cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PENGOLAHAN AIR BERSIH UNIT BUKIT BIRU KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA ANSYAH, JONI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.78 KB)

Abstract

Joniansyah, Pengolahan Air Bersih Unit Bukit Biru Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, di bawah bimbingan Dr.Ir. Yayuk Sri Sundari, M.T dan Ir. Jusuf Dea, M.T.   Pengolahan Air Bersih Unit Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai kapasitas pelayanan debit 20 liter/detik, saat ini melayani pelanggan sebanyak 2.233 sambungan rumah. Permasalahannya adalah dalam pelayanannya, masih terjadi penggiliran dan pada lokasi yang tinggi dan jauh belum terjangkau aliran air bersih, disamping adanya permintaan pelanggan baru yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Maka untuk dapat melayani kebutuhan air bersih tersebut di atas agar tetap terjaga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan efesien dan perencanaan untuk kebutuhan 10 (sepuluh) tahun ke depan, sehingga kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum dapat terpenuhi dan tidak terjadi penggiliran.Hasil penelitian dalam Skripsi ini, adalah sebagai berikut: Tingkat Pelayanan  (2011-2025)  adalah :  a) laju  pertumbuhan  pelanggan 5,17 % /tahun,  b) Produksi Air 9,18 %/tahun,  c) Distribusi Air 7,72 %/ tahun,         d) Pendapatan Penjualan Air 6,20 %/tahun  e) Biaya Operasi 2,63 %. Proyeksi Tingkat Pelayanan (2016-2025) dengan laju pertumbuhan seperti pada point (1) di atas, maka kondisi 10 tahun ke depan (2025) adalah : a) jumlah pelanggan 3.697 Sambungan Rumah (SR), b) Produksi Air 1.469.629 M3, c) Distribusi Air 1.157.955 M3, Pemeliharaan Kapasitas Pompa Boster adalah : a) pompa berkapasitas 60 liter per detik, b) Perawatan Pompa Boster dengan cara : Perawatan Rutin (Routine Maintenance), Perawatan bersifat Prediksi (Predictive Maintenance) dan Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance), d) Upaya peningkatan pendapatan Instalasi Pengolahan Air Bersih Unit Bukit Biru sehingga akan mendukung upaya peningkatan kapasitas Pompa Boster.
PERENCANAAN DRAINASE KAWASAN INDUSTRI PELABUHAN INTERNASIONAL (KIPI) MALOY KUTAI TIMUR KHIN, MUSBI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.336 KB)

Abstract

Musbikhin, Perencanan Drainase Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kutai Timur , di bawah bimbingan Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari, M.T. dan                      Bapak Ir. Jusuf Dea, M.T Perencanaan prasarana jalan harus dilengkapi dengan saluran drainase agar air hujan tidak merusak struktur perkerasan jalan di daerah lokasi Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur.  Tujuan drainase yaitu suatu cara pengendalian kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut untuk itu dibuat saluran air permanen di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy.Dalam merencanakan saluran drainase meliputi tiga tahapan yaitu;  analisis hidrologi, perhitungan hidrolika dan gambar rencana. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi diperoleh besarnya debit air yang harus ditampung oleh selokan samping. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi selokan samping dapat direncanakan berdasarkan perhitungan hidrolika.Berdasarkan hasil perhitungan data curah hujan maksimum lima belas tahun terakhir (2001-2015) yangdiperolehdariBadan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur dalam Kutim dalam angka tahun 2015 dan analisis saluran drainase sisi selatan ruas Jalan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kabupaten Kutai Timur didapatkan debit banjir rencana sebagai berikut; Saluran A1 periode ulang dua tahun sebesar 0,996 m3/detik, periode ulang lima tahun sebesar 1,332 m3/detik, dan periode ulang sepuluh tahun sebesar 1,462 m3/detik. Saluran A2 periode ulang dua tahun sebesar 0,940 m3/detik, periode ulang lima tahun sebesar 1,258 m3/detik, dan periode ulang sepuluh tahun sebesar 1,381 m3/detik.Dari hasil perhitungan debit banjir rencana periode ulang sepuluh tahun, didapatkan penampang saluran drainase berbentuk persegi terbuat dari pasangan batu difinishing dengan dimensi saluran sebagai berikut; lebar dasar saluran (B) 100 cm, tinggi muka air (d) 10 cm, tinggi saluran (H) 130 cm dengan tinggi jagaan (w) 30 cm.Agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik sesuai perencanaan, perlu dijaga aliran air dalam saluran tidak tersumbat, adanya pemeliharaan terhadap saluran drainase agar air dapat mengalir secara maksimal sehingga dapat mengurangi kerusakan jalan serta biaya perbaikan tidak menjadi besar.
ANALISIS KINERJA DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RUAS JALAN GERILYA KOTA SAMARINDA RUDIADI, ASEP
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.2 KB)

