cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hortikultura
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08537097     EISSN : 25025120     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Jurnal Hortikultura terbit pertama kali pada bulan Juni tahun 1991, dengan empat kali terbitan dalam setahun, yaitu setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,166 Documents
Perbedaan Botol Kul tur terhadap Pertumbuhan Eksplan Anyelir Hiperhidrisitas Winarto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperhidrisitas merupakan masalah penting dalam kul tur jaringan anyelir. Kegagalan dalam mengatasimasalah ini akan mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi. Plantlet yang dihasilkan sulit diaklimatisasi, plantletmudah layu, dan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan botol kul tur yang berbedajenis dan ukurannya dalam mengatasi hiperhidrisitas. Percobaan dilakukan di Laboratorium Kul tur Jaringan, IPPT,Fakultas Pertanian, Universiti Putra Ma lay sia dari bulan Juni hingga No vem ber 2002. Enam jenis botol kul tur yangberbeda ukuran yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung, erlenmeyer 100, 150, 250, 500 ml, dan tabungGA7. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat ulangan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tabung kul tur merupakan botol kul tur yang pal ing sesuai untuk menumbuhkan eksplanhiperhidrisitas kembali ke pertumbuhan yang lebih nor mal. Pertumbuhan nor mal eksplan hiperhidrisitas yangdikultur dalam botol tersebut ditunjukkan melalui persentase hiperhidrisitas terendah (42%), kandungan klorofil yangtertinggi (0,1377 mg/mg), kandungan air terendah (89%), dan bobot kering biomasa tertinggi (11%) dengan kualitastu nas yang lebih baik dibandingkan perlakuan yang lain.Cul ture ves sels ef fect on growth of car na tion hyperhydritizy explant.Hyperhydricity is an im por tant prob lem in car na tion tis sue cul ture. Fail in over com ing the prob lem can in flu ence thesuccessful of plantlet acclimatization. Hyperhydritized-plantlets are normally difficult to be acclimatized and easy tobe come wilt ing and die. The aim of this study was to know the ef fect of dif fer ent types and sizes of cul ture ves sel in re -duc ing hyperhydricity. The ex per i ment was con ducted at Tis sue Cul ture Lab o ra tory, IPPT, Fac ulty of Ag ri cul ture,Universiti Putra Ma lay sia from June to No vem ber 2002. Six types dif fer ent in sizes used in the study are tube ves sel,erlenmeyer 100, 150, 250, 500 ml, and GA7 ves sel. Com pletely ran dom ized de sign with four rep li ca tions was ap pliedin this re search. Re sults of this study showed that tube ves sel was the most ap pro pri ate cul ture ves sel to growhyperhydritized-explants re vert ing to nor mal growth. The nor mal growth of them was in di cated by the low est per cent -age of hyperhydricity (42%), the high est leaf chlo ro phyll con tent (0.1377 mg/mg), the low est wa ter con tent (89%),and the high est dry weight of bio mass (11%) with good qual ity of shoots com pared to oth ers.
