cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN BHAYANGKARA DAN RUAS JALAN SEKITARNYA TERHADAP BANGUNAN PLAZA MULIA DI KOTA SAMARINDA HANDIYONO, DEDY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda sebagai kota sentral ekonomi di provinsi Kalimantan timur adalah kota yang mempunyai perkembangan yang tumbuh dengan pesat, oleh karena itu maka pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana kota untuk menunjang kelancaran dari pertumbuhan kota Samarinda itu sendiri. Dalam hal perkembangan kota yang paling menonjol dan pesat perkembangannya adalah pusat perbelanjaan. Di kota Samarinda sedikitnya terdapat lima pusat perbelanjaan yang kesemuanya masuk dalam kategori pusat perbelanjaan besar.  Salah satu dari pusat perbelanjaan yang ada dipusat kota Samarinda adalah Plaza mulia yang merupakan salah satu tempat penjualan barang dan jasa terpadat dikota Samarinda Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :Mengukur dan membandingkan kinerja lalu lintas pada ruas jalan yang diperkirakan terpengaruh oleh sesudah adanya Plaza Mulia dan sebelum adanya Plaza Mulia. Memberikan solusi – solusi penanganan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi masalah – masalah lalu lintas yang terjadi di jalan sekitar pusat kegiatan Plaza Mulia.Memprediksi tarikan perjalanan yang terjadi akibat adanya Plaza Mulia.
ANALISA STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH PADA KEGIATAN PEMBANGUNAN JALAN POROS TRANS KALIMANTAN STA 08 + 470 KABUPATEN KUTAI BARAT ABIDIN, ZAINAL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of several landslide points on the trans Kalimantan has caused the transportation facilities to be slightly obstructed, and the risk of interruption of roads which can cripple transportation facilities. to realize safe, comfortable, and durable construction on the slope area, an analysis of the level of slope security in its planning is needed. The level of safety of a slope is influenced by several factors, including the slope factor and the load acting on it. Slope conditions with large loads and steep slopes can cause landslides. Building slope reinforcement construction, Soil strengthening on slopes that is often used as a solution to avoid landslides is the construction of retaining walls. In general there are several methods in analyzing slope stability, in this case the author uses the rankine and coulomb methods to calculate the soil support stability and active and passive soil pressure. because this method can be applied to land with geographical conditions on the island of Kalimantan which has many steep cliffs and cliffs.
ANALISA TINGKAT RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA KEGIATAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM BBPOM SAMARINDA Arisandi, Muhammad Indra
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kegiatan konstruksi yang memiliki berbagai macam risiko salah satunya adalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembangunan gedung BBPOM Samarinda merupakan pekerjaan konstruksi baja bertingkat 4 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, membutuhkan alat-alat berat, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap bahaya kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, analisa risiko K3, perhitungan tingkat risiko K3, urutan analisa risiko K3, dan rekomendasi risiko K3. Teknik pengumpulan data antara lain data primer berupa observasi,wawancara,kuesioner, dan data sekunder berupa data kontraktor dan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko K3 sesuai dengan Peraturan Menteri  Pekerjaan Umum Tahun 2014 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Dari hasil penelitian disimpulkan teridentifikasi 20 risiko dari 8 kegiatan konstruksi baja, pada perhitungan tingkat risiko didapat 3 variabel risiko yang tinggi yaitu variabel baja jatuh kebawah (ke arah pekerja) pada jenis kegiatan pengangkatan baja menggunakan mobil crane,variabel pekerja terjatuh dari ketinggian pada jenis kegiatan pemasangan hebel di ketinggian,variabel terhirup asap las pada jenis kegiatan pekerjaan las.