Abstract

Asep Rudiadi , Analisis Kinerja Dan Biaya Operasional Kendaraan Ruas Jalan Gerilya Kota Samarinda  , di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Zony Yulfadli, ST, MTLatar belakang masalah pada skripsi ini adalah pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju jumlah penduduk. Dalam sistem transportasi perkotaan di wilayah Kota Samarinda, tingkat aktivitas termasuk daerah dengan tingkat kesibukan tinggi, seperti perdagangan jasa dan sekolahan, sehingga sering terjadi konflik dari bergeraknya arus lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kemacetan. Adapun rumusan masalah pada skripsi ini tentang Bagaimana analisis kinerja ruas Jalan Gerilya di kota Samarinda, Bagaimana tingkat pelayanan Jalan Gerilya di kota Samarinda, Berapa biaya bahan bakar minyak (BBM) Jalan Gerilya di kota Samarinda.KondisiRuas Jalan,Tipe Jalan : Jalan dua-lajur dua-arah (2/2 UD).Lebar Jalur lalulintas : 3,00 meter (kanan) 3,00 meter (kiri) / badan jalan 6,00 meter,Kereb : untuk sebelah kanan dan kiri tidak ada kereb (langsung bahu Jalan).Bahu Jalan. Dengan lebar 1,00 meter (kanan/kiri).Median: tidakada.Dari hasil analisis kinerja dan biaya operasional kendaraan ruas Jalan Gerilya Kota Samarinda didapatkan Kapasitas sebesar 1.978,41 smp/jam dan Kecepatan sebesar 33,50 km/jam serta Tingkat pelayanan ruas jalan berdasarkan derajat kejunuhan didapat ;Derajat kejenuhan segmen I    = 0,44 < 0,85, berada pada (Arus mobil, kecepatan sedikit terbatas oleh arus lalu lintas, pengemudi dapat memperoleh kecepatan yang diinginkan).Derajat kejenuhan segmen II  = 0,59 < 0,85, berada(Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan)Derajat kejenuhan segmen III = 0,54 < 0,85, berada(Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan)Dan Besarnya biaya operasional kendaraan dengan panjang ruas jalan Gerilya Kota Samarinda 1,737 kilometer didapat;BOK/1000 km sebesar Rp. 3.803.175,00BOK/km sebesar Rp. 3.803,00Maka BOK di ruas jalan Gerilya = 1,737 km x Rp. 3.803 = Rp. 6.606,00
STUDI PRIORITAS PEMELIHARAAN RUTIN RUAS JALAN ARTERI DI KALIMANTAN TIMUR DWI LESTARI, NURUL KOMARIAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.32 KB)

Abstract

Abstrak            Nurul Komariah Dwi Lestari, Studi Prioritas Pemeliharaan Rutin Ruas Jalan Arteri Di Kalimantan Timur, di bawah bimbingan DR. Ir. H. Benny Mochtar EA, MT dan    Musrifah Tohir, ST, MT            Pemeliharaan dan rehabilitasi kerusakan jalan di jalan arteri primer Kalimantan Timur memerlukan biaya yang tidak sedikit. Estimasi biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan konstruksi. Kegiatan estimasi adalah salah satu proses utama dalam konstruksi untuk mengetahui besarnya dana yang harus disediakan. Ketidaktepatan yang terjadi dalam penyediaannya akan berakibat kurang baik pada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Bagi pemilik proyek (owner), estimasi biaya diperlukan sebagai pegangan dalam menentukan kebijakan yang dipakai untuk menentukan besarnya investasi yang harus dilaksanakan. Kebutuhan akan efisiensi dikembangkan teknik pembuatan suatu model estimasi biaya yang sederhana untuk menganalisis besarnya pembiayaan pemeliharaan jalan. Hal yang penting dalam estimasi biaya pada tahap awal perencanaan kegiatan adalah harus cepat, mudah dalam penggunaannya, akurat dan menghasilkan estimasi yang dapat dipertanggung jawabkan.Berdasarkan analisis maka penanganan 16 (enam belas) ruas jalan Kota Samarinda dan Kota BalikpapanPropinsi Kalimantan Timur yang dikelola dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum dapat disimpulkan hasil skala prioritas penanganan pemeliharaan berdasarkan metodeAnalyticalHierarchyProcess(AHP)
ANALISIS KARAKTERISTIK PEJALAN KAKI JALAN PANGLIMA BATUR KOTA SAMARINDA RAMADHANI, RONI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.81 KB)