Respons Tanaman Tomat terhadap Penggunaan Jamur Mikoriza di Lahan Marjinal Gunadi, Nikardi; Subhan, -
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Percobaan untuk mengetahui respons tanaman tomat terhadap penggunaan jamur mikoriza di lahan marjinal telah dilaksanakan di lahan petani di Desa Lemahneundeut, Kecamatan Cisurupan (1.500 m dpl.), Kabupaten Garut, Jawa Barat dari bulan Juli 2001 sampai dengan Desember 2001. Dua faktor perlakuan yaitu (1) penggunaan mikoriza (tanpa dan dengan mikoriza 2 g per tanaman) dan (2) dosis pupuk fosfat (0, 45, 90, 135, dan 180 kg P2O5/ha), diatur dalam sebuah rancangan acak kelompok faktorial dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun serapan P pada tanaman tomat meningkat dengan penggunaan jamur mikoriza, namun secara umum penggunaan jamur mikoriza tidak berpengaruh nyata, baik terhadap peubah pertumbuhan maupun komponen hasil tanaman tomat. Pengaruh nyata dari penggunaan jamur mikoriza hanya didapatkan pada pengamatan bobot kering tanaman pada umur 9 minggu setelah tanam. Penggunaan pupuk P dengan dosis 45 kg P2O5/ha meningkatkan secara nyata bobot kering tanaman dan komponen hasil seperti bobot buah total per petak dan jumlah buah per petak (15 m2).ABSTRACT. Gunadi, N. and Subhan. 2007. Response of Tomato on the Application of Mycorrhizae Fungi in Marginal Land. An experiment to determine the response of mycorrhizae fungi application in tomato grown in marginal land was conducted at a farmer’s field in Lemahneundeut Village, Cisurupan Sub-district (1,500 m asl), Garut District, West Java, from July 2001 until December 2001. Two treatment’s factors i.e. factor (1) mycorrhizae application (without and using mycorrhizae 2 g per plant) and factor (2) phosphate fertilizer rate (0, 45, 90, 135, and 180 kg P2O5/ha), were arranged in a randomized block design with 4 replications. The results show that although P uptake in tomato increased with mycorrhizae fungi application, in general mycorrhizae fungi application did not affect significantly to several growth parameters and yield component of tomato. Significant effect of mycorrhizae fungi application was only indicated in total plant dry weight at 9 weeks after planting. The use of phosphate fertilizer at 45 kg P2O5/ha increased significantly on total plant dry weight and yield component such as total fruit weight per plot and fruit number per plot (15 m2).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepedulian Konsumen terhadap Sayuran Aman Residu Pestisida Ameriana, Mieke; Natwanidjaja, R S; Arief, B; Rusidi, -; Karmana, M H
Jurnal Hortikultura Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan adanya kandungan pestisida pada sayuran merupakan masalah yang cukup serius dan harus segera ditangani oleh semua pihak yang berkepentingan, karena sudah menjadi isu global. Untuk tujuan tersebut telah dilakukan suatu penelitian yang bersifat studi pendasaran dengan tujuan untuk  mengkaji tingkat kepedulian konsumen terhadap residu pestisida serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, khususnya  pada buah tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2003 di Kota Bandung, menggunakan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai 162 orang responden yang dipilih dengan menggunakan metode pengambilan contoh berklaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian konsumen terhadap adanya residu pestisida pada buah tomat dipengaruhi oleh faktor-faktor motivasi konsumen, pengetahuan konsumen, serta persepsi konsumen terhadap risiko. Sementara itu, pengetahuan konsumen dipengaruhi oleh informasi yang diterima konsumen serta tingkat pendidikan formal konsumen. Tingkat kepedulian konsumen di Kota Bandung masih dapat ditingkatkan, dengan cara memberikan informasi yang lebih intensif mengenai residu pestisida serta bahayanya terhadap kesehatan.Since it is global issue, the problem of pesticide residue on vegetables has become more serious and needs immediate attention from all related parties. With regards to this concern, a baseline study was carried out to assess consumers awareness of pesticide residue and factors that may influence this awareness, especially on tomato. A consumer survey was conducted in May-June 2003 in Bandung. Data were collected from interviewed with 162 respondents who were selected by using cluster sampling method. The results showed that consumers’ awareness of pesticide residue on tomatoes was influenced by motivation, knowledge, and consumers’ perception on risks.  Knowledge was influenced by information received and the level of formal education attended.  The level of consumers’ awareness in Bandung could still be increased by providing information on pesticide residue and its danger on health more intensively.
