cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): August" : 9 Documents clear
OPTIMALISASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH WIRAUSAHA BERBASIS HUMANISME Muhammad Surono Rauf
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.7117

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk pembiayaan mudharabah  BNI Syariah Makassar dan pembiayaan mudharabah berbasis humanisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif yakni mendeskripsikan dan menganalisa temuan yang didapat. Penelitian deskriptif bermaksud untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu variabel atau tema, gejala atau keadaan yang ada. Dengan demikian, peneliti akan memaparkan data atau menganalisis data-data yang diperoleh berkaitan dengan optimalisasi pembiayaan mudharabah di  BNI Syariah Makassar. Hasil penelitian dalam beberapa point antara lain bahwa optimalisasi sistem pembiayaan mudharabah pada BNI Syariah  dalam hal ini ada beberapa upaya yang dilakukan, Pertama; Penyaluran Pembiayaan mudharabah dengan basis humanisme, Kedua; Memberikan pembiayaan mudharabah kepada nasabah dengan cara khusus dam kepada nasabah inti. Ketiga; Memaksimalkan kuantitas dan meningkatkan kualitas SDI (Sumber Daya Insani) Bank Syariah. Humanisme yang dimiliki BNI Syariah mempunyai kelebihan yaitu dari sisi humanisme dalam pembiayaan mudarabah, karakter merupakan ciri khusus yang berbeda dengan bank syariah lainnya, sehingga dalam proses pembiayaan memberikan kenyamanan dari unsur pegawainya kepada setiap nasabah pembiayaan mudarabah.
METODE IJTIHAD LEMBAGA MAJLIS AGAMA ISLAM PROVINSI PATTANI THAILAND SELATAN Muhammadrodee Ka-anga; Hamzah Hamzah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10351

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang bagaimana metode ijtihad Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan dalam menetapkan hukum distribusi daging qurban kepada non-Muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengambil lokasi di Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis normatif dan sosiologis. Sumber data primer diperoleh dari lembaga Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan, melalui wawancara dan catatannya dalam berijtihad tentang hukum distribusi daging qurban kepada non-muslim. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan pedoman observasi. Teknik pengolahan dan analisis terhadap data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data, peneliti menekankan pada uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui beberapa tahap antara lain; memperpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melaksanakan triangulasi sumber data maupun teknik pengumpulan data, melakukan diskusi dengan sejawat/orang yang berkompeten menyangkut persoalan yang sedang diteliti, serta mengadakan member chek untuk memastikan kesesuaian data yang telah diberikan oleh pengurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijtihad Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan dalam menetapkan hukum distribusian daging qurban kepada non-Muslim. Menggunakan metode ijtihad baya>ni dan metode ijtihad istis}la>h}i.  Metode ijtihad baya>ni yang berdasarkan kepada zahir nash al-Qur’an dan hadis Nabi saw. Adapun ijtihad istis}la>h}i, melihat secara kemaslahatan dan keagamaan yaitu tujuan ibadah qurban dalam bentuk sikap kasih sayang terhadap umat sesama muslim dengan cara memberikan makanan atau sedekah kepadanya. Dan qurban  merupakan suatu ibadah, untuk hamba taat dan mendekatkan diri kepada Allah swt. maka yang boleh hanya ahli ibadah. Sementara non-Muslim di Pattani adalah kafir musyrik beragama budha yakni bukan ahli ibadah.
JILBAB SEBAGAI IBADAH (STUDI FENOMENOLOGI PADA POLISI WANITA POLRES BAUBAU) Adhe Yatul Fitry; Abd. Halim Talli; Rahmatiah HL
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.7770

