cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ANTARA METODE BOW DAN SNI PADA PEKERJAAN PERLUASAN GEDUNG LABORATORIUM BBPOM SAMARINDA NUR RAHMAN, RIZKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.884 KB)

Abstract

Keuntungan Finansial yang diperoleh Kontraktor tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila Penawaran Harga yang diajukan di dalam proses Lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar kontraktor akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan dibelakang hari oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pembangunan gedung dan bangunan dibilang konstruksi, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu analisa biaya konstruksi. Analisa biaya konstruksi yang selama ini dikenal diantaranya analisa BOW dan SNI. Dalam penyusunan harga satuan pekerjaan data – data yang mendukung diantaranya Gambar bestek, RAB Penawaran Kontraktor, RKS, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian. Dari perhitungan analisa harga satuan yang dilakukan didapatkan perbandingan harga satuan dengan metode BOW dan SNI. Dan menghasilkan anggaran biaya yang ekonomis dengan menggunakan metode SNI, yaitu sebesar Rp. 4,632,970,962,12 sedangkan hasil anggaran biaya dengan metode BOW, yaitu sebesar Rp. 5,966,499,130,10.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA (DR) TANA LIA DENGAN LUAS AREAL 750 HA, KABUPATEN TANA TIDUNG, PROVINSI KALIMANTAN UTARA RAHMA, LUTFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.751 KB)

Abstract

Tana Lia adalah wilayah di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan/penghasilan petani. Oleh karena itu, lokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam memenuhi kebutuhan air pada sector pertanian dengan system irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul. Penelitian ini menggunakan data primer dan skunder yang didapat dari data survey maupun data perhitungan, untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi – padi – palawija, kebutuhan air bersih untuk sawah, dan dimensi saluran diperlukan. Kebutuhan air irigasi untuk padi-padi-palawija adalah alternatif I ( Padi = 1,08 lt/dt/ha, Padi = 0,97 lt/dt/ha, Palawija = 0,46 lt/dt/ha). Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan air bersih untuk sawah 7,32 mm/hari. Dimensi saluran yang dibutuhkan : Saluran Primer A (b = 0,75m; h = 0,96m; H = 1,456m), Saluran Sekunder B1 (b= 0,75m; h= 0,74m; H= 1,240m), Saluran Tersier C1 Kr (b= 0,65m; h=0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C2 Kn (b= 0,60m; h= 0,55m; H= 0,854m), Saluran Sekunder B2 (b= 0,85m; h= 0,79m; H= 1,286m), Saluran Tersier C3 Kr (b= 0,65m; h= 0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C4 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m), Saluran Sekunder B3 (b= 0,90m; h= 0,84m; H= 1,340m), Saluran Tersier C5 Kr (b= 0,65m; h= 0,60m; H= 0,896m), Saluran Tersier C6 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m)
ANALISA EFEKTIFITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DI KOTA SAMARINDA (Studi Kasus Ruas Jalan Ir. H. Juanda Samarinda) FAHRIANI, NURLISA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.897 KB)

Abstract

Nurlisa Fahriani, Analysis of the Effectiveness of Crossing Bridges (JPO) in Samarinda City (Case Study Section Roads Ir. H. Juanda Samarinda).Supervised by Dr. Ir. H. Habir, MT and Ir. Eswan, ST., MT.The crossing bridge is one of the facilities provided for pedestrians, especially for those who will cross. The facility road due to footsteps, because pedestrians are compared to. But th reality on the ground shows that there are still many pedestrians when going across the road completely ignoring whereas the bridge, bridge facilities are available for pedestrians who will cross the road safely.This research was carried out in the July of 2018 on Ir. H. Juanda Samarinda, White Water Village, Kecamatan Samarinda Ulu, East Kalimantan Province. This study uses primary data collection methods, namely by direct survey to the field and disseminating questionnaire data and secondary data by collecting population data and location data. The analysis used in this study is based on Guttman Scale analysis of each mode based on the use of modes which use pedestrian analysis that will cross the road safety.From the result of this study on pedestrian bridges for pedestrian users on the road Ir. H. Juanda Samarinda, obtained the level of conformity with the Guttman Scale method, namely the effectiveness of the bridge crossing standard of conformity point above 50% that is equal to 67,2% and the effectiveness of the crossing bridge is included as effective criteria. So that it can be said the opinion of respondents stated more agree with the existence of the bridge crossing facility and the opinion of respondents who stated that they did not agree with the existence of the crossing bridge facility which amounted to 32,8%.
PERHITUNGAN STRUKTUR BENDUNG MEJANG DESA MIAU BARU KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR ISNAINI RACHMI, THIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.776 KB)

