cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALYSIS OF RETAINING WALL SOIL RETAINING WALL IN THE DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL LAND IN THE CENTER OF CLASS I BALIKPAPAN CITY KARTANEGARA, RIZKY ALAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.59 KB)

Abstract

stability due to disruption of the amount of land on the move it apart from its geometric depends on the severity and also of the shear strength (shear strength). The shear strength is not fixed, and may decline due to rising water levels in the soil itself, in addition to the influence of other disorders. Disruption to the stability of the slope can be caused by nature and by human activity itself. The first thing called natural disasters, which can be caused by earthquakes or heavy rains prolonged, the second is human error, and generally in the form of imposition of excessive (overloading), excavation uncontrollable, drainage is less than perfect, and deforestation. Balikpapan City is one of the areas that have topography wave. On agricultural quarantine hall class I cities Balikpapan particularly in agriculture laboratory balai have a wave in question is a natural state of hills and valleys, this has resulted in some segments of roads must be on the slopes. The presence of natural factors, especially rain and ground water flow that makes it lose ground slope stability or ability to withstand shear, causing landslide, automatically laboratory will be impaired and will also affect the level of service. So that public facilities can function optimally we need to hold the handling of the avalanche is one of them by making the construction of retaining soil so that the soil on these segments do not move or shift. From the results of calculations can be concluded that, the dimensions of retaining wall that is built is 3 meters wide and 2.5 meters, 0.50 meters thick plate with a length of 16 and 26 meters, retaining wall stability is secured against rolling but affect the shear, so that the necessary foundation pile stake to meperkaku wall structure and pile foundation.
STUDI PERBANDINGAN GAYA GEMPA PADA STRUKTUR BANGUNAN DI SAMARINDA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012 PURWOKO, ANDRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.146 KB)

Abstract

Peraturan perencanaan struktur gedung tahan gempa di Indonesia mengalamiperkembangan seiring terjadinya gempa besar yang terjadi, dari SNI 1726-2002 direvisi menjadiSNI 1726-2012. Bilamana suatu peraturan gempa terbaru muncul dan diberlakukan, maka haltersebut mengakibatkan perlunya peninjauan ulang bangunan-bangunan yang sudah berdiri untukdikaji ulang menggunakan peraturan terbaru. Masalah yang akan ditinjau adalah besar perbedaangaya gempa yang terjadi antara SNI 1726-2002 dengan SNI 1726-2012, dan bagaimana perilakustruktur bangunan jika dikenakan beban gempa berdasarkan SNI 1726-2002 dengan SNI 1726-2012.Hasil perbandingan dari respon spektrum untuk nilai Sds bahwa desain berdasarkan SNI1726-2012 lebih tinggi disbanding SNI 1726-2012. Hal tersebut berdampak pada hasil darianalisa nilai gaya geser dasar (base shear) berdasarkan SNI 1726-2012.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, perbandingan gaya gempa berdasarkanSNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1726-2012 mengalami peningkatan dengan nilai rata – rata 18%sampai dengan 20%.
KAJIAN JARINGAN IRIGASI PADA DESA GALEO BARU KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT SUPARDI, GREGORIUS IWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.266 KB)

Abstract

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan  penduduk  akan  membawa  dampak beralih   fungsinya   lahan   pertanian.   Ini   akan   menghambat   pencapaian   program Pemerintah di sektor Ketahanan Pangan. Maka perlu adanya upaya untuk mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian dan sekaligus meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan dengan cara memperluas lahan irigasi baru (ekstensifikasi) yang masih ada. Maka untuk  itu  daerah-daerah  yang mempunyai  sumberdaya  alam yang  berpotensi  untuk daerah  irigasi  selalu  dievaluasi  dan  dikembangkan  untuk  lahan  pertanian,  guna pencapaian program Pemerintah di sektor Ketahanan Pangan.Pengembangan  lahan  pertanian  secara  terpadu  dan  menyeluruh  dilakukan dengan  perencanaan  detail  desain  daerah  irigasi.  Ketersediaan  air  pertanian,  dalam rangka meningkatkan pendapatan petani dan mendukung pemenuhan pangan nasional, khususnya untuk keperluan konsumsi lokal dan mengimbangi peningkatan jumlah penduduk  di  Kalimantan  Timur  dan  khususnya  Kabupaten  Kutai  Barat,  Pemerintah Daerah Kabupaten  melalui  Dinas  Pekerjaan  Umum,  melaksanakan  berbagai  program antara lain melalui program pemeliharaan/pemanfaatan, rehabilitasi dan pembangunan jaringan    irigasi.    Program    tersebut    selain    diarahkan    untuk mendukung upaya- upaya  pemerintah  dalam  rangka  peningkatan  ketersediaan pangan  dan  peningkatan pendapatan petani untuk mendukung kegiatan pengentasan kemiskinan.Hidrologi merupakan Ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk proses kejadian, distribusi dan  besaran air, serta  interaksi  dan pengaruhnya terhadap kehidupan dan lingkungan. Kaidah umum analisis hidrologi mengacu pada pemahama
EVALUASI SISTEM SALURAN DRAINASE DAERAH JALAN SULAWESI KOTA SANGATTA ANGGARA, DHIMAS SETYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.306 KB)

