cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISIS WAKTU TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM (TRAYEK B) KOTA SAMARINDA SURYA WIJAYA, HADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.184 KB)

Abstract

Transportasi adalah proses memindahkan benda hidup atau benda mati dari suatu tempat ke tempat lainnya.  Kegiatan transportasi ini membutuhkan tempat yang disebut dengan prasarana transportasi.Angkutan umum menurut kamus tata ruang adalah alat angkut penumpang yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Kebutuhan masyarakat akan angkutan umum menjadikannya sebagai sarana yang sangat penting dalam sistem transportasi. Hal ini mengakibatkan pentingnya tingkat pelayanan  angkutan umum yang dapat dilihat dari tingkat kinerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja angkutan umum trayek B di kota samarinda dari waktu tempuh, biaya operasional kendaraan dan kelayakan tarif angkutan. Untuk pengambilan data penelitian alat yg digunakan adalah berupa global positioning system (GPS), kemudian data ditransfer ke komputer dengan menggunakan aplikasi mapsource. Data kemudian dianalisa menggunakan metode PCI untuk perhitungan biaya operasional kendaraan. Dari biaya operasional yang diperoleh akan dianalisis lagi dengan data pendapatan pendapatan supir angkutan umum yang diperoleh dari hasil kuisoner untuk mengetahui kelayakan tarif.                Maka hasil penelitian yang diperoleh adalah biaya operasional kendaraan (BOK) angkutan umum trayek b pergi melalui rute r1 - r9 dengan panjang ruas jalan = 8,914 kilometer adalah Rp.46.925,- dan kembali melalui rute r1 - r10 dengan panjang ruas jalan = 10,027 kilometer adalah Rp.50.048,-. Perbandingan pendapatan bersih per bulan dari biaya operasional kendaraan (BOK) dengan upah umum regional (UMR) Rp.3.211.647,- ≥ Rp2.156.889,- dari hasil tersebut tarif untuk angkutan kota trayek B masih layak digunakan.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN RINGROAD INDAH JALAN H. M. ARDAN KOTA SAMARINDA SARI, CINDY CLARA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.635 KB)

Abstract

Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi  kebutuhan  masyarakat  dan  merupakan  komponen  penting  dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Menurut  Dr.  Ir.  Suripin,  M.Eng.  (2004;7)  drainase  mempunyai  arti  mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai  serangkaian  bangunan  air  yang  berfungsi  untuk  mengurangi  dan/atau membuang  kelebihan  air  dari  suatu  kawasan  atau  lahan,  sehingga  lahan  dapat difungsikan  secara  optimal.  Drainase  juga  diartikan  sebagai  usaha  untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase  yaitu  suatu  cara  pembuangan  kelebihan  air  yang  tidak  diinginkan  pada suatu  daerah,  serta  cara-cara  penangggulangan  akibat  yang  ditimbulkan  oleh kelebihan air tersebut. (Suhardjono 1948:1) Perumahan  adalah  kelompok  rumah  yang  berfungsi  sebagai  lingkungan  tempat tinggal  atau  lingkungan  hunian  yang  dilengkapi  dengan  prasarana  dan  sarana lingkungan (UU No.2 tahun 1992). Perumahan Josroyo Permai yang berlokasi di Kecamatan  Jaten  Kabupaten  Karanganyar  adalah  perumahan  sebagai  salah  satu pertumbuhan fisik dalam suatu wilayah yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang  dapat  berfungsi  sebagai  saran  produksi  keluarga,  merupakan  titik  strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya. Oleh  karena  itu,  perencanaan  sistem  drainase  dalam  Perumahan  Ringroad Permai Jalan H.M. Ardan kota Samarinda perlu  mendapat  perhatian  yang  penting  guna  terhindar  dari  bencana  banjir  atau genangan  air  hujan,  serta  mendukung  kehidupan  manusia  yang  hidup  bermukim di  perumahan  tersebut  dengan  nyaman,  sehat  dan  dapat  berinteraksi  satu  dengan lainnya dalam kehidupan sehari – hari.    
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PADA RUAS JALAN SURYANATA KUSUMA DAN JALAN USMAN AMAN KECAMATAN SANGKULIRANG KABUPATEN KUTAI TIMUR RUSMADI, SATRIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.542 KB)

