cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hortikultura
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08537097     EISSN : 25025120     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Jurnal Hortikultura terbit pertama kali pada bulan Juni tahun 1991, dengan empat kali terbitan dalam setahun, yaitu setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 3 (2013): September 2013" : 9 Documents clear
Studi Poliembrioni dan Penentuan Tingkat Kemasakan Fisiologis Benih Japansche Citroen Berdasarkan Warna Kulit Buah Andrini, Anis; Suharsi, Tatiek; Surahman, Memen
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p195-202

Abstract

Buah jeruk JC harus dipetik pada saat masak fisiologis untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. Pada umumnya benih masak fisiologis saat berat kering benih optimum dan vigor optimum. Sementara itu benih JC bersifat poliembrioni, diduga dapat memengaruhi mutu benih. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang karakter poliembrioni, menentukan tingkat kemasakan fisiologi benih dan mengetahui pengaruh tingkat kemasakan benih terhadap multiple seedling dan off type pada benih JC. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu, Nurseri, dan Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, pada Bulan Juli-Oktober 2012. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui karakter poliembrioni benih JC. Percobaan di nurseri menggunakan rancangan acak kelompok lengkap satu faktor tingkat kemasakan buah dengan tiga ulangan. Pengamatan terhadap beberapa variabel dilakukan untuk mengetahui mutu fisik, fisiologis, genetis, dan jumlah semaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih JC mempunyai 1–6 embrio yang dapat tumbuh menjadi 1–4 semaian. Berat kering benih JC tidak dipengaruhi secara nyata oleh tingkat kemasakan buah karena adanya keragaman tingkat kemasakan embrio di dalam benih. Tingkat kemasakan fisiologis benih JC dapat ditandai dengan indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan daya berkecambah optimum yang diperoleh pada saat buah berwarna kuning lebih dari 90% merata dengan karakter warna kulit benih krem kecoklatan dan embrio  dominan krem. Tingkat kemasakan buah tidak berpengaruh nyata terhadap persentase multiple seedling dan persentase semaianoff type. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan multiple seedling yang banyak dan semaian off type yang sedikit.
Komposisi Formula Biobakterisida Berbahan Aktif Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit Busuk Lunak Pada Anggrek Phalaenopsis Hanudin Hanudin; Abdjad Asih Nawangsih; Budi Marwoto; Boedi Tjahjono
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p244-254

Abstract

Penyakit busuk lunak (PBL) yang disebabkan oleh Pectobacterium carotovorum subsp. carotovorum atau Pseudomonas viridiflava merupakan kendala utama dalam budidaya anggrek. Serangan patogen tersebut sangat merugikan petani, mengingat biaya investasi produksi anggrek tergolong tinggi. Oleh karena itu patogen tersebut harus dikendalikan menggunakan metode pengendalian yang ramah lingkungan, yaitu dengan mengaplikasikan biobakterisida berbahan aktif rizobakteri, seperti Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini ialah (1) mendapatkan komposisi bahan aktif dan bahan pembawa biobakterisida yang efektif mengendalikan penyakit busuk lunak pada anggrek Phalaenopsis, (2) mengetahui perubahan reaksi kimia formula biobakterisida dan pertumbuhan populasi bahan aktif (rizobakteri B. subtilis dan P. fluorescens) pada kondisi sebelum dan setelah difermentasikan, dan (3) mengetahui kompatibilitas antara B. subtilis, P. fluorescens, dan bahan pembawa biobakterisida. Percobaan dilaksanakan mulai Bulan Mei sampai dengan Desember 2009 di Laboratorium Bakteriologi Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, dan Laboratorium Bakteriologi serta Rumah Kaca, Balai Penelitian Tanaman Hias, di Segunung, Cianjur, Jawa Barat. Ruang lingkup penelitian meliputi pembuatan propagul rizobakteri sebagai bahan aktif biobakterisida, pembuatan formula biobakterisida, uji viabilitas bahan aktif, dan uji kemangkusan biobakterisida pada tanaman anggrek di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan gabungan antara B. subtilis B12 dan P. fluorescens Pf10 yang difermentasikan dalam media ekstrak kotoran cacing (kascing) dan molase, merupakan perlakuan yang konsisten dapat menekan PBL pada anggrek Phalaenopsis dengan persentase penekanan sebesar 80%, (2) reaksi kimia formula biopestisida pada kondisi sebelum dan setelah fermentasi diindikasikan dengan perubahan pH basal medium yang sebelum fermentasi menunjukkan pH 3,75 dan berubah menjadi pH 3,50 setelah difermentasikan. Pertumbuhan populasi mikrob antagonis setelah fermentasi meningkat secara signifikan bila dibandingkan pada kondisi sebelum difermentasikan, dan (3) isolat bahan aktif (B. subtilis dan P. fluorescens) bersifat kompatibel dengan bahan pembawanya (ekstrak kascing dan molase).
Studi Penyiapan Akar Berkualitas untuk Uji Kromosom dan Penggandaan Kromosom Planlet Hasil Kultur Anter Anthurium Budi Winarto
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p203-217

