cover
Contact Name
Fauziah Astrid
Contact Email
fauziah.astrid@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtabligh@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dakwah Tabligh
ISSN : 14127172     EISSN : 2549662X     DOI : -
Tabligh Journal is a scientific publication for research topics and studies on communication and da'wah. The form of publiation that we receive will be reviewed by reviewers who have a concentration in the field of Communication, specifically Da'wah and Communication.We publish this journal twice a year, in June and December. The Tabligh Journal first appeared in the printed version in 2011. This journal is managed by the Tabligh journal team under the Da'wah and Communication Faculty of Alauddin Islamic University in Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2013)" : 10 Documents clear
WAWASAN BARU DALAM PEMBACAAN AYAT-AYAT MEDIA DAKWAH Iftitah Jafar
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.313

Abstract

Abstract; Media dakwah adalah satu elemen penting dalam dakwah. Media ini menentukan keberhasilan pelaksanaan dakwah, karena medialah yang membuat pesan-pesan dakwah sampai ke masyarakat. Fungsi dakwah ini terbagi dua, yaitu bersifat universal dan yang bersifat khusus. Fungsi pertama secara inheren melekat pada kode etiknya dan konsisten dalam membina dan menjaga moral dan etika masyarakat. Fungsi kedua, yang berisi pesan islami pada media massa, dapat dilakukan dengan mendirikan media massa: pers, film, radio dan televisi. Fungsi dan peranan media dakwah Islam sangat penting bagi suatu komunitas. Mereka harus menyiapkan kepada khalayak pengetahuan tentang Islam melalui program penyampaian informasi mengenai Islam. Mereka dapat mendidik masyarakat di samping dapat menghilangkan semua kesalahfahaman berkenaan dengan Islam. Peranan media dakwah yang paling penting adalah untuk mempromosikan harmonisasi sekte-sekte keagamaan di tengah-tengah masyarakat dengan menunjukkan berbagai program dan mengajak ulama untuk mendidik masyarakat. Ayat-ayat media dakwah dalam Al-Qur’an memang senantiasa memerlukan pengkajian dan penafsiran ulang untuk mendapatkan wawasan baru. Pemahaman akan ayat-ayat alam berdasarkan temuan-temuan baru dari para ahli akan lebih memaksimalkan peran alam sebagai media dakwah. Hasil-hasil temuan baru ini pertama-tama harus diujicobakan dalam memahami terma-terma sains tentang alam dalam Al-Qur’an. Karenanya para dai seyogyanya juga terdorog untuk menggunakan media dakwah aktual. Pembacaan media dakwah para Rasul tidak dimaksudkan hanya untuk mengenang peristiwa historis di masa lalu melainkan hendaknya menghasilkan suatu gagasan baru untuk lebih memahami dan menyadari perlunya penggunaan media terbaru dalam aktivitas dakwah di berbagai lini. Kata Kunci: Wawasan, Pembacaan, Media dakwah Media of da’wa is an important element in the da’wa. This media determines the success of da’wa, because the media that make da’wa messages to the public. Da’wa function is divided into two, namely the universal and the particular nature. The first function is inherently attached to their code of ethics and consistent in fostering and maintaining moral and ethical society. The second function, which contains the Islamic message to the mass media, can be done by setting the mass media: press, films, radio and television. The function and role of media da’wa that Islam is very important for a community. They must be prepared to public knowledge about Islam through the delivery of information about Islam. They can educate the public on the side can eliminate all misunderstanding with regard to Islam. The role of the media propaganda of the most important is to promote the harmonization of religious sects in the midst of society by showing a variety of programs and invites scholars to educate the public. Media of da’wa verses in the Qur'an is always require review and reinterpretation to gain new insights. Understanding of the verses of nature based on new findings of the experts will be to maximize the natural role as a medium of da’wa. The results of these new findings should first be tested in understanding these terms of natural science in the Qur'an. Therefore preachers should also pushed to use actual media of da’wa. Reading of da’wa media the Apostles is not intended only to commemorate historical events in the past, but should generate a new idea to better understand and realize the need to use the latest media in da’wa activity in the various lines. Key Words: Insight, Recitation, Media da’wa
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN IKLIM KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Ida Suryani Wijaya
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.318

