cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS JALAN PADA JALAN PAHLAWAN SAMARINDA EDWIN, NORMAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.992 KB)

Abstract

Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting, tingkat pelayanan yang tidak stabil, dalam artian banyak terdapat hambatan pada ruas jalan khususnya pada jalan Pahlawan, Samarinda  sehingga menyebabkan kemacetan. kemacetan yang sering terjadi dijalan raya terutama pada jam - jam sibuk merupakan salah satu permasalahan yang timbul.             Hal ini yang menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan penelitian terhadap kapasitas, kelas hambatan samping dan tinjauan derajad kejenuhan pada jalan Pahlawan. Adapun dalam pembuatan Skripsi ini penulis mencoba untuk menghitung volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan derajat kejenuhan pada jam - jam sibuk terhadap jalan tersebut. dengan buku panduan MKJI 1997, Dasar - dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Samarinda  Dalam Angka dan data - data survey yang saya lakukan selama enam hari, maka dapat diketahui volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 30 Mei 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 2.166 smp/jam untuk kedua arah. Untuk kelas hambatan sampingtertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 6 Juni 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 1.660 untuk kedua arah, maka didapat kode VH (sangat tinggi) dari hasil tersebut. Dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90 untuk kedua arah.             Dilihat dari besarnya derajat kejenuhan pada jala Pahlawan Samarinda  pukul 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90, maka jalan tersebut melebihi batas maksimum yang diisyaratkan MKJI yaitu 0,85, dengan demikian derajat kejenuhan tersebut dapat dikategorikan tidak ideal karena melebihi angka 0,85, maka untuk penanggulangannya dilakukan dengan membuat khusus tempat parkir, trotoar tidak dugunakan untuk berjualan dan instansi berwenang melarang pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas.
ANALISA DIMENSI SALURAN DRAINASE JALAN BANGERIS KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RANDY, YUSUF
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.174 KB)

Abstract

Kota Samarinda merupakan daerah perkotaan yang sedang berkembang, sesuai fungsinya sebangai pusat pemerintahan wilayah Kalimantan Timur dan pusat perekonomian daerah, dan juga ibu kota Kalimantan Timur, seiring dengan perkembangan kota,terutama juga perkembangan daerah pemukiman dan perekonomian,seperti kota yang lainnya juga Samarinda mempunyai masalah padatnya pemukiman dan berkembang pesat nya jumlah penduduk, hal ini bersangkutan dengan infrastruktur pembangunan seperti drainase perkotan.Ada beberapa daerah di Samarinda yang merupakan daerah dataran rendah,danterlebih lagi cukup banyak nya daerah rawa dan sungai-sungai kecil di sebagian daerah di Samarinda yang juga tidak sedikit daerah rawa yang telah beralih fungsi menjadi daerah perumahan dan sungai-sungai yang menjadi dangkal karena banyaknya limbah penduduk yang menumpuk di dasaran sungai, bahkan banyak dari hutan yang telah di eksploitasi prusahaan asing beberapa menjadi lokasi pertambangan sehingga berkurang nya daerah yang menjadi tahanan air.Di Samarinda juga ada sungai yang cukup besar yaitu sungai mahakam yang telah membagi Samarinda sendiri menjadi dua yaitu Samarinda kota dan Samrinda seberang, salah satu permasalahan sistim drainase di daerah Samarinda adalah bagaimana membung air yang tertampung di daerah perkotaan ke sungai mahakam karena dataran rendah di daerah perkotaan yang menjadi pusat tertampung nya air sendiri banyak yang jauh dari sungai mahakam yang kemungkinan bisa menampung air yang tertampung di daerah perkotaan sendiri.Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan juga prusahaan produksi maka semakin banyak juga pembangunan yang akan di laksanakan di daerah Samarinda maka karna hal itu juga jumlah dan dimensi drainase di daerah Samarinda juga harus sesuai dan bertambah juga dengan menyesuaikan
ANALISA KINERJA GAYA DALAM PADA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN SNI 03-1726-2012 MENGGUNAKAN BANTUAN ETABS V 9.7.2 P P, ROBBY RIZKY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.919 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa asia (Trans Asiatic Earthquake Belt) sehingga sangat berpotensi mengalami gempa. Gempa bumi adalah getaran atau gerakan gelombang pada kulit bumi akibat dari pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi (lempeng bumi). Ada 2 pendekatan yang digunakan untuk memperhitungkan beban lateral (gempa bumi) yang bekerja pada struktur, yaitu secara statik ekivalen dan analisis dinamik ( respon spectrum atau time history ).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja gaya dalam pada struktur gedung bertingkat yang ditinjau berdasarkan drift, displacement dan base shear. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik response spektrum dengan menggunakan bantuan ETABS V 9.7.2. Sistem struktur yang direncanakan menggunakan sistem ganda yaitu dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan Dinding Geser.Nilai drift terbesar arah x adalah 10,75 mm dan yang terkecil adalah 0,12 mm. Sedangkan nilai drift terbesar arah y adalah 7,06 mm dan yang terkecil adalah 0,07 mm. Untuk nilai displacement terbesar arah x adalah 2,49 mm, dan nilai displacement terbesar arah y adalah 1,18 mm. Selanjutnya nilai base shear arah x dan arah y masing-masing sebesar 3323,911 kN dan 3873,630 kN. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisis respon spectrum pada arah X dan Y mengahasilkan Vdinamik lebih besar 0,85 Vstatik, gempa rencana memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai peraturan SNI 03-1726-2012.
STUDY PENJADWALAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI KOTA TARAKAN 40 UNIT AZHAR, FAISAL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.951 KB)

