cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Analisis Permintaan Pangan di Kawasan Timur Indonesia Handewi P.S. Saliem
Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v20n2.2002.64-91

Abstract

EnglishThe research was aimed to study the demand for food in the Eastern Region of Indonesia (ERI). The study used the 1996 National Socio-Economic Survey (SUSENAS) data collected by the Central Bureau of Statistics (Biro Pusat Statistik). Descriptive method is used for studying consumption pattern and Linear Approximation Almost Ideal Demand System (LA/AIDS) is used for analyzing food demand. Result of the study show as follows: (1) rice is dominant in structure of household budget, energy contribution and household protein in ERI: (2) in some provinces of ERI, there was shifting in consumption pattern of staple food from non-rice to rice between 1976 and 1996; (3) consumption of food as source of carbohydrate in rural areas is higher than in urban areas, but it was vice versa for the consumption of food as protein sources; ( 4) the higher income of household, the higher food consumption; (5) food demands of household in rural areas was more responsive to price and income changes than the household in urban areas, and households with the higher income were less responsive to the price and income changes; and (6) variable of number of household member and education level of head of household influenced significantly to food demand of household in RI. Implication of the study are (1) it is necessary to develop and promote non-rice main food that is suitable to local potentials; (2) policies of food and nutrition in ERI should be prioritized to the household with lower income in rural areas; (3) to satisfy consumption level of energy and protein is needed to increase about 2% income of households with lower income in rural areas; and (4) socialization of education and extension of food and nutrition are still very important carried out in ERI.IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola konsumsi dan permintaan pangan di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1996 yang dikumpulkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Metoda deskriptif digunakan untuk mempelajari pola konsumsi, sedangkan untuk menganalisis permintaan pangan digunakan alat analisis ekonometrika sistem persamaan permintaan "linear approximation almost ideal demand system" (LA/AIDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beras dominan dalam struktur anggaran, kontribusi energi dan protein rumah tangga di KTI, (2) Di berbagai provinsi di KTI antara 1979-1996 telah terjadi pergeseran dari pola pangan pokok non beras ke arah pola pangan pokok beras, (3) Konsumsi pangan sumber karbohidrat di daerah pedesaan KTI lebih tinggi dari pada di kota, namun untuk pangan sumber protein terjadi hal sebaliknya, (4) Makin tinggi tingkat pendapatan makin tinggi tingkat konsumsi pangan, (5) Permintaan pangan rumah tangga di pedesaan KTI lebih responsif terhadap perubahan harga dan pendapatan dibanding rumah tangga di kota, dan makin tinggi tingkat pendapatan makin kurang responsif terhadap perubahan harga dan pendapatan, (6) Peubah jumlah anggota rumah tangga dan pendidikan kepala rumah tangga berpengaruh nyata terhadap permintaan pangan rumah tangga di KTI. lmplikasi dari temuan hasil studi ini adalah: (1) Perlunya digalakkan pengembangan dan promosi pangan pokok non-beras sesuai potensi wilayah KTI, (2) Prioritas kebijakan di bidang pangan dan gizi di wilayah KTI perlu diarahkan kepada penduduk pedesaan dan kelompok pendapatan rendah, (3) Memenuhi tingkat konsumsi energi dan protein bagi kelompok rumah tangga berpendapatan rendah di daerah pedesaan diperlukan peningkatan pendapatan sekitar 2 persen, dan (4) Sosialisasi pendidikan dan penyuluhan di bidang pangan dan gizi masih sangat diperlukan.
Effects of Some Selected Variables on Rice-Farmers Technical Efficiency Masdjidin Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.94-102

Abstract

IndonesianAnalisa fungsi produksi frontier terhadap data yang diperoleh dari 63 petani padi di dua desa dataran rendah pantai utara Jawa Barat menunjukkan bahwa variasi efisiensi teknis produksi padi sangat besar. Dengan keterbatasan data yang tersedia, determinan efisiensinya juga ditelaah dalam tulisan ini. Curahan jam kerja di luar usahatani, baik di dalam maupun di luar sektor pertanian, serta umur petani ternyata tidak berpengaruh negatif terhadap efisiensi teknis sedangkan keikutsertaan petani dalam program intensifikasi berpengaruh sangat positif terhadap efisiensi itu. Determinan yang lain masih perlu diteliti lebih lanjut.EnglishThe use of frontier production function towards data gathered from 63 rice farmers in two northern coastal plain villages of West Java indicates that technical efficiency indices vary considerably. Given the availability of data, factors explaining the variation are analyzed in this paper. Neither off-farm nor non-farm working hours negatively effects technical efficiency. Nor does the age of farmers. Farmers participation in intensification program does influence technical efficiency but other determinants should properly be investigated further.
Analisis Contract Farming Usaha Ayam Broiler nFN Bahari; M. Muslich Mustadjab; Nuhfil Hanani; Bambang Ali Nugroho
Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v30n2.2012.109-127

Abstract

EnglishSmall farmers’ participation in the high-value product market aims to improve quality and income. They are involved in the contract farming for supply improvement, increased production, risk reduction, and profit enhancement. Contract farming types are various as well as the motives of the actors. This study aims to analyze contract farming in broiler farms in Malang Regency, East Java Province. The methods of analyses are logit function, technical efficiency, and performance index. Implementation of contract farming benefits the broiler farms. The farms are technically efficient. Incomes of the farmers are higher due to relatively lower production costs. Contract farming program is still the best option for farmers in order to increase income.IndonesianPartisipasi peternak kecil pada pasar produk bernilai tinggi, dengan tujuan meningkatkan standar kualitas, meningkatkan dan menstabilkan pendapatan adalah  alasan rasional untuk memperluas contract farming karena kualitas persediaan, kuantitas produksi meningkat, transfer risiko dari petani ke perusahaan dan tujuan keuntungan meningkat. Contract farming dapat berfungsi sebagai sebuah alat manajemen risiko oleh karena terjadi sharing antara pelaku yakni perusahaan (inti) dan peternak. Partisipasi perusahaan dan peternak  dalam program contract farming akan memberikan  implementasi kontrak yang bervariasi, sebagai akibat adanya motif pemenuhan kontrak sehingga hal ini  merupakan hal yang sangat penting untuk analisis. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan contract farming usaha  ternak ayam broiler di Kabupaten Malang Jawa Timur. Metode analisis digunakan fungsi logit, efisiensi teknis dan indeks kinerja. Temuan mengungkapkan bahwa penerapan contract farming memberikan manfaat pada peternak ayam broiler serta pelaksanaan usaha ternaknya efisien secara teknis. Pendapatan peternak kontrak lebih tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah, sehingga program contract farming masih merupakan pilihan terbaik bagi peternak dalam rangka peningkatan pendapatan.
Analisis Daya Saing Nenas Kaleng Indonesia Rohayati Suprihatini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v17n2.1998.22-37

Abstract

EnglishThe aim of the study was to analyze the comparative and competitive advantage of lndonesian canning pineapple. Primary data were collected by interviewing pineapple farmer groups and enterprise management of canning pineapple in West Java and Lampung in September up to October 1997. The data were analyzed by Policy Analysis Matrix (PAM). Data analysis included sensitivity analysis showed that lndonesian pineapple canning have both comparative and competitive advantage with stable condition reflected by PCR and DRCR less than one. The comparative and competitive advantage able to increase by reducing government policies distortion on output and input tradable as well as domestic input. Deregulation can be started by reducing tariff import of tradable input especially tin plate, chemical materials, fertilizer, and pesticide.IndonesianPenelitian bertujuan untuk menganalisa daya saing nenas kaleng Indonesia. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan kelompok petani dan manajemen perusahaan nenas kaleng di Lampung, dan Jawa Barat pada bulan September hingga Oktober 1997. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil analisis, termasuk analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa nenas kaleng Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang cukup tinggi dan stabil ditunjukkan oleh angka PCR dan DRCR yang kurang dari satu. Untuk meningkatkan daya saing, perlu dilakukan deregulasi untuk mengurangi distorsi kebijakan pemerintah baik pada output dan input tradable maupun input domestik. Deregulasi dapat dimulai dari penurunan tarif impor input tradable khususnya kaleng (tim plate), bahan kimia, pupuk, dan pestisida.
Analisis Kinerja Program Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Melalui Lembaga Pesantren di Madura Farahdilla Kutsiyah; Muslich Mustadjab; Ratya Anindita; Ahmad Erani Yustika
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v27n2.2009.109-134

Abstract

EnglishThis article analyzed the performance of community direct block  grant (BPLM) disbursed through the pesantren (boarding school) using institutional economic theory approach. The approach involved in examining of contract participation, social capital, transaction cost, and income. This research was conducted at two pesantrens in Madura Island. The sample was taken using cluster random sampling method. The research showed that the social capitals of the pesantren are consisted by a blessed value system (barokah), obedience, honesty, and solid network between the farmers and the pesantrens. The capital was rooted in farmer’s lifestyles which influence the operation of the pesantren economic activity.  Meanwhile, the transaction cost was depending on how  the farmers organize the BPLM that influenced by each pesantren’s characters as reflected by typical governance structure, behavioral attributes of the farmers/chairperson of the farmer’s  group, pesantren’s networking, and uncertainty. The execution costs are the major contribution to the total transaction costs. The increasing of the transaction costs will be followed by the significantly decreasing of the farmer’s income. IndonesianArtikel ini menganalisis kinerja program bantuan pinjaman langsung masyarakat (BPLM) yang disalurkan melalui lembaga pesantren. Pendekatan teori ekonomi kelembagaan digunakan untuk menganalisis kinerja program ini, yang mencakup partisipasi kontrak, modal sosial, biaya transaksi, dan pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan pada dua pesantren di Pulau Madura. Pengambilan contoh menggunakan metode cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial pesantren adalah tata nilai barokah, kepatuhan, jujur, dan jaringan yang solid antara petani dan pesantren. Modal sosial tersebut mengakar dalam kehidupan petani dan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan ekonomi pesantren. Sementara, biaya transaksi petani dalam pelaksanaan BPLM tergantung pada operasional kelembagaan masing-masing pesantren, yang disebabkan oleh perbedaan struktur tata kelola, perilaku petani/ketua kelompok, jaringan pesantren, dan ketidakpastian. Adapun  biaya eksekusi  memberi kontribusi yang paling tinggi terhadap total  biaya transaksi. Kenaikan  biaya transaksi ini akan diikuti dengan penurunan secara nyata  pendapatan petani.
The Importance of Agriculture as a Source of Finance and Raw Materials for Rural Industries (A Case study of small scale industries at village level in rural West Java) Tulus Tambunan
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v13n2.1994.21-48

Abstract

IndonesianSektor pertanian sangat penting, baik sebagai sumber pemintaan (pasar output) maupun sebagai sumber dana dan bahan baku, bagi pertumbuhan industri-industri kecil di pedesaan (RSSIs). Studi ini mempunyai dua tujuan: (1) meneliti sejauh mana pentingnya sektor pertanian sebagai sumber dana dan bahan baku bagi RSSIs di desa-desa dekat dengan suatu kota yang berfungsi sebagai pusat perdagangan bagi masyarakat di desa-desa sekelilingnya. dan (2) menganalisa tingkat keterkaitan lokal ("local linkages") antara RSSIs dengan sektor pertanian pada tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan propinsi. Hasil studi memperlihatkan bahwa: (1) sektor pertanian sangat penting sebagai sumber bahan baku tetapi tidak sebagai sumber dana bagi RSSIs yang diteliti, dan (2) tingkat keterkaitan lokal antara RSSIs yang diteliti dengan sektor pertanian sangat rendah pada tingkat desa.
Analisis Kepuasan Pengunjung dan Pengembangan Fasilitas Wisata Agro (Studi Kasus di Kebun Wisata Pasirmukti, Bogor) Riandina Wahyu Oktaviani; Rita Nurmalina Suryana
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v24n1.2006.41-58

Abstract

EnglishTourist’s preference to go back to nature makes ecotourism as a potential tourism market, including agricultural-based tourism (agrotourism). Kebun Wisata Pasirmukti is one of agrotourisms located in Citeureup, Bogor which has been opened for public in 2001.  This paper presents visitor characteristics, decision process of visitation, visitors’ response and their satisfaction on attributes provided in the area, and the importance of additional facilities to increase performance of Kebun Wisata Pasirmukti. This study uses descriptive analysis, Importance Performance Analysis, and Friedman Test and Multiple Comparison for Friedman. This study shows that the management of Kebun Wisata Pasirmukti should improve performance of promotion, accessibility to reach interesting locations and objects in the area, and worship facilities. In addition, Kebun Wisata Pasirmukti has to maintain performance of education activity known as the strong point of this location compared to other similar recreational objects.IndonesianKecenderungan wisatawan untuk kembali ke alam menyebabkan pengembangan daya tarik wisata yang berbasiskan alam menjadi potensial, tak terkecuali wisata yang berbasiskan alam pertanian (wisata agro). Kebun Wisata Pasir Mukti merupakan salah satu wisata agro yang terdapat di Citeureup, Bogor dan baru dibuka untuk umum pada tahun 2001. Artikel ini menyajikan hasil penelitian mengenai karakteristik pengunjung, proses keputusan kunjungan, respon pengunjung dan tingkat kepuasan pengunjung terhadap atribut yang ditawarkan oleh Kebun Wisata Pasirmukti, serta fasilitas yang perlu ditambahkan untuk menunjang kinerja Kebun Wisata Pasirmukti. Dalam penelitian ini digunakan beberapa alat analisis antara lain analisa deskriptif, Importance Performance Analysis, serta Uji Friedman dan Multiple Comparison untuk Uji Friedman. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa pihak manajemen Kebun Wisata Pasirmukti sebaiknya memperbaiki kinerja dari promosi, kemudahan mencapai lokasi serta sarana peribadatan. Selain itu, pihak Kebun Wisata Pasirmukti juga sebaiknya mempertahankan kinerja dari kegiatan edukatif yang merupakan keunggulan perusahaan di mata pengunjung dibandingkan dengan obyek wisata lain yang sejenis.
Income Distribution Analysis for Rural Central Java: An Application of Social Accounting Methodology Rini Budiyanti; Dean F. Schreiner
Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v10n1-2.1991.91-107

Abstract

IndonesianKetimpangan pendapatan merupakan masalah besar di negara-negara berkembang. Seringkali, kelompok-kelompok tertentu seperti wanita dan buruh tani mendapat perhatian khusus dalam analisa distribusi pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri sumber-sumber pendapatan dari kelompok sasaran dengan menggunakan Social Accounting Matrix. Hasil analisis menunjukkan hubungan langsung dan tidak langsung antara aktivitas, komoditas dan faktor-faktor produksi dengan pendapatan serta pengaruh distribusinya diantara kelompok-kelompok sasaran.
Impor Jagung: Perlukah Tarif Impor Diberlakukan? Jawaban Analisis Simulasi nFN Erwidodo; nFN Hermanto; Herena Pudjihastuti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v21n2.2003.175-195

Abstract

EnglishThe Ministry of Agriculture has been considering a new proposal for imposing tariffs on a number of imported food commodities, including corn. This paper aims at addressing the following questions: (1) Is there a strong reason for the government to impose import tariff on corn? (2) If so, then what level of tariff is needed? (3) what are the determinants for defining an optimum tariff? The analytical results indicate that corn farming in Indonesia is profitable and able to compete with imported corns, as its normal profit ranges from 29 to 35 percent of the total costs. Hence, there is no strong reason for the government to implement import tariff. A tariff is needed only if the world market price drops well below the cost of production, and exchange rate of Rupiah appreciates significantly. Having considered the likely world price fluctuation and exchange rate appreciation, the analysis shows that an import tariff of 5-10 percent is more than enough to guarantee a reasonable farmer’s profit of around 30 percent.IndonesianDepartemen Pertanian sedang mempertimbangkan pemberlakuan tarif impor untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk jagung. Tulisan ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan berikut: (1) perlukah pemberlakuan tarif impor jagung pada saat ini?, (2) kalau ya, berapa tingkat tarif impor yang harus dikenakan?, (3) faktor-faktor utama apa saja yang perlu diperhitungkan dalam menentukan tingkat tarif impor?. Hasil analisis memperlihatkan bahwa usahatani jagung masih menguntungkan dan mampu bersaing dengan jagung impor. Pada kondisi saat ini, usahatani jagung mampu memberikan keuntungan bersih pada kisaran 29-35 persen, dan mampu bersaing dengan jagung impor. Dengan demikian, tidak ada alasan yang kuat bagi pemerintah untuk memberlakukan tarif impor jagung pada saat ini. Tarif impor diperlukan bilamana nilai tukar rupiah menguat secara nyata dan/atau harga jagung di pasar dunia menurun drastis sampai dibawah biaya produksi. Dengan mempertimbangkan kemungkinan kisaran gejolak harga dan nilai tukar yang akan terjadi, penerapan tarif impor 5-10 persen dipandang sudah cukup untuk menjamin keuntungan yang layak (30 persen) bagi usahatani jagung.
Situasi Pasar Minyak Sawit di Jepang Sri Hery Susilowati; Achmad Suryana
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n2.1988.30-42

Abstract

EnglishPalm oil production in Indonesia is estimated to increase at the level of 23 percent of world production by the end of Pelita V. To anticipate this large increase, a serious effort should be done in order to increase Indonesian market share of this product. Japan is one of potential markets to absorb palm oil from Indonesia. Market information concerning this product in Japan is of our important if one wants to promote palm oil exports to this country. This paper presents palm oil market situation in this country especially on demand, consumption, and marketing channels and its impacts on the Indonesian palm oil exports.IndonesianDengan adanya rencana peningkatan produksi minyak sawit Indonesia pada akhir Pelita V mencapai sekitar 23 persen dan proyeksi produksi dunia, diperlukan upaya yang lebih keras untuk meningkatkan pangsa pasar minyak sawit Indonesia di pasar internasional. Jepang sebagai negara industri mempunyai potensi cukup tinggi dalam penggunaan minyak sawit sehingga pengembangan ekspor ke negara tersebut mempunyai prospek yang baik. lnformasi pasar minyak sawit di Jepang menjadi sangat penting bagi Indonesia dalam rangka mempromosikan ekspor komoditi ini ke negara tersebut. Makalah ini membahas situasi pasar minyak sawit di negara tersebut, terutama mengenai permintaan, konsumsi, dan saluran pemasaran, serta pengaruhnya terhadap ekspor minyak sawit Indonesia.

Page 9 of 40 | Total Record : 392


Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue