cover
Contact Name
Fauziah Astrid
Contact Email
fauziah.astrid@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtabligh@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dakwah Tabligh
ISSN : 14127172     EISSN : 2549662X     DOI : -
Tabligh Journal is a scientific publication for research topics and studies on communication and da'wah. The form of publiation that we receive will be reviewed by reviewers who have a concentration in the field of Communication, specifically Da'wah and Communication.We publish this journal twice a year, in June and December. The Tabligh Journal first appeared in the printed version in 2011. This journal is managed by the Tabligh journal team under the Da'wah and Communication Faculty of Alauddin Islamic University in Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2012)" : 9 Documents clear
DAKWAH DAN FENOMENA WANlTA DALAM IKLAN TELEVISI Wahidah Suryani
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.295

Abstract

Abstract; Iklan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari media massa, kelangsungan hidup media massa tersebut tergantung ada atau tidaknya iklan. Oleh karena itu, media massa berlomba-lomba mendapatkan iklan dengan melakukan berbagai cara. Sebuah proses komunikasi secara otomatis akan menghadirkan seorang komunikator, pesan, media, komunikan dan efek. Informasi akan diterima secara efektif oleh khalayak bila disalurkan atau disampaikan melalui media yang tepat. Pemilihan saluran yang tepat ini sangat penting karena merupakan salah satu komponen penting berhasil tidaknya proses komunikasi. Televisi acapkali dilihat dengan setengah hati. Di satu sisi ia menjadi hiburan yang menyihir, di sisi lain ia menjadi kecemasan yang berkepanjangan karena itu, tidak aneh muncul ungkapan yang paradoks, cara untuk menyukai televisi justru dengan membencinya. Iklan televisi terkesan "hidup" karena peran yang sangat besar dari copywriter dan visualiser . Iklan yang ditampilkan lewat televisi relatif lebih diingat oleh khalayak dibandingkan media lainnya. Pembaca surat kabar tidak akan pemah bisa mengingat tema lagu suatu iklan. Begitu juga pendengar radio tidak akan pemah bisa melihat bagaimana ekspresi wajah yang mencerminkan kenikmatan ketika model iklan meminum minuman ringan. Pada media televisi, keterbatasan daya ingat khalayak sasaran dalam hal visual dan audio bisa diminimalkan karena dua sisi ini bisa ditampilkan bersamaan. Beberapa implikasi negatif wanita dalam iklan televisi yang bisa ditemukan dalam masyarakat diantaranya: membuat wanita berusaha selalu tampil menarik sesuai dengan gambaran wanita ideal dalam iklan televisi.Kata Kunci; Dakwah, Wanita, Iklan Televisi                                  Advertising is an integral part of the mass media. The survival of the mass media depends on whether there is an advertisement or not. Therefore, the mass media is running on to get  many advertisment by variety of ways. A communication process will automatically bring a communicator, message, media, communicant and effect. Information will be effectively received by the audience when distributed or delivered through appropriate media. The selection of the right channel is very important because it is one of the important components of the success of the communication process. Television is often seen with a half-hearted. On the one hand, it is a good entertainment, but it becomes prolong anxiety. Therefore, there is a paradox saying appears that a way to love television is to hate it. Television commercials seem "alive" because of the enormous role of copywriter and visualiser. Advertisement presents on television relatively more memorizes to the audience than other media. Newspaper reader will never be able to remember the theme song of an advertisement. Likewise, radio listeners will never get to see how the facial expressions that reflect enjoyment when drinking soft drinks advertising model. In the television media, the limitation memory of target audience in terms of visual and audio can be minimized because the two of them can be displayed simultaneously. Some of the negative implications of women in television advertising that can be found in the community are to make women try to always look attractive in the image of the ideal woman in television advertising Keywords; Da'wah, Women, Television Ads
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI: AKAR REVOLUSI DAN BERBAGAI STANDARNYA Amar Ahmad
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.300

