cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Esensi Keterlibatan Pustakawan dalam Keredaksian Jurnal Ilmiah Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n2.2018.p37-43

Abstract

Jurnal ilmiah berperan penting dalam pengembangan khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Bagi peneliti, terutama yang bernaung di bawah unit kerja penelitian kementerian/ pemerintah, jurnal ilmiah tidak hanya diperlukan sebagai media pertanggungjawaban profesi dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) tetapi juga menentukan profesionalisme peneliti itu sendiri. KTI adalah cerminan dari penerapan kaidah ilmiah dalam pelaksanaan dan penyajian hasil penelitian. Dalam upaya peningkatan mutu jurnal ilmiah, pemerintah telah memberikan kewenangan kepada LIPI untuk melakukan akreditasi terhadap majalah ilmiah secara nasional, terutama yang diterbitkan oleh lembaga penelitian pemerintah. Salah satu aspek penting yang dinilai dalam proses akreditasi jurnal ilmiah adalah rujukan literatur pada KTI yang diterbitkan. Hasil pengkajian menunjukkan belum semua jurnal ilmiah terakreditasi memiliki nilai yang baik, terutama ditinjau dari segi sumber dan tingkat kebaruan rujukan. Oleh karena itu, pustakawan sebagai pengelola informasi sudah selayaknya terlibat dalam keredaksian jurnal ilmiah, terutama yang diterbitkan oleh lembaga penelitian yang menjadi institusi induk perpustakaan tempat pustakawan bernaung. Tugas utama pustakawan dalam keredaksian jurnal ilmiah adalah menelisik sumber dan kemutakhiran literatur rujukan, memberi bantuan penelusuran literatur bagi penulis, dan konsistensi penulisan rujukan di daftar pustaka disesuaikan dengan gaya selingkung jurnal yang bersangkutan. Pustakawan yang terlibat dalam keredaksian jurnal ilmiah penelitian dituntut untuk senantiasa mengikuti perkembangan informasi Iptek, menguasai teknologi informasi, dan memiliki kemampuan literasi informasi.
Analisis Karya Tulis Peneliti Pertanian dalam Jurnal Ilmiah Internasional pada Basis Data Sciencedirect Etty Andriaty
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p16-24

Abstract

ScienceDirect merupakan pangkalan data jurnal ilmiah internasional terbesar di dunia yang dikelola oleh penerbit Elsevier. Kontribusi peneliti Indonesia khususnya dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) dalam jurnal internasional masih jauh di bawah negara- negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, padahal dari segi jumlah peneliti, Indonesia berada jauh di atas negara-negara tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang karya tulis ilmiahnya dimuat dalam jurnal ilmiah pada ScienceDirect, (2) tahun terbit jurnal yang memuat  KTI peneliti Balitbangtan, (3) nama jurnal yang memuat KTI peneliti Balitbangtan, (4) komoditas dan subjek yang ditulis oleh peneliti Balitbangtan, dan (5) jumlah jurnal ilmiah yang terindeks dalam Scopus. Kajian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018, menggunakan metode analisis isi. Objek yang dikaji adalah artikel- artikel yang ditulis oleh peneliti Balitbangtan dan dimuat dalam jurnal pada ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah peneliti yang artikelnya diterbitkan dalam jurnal pada ScienceDirect mencapai 80 orang, sementara jumlah peneliti Balitbangtan lebih dari 1.600 orang pada 2017. Jenjang jabatan terbanyak Peneliti Ahli Madya (34 orang). Artikel terbanyak ditulis oleh peneliti Balai Penelitian Tanah (Markus Anda). Pemuliaan (tanaman dan ternak) merupakan subjek terbanyak (33 artikel), diikuti tanah (30 artikel). Sementara tanaman pangan merupakan komoditas pertanian yang paling banyak ditulis, yaitu 40 artikel. HAYATI: Journal of Biosciences merupakan jurnal ilmiah yang paling banyak memuat artikel peneliti Balitbangtan, yaitu 18 artikel. Sebagian besar artikel peneliti Balitbangtan dalam jurnal pada ScienceDirect terbit pada tahun 2015. Hampir semua jurnal ilmiah yang memuat artikel peneliti Balitbangtan terindeks Scopus.
Tantangan Literasi Informasi Bagi Generasi Muda Pada Era Post-Truth Endang Fatmawati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p57-66