Abstract

Abstract; Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi manusia dapat berhubungan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari dimanapun manusia itu berada. Organisasi adalah sistem yang mapan dari mereka yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. Salah satu ciri komunikasi organisasi yang paling nyata adalah konsep hubungan (relationship). Organisasi sebagai sebuah jaringan hubungan yang saling bergantung. Jika sesuatu saling bergantung, ini berarti bahwa hal-hal tersebut saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Komunikasi interpersonal sebagai komunikasi anatar komunikator dengan komunikan, dianggap sebagai jenis komunikasi yang paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang. Komunikasi interpersonal yang berlangsung secara intensif dengan mengutamakan aspek kuantitas dan kualitas yang seimbang, akan menciptakan hubungan interpersonal yang kuat antara atasan dan bawahan serta antarsesama karyawan, sehingga keterbukaan dan kepercayaan yang didapat dari proses komunikasi tersebut dapat turut menentukan perubahan sikap dan tingkah laku dalam organisasi. Kepuasan komunikasi membawa hubungan dengan kepuasan kerja, kepuasan kerja merupakan respons seseorang terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang dihadapinya, seperti teman sekerja, kebijakan, promosi dll. Pentingnya iklim yang mendukung dalam komunikasi organisasi lebih ditekankan untuk mendapatkan kepuasan kerja. Pimpinan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam membangkitkan iklim komunikasi yang baik dalam organisasinya. Kata Kunci : Komunikasi, Interpersonal, Iklim, Organisasi Communication is a basic human activity, with people communicate can relate to each other in everyday life wherever human being. Organization is established system of those who work together to achieve a common goal, through the ranks and division of tasks. One characteristic of most real organizational communication is the concept of the relationship (relationship). Organization as a network of interdependent relationships. If something interdependent, this means that these things affect each other and influenced each other. Interpersonal communication is communication between people face to face, which allows each participant capture the reactions of others directly, either verbally or nonverbally. Interpersonal communication as communication between communicator with communicant, regarded as the most effective type of communication in terms of efforts to change attitudes, opinions, or behavior. Interpersonal communication that takes place intensively with emphasis on the quantity and quality aspects are balanced, will create strong interpersonal relationships between superiors and subordinates and employees between people, so that openness and trust gained from the communication process can also determine changes in attitudes and behavior within the organization. Satisfaction communication carries relationship with job satisfaction, job satisfaction is an individual's response to various working environment it faces, such as coworkers, policy, promotion etc. The importance of a favorable climate in organizational communication is emphasized to obtain job satisfaction. Leadership as a responsible person in the organization can contribute to generate good communication climate in the organization Keywords : Communication , Interpersonal , Climate , Organization
PARTISIPASI DAN EFEK KOMUNIKASI PEMUKA PENDAPAT DALAM PEMBANGUNAN Haidir Fitra Siagian
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.314

