cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
PRODUKTIFITAS KERJA ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH PROYEK PENGEMBANGAN DAN PERLUASAN STADION MADYA SEMPAJA SAMARINDA RACHMATULLAH, AJIE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.48 KB)

Abstract

Di masa sekarang ini pembangunan di negara kita semakin meningkat dan berkembang, terlebih dengan dilaksanakannya kebijakan pemerintah yaitu otonomi daerah, khususnya Kalimantan Timur yang membuat pemerataan pembangunan disegala bidang baik berupa pembangunan sarana umum seperti sarana olahraga seperti stadion maupun pembangunan-pembangunan yang bersifat pribadi seperti ruko, tempat penginapan (hotel), ataupun perumahan.Seperti diketahui bahwa kontur diwilayah Kalimantan Timur adalah merupakan daerah perbukitan dan rawa, sehingga dalam proses pembangunan di wilayah ini dibutuhkan batuan alat berat untuk menyiapkan lahan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Alat-alat berat yang dikenal dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan suatu pengerjaan proyek. Tujuan penggunaan alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu relatif yang lebih singkat. Alat berat yang umumnya dipakai didalam suatu proyek antara lain Buldozer, Excavator (alat gali) seperti Backhoe, Dump Truk dan lain-lain.Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat sehingga proyek tersebut berjalan dengan lancar. Kesalahan dalam memilih alat berat dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi yang menyebabkan biaya yang membengkak. Produktivitas yang kecil dan tanggung jawab yang dibutuhkan untuk pengadaan alat lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya yang lebih besar.
EVALUASI KAPASITAS SISTEM DRAINASE JALAN HARUN NAFSI KOTA SAMARINDA FABIANTO, DAVID
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.038 KB)

Abstract

Samarinda merupakan Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur. Secara geografis letak Kota Samarinda sangat strategis, karena menjadi titik simpul kota/kabupaten di sekitarnya, yaitu : Tenggarong, Bontang dan Sangata. Samarinda menjadi titik sentral jalur transportasi darat, laut dan udara, sehingga menjadikan Samarinda sebagai kota jasa, industri perdagangan dan pemukiman yang berwawasan lingkungan.Sebagai ibukota derasnya urbanisasi dan migrasi dari daerah lain telah memacu perkembangan pemukiman yang cenderung menyimpang dari konsep pembangunan yang berkelanjutan. Banyaknya kawasan-kawasan rendah (rawa, danau) yang semula berfungsi sebagai tempat penampung air serta bantaran sungai yang berubah menjadi pemukiman, ditambah dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai makin memperburuk kondisi ini.Dengan topografi Kota Samarinda yang banyak daerah elevasinya berada dibawah permukaan sungai menjadikan alasan kenapa sering terjadinya banjir di Kota Samarinda, tetapi sebenarnya bukan masalah topografi saja yang perlu di ketahui apa yang menjadikan banjir di Kota SamarindaPada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, karena air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang seiring dengan perubahan tata guna lahan tersebut. Disamping permasalahan banjir sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan, terdapat pula permasalahan saluran drainase Jalan Harun Nafsi khususnya daerah aliran sungai Karang Mumus yang menuju ke Sungai Mahakam sebagai outletnya,dimana kapasitas Sungai Mahakam pada umumnya mampu menahan debit banjir yang ada.Penanganan sistem drainase Kota Samarinda pada saat ini masih dilakukan secara parsial dan belum merupakan suatu sistem yang terpadu dan berkesinambungan. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi akibat perkembangan kota terhadap kapasitas drainase yang ada di Kota Samarinda. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi pemerintah Kota Samarinda dalam menentukan kebijakan-kebijakan daerah di bidang infrastruktur kota secara menyeluruh serta dapat mengantisipasi keadaan di masa yang akan datang.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH DAERAH LERENG PADA KOMPLEK GRAND SAMARINDA JALAN LETNAN JENDERAL SUPRAPTO KOTA SAMARINDA SUSANTO, EDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.714 KB)

