cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PERENCANAAN DRAINASE DAN PELEBARAN JALAN RUAS JALAN PANGERAN SURYANATA KOTA SAMARINDA SUWASONO, ENDRO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.142 KB)

Abstract

Kebutuhan prasarana jalan yang baik merupakan sesuatu yang diharapkan masyarakat dan merupakan faktor penunjang lancarnya perekonomian dan pembuka daerah terisolir. Mengingat kondisi sarana jalan yang ada saat ini banyak yang rusak, baik diakibatkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. Sehingga perlu diadakan perbaikan dan peningkatan guna memenuhi kebutuhan lalu lintas yang makin tinggi. Didalam proses perencanaan sebagai dasar untuk pelaksanaan perlu diperhatikan faktor-faktor diantaranya keamanan, kenyamanan, biaya,  lingkungan serta faktor lain yang mendukung perencanaan yang matang dan terencana.Untuk menghubungkan antar Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur sangat dibutuhkan infrastruktur berupa jaringan transportasi darat yaitu jalan raya. Meningkatnya volume lalu lintas yang terjadi mengharuskan untuk terus memperbaharui kondisi sarana dan prasarana pendukung yang ada.Kota Samarinda menjadi di Provinsi Kalimantan Timur yang sedang mengalami peningkatan volume lalu lintas, dan ruas Jalan Suryanata merupakan salah satu ruas jalan di Kota Samarinda yang memiliki lalu lintas padat dan sering kali terjadi kemacetan dan permasalahan lalu lintas. Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan peningkatan kelas jalan dan perencanaan drainase yang sesuai dengan kondisi daerah sekitar ruas jalan. Hal inilah yang melatar belakangi dilakukan Perencanaan Pelebaran Jalan Suryanata dan drainase sebagai bagian dari pelengkap jalan, sehingga dapat menuntaskan permasalahan di ruas tersebut dan mempermudah akses menuju ke wilayah di sekitarnya. Saat ini tingkat pelayanan jalan dirasa masih kurang, dan untuk itu selain melaksanakan rehabilitasi dan peningkatan kondisi pada ruas jalan yang telah ada juga sangat diperlukan peningkatan pelayanan jalan dengan melaksanakan peningkatan kapasitas jalan yang ada.
Perencanaan Sarana Kebugaran dan Relaksasi Dengan Penerapan Tema Sportif Di Samarinda RIFAI, MUH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.645 KB)

Abstract

Di tengah hiruk pikuk kotaSamarinda,dan juga perkembanganmasyarakat kota yang disibukan denganbanyak aktivitas sehingga hampir tidakmemiliki banyak waktu untukmelakukan kegiatan olahraga sertamelakukan perawatan tubuh dirumah.Namun masyarakat tidakmelupakan namanya kesehatan untukselalu tampil prima dalam melakukanaktivitas sehari hari.Untuk mendapatkankebugaran,masyarakat butuh tempatdimana mereka bisa melakukanberbagai macam kegiatan olahraga danjuga untuk merelaksasikan dirinya agarbisa tampil lebih fit dan prima dalamkesehariannya.Oleh karena itu,di samarinda diperlukanadanya wadah yang mampumemberikan tempat dimana mereka bisamelakukan olahraga begitu jugarelaksasi yang nyaman.Dengan saranayang dilengkapi denganfasilitas-fasilitas yang terpadu dalamsatu kesatuan sehingga pengunjungtidak lagi direpotkan oleh tempat yangterpisah-pisah untuk mencapaitujuannya yaitu sehat jasmani danrohani.Sasaran objek merancang sebuahbangunan Sarana Kebugaran danRelaksasi di Samarinda adalahmewadahi dua aktifitas sekaligus yaituaktifitas kebugaran dan juga aktifitasrelaksasi dengan penerapkan temaSportif.
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG TIGA JL. PASUNDAN – JL. GUNUNG MERBABU – JL. GUNUNG CERMAI KOTA SAMARINDA JANNAH, MIFTAKHUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.583 KB)