Abstract

Abstract; Satu indikator penting untuk kemajuan suatu bangsa adalah dengan berjalannya roda pembangunan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Pembangunan tersebut merupakan bagian proses perubahan yang sengaja dilakukan secara terencana dan berkelanjutan menuju tataran kehidupan masyarakat yang lebih baik. Peningkatan kualitas hidup rakyat dalam suatu bangsa merupakan tujuan yang paling penting dalam pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Komunikasi pembangunan diarahkan untuk perubahan sosial yang terancang dengan baik. Komunikasi pembangunan bertujuan untuk secara sadar meningkatkan pembangunan manusiawi, yang berarti bahwa komunikasi dapat menghapus kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan. Komunikasi pembangunan yang diutamakan adalah kegiatan mendidik dan memotivasi masyarakat. Tujuan komunikasi adalah untuk menanamkan ide-ide, sikap mental, dan mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Partisipasi politik dihubungkan dengan demokrasi yang mengedepankan prinsip representasi dan partisipasi tidak langsung. Partisipasi politik diungkapkan dalam tindakan individu atau kelompok terorganisir untuk melakukan pemilu, kampanye, protes atau memengaruhi perwakilan pemerintah. Dalam penelitian komunikasi politik, elit politik informal ini lebih sering dikenal sebagai opinion leader atau pemuka pendapat. Pemuka pendapat adalah orang-orang yang berpengaruhi pendapat, sikap, keyakinan, motivasi, dan perilaku orang lain. Peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan para pemuka pendapat ini adalah untuk mendorong setiap warga negara agar secara ikhlas dan serius mendukung pengembangan serta untuk memberikan arahan agar pembangunan ke untuk masyarakat. Kata Kunci: Partisipasi, Komunikasi, Pemuka Pendapat, Pembangunan, Demokrasi One important indicator for the progress of a nation is the wheel passes the construction carried out on an ongoing basis. The development is part of the process of change that is intentionally done in a planned and sustained towards the level of people's lives better. Improved quality of life of the people in a nation is the most important goal in the construction carried out by the government. Communication development is directed toward social change well designed. Communication development consciously aims to improve human development, which means that communication can remove poverty, unemployment, and injustice. Communication is the preferred development activities to educate and motivate people. The purpose of communication is to instill ideas, mental attitude, and teach the skills needed by society. Political participation is associated with the principle of democracy and participation of indirect representation. Political participation is expressed in the actions of individuals or organized groups to conduct the election, campaign, protest or influence government representatives. In the study of political communication, political elite is more commonly known informally as opinion leaders or opinion leaders. Opinion leaders are the ones who berpengaruhi opinions, attitudes, beliefs, motivations, and behaviors of others. Important role that can not be separated from the involvement of opinion leaders is to encourage every citizen in order to be sincere and serious in sustainable development and to provide guidance in order for the development to the community. Keywords: Partisipation, Communication, Opinion Leader, Development, Democrazy
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN (PENGARUH TEMUAN SAINS TERHADAP PERUBAHAN ISLAM) Baso Hasyim
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.319

Abstract

Abstract; Ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada zaman modern ini, mengalami banyak perubahan dan sangat cepat, sedang agama bergerak dengan lamban sekali, karena itu terjadi ketidak harmonisan antara agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Dalam ensiklopedi Agama dan filsafat dijelaskan bahwa Islam adalah agama Allah yang diperintahkan-Nya untuk mengajarkan tentang pokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad saw. dan menugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh manusia dengan mengajak mereka untuk memeluknya. Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap ilmu (sains). Al-Qur’an dan Al-Sunnah mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengatahuan pada derajat yang tinggi. Apabila kita memperhatikan ayat al-Qur’an mengenai perintah menuntut ilmu kita akan temukan bahwa perintah itu bersifat umum, tidak terkecuali pada ilmu-ilmu yang disebut ilmu agama, yang ditekankan dalam al-Qur’an adalah apakah ilmu itu bermanfaat atau tidak. Adapun kriteria ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada sang khalik sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya. Pertemuan kaum muslimin dengan dunia modern, melahirkan berbagai aliran pemikiran, seperti aliran salaf dengan semboyan “Kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah”, dan aliran Tajdid dengan semboyan “maju ke depan bersama al-Qur’an”. Pembaruan dalam Islam memang sangat dianjurkan selama pembaruan itu tidak mengebiri ajaran-ajaran Islam yang otentik, akan tetapi justru memperkuat, mempertinggi dan mengangkat martabat ummat Islam dihadapan bangsa-bangsa lain di dunia. Kata Kunci: Ilmu Pengetahuan, Perubahan, Islam Science and technology, especially in modern times, experiencing a lot of changes and very fast, being religious moving very slow, because it happened disharmony between religion and science and technology. In the Encyclopaedia of Religion and philosophy explained that Islam is the religion of Allah commanded him to teach about subjects as well as its rules to the Prophet Muhammad. and assigned him to convey the religion to all mankind by inviting them to embrace him. One characteristic that distinguishes Islam with others is its emphasis on science (science). Al-Quran and Al-Sunnah urge Muslims to seek and acquire knowledge and wisdom, as well as placing people berpengatahuan at a high degree. If we look at the verses of the Koran on orders study we will find that the order was general in nature, is no exception in the sciences called theology, which is emphasized in the Qur'an is whether science is beneficial or not. The criteria useful science is the science devoted to draw closer to the creator of universe as a form of devotion to Him. Meeting of the Muslims with the modern world, gave birth to various schools of thought, such as the flow of the Salaf with the slogan "Back to the Qur'an and Sunnah", and the flow Tajdid with the slogan "forward along the Koran". Updates in Islam is highly recommended during the update was not emasculate the teachings of Islam are authentic, but actually strengthen, enhance and elevate the dignity of Muslims in front of the other nations in the world. Keywords: Science, Change, Islam
DAKWAH, SENI DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Abd. Aziz Ahmad
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.315