Abstract

Pengakaran berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan penggandaan kromosom merupakan masalah kritikal dalam pengembangan teknologi kultur anter Anthurium. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh media dan arang aktif dalam mempersiapkan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan (2) pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi kolkisin terhadap keberhasilan penggandaan kromosom. Studi penyiapan akar berualitas dan penggandaan kromosom planlet hasil kultur anter Anthurium telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Rumah Kaca, Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari Bulan Februari sampai September 2009. Pembentukan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dipengaruhi oleh media pengakaran dan penambahan arang aktif. MP-7 [medium Winarto-Teixeira (WT) tanpa hormon yang ditambah 1% arang aktif] merupakan medium induksi pembentukan jumlah dan kualitas akar terbaik dengan 4,5 akar per tunas dan 83% nya ialah akar yang sesuai untuk uji kromosom. MPH-1 [Murashige dan Skoog (MS) yang ditambah 0,2 mg/l N6-benzylaminopurin (BAP) dan 0,02 mg/l asam asetat naftalen (NAA)] merupakan medium pengakaran tunas haploid yang sesuai untuk induksi pembentukan akar hingga 2,5 akar per tunas. Konsentrasi kolkisin 0,25% dengan 7 hari waktu aplikasi dan 0,05% dengan 10 hari periode aplikasi merupakan perlakuan yang sesuai untuk mendapatkan tanaman haploid ganda dengan persentase yang tinggi yaitu 80 dan 76,5% secara berurutan. Ini berarti 19–20 tanaman haploid ganda diperoleh dengan perlakuan tersebut. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat terutama dalam mempersiapkan akar berkualitas yang sesuai untuk uji kromosom dan mendapatkan tanaman haploid ganda yang optimal melalui perlakuan kolkisin. 
Pengaruh Metode Pembekuan Terhadap Karakteristik Irisan Buah Mangga Beku Selama Penyimpanan Dwi Amiarsi; Ira Mulyawanti
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p255-262

Abstract

Dalam upaya mengurangi terjadinya kehilangan hasil buah-buahan terutama selama periode penyimpanan, distribusi, dan pemasaran, perlu aplikasi perlakuan yang efektif. Salah satu cara yang sering dilakukan ialah melalui pembekuan. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Juli 2007 hingga Februari 2008. Tujuan penelitian ialah mengevaluasi mutu irisan buah mangga beku selama penyimpanan. Buah mangga terlebih dahulu dicuci, kemudian dikupas, dan diiris menjadi bentuk kubus (2x2x2 cm) dengan berat 250 g untuk setiap unit percobaan. Sebelum perlakuan pembekuan, irisan buah mangga direndam dalam larutan CaCl 1.000ppm selama 15 menit. Setelah itu irisan mangga segar dengan kematangan komersial (80–90%) dicelupkan ke dalam nitrogen cair selama 40 detik dan disimpan di dalam freezer, kemudian dikemas dalam plastik polietilen serta disimpan di dalam freezer pada suhu -30C selama 6 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor, yaitu metode pembekuan (pembekuan cepat dan lambat) dan waktu penyimpanan (bulan ke-0, ke-3, dan ke-6) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging buah mangga yang dibekukan cepat dengan cara dicelupkan langsung ke dalam nitrogen cair selama 40 detik setelah disimpan 6 bulan masih dalam kondisi baik dengan kandungan padatan terlarut total 13,33-37,67 mg/100 g, total asam 0,38, tingkat kecerahan 55,61, derajat Hue 92,65, serta masih diterima oleh panelis. Penerapan metode pembekuan ini menguntungkan pelaku usaha, karena waktu penyimpanan, distribusi, dan pemasaran produk dapat diperpanjang.
Penentuan Metode Terbaik Uji Kalium untuk Tanaman Tomat Pada Tanah Inceptisols Luthfi Izhar; Anas D Susila; Bambang S Purwoko; Atang Sutandi; Iwayan Mangku
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p218-224

