cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA U., M. Shabir
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan yang diterapkan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kebijakan politik pemerintahan. Kebijakan-kebijakan pemerin-tah, mulai dari pemerintahan kolonial, awal dan pasca kemerdekaan hingga masa Orde Baru terkesan mengabaikan pendidikan Islam. Hal ini menyebabkan lemba-ga pendidikan Islam memiliki banyak kelemahan yang harus diatasi. Kelemahan itu di antaranya rendahnya sumber daya manusia (SDM), manajemen, dan dana. Karenanya, umat Islam belum mampu mengupayakan secara optimal mewujudkan Islam sesuai dengan cita-cita idealnya; dipandang belum mampu mewujud-kan Islam secara transformatif; dan lembaga pendidikan Islam kurang diminati oleh masyarakat. Kelemahan-kelemahan ini akhirnya dapat diatasi berkat perjuangan dan kesabaran umat dan tokoh-tokoh Islam, perhatian pemerintah semakin lama semakin besar sehingga melahirkan berbagai kebijakan dan per-aturan yang membawa pendidikan Islam dan lembaga pendidikan Islam semakin berperan dalam penyelenggaraan pendidikan secara umum di Indonesia.Abstract: Education applied in Indonesia is influenced by various factors; among them is the government policy. Government policies, ranging from colonial rule, pre and post-independence until the early New Order period seemed to ignore Islamic education. This leads Islamic educational institutions to have many weaknesses that must be addressed. The weaknesses among them are low in human resource (HR), management, and funds. They have not been able to be optimally pursued according to Islamic ideals, perceived to be not able to put into realization the transformative Islam, and Islamic institutions are less in demand by the public. These weaknesses can be overcome eventually because of the struggle and patience of the people and leaders of Islam, and more attention has been given by the government that produces various policies and regulations that bring Islamic education and Islamic educational institutions to play an increasing role in Indonesian education generally.
PENDIDIKAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN MENUJU MASYARAKAT INDONESIA SEUTUHNYA Idris, Ridwan
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak: Tulisan ini akan membahas tentang perubahan sosial di Indonesia, proses pendi- dikan di Indonesia, masyarakat Indonesia seutuhnya dan peranan pendidikan sebagai agen perubahan sosial. Saat sekarang ini, pendidikan kita masih jauh untuk dapat  dikatakan  menjadi  agen  perubahan.  Hal  tersebut  dikarenakan  variatifnya tantangan seperti; masalah mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akses pendidikan,  manajemen  sistem  pendidikan  nasional,  sumber  pembiayaan,  perbedaan prioritas pengelolaan pendidikan antar-kabupaten/kota sebagai konsekuensi otonomi daerah. Tantangan mesti dihadapi untuk dapat mewujudkan manusia Indonesia yang; religius dan bermoral, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan  masyarakat  Indonesia  seutuhnya,  pendidikan  harus  relevan  dengan empat  pilar  belajar  yaitu;  learning  to  know,  learning  to  do,  learning  to  live  together, dan learning to be. Abstract: This paper discusses about social change in Indonesia, the process of education in Indonesia, the complete Indonesian people and the role of education as an agent of social change. Nowadays, our education is still far to be called as an agent of change.  That  is  because  of  the  varied  challenges  such  as  problems  of  education quality,  relevance  of  education,  access  to  education,  national  education  system management, financing sources, differences in management priorities inter regency/city as a consequence of regional autonomy. Challenges must be overcome to realize  the  Indonesian  people;  which  are  religious  and  moral,  master  of  science and skills, have physically and mentally healthy, have good personality and have responsiblity.  To  realize  the  complete  Indonesian  society,  education  should  be relevant to the four pillars of learning, namely: learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be.  
TANTANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN MORAL BANGSA Rasyid, Ramli
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sejumlah masalah yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tampak sangat kom­pleks, di antaranya belum maksimalnya mutu pada semua jenjang pendidikan. Pening­katan kualitas lembaga pendidikan Islam merupakan sesuatu yang mutlak ha­rus dilakukan karena merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Pening­kat­an mutu lembaga itu bertujuan memberi jaminan kepada masyarakat, yakni suatu jamin­an bahwa penyelenggaraan pendi­dikan itu sesuai de­ngan apa yang seharusnya terjadi dan diharapkan masyarakat. Berdasarkan karakteristiknya, institusi pendidikan Islam tidak hanya mencetak figur intelektual yang potensial, melainkan juga mencetak figur yang berkarakter dan beretika. Perhatian utama dari institusi pendidikan Islam adalah meningkatkan kualitas jasmani dan rohani.Abstract: The problems faced by educational institutions are more complicated. One of them is the quality of all the level education have not increased. The increasing quality of islamic educational institutions is something absolut because it is a part of educational national system. The increasing quality of the institutions have a purpose to give a guarantee to the people, a guarantee that the implementation of the education appropriates with what must be happen and wished by the people. Based on its characteristic, islamic educational institutions not only create the potential intelectually figure (intelectual oriented), but also create the character and ethical figure. The main concern of the islamic educational institution is the improvement of both body and spirit. 