Abstract

Pembangunan prasarana jalan raya merupakan proses pembukaan ruangan lalulintas yang bertujuan untuk mengatasi pelbagai rintangan geografi, dimana dalam prosesini, pada dasarnya melibatkan pengalihan dan perubahan bentuk dari permukaan bumiatau topografi. Sejarah perkembangan jalan telah dimulai sejak pertama manusiamendiami bumi, dimana usaha mereka pertama-tama adalah mencari jalan untuk mencaridan memenuhi kebutuhan hidup terutama pangan.Pembangunan Jalan Ibukota Kecamata Sangkulirang, merupakan salah satuprogram Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam rangka pengembangan infrastrukturtransportasi yang ada di daerah ini, sehingga diharapkan dapat menjadi prasaranatransportasi yang akan membantu pengembangan wilayah, pemerataan pembangunanserta peningkatan ekonomi masyarakat.Untuk menunjang hal tersebut, maka pembangunan jalan dan jembatan yang ada diruas jalan menuju Sangkulirang, memerlukan perencanaan teknis yang matang, prosespembangunan yang sesuai dengan mutu waktu dan biaya, serta proses pengawasan yangterarah.Dari hasil perhitungan untuk Perhitungan Tebal Perkerasan Kaku PadaPembangunan Jalan Ibukota Kecamatan Sangkulirang, didapat tebal pelat slab yangdiperlukan adalah 150 mm dengan kerusakan fatik untuk segmen 1 dan segmen 2 sebesar22,407% lebih kecil dari 100% dan kerusakan erosi untuk segmen 1 dan segmen 40,739%lebih kecil dari 100%. Tulangan memanjang mengunakan tulangan dengan diameter 12mm dengan jarak 2,5 cm, sedangkan tulangan melintang mengunakan tulangan dengandiameter 12 mm dengan jarak 50 cm. Sedangkan, sambungan memanjang dengan batangpengikat (Tiebar) digunakan dimeter 16 mm Dengan Jarak 7,5 cm dengan panjang batangpengikat 688 mm. Sedangkan sambungan melintang dengan ruji digunakan dimeter ruji24 mm, panjang ruji 450 mm, jarak antar ruji 300 mm.
PENGARUH KADAR ASPAL TERHADAP PENINGKATAN NILAI STABILITAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BASE FIRMANI, RENDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.411 KB)

Abstract

Untuk mengetahui kriteria mutu dan kualitas campuran aspal, maka harus dilakukan penelitian di laboratorium sesuai dengan perhitungan yang ada berdasarkan sifat dari masing-masing bahan atau material yang digunakan dengan memperhatikan kualitas dan mutu campuran aspal, serta nilai efesiensi dan nilai ekonomisnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik campuran aspal beton AC- Base yang meliputi stabilitas dan flow dari uji marshall.Laston sebagai pondasi, dikenal dengan nama AC-Base (Aspalt Concrete-Base). Tebal nominal minimum AC-Base adalah 6 cm.  AC-Base merupakan lapis perkerasan beraspal yang terletak di bawah lapis AC-BC. Lapis perkerasan ini tidak berhubungan langsung denga cuaca luar, tetapi harus memiliki stabilitas untuk menahan beban lalu lintas yang disebarkan melalui roda kendaraan.Dari hasil penelitian komposisi rancangan aspal beton AC-base dengan menggunakan kapur  padam sebagai filler, maka dapat diambil kesimpulan pada campuran awal variasi 1 dengan kadar aspal optimum 5,5 % didapat nilai stabilitas 1852,40 kg dan nilai flow 4,53 mm, sedangkan campuran awal variasi 2  dengan kadar aspal optimum 5,5 % didapat nilai stabilitas 1865,63 kg dan nilai flow 4,63 mm, campuran awal variasi 1 dan 2 telah memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan yaitu stabilitas dengan nilai min. 1800 kg dan flow dengan nilai mini. 4,5 mm. Untuk pengujian Marshall Immersion setelah perendaman selama 24 jam pada suhu 60°C didapat nilai stabilitas sisa Marshall pada variasi 1 dengan nilai 98,32 % dan pada variasi 2 dengan nilai 98,32 %. Variasi 1 dan variasi 2 telah memenuhi standar spesifikasi yaitu min. 90 %.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SISTEM DRAINASE PADA JALAN PATIMURA – JALAN MAS PENGHULU KOTA SAMARINDA FARIZ, AULIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.865 KB)

