cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PENERAPAN PDM ( PRECEDENCE DIAGRAM METODE ) PADA PEKERJAAN DRAINASE JL. ERY SUPARJAN SANGATTA KUTAI TIMUR RIN, JUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.657 KB)

Abstract

Manajemen Konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapat diaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi diklompokan dalam 6M (Manpower, Material, Mechines, Money, Method and Market). Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan bahwa manajemen terutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial karena semua manager, harus memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.Studi ini secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan Manajemen Konstruksi pada Pekerjaan Peningkatan Drainase Jln. AW. Syahrani Sangatta, Kutai Timur. Adapun analisa dilakukan dengan cara pengupulan data dan studi literatur.Analisa pada studi ini meliputi penjadwalan proyek, penyusunan kegiatan pekerjaan, perhitungan kedepan ES dan EF, perhitungan kebelakang LS dan LF, dan perhitungan jalur kritis. Dari beberapa analisa diatas didapat lintasan jalur kritis sebagai berikut pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan drainase, pekerjaan pasangan, pekerjaan trotoar, pekerjaan rekondisi jalan.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dengan menggunakan Precedence Diagram Methode (PDM) maka dapat disarankan bagi pihak Kontraktor Pelakasana untuk dapat mengontrol pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis agar tidak menghambat waktu pelaksanaan yang telah direncanakan.
PERBANDINGAN TIANG PANCANG BAJA DAN BETON PADA PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH CANTILEVER DI KM-09 JALAN POROS SAMARINDA – TENGGARONG DI TINJAU DARI SEGI BIAYA DAN KEAMANAN NURDIN, FEBRIANSYAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.928 KB)

Abstract

Febriansyah Nurdin, Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal kesumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi.Tiang pancang yang digunakan dalam perbandingan ini adalah tiang pancang baja dan beton. Perhitungan keamanan tiang ditinjau khusus pada kapasitas daya dukung tiang. Kapasitas daya dukung tiang pancang sangat diperlukan untuk mendapatkan perencanaan pondasi yang memenuhi persyaratan. Banyak metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data lapangan dengan menggunakan data sondir dan dan data SPT dibandingkan satu sama lainnya, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis.Tiang pancang sebagai perbandingannya ada 4 macam yaitu spiral pipe baja, H-Beam baja, segiempat beton dan segitiga beton. Dari beberapa tipe tiang pancang yang di analisa maka tiang pancang baja  yang paling besar daya dukungnya adalah tipe H-beam, sedangkan untuk beton yang paling tinggi daya dukung nya dengan tipe segiempat. Apabila tiang pancang di tinjau dari segi biaya maka untuk tiang pancang jenis baja, spiral pipe lebih ekonomis, sedangkan untuk jenis beton maka tipe segitiga lebih ekonomis bila digunakan. 
HUBUNGAN TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK PADA PENDEKAT SIMPANG (STUDI KASUS SIMPANG ANTASARI, SIMPANG AIR PUTIH, SIMPANG LEMBUSWANA DAN SIMPANG AHMAD YANI) AHRYS, VALENTINO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.588 KB)

Abstract

Petroleum Fuel (BBM) is one of the most limited natural resources and can not be renewed, thus making its availability become scarce as time passes and increasing energy demand especially in the field of transportation. Increasing the number of motor vehicles causes the increasing consumption of fuel oil (BBM) for motor vehicle energy. The condition of the vehicle stops (idle) due to a signal intersection resulting in fuel oil (BBM) wasted. So that the analysis of fuel consumption (BBM) is wasted when the vehicle stops (idle) due to a signal intersection need to be investigated. This study aims to determine the relationship between delay and queue length of fuel consumption due to a signal intersection in the city of Samarinda. Primary survey conducted in this study in the form of vehicle volume, length of delay and length of queue at intersection. Fuel consumption based on long delay using the equation at idle of LAPI-ITB. The delay relationship and the length of queue with the fuel consumption using linear regression analysis, with the value of fuel consumption (Ŷ, liter) as dependent variable influenced by the free variable is delay (X1, sec) and queue length (X2, meter). Intersection of antasari, intersection of air putih, intersection of lembuswana and intersection of ahmad yani, is the predominant alignment in Samarinda city because not only pass by vehicle in Samarinda city but also pass by vehicle coming from Balikpapan to Bontang, thus increasing the number of vehicles in town Samarinda and cause long queue.                 The method used for data retrieval of the number of vehicles, length of delay and length of queue using LHR, stopwatch and meter are carried out in the field. While the data analysis method using SPSS 23 software.                 From the analysis results can be concluded significantly that, the length of the queue and the length of delay greatly affect the fuel consumption at the tested intersection that has been tested.
ANALISA PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN HANDIL USU RT.19 KECAMATAN SAMBOJA DENGAN KONSTRUKSI BOX GIRDER PRESTRESSED SEGMENTAL RIZKI, NUR MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.086 KB)