RAGAM ISTILAH DALAM ETIKA PROFESI KEGURUAN Umar, Umar
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Guru adalah suksesi fungsional yang memiliki peranan penting dalam penye­lenggaraan pendidikan. Eksistensi seorang guru tidak hanya sebagai perantara pembelajaran, tetapi kedudukannya sekaligus menjadi penentu keberhasilan capaian tujuan pendidikan. Namun akhir-akhir ini prototipe guru yang semesti­nya digugu dan ditiru, seakan sirna karena adanya perbuatan segelintir guru yang melanggar hukum seperti; pelecehan seksual, sampai kasus penyalahgu­naan narkoba, menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran beretika dalam ruang lingkup profesi guru. Meski demikian, pandangan yang mendeskreditkan posisi guru tidak seluruhnya digunakan, mengingat masih banyak figur-figur guru dengan dedikasi tinggi serta integritas kepribadian yang menjunjung nilai-nilai etika profesi.Abstract: Teachers are the functional succession that have an important role in education. The existence of teachers not only as the intermediary of learning, but their position also determine the success of achieving the goal of education. However, lately the prototype of teacher that should be beliefed and imitated as if become vanished because of the act of few unresponsible teachers who breaking the laws such as sexual harrassment, and drug abused which shows the low level of awareness in ethical conduct in the scope of teaching profession. However, it must be understood that this view discredit the position of teachers and must not be applied to all teachers because some of them have shown a high  dedication and personal integrity that uphold the ethical values of professionalism. 
DUALISME PENDIDIKAN DI INDONESIA Wahab, Abdul
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam konteks pendidikan istilah dualisme dan dikotomi memiliki makna yang sama yaitu pemisahan antara pendidikan umum dari pendidikan agama. Dikotomi selalu melahirkan pandangan pembedaaan di satu sisi dan penyamaaan di sisi yang lain. Pandangan dikotomis pada hakikatnya mengabaikan esensi atau nilai sprit pendidikan. Membedakan dan menyamakan lebih dimaknai pada ta-taran permukaan sehingga jelas merusak nilai spirit dari pendidikan Islam. Dua-lisme dan dikotomi bukan hanya pada tataran pemilahan, tetapi telah masuk pada wilayah pemisahan yang dalam operasionalnya memisahkan mata pelajaran umum dari mata pelajaran agama, sekolah umum dan madrasah yang penge-lolaannya berjalan terpisah-pisah. Puncaknya pada pemerintah Orde Baru yang mengeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) pada tanggal 24 Maret 1975 yang menguatkan pemisahan itu hingga saat ini. Dampaknya terasa meru-gikan dan makna Islam menjadi sempit karena pengotak-kotakan ilmu akhirnya menomorduakan dan menganaktirikan pendidikan Islam. Sebagai solusi alter-natif harus diikuti upaya integrasi pengetahuan serta reposisi, yaitu cara pandang yang ilmu-ilmu Islam pada posisi yang sebenarnya.Abstract: In the educational context, the term dualism and dichotomy have the same mea-ning, namely the separation between general education and religious education. The terms also mean the separation between education system of Islamic and ge-neral educations. Moreover, talking about Islamic education is often addressed to Islamic institutions. Such perspectives are triggered by dichotomous view on education, differentiate in one side and equate on the other side. Consequently, the spirit value that is integrated into Islamic education is neglected. The terms, currently, have pervaded on the separation of general and Islamic subjects, public and madrasas Institutions, where the management has a policy respectively. The impacts are narrow minded in interpreting Islamic meaning, compartmentaliza-tion in science, and inequality of budgeting between Islamic and general educa-tion institutions. The offered alternative solutions are Islamization of knowledge, integration of science, and reposition of Islamic view, that means returning to the spirit value of Islamic education