Abstract

Structure estimation step of weir starts by estimation the value of flood design in 25 years return period flood design is used to design the dimention of weir. weir dimention is used to calculate all kind of pressure which is work in this weir. Beside that, structure estimation of weir is also used to find the value of base reaction, maximum pressure, minimum pressure and moment ultimate by using SAP 2000 software which is calculated in three kind of water level conditions. They are Normal Water Level, Maximum Flood Water level, and Empty water level. And then, to find the weir’s safety factor in sliding, overtunig and piping, we anylized the stability of weir. The result of weir’s structure estimation are designe of water discharge 334,243 m³/second for flood design in 25 years return period. Hydrolic design used 334,243 m³/second for flood design in 25 years return period and the result are fixed weir type with round top point and Vlughter type for energy absorbers basin, height of weir is about 3 m, effective width of weir is about 15,69 m, radius of weir’s top point is about 0,70 m, length of  energy absorbers basin is about 10,54 m, length of downsteram floor is about 15.00 m and length of creep is about 45,75 m. Maximum stress is occured in maximum flood design condition, in SAP 2000 software, it’s called S11 stress, the maximum S11 stress is about 4222596,47 Kg/m2, minimum S11 stress is about -8062517,95 Kg/m2 and maximum base reaction is about 291759,31 kg. All safety analyzing is secure and compatible with safety factor. Base on the result of weir structure estimation above can be concluded that the dimention of weir from flood design in 25 years return period is capable to resist all pressures that consist in it and overall the weir condition is secure.
PERHITUNGAN STRUKTUR RIGID PAVENMENT / SEMENISASI PADA STA 51+450 s/d 59+800 PADA LOKASI PROYEK DESA TUANA TUHA KECAMATAN KENOHAN MENUJU DESA GUNUNG SARI KECAMATAN TABANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA ANTO, HERI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.04 KB)

Abstract

Jika perkerasan kaku telah mencapai akhir dari masa layannya, sehingga tidak mampu lagi untuk menahan beban lalu lintas yang berada di atasnya, maka ada dua pilihan untuk meningkatkan kemampuan perkerasan kaku tersebut, yaitu dengan rekonstruksi atau mengganti perkerasan tersebut dengan perkerasan beton yang baru, ataupun dengan pelapisan tambah (overlay) pada perkerasan beton yang sudah ada. Dengan adanya overlay diharapkan dapat meningkatkan masa layan dari perkerasan lama dan juga dapat menambah kapasitas struktur, mengurangi pemakaian peralatan untuk pemeliharaan atau maintenance, serta menghemat biaya.Pada tugas akhir ini akan dibahas perhitungan struktur pekerasan kaku dengan menggunakan Metode SNI, untuk data lalu lintas dan tebal perkerasan lama yang di ambil sama. Dari hasil perhitungan menggunakan metode SNI tersebut diperoleh parameter yang digunakan disetiap pelaksanaan dilapangan
PERHITUNGAN STRUKTUR RENCANA GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA AJI, HESTU PURNOMO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594 KB)