Abstract

Saluran drainase jalan Patimura menuju saluran Jalan Mas Penghulu alirannya langsungmenuju ke Sungai Mahakam, sehingga merupakan saluran yang menjadi tumpuan dari salurandisekitarnya sehingga diperlukannya evaluasi daya tampung sistem drainase solusi untukmenanggulangi permasalah limpasan hujan yang terjadi pada Jalan Patimura - Jalan Mas PenghuluKota SamarindaTujuannya Penelitian adalah Untuk mengetahui debit banjir rancangan pada Tahun 2027,debit air pada saluran existing dan Penampang Yang dapat menampung debit banjir rancangan padatahun 2027. Metode untuk menghitung curah hujan rancangan adalah Metode Log Person type III.Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional.Berdasarkan hasil Perhitungan Besarnya debit banjir rancangan pada Tahun 2027, padaSaluran Jalan Mas Penghulu 2,23 m3/dt dan Saluran Jalan Patimura 3,20 m3/dt kemudian Besarnyadebit banjir existing Saluran Jalan Mas Penghulu 3,001 m3/dt, Saluran Jalan Patimura 0,956 m3/dtDari hasil terlihat Saluran Jalan Patimura yang tidak mencukupi daya tampung pada tahun2027. Solusinya mengubah dimensi saluran dengan menggunakan penampang segiempat denganberbahan Beton dengan tetap mempertimbangkan faktor kemiringan dasar saluran dan DebitDimensi harus lebih besar daripada debit banjir rancangan sehingga di rencanakan tinggi basah 0,5meter, lebar bawah 1,5 meter, tinggi jagaan 0,5 meter dan Debit yang dihasilkan dari daya tampungsaluran diatas adalah 3,332 m3/dt lebih besar dari debit banjir pada tahun 2027 sebesar 3,20 m3/dt
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BINTANG 5 PENEKANAN PADA ARSITEKTUR HIJAU Fitriansyah, Aidil
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.875 KB)

Abstract

Hotel merupakan salah satu pengguna energi terbesar dibandingkandengan fungsi bangunan lainnya. Maka diperlukan perencanaan dan perancangandengan konsep arsitektur hijau yang yang terpenuhi aspek teknis dan ramahterhadap alam sekitar dan lingkungannya. Dengan melakukan efisiensi energi,bangunan tersebut dapat mengambil keuntungan tanpa harus mengurangi mutupelayanan bagi para tamunya. Bangunan Hotel yang didesain akan memilikisistem alamiah (Natural System) yang diharapkan akan mampu memberikankenyamanan dan kesehatan bagi penggunanya. Kenyamanan pada bangunan erathubungannya dengan kondisi alam atau lingkungan disekitarnya dan upayapengkondisian atau pengaturan ruangan dalam bangunan. Prinsip dari Arsitektur Ekologis yang mempelajari tentang hubungantimbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Frick Heinz, Dasar-dasarEkoarsitektur, 1998). Prinsip-prinsip ekologi ini sering berpengaruh terhadaparsitektur. Penerapan pola 3R, yakni Reduce (mengurangi pemborosan energi),Reuse (menggunakan kembali material sisa), dan Recycle (konsep daur ulangenergi) mulai dari tahapan proses membangun sampai dengan perawatan padabangunan yang didesain. Beberapa factor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalamperancangan bangunan hotel ini dimulai dari mempertimbangkan pemilihanlokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, arah hadapbangunan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, pemanfaatan tenagasurya, green roof, dan rainwatersystem. Dan pada hasil rancangan bangunan dapatterpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur yang diperhitungkan,dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alamsekitarnya.
ANALISIS KAPASITAS DAN BOK PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO ( PEMBANGUNAN ) - IR. H. JUANDA KOTA SAMARINDA YUSUF, ALFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.934 KB)

