cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
KAJIAN POTENSI WADUK BENANGA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (IRIGASI, AIR BERSIH DAN KONSERVASI SUNGAI) DI DAS KARANG MUMUS BAGIAN HULU ERY SANTOSO, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.168 KB)

Abstract

Waduk Benanga terletak di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Pada awal pembangunannya yaitu sekitar tahun 1978, Waduk Benanga memiliki volume tampungan total 1,323 juta m3. Seiring berjalannya waktu, tampungan Waduk Benanga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Waduk Benanga mempunyai banyak kegunaan, selain sebagai pengendali banjir Kota Samarinda, juga sebagai penyedia kebutuhan air irigasi di DI. Lempake Jaya dan sekitarnya seluas 350 hektar. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai penyedia kebutuhan air baku untuk air bersih. Untuk itu diperlukan simulasi pengoperasian waduk dari sisi neraca air, agar diketahui bagaimana kemampuan Waduk Benanga untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air bersih.Dalam kajian ini, langkah pertama adalah menentukan curah hujan regional rata-rata di Daerah Tangkapan Air Waduk Benanga menggunakan metode Poligon Thiessen. Kemudian menentukan curah hujan andalan menggunakan metode Bulan Dasar. Analisa evapotranspirasi dilakukan dengan metode Penmann Modifikasi. Nilai curah hujan andalan dan evapotranspirasi dibutuhkan dalam perhitungan kebutuhan air irigasi dan perencanaan pola tata tanam. Perhitungan debit andalan waduk menggunakan metode NRECA. Berdasarkan nilai debit andalan dan data lengkung kapasitas serta nilai kebutuhan air irigasi, maka akan diketahui gambaran neraca air waduk. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mencari luas daerah irigasi maksimal serta volume kebutuhan air bersih.Dari hasil simulasi dengan menggunakan 2 alternatif awal masa tanam, yaitu awal bulan November (alternatif 1) dan awal Desember (alternatif 2), bisa diketahui bahwa pada alternatif 2 kemampuan Waduk Benanga lebih baik dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan mampu melayani daerah irigasi seluas 378 hektar. Mengingat luas daerah irigasi eksisting hanya sekitar 350 hektar, maka debit Waduk Benanga masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Dari hasil simulasi juga diketahui, kebutuhan air bersih adalah sebesar 0,21 m3/detik, dan kebutuhan konservasi sungai ditentukan sebesar 0,50 m3/detik.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA (DR) TANJUNG BUKA DENGAN LUAS AREAL 750 HA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA PUTRO, AJI SURYANTO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.422 KB)

Abstract

Tanjung Buka adalah wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Keberadaan Daerah Rawa (DR) Tanjung Buka sudah relatif lama dan memiliki luas potensial ±10.000 ha (Pengamatan Daerah Bulungan, 2010). Dalam memenuhi kebutuhan air pada sektor pertanian dengan sistem irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul.Upaya pembukaan lahan dan penempatan transmigrasi dimulai tahun 2003, yaitu dengan UPT Tanjung Buka SP1. Upaya – upaya reklamasi rawa DR. Tanjung Buka yang telah dilakukan diantaranya dengan melakukan kegiatan SID ( survey, investigasi dan desain ) jaringan tata air rawa yang dimulai pada tahun 1998/1999 oleh P2RD Kalimantar Timur dan dilanjutkan oleh pihak BWS Kalimantan III kalimantan Timur serta kegiatan pembangunan jaringan tata air rawa pada daerah tersebut yang dimulai tahun 2007 hingga sekarang oleh BWS Kalimantan III Kalimantar Timur.Dengan memperhatikan pengalaman selama ini, maka upaya pengembangan lahan rawa, dimasa mendatang lebih difokuskan pada pembangunan jaringan rawa baru. Dalam pelaksanaannya, upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu, konsisten, dengan tetap berpedoman pada fungsi pelestarian rawa serta pemanfaatannya secara lestari/berkelanjutan.Diharapkan dengan adanya saluran irigasi di daerah rawa (DR) Tanjung Buka kebutuhan air irigasi di saat musim kemarau dapat tetap terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatur cara pemberian air dan sistem pola tanam yang lebih optimal yaitu dengan menganalisa efisiensi dan optimalisasi pola tanam serta analisis kebutuhan air.
ANALISIS WAKTU TEMPUH PERJALANAN KENDARAAN RINGAN DI KOTA SAMARINDA SAPUTRA, RIYAN EKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Time travel (Travel Time) defined the total time required to pass through a certain path length, including time stops and delays at intersections. And Cost of Operations Vehicle (COV) is a great value expressed his charge is issued for the operator of a vehicle under normal conditions for a particular purpose.The objectives to be achieved in this research is knowing the speed of light vehicles on the road Abul Hasan - P. Diponegoro - P. Hidyatullah - P. Suriansyah - Yos Sudarso - Gajah Mada - RE. Sana, Knowing the travel time of light vehicles on the road Abul Hasan - P. Diponegoro - P. Hidyatullah - P. Suriansyah - Yos Sudarso - Gajah Mada - RE. Sana, Knowing the value of the vehicle operational costs (COV).The method used for data retrieval using stopwacth travel time, while the data for the analysis of travel time and speed using MKJI 1997, while the operational costs of vehicles using the PCI (Pacific Consultant International). From the calculation results can be concluded that there is a late trip on elephant mada-lane road section II with an average speed of 20.31 km/h the vehicle operational cost Rp. 6644 / km 
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN JAKARTA REGENCY DI SAMARINDA NI, AF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.987 KB)

