cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA PARKIR KENDARAAN DI MALL SAMARINDA SQUARE KOTA SAMARINDA NI, RA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10176.653 KB)

Abstract

ABSTRAKSamarinda Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda. Ruang parkir untuk pengunjung sudah disediakan dari awal pembangunan area mall namun pada kenyataannya ruang parkir tersebut belum mampu menampung kebutuhan ruang parkir. Studi ini bertujuan untuk menganalisa ketersediaan ruang parkir dengan kapasitas yang memadai dengan cara optimasi ruang dan tarif. Tahapan yang dilakukan meliputi: perhitungan kapasitas standar parkir, perhitungan kebutuhan parkir saat ini dengan selisih grafik kumulatif, optimasi ruang dan tarif, serta prediksi masa depan. Samarinda Square memiliki 7 area parkir, antara lain: 4 lahan parkir mobil dan 3 lahan parkir sepeda motor. Pada jam puncaknya, beberapa area parkir mobil dan motor memang mengalami kekurangan ruang parkir. Dengan 383 SRP motor dan 137 SRP mobil. Untuk kebutuhan 5 tahun kedepan kebutuhan ruang parkir tidak mencukupi dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 1079 SRP. Penerapan tarif progresif dapat dilakukan agar pengunjung tidak berlama-lama memarkirkan kendaraannya sehingga kapasitas yang ada dapat bertambah. Penataan area parkir Samarinda Square dengan optimasi ruang dan tarif harus didukung juga dengan sistem manajemen parkir yang ada.
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN SAMARINDA-BONTANG MENGGUNAKAN MODEL LOGIT-BINER-SELISIH RIYANI, NOVA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.837 KB)

Abstract

Pemilihan moda transportasi memiliki peran yang penting dalam sebuah perencanaan sytem transportasi. Hal ini di karenakan pentingnya mengetahui karakteristik serta perilaku pengguna moda dalam memilih moda transportasi. Keadaan ekonomi serta tingkatnya biaya operasional, perusahaan angkutan umum meningkatkan kualitas pelayanan baik dengan fasilitas yang disediakan untuk dapat bersaing dengan angkutan lainnya.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna moda, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pemilihan moda, serta memperoleh model pemilihan moda yang dapat menjelaskan perilaku pelaku memilih moda, khususnya pennguna moda Angkutan Umum (bus) dan Mobil sewa di area Terminal Lempake untuk melakukan perjalanan Samarinda-Bontang. Data diperoleh dari kuesioner yang didesain dengan teknik stated preference, kemudian di uji statistik menggunakan SPSS 21, 2016, dan diolah untuk mendapatkan model pemiliha moda. Model pemilihan moda yang digunakan adalah model logit-biner-selisih.Dari hasil uji statistik di ketahui bahwa variable jumlah perjalanan dalam 1 tahun, pekerjaan pengguna moda bus didominisikan oleh mahasiswa dengan presentase 68,89%, mobil sewa didominasikan karyawaan swasta dengan presentase 46,67%. Jenis kelamin pengguna moda bus didominisikan kepada perempuan dengan presentase 62,22%, sedangkan pengguna mobil sewa penumpang laki-laki dengan presentase 55,56%. Latar belakang/alasan pengguna bus didominisikan oleh alasan faktor kenyamanan dengan presentase 26,22%, sedangkan  untuk pengguna mobil sewa memilih faktor kecepatan/waktu dengan presentase 33,33%. Tujuan berangkat pengguna bus berlibur/rekreasi dengan presentase 71,11%, Sedangkan pengguna mobil sewa bisnis/bekerja dengan presentase 57,78%. Biaya perjalanan pengguna bus didominisikan dengan biaya Rp. 40.000/orang dengan presentase 60,00%, Sedangkan pengguna mobil sewa didominisikan dengan biaya Rp.75.000/orang dengan presentase 73,33%. Waktu untuk menuju terminal pengguna moda bus dengan waktu 21-30 menit dengan presentase (68,89%),  Sedangkan pengguna mobil sewa waktu untuk menuju terminal 21-30 menit sebesar (60,00%). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan untuk pengguna moda bus didominasikan dengan 3 jam waktuu perjalanan dengan presentase (80,00%), Sedangkan untuk pengguna mobil sewa didominasikan dengan 2,5 jam waktu perjalanan dengan presentase (51,11%).Probabilitas (proposi) orang akan menggunakan angkutan umum (bus) sebesar 96,3%, sedangkan probabilitas (proposi) orang akan menggunakan Mobil sewa sebesar 3,7%. 
“ANALYSIS OF HEADWAY TIME DISTRIBUTION AND VEHICLE GAP” (Case studi intersection 3 muara badak kutai kartanegara) JAYA, IRFAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.219 KB)

