cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
STUDI BENTUK DAN LAYOUT DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT KUSUMA, YOGA NOVI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merancang struktur bangunan bertingkat yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral, terutama gaya gempa. Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan pemasangan dinding geser. Fungsi dinding geser dalam suatu struktur bertingkat adalah menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur bangunan. Bentuk dan penempatan dinding geser pada lokasilokasi tertentu yang cocok dan strategis dapat berpengaruh terhadap simpangan antar lantai dan tahanan beban horisontal pada struktur gedung. Metode penelitian berupa analisis struktur gedung 10 lantai dengan 4 pemodelan dinding geser dengan kegunaan gedung sebagai hotel. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur ETABS v.9.7.2. Hasil analisis menunjukkan nilai simpangan dari 4 pemodelan tersebut memenuhi persyaratan ∆i < ∆a yaitu ∆i < 80 mm dan perbandingan nilai presentase Base Shear pada kontrol sistem ganda pada Model 1 RSPX arah X 28%:72% dan arah Y 7%:93% sedangkan RSPY arah X 4%:96 % dan arah Y 44%:56%. Pada Model 2 RSPX arah X 22%:78% dan arah Y 8%:92%, sedangkan RSPY arah X 12%:88 % dan arah Y 27%:73%. Kemudian pada Model 3 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 26%:74%, sedangkan RSPY arah X 25%:75 % dan arah Y 48%:62%. Dan Pada Model 4 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 23%:77%, sedangkan untuk RSPY arah X 22%:78 % dan arah Y 38%:62%.
STUDI PERUBAHAN KONTRAK DAN JUSTIFIKASI TEKNIS PADA PAKET PEMELIHARAAN JALAN DI KOTA SAMARINDA AZIS, A MUH SAKKIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan sarana dan prasarana penting yang ada di Kalimantan Timur khususnya kota Samarinda, agar menunjang sarana  tersebut maka pemerintah provinsi Kalimantan timur khususnya dinas pekerjaan umum bidang bina marga melakukan pemeliharaan jalan di kota SamarindaPenyusunan addendum kontrak dalam kegiatan peningkatan ini berlandaskan hukum seperti Keppres 80 Tahun 2003, Perpres No 54 Tahun 2010, Perpres No 70 Tahun 2012, Permen No.1105/PMK.06 Tahun 2005 dan Undang – undang Jasa Konstruksi No 18 Tahun 1999.            Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil.
PERENCANAAN GEDUNG PMI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK YANTO, ANDRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Perencanaan Palang merah Indonesia (PMI) dengan penekanan Arsitektur Futuristik adalah suatu bangunan yang digunakan untuk Proses Trasfusi darah yang bertaraf internasional dengan fasilitas dan lab sebagai sarana penunjang trasfusi darah yang lengkap di Samarinda dengan konsep Arsitektur Futuristik yang Arsitektur yang di desain dengan bentuk yang aneh dan berorientasi masa depan dan juga tidak lazim,. Melihat begitu besar peran Palang Merah Indonesia di setiap bencana, maka dibutuhkan kantor Palang Merah Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur yang memadai untuk semua peralatan, sumber daya manusia, dan barang bantuan untuk dibagikan kepada korban bencana.