Abstract

Dinding penahan adalah suatu bangunan yang dibangun untuk menahankeruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun ditempat dimanakemantapan tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri. Bangunan dindingpenahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yangditimbulkan oleh tanah urug atau tanah asli yang labil. Bangunan ini banyakdigunakan pada proyek-proyek : irigasi, jalan raya, pelabuhan, dan lain-lainnya.Dewasa ini di kota Samarinda sering terjadi bencana alam tanah longsorakibat pergeseran tanah. Bencana alam tersebut sering terjadi di daerah lerengyang di tinggali oleh sebagian masyarakat kota Samarinda. oleh karena itu untukmenjaga kestabilan lereng di komplek Grand Samarinda yang berada di daerahlereng di buatlah dinding penahan tanah.Metode yang digunakan dalam menganalisa stabilitas dinding penahantanah pada longsoran tersebut adalah dengan menggunakan metode Coulombdan juga Rankine, sedangkan metode yang digunakan dalam menganalisa dayadukung tanah yang terjadi menggunakan metode Terzaghi.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi dindingpenahan tanah adalah tinggi 3 meter dan lebar badan 0,5 meter, tebal plat 0,3.Stabilitas dinding penahan tanah aman terhadap guling dan juga aman terhadapgeser, sehingga tidak diperlukan pondasi tiang pancang.
UJI LENTUR BALOK BETON BERTULANG BENTANG 60 CM DENGAN BAHAN SPLIT PALU DAN PASIR MAHAKAM USMAN, ERWINSYAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.105 KB)

Abstract

Final Faculty of Civil Engineering Department of the University of August 17, 1945Samarinda.Normal concrete is concrete beams that have a weight of 2200 - 2500 kg / m3 usingnatural aggregates were broken or without broken.Concrete Beams Using a mixture of concrete reinforcement steel reinforcement plusseries ,. The reinforcement in the concrete prevents cracks making the concrete more ductile thanordinary concrete. The purpose of this study to determine the comparative value of the resultingflexural strength of normal concrete beams and concrete beams using reinforcement using coarseaggregate EX. Palu and fine aggregate from Samarinda Mahakam river.This study using the test method (Indonesian National Standard) SNI 4431: 2011 wereperformed in the laboratory using a maximum size of coarse aggregate is 30 mm. The sample usedfor normal concrete beams and concrete beams using reinforcing each using 18 samples and thetotal number of samples is 36 samples.From the test results of concrete beam flexural strength of normal at 28 days averagevalue of flexural strength (f'cr) was 43.556 Kg / cm² or 4.356 MPa. Flexural strength testing usingiiia reinforced concrete beam at 28 days the value of the average flexural strength (f'cr) is 92.000 kg/ cm2 or 9.200 MPa.
ANALISA SISTEM DRAINASE JALAN DAYUNG KECAMATAN SANGATTA UTARA RAMDANI, ASEP RAHMAT
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.817 KB)

Abstract

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu kabupaten di ProvinsiKalimantan Timur yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kutai berdasarkanUU Nomor 47 Tahun 1999, tentang Pemekaran Wilayah Provinsi dan Kabupatenyang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 Oktober 1999.Kabupaten Kutai Timur terbagi menjadi 18 (delapan belas) kecamatan dan135 desa, dengan Sangatta sebagai ibu kota kabupaten. Jalan Dayung sendiriterletak di desa Teluk Lingga Kec. Sangatta UtaraPermasalahan banjir di Kota Sangatta khususnya pada Jalan Dayung yangterjadi hampir setiap tahun pada musim hujan menjadi perhatian yang perlu segeradiatasi. Banjir yang terjadi di Jalan Dayung bukan hanya menyebabkanperumahan dan pemukiman tergenang, tetapi juga merusak fasilitas pelayanansosial ekonomi masyarakat dan prasarana publik. Kerugian semakin besar jikakegiatan ekonomi dan pemerintahan terganggu. Terjadinya serangkaian banjirdalam waktu relatif pendek dan terulang tiap tahun, menuntut upaya lebih besarmengantisipasinya, sehingga kerugian dapat diminimalkan.Adanya permasalahan banjir di Jalan Dayung yang hampir terjadi setiaptahun pada musim penghujan ( bahkan terjadi lebih dari satu kali dalam setahun)disebabkan sarana utilitas tidak bekerja dengan baik, perubahan tataguna lahan,resapan air yang semakin berkurang akibat banyaknya pembangunan perumahanpemukiman baru, drainase yang mengalami kerusakan dan sendimentasi sertasaluran pembuang yang tidak dikelola dengan baik, dengan demikian aksesbilitasaliran air permukaan di Jalan Dayung sangat rendah maka perlu adanya analisapada sistem drainase Jalan Dayung untuk membantu mengatasi permasalahanbanjir tersebut.Dalam meninjau masalah tata air sitem drainase berupa jaringan air yangberfungsi mengendalikan atau mengeringkan kelebihan air permukaan di suatuwilayah yang berasal dari air hujan lokal sehingga tidak mengganggu aktifitasmasyarakat dan memberikan manfaat bagi kehidupan orang banyak
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SALURAN DRAINASE PADA KOMPLEKS PERUMAHAN CARPOTEK KOTA SAMARINDA SITANGGANG, KIRMAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.341 KB)