Abstract

Penelitian tentang studi analisis kalium tanah dan aplikasi pupuk kalium pada budidaya tomat pada tanah Inceptisols dilakukan di Kebun Percobaan dan Rumah Kaca di Cikabayan, Institut Pertanian Bogor, dari Bulan April hingga November 2011. Tujuan penelitian untuk mendapatkan metode ekstraksi kalium tanah yang terbaik guna menentukan dosis pupuk kalium pada budidaya tomat pada tanah Inceptisols. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan pemberian pupuk kalium pada beberapa tingkat dosis, yaitu 0, ¼, ½, ¾, dan 1X, dimana nilai X ialah 608,6 kg K O kg/ha dengan empat ulangan. Perlakuan pemupukan kalium diterapkan pada 3 bulan sebelum penanaman tomat. Analisis korelasi dilakukan antara kandungan K tanah dan pertumbuhan tanaman di dalam rumah kaca menggunakan media inkubasi berasal dari tanah setelah diberi perlakuan. Uji kalium tanah menggunakan lima metode ekstraksi, yaitu metode HCl 25%, NH422) OAc 1 M pH 7, Mehlich I, Truog, dan Morgan Vanema. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata antara pengaruh perlakuan pupuk K terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang tomat. Bobot segar biomassa dan bobot kering tomat juga menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata antarperlakuan. Nilai korelasi tertinggi ditunjukkan pada metode pengekstrak Truog melalui parameter bobot kering dan basah relatif tanaman (r = 0,7). Dengan demikian, uji K tanah menggunakan metode Truog dapat digunakan sebagai metode ekstraksi yang paling tepat untuk menganalisis unsur hara kalium dalam rangka penyediaan rekomendasi pemupukan K pada budidaya tomat pada tanah Inceptisols.
Kajian Beberapa Bahan Penunda Kematangan Terhadap Mutu Buah Pisang Barangan Selama Penyimpanan Besman Napitupulu
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p263-275

Abstract

Pisang Barangan merupakan buah tropik yang spesifik lokasi dan sebagai sumberdaya genetik di Sumatera Utara yang pemasarannya telah sampai ke Jakarta, Riau (Batam), Jambi, Bandung, dan provinsi lainnya. Dalam upaya untuk memperpanjang masa simpan pisang Barangan beberapa bahan penunda kematangan digunakan yaitu kalium permanganat (KMnO), kalsium hidroksida Ca(OH), dan asam askorbat. Tujuan pengkajian ialah untuk mendapatkan alternatif teknologi penunda kematangan dalam upaya memperpanjang masa simpan buah pisang Barangan. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei sampai dengan Desember 2009 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penyimpanan pisang Barangan dilakukan dalam bentuk tandan dan sisir yang dikemas dengan sistem udara termodifikasi. Pisang Barangan dalam bentuk tandan yang dikemas dalam plastik polietilen densitas rendah dengan memasukkan etilen absorben (KMnO24), Ca(OH), dan asam askorbat diperoleh masa simpan segar mencapai 25 hari dan merupakan perlakuan terbaik, kemudian diikuti perlakuan dengan memasukkan KMnO24 dan Ca(OH) yang dapat memperpanjang masa simpan segar pisang Barangan selama 20 hari. Demikian juga halnya pisang Barangan dalam bentuk sisir dikemas dengan sistem udara termodifikasi menggunakan plastik polietilen densitas rendah dikemas dengan menambahkan KMnO4, Ca(OH), dan asam askorbat yang merupakan kemasan primer, selanjutnya dikemas ke dalam kotak karton sebagai kemasan sekunder, menghasilkan ketahanan simpan buah pisang Barangan segar selama 25 hari pada suhu kamar. Perlakuan dengan memasukkan bahan penunda kematangan KMnO24, Ca(OH), dan asam askorbat menunjukkan mutu buah pisang Barangan masih layak pasar pada penyimpanan 20 dan 25 hari disimpan suhu kamar. Implikasi hasil kajian ini merupakan metode penggunaan bahan penunda kematangan diharapkan dapat digunakan petani dan pedagang untuk memperpanjang ketahanan simpan buah pisang Barangan dalam bentuk tandan maupun sisir sehingga penataan dan jangkauan distribusi pemasaran dapat diperluas. 
Hubungan Konsentrasi Hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium Daun Dengan Produksi Buah Sebelumnya Pada Tanaman Jeruk Pamelo Muhammad Thamrin; S Susanto; Anas D Susila; Atang Sutandi
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p225-234