Abstract

Traffic is a means of moving from one place to another. Therefore traffic is an important problem. If traffic flow is disrupted or congestion occurs. The mobility of the community will also experience disruption. These disturbances will have a negative impact on the surrounding community.This research took place at intersection 3 muara badak kabupaten kutai kartanegara. Calculation analysis using travel time method. travel clock method and headway method to calculate headway time distribution.Based on the calculation of the maximum headway time of four–wheeled vehicles at the intersections samarinda-bontang it reaches 2.69 seconds and the average is 20 minutes for 1 hour, maximum time headway for four-wheeled vehicles at intersections muara badak-samarinda it reaches 2.38 seconds and the average is 20 minutes for1 hour, maximum time headway for four-wheeled vehicles at intersections bontang-muara badak it reaches 4.9 seconds and the average is 20 minutes for 1 hour.From these calculation it can be  concluded in the medium category.
STUDY PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT MEDIKA UTAMA SETIARA BALIKPAPAN ALI, RABA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.153 KB)

Abstract

Raba Ali, Struktur adalah susunan bagian gedung yang mampu menahan beban konstruksi utama yang disalurkan dari beban struktur atas ke struktur bawah tanpa memperhatikan apakah struktur tersebut terlihat atau tidak terlihat.Dalam perencanaan Pembebanan Struktur Gedung Mengacu Pada Peraturan SNI 1727-2013, Jenis Pembebanan Gedung Yang Digunakan yaitu Beban Mati, Beban Hidup, Beban Angin. Dan Perencanaan Struktur Beton Bertulang Mengacu Pada SNI 2847-2013.Analisis Perhitungan Struktur menggunakan Metode Matrik dan Bantuan Program SAP 2000 V.14, untuk mendapatkan hasil Momen Desain Lentur, Momen Gaya Geser dan Momen Aksial, untuk dapat merencanakan Desain penulangan Plat Lantai, Penulangan Balok dan Penulangan Kolom pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Medika Utama Setiara Balikpapan.  
ANALYSIS OF CAPACITY BUILDING AND HEADLOSS ON RAW WATER PIPELINENS FOR WATER TREATMENT PLANTS WTP OF GUNUNG LIPAN AT PDAM KOTA SAMARINDA UDDIN, KAHAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.798 KB)