Abstract

Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur merupakansalah satu Kota besar yang memiliki permasalahan mengenai kemacetan lalulintas.Salah satu jalan yang sering terjadi kemacetan Lalu-lintas adalah simpangTiga Jl. Pasundan - Jl. Gunung Merbabu – Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda.Pada saat-saat tertentu jam puncak (peak Hour) terjadi kemacetan Lalulintasyang cukup parah sehingga menyebabkan permasalahan sosial yang adadidaerah tersebut. Metode yang di terapkan dalam menganalisis jalan tersebutmenggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan data survey lapanganpada simpang Tiga Jl. Gunung Merbabu – Jl. Pasundan – Jl. Cermai selama 3hari maka diperoleh nilai-nilai Kinerja lalu-lintas Simpang Tak Bersinyalsebagai berikut : Kapasitas Simpang (C) = 1691.56 smp/jam, Derajat Kejenuhan(DS) = 0.99 DS, Tundaan Simpang (D) = 16.66 D, Peluang Antrian (QP%) = 75-42
ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN MUSEUM TAMAN SAMARENDAH SAMARINDA TOPER, KRIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.21 KB)

Abstract

Dalam setiap proyek pembangunan selalu ada variabel risiko yang terjadi pada proyek mulai dari tahap pelelangan, tahap kontrak, dan tahap pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel risiko yang terjadi pada proyek pembangunan Gedung Museum Taman Samarendah Samarinda setelah itu untuk mengetahui variabel risiko yang paling dominan dan respon untuk variabel risiko yang paling dominan sehingga risiko yang terjadi pada proyek dapat di minimalisir. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang merupakan hasil dari kuisoner dari 5 responden dan data sekunder berupa data curah hujan dari BMKG Temindung untuk menguatkan hasil dari data primer yang telah dikumpulkan, Peneliti menggunakan program SPSS untuk mencari nilai mean tertinggi dari hasil kuisoner dan didapatlah variabel risiko yang paling dominan yaitu perngaruh cuaca akibat pada aktifitas konstruksi yang dapat menyebabkan pelaksanaan pekerjaan terganggu maka respon yang dapat diambil adalah dengan menambah tenaga kerja dan manambah jam lembur supaya proyek dapat berjalan dengan lancar. 
STUDI PEMODELAN MATEMATIS AKIBAT PENGARUH VARIASI FAKTOR REDUKSI BEBAN HIDUP PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH PRADITIA, AHMAD ARIF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.625 KB)

Abstract

Indonesia terletak di daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko akibat bencana gempa, maka digunakan struktur bangunan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen yang menekankan kewaspadaannya terhadap kegagalan struktur akibat keruntuhan geser. Dengan memperhatikan modifikasi faktor reduksi beban hidup menurut SNI 1727-2013, sehingga dilakukan penelitian terhadap variasi faktor reduksi beban hidup. Model matematis struktur SRPMM dengan pengaruh variasi faktor reduksi beban hidup disimulasikan dengan bantuan program SAP2000. Hasil Pemodelan menunjukkan penurunan nilai gaya dalam akibat variasi faktor reduksi beban hidup yang tidak signifikan, yaitu 0,89% pada gaya aksial, 0,15% pada gaya geser, dan 0,28% pada momen lentur. Perhitungan analisis statistik menghasilkan model persamaan regresi, yaitu y=0,001x-1,4225 untuk gaya aksial, y=-0,0047x+1,4393 untuk gaya geser, dan y=-0,0021x+1,1596 untuk momen lentur, yang menunjukkan hubungan variasi faktor reduksi beban hidup mempengaruhi hasil nilai gaya dalam sebesar 10,52% hingga 13,01%. Hasil perhitungan komponen struktur primer pada SRPMM menunjukkan tidak ada perubahan kebutuhan penulangan pada balok dan kolom.
STUDI KELEBIHAN MUATAN KENDARAAN ( OVERLOAD ) TERHADAP PENURUNAN UMUR RENCANA JALAN PADA RUAS JALAN SAMARINDA BALIKPAPAN RY, SAF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.664 KB)