Abstract

Properti khususnya perumahan merupakan kebutuhan papan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar (primer) manusia, disamping kebutuhan akan pangan dan sandang, sehingga setiap orang harus berhubungan dengan bagian dari properti. Bagaimanapun kondisi perekonomian yang sedang terjadi, semua orang harus memiliki rumah tempat ia tinggal untuk memenuhi salah satu kebutuhan utamanya. Properti merupakan aset yang memiliki nilai investasi yang tinggi, dan dinilai cukup aman dan stabil. Harga properti (khususnya rumah) mengalami kenaikan sekitar 5% setiap tahunnya. Sebab itu, sebuah rumah memiliki potensi mengalami kenaikan harga dua kali lipat dalam 10-15 tahun ke depan.Kenaikan harga ini disebabkan oleh ketersediaan tanah bersifat tetap, sementara permintaannya cenderung meningkat setiap tahunnya, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Dan untuk Meningkatkan efektifitas dan efisien waktu pengerjaan pembangunan rumah yang dituntut agar tepat waktu pengerjaannya agar sesuai dengan time schedule yang telah dibuat.Maka semakin besarnya peluang bisnis properti di kota Samarinda dan sekitarnya dilirik oleh para developer baik dari Kota Samarinda ataupun pengembang dari luar kota, salah satu developer yang mengembangkan bisnis perumahan adalah PT.Saba Sagarmatha (PT.SS) dengan proyek pembangunan perumahan Jakarta Regency yang berlokasi di Jalan Jakarta 2, Kecamatan Sungai Kunjang, Kelurahan Loa Bakung Samarinda.Oleh karena itu pertumbuhan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal, dan kebutuhan akan sektor properti lainnya juga mengalami kenaikan.Bedasarkan pertingbangan tersebut, penulisan mencoba untuk melakukan penelitian tentang Analisis Kelayakan Investasi Proyek Pembanguan prumahan Jakarta Regency di Samarinda.
PERENCANAAN APARTEMEN DENGAN PENERAPAN RECREATION FAMILY FACILITIES DI KOTA SAMARINDA ARISANDY, RIZKY APRILYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.112 KB)

Abstract

Samarinda merupakan sebuah ibu kota di Kalimantan Timur yang memiliki tingkat pertumbuhan kota yang begitu cepat, sehingga memicu pemerintah dalam upaya menyediakan hunian khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah keatas. Tujuan utama pada penelitian ini adalah merencanakan sebuah hunian yaitu Apartemen dengan penekanan Recreation Family Facilities, sebuah area apartemen yang lebih mandiri dimana pemilik atau pengelola tidak perlu keluar dari area apartemen untuk melakukan aktivitas olah raga dan rekreasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan cara observasi sebuah apartemen yang ada di Samarinda, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dilengkapi referensi dalam bentuk jurnal, web, dan buku bacaan berkaitan dengan perencanaan.Hasil dari penelitian yaitu perencanaan apartemen dengan penerapan recreation family facilities di Kota Samarinda menunjukkan bahwa Apartemen ini direncanakan memiliki fasilitas rekreasi seperti pusat kebugaran, arena billiard, kolam renang indoor, kolam renang outdoor anak dan dewasa, children playground, perpustakaan, salon dan spa, fresh market, klinik, taman baca, jogging track, rest area, taman binatang, ruang terbuka hijau dan fasilitas penunjang lainnya yang akan direncanakan sesuai dengan standar arsitektur.
STUDI HUBUNGAN KECEPATAN DENGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RUAS JALAN SAMARINDA-BONTANG Cahyo Saputra, Niko Sudrajat Anggoro
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.896 KB)