Abstract

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Literasi informasi berperan besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Literasi secara sederhana diartikan kemampuan membaca dan menulis. Artikel ini memfokuskan bahasan pada generasi muda sebagai pejuang literasi yang kreatif pada era post-truth. Secara umum dapat dipahami bahwa post truth menjadi tradisi kebohongan, berlebihan, dan ada unsur kepentingan politik. Indikasi fenomena post-truth salah satunya adalah beralihnya fungsi media sosial seolah-olah sebagai penyampai kebenaran, padahal pada kenyataannya, oknum yang dengan sengaja menyalahgunakannya untuk menyebar berita bohong. Pada tataran ini, generasi muda dituntut kreatif dalam memanfaatkan media dengan cara memilih dan memilah informasi secara tepat. Meskipun pemerintah telah menindak tegas pelaku penyebar hoaks (hoax), berita bohong (fake news), dan ujaran kebencian (hate speech), proliferasi dan viralisasi masih saja bermunculan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dari berbagai fakta tersebut, multikompetensi dan multimodalitas dibutuhkan agar generasi muda bisa lebih kritis dan mampu memberikan solusi. Literasi informasi menjadi modal generasi muda dalam meningkatkan kreativitas untuk kemajuan bangsa. Hal ini karena dengan literasi informasi, generasi muda akan memiliki pengetahuan, keterampilan, maupun kecakapan hidup pada era post-truth.
Studi Bibliometrik Artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian Periode 2013–2017 Rochani Nani Rahayu; Tupan Tupan
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n2.2018.p44-50

Abstract

Kajian bibliometrik terhadap artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013-2017 dilakukan untuk mengetahui distribusi artikel berdasarkan tahun, nomor terbitan, pola dan tingkat kolaborasi, panjang artikel, rata-rata penulis per artikel, geografi referensi, dan institusi tempat penulis bekerja. Artikel jurnal tersebut diunduh dari http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpp. Data diolah menggunakan Microsoft Exel 2010 kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian 2013- 2017 berjumlah 50 judul dengan jumlah artikel konstan setiap tahun yakni 10 judul. Penulis tunggal lebih banyak dibandingkan dengan penulis berkolaborasi, yang ditunjukkan oleh nilai tingkat kolaborasi sebesar 0,46. Artikel terbanyak ditulis dengan panjang 7 dan 8 halaman, yaitu masing–masing 13 judul (26%). Rata-rata penulis per artikel setiap tahun sebesar1,60. Referensi dari dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan dengan referensi dari luar negeri. Kementerian Pertanian merupakan institusi yang paling banyak menyumbang artikel, yakni 25 judul (50%).
Sumber dan Subjek Artikel Ilmiah pada Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p25-31

Abstract

Peneliti dituntut membuat karya tulis ilmiah (KTI) sebagai salah satu syarat mempertahankan eksistensi sebagai pejabat fungsional peneliti. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) memiliki jurnal ilmiah primer yang berjudul Jurnal Penelitian Pertanian (Jurnal PP) Tanaman Pangan yang sudah terakreditasi untuk menampung KTI dari peneliti di lingkungan sendiri maupun institusi lain. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dan subjek artikel hasil penelitian serta produktivitas peneliti menulis KTI pada Jurnal PP Tanaman Pangan pada periode 2007-2016. Pengkajian dilakukan di Perpustakaan Puslitbangtan pada bulan Agustus 2018. Hasil pengkajian menunjukkan terdapat 273 KTI yang terbit pada Jurnal PP Tanaman Pangan periode 2007-2016. Sebanyak 197 KTI (73,16%) di antaranya bersumber dari peneliti di lingkungan Puslitbangtan dan sisanya dari institusi penelitian lain dan perguruan tinggi. Artikel didominasi oleh komoditas padi (44,32%), jagung (19,78%), dan kedelai (19,05%). Proporsi artikel berdasarkan disiplin ilmu didominasi oleh pemuliaan tanaman (37%), diikuti oleh agronomi (14,65%) dan ekofisiologi (14,28%). Dikaitkan dengan jumlah peneliti aktif pada tahun 2015 sebanyak 173 orang maka rasio peneliti dan KTI yang terbit pada Jurnal PP Tanaman Pangan rata- rata 0,12 KTI per orang per tahun. Angka ini menunjukkan rendahnya produktivitas peneliti menulis KTI. Oleh karena itu, peneliti perlu didorong untuk menulis KTI melalui pelatihan dan pendampingan penulisan dengan melibatkan profesor riset, pengelola publikasi ilmiah, dan pustakawan profesional.
ANALISIS PETA JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN KEMENTERIAN PERTANIAN Etty Andriaty; Penny Ismiati Iskak; Heryati Suryantini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p25-32

