cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA KEBUTUHAN DEBIT AIR UNTUK JARINGAN IRIGASI DI DESA KEBON AGUNG KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR HIDAYATULLAH, MUHAMMAD KHADAFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.375 KB)

Abstract

             Analisa kebutuhan debit air untuk jaringan irigasi di desa kebon agung kecamatan rantau pulung kabupaten kutai timur, di bawah bimbingan Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari., MT. dan Yuswal Subhy, ST., M.T.              Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertaniannya, Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berupa kebutuhan debit air untuk kelompok tani di desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung,              Untuk mengetahui nya awal adalah dari Data Curah Hujan (Rt), Evapotranspirasi (ET), Metode Distribusi Gumbel untuk mengetahui jumlah hujan maksimum di kala ulang tahun yang di tentukan, Kebutuhan Air Tanam dan Penyiapan Lahan dan baru sampai di dapat kebutuhan air yg di perlukan dan pola tanam nya, Dari hasil analisis kebutuhan debit air jaringan irigasi maka Kebutuhan air terpenuhi.              Berdasarkan hasil analisa frekuensi hidrologi menggunakan metode Distrubusi Gumbel bahwa hujan maksimum yang mungkin terjadi, pada periode ulang  10 tahun :  116,695 mm                         Kebutuhan air irigasi untuk padi – padi - palawija adalah Alternatif IV:a.      Alternatif IV     =          Padi                 =          1,21     lt/dt/haPadi                 =          0,74     lt/dt/haPalawija          =          0,17     lt/dt/ha
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN RESERVOIR DAN TANGKI WTP KAPASITAS 250 RIBU LITER PDAM KEC. LOAKULU KAB. KUTAI KARTANEGARA TURIN, TRI AFRISTA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.189 KB)

Abstract

Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal kesumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi.Tiang pancang yang digunakan dalam perbandingan ini adalah tiang pancang mini pile dan kayu ulin, Perhitungan keamanan tiang ditinjau khusus pada kapasitas daya dukung tiang. Kapasitas daya dukung tiang pancang sangat diperlukan untuk mendapatkan perencanaan pondasi yang memenuhi persyaratan. Banyak metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data lapangan dengan menggunakan data sondir dan data SPT dibandingkan satu sama lainnya, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis.Tiang pancang sebagai perbandingannya 2 macam yaitu mini pile dan kayu ulin. Dari dua tipe tiang pancang yang di analisa maka tiang pancang kayu ulin yang paling besar biayanya, sedangkan untuk mini pile lebih murah dan efisien.
ANALISIS KINERJA DAN PERENCANAAN MEDIAN RUAS JALAN PANGERAN MUHAMMAD NOOR KOTA SAMARINDA PRASETIYA, IRTAWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.32 KB)

Abstract

Irtawan Prasetiya, Analisis Kinerja Dan Perencanaan Median Ruas Jalan Pangeran Muhammad Noor Kota Samarinda, di bawah bimbingan DR. Ir. H. Benny Mochtar EA, MT dan Rosa Agustaniah, ST, MTJalan Pangeran Mohammad Noor merupakan salah satu ruas di kota Samarinda yang merupakan salah satu jalan Arteri Primer, yang menghubungkan antara Kecamatan Samarinda Ulu ke Kecamatan Samarinda Utara. Di ruas jalan ini banyak kendaraan bermuatan berat melalui, karena merupakan jalan menuju ke dalam atau luar kota Samarinda  serta menuju kabupaten/kota di daerah Utara Provinsi Kalimantan Timur. Jalan Pangeran Mohammad Noor memiliki karakteristik yaitu dengan lebar jalan 12 m, 2 jalur, 2 lajur dan 2 arah tanpa pembatas. Lingkungan ruas jalan ini terdapat beberapa perumahan-perumahan dan merupakan daerah komersial.Evaluasi kinerja ruas Jalan Pangeran Mohammad Noor dengan menggunakan median dan tanpa menggunakan median beserta perencanaan pembatas jalan permanen(median jalan). Disamping itu tujuan ini untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran dan kenyaman bagi pemakai jalan maupun lingkungan.Hasil analisis kinerja ruas jalan Pangeran Muhammad Noor di bagi menjadi 2 (dua) segmen dengan membandingkan beberapa kondisi, yaitu yang pertama, pada kinerja ruas jalan pada jam puncak terbesar dan kinerja ruas jalan pada rata-rata dengan menggunakan median, yang kedua pada kinerja ruas jalan pada jam puncak terbesar dan kinerja ruas jalan pada rata-rata tanpa menggunakan median.Berdasarkan kinerja dan perencanaan median pembatas jalan permanen (median) dibuat dengan penjelasan ukuran perencanaan sesuai dengan fungsi ruas jalan baik menyangkut lebar median yang dihitung dari kedua marka, tipe median, tinggi median dan ruang bebas median.
USE OF BROKEN STONE PALU AND SAND PALU ON MIXED AC-BC WITH MARSHALL TEST NOVIANTI, MAYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.436 KB)