Abstract

Abstract; Dakwah merupakan serangkaian aktivitas mensosialisasikan ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam dengan hikmah (wisdom) dan kebijaksanaan agar mereka mengerti, memahami dan melaksanakan pesan tersebut guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dakwah dengan lisan, dakwah seperti ini paling banyak dilakukan oleh umat Islam karena langsung berhadapan antara da’i dan mad’u . Dakwah dengan tulisan adalah dakwah yang dilakukan dengan perantaraan tulisan, seperti melalui buku-buku, majalah, surat kabar, buletin, risalah, kuliah-kuliah tertulis, pamflet, pengumuman tertulis, spanduk, baliho dan lain-lain. Dakwah melalui karya lukisan, metode seperti ini berupa gambar-gambar hasil senilukis, foto, grafis, digital image dan sebagainya. dakwah melalui audio visual. Metode audio visual adalah suatu cara penyampaian pesan yang sekaligus merangsang penglihatan dan pendengaran. Dengan Akhlak atau prilaku yang baik. Perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan media dakwah dan sebagai alat untuk mencegah orang dari berbuat kemungkaran, atau juga yang mendorong orang lain berbuat ma’ruf. Dakwah melalui budaya. Di Indonesia kita memiliki berbagai suku yang masing-masing mempunyai budaya yang berbeda antara satu suku dengan yang lainnya, misalnya Aceh dengan kebudayaan atau seninya. Seni lukis yang peduli terhadap etika dan moral Islam, dan diharapkan pada akhirnya akan menghasilkan kebudayaan yang islami karena semua itu dilakukan secara santun dan sesuai norma-norma agama Islam. Kata Kunci : Dakwah , Seni , Teknologi Pembelajaran Da’wa is a series of activities disseminating the teachings and values contained in Islam with wisdom and hikmah so that they know, understand and implement the message of life to achieve happiness in this world and hereafter. Da'wah with oral, propaganda like this most often committed by Muslims as the direct line of sight between preachers and mad'u. Da'wa with writing is da’wa carried out by means of writing, such as through books, magazines, newspapers, newsletters, treatise, written lectures, pamphlets, written announcements, banners, billboards and others. Da'wa through paintings, this method of pictures art painting results, photos, graphics, digital images, and so on. through da’wa of audio-visual . Audio-visual method is a way of delivering a message that while stimulating vision and hearing. With morality or good behavior. Behavior that is reflected in everyday life can be used as a medium of da’wa and as a means to prevent people from doing misguidence, or also encouraging others to do the good and. Da'wah through culture. In Indonesia we have a variety of tribes, each of which has a different culture from one tribe to another, for example Aceh with culture or art. Painting are concerned about the ethics and morals of Islam, and is expected in the end will result in an Islamic culture because it was all done politely and appropriate norms of Islam Keywords : Da’wa , Arts , Instructional Technology
TERAPI SPIRITUAL ISLAMI SUATUMODEL PENANGGULANGAN GANGGUAN DEPRESI Ahmad Razak
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.320