DAMPAK HUKUMAN FISIK TERHADAP PERILAKU DELINKUEN REMAJA Marhayati, Nelly
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian hukuman fisik ter-hadap perkembangan perilaku delinkuen remaja. Remaja berada pada tahapan pencarian jati diri dalam prakteknya banyak mengalami guncangan, seperti ta-wuran, narkoba, perbuatan kriminal, sex bebas dan lain sebagainya. Dalam hal terjadinya penyimpangan perilaku, perilaku delinkuen juga sangat mungkin ter-jadi pada periode perkembangan remaja. Perilaku delinkuen ini diartikan sebagai perilaku anak yang nakal bahkan cenderung kepada melanggar hukum. Banyak penyebab terjadinya perilaku delinkuen ini. Berdasarkan beberapa sumber yang penulis paparkan ternyata pemberian hukuman fisik pada anak di sekolah bukan faktor utama perilaku delinkuen remaja. Namun, dalam tulisan ini belum dibahas secara medetail bagaimana jika hukuman fisik tersebut diterima anak dari pola asuh orangtua. Artinya hukuman fisik didapatkan anak dari orangtuanya di rumah.Abstract: This paper aims at finding out whether there is the effect of corporal punishment toward delinquency adolescent behavioral development or not. Adolescent who struggle with sense of identity experienced many shocks for instance involving in brawl, drugs, crime, free sex and so forth. In relation to the case, the delinquency behavior occur likely in the period of adolescent development. The delinquency behavior is interpreted as a naughty child behavior even it inclined to break the law. There are many of causes of this delinquency behavior. According to some sources that the authors describe, it shows that physical punishment of children in schools is not a major factor of delinquency adolescent behavior. However, in this paper, it has not been discussed in detail if the physical punishment of children received parental upbringing. This means that the physical punishment of children got from their parents at home.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PTAI Mardia, Mardia
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tiga persoalan utama yaitu: Pertama, eksistensi dan prob­lematika pendidikan Islam. Kedua, upaya peningkatan mutu pendidikan Islam ber­basis kompetensi. Ketiga, peran pendidikan Islam dalam pengem­bangan ku­rikulum berbasis kompetensi. Kajian dalam tulisan ini menemukan bahwa prob­lematika utama pendidikan Islam di lembaga pendidikan saat ini adalah hanya di­pandang melalui aspek kognitif, tidak dipandang bagaimana peserta didik me­nga­malkan dalam dunia nyata sehingga belajar agama sebatas menghafal dan men­catat. Hal ini mengakibatkan pelajaran agama menjadi pelajaran teoretis, bu­kan penghayatan terhadap nilai agama itu sendiri. Maka peningkatan mutu pen­di­dikan Islam diperoleh melalui dua strategi, (1) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi akademis. (2) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada life skill yang esensial yaitu pendidikan yang berlandaskan luas, nyata, dan bermakna.Abstract: This paper discusses three main issues: First, the existence and Problems of Isla­mic Education. Secondly, Improving the Quality of Islamic Education com­pe­ten­cy-based. Third, the role of Islamic Education in Competency-Based Curriculum De­ve­lopment. Study in this paper found that the main problems of Islamic education in educational institutions today is only seen through the cognitive aspect, not seen how learners to practice in the real world so that the extent of religious study and memorize the notes. This resulted in religious studies lessons not the­oretical appreciation of the value of religion itself. So Improving the quality of Is­lamic education is obtained through two strategies: (1) improving the quality of education that is academically oriented. (2) improving the quality-oriented edu­cation is an essential life skill that is broad-based education, real and meaningful. 