Abstract

Asphalt Concrete is a layer in road construction consists of a mixture of hard asphalt and aggregate having continuous gradation according to the specifications of public works in 2010 revision 3. AC-BC is a mixture of pavement layers located under the wear layer (Wearing Course) and at the top of the base layer (Base Course). And has a thickness according to the specifications of 6cm. The purpose of this study to find out the test results marshall use of coarse aggregate of split and sand palu. This study uses a mix design method (the 2010 general job specification revision 3) is carried out in the laboratory using a maximum size of coarse aggregate is 20mm. The sample used for the AC-BC with a variation limit of 21 samples and the middle to upper limit variations in the sample 21 and the total number of 42 samples.  From the test results marshall AC-BC variation middle limit has a bulk density was 2.342 gr / cm2, void content of the aggregate (VMA) is 16.845%, cavity of mixture (VIM) is 4.386%, the cavity is filled with asphalt (VFA) is 74.237% , stability is 1082.4 kg, flow was 3.6 mm, the rest of the marshall was 97.8%, and the variation upper limit has a bulk density was 2.336 gr / cm2, void content of the aggregate (VMA) is 17.501%, cavity of mixture (VIM) is 4.636%, the cavity is filled with asphalt (VFA) is 73.524%, stability is 848.14 kg, flow is 4.17 mm, the rest of the marshall was 95.9%.  
STUDI BENTUK DAN LAYOUT DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT KUSUMA, YOGA NOVI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.178 KB)

Abstract

Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merancang struktur bangunan bertingkat yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral, terutama gaya gempa. Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan pemasangan dinding geser. Fungsi dinding geser dalam suatu struktur bertingkat adalah menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur bangunan. Bentuk dan penempatan dinding geser pada lokasi-lokasi tertentu yang cocok dan strategis dapat berpengaruh terhadap simpangan antar lantai dan tahanan beban horisontal pada struktur gedung.Metode penelitian berupa analisis struktur gedung 10 lantai dengan 4 pemodelan dinding geser dengan kegunaan gedung sebagai hotel. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur ETABS v.9.7.2. Hasil analisis menunjukkan nilai simpangan dari 4 pemodelan tersebut memenuhi persyaratan Δi < Δa yaitu Δi < 80 mm dan perbandingan nilai presentase Base Shear pada kontrol sistem ganda pada Model 1 RSPX arah X 28%:72% dan arah Y 7%:93% sedangkan RSPY arah X 4%:96 % dan arah Y 44%:56%. Pada Model 2 RSPX arah X 22%:78% dan arah Y 8%:92%, sedangkan RSPY arah X 12%:88 % dan arah Y 27%:73%. Kemudian pada Model 3 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 26%:74%, sedangkan RSPY arah X 25%:75 % dan arah Y 48%:62%. Dan Pada Model 4 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 23%:77%, sedangkan untuk RSPY arah X 22%:78 % dan arah Y 38%:62%
PERENCANAAN DRAINASE PADA JALAN AHMAD YANI 1, AHMAD YANI 2, DAN DI.PANJAITAN KOTA SAMARINDA. FIRMANSYAH, FANNY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.698 KB)

