cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF ALIRAN KALAM: Qadariyah, Jabariyah, dan Asy’ariyah Samad, M. Yunus
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bagaimana pun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya pasti berlangsung suatu proses pendidikan, sehingga sering dikatakan bahwa pendidi-kan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Proses pendidikan merupakan proses pengembangan segala potensi yang dimiliki manusia. Meskipun dalam Is-lam terdapat beberapa pandangan mengenai pendidikan Islam.Paham Qadariyah memandang proses pendidikan Islam dapat berlangsung dengan baik jika manu-sia bersungguh-sungguh berusaha dalam menanamkan nilai-nilai islami dalam kehidupannya. Paham Jabariyah memandang bahwa proses pendidikan tidak be-gitu berpengaruh sebab berhasil tidaknya sebuah proses pendidikan tersebut akan ditentukan oleh Allah. Sedangkan paham Asy’ariyah memandang pendidi-kan Islam merupakan proses yang dinamis, dalam artian manusia di samping te-lah memiliki potensi dasar untuk menerima proses pendidikan ia juga bergan-tung pada kepribadian seseorang.Abstract: No Matter how simple a civilization of society is, there must be a process of edu-cation, therefore it is frequently said that education has existed throughout hu-man civilization. The process of education is the process of developing the poten-tial of every human being. In Islam there are several views on islamic education. The idea of Qadariyah views that Islamic education process can take place pro-perly if the man earnestly try to instill Islamic values in his life. The idea of Jaba-riyah views that the education process is not so influential because the success or failure of an educational process will be determined by God. While the idea of Ashari views that Islamic education is a dynamic process, it means that human being not only has a basic potential to be educated but also they depend on their personality.
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH (Perspektif Kerajaan Islam) Nursyarief, Aisyah
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sejarah pendidikan Islam hakikatnya sangat berkaitan dengan sejarah Islam sehingga periodesasi sejarah pendidikan Islam berada dalam periode-periode sejarah Islam itu sendiri. yaitu periode klasik, perte­ngahan, dan modern. Di Indonesia, periode tersebut dapat dibagi dike­lompokkan ke dalam: fase datang­nya Islam, fase perkembangan dan berdirinya kerajaan Islam, fase kedatangan orang Barat, fase penjajahan Jepang, fase kemer­dekaan, dan fase pasca kemer­dekaan. Dalam setiap fase itu, pendidikan Islam berkembang dengan ciri yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pada setiap fase perkembangan pendidikan Islam tersebut, corak dakwah atau Islamisasi senantiasa melekat yang berfungsi ­­mempertahankan dan mentransformasi nilai-nilai keislaman di dalam penyeleng­garaan pendidikan.Abstract: The history of Islamic education actually closely related with the Islamic history. Therefore, the period of Islamic educational history are within the periods of Islamic education itself, they are the classic, middle, and modern periods. In Indonesia, those periods can be classified into: the coming of Islam phase, the development phase, the establishment of Islamic kindom phase, the coming of Western people phase, the Japanese colonial phase, the independent phase and the post-independent phase. Every phases of Islamic education developed  different characteristic. However, in every phase of the development of Islamic education, the characteristic of dakwah and Islamization always covered the function of defence, and transformation of Islamic values in the practice of education. 
PANGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PESERTA DIDIK SMA DI KOTA PAREPARE D., Muh. Akib
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pembelajaran pen­di­dikan Agama Islam terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta di­dik SMA di Kota Parepare. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Regresi Li­near Sederhana. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA jurusan IPA dan IPS. Metode pengumpulan data adalah kuesioner dan observasi. Teknik analisis data adalah analisis statistik deskripsi dan statistik inferensial. Ha­sil pe­ne­li­tian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pembelajaran Pen­di­di­kan Agama Islam pada SMA di Kota Parepare terhadap pencegahan penggunaan narkoba. Ha­sil uji regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pem­belajaran pendidikan Agama Islam terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare dengan nilai signifikan 0.001 < 0.05 dan nilai koefisien determinasi 47.52.%.Abstract: The main focus of this research is the influence of islamic educational learning to prevent the drug abuse among the senior high school students in Parepare city. This is a quantitative research using simple linear regression design. The sample of this research is the eleventh grade students of IPA and IPS. The methods of collecting data is questionnaire. The techniques of data analysis used descriptive and inferential statistics. The results of this research shows that there is a correla­tion between islamic educational learning and the prevention of drug abuse. The regression test shows that there is a significan influence of islamic educational learning toward the prevention of drug abuse among the high school students at Parepare city shown by the significance value 0.001 < 0.05 and determinant coefficient 47.52% 
ORIENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM Syafruddin, Syafruddin
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam menghadapi banyak masalah, di antaranya orientasi nilai ke-agamaan dan pendekatan aplikasi. Orientasi nilai religius didasarkan pada materi Islam yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan islami. Tujuannya adalah menjadi "insan kamil", yang tercerminkan pada pengintegrasian nilai individu dan sosial. Oleh karena itu, orientasi nilai agama di sekolah harus berkisar antara dua belah pihak, "dimensi makhluk" (kesalehan individual) dan "dimensi khalifah" (kesalehan sosial). Untuk menanamkan nilai pendidikan Islam ke anak-anak, dapat ditangani melalui pendekatan-pendekatan berikut ini; stra-tegi tradisional, liberal, pemberian model yang baik (uswah), dan klarifikasi nilai. Penerapan strategi harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Terkait deng-an strategi, guru pendidikan Islam harus mempertimbangkan urgensi ketepatan dalam menggunakan nilai klarifikasi. Melalui strategi ini, anak-anak akan dapat memilih, berdialog, membuat pertimbangan, dan menentukan jenis nilai apa yang dipilih. Dengan nilai ini, anak-anak akan memiliki komitmen yang kuat un-tuk menghadapi setiap perubahan kehidupan terutama dalam perubahan sosial.Abstract: Islamic education faces many problems, among them are the religious value orientation and application approach. The religious value orientation is based on Islamic subject matters that cannot be separated from the aim of Islamic education. Its aim is to become a "perpect man", that reflects on the integration of individual and social values. Therefore, the religious value orientation in school must be revolved between the two sides, "Abdullah dimention" (individual religiosity) and "khalifah dimention" (social religiosity). To instill the value of Islamic education to children, it can be handle through the following approaches; traditional strategy, liberal, providing a good model (uswah), and value clarification. To implement these strategies, it must be adjusted to the childs development. Concerning with the strategy, the teacher should consider the urgency of Islam on the use of value clarification. With these strategies, the children will be able to choose, to make a dialogue, to make a consideration, and to determine the type of value to be applied. With this value, the children will have a strong commitment to deal with any change of life, especially in social change.
URGENSI PEMBELAJARAN BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI Amri, Muhammad
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 terhadap mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari urgensi strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh dosen terhadap pengem-bangan karakter akademik mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan. Data dihasilkan melalui kuisioner yang isinya dikonstruk untuk mengukur efek strategi pembelajaran terhadap peningkatan sikap ilmiah di kalangan mahasiswa. Hasilnya dianalisis dan dirujuk untuk menjelaskan strategi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pembentukan karakter akademik yang di-maksud. Sehingga dengan demikian, penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian bercampur antara kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian ini menggambarkan lemahnya desain strategi pembelajaran sehingga kurang ber-pengaruh terhadap pembentukan sikap akademik mahasiswa.Abstract: This writing based on the research conducted on 2012 at the students of state university of Alauddin Makassar. This study aims at finding the urgency of teaching strategy developed by lecturer toward students’ academic character after having lecture. Data got through questionnaire constructed to measure the effect of teaching strategy toward the increasing of students’ scientific attitude. Data were analyzed and referenced to explain strategy which is needed to optimalize the building those academic characters. Therefore, this study is categorized into mix method, qualitative and quantitative method. The result of this study shows that the design of teaching strategies are still low, therefore they do not affect significantly to build students’ academic attitude.