FUNGSI NASKAH PRUDAK SINA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SASAK DALAM PERSPEKTIF NILAI AGAMA DAN PENDIDIKAN Sukri, Muhammad
Lentera Pendidikan Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Prudak Sina adalah sebuah lakon/tokoh sebuah cerita yang arif dan bijaksana, dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya. Ia adalah Lelananging Jagad yang di-cintai oleh lelaki di dunia dan sebagai tempat berlindung bagi wanita. Naskah ini mengandung makna yang dalam dilihat dari filsafat ajaran Islam. Naskah Prudak Sina dalam dialognya dengan isteri mengandung nilai dan fungsi yang merupa-kan corak khas masyarakat Sasak dulu, dan seharusnya menjadi dasar dan panut-an bagi setiap suami dalam menggauli isterinya. Penelitian qualitatif ini melibat-kan beberapa narasumber baik penikmat, pujangga, pemaos maupun penyukum yang cukup kredibel memahami dan mengembangkan naskah lontar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk eks-traksi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai yang terkandung dalam nas-kah yaitu, nilai-nilai religiusitas dan pendidikan. Ki Prudak Sina, penulis sekali-gus tokoh kisah berupaya mensyiarkan Islam melalui tembang-tembang seperti Prudak Sina. Berdasarkan kesimpulan, sarannya adalah agar mempelajari, meng-ambil hikmat dan contoh-contoh dari keteladanan yang ditonjolkan oleh tokoh khususnya dalam menggauli isteri.Abstrak: Prudak Sina is a character in wise and prudent story, either in thought, word and in deeds . He is Lelananging Jagad that should be loved by the men on earth and as a shelter for women. It contains very deep meaning in terms of the philosophy of the teachings of Islam. Prudak Sina’s script in dialogue with his wife contains a number of values and functions which is a typical pattern of Sasak people in the past, noble values that should be the basis and model for every man in thinking, saying and acting to his wife. This qualitative study involved some good resource such as connoisseur, poet, staff supporter, and script reader who are credible enough to understand and sing papyrus manuscript. The data obtained then ana-lyzed using descriptive analysis in the form of extraction. The results of this study are religiosity and education. Ki Prudak Sina, the author as well as the character of this story, preached Islam through songs such Prudak Sina song. Based on these conclusions, the author suggests to take wisdom and examples of exem-plary character highlighted by the author especially in intercourse with wife as a companion of life.
PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN PENGUASAAN STRUKTUR SINTAKSIS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ILMIAH: (Survei pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu) Suhartono, Suhartono
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung kebiasaan mem­baca, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan struktur sintaksis terha­dap keterampilan menulis ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan meto­de survei dengan teknik analisis jalur.  Populasi penelitian mahasiswa Pen­di­dik­an Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu tahun ajaran 2009/20­10 dan sampel adalah mahasiswa yang mengambil matakuliah Menulis Lanjut ber­jumlah 74 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Ha­sil penelitian menyimpulkan bahwa (1) kebiasaan membaca berpengaruh po­si­tif langsung terhadap keterampilan me­nu­lis ilmiah mahasiswa; (2) kemampuan ber­pikir kritis berpengaruh positif lang­sung terhadap keterampilan menulis il­mi­ah mahasiswa; (3) penguasaan struktur sintaksis bahasa Indonesia berpengaruh po­sitif langsung terhadap keterampilan menulis ilmiah mahasiswa; (4) kebiasaan membaca berpengaruh positif lang­sung terhadap penguasaan struktur sintaksis ba­hasa Indonesia; dan (5) kemam­puan berpikir kritis berpengaruh positif lang­sung terhadap penguasaan struktur sintaksis bahasa Indonesia.Abstract: The purpose of this research is to know direct influence of reading habit, critical thinking ability, and syntax structure mastery on students’ scientific writing skill. This research applied survey method with path analytical technique. Research population was students at the Indonesian literature and language education department, faculty of education and teaching Science University of Bengkulu in 2009/2010 academic year. Sample was selected with quota technique. Data collection was done by using questionnaire and test techniques. Result of research concluded that (1) reading habit has positive direct influence on students’ scientific writing skill; (2) the critical thinking ability has positive direct influence on students’ scientific writing skill; (3) the Indonesian syntax structure mastery has direct positive influence on students’ scientific writing skill; (4) the habit reading has direct positive influence on mastery of Indonesian syntax structure; and (5) the critical thinking ability has direct positive influence on the Indonesian syntax structure mastery. 
PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL Saat, Sulaiman
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Pendidikan berlangsung da-lam masyarakat, dan eksistensi dan kualitas hidup masyarakat ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dialaminya. Sebagai institusi sosial, pendidikan tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tanpa mengenal tingkat kebudayaan, apakah masyarakat bersahaja atau masyarakat modern. Seiring dengan perkembangan masyarakat, mucul pula kebutuhan-kebutuhan terhadap lembaga-lembaga/ins-titusi sosial merupakan kumpulan norma yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan. Dengan demikian, lahirlah lembaga pendidikan sebagai institusi sosial, mulai taman kanak-kanak, SD, SLTP, SLTA, dan pendidikan tinggi.Abstract: Education and society cannot be separated; education takes place in society while the existence and the quality of society’s life were determined by the level of education experienced. As a social institution, education grows and develops in society without knowing the level of culture, whether in traditional or modern society. Along with the development of society, raise also a demand to agencies and social institutions, a set of norms that revolve around a basic need in peoples lives, including education. Thus, educational institutions are born as social institutions, from kindergarten, elementary, junior high, high school, and higher education.

Page 2 of 48 | Total Record : 473