Abstract

Nur Muhammad Rizky, Jembatan box girder prestress terdiri dari satu atau beberapa balok kotak yang dibangun dari beton yang diberi penekanan terlebih dahulu melalui proses stressing sebelum dibebani. Ternyata teknik tersebut cukup efektif karena selain beton dapat memikul beban yang lebih besar dari sebelumnya dan dapat memperkecil berat sendirinya dan ukuran penampangnya. Hal ini jelas sangat menguntungkan dunia konstruksi karena volume bahan dapat dikurangi sehingga berat profil menjadi lebih ringan, beban struktur atas yang dipikulkan ke pondasi juga menjadi lebih kecil, dan jembatan box girder prestress juga mampu menahan lendutan, geser dan torsi secara efektif.Jembatan handil usu RT.19 kecamatan samboja sendiri menggunakan struktur jembatan rangka baja dengan panjang bentang 60 meter. Dikarenakan metode beton prategang tergolong relatif baru dan memiliki kekuatan menahan beban yang sangat besar. Oleh karena itu dilakukan modifikasi pada perencanaan jembatan handil usu RT.19 kecamatan samboja yang semula menggunakan sistem rangka baja dimodifikasi menjadi jembatan dengan menggunakan struktur Box Girder Prestressed Segmental.Analisa perhitungan struktur jembatan Box Girder Prestressed Segmental menggunakan peraturan SNI T-02-2005 tentang pembebanan pada jembatan. Tinjauan perhitungan meliputi perhitungan tiangan sandaran, trotoar, palat injak, lantai kendaraan, Box Girder Prestress, Abutment, wing wall, dan pondasi tiang pancang.
PERENCANAAN GEDUNG LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA FAHIMMUDIN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.117 KB)

Abstract

Struktur adalah susunan atau pengaturan bagian – bagian gedung yang menerima beban atau konstruksi utama dari gedung tanpa memperhatikan apakah struktur tersebut terlihat atau tidak terlihat . Struktur dalam hubungannya dengan bangunan adalah bahwa struktur merupakan sarana untuk menyalurkan bebang yang diakibatkan penggunaan dan kehadiran bangunan diatas tanah, struktur yang meliputi struktur atas.Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban khusus yang bekerja pada struktur bangunan tersebut Beban-beban yang bekerja pada struktur dihitung menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (PPIUG1983).Jenis Pembebanan Gedung yang digunakan yaitu Beban Mati ,Beban Hidup,Beban Angin.Perhitungan pembebanan dilakukan dengan, asumsi bahwa struktur yang ditinjau harus dapat menahan semua beban yang bekerja pada struktur, sesuai dengan keadaan dan kondisi lapangan dimana struktur tersebut akan dibangun.Analisis Struktur dilakukan dengan menggunakan program aplikasi SAP 2000,untuk mendapatkan momen desain , pelat lantai, balok dan kolom beton bertulang.
KAJIAN OPTIMASI POLA OPERASI DAERAH IRIGASI SAMBOJA SEA, EMMY TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.406 KB)

Abstract

Bendungan Samboja terletak di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan timur. Bendungan Samboja dibangun tahun 1959 dan diperuntukkan untuk Derah Irigasi seluas 1.167 Ha Kabupaten Kutai Kartanegara mengajukan izin pengambilan air Untuk kebutuhan air irigasi pada desa karya jaya, karna itu diperlukan analisa pengoperasian bendungan samboja dari sisi pola tanam, pola operasi bendungan.Kajian ini menganalisa pengoperasian bendungan untuk memungkinkan evaluasi pemberian ijin pengambilan air untuk kebutuhan irigasi dengan optimasi pola operasi waduk, pengoperasian selama kurun waktu 10 tahun dimulai pada Januari 2007 dan optimasi dilakukan dengan pemrograman non-linear.Dari hasil analisa diketahui bendungan samboja pada kondisi eksisting mampu digunakan untuk kebutuhan irigasi sebesar 367,7 ha.dengan rata-rata periode I 1,398 dan periode II 1,351. Setelah dilakukan optimasi maka bendungan samboja layak digunakan untuk pemberian air irigasi.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SISTEM DRAINASE PADA JALAN PADAT KARYA KOTA SAMARINDA CAROLINE, LILY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.275 KB)