Abstract

Safry, Studi kelebihan muatan kendaraan ( overload ) terhadap penurunan umur rencana jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan, di bawah bimbingan Rosa Agustaniah, ST., M.T dan Suratmi, ST., M.T.Di jalan Samarinda Balikpapan banyak ditemuakan kendaraan yang bermuatan lebih, hal itu akan menyebabkan kerusakan dini pada perkerasan jalan dan akan mengurangi umur rencana perkerasan jalan. Berdasarkan hal itu perlu dilakukan studi pengaruh muatan lebih terhadap umur rencana perkerasan jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan. Untuk mengetahui seberapa besar penurunan umur rencana dan sisa umur rencana jalan dilakukan analisa dan perhitungan data timbang muatan sumbu terberat (MTS) di lapangan, mengetahui sumbu dan distribusi beban kendaraan, menganalisa perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) muatan normal, lalu lintas harian rata-rata awal umur rencana (LHRo), lalu lintas harian rata-rata ahir umur rencana (LHRn), lintas ekivalen permulaan (LEP)umur rencana, lintas ekivalen akhir umur rencana (LEAn), lintas ekivalen tengah (LET), lintas ekivalen rencana (LER), perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) akibat muatan lebih di lapangan, menghitung LHR akhir (LHRn).Dari analisa dan perhitungan penurunan umur rencana perkerasan jalan akibat muatan lebih. tersebut di dapat penurunan umur rencana jalan selama 8,6 tahun dari umur rencana 10 tahun, dengan demikian sisa umur rencana menjadi 1,3 tahun.
STUDI NORMALISASI PENAMPANG SUNGAI SAMBUTAN KOTA SAMARINDA INDRI ASTUTI, RIRIS RAHAYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.225 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagaiDaerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, suatu wilayah, yangyangyangyang dibatasi dibatasi dibatasidibatasidibatasidibatasi oleh oleholeh batasbatasbatasbatasbatas alam,sepertialam,sepertialam,sepertialam,sepertialam,seperti alam,sepertialam,seperti alam,seperti alam,seperti buki buki t atau gunung,atau gunung,atau gunung,atau gunung, atau gunung,atau gunung, atau gunung, maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas maupun batas bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang bantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yangbantuan seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah turun diwilayah tersebut membtersebut membtersebut memb tersebut membtersebut memb tersebut memb tersebut membtersebut membtersebut memberikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( erikan kontribusi aliran ke titik kontrol (erikan kontribusi aliran ke titik kontrol ( outlet outletoutletoutlet).Masalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnyaMasalah turunnya mu tu Dae rah Al iran Sun gai ditandai oleh debit aliran sungai yang ti nggi setiap tahun serta meningk atnya laju erosi dan sedimentasi. A . Akibat yang ditimbulkannya adalah semakin seringnya kejadian meluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerus meluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerusmeluapnya air kepersawahan akibat hujan terus menerus, kurang efisienn ya system irigasi karena tidak optimalnya distribusi air, penipisan lapisan olah pada lahan pertanian serta terjadinya pendangk alan dari sung ai akibat sedimentasi. Apabila masalah ini tidak ditang ani segera, maka akan terjadi laju penurunan pro produkti vitas DAS.Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal .Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai. tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut diperlukan normalisasi sungai.tersebut
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNGAN SALURAN DRAINASE JALAN YOS SUDARSO KOTA SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR LIS, MUH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2235.039 KB)

Abstract

Sebagai daerah yang sedang berkembang, Kabupaten Kutai Timur sedang gencar melakukan program-program pembangunan diberbagai sektor kehidupan. Besarnya akselerasi pembangunan ini berdampak kepada struktur lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.Kota mengandung 4 hal utama, yaitu tersedianya fasilitas perdagangan bagi penduduk, tersedianya lahan usaha bagi penduduk, terbukanya kemungkinan muncul usaha bagi penduduk, dan adanya kegiatan industri. Keempat hal tersebut merupakan daya tarik kota terhadap wilayah-wilayah disekitar. Sebagai akibat dari daya tarik kota tersebut menyebabkan penduduk disekitar wilayah kota mencoba beraktifitas untuk menenuhi kebutuhan hidupnya di kota. Seperti kota besar lainnya, Kota Sangatta mengalami bertambahnya jumlah penduduk akibat urbanisasi.Hal ini menyebabkan banyak resapan yang berubah fungsinya. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir. Salah satu daerah rawan banjir di Kota Sangatta adalah Jalan Yos Sudarso  saat ini berkembang pesat terutama sebagai daerah pemukiman.Hal lain yang melatarbelakangi pentingnya mengangkat topik penelitian yang berjudul “Kajian Kapasitas Daya Tampung Saluran Drainase Jalan Yos Sudarso di Kota Sangatta Kabupaten Kutai Timur”
PERENCANAAN WORKSHOP REPARASI PETI KEMAS DI KOTA SAMARINDA RAMADHANI, RIZKY ARIE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.103 KB)