Abstract

Penentuan status hara dengan analisis jaringan daun pada tanaman jeruk lebih tepat menggambarkan konsentrasi hara yang berhubungan dengan perubahan produksi. Penelitian bertujuan menetapkan daun yang tepat untuk diagnosis status hara N, P, dan K pada tanaman jeruk pamelo. Survei dilaksanakan di lahan petani jeruk pamelo Pangkep pada Bulan Maret sampai Juni 2012 dengan ketinggian tempat 17–35 m dpl., dan analisis kimia di Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan 150 pohon tanaman jeruk produktif yang berumur 5–8 tahun dengan pengelolaan yang relatif seragam. Pengambilan sampel daun ketiga-empat dan kelima-enam dari terminal dengan posisi cabang bagian atas dilakukan setelah panen. Analisis daun dilakukan dengan metode semi-mikro Kjeldahl untuk N, Spectrophotometer UV-VIS untuk P, dan Flamephotometer untuk K di Laboratorium Tanah BPTP Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun ketiga-empat memiliki korelasi terbaik dengan hasil serta mengandung konsentrasi hara N rendah (1,15–1,38%), P sedang (0,11–0,20%), dan K tinggi (2,31–2,94%). Konsentrasi N, P, dan K optimum dengan produksi relatif 85% masing-masing sebesar 1,77, 0,16, dan 1,67%. Hubungan konsentrasi hara dengan umur tanaman menunjukkan korelasi yang lemah tetapi rasio daun per buah yang tinggi menunjukkan konsentrasi hara N, P, dan K yang menurun, baik daun ketiga-empat maupun kelima-enam. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyusun rekomendasi pemupukan untuk tanaman jeruk pamelo.
Kepentingan Relatif Atribut Produk dan Preferensi Kios/Toko Bunga terhadap Anthurium, Lily, dan Anggrek Dendrobium Witono Adiyoga; Nurmalinda Nurmalinda
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p276-290