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat.Seiring pertumbuhan penduduk dan besarnya pembangunan serta meningkatnya transportasi, maka jumlah kendaraan atau volume lalu lintas pada ruas jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarinda yang di padati lalu lintas setiap harinya sering mengalami kemacetan dan penurunan kecepatan di beberapa segmen jalan, selain itu kondisi di beberapa segmen jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarida  juga mengalami kerusakan dan lubang-lubang pada beberapa segmen jalan.Ruas jalan Ir. H. Juanda yang dimana terdapat beberapa perguruan tinggi yaitu Stikes Muhammadiyah dan Universitas 17 Agustus 1945 yang membuat kondisi lalu lintas relative sangat padat dan dilintasi oleh berbagai macam kendaraan. Volume lalu-lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik per satuan waktu pada lokasi tertentu. Untuk mengukur jumlah arus lalu-lintas, biasanya dinyatakan dalam kendaraan per hari, smp per jam, dan kendaraan per menit, Metode yang di terapkan dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan untuk mencari volume lalu lintas, hambatan  samping, derajat kejenuhan, kecepatan serta bok kendaraan ringan.Hasil analisis yang di peroleh dari data-data lalu lintas tersebut adalah untuk jalan Letjen Suprapto volume lalu lintas puncak 2903,60 smp/jam, derajat kejenuhan 0,49, kecepatan 37 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.791 jalur 2 Rp. 4.720, dan untuk jalan Ir H Juanda volume lalu lintas puncak 3075,35 smp/jam, derajat kejenuhan 0,54, kecepatan 35 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.595 jalur 2 Rp. 4.681.
ANALISIS TEBAL PERKERASAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA SERTA TIME SCHEDUL PADA RUAS JALAN SEBULU – MUARA BENGKAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ANDY, ALFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.628 KB)

Abstract

Ruas jalan Sebulu-Muara Bengkal merupakan ruas jalan dibawah pengawasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan panjang 84 km, dimana identifikasi titik nol ruas dimulai dari Sp3 Sebulu. Konstuksi jalan berupa agregat dengan lebar badan jalan bervariasi antara 8 s/d 9 meter. Untuk itu ruas ini akan dilakukan perencanaan tebal perkerasan lentur (AC-BC) sepanjang 20 kilometer. Untuk melengkapi perencanaan tebal pekerasan lentur (AC-BC) di ruas jalan ini maka lazimnya harus mempunyai rencana anggaran biaya (RAB) dan jadwal pelaksanaan, untuk ruas dari jalan Simpang tiga (Sp 3.). Pembuatan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek selalu mengacu pada kondisi anggapan-anggapan dan prakiraan yang ada pada saat rencana dan jadwal tersebut dibuat, karena itu masalah akan timbul apabila terjadi ketidaksesuaian antara prakiraan dan anggapan dengan kenyataan yang sebenarnya
KAJIAN MENGENAI PERUBAHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN DALAM KONTRAK Wathan, Syamsul
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.593 KB)