Abstract

Secara  umum,  drainase  didefinisikan  sebagai  serangkaian  bangunan  air yang berfungsi mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan sehingga kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Sistem jaringan drainase yang memadai harus dimiliki oleh sebuah kota yang berkembang dan berkelanjutan sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas  yang tinggi tidak menimbulkan permasalahan genangan air maupun limpasan air yang disebabkan oleh debit air yang berlebihan. Kurangnya pemeliharaan bangunan-bangunan drainase berdampak terhadap fungsi dari saluran drainase sehingga terjadi pendangkalan saluran.Berdasarkan latar belakang tersebut diperlukan dasar penanganan saluran drainase dengan perencanaan sistem drainase yang memenuhi standar. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui besarnya debit banjir  yang ada dengan  melakukan evaluasi kapasitas saluran dan menentukan dimensi saluran drainase kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.Penelitian ini dilakukan bulan April 2016 pada 19 saluran drainase di Kompleks Perumahan Prevab Kota Samarinda. Data yang diperlukan adalah data primer hasil survey di lokasi penelitian dan data sekunder seperti  data curah hujan,  peta  topografi,  dan  kependudukan.  Data  curah  hujan  yang  digunakan adalah curah hujan harian maksimum stasiun Temindung Kota Samarinda. Data curah hujan tersebut dianalisis dengan metode Log Person III dan Gumbel kemudian di uji kesesuaian distribusi untuk memilih hasil terkecil yang diterima.Berdasarkan evaluasi saluran drainase yang ada di kompleks perumahan tersebut  sebagian  besar  saluran  berfungsi  dengan  baik,  akan  tetapi  perlu dilakukan normalisasi pada seluruh saluran drainase yang disebabkan oleh sedimentasi  dan  limbah  penduduk.  Kemudian  untuk perencanaan  ulang perlu dilakukan terhadap dimensi saluran drainase seperti pada Jalan Angklung, Jalan Gitar, Jalan Kecapi. Jalan Piano, dan Jalan Harpa. Perencanaan ulang tersebut diusahakan agar tidak terlalu mengubah lebar dan kemiringan dinding saluran, tetapi merubah kedalamannya karena keterbatasan lahan merupakan pertimbangan utama dalam hal ini.
ANALISA DIMENSI SALURAN DRAINASE JALAN GAJAH MADA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR AWANG, AGUSTINUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.104 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang muncul dan memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan penataan kota. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai Kota Tepian, maka perlu adanya penataan di sekitar kawasan sungai-sungai yang ada di wilayah Kota Samarinda dan Kegiatan konservasi Sumber Daya Air untuk mempertahankan fungsi dan nilai, dengan cara mempertahankan fungsi kawasan lindung / sempadan, pengawetan air danpengelolaankualitas air.Program pengendalian banjir Kota Samarinda sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun dari Pemerintah Pusat. Sasaran yang hendak dicapai dari program tersebut adalah cukup jelas untuk pengendalian banjir Kota Samarinda.Pada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, karena air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang seiring dengan perubahan tata guna lahan tersebut. Disamping permasalahan banjir sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan, terdapat pula permasalahan saluran drainase Jalan Sutami khususnya yang menuju ke Sungai Mahakam sebagai outletnya,dimana kapasitas Sungai Mahakam pada umumnya mampu menahan debit banjir yang ada.Berdasarkan hasil survey yang saya teliti di Jalan Gajah Mada yang merupakan jalan utama menuju Kota Samarinda bahwa, daerah tersebut sering terjadi banjir dan juga jumlah rumah-rumah penduduk dan perkantoran di daerah tersebut semakin padat sehingga mengakibatkan kurangnya saluran drainase dan daerah resapan air
ANALISA TINGGI MUKA AIR DAN DEBIT SUNGAI KARANG MUMUS KOTA SAMARINDA TRIYATNO, GADING
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.875 KB)