Abstract

Manajemen Konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapatdiaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi dikelompokan dalam 6M(Manpower, Material, Mechines, Money, Method and Market). Manajemen memang mempunyaipengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan bahwamanajemen terutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial karenasemua manager harus memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka dalammelaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yangmereka inginkan.Studi ini secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan Manajemen Konstruksi padaStudy Penjadwalan Pembangunan Rumah Layak Huni Kota Tarakan 40 Unit. Adapun analisadilakukan dengan cara pengupulan data dan studi literatur.Analisa pada studi ini meliputi penjadwalan proyek, penyusunan kegiatan pekerjaan,perhitungan kedepan ES dan EF, perhitungan kebelakang LS dan LF serta perhitungan jalurkritis. Dari beberapa analisa di atas dari pekerjaan start sampai dengan finish terdapat lintasankritis, disetiap pekerjaan selanjutnya tidak dapat dilaksanakan apabila pekerjaan sebelumnyatidak diselesaikan.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dengan menggunakan Precedence DiagramMethode (PDM) maka dapat disarankan bagi pihak Kontraktor Pelaksana untuk dapatmengontrol pekerjaan-pekerjaan agar tidak menghambat waktu pelaksanaan yang telahdirencanakan.
ANALISA MODEL MATEMATIS AKIBAT PENGARUH VARIASI FAKTOR REDUKSI BEBAN HIDUP PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS KHUSYENI, MUHAMMAD NUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.922 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki resiko tinggi terhadap kejadian gempa bumi.Untuk mengatasi hal tersebut perlu direncanakan struktur tahan gempa, seperti Sistem RangkaPemikul Momen Khusus, dan faktor reduksi gempa merupakan hal penting yang harus diperhatikandalam perencanaan struktur tahan gempa, maka dilakukan penelitian terhadap variasi faktor reduksibeban hidup menurut SNI 1727:2013. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh, hubungan danperubahan pada penulangan akibat variasi yang ditentukan. Model matematis struktur SRPMK padabeban gempa meliputi statik ekuivalen dan respons spectrum dengan bantuan program SAP2000,dan analisa regresi menggunakan bantuan program microsoft excel. Hasil pemodelan menunjukanpenurunan nilai gaya dalam yang tidak signifikan, gaya aksial = 0,63%, gaya geser = 0,002% danmomen lentur = 0,003%. Didapatkan model persamaan regresi pada gaya aksial(y=0,0001x+0,4846) (R2=0,067), gaya geser (y=0,0008x+0,6482) (R2=0,0394), gaya momen(y=0,0015x+0,2728) (R2=0,0304), maka semua nilai interpretasi dinyatakan Tidak Berkorelasi.Hasil perhitungan komponen struktur tidak mengalami perubahan kebutuhan tulangan.
PERENCANAAN GEOMETRIK PERSIMPANGAN BERSINYAL PADA JALAN SIRADJ SALMAN – JALAN ARGAMULIA DALAM – JALAN KAREL SASUIT TUBUN – JALAN PASUNDAN DI KOTA SAMARINDA H A, REZEKIAWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.517 KB)