Abstract

Incrased development along with increasing population growth has led to increased demand for clean water in the Regional Service Zone IV at PDAM Kota Samarinda, so it demands an increase in performance from all aspects, both operational, administrative, and financial aspects. For operational aspects, one of them increasing the production capacity of Water Treatment Plants (WTP). In the IV Area Service Zone there are three WTP which the distribution pipeline network is interconnected. That is WTP Gunung Lipan, WTP Unit 3 Samarinda Seberang dan WTP Palaran with total production capacity of 456,24 L/s. Based an a number reasons WTP Gunung Lipan the most potential to increase production capacity. And the question is what is the production capacity of WTP Gunung Lipan in the next ten years and how much headloss on the raw water pipeline from the intake to WTP right now and the next ten years. Population growth is the basic for planning in determining the amount of clean water needs for the next years. By using arithmetic and geometry methods the population in the year of the plan can be estimated or projected. The calculation of planning for clean water needs is based on the criteria set by Ministry of Public Works Regulation in 1998 which consist of domestic and nondomestic needs. By knowing the amount of need for clean water in the Area IV Service Zone and production capacity of the WTP Gunung Lipan, than the raw water debit (Q) can be obtained. Calculation headloss on the raw water pipe from Intake to WTP based on raw water discharge and pipeline network conditions. The steps taken are calculation of flow velocity (v), minor headloss and major headloss(HL) calculation. Based on the resuts of the analysis and calculation, the production capacity of the WTP Gunung Lipan was obtained from 307,17 L/s in 2018 to 547,006 L/s in 2028. Headloss on the raw water pipe network from the Intake to WTP in 2018 for pumps with a capacity of 110 L/s are 0,878 m, for pumps with a capacity of 220 L/s of 1,597 L/s and the operation of two or three pumps with capacity of 312 L/s headloss of 1,886 m. Lead headloss on the raw water network in 2028 for pumps with capacity of 300 L/s of 2,338 m and the operation of two pumps units with a capacity of 554,7 L/s headloss of 3,299 m
STUDI PEMILIHAN TIANG PANCANG GEDUNG KULIAH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA FITRIAN, INSAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.818 KB)

Abstract

Dalam usaha untuk mencapai Pembangunan Nasional di Indonesia pada saat ini banyak kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seperti bangunan gedung, perumahan, jalan, dan jembatan. Dengan meningkatnya pembangunan ini maka semakin terasa kebutuhan sarana dan prasarana sebagai perwujudan dari pembangunan itu sendiri.Dengan adanya otonomi daerah, maka kegiatan pembangunan semakin meningkat dan terus berlangsung sehingga dapat terlihat hasil nyata dari pembangunan tersebut, hal ini dapat kita lihat pada beberapa daerah kabupaten hasil pemekaran terutama pada Provinsi Kalimantan Timur dimana setiap daerah pada saat ini sedang giat-giatnya membangun, baik pembangunan fisik maupun sarana penunjang lainnya.Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Samarinda adalah salah satu yang ada di Samarinda, Ibukota provinsi Kalimantan Timur. Dimana pada saat ini sedang melaksanakan pembangunan beberapa gedung sebagai penunjang di dalam pelayanannya.Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang semakin pesat beberapa tahun terakhir ini khususnya di Kalimantan Timur, telah membawa perubahan kebutuhan dan permintaan akan pelayanan Pendidikan yang semakin meningkat, termasuk kebutuhan akan sarana Pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Adanya kebutuhan yang meningkat disertai dengan kebutuhan akan sarana Pendidikan yang semakin modern, lengkap, canggih, dan Pendidikan yang kompak / terpadu dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka Universitas 17 Agustus 1945 Fakultas Hukum telah memulai pembangunan guna pencapaian hal tersebut dan pada saat ini telah memulai pembangunan guna pencapaian hal tersebut dan pada saat ini telah dimulai pembangunan gedung Fakultas Hukum dengan tiga lantai. Lokasi pembangunan ini terletak di jalan Ir. H. Juanda, Areal Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, untuk itu penulis tertarik untuk mencoba menganalisa perencanaan Pondasi Tiang Pancang Beton menggunakan Franki Pile pada proyek pembangunan tersebut di atas.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI DI KAWASAN PASAR PAGI KOTA SAMARINDA ( Studi Kasus : Jalan Jend. Sudirman – Jalan Kh. Kholid ) MUKAROM, MAX
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.565 KB)