Abstract

Abstract; Salah satu dampak yang ditimbulkan dalam realitas kehidupan manusia masa kini adalah munculnya berbagai gangguan psikologis seperti depresi.Gangguan depresi ini terjadi akibat adanya suatu kesedihan yang sangat mendalam. Perasaan tersebut muncul karena kecewa mengalami situasi yang sama sekali tak terduga dan tak diharapkan terjadi dalam hidupnya. Depresi dapat terjadi pada setiap manusia tanpa mengenal batas usia, status, ras, etnis, atau strata sosial. Terapi spiritual Islami adalah suatu pengobatan atau penyembuhan gangguan psikologis yang dilakuan secara sistematis dengan berdasarkan kepada konsep al-qur’an dan assunnah. Terapi spiritual islami mengacu kepada konsep pensucian jiwa (Tazkiyatunnufus), 3 tahap pensucian jiwa, yaitu:takhali (tahap pensucian diri), tahalli (tahap pengembangan diri), dan tajali (tahap penemuan diri). Terapi spiritual Islami terbukti efektif memberikan pengaruh terhadap penanggulangan depresi maupun gangguan psikologis lainnya. terapi spiritual sangat berpengaruh untuk membangun rasa penerimaan diri (self acceptance) sehingga klien tidak merasa depresi lagi dan menyesali nasibnya. Bahkan sebaliknya klien akan mampu mengekspresikan perasaannya kepada kehidupan dan kesehatan mental yang lebih baik. Pendekatan spiritual berperan penting dalam mengekspresikan perasaan dan memberikan kenyamanan bagi klien. Penerimaan keadaan sakit klien akan mendorong individu tersebut akan lebih dekat dengan Tuhan dan menerima penyakitnya sebagai cobaan dari Tuhan. Pada terapi spiritual islami, qalbu dan akal pikiran sebagai sasaran terapi dalam menangani berbagai penyakit psikologis. Terapi spiritual islami bersifat fleksibel, prefentif, kreatif, dan rehabilitasi. Kata Kunci: Depresi, Terapi Spiritual One impact of the reality of human life today is the emergence of a variety of psychological disorders such as depression. Depression is the result of a deep sadness. The feeling of disappointment experienced a situation arises that is completely unexpected and expected to happen in his life. Depression can happen to every human being without knowing the limits of age, status, race, ethnicity, or social strata. Islamic spiritual therapy is a treatment or cure of psychological disturbance that was done systematically with the process based on the Qur'an and Assunnah. Islamic spiritual therapy refers to the concept of purification of the soul (Tazkiyatunnufus), 3-stage purification of the soul, namely: takhali (self purification stage), tahalli (self-development stage), and the manifestation (the stage of self-discovery). Islamic spiritual therapies proven effective in giving effect to the prevention of depression and other psychological disorders. very influential spiritual therapy to build a sense of self-acceptance (self-acceptance) so that the client does not feel depressed anymore and bemoan his fate. Even otherwise the client will be able to express his feelings to the life and better mental health. Spiritual approach plays an important role in expressing feelings and provide comfort for the client. Acceptance sickness will encourage the individual client will be closer to God and accept the disease as a trial from God. In the Islamic spiritual therapy, hearts and minds as a therapeutic target in dealing with various diseases are fleksible. Islamic spiritual psikology therapy, preventive, creative, and rehabilitation. Keywords: Depression, Spiritual Therapy
DAKWAH DAN PROBLEMATIKA UMAT ISLAM Nurhidayat Muh. Said
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.311