Abstract

Suatu kota yang berkelanjutan harus memiliki system drainase yang cukup memadahi. Genangan di ruas jalan masih sering terjadi dibeberapa kota, terutama kota padat penduduk. Jalan Ahmad Yani 1, Ahmad Yani 2, dan DI. Panjaitan yang terletak di samarinda merupakan jalan utama menuju perkotaan Samarinda, di daerah tersebut terdapat rumah penduduk yang cukup padat, akan tetapi keadaan saluran di sekitar tidak memadahi. Karena hal itu di daerah tersebut mengalami genangan atau banjir, sehingga menggangu masyarakat sekitar yang menggunakan jalan tersebut untuk melakukan sebuah aktivitas perekonomian. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan Ahmad Yani 1, Ahmad Yani 2, dan DI. Panjaitan Kota Samarinda dengan menggunakan metode (Gumbel) dan (Log Person Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (Catchment Area) sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Ahmad Yani 1, Ahmad Yani 2, dan DI. Panjaitan Kota Samarinda.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN SLAMET RIYADI – JALAN PANGERAN ANTASARI – Ir. H. JUANDA KOTA SAMARINDA RIDANI, ANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andi Ridani, Tingginya jumlah penduduk Kota Samarinda menyebabkan banyak aktifitas penduduk yang menggunakan prasarana ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda, seperti perdagangan jasa dan perkantoran. Semakin besar arus lalu lintas yang melintasi ruas jalan ini menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan.Pentingnya peranan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda mengakibatkan terjadinya akumulasi beban arus lalu lintas dan terjadi antrian dan tundaan kendaraan.Maksud penelitian ini mengetahui analisis tingkat pelayanan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda di kota Samarinda.Lokasi studi di Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir.H.Juanda berada di Kota Samarinda.Berdasarkan data BPS Januari sampai Mei 2015 jumlah penduduk Kota Samarinda adalah 883.838 Jiwa. Sampel Peneltian meliputi Volume Lalu lintas, Geometrik Jalan, Hambatan Samping, Kecepatan Kendaraan,Kondisi Lingkungan ruas Jalan, Data Jumlah Penduduk.Analisis kinerja ruas Jalan dengan menggunakan pedoman MKJI, 1997, analisis dibuat dalam formulir UR – 1 =   Merupakan data masukan berupa Kondisi Umum, Geometri Jalan, UR – 2 =   Merupakan data masukan lanjutan, terdiri dari Arus dan komposisi lalu lintas, Hambatan samping, UR – 3 =   Analisis berupa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas, Kecepatan kendaraan ringan.Melihat hasil analisis kinerja dan tingkat pelayanan ruas Jalan Slamet Riyadi – Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda di Kota Samarinda, terdapat kinerja ruas jalan Slamet Riyadi yang masih harus dilakukan penanganan oleh pihak terkait (stakehoulder) seperti melakukan pembatasan kendaraan lebih dari 8 ton (kendaraan berat) yang melewati ruas ini dan meminimalkan hambatan samping agar kapasitas ruas jalan menjadi lebih baik, untuk tingkat pelayanan (Level of service/ LOS) harus dapat ditingkatkan dengan dapat melakukan rekayasa lalu lintas dan manajemen lalu lintas serta aktifitas ruas jalan yang tinggi harusnya harus selalu berintergasi dengan perencanaan jaringan transportasi pada kawasan agar dampak lalu lintas dapat diminimalisir.
PENANGGULANGAN TINGKAT KERAWANAN DAERAH BANJIR DI JALAN WAHID HASYIM II KOTA SAMARINDA RISANTA, MUHAMMAD RIO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.956 KB)

Abstract

Banjir yang terjadi di Jalan Wahid Hasyim II ini merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaanpenelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab banjir dikawasantersebut, mengetahui nilai kapasitas yang cukup untuk daya tampung saluran drainase nya, dan juga mengetahuibagaimana cara penanganan menanggulangi banjir nya di Jalan Wahid Hasyim II tersebut.Dalam pelaksanaannya diperlukan survey di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjanglintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan cacthmen area. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitunganmengenai luas DAS, data curah hujan dari BMKG setempat, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitashujan rencana. Dalam menganalisis data primer diperlukan cara survey langsung di lapangan untuk pengambilandata dokumentasi, survey batas daerah tangkapan air dan luas total perencanaan.Dari hasil studi di lapangan didapatkan panjang lintasan terjauh yang dilalui air yaitu (3,003 km). Analisisintensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekanmaka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yangterjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah denganmembuat saluran drainase pengalih, yang di rencanakan di Gang Ahim.
UNSIGNALIZED INTERSECTION EVALUATION USED KAJI SOFTWARE IN SLAMET RIADI STREET – KAPAL PINISI 7 STREET BONTANG FUDIN, ALI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.584 KB)