Abstract

Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 319.394 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2014) dengan kepadatan 4,74 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun (Sumber : Badan Pusat Statistik Kutai Timur 2016).Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha), tersimpan potensi batu bara 5,35 miliar ton.
ANALISIS KINERJA RUAS TERHADAP PARKIR PADA BADAN JALAN PANGLIMA BATUR DI KOTA SAMARINDA RI, MUK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2431.994 KB)

Abstract

Berdasarkan data Pemerintah Kota Samarinda bahwa bangunan di pinggir jalan tidak memiliki lahan parkir dari tahun ke tahun, sehingga penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir di kota Samarinda khususnya di Jalan Panglima Batur menyebabkan kemacetan. Hal ini disebabkan masyarakat menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir dan pemilik tempat usaha atau kantor tidak memiliki lahan parkir dan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui dan menghitung pengaruh parkir pada badan jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas Jalan Panglima Batur di SamarindaAdapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelayanan pada jam puncak (peak hour) ruas Jalan Panglima baturBerdasarkan analisis kinerja dengan metode MKJI’97 didapat ;Tingkat pelayanan jam puncak (peak hour) ruas jalan adalah :Segmen 1-   Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,595 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-   Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,81 > 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = D, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 2-  Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,650 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-  Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 3-  Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-  Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,636 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN MINI MARKET DI JALAN ABDUL MUTHALIB SANGAJI SAMARINDA FAUZI, ICHSAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.633 KB)

Abstract

Pada tugas akhir ini dibahas perhitungan struktur gedung mini market dengan konstruksi beton bertulang. Metode perhitungan struktur yang digunakan pada tugas akhir ini adalah metode TAKABEYA. Metode TAKABEYA digunakan karena metode ini merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam perhitungan konstruksi statis tak tentu, khususnya pada konstruksi portal. Dibandingkan dengan metode yang lain, seperti metode Cross dan metode Kani, untuk penggunaan metode ini terutama pada struktur portal bertingkat banyak merupakan perhitungan yang paling sederhana dan lebih cepat serta lebih mudah untuk dipelajari dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat.
KAPASITAS TAMPUNG AIR PADA DRAINASE JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO KOTA SAMARINDA RASID, AVENTINUS AL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.4 KB)

Abstract

Jalan Cipto Mangunkusumo merupakan ruas jalan yang padat lalu lintas dengan perkembangan perekonomian dan pemukiman. Jalan penghubung Kota Samarinda dengan Kota Balikpapan dan Kota Tenggarong serta daerah sekitarnya.Penelitian ini dilakukan pada drainase ruas Jalan Cipto Mangunkusumo Sungai Keledang samapai Jalan Rawa Makmur Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Bertujuan untuk mendapatkan kapasitas optimal tampung air pada drainase ruas Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Samarinda.Analisa diawali dengan pendataan peta topografi, tata guna lahan, kondisi esisting saluran dan data kependudukan disekitar lokasi penelitian. Selanjutnya perhitungan hidrologi untuk hujan rencana yang menghasilkan debit banjir dan debit limbah penduduk. Hasil perhitungan diperoleh debit banjir rencana untuk digunakan untuk menghitung dimensi saluran rencana dengan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.Berdasarkan hasil analisis, faktor permasalahan drainase dalam perencanaan ini antara lain, pertambahan debit banjir sehinggan saluran yang ada tidak mampu menampung kapasitas air akibat perubahan tata guna lahan, penyempitan dan pendangkalan saluran akibat desakan permukiman dan endapan sedimen serta permasalahan sampah.
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA LAPANGAN OLAH RAGA UPTD BALAI PELATIHAN KESEHATAN (BAPELKES) SAMARINDA FIANSYAH, HAS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.406 KB)

