cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA STABILITAS LERENG DAN REMBESAN BENDUNGAN TIPE URUGAN PADA BENDUNGAN TERITIP BALIKPAPAN LAKSONO, RAGIL SETYO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Teritip Balikpapan merupakan bendungan tipe urugan homogen. Bendungan tipe urugan memiliki resiko terhadap rembesan, sehingga rembesan perlu diperhitugkan sehingga dapat diketahui debit aliran rembesan agar tidak melewati batas kritis aliran rembesan serta pengaruhnya terhadap stabilitas lereng bendungan. Beberapa hal tersebut melatarbelakangi rumusan masalah bagaimanakah analisis hidrologi apabila metode yang digunakan adalah Metode Iwai Kadoya? ; Bagaimanakah menganalisis kapasitas rembesan pada bendungan? ; dan bagaimanakah menganalisis stabilitas lereng tubuh bendungan Tertitip di Balikpapan dengan tujuan dan maksud untuk melakukan analisis terhadap rembesan dan pengaruh stabilitas lereng akibat rembesan pada tubuh Bendungan Teritip Balikpapan. Debit puncak berdasarkan kala ulang 50 tahun adalah 120,310 m3 /detik, elevasi ketinggian muka air banjir +23,0 debit rembesan didapatkan sebesar 7,39 × 10-1 , kecepatan rembesan (v) = 1,06 × 10-7 m/detik, kecepatan kritis (C) = 2,31 × 10-2 m/detik. Stabilitas lereng dihitung menggunakan metode Irisan Bidang Luncur Bundar, hasil perhitungan menghasilkan angka keamanan rata-rata di bagian lereng hilir 3,5 dan di bagian lereng udik 2,6 dalam kondisi muk air banjir dan memenuhi FK minimum yaitu 1,2.
ANALISA PERBANDINGAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE ANALISIS KOMPONEN SKBI 1987 DAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (Studi Kasus : Pada Jalan Simpang TBA – Pusat Perkantoran Kabupaten Mahakam Ulu) KADIR, BAHARUDDIN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan perencanaan perkerasan jalan, khususnya perkerasan lentur semakin mempunyai berbagai macam metode perkerasan. Proyek perkerasan jalan saat ini masih banyak menggunakan tipe perkerasan lentur dengan berbagai metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tebal perkerasan dan biaya pekerjaan dari masing – masing metode untuk menentukan manakah yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam pekerjaan dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa komponen SKBI 1987 dan metode manual desain perkerasan jalan 2017, dengan teknik pengumpulan data menggunakan data – data yang telah ada dan studi literatur. Data yang diperoleh diolah secara sistematis untuk menentukan tebal perkerasan serta perhitungan biaya pelaksanaan diperoleh dengan analisa harga satuan upah, material, dan peralatan. Sehingga didapat perbandingan tebal perkerasan dan biaya pekerjaan. Dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan dengan menggunakan metode analisa komponen SKBI 1987 didapat lapisan pondasi bawah (LPB) adalah 23 cm, lapis pondasi atas (LPA) adalah 20 cm, dan lapis permukaan (AC-BC dan AC-WC) adalah 7,5 cm dengan biaya anggaran sebesar Rp. 33.014.922.109,00. Dan untuk tebal perkerasan menggunakan metode manual desain perkerasan jalan 2017 didapat tebal lapisan pondasi atas (LPA) adalah 40 cm dan tebal lapis permukaan (AC-BC dan AC-WC) adalah 10 cm dengan biaya anggaran Rp. 22.018.501.194,00. Dari penelitian tersebut didapat metode manual desain perkerasan jalan 2017 yang lebih efektif dan efisien.
MANAJEMEN LALU LINTAS UNTUK MENGATASI TUNDAAN LALU LINTAS PADA RUAS PERSIMPANGAN LAMBUNG MANGKURAT – KEBAKTIAN – SAMANHUDI DI KOTA SAMARINDA FATIMAH, SITI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Tundaan yang berada di kota samarinda khususnya jalan Lambung Mangkurat – Kebaktian - Samanhudi saat ini dikatan cukup padat, namun sudah mengakibatkan kemacetan, tundaan maupun antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa persimpangan jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk yang cukup padat jam pergi, jam istirahat kerja maupun jam pulang. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan menghitung kapsitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada jam puncak, yaitu dengan melakukan survey selama 1 minggu (pada jam 07.00 - 09.00, siang 12.00 - 14.00 dan sore hari 16.00 - 18.00) yang mana dari survey tersebut didapatkan data lalu lintas serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’1997 didapat derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada persimpangan tersebut, adalah sebagai berikut : 1. Derajat kejenuhan Lambung Mangkurat1 0,539, Kebaktian 0,571, Lambung Mangkurat2 0,288, Samanhudi 0,641. 2. Panjang antrian Lambung Mangkurat1 68m, Kebaktian 52m, Lambung Mangkurat2 60m, Samanhudi 68m. 3. Tundaan jalan Lambung Mangkurat1 19,9351 det/smp , jalan Samanhudi 20,0132 det.smp, jalan Lambung Mangkurat2 22,6812 det.smp, jalan Kebatian 21,9104 det.smp. tundaan simpang empat rata-rata adalah 19,7373 det.smp .
PERBANDINGAN METODE PELAKSANAAN BETON KONVENSIONAL DENGAN PRA CETAK TERHADAP BIAYA DAN WAKTU (STUDI KASUS : PEKERJAAN DRAINASE PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA SEKSI 4) CAINAWA, RAJA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conventional concrete in its manufacture is published in advance, all concrete work is manually designed by stringing reinforcement in buildings that are made. Precast concrete is produced from the production process where the manufacturing location is different from the location where structural elements will be used. And the location of drainage works research for Balikpapan - Samarinda toll road construction section 4. The results of the analysis of conventional concrete implementation methods require a fee of Rp. 408.202.900, - and requires implementation time of 40 days. The results of the analysis of precast concrete implementation methods require a fee of Rp. 461.453.700, - and requires implementation time for 35 days.
ANALISA DINDING PENAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TYPE GRAVITASI DI JALAN PURWOBINANGUN KOTA SAMARINDA JUNAEDI, JUNAEDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota samarinda merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki peranan penting bagi perkembangan perekonomian Provinsi Kalimantan Timur terutama pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, serta industri. Struktur tanah di Kalimantan sangat berpotensi mengalami bencana seperti longsor, mudah bergeser, bahkan cenderung runtuh. Titik rawan longsor berada di lokasi Samarinda Ulu dimana lokasi terdapat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta Kencana maka untuk menghindari terjadinya longsor, tanah bergeser atau runtuh pada area tersebut maka perlu di bangun dinding penahan tanah. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta Kencana berada di lokasi yang jauh dari pemukiman warga, karena posisnya berada di sekitar kawasan hutan. Letak bangunan berada di ketinggian ± 15 dari jalan utama. Perlunya pembangunan dinding penahan tanah pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta KencanaSamarinda, karena selain menghindari longsor, tanah bergeser atau runtuh juga karena Instalasi Pengolahan Air (IPA) tersebut merupakan sarana umum dan tempat proses pengolahan air dengan skala besar. Oleh karena itu pembangunan DPT merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan untuk melindungi infrastruktur dari kegagalan fungsinya. Proses kajian ini mengutamakan kekuatan stabilitas terhadap gaya geser dan gaya guling. Gayainilah yang nantinya digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah bangunan ini telah memenuhi standar belum memenuhi. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti dalam melakukan penelitiandengan judul “Analisis Rencana Stabilitas Dinding Penahan Tanah Pada Instalasi Pengelohan Air (Ipa) Bantuas Tirta Kencana Kota SamarindaProvinsi Kalimantan Timur”.
ANALISA PERCEPATAN DURASI DENGAN METODE “TIME COST TRADE OFF” PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN BUKIT SERIBU (LAPEN-RIGID) KOTA SAMARINDA DARMADI, ACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memulai suatu pekerjaan. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu untuk penyelesaian proyek. Metode Crashing adalah salah satu metode yang digunakan untuk mempersingkat durasi kegiatan suatu proyek, dimana kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan Crashing adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan pada penelitian ini penentuan kegiatan kritis diperoleh dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penerapan metode tersebut bertujuan untuk menentukan durasi optimum yang didapat dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Dari hasil analisis data dengan metode Time Cost Trade Off ini diperoleh durasi optimum untuk alternatif penambahan jam kerja (lembur) adalah 125 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 89,29% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 10,71% atau 15 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.958.810.455,30, sedangkan durasi optimum untuk alternatif penambahan jumlah tenaga kerja adalah 133 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 95% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 5% atau 7 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.923.259.889,77
PENGARUH HAMBATAN SAMPING PADA PASAR KEMUNING KOTA SAMARINDA ALI, KHAIDIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Kemuning Samarinda diklasifikasikan sebagai jalan kelas III kategori C dengan ciri-ciri perjalanan sedang. Kondisi guna lahan yang terdapat pada ruas jalan Kemuning merupakan pusat perdagangan dan perbelanjaan seperti pasar dimana tidak adanya penyediaan lahan untuk parkir apalagi di ketahui keberadaan pasar biasanya membuat kemacetan, banyak terdapat kendaraan yang keluar masuk guna lahan, baik untuk parkir maupun menaik-turunkan barang. Banyak pejalan kaki dari kalangan konsumen dan pegawai yang berlalu lalang di sekitar koridor jalan. Selain itu, terdapat angkutan umum yang bergerak lambat untuk mencari atau menurunkan penumpang. Berbagai aktifitas lalu lintas tersebut merupakan hambatan samping yang mempengaruhi kinerja jalan di Jalan Kemuning Kota Samarinda. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Gajah Mada ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian ini dilakukan AnalisisA terhadap kinerja ruas jalan dengan adanya hambatan samping dan tidak adanya hambatan samping. Analisa Kinerja Ruas Jalan Kemuning ini dilakukan survei jam puncak selama 1 minggu dengan membagi 2 segmen, survei ini dilakukan pada jam 07.00 Pagi s/d 18.00 sore . Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, pada jalan Kemuning frekuensi hambatan samping terbesar terjadi di hari Jum’at di segmen 2, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2229.32 smp/jam, Derajat kejeuhan 0,25, kecepatan, 32 km/jam, Waktu tempuh 0,006 jam dan tingkat pelayanan berada pada tingkat B.Yang berarti zona harus stabil, pengemudi bebas dalam memilih kecepatannya. Adapun hasil perhitungan dengan tidak adanya hambatan samping pada jam puncak terjadi di hari kamis pada segmen 2 yaitu di dapat volume lalu lintas sebesar 2371.62 smp/jam, Derajat kejenuhan 0,24. Kecepatan, 32 km/jam, waktu tempuh 0,006 jam, jam dan tingkat pelayanan berada pada tigkat B. yang berarti zona arus stabil, pengemudi bebas dalam memilih kecepatannya.
ANALISA RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN IPIL MENUJU PETERNAKAN BABI KEL.MAKROMAN KEC.SAMBUTAN YUDIA PUTRI, NI KADEK DWIYANA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Berbagai penyebab utama kecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah hal-hal yang berhubungan dengan karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik, lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca, waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi, serta banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih,Ditambah dengan manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah, akibatnya para pekerja bekerja dengan metode pelaksanaan konstruksi yang berisiko tinggi. Sementara risiko tersebut kurang dihayati oleh para pelaku konstruksi, dengan sering kali mengabaikan penggunaan peralatan pelindung yang sebenarnya telah diatur dalam pedoman K3 konstruksi. Setiap proyek konstruksi memiliki sumber bahaya baik itu bersumber dari bahan/material, proses pelaksanaan pekerjaan dan lingkungan yang sulit untuk dihilangkan, namun masih bisa diantisipasi atau dialihkan dan dapat dikontrol. Risiko tidak dapat diabaikan begitu saja apalagi pada pekerjaan proyek-proyek besar yang berada pada lokasi padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam proyek konstruksi. Terutama pada pekerjaan pembekistingan, pembesian, pengecoran, pembongkaran dan finishing Penelitian ini menggunakan data kuisioner, Untuk menghitung risiko dalam penelitian ini,didalam hasil penelitian ini pekerjaan pembekistingan, pembesian, pengecoran,pembongkaran dan finishing memiliki tingkat risiko rata-rata yang masuk dalam tingkat risiko kategori level sedang.
“PENGARUH CONTRACT CHANGE ORDER PADA KONSULTAN SUPERVISI TERHADAP BIAYA DAN WAKTU” MA'RIFAH, RUSMA FATIMAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In various construction projects often change order or request change. Change order can occur during the construction project and cannot be avoided. The occurrence of change order on construction projects often have a negative impact that can affect project costs and time. This study aims to determine the effect of change order on supervision consultants on cost and time, because not only are executing contractors undergoing change order, supervisory consultants also often experience change order.This research begins with data retrieval related to the project in the supervision consultant. Furthermore, the data is analyzed and a legal basis study related to contract changes. The result is the effect of change order on the supervision consultant is the loss experienced by the supervision consultant both in terms of losses in terms of costs and losses in terms of time. Based on the analysis of the legal basis, through Presidential Regulation Number 16 of 2018 and Circular Letter of the Director General of Highways Number 02 / SE / Db / 2016 the state regulates the addition of a contract value of a maximum of 10% if a contract change occurs, and the data allocation can be taken from the ceiling the activity concerned.
ANALISA DEBIT BANJIR PADA DRAINASE JALAN HARM AYOEB KABUPATEN BERAU PRAYITNO, SAMUEL AGUNG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berau adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur yang termasuk wilayah dengan potensi alam yang sangat indah dan sering menarik perhatian dari turis serta pendatang dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi yang dimiliki daerah ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan terkait permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Berau ini. Salah satunya adalah masalah banjir yang terjadi. Dengan tingginya curah hujan juga menjadi dampak yang berpengaruh besar pada banjir yang terjadi pada kabupaten ini. Terutama pada kawasan jalan Harm Ayoeb. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Harm Ayoeb Kabupaten Berau ini perlu ditinjau kondisi exsisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode log person type III, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning. Dari hasil perhitungan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing yaitu lebar 2,40 m dan tinggi 2,40 m.