PERENCANAAN PANTI JOMPO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR TROPIS DI KOTA SAMARINDA NIRWANDA, ANDIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti jompo merupakan lembaga sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan sosial dan kebutuhan hidup lansia. Kota Samarinda masih kekurangan Panti Jompo sebagai wadah bagi mereka untuk tinggal, panti jompo direncanakan menerima pelayanan lansia dengan umur 60 tahun keatas sesuai dengan UU. No.13 Tahun 2018 Tentang Kesejahteraan Lansia. Dalam perencanaan panti jompo ini melalui beberapa tahap seperti metoda pengumpulan data setelah diperoleh selanjutnya diolah melalui pendekatan yang sesuai dengan lingkup analisis dan kemudian keputusan pemecahan masalah yang telah dianalisis ini dituangkan dalam bentuk konsep desain yang akan diterapkan. Setelah itu analisa perencanaan panti jompo dirincikan seperti memperhatikan beberapa tahapan seperti kebutuhan ruang dan aktivitas, analisa KDB DAN KDH, analisa terhadap tapak, analisa terhadap bentuk dan material, analisa struktur, dan utilitas bangunan sehingga terbentuk susunan menuju konsep perencanaan panti jompo. Konsep perencanaan dilakukan dengan pendekatan konsep Arsitektur Tropis yang akan diterapkan ke bangunan panti jompo, seluruh bangunan yang akan direncakanan di panti jompo akan mengikuti kaidah konsep Arsitektur Tropis.Panti Jompo dengan penekanan Arsitektur Tropis ini diharapakan sebagai pemecah masalah atas kurangnya panti jompo yang ada di kota Samarinda
PERANCANGAN GEDUNG KONI KABUPATEN KUTAI TIMUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNACULAR TRESNA DEKA, RESTA CITRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONI adalah singkatan dari Komite Nasional Olaharaga Indonesia. Kantor KONI yang terdapat di Sangatta masih menggunakan kantor pinjaman di komplek gedung Stadion Utama Sangatta. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain gedung KONI Kabupaten Kutai Timur agar dapat mewadahi kegiatan organisasi olahraga dengan konsep arsitektur Neo-Vernacular. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana merancang gedung KONI di Sangatta agar dapat mewadahi kegiatan keorganisasian olahraga yang dibatasi permasalahan berupa bentuk dan tampilan bangunan yang berkonsep arsitektur Neo-Vernacular. Maka dari itu, perlu adanya gedung baru KONI di Sangatta yang dapat mewadahi Keorganisasian Olahraga Nasional Indonesia dengan konsep arsitektur Neo-Vernacular dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder, untuk metode analisa yang dilakukan adalah analisa pelaku dan aktivitas, identifikasi lokasi, analisa tapak, analisa struktur, analisa utilitas, dan analisa bentuk. Sedangkan untuk metode konsep yang diterapkan adalah arsitektur Neo-Vernacular. Neo-Vernacular merupakan bentuk-bentuk arsitektur yang menerapakan unsur-unsur budaya stempat, baik ornamen bentuk denah, dan lain-lain. Pada hasil pembahasan yaitu analisa luas KDB 3821,2 M² dan KDH 5.731,8 M². Untuk Konsep perancangan Gedung KONI diterapkan tema arsitektur Neo-Vernacular yaitu mengambil sebagian bentuk arsitektur budaya Kalimantan Timur yaitu rumah adat Lamin, seperti bantuk bangunan panggung, bentuk denah persegi panjang, betuk atap, serta ornamen dayak.
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DENGAN BETON PRECAST SEBAGAI ALTERNATIF PERCEPATAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN FAUZI, ANDY KURNIAWAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan jalan lingkungan desa karang mulya umumnya dilaksanakan menggunakan metode cor langsung sehingga pengawasan proses pelaksanaan sulit terkontrol dalam hal pengendalian proporsi campuran dan pekerjaan perawatan beton yang mengakibatkan mutu beton yang disyaratkan sulit dicapai. Selain permasalahan kualitas pekerjaan metode ini juga menimbulkan masalah penutupan jalan dalam waktu yang relatif lama sehingga mengganggu akses masyarakat. Penggunaan beton precast menjadi diharapkan menjadi solusi karena dibuat dilokasi fabrikasi yang kualitasnya lebih terjamin dan waktu pelaksaan lebih singkat namun dalam pelaksanaanya dilapangan memerlukan pekerjaan tambahan yaitu pengangkatan dan penyambungan elemen beton precast, untuk itu dilakukan serangkaian penelitian dalam rangka mendapatkan dimensi beton precast yang bias diangkat menggunakan mobil crane dan merancang bentuk sambungan yang praktis dan kuat. Dari hasil rancangan didapat bahwa metode sambungan antar elemen precast dengan menggunakan jenis sambungan Baut, baik arah memanjang maupun arah melintang dapat dilaksanakan namun diperlukan ketelitian ukuran yang dibuat. Dimensi blok precast dibuat 3 m x2,5 m x20 cm dapat digunakan untuk membuat jalan lingkungan lebar 5 m. Dari hasil uji coba pengangkatan elemen precast dengan mobil crane masih dapat dilakukan karena berat setiap elemen berkisar 3 ton.
ANALISA KAPASITAS DAYA TAMPUNG SUBDAS KARANG ASAM BESAR KAWASAN LOK BAHU KOTA SAMARINDA FACHRIZAL, DEDE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak di aliri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Daerah Lok Bahu merupakan kawasan industri, perdagangan, pembangunan, perumahan merupakan daerah berkembang, sehingga apabila terjadi banjir maka dapat menghambat laju perekonomian masyarakat Lok Bahu. Sehingga diperlukan suatu tindakan yang cepat dan tepat dalam menangani banjir di kawasan Lok Bahu. Metode untuk menghitung curah hujan rancangan adalah Metode Gumbel dan Metode Log Person type III. Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional. Alternatif yang ditawarkan untuk mengendalikan banjir di kawasan Lok Bahu adalah membangun suatu kanal banjir, yang gunanya untuk menampung debit banjir yang ada. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi kanal banjir rencana adalah tinggi basah 2 meter, lebar bawah 7 meter dan tinggi jagaan adalah 1,06 meter. Dimensi kanal rencana ini diperkirakan dapat menampung debit banjir rancangan 25 tahun mendatang. Namun selagi menunggu pembangunan kanal terealisasi langkah yang tepat adalah dilakukannya normalisasi sungai Karang Asam Besar di kawasan Lok Bahu.
PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI DHARMAWAN, IMAM ANDIRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP, Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan.
PERANCANGAN MONUMEN PERJUANGAN SEBAGAI IDENTITAS KOTA SANGA-SANGA SEFRINA, ELIDA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan drawing. Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di San ga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548.81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2 , KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2 . Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.
MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG DISPENDA PROVINDA KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA MENGGUNAKAN KOMPOSIT BAJA-BETON RACHMAN, ARI ANDI NUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI                Struktur komposit merupakan penggabungan dua bahan atau lebih yang memiliki sifat dan karakteristik berbeda untuk bekerja sama dalam memikul momen pada struktur. Gedung Dispenda Kalimantan Timur Samarinda memiliki struktur beton konvensional yang akan dimodifikasi menjadi struktur komposit baja-beton.                Penggunaan struktur komposit baja-beton dari beberapa penelitian mampu berikan kinerja yang lebih baik dari pada struktur konvensional dalam hal peningkatan kapasitas pembebanan serta kekakuan struktur karena struktur komposit baja-beton tiap bagiannya bekerja sama dalam memikul beban yang bekerja pada struktur.                Dalam hal ini telah dilakukan perencanaan struktur komposit baja-beton dengan mengacu pada peraturan-peraturan yaitu SNI 03-2847-2002 Tata Cara Perhitungan Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1729-2012 Tata Cara Perencanaan Strutur Baja, SNI 03-1729-2015 Spesifikasi Untuk  Bangunan Gedung Baja Struktural, dan SNI 03-1727-2013 Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain.                Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan hasil yaitu : tebal pelat atap dan lantai sebesar 15 cm menggunakan pelat bondek dengan tulangan Ø12-200 untuk pelat atap dan Ø14-200 untuk pelat lantai, pelat tangga dan bordes sebesar 9 cm menggunakan pelat bondek, dimensi untuk balok induk B1 488×300×11×18, dimensi untuk balok induk B2 294×200×10×15, dimensi untuk balok anak B3 244×175×7×11, dimensi untuk balok anak B4 194×150×6×9, dimensi untuk balok penumpu lift 400×200×8×13, dimensi untuk balok penggantung 400×200×8×13, dimensi untuk balok utama tangga 200×100×5,5×8, dimensi untuk kolom K1 600×600 dengan dimensi baja 350×350×12×19, dimensi untuk kolom K2 500×500 dengan dimensi baja 300×300×10×15.

Page 96 of 111 | Total Record : 1106