Abstract

Niko Sudrajat Anggoro Cahyo Saputra, Studi Hubungan Kecepatan Dengan Biaya Operasional Kendaraan Ruas Jalan Samarinda-Bontang, di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Tukimun, ST, MTRuas jalan Samarinda-Bontang merupakan jalan penghubung antara ibukota ke kota/kabupaten yang ada Kalimantan Timur.Ruas jalan ini setiap tahun selalu diperbaiki karena sering mengalami kerusakan di permukaan jalan berjenis aspal. Keterkaitan kerusakan jalan dengan biaya operasi kendaraan berhubungan dengan kecepatan waktu tempuh kendaraan.Biaya operasi kendaraan didefinisikan sebagai biaya yang secara ekonomi terjadi dengan adanya pengoperasian satu jenis kendaraan pada kondisi normal untuk satu tujuan tertentu.Biaya operasi kendaraan adalah biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh pemilik kendaraan baik yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Perhitungan BOK akan dilakukan baik di jalan eksisting maupun di jalan yang sudah dilakukan peningkatan jalan dengan menggunakan besarnya kecepatan tempuh.Hasil analisis kecepatan dengan biaya operasional kendaraan ruas Jalan Samarinda - Bontangdidapat sebagai berikut ;Hasil kinerja ruas jalan Samarinda-Bontang didapat ; Kapasitas untuk segmen I = 2648,1 smp/jam, Kapasitas untuk segmen II     =2648,1 smp/jam, Derajat kejenuhan segmen I = 0,21 < 0,85, berada pada LoS = B, Derajat kejenuhan segmen II         = 0,18 < 0,85, berada pada LoS = A.Hasil analisis kecepatan perjalanan di ruas jalan Samarinda-Bontang ; Segmen I = 56,47 km/jam, Segmen II = 55,24 km/jam, Rata-rata Segmen I ditambah Segmen II = 55,86 km/jamKecepatan jalan dengan biaya operasional kendaraan dengan panjang ruas jalan Samarinda-Bontang 117 kilometer didapat ;BOK segmen I= Rp. 315.531,76, BOK segmen II=Rp. 318.897,71, BOK Kecepatan berdasarkan PP RI No 34 tahun 2006 ;Rp. 307.209,72
ANALIS WAKTU TEMPUH KENDARAAN RINGAN KOTA SAMARINDA (Studi Kasus: Jl. Ir.Sutami-Teuku Umar-Mt.Haryono-Pangeran Suryanata) WAN, RID
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ir.Sutami – Teuku Umar – Mt. Haryono – PangeranSuryanata merupakan salah satu ruas jalan dimana daerah perkotaan yang sering terjadi kemacetan, tundaan, kecelakaan dan gangguan lalu lintas lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian waktu  biaya dan kerugian lainnya yang tidak sedikit nilainya bagi para pengguna jalan. Hal ini juga akibat kurang disiplinya pengguna jalan itu sendiri.Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Ir. Sutami selama 4 hari pada tanggal hari senin 25  mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (29.29 km/jam ) jalur 2 (28.85 km/jam),  Waktu perjalanan Jalur 1 (308 detik) jalur 2 (308 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp3.668) jalur 2 (Rp 3.676).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Teuku Umar selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (39.97 km/jam) jalur 2 (40.22 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (171 detik ) jalur 2 (166  detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp 2.939) jalur 2 (Rp 2.827).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Mt. Haryono selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (40.48 km/jam ) jalur 2 ( 40.65 km/jam ),  Waktu perjalanan Jalur 1 (198detik ) jalur 2 ( 198detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraanjalur 1 ( Rp 2.818 ) jalur 2 ( Rp 2.820 ).Hasil Analisa danSurvei di lapangan di ruas jalan Pangeran Suryanata selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata  jalur 1 (29.22 km/jam ) jalur 2  ( 28.71 km/jam ),  Waktu perjalanan Jalur 1 (100 detik ) jalur 2( 100detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 ( Rp 3.674 ) jalur 2 ( Rp 3.674 ).
Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur Di Kota Samarinda 2017 WIBOWO, ARIF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.009 KB)