EFIKASI DIRI, KEPUASAN KERJA, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU MAN DI SULAWESI Rahman, Ulfiani
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ada  tiga  tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  hubungan  antara  efikasi diri dengan perilaku organisasi, hubungan antara kepuasan kerja dengan perila- ku kerja organisasi dan peranan kepuasan kerja sebagai mediator dalam hubung- an antara efikasi diri dengan perilku kerja organisasi. Ada tiga skala yang digu- nakan dalam penelitian ini, yakni skala perilaku kerja organisasi, skala efikasi diri guru,  dan  angket  kepuasan  Minnesta.  Penelitian  ini  dilaksanakan  di  11  sekolah agama  yang  berlokasi  di  bagian  Utara,  Timur,  Selatan,  Barat,  dan  Tengah provinsi  Sulawesi  Selatan.  Sampel  terdiri  dari  208  guru.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan perilaku  kerja  organisasi.  Hasil  penelitian  ini  juga  menunjukkan  bahwa  ada hubungan  positif  dan  signifikan  antara  kepuasan  kerja  dengan  perilaku  kerja organisasi.  Ada  peranan  kepuasan  kerja  dalam  hubungan  antara  efikasi  diri dengan  perilaku  kerja  organisasi.  Hal  ini  berarti  bahwa  efikasi  diri  mempe- ngaruhi  perilaku  kerja  organisasi  guru  di  MAN  dimana  kepuasan  kerja  sebagai mediasi. Abstract : There are three objectives in this study namely to know the relationship between self efficacy and  organizational citizenship  behavior, relationship between  job satis- faction  and  organizational  citizenship  behavior),  and  the  role  of  job  satisfaction  as mediator in the relationship between self efficacy and organizational citizenship be- havior (OCB). There are three scales used in this research which are organizationnal citizenship  behavior  scale,  teacher  self  efficacy,  and  minnesta  satisfaction  ques- tionnaire. The study was conducted on 11 religious schools located in a portion of North, East, South, West, and the Middle of South Sulawesi, Indonesia. The popu- lation of the research was 208 people then are used as a sample. Result of study was resulted that a positive and significant relationship between self efficacy and organizational citizenship behavior. Then, there is a positive and significant relation- ship  between  job  satisfaction  and  organizational  citizenship  behavior.  There  is  the role of job satisfaction in the relationship between self efficacy and  organizational citizenship behavior. This means that self efficacy influences teachers organizational citizenship behavior in MAN by job satisfaction as a mediation. 
PROFIL KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI PROVINSI BENGKULU Gumono, Gumono
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan secara komprehensif kemam­puan mem­baca pemahaman peserta didik SD di Provinsi Bengkulu terhadap wacana terstandar yang biasa digunakan PIRLS untuk tes kemampuan membaca, (2) men­des­krip­sikan secara komprehensif kemampuan membaca pemahaman siswa SD di Pro­vinsi Bengkulu terhadap wacana yang disusun peneliti dengan materi berbasis pe­ngetahuan lokal. Penelitian dilaksanakan di 6 Sekolah Dasar di Pro­vinsi Beng­kulu. Untuk memperoleh data, responden diuji dengan menggunakan dua tes ke­mampuan membaca, terstandar PIRLS dan tidak terstandar atau di­kembangkan sen­diri oleh penulis. Laporan dari dua penelitian tersebut menyata­kan bahwa ke­mampuan siswa SD Bengkulu tergolong rendah. Rata-rata kemam­puan membaca pe­mahaman hanya sekitar 30%. Hasil tes yang disusun penulis juga mem­per­lihatkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa hanya sekitar 30% saja. Le­bih rendahnya kemampuan membaca berdasarkan hasil tes terstandar oleh ka­rena bahannya lebih panjang daripada tes disusun peneliti. Bacaan yang biasa di­gunakan untuk siswa dalam pembelajaran 200-250 kata dengan tingkat bacaan berkategori mudah sampai dengan sedang.Abstract: The purposes of this research were to (1) comprehensively describe students’ rea­ding comprehension achievement at Elementary Schools of Bengkulu Province usi­ng discourse standard that was usually used for the reading ability test, (2) discourse that was composed by researcher with local knowledge based mate­rials. This research was conducted in six elementary schools throughout Beng­­kulu Province. To obtain data, respondents were tested by using two rea­ding achieve­ment tests with a PIRLS standard and the non-standard test com­posed by the researcher. The research showed that reading ability of Bengkulu students are categorized as low. The average score of reading comprehension is only 30%. The result of non-standard test or the test composed by researcher indicated that stu­dents’ reading comprehension ability score is 30%. The low level of reading com­prehension score based on the standardized test because of the material discourse is longer than that composed by the researcher. The reading materials that were usually used for the students instruction consisted of 200-250 words with the ca­tegory reading rates started from the easy to middle one. 
KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Hanafy, Muh. Sain
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Belajar dan pembelajaran merupakan dua konsep yang saling berhu­bungan dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan aktivitas utama dalam pendidikan. Belajar dimaknai sebagai proses perubahan perilaku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Peru­bahan perilaku hasil belajar bersifat kontinyu, fungsional, positif, aktif, dan terarah. Proses perubahan tingkah laku dapat terjadi dalam berbagai kondisi berdasarkan penjelasan dari para ahli pendidikan dan psikologi. Adapun pembelajaran adalah kegiatan yang berproses melalui tahapan perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menfasilitasi terjadinya proses belajar pada anak didik. Pembelajaran dimaknai pula sebagai interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Dengan demikian, efektivitas sebuah proses pembelajaran ditentukan oleh interaksi ketiga komponen tersebut.Abstract: Learning and instruction are the two concepts that are related to each other, and they cannot be separated. Both of them are the main activities in education. Learning is defined as the process of changing behavior as a result of individual interaction with their environment. The changing of behavior is continuous, functional, positive, and directed. The process of changing behavior stimulated in many different conditions based on the explanation from educational and psychological experts. Instruction is defined as the activities processing from planning, implementation, and evaluation. Instruction is the effort to facilitate students’ learning. Instruc­tion is also defined as the interaction of students, educators, and learning resources in a learning environment. Therefore, the effectiveness of ins­truction is determined by the interaction of these three components. 
ANAK DIDIK PERSPEKTIF NATIVISME, EMPIRISME, DAN KONVERGENSI Nadirah, Sitti
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Anak didik merupakan individu yang mengalami pertumbuhan dan perkemba-ngan yang memerlukan bimbingan orang dewasa. Nativisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh potensi sejak lahir dan lingkungan tak dapat merubahnya. Sedangkan aliran Empirisme menjelaskan bahwa manusia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh lingkungan alam sekitarnya. Aliran Konvergensi berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya sangat menentukan perkembangan manusia. Dalam padangan al-Qur’an fitrah manusia diberikan Allah sebagai bawaan dari lahir tetap memerlukan proses interaksi dari lingkungan sekitar secara dinamis.Abstract: The students are individuals who experience growth and development and re-quire adult guidance. Nativism argues that human development is determined by the potential from birth and cannot be changed by environment; However, Em-piricism explained that the human was heavily influenced and determined by their environment. Different from Nativism and Empiricism, Convergence argues that nature and nurture (environment) are both crucial for human development. In the Quran perspective, human is born with their nature (fitrah) as a potential given by Allah, but still requires the interaction with their environment dynamically.
DIFFICULTIES ENCOUNTERED BY THE BUGINESE LEARNERS IN PRODUCING ENGLISH SOUNDS Nurpahmi, Sitti
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper discusses about difficulties encountered by Bugis learner in producing English phonemes. The learners who learn second language use their mother tongue to analyze the second language. They analyze the second language to find the differences and similarities both languages. The similarities can create ease to transfer the language, on the contrary the differences can creates difficulties. Based on the description above it informs that Bugis learners have difficulties in producing the following phonemes: The Labial consonant /f/ and /v/, The interdental consonant /θ/ and /d/, The alveolar consonant /z/, The consonant palatals /ŝ/ and /ž/, The vowel /æ/, The diphtong / iə, uə, əu, eə/, English also permits much longer sequences of consonant initially, medially, and finally in utterances. Both English and Buginese have consonant which are conveniently symbolized /t,d,s,z/. In English, however, these represent alveolar, whereas in Buginese they represent dentals. All of these differences constitute a major source of difficulty for the Bugis speakersin leaning English.Abstrak: Tulisan ini membahas tentang kesulitan yang dihadapi oleh pebelajar yang bahasa ibunya adalah bahasa Bugis dalam mengucapkan fonem. Pebelajar yang belajar bahasa kedua menggunakan bahasa ibu mereka untuk menganalisa bahasa kedua. Mereka menganalisa bahasa kedua untuk menemukan perbedaan dan persamaan diantara kedua bahasa. Persamaan akan memudahkan untuk mentansfer bahasa kedua, dan sebaliknya perbedaan dapat menyulitkan. Pebelajar yang bahasa ibunya adalah bahasa Bugis mempunyai kesulitan dalam menybutkan fnem-fonem berikut: konsonan bilabial/f/ dan /v/. konsonanm interdental /θ/ and /d/, konsonan alveolar/ z// the konsonan palatal /ŝ/ and /ž/, vokal /æ/, diftong / iə, uə, əu, eə/. Bahasa Inggris dan bahasa Bugis mempunyai konsonan /t,d,s,z/. Namun demikian dalam bahasa Inggris dikategorikan sebagai alveolar sementara dalam bahasa Bugis dikategorikan sebagai dental. Perbedaan-perbedaan tersebut menyebabkan kesulitan bagi pebelajar bahasa inggris untuk menghasilkan bunyi-bunyi dalam bahasa Inggris.

Page 3 of 48 | Total Record : 473