Pengaruh pH Me dia terhadap Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium Widiastoety, Dyah; Kartikaningrum, Suskandari; Purbadi, -
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Me dia sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. Me dia dasar yangumum digunakan dalam kul tur in vi tro adalah yang mengandung unsur hara makro dan mikro, sukrosa, vi ta min, asamamino, zat pengatur tumbuh, dan persenyawaan organik lainnya. Penyerapan bahan-bahan yang terdapat dalam me diatersebut ke dalam sel tanaman dipengaruhi oleh konsentrasi dan pH me dia. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kisaran pH me dia pada pertumbuhan plantlet anggrek den dro bium. Metodologi yang digunakan adalahrancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan pH dan empat ulangan. Tingkat pH yang diteliti adalah 4,6; 4,8;5,0; 5,2; 5,4; 5,6; 5,8; dan 6,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran pH terbaik terdapat pada kisaran 4,8 – 5,2untuk pertumbuhan tinggi plantlet, luas daun, jumlah daun, jumlah tu nas anakan, panjang akar, dan jumlah akar.Aplikasi dari penelitian ini dapat meningkatkan pertumbuhan plantlet anggrek den dro bium.The ef fect of me dia pH on the growth ofdendrobium orchid plantlet. Me dia plays a crit i cal role on the growth and de vel op ment of or chid. Ba sic me dia com -monly used in in vi tro cul ture con tains macro and mi cro nu tri ents, su crose, vitamine, amino acid, growth reg u la tor andother or ganic com pound. Ab sorp tion of nu tri ents is af fected by con cen tra tion and me dia pH. The aim of this ex per i -ment was to find out the ef fect of me dia pH on the growth of den dro bium or chid plantlet. The treat ments were laid inran dom ized block de sign with eight treat ments and four rep li ca tions. The treat ments were me dia pH, i.e.: 4,6; 4,8;5,0; 5,2; 5,4; 5,6; 5,8; and 6,0. The re sults showed that me dia pH be tween 4,8-5,2 was the best for the per for mance ofplantlet in term of plant height, leaf size, leaf num ber, shoot num ber, root length, and root num ber. The re sults of thisex per i ment will im prove the mass pro duc tion of den dro bium or chid plant ing ma te rial.
Karakter Fisiologis dan Peranan Antibiosis Bakteri Perakaran Graminae terhadap Fusarium dan Pemacu Pertumbuhan Tanaman Pisang Munif, A; Djatnika, I; Widodo, -
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Perakaran tanaman famili Graminae memiliki kerapatan populasi bakteri yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai agensia pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakter fisiologis bakteri rizosfer dan endofit perakaran tanaman famili Graminae serta peranannya sebagai bakteri antibiosis terhadap Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) secara in vitro dan pemacu pertumbuhan tanaman. Tanaman indikator yang digunakan dalam uji kemampuan bakteri dalam memacu pertumbuhan tanaman adalah mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi dan Rumah Kaca Institut Pertanian Bogor, berlangsung dari bulan Juni sampai November 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perakaran rumput gajah memiliki kerapatan populasi bakteri rizosfer yang paling tinggi yaitu 8,12 log cfu/g bobot basah akar, sedangkan populasi bakteri endofit yang tertinggi ditemukan pada perakaran sorgum yaitu 4,02 log cfu/g bobot basah akar. Empat puluh dua isolat dari 182 isolat diuji karakter fisiologisnya menggunakan medium spesifik. Semua isolat yang diuji, masing-masing sebesar 60,41, 52,08, 4,16, 18,75, 52,09, dan 18,75%, memiliki kemampuan aktivitas selulolitik, proteolitik, kitinolitik, produksi HCN, mela-rutkan fosfat, dan fluoresensi. Berdasarkan hasil uji secara in vitro menggunakan rancangan acak lengkap, diketahui bahwa 21,45% dari isolat bakteri yang diuji, memiliki kemampuan antibiosis terhadap Foc, dan lebih sepertiganya (7,70%) berasal dari bakteri endofit perakaran padi. Persentase daya hambat bakteri pada media TSA lebih tinggi dibandingkan pada media PDA dan PDA+TSA. Dari hasil uji secara in vivo pada tanaman mentimun menggunakan rancangan acak kelompok, diketahui bahwa 22,92% dari 52 isolat bakteri yang diuji, dapat meningkatkan secara nyata pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa bakteri yang berasal dari rizosfer dan endofit perakaran Graminae mempunyai kemampuan menghambat perkembangan F. oxysporum f.sp. cubense secara in vitro dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.ABSTRACT. Eliza, A. Munif, I Djatnika, and Widodo. 