Abstract

Roni Ramadhani 2012,Analisis Karakteristik Dan Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki Jalan Panglima Batur Kota Samarinda. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Pada dasarnya  kinerja  lalu  lintas  pejalan  kaki  diekspresikan  dengan  cara  yang  mirip dengan ekspresi kinerja lalu lintas kendaraan yaitu dengan arus, kecepatan, dan kepadatan yang saling berhubungan. Pada penelitian ini mengambil lokasi di Pedestrians Panglima Batur kota Samarinda. Dengan pertimbangan, Jalan Panglima Batur merupakan salah satu pusat penjualan berbagai macam kebutuhan masyarakat Samarinda.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, bagaimana hubungan antara kecepatan (speed), arus (flow), kepadatan (density), dan ruang (space) di  kawasan tersebut. Selain itu untuk mengetahui besarnya kapasitas dan Level Of Service (LOS) apakah masih bisa menampung jumlah pejalan kaki yang ada.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan metode analisis. Metode survei yakni dengan menggunakan teknik manual dalam pengamatan dan pengambilan data di lapangan. Dari hasil survei di lapangan didapatkan data jumlah pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Sedangkan metode analisis yakni dengan menggunakan metode Greenshields. berdasarkan besarnya arus dan besarnya nilai ruang  (space)  pejalan  kaki  untuk  pejalan  kaki  pada interval 5 menitan yang terbesar  dan dicocokkan dengan kondisi lapangan yaitu pada segmen A dengan  arus 11.1565 dan 13.0612 dengan ruang 3.5116 dan 3.3240 pada segmen B dengan arus 12.7536 dan 13.4783 dengan ruang 3.6900 dan 3.3827,Sedangkan tingkat pelayanan Segmen A dan B termasuk tingkat pelayanan “C”. hal ini menunjukkan fasilitas pejalan kaki di Jalan Panglima Batur Kota Samarinda belum mampu menampung jumlah pejalan kaki yang ada dan pada Segmen A1,B1,C dan C1 termasuk tingkat pelayanan ‘’B’’ hal ini menunjukkan fasilitas pejalan kaki di Jalan Panglima Batur Kota Samarinda masih mampu menampung jumlah pejalan kaki yang ada.
ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE NILAI HASIL (Earned Value Analysis) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG ISLAMIC CENTER KABUPATEN KUTAI BARAT PRASTIYO, GONDO BAGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1772.082 KB)