Abstract

Titik pertemuan ruas di Kota Samarinda menjadi persimpangan empat lengan pada Jalan Siradj Salman – Jalan Argamulia Dalam – Jalan Karel Sasuit Tubun – Jalan Pasundan merupakan persimpangan yang banyak dilalui oleh kendaraan sepeda motor dan kendaraan ringan. Persimpangan ini pada jam-jam sibuk sering terjadi kemacetan banyak kendaraan yang melewati persimpangan ini karena daerah sekitar merupakan kawasan pemukiman dan ruas penyingkat untuk melakukan perjalanan. Persimpangan ini merupakan simpang tak bersinyal dan pada jam-jam sibuk ada beberapa warga yang mengatur arus lalulintas dipersimpangan ini, apabila tidak diatur maka mengakibatkan antar kendaraan saling berpautan (interlock).Maksud dari penelitian ini adalah merencanakan simpang bersinyal dengan lampu lalu lintas menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI’97) pada persimpangan pada Jalan Siradj Salman – Jalan Argamulia Dalam – Jalan Karel Sasuit Tubun – Jalan Pasundan.Berdasarkan hasil perencanaan simpang bersinyal didapat ;Perhitungan kinerja persimpangan adalah:Kapasitas-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam = 946,09 smp/jam-     Pendekat Timur = Jl. Pasundan= 744,23 smp/jam-     Pendekat Selatan= Jl. Siradj Salman= 931,32 smp/jam-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 657,38 smp/jamDerajat kejenuhan-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam = 0,799-     Pendekat Timur= Jl. Pasundan= 0,799-     Pendekat Selatan= Jl. Siradj Salman= 0,799-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 0,799-     Rata-rata = 0,799Tundaan Simpang-     Pendekat Utara= Jl. Argamulia Dalam= 30,200 detik/smp-     Pendekat Timur= Jl. Pasundan= 32,679 detik/smp-     Pendekat  Selatan= Jl. Siradj Salman= 33,798 detik/smp-     Pendekat Barat= Jl. KS. Tubun= 33,752 detik/smp-     Rata-rata = 32,607 detik/smpPerencanaan terdiri dari 4 (empat) fase dan total waktu lampu lalu lintas perfase 62 detik dengan waktu hijau adalah ;Pendekat Utara             = Jl. Argamulia                                    = waktu hijau 20 detikPendekat Timur                        = Jl. Pasundan                          = waktu hijau 16 detikPendekat Selatan          = Jl. Siradj Salman                   = waktu hijau 14 detikPendekat Barat                         = Jl. KS. Tubun                                    = waktu hijau 14 detik
PERENCANAAN FLOATING MARKET TANGGA ARUNG DI KOTA TENGGARONG Putra, Syafran Yulianto
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.297 KB)

Abstract

     Pasar adalah tempat dimana orang melakukan jual beli barang dagangan. Ada 2 jenis pasar pada umumnya salah satunya adalah pasar tradisional. Pada era sekarang pasar pun mempunyai karakter dan ciri khas pada pasar itu sendiri, dan salah satunya adalah pasar terapung. Pasar terapung adalah pasar yang memiliki ciri khas sendiri dimana bangunannya mengapung di atas permukaan air dan pedagang pun menjajakan barang dagangannya pada bangunan tersebut.     Floating Market Tangga Arung adalah perencanaan yang berada di Tenggarong, Kalimantan Timur berdiri kembali di tengah kota. Dalam upaya mendirikan pasar yang terletak di tengah kota agar pengunjung tidak jauh-jauh menjangkaunya. Floating Market ini dibangun tidak hanya untuk sebuah kawasan pasar, akan tetapi juga sebagai tempat wisata untuk menikmati indahnya sungai Mahakam yang terdapat di Tenggarong.
ANALISIS KAPASITAS DAN KEBUTUHAN PARKIR KENDARAAN BERAT DI KOMPLEK PERGUDANGAN KARANG ASAM ULU II KOTA SAMARINDA NOVAL ANGGAWI, SAID FARIZ
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.977 KB)

Abstract

Gudang adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan barang baik yang berupa raw material barang work in proces atau finished good. Dari kata gudang maka didapatkan istilah pergudangan yang berarti merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan gudang. Kegiatan di gudang  bagi perusahaan swasta beperan penting, mulai dari waktu kecepatan pengambilan barang sampai dengan waktu kecepatan penempatan barang, maka perlunya kendaraan untuk pengambilan dan penempatan barang.Penelitian ini bertujuan untuk pengaturaan parkir kendaraan berat yang ada dipinggir jalan, Komplek Pergudangan Karang Asam Ulu II dan merencanakan kebutuhan parkir 5 tahun kedepan.Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey langsung di lapangan untuk mendapatkan jumlah kendaraan yang parkir yaitu dengan mencatat kedaraan berat yang masuk dan keluar parkir di Komplek Pergudangan Karang Asam Ulu II sedangkan survey durasi lama menggunakan sampling bongkar muatan. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bawah kebutuhan parkir saat ini untuk truk kontainer 20 feet 180 petak, dan truk kontainer 40 feet 95 petak, petak yang ada di Komplek Pergudangan karang Asam untuk truk kontainer 20 feet 105 petak, dan truk kontainer 40 feet 40 petak, untuk merencanakan kebutuhan parkir 5 tahun depan truk kontainer 20 feet membutuhkan 189 petak, dan truk kontainer 40 feet 100 petak.
ANALISA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA UNDITA, BASUKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.189 KB)