2007. Physiological Characters and Antibiosis Activity of Gramineous Crops Rhizobacteria, Againts Fusarium and Banana Growth Promoting. Roots of Gramineous colonized by various populated bacteria are potential as biological control agents to various soil-borne plant pathogens. This research was conducted to study some physiological characteristics, antibiosis activity to Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc), and plant growth promoting effect of gramineous crops roots bacteria to bananas. Cucumber was used as an indicator plant to detect plant growth activity. The experiment was conducted at Mycology Laboratory and Glasshouse Bogor Agriculture Institute from June until November 2003. Highest level population density of rhizobacteria (8.12 log cfu/g fresh root) was showed by giant grass roots, while endophytic bacteria were indicated by sorghum roots (4.02 log cfu/g fresh root). Forty two isolates of 182 isolates was physiologically characterized using specific medium. Among of tested bacteria, 60.41, 52.08, 4.16, 18.75, 52.09, and 18.75%, showed the capability in cellulolitic, proteolitic, HCN production, phosphate solubilization, and fluorescent activities, respectively. Using dual culture test of a randomized complete design, 21.45% of 182 isolates showed antibiosis activity against Foc, and more than one third (7.7%) of those were endophytic bacteria from rice roots. Inhibition ability of bacteria on TSA medium was higher than on PDA or PDA + TSA. Based on bioassay test in greenhouse used randomized block design, 22.92 % of 52 isolates have growth promoting activity on tested plant. Bacteria from rhizosphere and endophytic of Gramineous roots have ability to inhibit of F. oxysporum f. sp. cubense and increasing plant growth.
Identifikasi Status Hama pada Budidaya Paprika (Capsicum annuum var. grossum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Prabaningrum, Laksminiwati; Moekasan, Tonny Koestoni
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Salah satu kendala dalam pengembangan agribisnis paprika adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan. Untuk mengetahui status beberapa jenis hama yang menyerang tanaman paprika pada musim hujan dan kemarau telah dilaksanakan survai pada bulan Januari dan Agustus 2003 di Kabupaten Bandung, yang merupakan sentra produksi paprika di Jawa Barat. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan responden sebanyak 30 orang. Data yang dihimpun meliputi jenis hama, kehilangan hasil panen, dan cara pengendaliannya. Data hasil analisis secara deskriptif disimpulkan bahwa trips merupakan hama utama tanaman paprika, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Kehilangan hasil panen berkisar antara 10-25% pada musim hujan dan 40-55% pada musim kemarau. Cara pengendalian yang dilakukan petani hanya mengandalkan pada penggunaan insektisida.ABSTRACT. Prabaningrum, L. and T.K. Moekasan. 2007. Identification of Pests Status on Sweet Pepper (Capsicum annuum var. grossum) in Bandung District, West Java Province. One of constraints in cultivating sweet pepper is pests and diseases problem. Survey to determine pests status on sweet pepper was carried out in January (rainy season) and August (dry season) in 2003 at Bandung District, West Java. Data were collected using questioner with 30 farmers as respondents. The data consisted of kind of pest, crop loss, and pest control and the data was analyzed descriptively. The results indicated that thrips was a key pest on sweet pepper in either rainy or dry season. Yield loss due to thrips was 10-25% in rainy season and 40-55% in dry season. All farmers used insecticide intensively to control thrips.