Abstract

Proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas (Suharto, 1995). Suatu proyek didefinisikan sebagai suatu kegiatan tidak rutin dan tidak berulang, dikerjakan untuk suatu jangka waktu yang tertentu untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan secara teknis. Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak faktor lingkungan sehingga suatu proyek akan berbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnya menyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan SDM.Pengendalian dilakukan seiring dengan pelaksanaan proyek. Pengendalian proyek dilakukan agar proyek tetap berjalan dalam batas waktu, biaya dan performan yang ditetapkan dalam rencana. Ada beberapa perbedaan antara perencanaan dan pengendalian, yaitu perencanaan berkonsentrasi pada penetapan arah dan tujuan, pengalokasian sumberdaya, pengantisipasian masalah, pemberian motivasi kepada partisipan untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengendalian berkonsentrasi pada pengendalian pekerjaan ke arah tujuan, penggunaan sumberdaya secara efektif, perbaikan/ koreksi, pemberian imbalan pencapaian tujuan. Pengendalian pada umumnya dilakukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu diperlukan analisis yang memerlukan suatu sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang di kontrol benar-benar efisien dan dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Suatu bentuk pelaporan perkembangan proyek juga diperlukan agar produktivitas pekerjaan terhadap rencana jadwal dan biaya dapat terekam secara objektif, tercatat secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masing-masing peserta proyek.Pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam kegiatan pekerjaan pembangunan gedung Islamic Center berada di Kabupaten Kutai Barat dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis), sehingga dalam penyelesaian pekerjaan dapat dihadapkan pada usaha-usaha untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan kegunaan dari sumber-sumber daya manusia, dana, informasi, teknologi, peralatan, fasilitas dan material. 
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN POROS SAMARINDA – ANGGANA ROMADAN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Romadon. Jalan poros kota samarinda – kecamatan anggana memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat dan faktor penyebab daerah rawan kecelakaan (black site) pada ruas jalan poros kota samarinda – kecamatan anggana. Kota samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.Data korban kecelakaan lalu lintas tahun 2015 diperoleh dari IRSMS ( Intergreated Road Safety Management Sytem ) Polresta Kota Samarinda unit Laka Lantas. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui lokasi dan rekap kejadian dan dianalisa untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya kecelakaan di daerah jalan poros samarinda – anggana.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas di ruas jalan poros samarinda - anggana disebabkan oleh faktor manusia dan tikungan yang tajam serta geometrik jalan yang rusak.Kata kunci : kecelakaan lalu lintas, IRSMS
ANALISIS HARGA SATUAN NORMALISASI SEDIMENTASI TERKAIT FAKTOR PENYEBAB BANJIR PADA BENDUNGAN BENANGA DI LEMPAKE SAMARINDA JIB, NA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB)

Abstract

Sedimentasi adalah material hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya yang mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genangan banjir, saluran air, sungai, dan bendungan. Pengertian lain, sedimentasi merupakan suatu proses pengendapan material hasil erosi yang masuk ke aliran sungai sehingga membentuk dataran aluvial. Proses ini tergolong mengganggu aliran sungai, karena dengan adanya pengendapan pada aliran (badan) sungai dapat menyebabkan berkurangnya tampungan volume air yang melewati sungai, sehingga menjadi salah satu penyebab banjir. Bendungan Benanga Lempake dibangun sekitar tahun 1977, saat ini bangunan utama dari bendungan berupa bendung (pelimpah) bebas selebar 15 m, sebuah pintu penguras di sebelah kiri bendung, dan sebuah pintu pengambilan untuk irigasi. Kondisi itu membuat daya tampung air semakin berkurang, sehingga perlu dilakukan normalisasi sedimentasi, sehingga mereduksi 40% penyebab banjir di Samarinda.Metode yang digunakan dalam pengambilan data sedimentasi mengacu hasil perhitungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim-Kaltara di Bendungan Benanga seluas 159 Ha itu diketahui memiliki volume endapan sedimentasi 1,800,000 m3. Dari hasil perhitungan disimpulkan, 1.800.000 m3 total volume sedimentasi yang diperoleh dari menghitung luas total Bendungan Benanga 159 Ha, kemudian dikonversi ke satuan m2 menjadi 1.590.000 m2. Maka, luas area 1.590.000 m2 dikalikan ketebalan sedimentasi akan dikeruk 1,132 m menjadi 1.799.880 m3 (dibulatkan 1.800.000 m3). Sehingga, diketahui harga galian sedimentasi dengan alat berat watermaster, excavator, ponton, dan tugboat diperoleh harga Rp. 176.370,1 per m3. Sehingga perlu biaya Rp. 317,466,180,000,00 untuk mengeruk 1,800,000 m3 sedimentasi di Bendungan Benanga Lempake, Samarinda.
STUDY PENENTUAN NILAI JUAL RUMAH PADA PERUMAHAN CITRA GADING RESIDENCE DI JALAN SULTAN SULAIMAN KEC. SAMBUTAN, SAMARINDA ILIR SAMARINDA RADIYANTO, MIKEL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.695 KB)