Abstract

Abstrak; Persoalan yang dihadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat, baik yang bersifat internal mau¬pun eksternal. Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam menda¬patkan hiburan (enter¬tain¬ment), kepariwisataan dan seni dalam arti luas, yang semakin membuka peluang munculnya kerawanan moral dan etika. Pembangunan di bidang fisik itu tentu saja membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat seperti berbagai kemudahan-kemudahan dalam mengakses setiap kebutuhan. Namun demikian berbagai permasalahan umat juga mengalami perkembangan yang luar biasa baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini disebabkan karena pembangunan mental spritual tidak mendapatkan porsi yang seimbang dengan pembangunan pisik yang justru merupakan hakekat dari pembangunan itu sendiri. Sebagai makhluk yang sempurna maka manusia dilengkapi dengan suatu tabiat yang berbentuk dua kekuatan yaitu amarah dan syahwat (keinginan). Dua kekuatan inilah yang menentukan akhlak dan sifat manusia. sikap mental materialistik, agama akan kehilangan daya tariknya karena agama tidak memberikan keuntungan material apapun bagi manusia. Itulah sebabnya beberapa ilmuwan sosial meramalkan bahwa semakin modern suatu masyarakat, semakin tersingkir pula agama dari kehidupan sosial masyarakat itu. Tidak ada agama yang bisa diharapkan akan bertahan lama jika berdasarkan kepercayaannya kepada asumsi-asumsi yang secara ilmiah jelas salah. Inilah problematika dakwah kita masa kini. Oleh sebab itu semuanya harus dikelola dengan manajemen dakwah yang profesional oleh tenaga-tenaga dakwah yang berdedikasi tinggi, mau berkorban dan ikhlas beramal. Untuk mengubah wajah umat Islam yang suram diperlukan dakwah islamiyah untuk menyembuhkan penyakit dalam tubuh umat Islam. Kata Kunci: Dakwah, Problematika Umat, Aqidah, Moral, Individualisme, Materialisme Problems faced today are increasingly great da’wa challenge, both internal or external. The challenge comes in many forms of modern society activities, such as behavior in getting entertainment , tourism and the arts in a broad sense, which raises the possibility of moral and ethical vulnerability emergence. Development in the physical plane of course a positive impact on people's lives as a variety of easiness in accessing every need. However, various problems people are also experiencing tremendous growth both in quality and quantity. This is because the mental development spritual not get equal proportion to the physical development which is precisely the nature of the development itself. As a human being perfect it is equipped with a character in the form of two powers, namely anger and lust (desire). Two forces that determine the character and human nature. materialistic mentality, religion will lose its appeal because religion does not provide any material benefit for humans. That is why some social scientists predict that the more modern a society, the religious also eliminated from the social life of the community. No religion can be expected to last long if it is based on his belief in assumptions scientifically clearly wrong. This is the problem of our mission today. Therefore, everything must be managed by a professional management da’wa, da’wa personnel dedicated, willing to sacrifice and sincere charity. To change the face of the grim Muslims needed da’wa Islamiyah to cure the disease in the body of Muslims. Keywords: Da'wah, Public Problems, Aqida, Moral, Individualism, Materialistic
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA YANG EFEKTIF Wahidah Suryani
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.316

