cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 483 Documents
Islamic Education in University Mosques: The Role of Campus Mosques in Shaping Students’ Religious Development Hadi, Asdianur; Nugraha, Roni; Nurmawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i8

Abstract

Campus mosques play a significant role in fostering students’ religious development, particularly within public universities where Islamic education is not the primary academic focus. However, this potential remains institutionally and programmatically underutilized. This study seeks to examine the religious development initiatives implemented by campus mosques through a critical synthesis of empirical studies conducted at various Indonesian universities. Utilizing a qualitative, literature-based conceptual approach, this article analyzes 23 scholarly sources, including journal articles, theses, and research reports published between 2015 and 2024. The findings reveal recurring patterns of religious mentoring, halaqah, thematic Islamic studies, and Islamic leadership training. Nevertheless, these practices are seldom systematized or formally integrated into university-wide character-building programs. This study contributes to the academic discourse by offering a synthesized framework of campus mosque practices and calls for further field-based research to inform institutional policy development rooted in Islamic values. Abstrak: Masjid kampus memiliki peran signifikan dalam membina keagamaan mahasiswa, terutama di perguruan tinggi umum yang tidak menempatkan pendidikan agama sebagai fokus utama akademik. Namun, peran ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal secara kelembagaan maupun programatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pembinaan keagamaan mahasiswa yang dilakukan oleh masjid kampus melalui sintesis kritis terhadap studi-studi empiris di berbagai universitas di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur konseptual, artikel ini menganalisis 23 publikasi ilmiah yang terdiri dari artikel jurnal, skripsi atau tesis, dan laporan penelitian yang terbit antara tahun 2015 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan adanya pola berulang dalam kegiatan pembinaan seperti mentoring keislaman, halaqah, kajian tematik, dan pelatihan kepemimpinan Islami. Namun, pola-pola tersebut belum terdokumentasi secara sistematis dan belum terintegrasi secara formal dalam sistem pengembangan karakter di perguruan tinggi. Kajian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa kerangka sintesis yang dapat menjadi pijakan awal dalam memperkuat fungsi kelembagaan masjid kampus serta mendorong penelitian lapangan lanjutan untuk mendukung kebijakan pembinaan mahasiswa berbasis nilai-nilai Islam.
The Effect of the Scramble-Type Cooperative Learning Model Assisted by Picture Cards on Students' Reading Ability Indriliani, Riska Wahyu; Cahyaningtyas, Andarini Permata
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i13

Abstract

The purpose of this study was to investigate the effectiveness of the Scramble-type cooperative learning model, assisted by picture cards, on the reading ability of second-grade students at SD Negeri Kalibanteng Kidul 01. This research employed an experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The study population consisted of 60 students from two classes: Class II B (control group) and Class II C (experimental group), each comprising 30 students. The sample was selected using purposive sampling. Data were collected through oral reading tests. Data analysis involved the use of the Paired Sample t-test to measure the within-group effect, and the Independent Sample t-test to compare outcomes between groups. A significance level of 0.05 (two-tailed) was applied in both tests. The findings indicate that the Scramble-type cooperative learning model assisted by picture cards significantly improved students' reading ability. The Paired t-test results for the experimental class yielded a significance value of 0.000, which is less than 0.05, confirming the effectiveness of the intervention. Similarly, the Independent t-test showed a significance value of 0.013 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in reading performance between the experimental and control groups. These results demonstrate that the use of the Scramble cooperative learning model, when supported by picture cards, is more effective in enhancing students’ reading skills compared to conventional learning methods. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantu kartu gambar yang diberikan pada kelas eksperimen SD Negeri Kalibanteng Kidul 01. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini sebanyak 60 peserta didik dari dua kelas B dan C yang terdiri dari II B (kontrol) 30 peserta didik dan kelas II C (eksperimen) 30 peserta didik. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. pengumpulan data menggunakan tes lisan. dalam menganalisis data menggunakan uji T yaitu uji paired t-test dengan taraf sig. (2-tailed) < 0,05 dikatakan maka ada pengaruh. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantu kartu gambar memberikan pengaruh yang signifikan dalam kemampuan membaca peserta didik, Dibuktikan bahwa nilai 0,000 < 0,05 model pembelajaran yang diterapkan di kelas eksperimen berpengaruh terhadap kemampuan membaca peserta didik. Serta pada Uji Independent T-test, dengan taraf nilai sig. (2-tailed) > 0,05 dikatakan maka ada perbedaan. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantu kartu gambar berpengaruh secara signifikan dibanding pembelajaran konvensional terhadap kemampuan membaca peserta didik, dapat dibuktikan bahwa hasil uji independent t-test, nilai sig. (2-tailed) yang memperoleh 0.013 karena 0,013 < 0,05 maka dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantu kartu gambar memberikan peningkatan terhadap kemampuan membaca dibanding model pembelajaran konvensional.
Reaffirming the Islamic Tarbiyah Halaqah Educational Model in Fostering Religious Character Among Students at Islamic Boarding School Ramli; Hanafie, Wardah; Jurumiyah, Abdul Hakim; Halik, Abdul; Yusuf, Mursidin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i14