Abstract

AbstrakSungai adalah aliran air yang mengalir secara terus – menerus dari hulu menuju hilir. Pada bagian muara sungai Karang Mumus, sirkulasi air di dominasi oleh pasang surut. Pasang surut merupakan gaya penggerak utama sirkulasi air.Analisa tinggi muka air dan debit sungai Karang Mumus kota Samarinda di gunakan untuk mengetahui tinggi muka air dan debit air sungai Karang Mumus di bagian hilir.Dalam penelitian di gunakan metode phytagoras untuk menentukan panjang lintasan dan metode apung untuk menentukan debit.Tinggi muka air selama penelitian sangat bervariasi. Tinggi muka air HHWL 220 cm, tinggi muka air MHWL 185.30 cm, tinggi muka air MSL 96.8 cm, tinggi muka air LLWL 29.5 cm dan tinggi muka air MLWL 35.8 cm. Hasil debit air pada saat pengamatan di pengaruhi oleh kecepatan aliran dan luas penampang. Debit air minimum dan maksimum yaitu 4.54 m3/detik dan 14.58 m3/detik. Hasil debit air yang di pengaruhi oleh pasang surut, kecepatan aliran dan luas penampang. Debit total HHWL 97.95 m3/detik, debit total MHWL 82.03 m3/detik, debit total MSL 38.04 m3/detik, debit total LLWL 6.64 m3/detik, debit total MLWL 9.17 m3/detik.
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNGAN SALURAN DRAINASE SIMPANG EMPAT JALAN RINGROAD – JALAN PANGERAN SURYANATA DI KOTA SAMARINDA YUNAN, HENDRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.369 KB)

Abstract

Kota Samarinda adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan daerah perkotaan padat penduduk dan menjadi pusat pemerintahan serta pusat perekonomian daerah. Seperti kota besar lainnya, Kota Samarinda mengalami bertambahnya jumlah penduduk akibat urbanisasi sehingga banyak terjadi pembangunan pemukiman dimana-mana.Kota mengandung 4 hal utama, yaitu tersedianya fasilitas perdagangan bagi penduduk, tersedianya lahan usaha bagi penduduk, terbukanya kemungkinan muncul usaha bagi penduduk, dan adanya kegiatan industry. Keempat hal tersebut merupakan daya tarik kota terhadap wilayah-wilayah disekitar. Sebagai akibat dari daya tarik kota tersebut menyebabkan penduduk disekitar wilayah kota mencoba beraktifitas untuk menenuhi kebutuhan hidupnya di kota. Seperti kota besar lainnya, Kota Samarinda mengalami bertambahnya jumlah penduduk akibat urbanisasi.Hal ini menyebabkan banyak resapan yang berubah fungsinya. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir. Fenomena kejadian banjir di Kota Samarinda ini tidak hanya terjadi pada saat musim penghujan namun pada saat hujan dengan durasi 3 jam saja sudah dapat mengakibatkan banjir. Berbagai upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota ternyata belum optimal dalam mengatasi masalah banjir.Salah satu daerah rawan banjir di Kota Samarinda adalah Simpang Empat Jalan Ringroad – Jalan pangeran Suryanata saat ini berkembang pesat terutama sebagai daerah pemukiman.Hal lain yang melatarbelakangi pentingnya mengangkat topik penelitian yang berjudul “Kajian Kapasitas Daya Tampung Saluran Drainase Simpang Empat Jalan Ringroad – Jalan pangeran Suryanata di Kota Samarinda”
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN TIPE PRECAST PRESTRESS SUNGAI LONG SEMAMU KABUPATEN MALINAU BARI, EDUARDUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.577 KB)

Abstract

Prestress concrete bridge is one kind of bridge that can be used to connect the mainland edge to further inland, but the effective capabilities of precast prestress bridge span is from 30 meters to 60 meters, so the existence of the bridge of this type encountered in the span - long span.Bridge in Long Semamu River Planned with the type of precast prestress that will be able to accommodate the volume of vehicles and combination of the load acting on the bridge include permanent action, while the action and environmental action.Precast prestress bridge structure calculation using SNI T-02-2005 regulation on loading on the bridge. Overview calculation includes the calculation of the upper structure consisting of poles parapet, sidewalk, tread plate, the vehicles floor, prestress concrete beams and the bottom structure consisting of abutments, pier, wing wall, and foundation.From the calculations, the reinforcement needs of each structural element is varies, from a diameter of 13 mm to 32 mm. For construction of foundation used type of pile with a diameter of 40 cm and depth of 14 m for abutments, and 19 m for pier.

Page 74 of 111 | Total Record : 1106