Abstract

Syamsul Wathan, Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam halperencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapatmencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yangtelah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi olehwaktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasilyang spesifik dan unik. (Sebastian 2007). Dalam pekerjaan konstruksi/pemborongan, banyak terjadi hubungan kontrak antaraperusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Hubungan-hubungan tersebut biasanya berasaldari kontrak perjanjian yang dibuat baik secara parsial ataupun borongan. Perjanjianpemborongan pekerjaan yang berasal dari pemerintah dilakukan melalui proses lelang sepertiyang telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003. Perjanjian pemboronganpekerjaan yang berasal dari pemerintahan yang diperoleh langsung sebagai hasil perundinganantara pihak yang terlibat. Dalam prosesnya pelaksanaan perjanjian pekerjaankonstruksi/pemborongan seringkali terjadi perubahan kontrak kerja yang disebabkan antara lainadalah : (1) Review Design, (2) Penambahan/pengurangan item pekerjaan, (3) Perubahanspesifikasi teknis dan (4) Penambahan/pengurangan volume item pekerjaan. Perubahan kontrakdiperbolehkan sesuai Perpres 54 tahun 2010 pasal 87 ayat 1 “Dalam hal terdapatnya perbedaanantara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan, dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yangditentukan dalam Dokumen Kontrak, PPK bersama Penyedia Barang/Jasa dapat melakukanperubahan kontrak”. Namun Perpres 54 tahun 2010 pasal 87 ayat 2 membatasi bahwa“Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan (a)tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari harga yang tercantum dalam perjanjian/kontrakawal dan (b) tersedianya anggaran. Maka untuk meminimalkan terjadinya perubahan kontrak/addendum baik sebelumterjadinya proses kontrak perjanjian maupun selama berjalannya kontrak perjanjian, diperlukanpendekatan ilmiah dalam bentuk sistem kerja yang merupakan bagian dari manajemen proyek. WBS (Work Breakdown Structure) adalah suatu metode pengorganisasian proyekmenjadi struktur pelaporan hirarki. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown ataumemecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. Hal ini dimaksudkan agar prosesperencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik. WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputikontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagiandengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukupterperinci, yang disebut sebagai Work Breakdown Structure. pada hal inilah yang menjadi dasarpengambilan judul skripsi ini dengan judul “Kajian Mengenai Perubahan Pekerjaan KonstruksiSebagai Penyebab Terjadinya Tuntutan Dalam Kontrak”.
ANALISA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI (D.I) TEPIAN BUAH KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR ANJARWATI, KAELISMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2815.738 KB)

Abstract

Keberadaan Daerah Irigasi Tepian Buah diharapkan mampu memicu dan mendukung rodapertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Berau. Untuk mendukungharapan keberadaan Daerah Irigasi tersebut, harusnya didukung oleh system irigasi yang baik danterorganisir. Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut; (1) perhitungan debit andalan padadaerah irigasi Tepian Buah, (2) perhitungan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluanirigasi (3) perhitungan dan penentuan dimensi saluran irigasi yang efisien untuk mengairi daerahirigasi Tepian Buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar debit andalan pada daerah irigasiTepian Buah yang terbesar terjadi pada bulan oktober sebesar 0,739 m3/det dan dari hasil analisa didapatkan pola tanam untuk D.I Tepian Buah yaitu pola tanam Padi - Palawija – Padi dengankebutuhan pengambilan air maksimal untuk padi I adalah 1,782 m3/det, palawija sebesar 0,365m3/det dan untuk padi II sebesar 1,612 m3/det serta dimensi saluran irigasi D.I Tepian Buah yangterbesar terdapat di saluran primer tepian buah 7 dengan lebar saluran dasar (b) adalah 1,3 m dantinggi air adalah 0,650 m dan tinggi total saluran adalah 1,050 m dengan kemiringan saluransebesar 0,0016307.

Page 50 of 111 | Total Record : 1106