Abstract

This study aims to explore the reaffirmation of the Islamic Tarbiyah Halaqah educational model in cultivating religious character among students (santri) at Pondok Pesantren Umar bin Abdul Azis, Tomenawa Village, Baraka Subdistrict, Enrekang Regency. Employing a qualitative descriptive approach, the research utilized primary data collected from caretakers and leaders of the pesantren, as well as secondary data from relevant documents. Data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data analysis process involved data reduction, presentation, and verification. The findings indicate that the model emphasizes character development through key religious activities such as congregational prayer, tahsinul qirā’ah (Qur’anic recitation enhancement), and taujihāt (spiritual guidance) provided by murabbis (mentors). The reaffirmation of this model has proven effective in nurturing religious character through the integration of religious instruction, daily practice, and social engagement. Contributing factors include the murabbi’s exemplary and affectionate guidance, the structured halaqah system, and a supportive environment provided by families and peers. In contrast, inhibiting factors include parental neglect in their children’s religious education and negative peer influences that may undermine the values taught within the pesantren. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penegasan kembali model pendidikan Tarbiyah Halaqah Islam dalam menumbuhkan karakter religius pada santri di Pondok Pesantren Umar bin Abdul Azis, Desa Tomenawa, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memanfaatkan data primer yang diperoleh dari para pengasuh dan pimpinan pesantren, serta data sekunder dari dokumen-dokumen terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut menekankan pada pengembangan karakter melalui kegiatan-kegiatan keagamaan utama seperti shalat berjamaah, tahsinul qirā’ah (peningkatan bacaan Al-Qur’an), dan taujihāt (bimbingan spiritual) yang diberikan oleh murabbi (mentor). Penegasan kembali model ini terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter religius melalui integrasi pelajaran agama, praktik sehari-hari, dan keterlibatan sosial. Faktor pendukungnya antara lain bimbingan murabbi yang penuh keteladanan dan kasih sayang, sistem halaqah yang terstruktur, dan lingkungan yang mendukung dari keluarga dan teman sebaya. Sebaliknya, faktor penghambatnya antara lain pengabaian orang tua dalam pendidikan agama anak-anaknya dan pengaruh negatif teman sebaya yang dapat merusak nilai-nilai yang diajarkan di pesantren.
Assessment of Character and Religious Moderation Among Students: A Study on Learning Evaluation in Islamic Religious Education Latif, Abdul; Windarsih, Ayu; Djakfar, Muhammad Zaki Ridho; Suwanto, Eko; Fauzan, Naufal Bani; Santosa, Sedya
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i9

Abstract

The growing phenomenon of intolerance and radicalization, which increasingly threatens the world of education in Indonesia, has created an urgent need to strengthen character assessment and religious moderation in Islamic Religious Education (PAI). This study aims to examine the concepts and techniques of character education assessment and religious moderation in PAI. The method used is qualitative research with a literature review approach through a search of sources from Scopus, Publish or Perish, and Google Scholar, with descriptive data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The review identified an integrated evaluation framework for Islamic Religious Education that combines cognitive, affective, and psychomotor assessment with the internalization of Islamic values and religious moderation. The framework synthesizes authentic assessment techniques, including structured observation, self- and peer-assessment, reflective journals, portfolios, project-based assessment, simulations, and standardized psychometric instruments, according to their respective strengths and limitations. Rather than relying on a single assessment method, the findings demonstrate that triangulating multiple assessment techniques provides a more valid, comprehensive, and continuous evaluation of students’ religious character and religious moderation, particularly in assessing tolerance, anti-violence attitudes, national commitment, and respect for cultural diversity. Abstrak: Fenomena intoleransi dan radikalisasi yang semakin mengancam dunia pendidikan di Indonesia mendorong kebutuhan mendesak akan penguatan penilaian karakter dan moderasi beragama dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan teknik penilaian pendidikan karakter serta moderasi beragama dalam PAI. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelusuran sumber dari Scopus, Publish or Perish, dan Google Scholar, dengan analisis data secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menghasilkan suatu kerangka evaluasi terintegrasi dalam Pendidikan Agama Islam yang menggabungkan penilaian ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dengan internalisasi nilai-nilai Islam dan moderasi beragama. Kerangka tersebut mensintesis berbagai teknik asesmen autentik, yaitu observasi terstruktur, penilaian diri dan teman sebaya, jurnal reflektif, portofolio, penilaian berbasis proyek, simulasi, serta instrumen psikometrik sesuai dengan kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan satu teknik penilaian tidak mampu menggambarkan moderasi beragama secara utuh, sehingga diperlukan triangulasi berbagai teknik asesmen untuk menghasilkan evaluasi yang lebih valid, komprehensif, dan berkelanjutan terhadap karakter religius peserta didik, khususnya dalam mengukur toleransi, komitmen kebangsaan, penolakan terhadap kekerasan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
The Implementation of Islamic Education in the Guidance of Converts Muallaf in East Yapen District Suwandi; Syamsuddin; Yahdi, Muh.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i7

Abstract

This study aims to determine the Islamic education development program, the implementation of Islamic education, and the obstacles in the process of implementing Islamic education through the Islamic development program for converts in East Yapen District, Yapen Islands Regency. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through participant observation, semi structured interviews, and documentation. The research instruments included partisipant observation, interview, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which include data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The validity was carried out using data triangulation tests. The results of this study found that the Islamic education development program for converts in East Yapen District had been implemented through various activities such as religious studies, reading and writing the Qur’an, practicing worship, and so on. This program is able to provide understanding for converts regarding Islamic education, not only as an addition to religious knowledge, but as practical guidance that helps them adapt to the demands of Islamic teachings in their daily lives. The implementation of Islamic education for converts in East Yapen District takes place through an adaptive and gradual approach according to the social, psychological conditions and level of understanding of the converts. The obstacles that occurred in the process of implementing Islamic religious education through a coaching program for converts in East Yapen District that were found in this study were the lack of preachers and mentors and limited time and work schedules. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan pendidikan Islam, penerapan pendidikan Islam, dan hambatan-hambatan dalam proses penerapan pendidikan Islam melalui program pembinaan Islam pada para muallaf di Distrik Yapen Timur, Kab. Kepulauan Yapen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini terdiri dari observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Validitas dilakukan menggunakan uji triangulasi data. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa program pembinaan pendidikan Islam bagi para muallaf di Distrik Yapen Timur telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seperti pengajian, baca tulis Al-Qur’an, praktik ibadah, dan sebagainya. Program tersebut mampu memberikan pemahaman bagi muallaf mengenai pendidikan Islam bukan hanya sebatas penambahan pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai bimbingan praktis yang membantu mereka menyesuaikan diri dengan tuntunan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pendidikan islam pada para muallaf di Distrik Yapen Timur berlangsung melalui pendekatan yang adaptif dan bertahap sesuai dengan kondisi sosial, psikologis, dan tingkat pemahaman muallaf. Hambatan yang terjadi dalam proses penerapan pendidikan agama islam melalui program pembinaan pada para muallaf di Distrik Yapen Timur yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Kurangnya mubalig dan pembina dan Keterbatasan waktu dan kesibukan kerja.
Artificial Intelligence–Based Administration and Students’ Spirituality in Islamic Education: A Tarbiyah-Oriented Pedagogical Ecology Zain, Jasmine Mutiara; Shodiq, Sadam Fajar
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i10

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) into educational administration and learning has created both opportunities and challenges for Islamic education, particularly regarding students’ cognitive engagement and spiritual development. While AI-supported administration enhances efficiency and data-driven decision-making, its implications for students’ spirituality and moral formation remain underexplored. This study investigates how AI-enabled administrative practices shape learning environments and students’ spiritual development in Islamic secondary schools. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis involving school leaders, Islamic education teachers, students, and parents. Thematic analysis was conducted using socio-cognitive and ecological perspectives to examine the interplay between AI-supported administration, pedagogical practices, and students’ spiritual experiences. The findings indicate that AI improves administrative efficiency, transparency, and instructional management. However, excessive reliance on digital systems may increase cognitive load, reduce opportunities for reflective learning, and weaken students’ spiritual engagement when implemented without pedagogical and ethical guidance. Conversely, when embedded within a values-oriented learning ecology characterized by teacher mediation, reflective pedagogy, and spiritually supportive environments, AI fosters students’ self-regulation, moral awareness, and sense of responsibility. The study proposes a conceptual framework that positions AI as an integral component of a spiritually informed learning ecology, emphasizing that technological innovation should reinforce rather than diminish the core aims of Islamic education: spiritual growth, ethical development, and holistic learning. Abstrak: Integrasi cepat Kecerdasan Buatan (AI) dalam administrasi pendidikan dan pembelajaran menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan Islam, khususnya terkait keterlibatan kognitif serta perkembangan spiritual dan moral peserta didik. Meskipun administrasi berbasis AI mampu meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data, implikasinya terhadap pembentukan spiritualitas siswa masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh praktik administrasi berbasis AI terhadap lingkungan belajar dan perkembangan spiritual siswa di sekolah menengah Islam. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan Islam, siswa, dan orang tua. Data dianalisis secara tematik dengan perspektif sosio-kognitif dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI meningkatkan efektivitas, transparansi, dan efisiensi administrasi pembelajaran. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi meningkatkan beban kognitif, mengurangi refleksi, dan melemahkan keterlibatan spiritual apabila tidak disertai pertimbangan pedagogis dan etis. Sebaliknya, integrasi AI dalam ekologi pembelajaran yang berorientasi pada nilai, melalui bimbingan guru dan praktik reflektif, mampu memperkuat pengaturan diri, kesadaran moral, dan tanggung jawab siswa. Studi ini mengusulkan kerangka konseptual yang memosisikan AI sebagai bagian dari ekologi pembelajaran spiritual yang harus dikelola secara pedagogis untuk mendukung tujuan utama pendidikan Islam, yaitu pembentukan karakter, spiritualitas, dan pembelajaran holistik.
Building a Generation with Integrity: Internalizing Anti-Corruption Values Through the Islamic Religious Education Curriculum Arsyad, Muhammad; Lutfi, Mukhtar; Yahdi, Muh.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i8

Abstract

This study aims to uncover the internalization of anti-corruption educational values ​​in Islamic Religious Education subjects at SMAN 3 Pangkep. The type of research used is qualitative research. Data collection methods in this study were collected using three methods, namely through observation, interviews, documentation. Data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the values ​​of Anti-Corruption Education in Islamic Religious Education subjects at SMAN 3 Pangkep are: the value of honesty and the value of discipline. The instillation of Anti-Corruption Educational values ​​is carried out by emphasizing these values ​​when explaining, providing insight related to anti-corruption materials to students in between learning materials as an introduction to the hidden curriculum. The implications of this study indicate that the implementation of Islamic Religious Education at SMAN 3 Pangkep is effective in instilling the values ​​of honesty, discipline, and anti-corruption behavior. This success is supported by the active role of teachers as role models, varied and interactive learning methods, the support of a conducive school environment, and family involvement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap internalisasi nilai-nilai pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tiga metode, yaitu melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pangkep yaitu: nilai kejujuran dan nilai kedisiplinan. Penanaman nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi dilakukan dengan menekankan nilai-nilai tersebut ketika menjelaskan, memberikan wawansan terkait materi-materi anti korupsi kepada peserta didik di sela-sela materi pembelajaran sebagai pengantar yang bersifat hidden curikulum (kurikulum tersembunyi). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pangkep efektif menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan perilaku anti korupsi. Keberhasilan ini ditunjang oleh peran aktif guru sebagai teladan, metode pembelajaran yang variatif dan interaktif, dukungan lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterlibatan keluarga.
Research Trends in Islamic Religious Education and Students’ Emotional Management: A Scopus-Based Bibliometric Study Farhana, Laila Nadia; Wibowo, Heru
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i1