Abstract

Transportation is a movement that can be the movement of people, goods, and information from one place to another safely, comfortably, quickly, and in accordance with the environment to meet the needs of human life. Basically, pedestrian traffic performance is expressed in a manner similar to the expression of vehicle traffic performance with flow, speed, and interconnected density. This study was conducted to determine the characteristics of pedestrians, how the relationship between speed (speed), flow (flow ), density (density), in the region. In addition to know the capacity and Level Of Service (LOS).                Research method in this research use survey method and analysis method. Survey method that is by using manual technique in observation and collecting data in field. From the survey results in the field obtained data on the number of pedestrians, pedestrian travel time and the width of the pedestrian path. While the method of analysis that is by using Greenshields method. based on the magnitude of the current and the amount of pedestrian space (pedestrian) for pedestrians at the largest 5-minute intervals and matched to field conditions.                From the calculation results it is concluded that in segment A has a large current value than the other segments, with currents of 11.6556, 12.1854 and 12.8477 pedestrians / min / m. and space value due to narrowing of lines 1.8193, 1.8534 and 1.5288 m2 / pedestrians in the "D" category shows that pedestrian facilities in the morning market area have not been able to accommodate the number of existing pedestrians. So it is necessary to rearrange the area
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN BETON CAST IN SITU DENGAN PRE CAST STUDI KASUS : PENGENDALIAN BANJIR SISTEM LOA JANAN DAN RAPAK DALAM SAMARINDA SULISTIO, JOKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.917 KB)

Abstract

In the implementation of a construction there are several alternatives in its implementation which are used as cast in situ concrete which in its construction is planned in advance, all concrete work is designed manually by assembling reinforcement in the building made. While concrete pre cast (fabrication) is produced from the production process where the manufacturing location is different from the location where the structural elements will be used. This study aims to compare the cost and execution time of a concrete cast in situ precast with the Flood Control System for Loa Janan and Rapak Dalam Systems using data such as image data, material prices, wages and equipment. And from the results of the calculation analysis, the results of the concretion on the project are obtained that the concrete in situ requires 138 days with a total cost of Rp. 1,277,041,400.00, and the pre cast concrete takes 140 days with a total cost of Rp. 1,285. 503,600.00 So that from this research, the comparison result is that the implementation of cast in situ concrete is considered cheaper and more efficient with a cheaper price ratio of Rp. 8,462,629.65 and 3 days faster time for flood control work for Loa Janan and Rapak Dalam systems.
Analisa Tebal Perkerasan Beton Semen dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pada Ruas Jalan Rengas – Kaubun Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur MASSA, SEPRIANUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.547 KB)

Abstract

Seiring dengan cepatnya laju pertumbuhan ekonomi maka berjalan pula kesinambungan di beberapa bidang yang paling dominan adalah transportasi darat berupa jalan raya. Perkembangan teknik jalan seiring dengan perkembangannya teknologi yang ditemukan manusia, jenis perkerasan jalan yang telah dikenal adalah perkerasan kaku, perkerasan lentur dan perkerasan komposit, Adapun dalam skripsi ini membahas perkerasan lentur . Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya.
ANALISA PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP PERHITUNGAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PRASARANA PENDUKUNG PERTANIAN DESA SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA KUTAI KARTANEGARA PUTRA, SEPTIAN MAHENDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.195 KB)

Abstract

Seiring dengan gencarnya program pemerintah untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur antar wilayah, maka pemerintah melalui berbagai kebijakan membuat berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah dengan program “Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah” (PISEW) yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan yang berbasis sumber daya lokal. Hal tersebut memicu harusnya membangun infrastruktur secara cepat dan dengan tata kelola yang serius agar dapat mencapai hasil yang diinginkan oleh pemerintah. Pelaksanaan proyek dilaksanakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara, dalam hal ini pelaksana ingin mengetahui besaran perhitungan biaya pada akhir waktu pelaksanaan pekerjaan secara detail dan seberapa besar  persentasi keuntungan terhadap nilai kontrak yang didapat pada akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal ini metode Earned Value sangat cocok digunakan sebagai alat analisa untuk mendapatkan hasil perhitungan dengan detail. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa biaya aktual pada akhir waktu pelaksanaan proyek tersebut sebesar Rp. 1.049.263.386,05 dan persentasi keuntungan pelaksana pada akhir waktu pelaksanaan proyek tersebut adalah 3,80% dengan ditunjukannya hasil perhitungan CPI (Cost Performance Index) sebesar 1,04 > 1 yang artinya kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari pada perencanaan atau biaya pengeluaran lebih kecil dari biaya anggaran rencana

Page 80 of 111 | Total Record : 1106