Seleksi Ketahanan Klon-Klon Harapan Gladiol terhadap Fusarium oxysporum f. sp. gladi oli Nuryani, Wakiah; Badriah, Dedeh Siti; Sutater, Toto; Silvia, Evy; Muhidin, -
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klon harapan gladiol yang tahan terhadap layu fusarium.Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok pola faktorial. Faktor (1) klon-klon harapan gladiol, terdiri dari96212/168; 96210.2/20; 96215/49; 96203.2/14; 9607.2/129; 96215/202; 96215/122; 96204/69; 96213/109;96210.1/170; hol land merah; dan 621-1. Faktor (2) kerapatan inokulum F. oxysporum, terdiri dari 0 sel konidia/gtanah; 104 sel konidia/g tanah; 108 sel konidia/g tanah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa gladiol dengan nomorklon 96215/49; 623-1 dan 96213/109 merupakan klon harapan gladiol yang pal ing tahan terhadap layu F. oxysporumf. sp. dan klon 9612/168 merupakan klon yang pal ing rentan. Re sponse of glad i o lus prom -is ing clones to Fusarium oxysporum f. sp. glad i oli. The aim of the ex per i ment was to ex am ine the re sis tance of glad i -o lus clones to fusarium wilt. Fac to rial randomized block de sign was used in the ex per i ment. The first fac tor wasglad i o lus prom is ing clones, con sist of 96212/168; 96210.2/20; 96215/49; 96203.2/14; 9607.2/129; 96215/202;96215/122; 96204/69; 96213/109; 96210.1/170; hol land merah; 621-1. The sec ond fac tor was den sity of inoculum F.oxysporum, con sist of nill conidia/g soil; 104 cells conidia/g soil; and 108 cells conidia/g soil. The re sults showed thatthe glad i o lus clone num ber 96215/49; 623-1 and 96213/109 were the most re sis tant to Fusarium oxysporum f. sp.glad i oli and clone num ber 9612/168 was the most susceptible.
Preferensi Ngengat Citripestis sagitiferella terhadap Minyak Atsiri Tiga Varietas Jeruk Muryati, -; Trisyono, Y A; Witjaksono, -
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi ngengat Citripestis sagitiferella terhadap minyakatsiri yang diekstrak dari tiga varietas jeruk (manis pacitan, besar nambangan, dan siem). Buah jeruk yang digunakansebagai materi untuk ekstraksi diambil dari Batu, Malang (untuk jeruk manis dan siem) dan Magetan (untuk jerukbesar) pada bulan Juli 2001. Minyak atsiri jeruk diperoleh dengan metode destilasi uap air. Ngengat C. sagitiferellayang digunakan untuk perlakuan diperoleh dengan mengumpulkan larva yang menyerang jeruk manis di Batu Malangpada bulan Oktober 2001, kemudian buah yang terserang dibawa ke laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan FakultasPertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta untuk dipelihara sampai menjadi ngengat. Ngengat yang barumuncul kemudian digunakan untuk uji preferensi menggunakan olfaktometer yang berbentuk Y dan terbuat daritabung kaca py rex. Untuk mengetahui komposisi senyawa kimia dari minyak atsiri jeruk, dilakukan deteksimenggunakan kromatografi gas dan kromatografi gas-spektrofotometri massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwangengat C. sagitiferella tertarik pada minyak atsiri dari ketiga varietas jeruk. Tingkat preferensi C. sagitiferellatertinggi adalah terhadap minyak atsiri dari jeruk manis, dan selanjutnya jeruk besar dan siem. Minyak atsiri yangdiekstrak dari jeruk manis yang berumur 6 bulan lebih menarik ngengat C. sagitiferella dibandingkan yang berumur 2bulan. The pref er ence of Citripestis sagitiferella mothsto vol a tile com pounds of three cit rus va ri et ies. The ob jec tive of this re search was to de ter mine the pref er ence ofC. sagitiferella moths to vol a tile com pounds ex tracted from three cit rus va ri et ies (pacitan sweet or ange, nambanganpom elo, and siem or ange). Citrus fruits were taken from Batu, Malang (sweet or ange and siem or ange) and Magetan(pom elo) in July 2001. The vol a tile com pounds were ob tained through a steam distilation method. The lar vae of C.sagitiferella were col lected from dam aged sweet or ange (Batu, Malang) in Oc to ber 2001, and brought to the lab o ra -tory for sub se quent de vel op ment. Newly emerged moths were used in this study. The pref er ence tests were car ried outus ing a Y shape olfactometer. The GC and GC-MS were used to de tect the com po nents of vol a tile com pounds. There sults showed that C. sagitiferella moths at tracted to vol a tile com pounds ex tracted from all cit rus va ri et ies tested,with sweet or ange was found to be the most pref er a ble, fol lowed by pom elo and siem or ange. Fur ther more, the vol a tilecom pounds ex tracted from 6 months (af ter fruit set ting) sweet or ange was more at trac tive for C. sagitiferella mothsthen the 2 months (af ter fruit set ting) or ange fruit.