Abstract

At this time the construction of multi-storey building has become a top priority for both the private sector and government. It is very closely related to the limitations of available land and high land prices in major cities as a result of rapid population growth. The plan of University Rectoral Building of 17 Agustus 1945 in Samarinda has basic planning concept that relates directly to the knowledge in the field of civil engineering. In this thesis calculating rector building structure including with 13 basements by using the required regulations and applicable in Indonesia, such as: ISO 1727-2013 ISO 1727-2013 on Minimum Load For Designing Buildings and Other Structures, and ISO 2847-2013 on Requirements for Structural Concrete Building. From the calculation of the structure using two methods, namely Matrix and software tools SAP2000 obtained the greatest value from your bar = 96.653, Pu column = 28.751 tonnes. From the planning and calculations that have been done shows the dimensions and reinforcement of structural elements (beams, columns, plates and foundations) and plans figure of the structure of the Rectoral building.
PERKERASAN CAMPURAN ASPAL AC-WC DENGAN MATERIAL LOKAL RINALDI, HELMI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran aspal beton (AC-WC) adalah salah satu lapisan permukaan pada konstruksi perkerasan lentur jalan raya. Komposisinya terdiri atas : aspal, batu split, pasir dan abu batu. Split agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam campuran lapis aspal beton (AC) dalam menentukan daya dukung pada campuran . Aspal berfungsi sebagai bahan pengikat untuk menyatukan fraksi-fraksi agregat, namun diharapkan menyisakan rongga udara sesuai yang dianjurkan spesifikasi.  Laston sebagai lapis aus (AC-WC / Asphalt Concrete - Wearing Course) merupakan lapis yang mengalami kontak langsung dengan beban dan lingkungan sekitar, maka diperlukan perencanaan dari  beton  aspal AC-WC yang  sesuai  dengan  spesifikasi sehingga lapis  ini  bersifat kedap air,  tahan  terhadap cuaca,  dan  mempunyai stabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai stabilitas marshall, kelehan marshall dan parameter-parameter marshall.  Metode perhitungan analisa saringan, pemeriksaan agregat, pengujian keausan agregat, pengujian berat jenis dan penyerapan air dengan menggunakan metode marshall Spesifikasi Umum 2010 – Revisi 3 – Divisi 6 (Direktorat Jendral Bina Marga). Penulis membuat skripsi mengenai bahan lokal (Agregat Ex. Sambera Dan Ex. Anggana) sehingga penggunaan Agregat lokal Ex. Sambera dan Ex. Anggana dapat digunakan sebagai campuran aspal.
ANALISA SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH WILAYAH SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR RUDIN, KHAI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.27 KB)

Abstract

Kecamatan Sangatta Selatan merupakan kecamatan dari Kabupaten Kutai Timur yang belum semua tersedia sistem penyediaan air bersih sehingga masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat menggunakan sumur ataupun membeli baik dari depot air maupun membeli air bersih dari PDAM disanggata yang masih belum maksimal untuk menyuplai air bersih melalui sistem pemipaan yang disebakan oleh belum adanya anggaran untuk pemasangan instalasi pemipaan dan Kapasitas yang ada belum mampu untuk menyuplai air bersih sesuai kebutuhan dari seluruh kecamatan Sangatta Selatan. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis kebutuhan air bersih sampai pada tahun 2027 dan penggunaan pipa pada sistem penyediaan air bersih yang mampu melayani kebutuhan sampai pada tahun 2027. Penelitian ini menggunakan studi metode Aritmatik dan Geometrik untuk menghitung prediksi penduduk yang akan digunakan menghitung kebutuhan air. akhirnya dengan metode Hazzan Williams kita mendesain pipa distribusi hasil menunjukan Proyeksi jumlah penduduk tahun 2027 adalah 34.018 jiwa, total kebutuhan air normal sebesar 49,18 ltr/dtk sedangkan Debit Air Jam Puncak kebutuhan air sebesar 86,06 ltr/dtk dan debit ini masih dibawah debit dari kemampuan sumber air yang mencapai 240 ltr/dtk sedangkan Pipa utama yang digunakan dalam perencanaan sistem distribusi air bersih pipa diameter 300 mm.
PERENCANAAN RENTAL OFFICE DENGAN KONSEP ARSITEKTUR REGIONALISME DIKOTA SAMARINDA RAMADHANI, ARI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.269 KB)