Abstract

Pembangunan Terminal Peti Kemas di Kecamatan Palaran dilatar belakangi karena terbatasnya kapasitas dan fasilitas Pelabuhan Yos Sudarso di Kota Samarinda untuk kegiatan bongkar muat peti kemas yang tidak bisa dikembangkan lagi karena terbatasnya untuk di kembangkan. Sedangkan pertumbuhan cargo di Pelabuhan Samarinda cukup tinggi dan diperlukan pengembangan pelabuhan peti kemas di Kota Samarinda.Semakin banyaknya kegiatan bongkar muat peti kemas di Kota Samarinda, semakin banyak pula kondisi peti kemas yang kondisinya rusak dan tidak terawat.  Banyak kondisi peti kemas yang tidak terawat dan mulai rusak yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan khusus dikarenakan kurangnya fasilitas dan pelayanan tentang reparasi peti kemas yang ada di Kota Samarinda.  Tidak hanya kondisi peti kemas yang rusak, adapun kondisi truk dan trailer peti kemas kondisinya buruk dan perlu perbaikan agar kondisinya bisa kembali ke kondisi yang baik dan layak fungsi.Kurangnya jasa reparasi peti kemas dan reparasi kendaraan pengangkutnya yang tidak diimbangi dengan banyaknya jumlah peti kemas, truk peti kemas, dan trailer peti kemas yang kondisinya rusak dan tidak layak pakai. Keberhasilan penanganan peti kemas dipengaruhi oleh jarak waktu dan biaya, sehingga dapat memenuhi tuntutan aman, cepat dan mudah. Untuk mencapai tuntutan tersebut secara optimal diperlukan adanya suatu proses penanganan peti kemas yang baik.Dikarenakan banyaknya jumlah kondisi peti kemas, truk peti kemas, dan trailer peti kemas yang rusak dan tidak layak pakai, maka penulis mencoba mengangkat masalah tersebut menjadi bahan dalam skripsi yang disusun dengan judul “WORKSHOP REPARASI PETI KEMAS DI KOTA SAMARINDA” yang modern serta dapat mengakomodasi semua layanan kenyamanan para pengguna jasa peti kemas yang lebih mengutamakan pelayanan, kualitas, dan fasilitas yang terbaik. 
PERBANDINGAN PERILAKU LENTUR BALOK NORMAL DAN BALOK BETON DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH 10 % & 15 % WAHYUDI, INDRA DIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.896 KB)

Abstract

Normal concrete is concrete that has a weight of 2200 - 2500 kg / m3 using natural aggregates were broken or without broken. Concrete is the construction material that most common in use and in demand because as a basic material that easily formed with the relatively cheap price compared with the other construction.Mineral additive is added into the mix a lot of concrete with different goals, one of which could add to the strength of concrete. For that we need to know there is no research about it. This study used a mineral additive in the form of fly ash. To support the benefits of using alternative materials in the East Kalimantan province in the concrete mixture used material coming from the province of East Kalimantan, coarse aggregate of koral stone from Kaliorang and aggregate from the Mahakam river from the village of Loa Duri.Mix design or composition of the concrete mix using methods (Comparison 1: 2: 3) in the test material using a coarse stone aggregate maximum of 40 mm. Reinforcement concretewith Mahakam sand and cora as much as 6 sample, reinforcement concrete with added material of fly ash 10% as much as 6 sample, and reinforcement concrete with added material of fly ash 15% as much as 6 sample. As well as using the factors of age 14 and 28 days so the total sample of 36. From the test results flexural strength on the beam which uses a mixture and reinforcement at the age of 14 and 28 days above described acquired flexural strength to mix plain Mahakam sand and coral (fc): 19,111 kg / cm², a with added material of fly ash 10% (fc): 20,222 kg / cm², and a with added material of fly ash 15% (fc): 20,889 kg / cm².

Page 68 of 111 | Total Record : 1106