PERANCANAAN BALAI LATIHAN KERJA TUNA RUNGU DAN WICARA DI KOTA SAMARINDA SYAWALDI, JEFRY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Saat ini Penyandang Cacak Fisik mulai diprioritaskan oleh pemerintah pusat dalam mengatasi Penyandang Cacat Fisik di Kota Samarinda, salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna rungu dan Wicara.  Hal ini menjadikan bentuk perhatian yang sangat besar kepada penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara .       Di Kota Samarinda ada terdapat tempat Sekolah luar biasa yang khusus untuk penyandang cacat fisik salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna Rungu dan Wicara yang khusus untuk menuntut ilmu pendidikan dan mengembangkan kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki , Dapat kita jumpai seperti Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna rungu dan Wicara banyak sekali siswa dan siswi yang memiliki kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki, namun sekolah tersebut hanya mampu mewadahi dan memfasilitasi dalam bidang keterampilan Industri Kreatif, itupun tidak sepenuhnya secara maksimal memberikan wadah dan memfasilitasi keterampilan yang dimiliki bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara yang ada di sekolah luar biasa tersebut.       Menurut Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda, tentang data disabilitas khusus penyandang disabilitas Tuna rungu dan Wicara tahun 2014 berjumlah 81 jiwa dengan perkelompokan umur rata-rata umur sekitar 22 sampai dengan umur 45, jenis kelamin antara pria berjumlah 40 jiwa, wanita berjumlah 41 jiwa, dan data Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna Rungu dan Wicara tingkatan sekolah menengah atas tahun ajaran 2019 yang akan siap memasuki dunia pekerjaan yaitu, berjumlah 32 siswa dan siswi dengan perkelompokan umur rata-rata berusia produktif sekitar 18 sampai dengan umur 24, dan jenis kelamin antara pria berjumlah 17 siswa, dan wanita  berjumlah 15 siswi.       Dapat kita uraikan bidang kreatifitas yang sangat dibutuhkan bagi para penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara saat ini seperti di bidang Industri kreatif, bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, bidang Otomotif dan juga di bidang Tata Kecantikan.       Samarinda, sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur sudah selayaknya menjadi pusat dari semua bidang, salah satunya dalam bidang sosial belum adanya tempat latihan kerja yang berupa balai dengan pengembangan kreatifitas dan keterampilan khusus bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara dan jumlah penyandang Tuna rungu dan Wicara yang cukup besar di Kota Samarinda menjadi salah satu pertimbangan dalam merencanakan Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara.       Untuk mendukung fungsi dari Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara tersebut, perlu pendekatan arsitektur organik diwujudkan dengan penciptaan suasana yang terlihat muda, menarik, unik, mengandung keceriaan serta menghilangkan kejenuhan saat bekerja dan menekankan pada keindahan dan harmoni pada bentuk bebas yang mengalir dengan bentuk-bentuk ekspresif yang berpengaruh pada psikologi manusia. dalam Sebuah bangunan Balai Latihan Kerja harus mampu menjadi wadah atau sarana bagi para peserta pelatihan dalam mengembangkan kreatifitas dan keterampilan dimiliki. Suasana yang terkesan muda, energik, dan menarik merupakan langkah awal dalam merangsang semangat para peserta.   Unik, mencerminkan karakter dari para peserta pelatihan yang diutamakan para usia produktif  yang sudah lulus atau tidak lanjut sekolah. Keceriaan, bermaksud agar para peserta tidak mengalami kejenuhan saat pelatihan maupun saat proses produksi dilapangan.
PERENCANAAN LAMARU RESORT BEACH BALIKPAPAN DENGAN PENDEKATAN EKOLOGI ARSITEKTUR RAMADANI, FEBRYANA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan ini bertujuan untuk mengembangkan bangunan akomodasi di Balikpapan dengan destinasi wisata di kawasan pantai yang menggunakan penekanan ekologi arsitektur,di Jln. Mulawarman Balikpapan Timur, Laporan ini memberikan akomodasi yang berbeda dari penginapanpenginapan lain di Balikpapan yang kebanyakan penginapan dengan konsep bisnis. Perencanaan ini merupakan bentuk banyaknya para wisatawan dari mancanegara yang dating untuk berkunkung ketempat wisata yang ada di Balikpapan khususnya Pantai Lamaru ,faktor ini lah yang membuat penulis merencanakan Saranan Akomodasi di Pantai untuk memberikan fasilitas yang nyaman bagi para pengunjung yang ingin bermalam menikmati suasana pantai Lamaru,Balikpapan.
PERENCANAAN PENANGANAN PERGERAKAN TANAH DENGAN METODE SOLDIER PILE DI STA. 07+100 JALUR PIPA PENYALUR KM. 53 – SKG BONTANG BUDIMAN, LALU ELHAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas Pipeline Right of Ways KM. 53 - Bontang SKG (Gas Compressor Station) owned by PT. Pertamina Gas (Pertagas) has a potential landslide. There are 3 gas pipelines in the line, which are 2 carbon steel pipes with a diameter of 16 "and 1 carbon steel pipe with a diameter of 20". The gas pipeline is embedded in the soil with a depth of at least 100 cm from the ground. This causes gas pipelines to be vulnerable to risks caused by land movements. On February 7, 2017 found fault in this area. To prevent the spread of land movement areas, it is feared to affect the integrity of the nearest pipeline. Therefore, fast and precise handling is needed to overcome the movement of the land. The method used to collect soil data using the Cone Penetration Test. While the slope analysis method using the Slope / W Geo Studio 2018 R2 program with the analysis method used is the Bishop slice method. From the results of the analysis and calculation, it can be concluded that the handling of the movement of land at Sta. 07,100 Gas Line Pipes Km. 53 - SKG Bontang can be used Soldier Pile with specifications: Length of Pile Soldier 12 Meters, Diameter 50 cm, Main reinforcement 8D26, Shear reinforcement D12 - 145 mm and concrete quality K - 250 (20.75 Mpa). This Soldier Pile is effective as a method of slope reinforcement because it has cut the maximum landslide area of 6.193 meters.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN DAN PENENTUAN TARIF TOL RENCANA RUAS JALAN SAMARINDA – BALIKPAPAN EFENDI, SYAHRIAL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan tol merupakan jalan alternatif, sehingga bagi masyarakat yang memilih jalan tol, biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai lebih berupa penghematan dalam biaya operasi kendaraan dan waktu, kenyamanan, dan fasilitas yang lebih baik. Ruas jalan Samarinda-Balikpapan perlu direncanakan tarif idealnya agar nantinya pihak pengelola dan juga pengguna jalan tidak mengalami kerugian dan pengguna jalan mendapatkan keuntungan dengan memilih melintasi jalur tol tersebut. Penelitian ini mengetahui kinerja ruas jalan yang terdiri dari kapasitas, derajat kejenuhan, waktu tunda, tingkat pelayanan ruas jalan dan perencanaan penentuan tarif jalan tol Balikpapan – Samarinda. Berdasarkan analisis didapat pelayanan jalan tol di Balikpapan - Samarinda untuk ; Jalan tol Balikpapan - Samarinda 4/2 D, didapat rasio v/c sebesar 0.19 dengan standar nilai LOS = A, Kondisi arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memperoleh kecepatan yang diinginkan dan Jalan tol Balikpapan - Samarinda 6/2 D, didapat rasio v/c sebesar 0,12 dengan standar nilai LOS = A, Kondisi arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memperoleh kecepatan yang diinginkan. Penentuan tarif tol didasarkan pada besar keuntungan yang diakibatkan oleh penghematan dari biaya operasional kendaraan dan nilai waktu jalan tol di Balikpapan-Samarinda, didapat : Golongan I : Rp. 71,173,20 atau Rp 807,59/km ; Golongan IIA : Rp. 311.568,92 atau Rp. 3.535,33/km ; Golongan IIB : Rp. 385.252,09 atau Rp 4.371,41/km
PERENCANAAN MUSEUM KAPAL MOTOR DI TENGGARONG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS ARIF, MUSTAFA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tenggarong memiliki Sungai Mahakam yang menghubungkan antar Kabupaten Kutai Barat sampai Kota Samarinda. Dengan panjang sungai mencapai 920 Kilometer.  Dengan ini akan dibuatnya perencanaan Museum Kapal Motor, pada tahapan penelitian ini berupa metode pengumpulan data primer dan sekunder, metode analisa terdiri analisa kebutuhan ruang, besaran ruang, hubungan ruang, site, Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Dasar Hijau, ruang dan gubahan ruang, massa dan gubahan massa, bentuk, struktur, utilitas. Konsep bangunan dengan penekanan arsitektur tropis pada penerapan pencahayaan bangunan Museum.Jumlah besaran ruang 6,341.7 m2 terbagi dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 6,341.7 luas Koefisien Dasar Hijau 4,227.8, untuk analisa site pada penelitian yaitu meninjau seperti drainase, arah angin, matahari. analisa utilitas seperti air bersih, kotor, hujan dan pemipaan pada area Museum. Jenis Kapal di pamerkan yaitu, kapal motor angkutan barang, tambang, angkutan kendaraan dengan konsep terklaster berupa penyusunan massa pada site, transformasi bentukan kapal menyerupai kapal angkutan Bis Air Sungai Mahakam, dan sejarah-sejarah Kapal.
Analisa Pemanfaatan Agregat Halus Lokal Untuk Campuran Beton Sebagai Perbandingan Agregat Halus Ex. Palu Dengan Bahan Tambah Consol P 102 HE ALMAH TIAN, TRI PUJI TULUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton pada umumnya tersusun dari material penyusun utamanya yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Tujuan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan membandingkan kuat tekan beton dengan bahan tambah adiktif dan non adiktif yang dibuat dengan menggunakan metode SNI 03-2847-2013. Untuk mendapatkan kualitas pasir yang baik sebagai campuran beton, maka perlu diketahui karakteristik pasir yang akan digunakan, sehingga dapat ditentukan pasir yang paling baik untuk dimanfaatkan. Bahan material agregat halus ex. Palu, ex. Simpang Pasir ex. Anggana ex. Tenggarong dan agregat kasar ex. Palu untuk mencapai kuat tekan beton fc’ 30 Mpa. Penelitian ini dilakukan di laboratorium PT. Focon Indo Beton dengan penggunaan bahan material tersebut untuk pembuatan sampel beton pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dengan menggunakan cara perhitungan mix design dan perhitungan faktor koreksi. Dari hasil penelitian Kuat tekan beton rencana f’c = 30 Mpa pada bahan material agregat halus ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu dengan penambahan Consol P 100 HE kuat tekannya lebih besar 5.02%, sedangkan untuk agregat ex. Simpang Pasir dan ex. Palu 6.2 %, agregat ex. Anggaana dan ex. Palu 9.9%, dan agregat ex. Tenggarong dan ex. Palu 6.2%. Melihat hasil tersebut pasir ex. Anggana dapat dijadikan acuan untuk pengganti pasir ex. Palu jika pasir ex. Palu susah didapat.
PERENCANAAN WISATA TAMAN BURUNG KHAS KALIMANTAN DI TENGGARONG WAN, RIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusantara Indonesia sebagai Negara yang memiliki keragaman fauna yang kaya. Beragam spesies flora dan fauna mampu hidup dan berkembang di Nusantara tidak terkecuali dengan spesies burung atau aves yang ada di Indonesia.Burung merupakan fauna yang memiliki kelebihan berupa kicauan yang indah dan warna-warna yang beraneka ragam. Jumlah spesies burung Indonesia adalah yang terbanyak keempat di dunia setelah Kolombia, Peru, dan Brazil. Bahkan jika diranking berdasarkan tingkat endemisitas, Indonesia adalah negara dengan tingkat endemisitas burung tertinggi di dunia. Bahkan baru-baru ini dikabarkan bahwa jumlah spesies burung di Tanah Air tengah bertambah. Ria Saryanthi, Head of Communication & Institutional Development Burung Indonesia, memaparkan status burung di Indonesia 2019 yang jumlahnya sebanyak 1.777 spesies. Dari jumlah itu, 168 jenis merupakan jenis terancam punah dengan rincian; 30 jenis Kritis, 44 jenis Genting, dan 94 jenis Rentan. Selain itu, sebanyak 244 jenis mendekati terancam punah, 1.351 jenis risiko rendah, dan 11 jenis kurang data. Untuk status konservasi lain, jumlah jenis burung yang dilindungi sebanyak 553 spesies berdasarkan Permen KLHK No.P 92/MenKLHK/Setjen/Kum.1/8/2018. Dari jumlah itu, tercatat, jumlah jenis burung endemik 515 spesies sementara jumlah jenis burung sebaran terbatasnya 452 spesies.Oleh karena itu dalam upaya penjabaran strategi  kawasan berwawasan lingkungan dan sehat, salah satu sektor yang mendukung adalah sektor rekreasi/wisata. Sektor wisata yang dikembangkan yaitu berupa pengembangan wisata edukasi dan wisata rekreasi berupa burung Kalimantan yang bertujuan agar ikut berpesan serta melestarikan burung endemik Kalimantan yang terancam punah.Dengan adanya tempat wisata burung khas Kalimantan, diharapkan dapat  memiliki peran kontribusi di dalam ikut serta melestarikan dan membudidayakan burung endemik  Kalimantan. Tempat rekreasi edukasi burung Kalimantan, diharapkan dapat menjadi alternatif objek wisata di Tenggarong di karnakan belum adanya wisata taman burung di Tenggarong khususnya burung endemik Kalimantan.

Page 97 of 111 | Total Record : 1106