Abstract

Abstract; Pertukaran kebudayaan adalah hal yang sangat mungkin terjadi, karena siapapun yang datang dari suatu negara atau daerah sudah pasti tidak akan terlepas dari budaya di mana ia lahir dan dibesarkan. Dengan budaya yang mengakar di dalam dirinya, ia harus berbagi ruang dengan orang lain dari budaya lain. Pertukaran budaya ini, mungkin saja menimbulkan konflik. Konflik bisa diredam dengan lahirnya sebuah kesadaran bahwa setiap orang harus bisa memahami budaya orang lain yang berbeda budaya dengan dirinya. Proses komunikasi yang berlangsung antara orang-orang berbeda budaya tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: The Act (Perbuatan), The Scene (Adegan), The Agent (Pelaku), The Agency (Perantara), dan The Purpose (Tujuan). Faktor-faktor tersebut di atas juga menjadi salah satu penentu sebuah proses komunikasi itu berjalan efektif. Berdasarkan hal itu pula, kita bisa menentukan strategi atau metode komunikasi yang digunakan dalam sebuah proses komunikasi. Komunikasi yang efektif dapat terwujud bila strategi dan metode komunikasi yang digunakan tepat. Strategi komunikasi yang efektfif sangat penting diperhatikan dalam sebuah proses komunikasi. Komunikasi antar budaya sebagai bentuk komunikasi antarpribadi dari komunikator dan komunikan yang berbeda budaya. Efektivitas komunikasi antar pribadi itu sangat ditentukan oleh faktor-faktor: keterbukaan, empati, perasaan positif, memberikan dukungan, dan memelihara keseimbangan. Sedangkan prasangka sosial yang menentukan tiga faktor utama yaitu stereotip, jarak sosial, dan sikap diskriminasi. Hubungan antara prasangka dengan komunikasi sangat erat karena prasangka-prasangka diasumsikan sebagai dasar pembentukan perilaku komunikasi. Kata Kunci : Komunikasi, Budaya, Efektif Cultural exchange is very likely to happen, because anyone who comes from a country or region will certainly not be separated from the culture in which he was born and raised. With a culture rooted in him, he had to share a room with other people from other cultures. This cultural exchange, may be causing a conflict. Conflict can be muted with the birth of an awareness that every person should be able to understand the culture of other people of different cultures with him. The process of communication that takes place between people of different cultures is often influenced by several factors: The Act, The Scene, The Agent (Performer), The Agency (Intermediaries), and The Purpose. The factors mentioned above also becomes one of determining an effective communication process. Based on that, we can determine the strategies or methods of communication used in a communication process. Effective communication can be realized if the strategies and methods of communication are used appropriately. Efektive communication strategy is very important to be considered in a process of communication. Intercultural communication as a form of interpersonal communication of communicators and communicant of different cultures. Effectiveness of interpersonal communication was largely determined by factors: openness, empathy, positive feelings, provide support, and maintain balance. While the social prejudices that determine the three main factors, namely stereotypes, social distance, and discrimination. The relationship between prejudice to the communication very closely because of the prejudices assumed as the basis for the establishment of communication behavior. Keywords : Communication, Culture, Effective
URGENSI KOMUNIKASI POLITIK DAKWAH Suharto Suharto
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.312

Abstract

Abstract; Komunikasi merupakan sebuah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”. Komunikasi dakwah komunikasi berisi pesan-pesan dakwah/nilai-ajaran Islam. komunikasi apabila dikaitkan dengan komunikasi politik dan komunikasi dakwah, maka dapat ditarik sebuah benang merah bahwa sadar atau tidak, proses penyampaian materi dakwah oleh da’I atau komunikator kepada khalayak atau mad’u atau komunikan membutuhkan piranti lunak dan keras seperti strategi, taktik dan media dalam berdakwah. komunikasi politik dakwah, tidaklah terlalu berbeda dengan proses komunikasi politik pada umumnya. Bahwa semua muballiq atau da’i harus mampu merencakan desain rancang bangun aksi dakwahnya yang lebih terstruktur dan kongkret. Komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima. Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Tujuan komunikasi persuasif identik dengan tujuan utama dakwah, yakni menanamkan believe (keyakinan) dan mengubah attitude (sikap/perilaku). Pada muaranya adalah terwujudnya tujuan utama dari komunikasi politik dakwah adalah “terwujudnya kebahagiaan didunia dan akhirat yang diridhoi Allah”. Kata Kunci; Komunikasi, Politik, Dakwah Communication is a process in which a person or persons, groups, organizations, and communities create and use information in order to connect with the environment and other people. Political communication is communication involving political messages and political actors, or related to power, government, and government policies. With this understanding, as an applied science, political communication is not new. Political communication can also be understood as communication between the "ruling" and "ruled". Communications provides communications da’wa message of da’wa / value-Islam. Communication when linked with political communication and da’wa communication, it can be a common thread that consciously or not, the process of delivering material of da’wa by preachers or the communicator to the public or mad'u or communicant requires software and hardware such as strategy, tactics and media in preaching. Da’wa of political communication, it is not too different from the process of political communication in general. That all muballiq or preachers should be able to plan your actions preaching engineering design more structured and concrete. Persuasive communication is communication that is aimed at changing behavior, modify or establish response (attitude or behavior) of the receiver. Persuasive communication is communication that aims to change or influence the beliefs, attitudes, and behavior so as to act in accordance with what is expected by the communicator. Persuasive communication purposes identical with the main purpose of propaganda, namely embed believe (faith) and change the attitude (attitude / behavior). In the estuary is the realization of the main goals of political communication propaganda is "the realization of happiness in the world and the hereafter blessed God". Keywords; Communication, Politics, Da’wa
STRATEGI DAKWAH TERHADAP MASYARAKAT AGRARIS Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.317