Abstract

Rental Office dengan konsep Arsitektur Regionalisme adalah merencanakan sebuah bangunan atau wadah bagi para pengusaha yang tidak memiliki tempat berkantor. Pembangunan Rental Office di Kota Samarinda saat ini masih belum efektif dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang yang dapat menampung kegiatan di dalamnya. Lokasi yang akan direncanakan untuk Rental Office yaitu pada jalan R.E Martadinata Kota Samarinda sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda dimana untuk bangunan perkantoran swasta terletak di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Rental Office dengan Konsep Arsitektur Regionalisme tersebut dikaitkan dengan keselarasan dan kearifan lokal demi menjaga kelestaraian budaya setempat sesuai dengan filosofi gerakan Arsitektur Regionalisme.
STUDY ANALISA PERBANDINGAN DINDING PENAHAN TANAH TYPE BRONJONG DAN GEOTEKSTIL DENGAN TYPE KANTILEVER RUAS JALAN BATAS KOTA TENGGARONG – SP.3 SENONI – KOTA BANGUN STA. 3+500 PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NUR, ALFIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.735 KB)

Abstract

Dinding penahan tanah adalah sebuah struktur yang didesain dan dibangun untuk menahan tekanan lateral tanah ketika terdapat perubahan dalam elevasi tanah yang melampaui sudut geser dalam tanah. selain itu juga dimaksudkan sebagai usaha memperlancar fungsi bangunan disekitarnya agar tidak ada hambatan. Dilakukan analisa perbandingan dinding penahan tanah tipe Bronjong dan geotekstil dengan tipe kantilever, bertujuan untuk evaluasi bila ada kerusakan dengan dinding penahan tanah saat ini. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut : 1.Bagaimana perbandingan dinding penahan tanah type bronjong dan geotekstil dengan type kantilever dengan menggunakan metode coulomb dan rankine? 2.Dinding penahan tanah manakah yang lebih ekonomis. Untuk membatasi ruang lingkup yang terlalu luas, maka penulis membatasi masalah pada : 1.Menghitung kontrol stabilitas terhadap guling (Overturning), dan geser (Shear/Slidding). 2.Menghitung kontrol stabilitas keruntuhan terhadap daya dukung tanah. -Tidak membandingkan kekuantan dinding penahan tanah. Data yang di peroleh dari PT. CIPTA ARTHA BORNEO dari data hasil lap di dapat bobot isi tanah () =18,22, tanah kohesi (c) =1.63, sudut geser (φ) = 26,84° dapat dihitung dengan menggunakan metode coulomb dan rankine. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode rankine dan coulomb pada dinding penahan tanah tipe katilever di dapat stabilitas guling menurut rankine 3,212 > 2, stabilitas guling menurut coulomb 3,612 > 2. Stabilitas geser menurut rankine 2,019 > 2, stabilitas geser menurut coulomb 2,436 > 2 aman. Stabilitas keruntuhan menurut rankine 6,043 > 3, stabilitas kerntuhan menurut coulomb 6,345 > 3. Dan dinding penahan tanah tipe bronjong di dapat stabilitas guling menurut rankine 2,977 > 2, stabilitas guling menurut coulomb 3,164 > 2. Stabilitas geser menurut rankine 2,701 > 2, stabilitas geser menurut coulomb 2,871 > 2 aman. Stabilitas keruntuhan menurut rankine 10,540 > 3, stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas daya dukung tanah di dapat menurut coulomb 10,855 >3.

Page 75 of 111 | Total Record : 1106