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi merupakan kegiatan yang banyak menggunakan berbagai jenis peralatan, baik canggih maupun manual. Jenis peralatan ini dilaksanakan di lokasi yang terbatas luasnya dalam berbagai jenis kegiatan sehingga menyebabkan resiko tinggi  terhadap  kecelakaan.  Di  samping  peralatan,  berkurangnya  pengetahuan pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian dalam hal pengawasan K3 juga salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.Dari data PT Jamsostek Provinsi wilayah Kalimantan Timur, jumlah kasus kecelakaan kerja di Kalimantan Timur tahun 2011 sebanyak 621 kasus kecelakaan kerja, sedangkan sepanjang tahun 2013 telah terjadi kecelakaan kerja 1190 kasus dan berdasarkan data Agustus 2014 telah terjadi 1216 kecelakaan Kerja.           Dalam hal klasifikasi kondisi kerja ditemukan bahwa kecelakaan dengan alat pengaman tidak sempurna mencapai angka yang cukup dominan yaitu 78.87% dan kecelakaan dengan menggunakan peralatan tidak seharusnya mencapai 6.21%. Sementara untuk klasifikasi berdasarkan sumber kecelakaan dengan menggunakan mesin (press, bor dan gergaji) mendominasi angka 39.88% dan dengan perkakas kerja tangan mencapai 14.44% (Shaleh, 2009).Dilihat dari data kecelakaan yang ada, menunjukkan bahwa pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan yang beresiko tinggi terhadap kecelakaan. Banyak penyebab   kecelakaan   kerja   yang   sering   terjadi   dalam   pekerjaan   konstruksi mengurangi keberhasilan proyek tersebut. Penyebab utama kecelakaan kerja adalah kurang optimalnya pelaksanaan  K3,  sedangkan  penyebab  dasar  yang  sebenarnyaadalah   Mis   Management   yang   artinya   manajemen   tidak   melakukan   upaya pencegahan kecelakaan kerja seiring dengan kegiatan manajemen perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan dan implementasi K3 sangat penting untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meminimalisir korban jiwa dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebab usaha menyelamatkan kehidupan manusia juga merupakan tanggung jawab moral yang sangat mendasar dari semua pihak yang terkait terlepas dari tingkat pemahamannya terhadap aturan, besar kecilnya skala proyek ataupun jenis posisi jabatan yang diembannya pada proyek konstruksi. (Santoso, 2004) Pelatihan dan implementasi K3 dapat dilihat dalam suatu pendekatan sistem yaitu penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Karena pada prinsipnya kecelakaan kerja akibat perbuatan manusia (human error) bisa dicegah dengan pengawasan dan kualifikasi SMK3 yang diperketat oleh pengawasan dari pemerintah pusat maupun dinas. (Rifki, 2013)SMK3 merupakan sistem  yang lebih bertanggung jawab dalam berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera beserta bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. (Logawa, 2007). Sistem  manajemen ini juga merupakan suatu set elemen yang saling terkait yang digunakan untuk menetapkan kebijakan, sasaran dan pencapaian sasaran. Sasaran tersebut meliputi struktur  organisasi,  rencana  aktivitas  (termasuk  analisa  risiko  dan  penetapan objektif), tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya. SMK3 terdiri dari lima prinsip dasar acuan elemen yaitu kebijakan, perencanaan, penerapan dan operasi  kegiatan,  evaluasi  atau pemeriksaan  dan  tinjauan  manajemen  atau usaha tindakan perbaikan.Prinsip dasar SMK3 sebenarnya sudah ada dalam perundang-undangan sejak tahun 1970. Dalam peraturan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun
PERHITUNGAN WAKTU BIAYA MENGGUNAKAN PROGRAM MICROSOFT PROJECT METODE NETWORK PLANNING PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN SEI IDANT NOPELDI, ANTONIUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6300.282 KB)

Abstract

Kutai Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi kalimantan timur juga merupakan salah satu kabupaten yang memiliki penduduk yang sangat padat dan masih banyak sarana pelayanan masyarakat dalam hal ini yang masih banyak kurang memadai.dalam kaitannya, pemeritahan baik pusat maupun daerah berupaya meningkatkan sarana dan infrastruktur berupa jembatan sei idant sabagai sarana transportasi antar kampung di kabupaten kutai barat.dalam pelaksanaan perkerjaan pembangunan jembatan sei idant diperlukan tahapan-tahapan pelaksanaan perkerjaan konstruksi. salah satu resiko dalam proses konstruksi adalah mengalami kesulitan perkiraan, melalui beberapa tingkat kepastian, durasi bagian kerja ataupun sebagai usaha menentukan efisiensi terhadap metode - metode yang digunakan dalam penelitian ini.

Page 72 of 111 | Total Record : 1106