Abstract

 STUDY PENENTUAN NILAI JUAL RUMAH PADA PERUMAHAN CITRA GADING RESIDENCE DI JALAN SULTAN SULAIMAN KEC. SAMBUTAN, SAMARINDA ILIR SAMARINDA                                                 Nama Mahasiswa       : Mikel Radiyanto1)                                                Pembimbing I              : Ir. H. Habir, MT 2)Pembimbing II                        : Ir. Johanes Nono Juwono, MT3) JurusanTeknikSipilFakultasTeknikUniversitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRAK Laju pertambahan penduduk kota Samarinda yang cukup tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah. Perumahan Citra Gading Residence yang terletak di jalan Sultan Sulaiman Samarinda menawarkan hunian sebanyak 48 unit rumah yang terdiri dari 36 unit rumah tipe 50/120 m2, 12 unit rumah tipe 39/105 m2. Sistem pembiayaan pelaksanaan pembangunan kawasan ini melibatkan modal awal 80% serta pinjaman Bank sebesar 20%.Tujuan evaluasi ini untuk mengetahui “Jangka waktu penentuan harga jual rumah dan investasi berjangka dan “Penentuan harga jual type rumah pada type 39 dan 50 pada perumahan citra  gading residence pada satu clusterDari perhitungan keuntungan nilai jual rumah cash dan kredit pada perhitungan keuntungan suku bunga bank, maka perlu kita ketahui kekurangan serta kelebihan dalam perhitungan keuntungan nilai harga jual rumah pada developer dengan bank pada suku bunga tertentu menurut proyeksi bank pada system cash maupun kredit.Perhitungan perkreditan pada bank di suku bunga tertentu akan mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan karena menggunakan suku bunga anuitas yang suku bunga tidak tetap atau berubah dalam 1 tahun pada tiap bulannya antara 1% s/d 2%Pada perhitungan perkreditan di developer atau owner system perkreditan otomatis akan menggunakan system suku bunga flat yang nilai suku bunga bank tetap dengan nilai harga jual tetap dari hasil modal yang didapat pada hasil pembiayaan produksi dan pajak. Dari hasil itu akan diperoleh keuntungan/margin, pada developer itu sendiri pada perhitungan suku bunga bank.Pada nilai harga jual cash pihak developer akan memperoleh keuntungan sekitar 1% s/d 2% dari nilai harga jual rumah per 1 type unit rumah  
ANALISIS PERKERASAN BETON SEMEN PADA KAWASAN INDUSTRI PELABUHAN INTERNASIONAL (KIPI) MALOY KABUPATEN KUTAI TIMUR ADHAN, SURYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surya Adhan,  Analisis Perkerasan Beton Semen Pada Kawasan Industri Pelabuhan Inernasional (KIPI) Maloy Kabupaten Kutai Timur , di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Tukimun, ST, MTBeton merupakan suatu campuran yang berisi pasir, kerikil dan agregat lainnya yang dicampurkan dengan semen serta air sehinngga membentuk suatu massa yang menyerupai batu. Dalam bidang transportasi, beton dapat digunakan sebagai bahan konstruksi perkerasan yang dikenal dengan perkerasan kaku (rigid pavement). Rigid pavement ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatiF dalam mengatasi keadaan tanah dasar yang kurang baik dan besarnya beban yang bekerja. Dalam hal ini dibutuhkan bahan konstruksi beton yang mampu menahan beban tersebut. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembangunan jalan beton harus memperhatikan tahapan-tahapan dari setiap pekerjaannya.Berdasarkan Pd T-14-2003 tentang Perencanaan perkerasan jalan beton semen (rigid pavement) atau Perkerasan Kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan di mana sebagai lapisan atas digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas tanah dasar (subgrade).Perencanaan persimpangan dengan metode beton semen (Rigid Pavement) bertujuan apabila dibuka untuk umum maka kendaraan bertonase berat yang akan melewati ruas jalan ini diharapkan tahan lama dan tidak cepat rusak.Perencanaan perkerasaan beton semen (rigid pavement) pada kawasan industri pelabuhan internasional (KIPI) Maloy, Kabupaten Kutai Timur direncanakan pada Blok A1 sepanjang 5,563 kilometer dan A2 sepanjang 0,499, total perencanaaan 6,062 kilometer. Hasil analisis penulangan yang disyaratkan sesuai dengan tebal perkerasan beton semen (rigid Pavement) didapat  dowel (Ruji) : Ø 33 mm, panjang 450mm dengan jarak antar dowel = 300mm dan tie Bar : Ø 16 mm, panjang 688 mm dengan jarak antar tie bar = 750mm dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 147.997.090.107 (Seratus Empat Puluh Tujuh Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Sembilan Puluh Ribu Seratus Tujuh Rupiah),

Page 71 of 111 | Total Record : 1106