Abstract

Abstract; Syariat Islam yang dijadikan landasan oleh umat manusia, berawal dari Nabi Muhammad saw. syariat tersebut berupa risalah yang bersumber dari ajaran ilahi yang diperuntukkan bagi umat manusia. Untuk mengetahui risalah tersebut, memerlukan pengamalan dan pemahaman yang tepat. Alquran dan Sunnah merupakan sumber syariat Islam yang dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia, terutama bagi umat Islam. Syariat Islam merupakan senjata yang ampuh dalam menentang berbagai faham yang sesat, pandangan yang keliru tentang Islam dan berbagai persoalan agama Islam. Seluruh ciri atau karakteristik masyarakat pedesaan di atas sangat berpengaruh terhadap konsep berdakwah di pedesaan. Bagaimana seorang dai dapat menyesuaikan metode dakwahnya dengan keadaan masyarakat pedesaan yang cenderung menerima sikap pasrah dan kurang komunikatif dengan orang golongan di atasnya (orang kaya). Pentingnya strategi dakwah adalah untuk mencapai tujuan, sedangkan pentingnya suatu tujuan adalah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kondisi masyarakat agraris yang cenderung memiliki waktu yang terbatas di waktu malam dan lebih banyak bekerja pada siang hari serta lebih banyak di rumah pada malam hari, maka langkah dakwah yang strategis adalah dakwah melalui face to face atau melalui rumah ke rumah. Masyarakat agraris cenderung butuh tempat bertanya masalah-masalah agama setiap saat. Oleh karena itu, pada kondisi tersebut mendorong dai untuk melaksanakan pendampingan terhadap mad’u, agar mereka mudah menyelesaikan masalahnya dengan tepat waktu. Materi dakwah yang tepat buat mereka adalah masih berkisar pada aqidah, akhlak dan muamalah. Kata Kunci: Strategi, Dakwah, Komunitas, Agraris Islamic Sharia which is premised by mankind, originated from the Prophet Muhammad. The law in the form of a treatise that comes from the divine teachings intended for humanity. To determine the treatise, requires practice and proper understanding. Qur'an and Sunnah is a source of Islamic law which is used as a way of life for humanity, especially for Muslims. Islamic Sharia is a powerful weapon in opposing the various schools of false, erroneous view of Islam and Islamic issues. The whole traits or characteristics of rural communities over very influential on the concept of preaching in the countryside. How a missionary preaching method can adjust to the situation of rural communities tend to accept resignation and less communicative with the group on it (the rich). The importance of da’wa strategy is to achieve the goal, while the importance of the goal is to get the desired results. Conditions of agrarian society that tend to have a limited time in the evening time and more work during the day and more at home in the evening, then step strategic da’wa is da’wa through face to face or through house to house. Agrarian societies tend to need a place to ask religious matters at any time. Therefore, in these conditions encourage preachers to carry out assistance to mad'u, so they are easy to resolve the problem in a timely manner. Material of da’wa is appropriate for them are still around on faith, morals and muamalah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10