Abstract

Abstract; Informasi merupakan unsur pokok yang secara implisit melekat dalam konsep pembangunan yang terencana. Meskipun peranan informasi dalam beberapa dekade kurang mendapat perhatian, namun sesungguhnya kebutuhan akan informasi dan komunikasi itu merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dari kebutuhan sandang dan pangan manusia. Kegiatan pembangunan manapun juga hanya dapat berlangsung dan mencapai sasaran bila dalam setiap tahapannya –perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan- didasarkan pada informasi yang memadai. Informasi memang diperoleh melalui kegiatan komunikasi tetapi yang sesungguhnya yang menentukan nilai komunikasi adalah informasi yang dibawa. Revolusi informasi, biasanya difahami sebagai perubahan yang dihasilkan oleh teknologi informasi. Dua bentuk teknologi komunikasi manusia yang terpenting adalah teknologi untuk menyalurkan informasi dan sistem komputer modern untuk memprosesnya. Dikatakan revolusi karena dapat memberikan perubahan yang amat cepat dalam kehidupan manusia. Hal yang mendasar dari teknologi komunikasi dan informasi adalah standar. Sementara itu, perkembangan jaringan amat membutuhkan sebuah standar sistem operasional. Ketika seseorang menggunakan jaringan untuk berkomunikasi dengan orang lain, maka sesungguhnya dia secara tidak langsung membutuhkan sistem yang kompatibel antara satu dengan lainnya.. Keterikatan antara standar, jaringan dan sistem ibarat perekat dalam menunjang komunikasi bersama. Teknologi memang dapat memberi berbagai dampak positif dan negatif, tetapi dengan pemahaman yang paripurna terkait problematika dan dinamika teknologi yang berkembang, maka setiap individu dan masyarakat yang ada di sebuah Negara akan menjadi Penguasa teknologi dan bukan sebaliknya menjadi masyarakat yang dikuasai dan dikendalikan oleh teknologi. Kata Kunci:Teknologi, Revolusi Komunikasi dan Informasi, Standar Teknologi Information is a fundamental element that is implicitly inherent in the concept of a planned development. Although the role of information in a few decades have received less attention, but the real need for information and communication it is no less important than human food and clothing needs. Any construction activity also can only take place and reach the target when in every stage -Planning, implementation, and controls based on adequate information. Information is obtained through communication activities but true that determines the value of communication is information carried. Information revolution, usually understood as changes generated by information technology. Two forms of human communication that is the most important technology is to distribute information technology and modern computer systems to process it. It said the revolution because it can provide a very rapid change in human life. The fundamental of communication and information technology is standard. Meanwhile, network development in desperate need of a standard operating system. When someone uses the network to communicate with other people, then surely he is not directly require a system that is compatible with one another .. Entanglement between standards, networks and systems like adhesive in the joint communication support. The technology is able to provide a wide range of positive and negative effects, but with a complete understanding of related problems and dynamics of evolving technology, the individual and society is in a state will be the Lord of the technology and not the other way into a society dominated and controlled by technology. Keywords:Technology, Information and communication revolution, Technology standards
MAJELIS TAKLIM DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN DAKWAH Nur Setiawati
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.296