Abstract

The intersection between Slamet Riadi Street and Kapal Pinisi Street Bontang  is crossing with three arms unsignalized intersection . This unsignalized intersection near to Citra Mas Lok Tuan market that have high traffic volume with the condition of crossing without signal and market activities. Then many conflicts among vehicles because of the traffic passing through the intersection is free in all directions without any arrangement. This research has aimed to :Analyze unsignalized intersection traffic flow in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Assess the performance unsignalized intersection in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Acknowledge unsignalized intersection Level of Service/LOS in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Predict unsignalized intersection Level of Service/LOS in the next five years.In this study, Kaji Software was implemented to do this unsignalized intersection evaluation. The result of the evaluation was :Unsignalized intersection traffic volume analysis based on Peak Hour survey data in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street :Right turn from east arm                           : 2276 vehicles/hourLeft turn from west arm                           : 2070 vehicles/hourRight and left turn from north arm                       : 938 vehicles/hourThe performance calculation of unsignalized intersection  in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street : capacity ( c ) : 4140 smp/hour, saturation degree (DS) :  0,605 < 0,85, minor intersection delay : 9,54 < ( 5,1 – 15,0), major intersection delay : 5,35 < ( 5,1 – 15,0 ).The result of unsignalized intersection Level of Service / LOS in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street, Ratio v/c : 0,605, based on LOS table from Morlok I, chater II on table 2.10, the existing performance of unsignalized intersection  in slamet riadi street ( east and west ) – Kapal Pinisi 7 street, ratio v/c : 0,605 < 0,85 has level of service / LOS = C, where the traffic was stable, speed controlled by the traffic, and limited speed.The result of performance prediction and Level of Service / LOS for the next five years : Traffic Flow ( Q ) : 3700,79 smp/hour, Capacity ( C ) : 4104,00 smp/hour , saturation degree (DS) : 0,902, Level of Service / LOS, Ratio v/c : 0,902 > 0,85 and Level of Service / LOS E, where the traffic flow unstable
Debit Analysis of Flood InPesayan Bridge Berau District RACHMADIAN, AUDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.823 KB)

Abstract

AUDI RACHMADIAN, NPM: 12.11.1001.7311.284, Debit Analysis of Flood InPesayan Bridge Berau District, Supervisor: Dr. Ir. SRI yayuk SUNDARI, MT, and Supervisor II: HERI PURNOMO, ST, MT.   Pesayanbridge in Berau is a means of liaison between JalanTalisayan from Berau to Makajang direction and vice versa. This bridge is separated by the river. To connect the road segments planned for the bridge. Planning bridge can not be done haphazardly, needs to be examined in detail and carefully so that the bridge has a long durability, ability to withstand the weight of the vehicle by which the and the resilience to natural events such as the rapid flow of river water during floods underneath return period.The purpose of this study was to determine the flood Debit Analysis on Bridge PesayanBerau DistrictFrom the analysis of the flood discharge at the river bridge PesayanBerau district, the maximum flood discharge method Nakayashu taken HSS return period of 100 years with the flood discharge (Q100) is the largest 952.58123282 m3 / sec.High elevation bridge from the bottom to the water surface taken by debit highest return period of 100 years (Q100) = 952.58123282 m3 / sec obtained water level (h) = 9,15 meters. Planning for a free high Pesayan River Bridge, District Sambaliung, Berau is planned minimal height is h + surveillance minimal = 2.00 + 9.15 = 11.15 meters. From the analysis of the flood water level coupled with the minimal surveillance height for the placement of the base Pesayan River bridge River Bridge to as high as 11.15 meters

Page 47 of 111 | Total Record : 1106