Deteksi dan Pemetaan Distribusi Fusarium oxysporum f. sp. Cubense pada Daerah Potensial Pengembangan Agribisnis Pisang di In do ne sia Nasir, Nasril; Jumjunidang, -; Riska, -
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) adalah patogen pal ing berbahaya pada tanaman pisang didunia. Di In do ne sia, sekitar 8 juta rumpun tanaman pisang tradisional dan lebih dari 5000 ha perkebunan komersialhancur oleh patogen ini, selama kurun waktu 1995/1996-2000/2001. Patogen ini telah menyebabkan kerugianekonomis yang sangat besar. Walaupun tingkat kehancuran oleh Foc telah mencapai tingkat yang cukup tinggi,namun belum ditemukan cara pengendalian yang pal ing tepat, baik secara ekonomis maupun efektivitasbahan/metoda yang diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan memetakan keberadaan Foc, agardalam pengembangan pisang dalam skala agribisnis, kerugian yang sangat besar akibat serangan patogen ini dapatdihindari secara dini. Penelitian dilakukan sejak bulan Juli 2001 sampai dengan Desember 2002. Pemetaan dilakukandi lokasi yang sudah dipublikasikan sebagai lokasi potensial untuk pengembangan agribisnis pisang di In do ne sia, danatau pada lokasi-lokasi yang ditargetkan oleh pemerintah daerah setempat sebagai lokasi pengembangan pisang.Lokasi yang dipilih adalah Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Barat dan Lampung. Deteksi dilakukan dengan mengambilsampel tanaman pisang terserang Foc pada lokasi-lokasi tersebut. Isolat dikarakterisasi secara VOT di LaboratoriumPenyakit, Balai Penelitian Tanaman Buah, Solok. Dari 67 isolat yang dikoleksi berasal dari 28 jenis pisang, 60 diantaranya adalah Foc ras 4. Pengembangan agribisnis pisang di lokasi terinfeksi oleh ras 4 tidak direkomendasikan,bila tidak menggunakan varietas tahan atau menggunakan metoda pengendalian Foc ras 4 yang sudah terujikemangkusannya. De tec tion and map ping of Fusarium oxysporum f. sp.cubense on the potential area for banana agribusiness development in Indonesia. Fusarium oxysporum f. sp.cubense (Foc) is the most dan ger ous patho gen on ba nana in the world. In In do ne sia, about 8 mil lion mats of ba nana tra -di tional plan ta tion and more than 5 000 hect ares of com mer cial plan ta tion have de stroyed by this patho gen in theperiode of 1995/1996–2000/2001. The patho gen has caused enor mous eco nomic dam age in the coun try. Al thoughdev as ta tion caused by the patho gen has reached the data men tioned above, there was no ap pro pri ate method to con trolthe patho gen to date, whether in term of the eco nomic value or the ef fec tive ness ways in com bat ing the patho gen. Thepur pose of this study was to de tect and to map the ex ist ing of Foc so that ba nana ag ri busi ness de vel op ment pro gram inIn do ne sia can be avoided from the dev as ta tion caused by the patho gen. Mappings were con ducted on the se lected lo -ca tions which have been pub lished as the po ten tial area for ba nana ag ri busi ness de vel op ment in some parts ofSumatera. Or at the ar eas which are tar geted by lo cal gov ern ment to be used for ba nana es tate pro gram. Stud ies wereheld in the Prov inces of Riau, Jambi, West Su ma tra and Lampung. De tec tion was car ried out by col lect ing sam ple ofdis eased plants at the lo ca tions which were clar i fied above. Iso lates were char ac ter ized by VOT tech nique at the plantpa thol ogy lab o ra tory of the Re search In sti tute for Fruits, Solok. From 67 iso lates col lected which de rived from 28 ba -nana cultivars, 60 of them were race 4 of Foc. Based on this study, to de velop ba nana ag ri busi ness pro gram in the ar easwhich have been or be ing in fected by Foc race 4 is not rec om mended, un less re sis tant cultivars availabe or im ple men -ta tion of a method which has been suc cess fully tested to con trol Foc race 4.
Penekanan Penyakit Akar Gada pada Tanaman Kubis melalui Perlakuan Tanah Pembibitan Cicu, -
Jurnal Hortikultura Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Instalasi Penelitian Tanaman Hias Cipanas (ketinggian 1.100 m dpl)dan di Laboratorium Mikologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogordari bulan Sep tem ber 2001 hingga Maret 2002. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tanahpembibitan terhadap penekanan penyakit akar gada pada tanaman kubis. Rancangan percobaan yang digunakanadalah acak kelompok yang diulang tiga kali dan uji jarak berganda duncan taraf 5% digunakan untuk mengetahuiperbedaan pengaruh perlakuan. Perlakuan terdiri atas tanah pembibitan tanpa perlakuan solarisasi dan pupukkandang, tanah pembibitan dengan solarisasi, tanah pembibitan dengan pupuk kandang ayam, tanah pembibitandengan solarisasi dan pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanah pembibitan hanyadengan pupuk kandang ayam dan perlakuan tanah pembibitan dengan solarisai dan pupuk kandang ayam dapatmengurangi keparahan penyakit akar gada di lapangan sebesar 12,4-20,5% dan meningkatkan produksi kubis sebesar58,6-85,8%.Sup pres sion of clubroot dis ease on cab bage by seed bed treat ments. The experimentwas con ducted at Cipanas Or na men tal Plants Re search Sta tion (at el e va tion 1,100 m asl) and Lab o ra tory of My col ogy,De part ment of Plant and Dis eases, Fakulty of Ag ri cul ture, Bogor Ag ri cul tural Uni ver sity from Sep tem ber 2001 toMarch 2002. The ob jec tive was to eval u ate the ef fect of seed bed treat ments on clubroot dis ease of cab bage caused byPlasmodiophora brassicae Wor. This ex per i ments was laid in a ran dom ized block de sign with three rep li ca tions andDMR test at level 5%. The treat ments were: seed bed with out chicken ma nure and solarization, seed bed withsolarization, seed bed with chicken ma nure, and seed bed with solarization and chicken ma nure. The re sults showedthat seed bed treat ments with chicken ma nure only and seed bed treat ment with chicken ma nure and solarization couldde creased the infestation of clubroot disease about 12,4-20,5% and in creased cab bage pro duc tion about 58.6-85.8%re lated to the changes of soil microflora pop u la tions on cab bage seed ling rhizosphere due to or ganic amend ment(chicken ma nure) and soil solarization.

Page 30 of 117 | Total Record : 1166


Filter by Year

1999 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 31, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 31, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 30, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 30, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 29, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 27, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 27, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 26, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 25, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 25, No 3 (2015): September 2015 Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 24, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 24, No 3 (2014): September 2014 Vol 24, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 24, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 23, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 23, No 3 (2013): September 2013 Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 23, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 22, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 4 (2012): Desember Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2012 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue