cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PENGARUH VOLUME LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA JALAN BUNG TOMO SAMARINDA SEBERANG ZULKIPLI, SELAMAT
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.959 KB)

Abstract

This research stems from the observation volume of traffic in Samarinda Seberang Jalan Bung Tomogrowing dense population and the schools are close to the highway, which serve as the object of research, it iscertainly affect the traffic volume, vehicle speed and the noise that occurs.This study aimed to analyze the level of noise due to vehicle traffic on the road Bung Tomo SamarindaSeberang, create a mathematical model expressing the relation between the level of noise with the volume ofvehicles and analyze equivalence vehicle due to traffic noise. Data analysis using multiple linear regression inSPSS 16.0 for Windows. The data resulting from the analysis include: Value Correlation (correlation) betweenthe independent variables and the dependent variable, level of significance (significance) of each regressioncoefficient, Model Noise Level, Test Data normalcy and the coefficient of determination.Based on the analysis, the highest level of noise of vehicles on the road Bung Tomo Samarinda Seberangamounted to 86.2 dBA. The model best level of traffic noise is noise (Y) = 72.449 - 0,86Volmc + 015Volmc +160Volhv - 023V with R2 = 0,862 X1 is the volume where the value of the motorcycle, light vehicle volume X2and X3 volume of heavy vehicles. Noise equivalent value of each vehicle is for motorcycles: 1.9; light vehicles:1 and heavy vehicles: 0.12. Average speed of 36.38 km / h
Perhitungan Struktur Komposit Pembangunan Ruang Kelas Baru Smp Negeri 44 Kecamatan Palaran Kota Samarinda DAYAT, WI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.72 KB)

Abstract

The process of a structure, a process that is focused and detailed, coherent, and repeatedly, in accordance with the function, layout, land-use of the building to be constructed. In the implementation in the field occurred several times repositioning time, so based on the layout of the building will affect the condition of the structural design of the building.Location development planning activities Negri Junior School Building 44 is located on the road Handil Palaran service districts. The collection of data obtained by data retrieval through secondary data is the data that is required to support primary data obtained from the literature, primary data is the collection of data obtained directly in the field.The contents of this thesis was to identify the multilevel structure calculations portal of reinforced concrete and structural elements in it with conventional mechanics calculation based on the SAP Program 2000 Version 14, the design and analysis of reinforced concrete structural components based on SNI 03-2847-2002.From the results of calculations performed by the authors obtained the calculation of reinforced concrete structures can be solved mengggunakan SAP Program 2000 Version 14, since SAP 2000 program is more practical than the other classical methods. As for the process design of reinforced concrete using the greatest moment values from the calculation on each rod which is reviewed by the SAP program, and also for the calculation of reinforced concrete structures it turns out there is little difference in the design of reinforced concrete beam as the dimensions and amount of reinforcement used.
ANALISIS KERUSAKAN DAN STRATEGI PENANGANAN RUAS JALAN SAMARINDA - BONTANG PRATAMA, RICO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.52 KB)

Abstract

Ruas Jalan Samarinda -Bontang termasuk dalam jalanNasional di Provinsi KalimantanTimur. Perkerasan di lokasi ini sudahbanyak yang mengalami kerusakanseperti cracking danpatching/potholes. Seiring denganberjalannya waktu, jalan raya yangterdiri dari lapisan perkerasan akanmengalami penurunan tingkatpelayanan. Menurunnya tingkatpelayanan jalan ditandai denganadanya kerusakan pada lapisanperkerasan jalan, kerusakan yangterjadi juga bervariasi pada setiapsegmen di sepanjang ruas jalan danapabila dibiarkan dalam jangkawaktu yang lama, maka akan dapatmemperburuk kondisi lapisanperkerasan sehingga dapatmempengaruhi keamanan,kenyamanan, dan kelancaran dalamberlalu lintas.Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi jenis kerusakanjalan dan tingkat kerusakan jalanberdasarkan nilai PavementCondition Index (PCI), berdasarkannilai prioritas Direktorat JenderalBina Marga dan ManualPemeliharaan Rutin Untuk JalanNasional dan JalanPropinsi.Penelitian dilakukandengan mencari data primer denganmengukur luasan masing-masingkerusakan dengan menggunakanmistar . Data sekunder didapat dariDinas Pekerjaan Umum, PenataanRuang dan Perumahan RakyatPropinsi Kalimantan Timur BidangBina Marga.Berdasarkan hasil evaluasikondisi perkerasan jalan Samarinda -Bontang (Sta.0+000 sampai denganSta.21+000), Pavement ConditionIndex (PCI) sebesar 83.75 untuk rataratasecara keseluruhan berdasarkanrating nilai PCI antara 71 s/d 85dalam kondisi (sangat baik) dan nilaiyang diberikan oleh Bina Margasebesar 8.97 berdasarkan nilaiprioritas bina marga antara 7 s/d 10maka dilakukan pemeliharaan rutin.
STUDI PERBANDINGAN SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (GENERAL CONDITION ) KONSTRUKSI PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN ERY SUPARJAN KEC. SANGATTA UTARA ISHAK, TEDDY AZMI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.285 KB)

Abstract

Masyarakat ekonomi dunia merupakan suatu langkah globalisasi ke depan, ditandai dengan di bukanya peluang bagi badan usaha ataupun tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia, proyek-proyek dengan pinjaman pendanaan asing baik pendanaan konstruksi goverment to goverment maupun business to business akan meningkat. Penggunaan standar kontrak internasional akan merupakan suatu hal yang mandatory dalam pelaksanaan proyek infrastruktur khususnya bidang jasa konstruksi Indonesia.            Kontrak  adalah  suatu  janji  atau  seperangkat  janji–janji  dan  akibat  pengingkaran  atau pelanggaran  atasnya  hukum  memberikan  pemulihan  atau menetapkan  kewajiban  bagi yang ingkar janji disertai sanksi untuk pelaksanaannya. Dalam kontrak konstruksi atau perjanjian " pengguna jasa " dan " penyedia jasa " terdiri dari beberapa dokumen yang saling melengkapi dan secara bersama disebut dokumen kontrak. Dokumen kontrak yang perlu mendapat perhatian antara lain adalah dokumen syarat-syarat perjanjian ( Conditions of Contract ) karena dalam dokumen inilah dituangkan semua ketentuan yang merupakan aturan main yang disepakati oleh kedua belah pihak yang membuat perjanjian. Syarat-syarat perjanjian berisi ketentuan-ketentuan yang merupakan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak serta pihak ketiga yang terkait dalam perjanjian, persyaratan, tanggung jawab, larangan dan sangsi-sangsi untuk kedua belah pihak. Karena itu syarat-syarat kontrak merupakan inti dari perjanjian kontrak, sedangkan dokumen-dokumen lainnya merupakan penunjang yang melengkapi perjanjian. Dengan demkian, maka dokumen syarat-syarat perjanjian inilah yang terutama perlu dikelola dalam melakukan administrasi kontrak.                 Ada  berbagai  macam  perbedaan syarat-syarat umum kontrak nasional dan syarat-syarat umum kontrak internasional, misalnya sengketa kontrak konstruksi di indonesia diselesaikan di pengadilan, sedangkan sengketa kontrak konstruksi internasional lebih memilih arbitrase, yang merupakan lembaga persengketaan kontrak khusus yang lebih baik. Dalam kontrak konstruksi di indonesia masih memakai istilah masa pemeliharaan, sedangkan di kontrak konstruksi internasional sudah menggunakan istilah masa jaminan atas cacat, yang dirasa lebih cepat karena yang dijamin adalah apabila ada cacat bukan untuk pemeliharaan. Untuk itu maka syarat-syarat kontrak yang detail dan jelas.
STUDI TRAVEL TIME RODA EMPAT DI JALAN BERMEDIAN KOTA SAMARINDA NADIRA VIRRISYA, AYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.53 KB)

Abstract

Kemacetan di kota samarinda terjadi hampir di setiap saat, terutama di jam puncak, tidak jarang terjadi antrian panjang kendaraan, keterlambatan dalam waktu perjalanan terutama di jalan bermedian yang menjadi jalur utama untuk berpergian di kota samarinda , serta meningkatnya polusi udara. Permasalahan kemacetan ini telah menjadi masalah turunan yang tidak efektif dan efisiensinya penggunaan tata ruang jalan, pemborosan penggunaan bahan bakar yang bedampak besarnya emisi kendaran yang akan terjadi, menimbulkan berbagai masalah kebisingan serta mempengaruhi keselamatan lalu lintas jalan.          Kemacetan lalu lintas tersebut membuat waktu tempuh perjalanan (travel time) kendaraan dari suatu tempat/titik ke tempat/titik yang lainnya menjadi tidak menentu (tidak reliable).. Secara umum kemacetan yang terjadi pada daerah penelitian disebabkan oleh lebar jalur lalu lintas efektif berkurang, akibat adanya gangguan samping, seperti kendaraan on-street parking, pedagang yang beijualan di trotoar atau badan jalan , pejalan kaki, kendaraan umum yang berhenti sembarangan dan peraturan perlalu lintasan yang belum jelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat dilakukan dengan menata manajemen lalu lintas, dengan cara mengelola dan mengendalikan aruslalu lintas dengan melakukan optimasi penggunaan prasarana yang ada.Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat masalah yang di fokuskan pada menghitung volume lalu lintas , menganalisis permodelan waktu tempuh perjalanan (Travel time) kendaraan roda empat di jalan bermedian kota Samarinda, membuat parameter pola perjalanan, percepatan dan perlambatan kendaraaan roda empat di jalan bermedian kota Samarinda.Adapun maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas, mengetahui cara membuat permodelan waktu tempuh perjalanan (Travel time) kendaraan roda empat dan mengetahui parameter pola pergerakan kecepatan kendaraan, dan perlambatan kendaraan di jalan bermedian kota Samarinda.Untuk membatasi luasnya ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini, maka akan di fokuskan kepada pengambilan data kecepatan kendaraan roda empat berdasarkan survei lapangan dengan menggunakan bantuan alat GPS Garmin Oregon 450, untuk lokasi pengambilan data dilakukan pada Jl.P. Antasari, Jl. I.H. Juanda, JL. Letnan Jendral Soeprapto, Jl. M.Yamin, JL. S.Parman, jenis kendaraan yang disurvei adalah kendaraan roda empat, pengambilan data dilakukan pada hari kerja saat jam puncak, yaitu pagi, siang, dan sore dengan rincian pagi dalam selang pukul 07.00-09.00, siang dalam selang pukul 11.00-13.00, dan sore dalam selang pukul 16.00-18.00, pada hari sabtu dan selasa. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga sampel untuk masing-masing arah.
KARAKTERISTIK BATU KORAL UKURAN 20 MM DAN BATU KORAL GRADASI MENERUS PADA CAMPURAN BETON ABENG, HERRY NATANAEL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.061 KB)

Abstract

Beton adalah campuran semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambah membentuk masa padat. Gradasi agregat adalah distribusi dari variasi ukuran butir agregat . Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (kemudahan dalam pekerjaan) serta stabilitas campuran.. Gradasi agregat ditentukan dengan cara analisa saringan, dimana sampel agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawat dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi pesegi dari saringan tersebut. Gradasi menerus adalah agregat yang semua ukuran butirnya ada dan terdistribusi dengan baik, sedangkan gradasi seragam adalah gradasi agregat dengan dengan ukuran butir yang hamper sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan yang dihasilkan dari beton gradasi menerus dan beton gradasi seragam 20 mm yang menggunakan agregat kasar batu koral Kaliorang dan agregat halus dari Tenggarong.Penelitian ini menggunakan metode perancangan campuran (Standar Nasional Indonesia) SNI 03-2847-2002 yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan ukuran maksimal agregat kasar yaitu 40 mm di beton gradasi menerus. Sampel yang digunakan untuk beton Gradasi Menerus maupun beton gradasi seragam 20 mm masing-masing menggunakan 30 sampel dan jumlah keseluruhan sampelnya adalah 60 sampel.Dari hasil pengujian kuat tekan beton Gradasi Menerus pada umur 28 hari nilai kuat tekan rata-rata perlu (f’cr) adalah = 115,85 kg/cm dan kuat tekan yang diisyaratkan (f’c) adalah 106,92 kg/cm² dari kuat tekan rata-rata perlu yang ditargetkan (f’cr) = 30,7 Mpa dan kuat tekan yang diisyaratkan (f’c) = 22,5 Mpa. Pengujian kuat tekan beton Gradasi Seragam 20 mm pada umur 28 hari nilai kuat tekan rata-rata yang ditargetkan (f’cr) adalah 119,85 Kg/cm² dan kuat tekan yang diisyaratkan (f’c) adalah 109,48 kg/cm² dari kuat tekan rata-rata perlu yang ditargetkan (f’cr) = 30,7 Mpa dan kuat tekan yang diisyaratkan (f’c) = 22,5 Mpa.
ANALISA SISTEM PELELANGAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAHAAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SECARA ELEKTRONIK. PAATH, RUDI CHRISTIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.121 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah, Sistem pelelangan pengadaan barang dan jasa di Provinsi Kalimantan Timur secara elektronik. Dari judul di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengadaan sistem identifikasi elektronik dan hubungan antara pengguna jasa dan penyedia jasa secara kuisioner untuk sistem pengadaan secara elektronik di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil penelitian ini, total diimplementasikan sistem pelelangan pengadaan barang dan jasa di Provinsi Kalimantan Timur secara elektronik adalah 89 % dari angka ini menunjukkan bahwa penerapan LPSE di masyarakat sudah baik dan dari Pemerintahan dan Perusahaan sudah diterapkan dengan benar.
STUDI DAERAH IRIGASI CIPTA GRAHA DI KABUPATEN KUTAI TIMUR MARDIANTO, TEGUH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.831 KB)

Abstract

Keberadaan Daerah Irigasi Cipta Graha diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Kutai Timur. Untuk mendukung harapan keberadaan Daerah Irigasi tersebut, harusnya didukung oleh sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Oleh karena itu, untuk memenuhi persyaratan tersebut Daerah Irigasi Cipta Graha harus memiliki sistem pengelolaan Jaringan Irigasi meliputi kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) serta rehabilitasi Jaringan Irigasi. Operasi dan Pemeliharan serta rehabilitasi jaringan irigasi ini dapatdirealisasikan dengan baik, jika didasarkan pada analisa Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP).Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut; (1) identifikasi kondisi eksisting Jaringan Irigasi berupa kondisi fisik saluran dengan melakukan penelusuran langsung dilapangan, (2) tahap identifikasi rencana Operasi dan tahap Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi Lomaya serta tahap (3) penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Jaringan Irigasi Cipta Graha.Hasil penelitian menunjukkan Kondisi eksisting Jaringan Irigasi Cipta Graha berdasarkan hasil prosentasi Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharan (AKNOP) berada dalam kondisi tidak baik. Hal ini terlihat dari hasil prosentasi biaya pemeliharaan berkala yang masih besar yaitu sebesar 88% dibandingkan dengan biaya prosentasi Operasi Rutin dan Pemeliharaan Rutin, dengan demikian kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Cipta Graha masih belum sesuai harapan.AKNOP Jaringan Irigasi Cipta Graha belum cukup optimal, terarah, dan tepat guna yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan biaya pemeliharaan berkala yang besar dibandingkan dengan biaya operasi rutin dan pemeliharaan rutin yaitu sebesar.                          Rp. 4.217.799.709,00 dari total biaya Rp. 4.793.980.973,00.
PERENCANAAN DAN DESAIN SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN MULAWARMAN RESIDENCE KOTA SAMARINDA PADA SEGMEN II WATI, RISNA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.518 KB)

Abstract

Perencanaan kawasan perumahan mulawarman residence yang terletak di Jalan ringroad selatan, Kota samarinda. Dimana kawasan perumahan tersebut,akan diadakan perencanaan drainase dimana air tersebut akan dialirkan menuju folder atau waduk yang ada di sekitar perumahan tersebut. Adapun perumahan Green Mansion Residence didirikan di atas lahan kosong. Dengan adanya perubahan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, maka daya resap air hujan pada lahan tersebut juga akan berubah. Tentunya hal ini akan berdampak pada besarnya limpasan air yang menuju saluran drainase. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem drainase Green Mansion Residence yang berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan untuk mengendalikan erosi yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dengan adanya drainase pada perumahan diharapkan untuk dapat meminimalisir terjadinya genangan yang terjadi akibat air hujan, serta didukung juga dari kondisi setempat seperi kemiringan lahan, kemiringan saluran dan material yang dipakai. Hal itu dapat mempengaruhi waktu pengaliran dan besarnya debit limpasan yang akan dibuang menuju saluran di luar kawasan. Hingga diketahui seberapa besarkah debit limpasan yang ada setelah terbangunnya kawasan perumahan? Untuk dapat menentukan fasilitas drainase yang akan digunakan seperti pintu air, pompa dan kolam tampung
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI KAWASAN JALAN WAHID HASYIM II (SIMPANG TIGA BENGKURING SAMPAI SIMPANG EMPAT SEMPAJA) SAPUTRA, PRAYUDHA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.355 KB)

Abstract

Prayudha Saputra,Kajian SistemDrainase Di Kawasan Jalan Wahid Hasyim II (Simpang Tiga Bengkuring Sampai Simpang Empat Sempaja), di bawah bimbingang Purwanto, S.T., M.T dan Viva Ocktaviani,P.S, S.T., M.TBanjir yang terjadi pada Simpang Empat Sempaja merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Wahid Hasyim II memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum. Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan sesuai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Dari hasil studi di lapangan didapatkan panjang lintasan terjauh yang dilalui air yaitu pada Simpang Tiga Bengkuring sampai Simpang Empat Sempaja (2,64 km). Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat saluran drainase baru dibawah muka jalan. 

Page 44 of 111 | Total Record : 1106