Abstract

Preferensi kios/toko bunga pada dasarnya merupakan refleksi preferensi konsumen akhir. Penelitian diarahkan untuk menghimpun informasi menyangkut preferensi kios/toko bunga/tanaman hias terhadap Anthurium, lily, dan anggrek Dendrobium. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Bulan Agustus-Oktober 2009 di dua kota besar konsumen bunga/tanaman hias, yaitu Jakarta (DKI Jakarta) dan Bandung (Jawa Barat). Penelitian survai menggunakan kuesioner terstruktur dilaksanakan untuk mewawancarai 99 responden yang dipilih secara acak di kedua kota tersebut. Preferensi konsumen diidentifikasi menggunakan analisis konjoin – salah satu modul dalam program statistika SPSS (statistical program for social sciences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengekspresikan preferensinya terhadap Anthurium yang bunganya berwarna bukan putih, berukuran besar, tahan disimpan 11–20 hari, dan harganya Rp1.000,00 – Rp1.999,00 per kuntum. Responden menganggap bahwa harga per kuntum merupakan faktor terpenting dalam menilai atau membeli Anthurium dan secara berturut-turut diikuti oleh faktor warna bunga, ukuran bunga, dan ketahanan simpan/pajang. Sementara itu, lily yang paling disukai responden ialah lily yang warna bunganya putih, berukuran > empat bunga per tangkai, tahan disimpan/dipajang 2 minggu, dan harganya Rp10.000,00 – Rp14.999,00 per kuntum. Urutan kepentingan atribut lily menurut persepsi responden secara berturut-turut ialah harga per kuntum, warna bunga, ketahanan simpan/pajang, dan ukuran bunga. Responden lebih menyukai anggrek Dendrobium yang warna bunganya putih, berukuran > 10 kuntum per tangkai, tahan disimpan/dipajang > 1 minggu, dan harganya Rp100,00 – Rp199,00 per kuntum. Dalam konteks atribut produk anggrek Dendrobium yang digunakan untuk mengukur preferensi, faktor terpenting yang berpengaruh dalam proses pengambilankeputusan ialah ketahanan simpan/pajang, harga per kuntum, jumlah kuntum per tangkai, dan warna bunga. Informasi preferensi konsumen terhadap atribut produk dapat digunakan sebagai acuan pengembangan varietas yang lebih berorientasi pasar. 
Preferensi Kumbang Daun Phyllotreta striolata Fab. (Coleoptera : Chrysomelidae) Terhadap Berbagai Tanaman Cruciferae dan Upaya Pengendaliannya Dengan Menggunakan Insektisida Klorpirifos Hadis Jayanti; Wiwin Setiawati; Ahsol Hasyim
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n3.2013.p235-243

Abstract

Phyllotreta striolata Fab. (Coleoptera : Chrysomelidae) merupakan salah satu hama penting pada berbagai jenis tanaman dari famili Cruciferae, Amaranthaceae, Chenopodiaceae, Convolvulacea, dan Fabacea. Kehilangan hasil yang diakibatkannya dapat mencapai 20 – 50% bahkan 100% bila serangan terjadi pada saat tanaman masih muda. Di Indonesia, sampai saat ini belum ada insektisida yang terdaftar untuk mengendalikan P. striolata. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) preferensi P. striolata pada berbagai tanaman Cruciferae seperti sawi putih, sawi hijau, pakcoy, kubis bunga, brokoli, dan kubis, (2) keefektifan insektisida klorpirifos 400 g/l terhadap P. striolata, serta (3) kehilangan hasil yang diakibatkan P. striolata. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium, Rumah Kasa, dan Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran, sejak Bulan Maret sampai dengan Agustus 2011. Metode yang digunakan untuk uji preferensi ialah metode choice dan nonchoice. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok. Perlakuan terdiri atas enam jenis kubis-kubisan dan diulang empat kali. Perlakuan yang digunakan untuk uji keefektifan ialah empat konsentrasi insektisida klorpirifos 400 g/l serta kontrol dan diulang lima kali. Pengamatan dilakukan terhadap populasi P. striolata, kerusakan tanaman, dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. striolata lebih memilih tanaman pakcoy, sawi putih, dan sawi hijau sebagai makanan, tingkat kerusakan pada tanaman terpilih berkisar antara 13,75 – 100%, tanaman kubis merupakan tanaman yang paling tidak disukai oleh P. striolata, aplikasi insektisida klorpirifos 400 g/l pada konsentrasi 1.500 ppm dan 2.000 ppm paling efektif dalam menekan serangan P. striolata, dan mampu mempertahankan hasil panen sawi putih tertinggi masing-masing sebesar 22,87 dan 26,99 t/ha. Insektisida klorpirifos 400 g/l dapat digunakan untuk mengendalikan P. striolata pada tanaman sawi putih dan dapat menekan kehilangan hasil sebesar 49,61 – 79,37%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 31, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 31, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 30, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 30, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 29, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 27, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 27, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 26, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 25, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 25, No 3 (2015): September 2015 Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 24, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 24, No 3 (2014): September 2014 Vol 24, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 24, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 23, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 23, No 3 (2013): September 2013 Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 23, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 22, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 4 (2012): Desember Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2012 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue