cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER" : 15 Documents clear
ESTETIKA PERSEPSI SEBAGAI KONSEP PENGEMBANGAN TARI ISLAMI DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Heni Siswantari; Fery Setyaningrum
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i6

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk estetika persepsi pendidikan seni tari sebagai konsep dalam pengembangan seni tari perguruan tinggi Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Akurasi data dilakukan dengan teknik triangulasi teknik dan sumber, selanjutnya dianalisis dengan model analisis data Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep estetika persepsi seni tari muncul untuk menjembatani berbagai macam penafsiran tentang tari Islami. Estetika persepsi seni tari dalam pendidikan tinggi Islam merupakan hasil dari pertemuan antara Islam, seni tari dan pendidikan. Pendidikan sebagai lembaga penerjemah ilmu pengetahuan mengakomodasi kebutuhan estetika dalam seni dan etika dalam norma agama menjadi bagian dari dasar pembentukan tari Islami. Diharapkan rumusan estetika persepsi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan seni tari di perguruan tinggi Islam di Indonesia.Abstract:This study aims to analyze and describe the aesthetic form of dance education perception as a concept in the development of dance Islamic tertiary institutions in Indonesia. The research method used was qualitative with observation, interview, and documentation data collection techniques. Data accuracy finished by triangulation techniques and source techniques, then analyzed with the miles and Huberman data analysis models. The results showed that the concept of aesthetic perception of dance emerged in order to bridge various interpretations of Islamic dance. The aesthetic perception of dance in Islamic higher education is the result of a meeting between Islam, dance, and education. Education as an institution translating knowledge accommodates the aesthetic needs in art and ethics in religious norms to be part of the basis for the formation of Islamic dance. Hopefully, this aesthetic perception formulation can use as a reference in the development of dance education in Islamic tertiary institutions in Indonesia.
DAMPAK PENGGUNAAN MODUL PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PETUGAS PUSKESMAS Risnah Risnah; Muhammad Irwan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan modul pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan petugas puskesmas. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas Binamu Kota. Subjek dalam penelitian ini merupakan keseluruhan populasi (sampel jenuh). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan petugas puskesmas tentang gizi sebelum menggunakan modul pendidikan kesehatan dalam pelatihan memiliki rerata 3,50 dan setelah pelatihan memiliki rerata 4,67. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan rerata pengetahuan tentang gizi sebelum dengan setelah intervensi. Adapun kolaborasi sebelum pelatihan memiliki rerata 8,75 dan setelah pelatihan memiliki rerata 10,67. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunan modul dalam kegiatan pendidikan kesehatan berdampak baik terhadap peningkatan pengetahuan petugas puskesmas Binamu Kota.  Abstract:The research objective was to determine the effect of the use of Health educational modules toward the knowledge improvement of health clinic staffs. The method used was qualitative method with descriptive approach. The population of this research was the staffs of Binamu Kota health clinic center. The subject was the whole staffs (saturated sample). Data collecting procedures through observation, literature study, and questionnaire. The data was analyzed in descriptively. The findings showed that the mean score of staffs’ knowledge before using Health educational modules in training was 3,50 then increased to 4,67 after using it. It indicated that there were difference of the staffs’ knowledge before and after using modules. While the collaboration mean score before training was 8,75 the improved to 10,67 after training. Therefore, the use of modules in health educational training influenced the staffs’ knowledge of Binamu Kota health clinic center.
INCREASING LEARNING OUTCOMES AMONG PRIMARY SCHOOL STUDENTS BY USING CLASSROOM MANAGEMENT K. A. Rahman; Mohamad Muspawi; Muazza Muazza; Panji Firman Kurniawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i1