Abstract

Dalam hukum Islam, pemakaian jilbab wajib bagi muslimah. Setiap pemakainya  didasari beberapa motivasi, satu diantaranya ibadah sebagai motivasi utama. Berdasarkan perintah teks-teks suci al-Qur’an dan al-Sunnah maka pelaksanaanyapun bernilai ibadah. Jilbab berada pada posisi sesungguhnya yang telah dilegitimasi pemakaiannya, juga sebagai kehormatan dan kemuliaan bukan untuk menjatuhkan kemanusiaan dan menurunkan martabat, justru bagi Polwan menambah energik baru, professional dalam berdinas, mampu meningkatkan kinerja dan tetap melalukan pelayanan dengan baik. Peraturan Kapolri tentang jilbab hanyalah bersifat boleh bukan suatu keharusan yang ditaati dalam lingkup kepolisian. Dari kebijakan Polri tersebut bisa dinilai bahwa para Polwan yang memakai jilbab didasari oleh kemauan sendiri yang memiliki spesifikasi alasan sebagai perintah agama terlebih tidak ada intervensi dan paksaan dari pihak manapun yang kemudian alasan memakai diikuti motivasi lain.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Idah Suaidah; Rusydi Khalid; Achmad Abubakar; Amrah Kasim
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
MAQASHID SYARIA’AH KHULU’ DALAM HUKUM PERNIKAHAN Nurhadi Nurhadi
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.9721

Abstract

Maqasid syariah khulu’ dalam pernikahan dalam artikel ini, merupakan kajian muqaranah mazahib fil al-fiqh. Khulu’ menurut mazhab Daud al-Zhahiri yang diwaliki Ibnu Hazm berpendpat bahwa khulu’ merupakan talak raja’ (talak yang bisa dirujuk kembali). Menurut Mazhab Hanbali diwaliki oleh Ibnu Qudamah bahwa khulu‘ adalah fasakh nikah. Dikuatkan ole Imam Ahmad dengan dalil hadis shahih riwayat Ibnu Abbas, sebagaimana juga pendapat mazhab Syafi’iyyah. Adapun tinjauan maqasid syari‘ah tentang khulu’ dalam pernikahan dengan pendekatan maqasid Ammah dan Khassah, lalu dianalisa dengan menggunakan teori sirkuler dengan memahami makna khulu‘ berdasarkan kemaslahatan umum, maka khulu’ merupakan talak dari pihak istri, karena talak pada dasarnya bisa muncul dari suami disebut dengan hak talak dan juga dari istri disebut dengan gugat cerai atau khulu’ atau fasakh. Maka adapun hikmah dari khulu’ adalah solusi dari komplik rumah tangga yang tidak kunjug terselesaikan, agar istri tidak terzhalimi, maka hukum membolehkan istri mentalak atau menceraikan suami dengan konsep khulu’ atau fasakh di Pengadilan agama (pengadilan syariah).
PENGARUH BI’AH AL-‘ARABIYAH TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB SANTRIWATI PESANTREN AL-AMANAH LIABUKU KOTA BAUBAU Ramsu Hasan; Kamaluddin Abu Nawas; Shabir U
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.5612

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan bahasa Arab (bi>’ah al-‘arabiyah) di Pondok Pesantren Al-Amanah, bagaimana keterampilan berbicara bahasa Arab santriwati Pesantren Al-Amanah, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan bahasa Arab terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab santriwati Pondok Pesantren Al-Amanah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kuntitatif. Sumber data penelitian ini adalah dewan guru serta santriwati Pesantren Al-Amanah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner, tes lisan serta dokumentasi. Teknik pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik dan selanjutnya menggunakan regresi untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parstisipasi terhadap lingkungan bahasa Arab dalam kategori sedang dengan presentase 66 % dari 50 responden,. Sedangkan kemampuan Bahasa arab santriwati juga dalam kategori sedang dengan pencapaian 68 % dari hasil tes lisan yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil uji t sebesar 7,995, signifikan pada 0,000 < 0,05 dengan persamaan Y ̂= 94,942+ 0,270 X. Hal ini menunjukkan bahwa H_0 ditolak, atau H_1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan berbahasa Arab berpengaruh terhadap kemampuan berbicara santriwati di pondok Pesantren Al-Amanah Kecamatan Bungi Kota Baubau.
HADIS TENTANG SEBAIK-BAIK MANUSIA M. Iqbal Natsir; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.9839

Abstract

There is a hadith about the virtue of people who study the Qur'an and teach it in some sources of trusted hadith. To analyze the hadith and explore the benefits of the hadith, it is very interesting to study and studied. In this study used the method maudu’i or a thematic study by collecting some hadith related to the theme of the good human is the study of the Qur'an and teach it. And the type of research used is qualitative research. Qualitative research is used with the intention that this research be obtained from the research results by using natural means so that the data obtained far from the rules or the subjective nature of the researcher or the author's tendencies in Do this research. In this study is examined about the quality of hadith as good as human beings is who study the Qur'an and teach it and the virtue of the people who study the Qur'an and teach it. In studying the Qur'an should be considered both aspects of studying the Qur'an in accordance with the rules of reading the Qur'an, and the second is to understand the meaning of the Qur'an and its subsequent laws to be made into life And make it a living guideline to get the world and the hereafter.
PENDIDIKAN SALAT TERHADAP ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS Jumasni Jumasni
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10070

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perintah salat terhadap anak terdapat 13 jalur hadis  secara keseluruhan. Peneliti membatasi pada kitab sembilan  yaitu 7 riwayat, melalui 2 sahabat  dan tabiin dari 4 mukharrij.Kualitas hadis tentang perintah salat terhadap anak dinilai sahih, karena telah memenuhi kriteria syarat-syarat hadis sahih sanad dan matan. Berdasarkanpenelitian  analisis hasil wawancara, bahwa pendidik dalam hal guru yang mengajarkan siswanya salat telah berdasarkan apa yang ada dalam hadis membiasakan atau memberikan pelajaran yang terkait hal salat kepada siswa-siswinya khusus kelas satu sampai tiga. Ketika sudah kelas empat yang umurnya menghampiri sepuluh tahun, bagi siswa-siswi yang melanggar aturan. Maka, diberikan hukuman atau sangsi berupa menyuruh menghafal surah-surah pendek dan memungut sampah.
POLA MAKAN MENURUT HADIS NABI SAW (SUATU KAJIAN TAHLILI) Mustika Rahayu
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10144

Abstract

Tulisan ini membahas tentang “Pola Makan Menurut Hadis Nabi saw. (Suatu Kajian Tahlili)”,  kemudian jenis penelitian ini adalah kepustakan (library research), dengan pendekatan ilmu hadis. Teknik pengumpulan hadis yakni menggunakan metode takhrij: 1) Takhrij dengan lafal pertama (Bi Awwal al-Matan), 2) Takhrij dengan lafal-lafal yang terdapat pada hadis (Bi al-Lafzi), 3) Takhrij  melalui perawi yang paling atas (Bi al-Rawi al-A’la), 4) Takhrij dengan Tema (Bi al-Maudu’), 5) Takhrij dengan sifat/ klasifikasi (Bi al-Sifah). Namun, dalam penelitian ini penulis hanya memaparkan satu metode takhrij saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Kualitas hadis tentang pola  menurut hadis Nabi saw. adalah sahih, 2) Pemahaman hadis tentang pola makan adalah makanan yang dikonsumsi tidak dilihat dari banyaknya porsi tetapi banyaknya unsur-unsur gizi pada makanan tersebut untuk menguatkanfisik dalam melakukan aktivitas danmenghindari  kenyang yang merugikan, yaitumenyebabkan malas melakukan aktivitas dan beribadah, 3)Aplikasi hadis pola makan yang diterapkan oleh masyarakat pada masa kini, sebagian diantara mereka melakukan diet rendah kalori (low calorie diet) dan berpuasa.Sebagian diantara mereka tidak memperhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh,sehingga menyebabkanpenyakit gangguan makan, yaitu anoreksia (hilangnya selera makan dan badan kurus kering) dan bulimia (banyak makan dan memuntahkan makanan).

Page 1 of 1 | Total Record : 9