Abstract

Abstract;  Dakwah secara umum dapat dipahami sebagai upaya sadar, sistematik, dan berkesinambungan yang dilakukan orang-orang beriman untuk mewujudkan sistem Islam dan membangun komunitas atau masyarakat Islam (lqamat al-mujtama' al-islam) sehingga manusia benar-benar menjadi Islam dalam arti tunduk dan patuh kepada Allah SWT dan menyembah kepadanya. Majelis taklim sebagai salah satu bentuk organisasi dakwah tersebut juga sering disebut sebagai pusat pembelajaran Islam (Islamic learning institution). Sebagai pusat pembelajaran Islam, majelis taklim diakui telah menyumbangkan peran yang amat besar dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa, khususnya dalam pengajaran agama dan penguatan moral bangsa. Keberadaan majelis taklim dalam masyarakat telah membawa manfaat dan kemaslahatan bagi umat, khususnya bagi kaum perempuan, apalagi bagi mereka yang menjadi anggota dan jamaahnya. Pengembangan dakwah merupakan salah satu perilaku manajerial yang itu merupakan meliputi pelatihan yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan seseorang dan memudahkan penyesuaian terhadap pekerjaannya dan kemajuan keriernya. majelis taklim dalam meningkatkan manajemen pengelolaan organisasi termasuk didalamnya pengembangan dan peningkatan dalam misi dakwah di masyarakat. Untuk dapat melakukan pengembangan dan peningkatan dakwah, majelis taklim harus dapat melakukan pembaruan dan inovasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya anggota dan melakukan desain strategi dan pendekatan dakwah yang tepat dan efektif dengan media komunikasi yang bervariasi dan partisipatif. Kata Kunci:Majelis Taklim, Pengembangan Dakwah Da'wah can generally be understood as an attempt conscious, systematic, and continuous committed by believers to realize the Islamic system and build a community or the Islamic community (lqamat al-mujtama 'al-Islam), so that people actually become Islamic in the sense of subject and obedient and pray to God. Majelis Taklim as a form of Dakwah organization is also often referred toas a center of Islamic learning (Islamic learning institution). As a center of Islamic learning, it is recognized has donated a very large role in the intellectual life, especially in the teaching of religious and moral strengthening of the nation. Its existence in society has brought benefits and welfare for the people, especially for women who become members and congregation. Development of Dakwah is one of managerial behaviors that is included training used as a means to improve somene’s skills and facilitate an adjustment to the work and his carierr. Majelis Taklim in improving the management of the organization includs of the development and improvement in the Dakwah mission in community. To be able to do the development and improvement of Dakwah, it must be able to reform and innovation to strengthen the resources of members and conduct design strategies and approache appropriate and effective Dakwah with variative and participative media communication. Keywords:Majelis Taklim, Development of da’wah
DAKWAH DAN INDIVIDUALISME, MATERIALISME DAN HEDONISME Iskandar Iskandar
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.292

Abstract

Abstract;Individualisme, materialisme dan hedonisme adalah pola hidup yang cenderung mendominasi dalam kehidupan manusia modern. Berkembangnya pola hidup ini adalah pada awalnya di anggap sebagai jawaban atas persoalan manusia untuk kehidupan yang layak. Individualisme merupakan satu falsafah yang mempunyai pandangan moral, politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggungjawab dan kebebasan sendiri. Individualisme juga mempunyai kaitan dengan munculnya kapitalisme yang mementingkan usaha individu dan imbalan berupa uang bagi mereka yang berkarya. Materialisme berarti, pandangan yang lebih mementingkan materi untuk mengantarkan hidup lebih bahagia. Sehingga materi adalah satu-satunya yang subtantif. Umat Islam menjadi semakin tidak mengenal komunitas sosialnya disebabkan terutama oleh pendewaan sains dan teknologi. Hedonisme berarti paham yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan yang paling utama dalam hidup. Pola hidup seperti ini berpandangan bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta fora adalah tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan bahwa hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup lebih banyak lagi. Peran dakwah sangat dibutuhkan dalam menangkal arus globalisasi yang cenderung menjangkiti sebagian masyarakat sehingga dakwah harus tetap dihidupkan oleh generasi Islam, karena hidup dan matinya Islam terletak terhadap eksistensi dakwah itu sendiri. Kata Kunci; Dakwah, Materialisme, Hedonisme Individualism, materialism and hedonism are a lifestyle that tends to dominate in modern human life. The development of this lifestyle is initially considered as the answer for human’s problems for a decent life. Individualism is a philosophy that has a moral view, political or social that emphasizes human freedom and responsibility and the freedom of his own interests. Individualism also has something to do with the advent of capitalism that emphasizes individual’s business and financial rewards for those who work. Materialism means, a view which is more concerned with the material to deliver a happier life, so that, the material is the only substantive one. Muslims do not become increasingly familiar with their social community caused mainly by the deification of science and technology. Hedonism means that the pleasure and enjoyment of the material are the ultimate goal in life. This view of life points out that the material is the main goal of life. For Hedonism people have fun, and party is the main purpose of life, whether it would be fun for others or not. It is because they think that life is only once, so they want to enjoy life more. The role of Da’wa is needed to counteract the globalization that tends to infect some people, so that Da’wa must be kept alive by generations of Islam because life and death of Islam is on the existence of Da’wa. Keywords; Da'wah, Materialism, Hedonism
KONSEP DAKWAH MELALUI PROGRAM POSDAYA BERBASIS MASJID (Suatu Kajian Metode Dakwah bi al-Hāl) Hj. Muliaty Amin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.297