Abstract

This study responds to the growing need to address students’ emotional well-being within educational contexts, particularly through value-based approaches such as Islamic Religious Education (IRE). Despite increasing attention to emotional development in education, global research integrating emotional management with IRE remains limited and fragmented. This study aims to map and analyze global research trends related to Islamic Religious Education and students’ emotional management using a Scopus-based bibliometric approach. Data were collected from the Scopus database and systematically screened using the PRISMA framework. A total of 4,368 documents published between 2014 and 2024 were analyzed using Biblioshiny in RStudio to examine publication trends, leading authors, influential journals, subject areas, collaboration networks, and emerging research themes. The findings reveal a significant increase in publications on students’ emotions over the past decade. However, studies that explicitly integrate emotional management within the context of IRE remain scarce. The field continues to be dominated by Western scholars and psychological perspectives, while contributions from Islamic educational contexts are relatively underrepresented. The analysis further identifies emotion regulation and motivation as emerging themes with strong potential for future research. These findings highlight the need to strengthen interdisciplinary and value-based research within IRE by integrating emotional and spiritual dimensions into educational practice. This study provides a comprehensive reference for future research and contributes to the development of a more holistic approach to promoting students’ emotional and spiritual well-being. Abstrak: Studi ini menanggapi semakin pentingnya memperhatikan kesejahteraan emosional siswa dalam konteks pendidikan, khususnya melalui pendekatan berbasis nilai seperti Pendidikan Agama Islam. Namun, penelitian global yang mengintegrasikan manajemen emosi dengan Pendidikan Agama Islam masih terbatas dan terfragmentasi. Studi ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tren penelitian global dalam Pendidikan Agama Islam dan manajemen emosi siswa menggunakan pendekatan bibliometrik berbasis Scopus. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dan disaring secara sistematis menggunakan kerangka kerja PRISMA. Sebanyak 4.368 dokumen yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024 dianalisis menggunakan Biblioshiny di RStudio untuk meneliti tren publikasi, penulis terkemuka, jurnal berpengaruh, bidang studi, jaringan kolaborasi, dan tema penelitian yang muncul. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi yang berkaitan dengan emosi siswa selama dekade terakhir. Namun, studi yang secara eksplisit mengintegrasikan manajemen emosi dengan Pendidikan Agama Islam masih terbatas. Bidang ini didominasi oleh para sarjana Barat dan perspektif psikologis, sementara kontribusi dari konteks pendidikan Islam kurang terwakili. Analisis ini juga mengungkapkan bahwa regulasi emosi dan motivasi merupakan tema-tema yang muncul dengan potensi penelitian yang kuat. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan penelitian interdisipliner dan berbasis nilai dalam Pendidikan Agama Islam, khususnya dengan mengintegrasikan dimensi emosional dan spiritual ke dalam praktik pendidikan. Studi ini memberikan referensi komprehensif untuk penelitian masa depan dan berkontribusi pada pengembangan pendekatan yang lebih holistik terhadap kesejahteraan emosional dan spiritual siswa.
Islamic Educational Leadership in Ranah 3 Warna: An Integrative Model from a Modern Management Perspective Jati, Rasi A’yun Andhini; Isnaini, Rohmatun Lukluk; Mulya, Sonia Sri Kencana
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i3

Abstract

This study examines the representation of Islamic educational leadership in Ahmad Fuadi’s novel Ranah 3 Warna and explores its relevance to contemporary educational management. Employing a descriptive qualitative approach, the study uses content analysis to examine the novel’s dialogues, narratives, and key events. The findings reveal that Islamic educational leadership is represented through five interrelated dimensions: (1) transformational leadership grounded in moral exemplarity, (2) visionary leadership fostered through a strong literacy culture, (3) empathetic relational leadership in conflict resolution, (4) adaptive leadership in responding to social change, and (5) moral-spiritual leadership rooted in family values. These findings suggest that Islamic leadership values extend beyond normative religious principles and offer strategic contributions to character development, literacy enhancement, conflict management, and institutional adaptability. Consequently, the model of Islamic educational leadership portrayed in the novel provides a contextually relevant framework for the management of contemporary Islamic educational institutions. The study concludes by recommending further empirical research to examine the applicability and effectiveness of this leadership model across diverse Islamic educational contexts. Abstrak: Penelitian ini menganalisis representasi kepemimpinan pendidikan Islam dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi serta relevansinya terhadap manajemen pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi terhadap dialog, narasi, dan peristiwa dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam direpresentasikan dalam lima dimensi, yaitu kepemimpinan transformasional berbasis keteladanan moral, visioner berbasis literasi, relasional yang empatik dalam penyelesaian konflik, adaptif terhadap perubahan sosial, serta moral-spiritual yang berakar pada nilai keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa nilai kepemimpinan Islam tidak hanya bersifat normatif-religius, tetapi juga relevan secara strategis dalam penguatan karakter, literasi, manajemen konflik, dan adaptasi lembaga pendidikan. Dengan demikian, model kepemimpinan Islam dalam novel ini memiliki relevansi kontekstual terhadap pengelolaan pendidikan Islam modern. Penelitian ini merekomendasikan kajian lanjutan empiris untuk menguji implementasinya pada berbagai lembaga pendidikan Islam.
The Relationship between Roblox Game Addiction and Religiosity Values among Adolescents Sabrina, Filza Nur; Tumin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i4

Abstract

The emergence of the metaverse has blurred the boundaries between physical and virtual realities. In this era of rapid digital globalization, metaverse platforms such as Roblox have become increasingly integrated into adolescents’ daily lives and educational environments, offering new opportunities while also presenting complex ethical challenges. This study aims to examine the empirical impact of Roblox game addiction on the religious values of students at SMA Muhammadiyah 1 Bantul. Employing a quantitative research approach, data were collected through questionnaires administered to 36 active Roblox players selected using purposive sampling. The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The findings reveal that excessive engagement with Roblox significantly contributes to disrupted sleep patterns and the neglect of religious obligations, ultimately leading to a decline in students’ moral discipline and akhlak (Islamic moral character). These findings highlight the critical importance of integrating strong moral and ethical values into adolescents’ digital lives. The study also offers important implications for two educational contexts. In Islamic educational institutions, the results underscore the urgent need to strengthen discipline in religious practices, particularly performing prayers on time, while fostering commendable moral character. In general education settings, the findings are equally relevant for addressing the erosion of adolescent character associated with excessive digital engagement. Specifically, they emphasize the importance of promoting effective time management, maintaining healthy sleep patterns, and cultivating responsible digital behavior by reducing exposure to negative emotions and toxic interactions on online platforms. Abstrak: Kemunculan metaverse, telah mengubah batas antara realitas fisik dan virtual. Dalam era globalisasi yang dinamis, teknologi metaverse seperti Roblox telah memasuki sektor pendidikan dan kehidupan remaja, memberikan peluang baru serta tantangan dalam aspek etika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kecanduan game Roblox terhadap nilai-nilai religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Bantul. Dengan pendekatan metode campuran, data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 36 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilaksanakan menggunakan metode regresi linier sederhana dan korelasi Pearson. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu bermain yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pola tidur dan pengabaian tanggung jawab ibadah, yang berdampak pada penurunan disiplin moral dan akhlak siswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengintegrasian prinsip moral serta konsekuensi signifikan yang dapat diterapkan dalam dua aspek pendidikan. Dalam konteks sekolah yang berlandaskan pada ajaran Islam, temuan ini mendasari kebutuhan mendesak untuk memperkuat disiplin dalam menjalankan ibadah ritual (seperti melaksanakan shalat tepat waktu) dan membentuk akhlak terpuji. Sementara itu, dalam konteks pendidikan yang lebih umum (sekolah biasa), hasil dari penelitian ini masih sangat relevan untuk menangani penurunan karakter remaja akibat pengaruh dunia maya, khususnya dalam hal memperbaiki pengelolaan waktu, menjaga pola tidur (sirkadian) siswa, serta menyaring emosi negatif atau perilaku tidak etis (toxic) saat berinteraksi di platform digital.

Filter by Year

2007 2026