in competent experts so that the existing Standardization or Quality Management can be fulfilled properly. In the construction project there is a party that functions to oversee the network of quality fulfillment processes in a project that plays a major role in the process of minimizing errors that will arise, either because of ignorance or mistakes by workers, and various other possibilities. So that a certain standard or standard is achieved. called Quality Management . In this study using the evaluation method checklist or checklist to control the stages of foundation and poorplat work in the LPMP samarinda building.From the evaluation results obtained the list of referrals used by consultants is the assumption of supervisor consultants, the list of referrals used is different from the standards set by SNI-1734-1989-F and the SBW-08 Module There are many stages of work that are not listed in the list of quality application his.