Abstract

Tanah yeng terdapat pada daerah Kalimantan khususnya wilayah Kota samarinda memiliki mempunyai permukaan yang beraneka ragam seperti pegunungan, lembah, ngarai, dataran tinggi, dataran rendah dan sebagainya. Akibatnya pada daerah – daerah tersebut sering mengalami perubahan dasar tanah yang terjadi akibat factor alam maupun kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang dapat merubah kestabilan suatu lahan.Secara umum apabila terjadi perubahan suatu lahan yang dapat menyebabkan kelongsoran tanah maka dibuatkan suatu struktur bangunan yang yang berdiri diatas tanah agar dapat menahan dapat menimilaisir terjadinya kelongsoran. Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah lepas atau alami dan mencegah keruntuhan tanah yang miring atau lereng yang kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri.Tanah yang tertahan memberikan dorongan secara aktif pada struktur dinding sehingga struktur cenderung akan terguling atau akan tergeser.UPTD BAPELKES merupakan salah satu sarana pelatihan yang dimiliki Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Timur yang ada di Kota Samarinda. UPTD Bapelkes tersebut berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No. 39 Samarinda. Untuk pengembangan fasilitas kegiatan pada UPTD BAPELKES maka Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan penambahan sarana kegiatan tersebut dengan menggunakan lahan yang ada pada daerah UPTD BAPELKES Tersebut, Yang rencananya lahan tersebut akan dibangun lahan parker dan lapangan Olah Raga.Mengingat lahan yang akan dibangun tersebut terletak pada daerah berbukit sehingga tinggi elevasi tanah tidak sejajar, untuk itu diperlukan pengurukan tanah untuk meninggikan elevasi sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan, maka dari itu diperlukan dinding penahan tanah agar tanah urug tidak runtuh, sehingga diperlukan dinding penahan tanah yang stabil terhadap stabilitas penggeseran, penggulingan, daya dukung serta penurunannya dengan menggunakan. Dengan menggunakan Tipe Gravitasi Dinding Penahan Tanah pada Lokasi tersebut Olah Raga UPTD Bapelkes. Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan Teori Rankine dan Coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data-data karakteristik keteknikan (c dan Ø). Hasil perhitungan stabilitas tembok penahan dengan dimensi tipe Gravitasi : Lebar atas (a) 0,500 m, lebar dasar pondasi (B) 2,600 m, tinggi tembok (H) 3,500 m, tebal dasar fondasi (d) 0,600 m, serta penambahan tiang pada dasar pondasi dinding penahan tanah yang aman terhadap stabilitas penggulingan (Fgl), stabilitas penggeseran (Fgs), dan stabilitas terhadap daya dukung.
ALTERNATIVE STUDY PRESTRESSED BEAMS AT THE MOUTH OF THE BAY BRIDGE INTERCHANGE LERONG SAMARINDA RAMADANI, BASUKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.065 KB)

Abstract

Capability and reliability for a bridge is really effected by a type and a power of beam girder. Interchange bridge with a iron girder which spread over a brackish water is very susceptible to corrosion where it can decrease the strength and resilience of the bridge.By doing an alternative study for planning back the structure of a bridge, especially for a main girder by using Prestress Concrete’s profile and got the best bridge design structure, so hopefully it can solved that problem. This alternative study is using a reference standard of American Association of State Highway and Transportation Officials (AASTHO) for deciding dimension and the number of tendon, layout of placement cables and calculation of loss of voltage which are based on the book TY.LinThe result of calculation and discussion we got tendon dimension type ES-46 using a single tendon uncoated 7 wire super stands ASTMA-416 grade type with LOP about 17,75& and first prestress style 572747,548 Kg has loss prestress by 20% so that there is 470 tons of effective stress left with a last stress produced is about  - 165,670 to press and 16,133 to pull
ANALISA KINERJA JALAN LUAR KOTA SAMARINDA - BALIKPAPAPN KM + 77.00 – KM + 89.00 EKANATA, DONI HERES
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.16 KB)

Abstract

Sejalan dengan pesatnya perkembangan Kota Samarinda dan tingginya laju pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan, akan mengakibatkan bertambah tingginya aktifitas perkotaan. Pertumbuhan dan perkembangan kota yang pesat tanpa diikuti oleh ketersediaan pembiayaan pembangunan yang memadai dapat menimbulkan permasalahan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan, dalam hal ini kemacetan lalulintas merupakan salah satu dampak negatif dari pertumbuhan dan perkembangan kota dengan penyebab utama yaitu bertambahnya jumlah pengguna kendaraan pribadi yang semakin tidak terkendali setiap tahunnya.Analisa yang dilakukan secara manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di indonesia. Dalam hal ini di lakukan analisa menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) untuk memperhitungkan kapasitas dan kinerja lalu lintas. Data lalu lintas diperoleh dari survey lapangan yang di lakukan selama 4 hari ialah pada hari Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu, tanggal ( 6,7,8 dan 11 Mei 2014 ) pada jam sibuk yang di sajikan dalam bentuk tabel data kendaraan.Berdasarkan hasil analisa kinerja dan kapasitas pada jalan Samarinda - Balikpapan Samarinda Seberang dengan menggunkan metode MKJI 1997 di dapat Kapasitas Jalan Samarinda - Balikpapan Samarinda Seberang pada hari selasa, rabu, kamis, dan minggu sebesar 5715.12 smp/jam dengan Level Of Service (LOS) tertinggi terjadi pada hari kamis  sebesar 0,31, dengan tingkat pelayanan kategori “B”. Dan Level Of Service (LOS) terendah terjadi pada hari rabu sebesar 0,26, dengan tingkat pelayanan kategori “B”.

Page 69 of 111 | Total Record : 1106