Abstract

Abstract:This study aimed to determine the implementation of classroom management, and to find out the supporting and inhibiting factors in improving the students’ learning outcomes. This research used qualitative method which focused on interviewing the principal and teachers. The data were analyzed through classifying the data, coding and theme creation, then presenting the results. The finding of this study indicated that classroom management had impact on students’ learning outcomes. There were also some supporting factors, such as coordination and motivation from the school and parents who had big part in encouraging the improvement of the students’ learning outcomes. However, there were inhibiting factors, such as learning environment which was not conducive.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan implementasi manajemen kelas, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada wawancara kepala sekolah dan guru. Data dianalisis melalui pengklasifikasian data, pengkodean dan pembuatan tema, kemudian menyajikan hasilnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas berdampak pada hasil belajar siswa. Terdapat juga beberapa faktor pendukung, seperti koordinasi dan motivasi dari sekolah dan orang tua yang berperan besar dalam mendorong peningkatan hasil belajar siswa. Namun, ada beberapa faktor penghambat, seperti lingkungan belajar yang tidak kondusif.
TEKNIK PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Ulfah Nury Batubara; Ajat Sudrajat
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i15

Abstract

Abstrak:Instrumen penilaian HOTS sangat penting mengingat standar yang harus dicapai dalam kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji teknik penyusunan instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi yang terdiri dari menganalisis (C-4), mengevaluasi (C-5), dan mengkreasikan (C-6). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu menggambarkan masalah untuk memperoleh jawaban dengan berbagai kajian pustaka. Metode penelitian deskriptif berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian yang terjadi saat sekarang. Teknik pengumpulan data penelitian berupa data-data kepustakaan yang telah dipilih, dicari, disajikan dan dianalisis berupa teknik penyusunan instrumen penilaian HOTS khususnya dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran sejarah terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif.Abstract:HOTS assessment is very important considering the standard that must be achieved in the 2013 curriculum. The purpose of this research was to study the instrument drafting techniques to asses the students’ high-level thinking skills which consisted of analyzing (C-4), evaluating (C-5), and creating (C-6). The research method used was descriptive method which described the problems to obtain answers from various literature studies. Descriptive research tried to describe phenomenon that occured in that time. Data collection were through study literatures of drafting instruments of HOTS assessment which had been choosen, searched, presented, and analyzed especially in History learning. The results of this study showed that instrument drafting techniques base on HOTS assesment in learning History consisted of (1) analysing base competency, (2) developing the main points, (3) choosing the interested and contextual stimulus, (4) making questions base on the main points, (5) deciding the answer form/score form, (6) doing qualitative analysis, and (7) doing quantitative analysis.
MATA PELAJARAN SEJARAH SMA DI KURIKULUM 2013 Febbrizal Febbrizal; Aman Aman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i2

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi pelajaran sejarah di kurikulum 2013 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) dan mengetahui kedudukan kajian sejarahnya dalam bagian yang menjadi komponen krusial kurikulum 2013. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (research library) yang tidak hanya menelusuri sumber pustaka yang sesuai dengan kajian penelitian namun juga menjadikan data untuk penulisan. Hasil penelitian menunjukan posisi mata pelajaran sejarah membentuk dua cabang besar pada sejarah Indonesia (wajib) yang digunakan oleh semua kelompok peminatan (IPA dan IPS) dan cabang sejarah peminatan (IPS) yang ruang lingkupnya lebih komprehensif. Kelompok sejarah wajib dan peminatan pada evolusi standar kompetensi (SK) pada kurikulum sebelumnya menjadi kompetensi inti (KI) yang menunjukan perbaikan tujuan pencapaian kompetensi.Abstract:The purpose of this research was to analyze the study of the history subjects of the 2013 curriculum for high school (or equivalent), and then look at the position of their historical studies in the part which is a crucial component of the 2013 curriculum. The research library is not only tracing the source of the literature. according to research studies but also makes it data for writing. The results showed that the position of historical subjects formed two major branches in Sejarah Indonesian (wajib) used by all specialization groups (IPA and IPS) and Sejarah Peminatan (IPS) branches that were more comprehensive in scope. It was required to the history group and specialization as the evolution of competency standards (SK) which was in the previous curriculum became core competencies (KI) which indicated the improvement of the competency achievement goals.

Page 2 of 2 | Total Record : 15