Abstract

Perencanaan Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur merupakan salah satu bentuk wujud melestarikan budaya seni tari Kalimantan timur. Skema perencanaan dan perancangan menggunakan beberapa metode yaitu pengumpulan data primer dan data skunder. Berdasarkan hasil perencanaan dan perancangan ini bahwa Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur ini dirancang dengan pendekatan konsep kearifan arsitektur lokal di kota samarinda dan dengan konsep bangunan ramah lingkungan. Konsep tersebut dibuat dengan tujuan melestarikan kearifan arsitektur lokal serta meminimalisir dampak bangunan pada lingkungan.
STUDI PERENCANAAN DRAINASE D.I PANJAITAN DAERAHKIRI JALAN POROS BONTANG KE SIMPANG 3 JALAN PM NOOR , KECAMATAN SAMARINDA UTARA” PERDANA, AWANG DENNY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.023 KB)

Abstract

Suatu kota yang berkelanjutan harus memiliki sistem drainase  yang cukup memadahi. Genangan di ruas jalan masih sering terjadi dibeberapa kota, terutama kota padat penduduk. Jalan D.I Panjaitan  yang terletak di Samarinda merupakan jalan utama menuju perkotaan Samarinda, di daerah tersebut terdapat rumah penduduk yang cukup padat, akan tetapi keadaan saluran di sekitar tidak memadahi. Karena hal itu di daerah tersebut mengalami genangan atau banjir,sehingga menggangu masyarakat sekitar yang menggunakan jalan tersebut untuk melakukan sebuah aktifitas perekonomian. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan D.I Panjaitan dengan menggunakan metode (Gumbel) dan (Log Pearson Tipe III).Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area)sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Slamet Riyadi.
PERBANDINGAN RENCANA ANGGRAN BIAYA ANTARA LAPIS PERKERASAN LENTUR DENGAN KAKU PADA RUAS JALAN BONTANG-SANGATTA KALIMANTAN TIMUR SAPUTRA, DONNY AIDIL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya mempunyai fungsi yang sangat besar dalam proses perkembangan pembangunan nasional. Pada sektor tranportasi, jalan berperan penting dalam penyedia jasa tranportasi dan barang, yang pada akhirnya dapat memicu pertumbuhan roda perekonomian secara cepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.                      Seperti pada Proyek pembangunan jalan ruas Bontang - Sangatta yang merupakan jalan Provinsi dengan sumber dana APBN tahun 2007 -2008, yang mana sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan pembangunan di daerah Bontang – Sangatta dan diharapkan bisa meratakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.Seiring berkembangnya pertumbuhan dan pembangunan di daerah Bontang – Sangatta yang akhirnya berpengaruh terhadap bertambahnya statistik jumlah kendaraan pertahunnya dan ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga banyak mengakibatkan kerusakan jalan di sepanjang ruas jalan Bontang -  Sangatta yang berdampak pada proses perekonomian masyarakat setempat.Oleh tuntutan lalu lintas yang terus berkembang maka jenis perkerasan jalanpun akhirnya mengalami perubahan dan perkembangan dari yang umum  dikenal perkerasan lentur, sekarang mulai dikenalkan perkerasan kaku. Dari kedua jenis perkerasan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing , namun dalam suatu perencanaan yang matang perlu dipertimbangkan antara umur jalan dan besar estimasi biaya agar pada pelaksanaanya tercapai suatu mutu dengan kwalitas yang baik, dan dengan biaya yang efisien.Sesuai dengan latar belakang  di atas, untuk mengetahui perbedaan biaya awal pembangunan perkerasan kaku dan lentur maka tugas akhir ini mengangkat judul : ”Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Antara Lapis Perkerasan Lentur dengan Kaku Pada Ruas Jalan Bontang – Sangatta Kalimantan Timur”.

Page 73 of 111 | Total Record : 1106