Abstract

Llily Caroline, Evaluasi Daya Tampung Sistem Drainase Pada Jalan Padat Karya Kota Samarinda, di bawah bimbingan Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari, M.T dan Heri Purnomo, S.T., M.TBanjir yang terjadi pada kawasan jalan Padat Karya Kota Samarinda merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Padat Karya memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum. Kondisi jaringan drainase yang ada pada saat ini menunjukkan kurang mampu dan optimal dalam mengalirkan air hujan ke hilir dengan baik, sehingga sering terjadi banjir/genangan di beberapa tempat menimbulkan kerugian langsung kepada penduduk dan juga kelancaran arus lalu lintas.Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan sesuai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat drainase baru. 
Perancangan Jaringan Irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara ELLA AGUSRISTYANTO, I MADE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I  MADE  ELLA  AGUSRISTYANTO,  Perancangan  Jaringan  Irigasi  Manunggal  Daya Kabupaten Kutai Kartanegara dengan bimbingan Dr.Ir.H.Habir, MT dan Suharto, ST.MT. Kebutuhan irigasi desa manunggal daya Kabupaten Kutai Kartanegara sangat bergantung pada sungai kumpa kiri  yang terletak di hulu sungai Mahakam jika sungai kumpa kiri pada bagian hulu tidak berfungsi akibat bergesernya alur sungai oleh sebab itu perlu di lakukannya perbaikan agar areal persawahan dapat berfungsi dengan baik.Merancang jaringan sistem irigasi pada ruas primer dan sekunder untuk Jaringan irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara.Metode  yang  digunakan  untuk  menghitung  adalah  :  Dasar  Analisis  Hidrologi, Analisis Frekuensi Curah Hujan, Uji SebaranPenelitian ini Mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek teknis terhadap penentuan       luas areal irigasi dan pembangunan bendung serta jaringan irigasi, serta pembagian petak sawah, melakukan detail desain bendung, bangunan air dan jaringan irigasi, menyusun pedoman OP bendung, bangunan air dan jaringan irigasi.
ANALISIS SEBARAN PERJALANAN PENGARUH PEMBANGUNAN PASAR CITRA MAS LOK TUAN DI KOTA BONTANG RANTETASAK, JEFRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.841 KB)

Abstract

Transportasi memegang peranan penting dalam perkotaan dan salah satu indikator kota yang baik ditandai dengan sistem transportasinya. Sektor transportasi harus mampu memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dengan segala kegiatannya di semua lokasi yang berbeda yang tersebar dengan karakteristik fisik yang berbeda pula. Pengembangan kawasan di perkotaan dewasa ini dipandang cukup pesat sejalan dengan perkembangan tuntutan masyarakat terhadap fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk kegiatan dan/atau usaha terkait dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, pendidikan, dan lain sebagainya. Setiap pengembangan kawasan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan sekitarnya, termasuk terhadap lalu lintas jalan. Namun pengembangan kawasan di perkotaan yang dilakukan selama ini masih kurang memperhatikan dampaknya terhadap lalu lintas jalan, sehingga mengakibatkan penurunan tingkat pelayanan jalan yang cukup signifikan.Jalan merupakan prasarana tranportasi yang memiliki dua fungsi dasar yaitu untuk menggerakkan volume lalu lintas dan menyediakan akses bagi lahan disekitarnya. Sehubungan dengan fungsi jalan di atas maka jalan dituntut agar harus lancar dan juga harus memberikan kemudahan untuk penetrasi kedalam suatu lahan atau daerah. Suatu arus lalu lintas dapat dikatakan lancar apabila arus lalu lintas tersebut dapat melewati suatu ruas jalan tanpa mengalami hambatan atau gangguan dari jalan atau arah lain.Di era modern seperti sekarang ini, tidak dipungkiri kebutuhan akan fasilitas-fasilitas yang dapat melengkapi sebuah kota sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan masyarakat yang tinggal di kota tersebut perlu juga akan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya kota lain, Bontang sebagai kota yang sedang berkembang, hendaknya mempunyai fasilitas tersebut. Pada tahun 2017 ini, Pemerintah Kota Bontang telah mulai membangun salah satu fasilitas belanja bernama Pasar Citra Mas Lok Tuan. Dengan adanya fasilitas belanja di kawasan ini maka akan mempengaruhi aktifitas jaringan jalan yang ada yaitu adanya bangkitan perjalanan yang menuju sekitar kawasan belanja ini.
STUDI DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS RUAS JALAN KILOMETER 23 SAMPAI KILOMETER 33 JALAN POROS SAMARINDA - BONTANG IRIN, SOB
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sobirin, Kebutuhan akan transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia. Pada zaman modern kehidupan manusia membutuhkan pergerakan yang tinggi, sangat memungkinkan terjadinya konflik antar pergerakan tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. moda transportasi darat merupakan moda transportasi yang  paling rawan kecelakaan. di kota Samarinda selama tahun 2015 telat terjadi 198 telah terjadi kecelakaan lalu lintas, dan 6 diantaranya terjadi di jalan poros Samarinda - Bontang.Data-data yang diperlukan dalam studi rawan kecelakaan di jalan poros Samarinda - Bontang berupa data-data kecelakaan lalu lintas dan data situasi dan kondisi jalan Samarinda - Bontang diperlukan untuk memberikan gambaran kecelakaan yang terjadi dan tingkat kecelakaandi jalan  Samarinda- Bontang, dimana data ini dianalisis dengan metode IRSMS, dan perhitungan tingkat kecelakaan berdasarkan jumlah korban meninggal. Sedangkan data situasi dan kodisi jalan poros Samarinda - Bontang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan yang terjadi dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan poros Samarinda-Bontang.Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa lokasi studi daerah kecelakaan lalu lintas ruas jalan kilometer 23 sampai kilometer  33  jalan poros Samarinda - Bontang. Berdasarkan tingkat kecelakaan di peroleh kesimpulan bahwa terdapat empat titik kecelakaan, kilometer 23 Sta. 23+300, kilometer 23 Sta. 23+500, kilometer 23 Sta. 23+900, kilometer 24 Sta.  24+100 yang memiliki tingkat rawan kecelakaan.

Page 51 of 111 | Total Record : 1106