Abstract

Abstract; Dakwah merupakan upaya mengajak atau menyeru manusia kepada kebaikan dan kebenaran serta mencegah dari kekejian, kemungkaran dan kebatilan untuk mencapai keselamatan, kemaslahatan, kebahagiaan dunia-akhirat. Dakwah bi al-hāl adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-mad'ūlah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah. Posdaya sebagai singkatan dari Pos Pemberdayaan Keluarga, merupakan forum komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Dalam hal-hal tertentu bisa juga menjadi wadah pelayanan keluarga secara terpadu, yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan, dalam berbagai bidang, utamanya kesehatan, pendidikan dan wirausaha, agar keluarga bisa tumbuh mandiri. Dirumuskan pula kesimpulan bahwa dakwah bi al-hāl adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata yang langsung menyentuh kepada masyarakat dan hal ini menjadi konsep dakwah yang telah diimplementasikan Posdaya berbasis masjid. Di sini masjid merupakan sentra aktivitas keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang memiliki multifungsi dan sarana mengembangkan modal sosial tidak hanya lingkup ibadah dalam arti khusus tetapi juga aktivitas ibadah luas untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sebagai bentuk dakwah bi al-hāl. Secara realitas masjid-masjid selama ini memang kebanyakan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah secara ritual, maka dengan terimplementasinya kegiatan dakwah bi al-hāl melalui program Posdaya berbasis masjid, ke depan masjid dapat menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan mulai kegiatan ibadah,kegiatan pendidikan, kegiatan wanita, kegiatan koperasi, kegiatan kesehatan, bahkan kegiatan jurnalistik sebagai media dahwah. Keywords:Posdaya, Dakwah bi al-hāl, Mesjid Da'wah is an effort to invite or call people for goodness and rightness and prevent atrocities, badness and falsehood to achieve safety, well-being, and happiness in the life and hereafter. Da'wah bi al-thing is a Dakwah that puts the real action. It gets for the Dakwah recipient of (al-mad'ūlah) follow the trail and matters of Da’i (preacher). It has a great influence on the recipient. Posdaya stands for Post-Family Empowerment is a forum of communication, advocacy, and strengthening activities of intagrated family functions. In certain cases it could also be a container in integrated family services which is family development services sustainably, in various fields, particularly health, education, and entrepreneurship, so that families can grow independently. Also formulated the conclusion that the mission bi al-thing is propaganda that puts the real action that directly touches to the community and this is a concept that has been implemented Posdaya Dakwah based mosques. It is concluded that the mission bi al-thing is Dakwah that puts the real action that directly touches to the community and this is a concept that has been implemented by Posdaya based on mosques. Mosque is the center of religious and social activities that are multifunctional and means of developing social capital is not only the scope of worship, but also a broad religious activities to improve the welfare of the family and society as a form of Dakwah bi al-thing. In reality, most mosques is only used as a place of worship in the ritual, then the implematation of Dakwah  bi al-hal through Posadaya program based on mosque will make mosque next to be the center of community activities started worship activities, educational activities, activities of women, cooperative activities, health activities, even as Dakwah media for journalistic activities. Keywords:Posdaya, Da’wah bi al-hāl, Mosque
TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI SEKTOR PUBLIK (Studi Electronic Government di Indonesia) Muhammad Anshar Akil
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.293

Abstract

Abstract; Kehadiran ICT membuat dunia semakin kecil dan komunikasi di berbagai sektor juga semakin mudah. Human communication di berbagai belahan dunia dapat dilakukan setiap saat tanpa dibatasi waktu dan tempat. Dengan ICT dunia tidak lagi mengalami batas-batas primordial seperti geografi, ideologi, maupun negara. ICT telah menembus sekat-sekat individu, organisasi, sosial, maupun ruang dan waktu. E-Government (Electronic Government) atau Pemerintahan Elektronik merupakan salah satu perkembangan besar di bidang administrasi publik dalam sepuluh tahun terakhir. Penerapan E-Government merupakan bentuk aplikasi ICT dalam sektor publik. Dampak ICT tidak saja melanda perusahaan atau organisasi private tapi juga organisasi publik. E-Government merupakan proses pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) sebagai instrumen baru dalam memberikan pelayanan publik secara lebih efektif dan efisien. Dalam E-Government ada dua hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu: pertama adalah penggunaan teknologi ICT (salah satunya adalah internet) sebagai alat bantu, dan yang kedua adalah tujuan pemanfaatannya agar pemerintahan berjalan lebih efektif dan efisien. E-Government bukan sekedar perangkat "elektronik" di bidang pemerintahan, tapi ini adalah "pemberdayaan" pemerintah, yaitu pemerintah yang memberikan program berbeda dan pelayanan yang lebih baik. Prospek E-Government di Indonesia ditentukan oleh bagaimana pemerintah menjadikan E-Government sebagai solusi untuk meningkatkan pelayanan secara efektif dan efisien secara nyata di dalam masyarakat. Manajemen E-Government perlu ditingkatkan dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan good governance, baik di level pemerintah pusat maupun pemerintah kota dan daerah. Kata Kunci: Teknologi Komunikasi Dan Informasi, Electronic Government, Pelayanan Public  The presence of ICT makes the world is getting smaller and communication in various sectors gets easier. Human communication in various parts of the world can be made at any time without being limited by time and place. With the ICT has no longer such as primordial boundaries of geography, ideology, or country. It has penetrated the boundaries of individual, organizational, social, and space and time. E-Government or Electronic Government is one of the major developments in the field of public administration in the last ten years. The implementation of E-Government is a form of application of ICT in the public sector. The impact of ICT not only hits the company or private organizations, but also public organizations. E-Government is the use of information and communication technology (ICT) as a new instrument in providing public services more effectively and efficiently. There are two things that can not be separated in the Electronic Government, namely: the first is the use of ICT technologies (one of which is the Internet) as a tool, and the last is the purpose of exploiting that government run more effectively and efficiently E-Government is not just the "electronic" in the government, but also this is the "empowerment" of the government where the government provides different programs and services better. The prospect of E-Government in Indonesia is determined by how the government makes the E-Government as a solution to improve services effectively and efficiently in society. Management E-Government needs to be improved in creating bureaucratic reform and good governance, both at the level of central government and local government. Keywords: Informatioon and Communication Technology, Electronic Government, Public Service
REVITALISASI PERAN MASJID SEBAGAI BASIS DAN MEDIA DAKWAH KONTEMPORER M. Abzar D
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.298

Abstract

Abstract; Dalam sejarahnya masjid merupakan lembaga pertama yang dibangun oleh Rasulullah Saw pada periode Madinah. Di masa sekarang ini, dapat diamati fungsi masjid yang dulu multifunction itu masih banyak yang difungsikan sebatas pada rutinitas ibadah seperti shalat berjamaah (misalnya shalat Jum'at dan Ramadhan) saja, sedangkan fungsi horisontalistik (hablun minannas) terlihat masih sangat kurang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa ditinjau dari akar sejarahnya masjid telah difungsikan sedemikian rupa, tidak saja sebatas sebagai tempat ibadah-ibadah khusus semata, tetapi juga telah difungsikan pada urusan-urusan keduniaan yang di antaranya diorientasikan pada pembinaan sumber daya umat. Masjid-masjid saat ini masih banyak yang terjebak pada memposisikan diri sebagai masjid yang bercorak "vertikalistik an sich", yaitu masjid yang hanya difungsikan untuk menyelenggarakan rutinitas-rutinitas ibadah mahdhah semata. Aktivitas dakwah pada dasamya dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sarana yang ada, termasuk di dalamnya memanfaatkan masjid sebagai sarana dakwah. Sejak masa Rasulullah SAW masjid telah dimanfaatkan sedemikian rupa sebagai sarana kegiatan dakwah. Beberapa altematif penguatan tersebut dijalankan, dengan tetap memperhatikan kekuatan, peluang, hambatan, dan ancaman dari problem-problem yang dihadapi masjid, maka revitalisasi peran masjid sebagai basis gerakan dakwah dapat terwujud dengan nyata. Agar masjid tidak kehilangan peran dan fungsinya, maka di sarnping sebagai tempat ibadah, masjid juga harus dapat difungsikan sebagai tempat penyebaran ilmu pengetahuan, pusat kebudayaan, kegiatan sosial, ekonomi, politik, seni dan juga filsafat. Keywords; Revitalisasi, Peran Masjid, Media Dakwah Mosque is the first institution established by the Prophet in Medina period in the history. At the present time, it can be observed that the function of the mosque was first multifunction to the routine of worship such as prayer in congregation (e.g. the Friday prayers and Ramadan), whereas the function of horisontalistic (hablun minannas) looks still very poor. Thus, it can be seen that in terms of the historical roots, mosque has functioned as special worship alone, but also has functioned in the mundane affairs that are oriented towards the development of community resources. Mosques now place theirselves as a mosque called "verticalistic an sich", which only enables for organizing routines worship mahdhah. Basically a missionary activity can be done by utilizing a variety of existing facilities, including utilizing the mosque as a means of Dakwah. Mosque has been used in such a way as a means of Dakwah activities since the time of the Prophet Muhammad. Some strengthening alternative are executed that still focuses on strength, opportunities, barriers, and the threat of problems faced by mosque, so that the revitalization of the role of the mosque as a base missionary movement can be realized. In order to make the role of the mosque and its function loss, it sould be also used as a place to disseminate science, culture center, social activities, economic, politic, art, and philoshopy. Keywords; Revitalization, role of the mosque, the media of da’wah
ISLAM DAN GERAKAN FUNDAMENTALIS M. Tahir M. Tahir
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.294

Abstract

Abstract; Islam sebagai sebuah agama besar di dunia, tidak lepas dari pengaruh politik, sosial dan ekonomi dan budaya yang tidak jarang cukup mempengaruhi keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Dalam hubungannya dengan Islam, istilah fundamentalisme seringkali digunakan secara tidak seimbangan dan tidak netral, bahkan cendrung memiliki makna labelisasi dan penyebutan yang bersifat mapan terhadap fenomena gerakan dalam kehidupan sosial, politik dan keagamaan. Fundamentalisme adalah fakta global dan muncul pada semua kepercayaan sebagai tanggapan pada masalah-masalah modernisasi. fundamentalisme dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks dan pelik, yang tidak semata-mata murni bersifat keagamaan, namun berkaitan dengan kepentingan politik, ekonomi, sosial dan idiologis. Semua agama mengajarkan nilai-nilai luhur untuk kemaslahatan hidup manusia. Manusia telah berperan untuk memperbarui peran agama di berbagai wilayah dunia menjadi sebagai sebuah ideologi tatanan publik sehingga dalam masyarakat idiologi-idiologi keagamaan dan politik saling berkelindan. Agama telah dipakai untuk mencapai kepentingan seseorang atau kelompok tertentu yang telah mengakibatkan politisasi agama dalam wilayah-wilayah privat dan publik. Pada saat terjadinya ideologisasi dan politisasi agama, maka kekerasan atas nama agama tidak bisa dihindarkan. Dengan demikian kesucian agama atau Tuhan itu sendiri tidak bisa dipersilahkan. dalam Islam yang menghalalkan kekerasan terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun yang membahayakan perdamaian hidup manusia di muka bumi ini. Sudah sejak lama diketahui bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin yang seharusnya menjadi dasar bagi setiap kelompok Muslim untuk bersikap dan bertindak di manapun dan kapanpun. Kata Kunci; Gerakan, Fundamentalisme Islam as a major religion in the world cannot be separated from the influence of political, social and economic and cultural influence that are rarely enough affect its presence in the society. In relation of Islam, fundamentalism is often used inappropriately balance and neutral, even tends to have a meaning that is well established and the mentioned of the phenomenon of social, political and religious movements. Fundamentalism is a global fact and appears on all of the trust as a response to the problems of modernization. Fundamentalism is motivated by a variety of factors that are very complex and complicated, which is not merely a purely religious, but also politic, economic, social and ideology. All religions teach the noble values for the benefit of human life. Humans have contributed to renew the role of religion in the various regions of the world to make as an ideology of public order, so that religion ideology and politic are intertwined in society. Religion has been used to achieve the interests of a person or entity that has resulted in the politicization of religion in the areas of private and public. At the time of the ideology and the politicization of religion take place, violence in the name of religion cannot be avoided. Thus, the sanctity of religion or God could not be allowed in Islam that justifies violence against anyone and in any form which endanger the peace of human life on this earth. It has long been known that Islam is rahmatan lil 'alamin that should be the basis for any Muslim group to behave and act wherever and whenever they are. Keywords; Movement, Fundamentalism
Code switching and mixing (Communication in Learning Language) Ahmad Mustamir Waris
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.299

Abstract

Abstrak;Dalam kehidupan sehari-hari, kita kadang berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda bahasa dengan kita. Dan bisa jadi perbedaan bahasa tersebut menjadi salah satu penghambat dalam proses komunikasi dalam masyakarat. Komunikasi dalam sebuah komunitas kelompok, begitupun dalam sebuah kelas,  merupakan hal yang paling penting dan mendasar dalam penyampaian maksud atau tujuan. Dalam hal ini bahasa yang merupakan alat komunikasi adalah elemen pokok untuk penyampaian hal-hal tersebut.  Dalam keseharian Seringkali dalam penyampaian tersebut dibutuhkan code switching (pengalihan bahasa) atau code mixing (penggabungan bahasa) yang bertujuan untuk membuat lawan bicara segera mengerti apa yang kita ucapkan, begitu pula dalam sebuah pembelajaran terkhusus pada pembelajaran bahasa asing. code switching  merupakan sebuah alternatif untuk melakukan percakapan dengan dua bahasa yang berbeda. Dimana saat ini code swtching menjadi sebuag fenomena luas dalam pengajaran bahasa Asing. Dalam sebuah pembelajaran, komunikasi merupakan salah satu unsur utama dan paling penting. Pengalihan dan penggabungan bahasa dalam pembelajaran, khususnya bahasa asing, merupakan salah satu trik agar si pembelajar secara tidak langsung dapat memahami bahasa yang mereka sedang pelajari. Guru membuat code swtiching di kelas untuk membuat makna yang jelas dan untuk mentransfer pengetahuan kepada siswa dalam cara yang efisien. Namun, harus diingat bahwa dalam jangka panjang, ketika siswa mengalami interaksi dengan penutur asli suatu bahasa; code switching dapat menjadi penghalang yang mencegah saling dimengerti.Kata kunci:Pengalihan bahasa, Penggabungan bahasa, dan Pembelajaran In everyday life, we sometimes communicate with other people of different languages with us. And it could be the difference in language became one of the obstacles in the process of communication in society. Communication in a community group, as well as in a classroom, is the most important and fundamental in the delivery of intent or purpose. In this case the language is a means of communication is a fundamental element for the delivery of these things. In everyday Often in the delivery of the required code switching (transfer language) or code mixing (incorporation language) which aims to make the other person immediately understand what we say, as well as in a learning especially those in foreign language learning. code switching is an alternative to have a conversation with two different languages. Where the current code swtching be sebuag widespread phenomenon in foreign language teaching. In a study, communication is one of the main and most important element. The transfer and incorporation of language in learning, especially foreign language, is one of the tricks that the learner can indirectly understand the language they are learning. Teachers make swtiching code in the class to make the meaning clear and to transfer knowledge to students in an efficient way. However, it should be remembered that in the long term, when students have interaction with native speakers of the language; code switching can be a barrier that prevents mutually intelligible.Keywords:Code switching, Code mixing and Learning

Page 1 of 1 | Total Record : 9