Abstract

Jumlah dan kualitas pustakawan Kementerian Pertanian yangberagam menimbulkan ketimpangan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan. Di sisi lain, peta jabatan pustakawan belum mencerminkan kebutuhan pustakawan pada masa mendatang dan belum memerhatikan SNI 7496:2009 dan SNP 006:2011 tentang Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keberadaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, (2) ketersediaan SDM perpustakaan sesuai dengan SNI Nomor 7496:2009, (3) beban kerja perpustakaan, (4) kebutuhan jabatan fungsional pustakawan, dan (5) hambatan dalam pengangkatan pustakawan. Hasil pengkajian menunjukkan hampir seluruh (98,49%) UK/UPT Kementerian Pertanian memiliki perpustakaan dan 93,75% UK/ UPT memiliki tupoksi pengelolaan perpustakaan. Sebanyak 61,54% perpustakaan tidak memiliki petugas perpustakaan, 30,8% perpustakaan memiliki pustakawan keterampilan, dan 38,5% mempunyai pustakawan keahlian. Hambatan dalam pengangkatan pustakawan ialah tidak ada peta jabatan (41,67%), kurang peminat (29,17%), keterbatasan SDM (20,83%), dan tidak ada izin untuk alih jabatan dan tidak tersedia anggaran untuk tenaga kontrak (8,34%). Unit kerja dengan kebutuhan pustakawan tertinggi yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), rata-rata membutuhkan 11 pustakawan keterampilan dan 10 pustakawan keahlian, sementara yang terendah adalah Loka Penelitian (1 pustakawan keterampilan). Dari hasil kajian dapat direkomendasikan peta jabatan pustakawan Kementerian Pertanian sebagai berikut: (1) Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 8 pustakawan keterampilan dan 24 pustakawan keahlian, (2) Puslit/Puslitbang, Sekretariat Badan/Biro/Direktorat/Balai Besar 1 pustakawan keterampilan dan 1 pustakawan keahlian, (3) PPMKP 2 pustakawan keterampilan dan 2 pustakawan keahlian, dan (4) Polbangtan 3 pustakawan keterampilan dan 3 pustakawan keahlian. 
ANALISIS INFORMASI PATEN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA TERSERTIFIKASI TAHUN 1991-2018 Didik Prata Wijaya
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p1-8

Abstract

Kekayaan intelektual merupakan aset berharga yang perlu dikelola secara terencana dan si stematis agar dapat terl indungi dan bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya ialah melalui paten. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan salah satu lembaga penelitian yang menghasilkan paten. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah paten LIPI yang tersertifikasi, (2) jenis/kategori paten, (3) satuan kerja LIPI yang paling banyak menghasil kan paten terserti fikasi , (4) jumlah inventor paten tersertifikasi, (5) perbandingan jumlah paten tersertifikasi dan inventor, dan (6) jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah paten LIPI yang tersertifikasi pada tahun 1991-2018. Data paten diperoleh secara online melalui pangkalan data Information Tracer of Intellectual Property and Document Accountability Inquiry (INTIP DAQU). Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa LIPI memiliki 158 judul paten tersertifikasi pada tahun 19912018 dengan jenis paten terbanyak berupa proses/metode, yakni 69 judul. Paten tersertifikasi terbanyak dihasilkan pada tahun 2010 dan Pusat Penelitian Fisika merupakan satuan kerja LIPI penghasil paten tersertifikasi terbanyak dengan 30 paten. Berdasarkan gender, inventor laki-laki sebanyak 416 orang dan inventor perempuan 229 orang. Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2018 yaitu 200 klaim, sedangkan jumlah klaim paling sedikit pada tahun 1994 dan 1996 yaitu 0 klaim. Jumlah rata-rata klaim per paten tertinggi terdapat pada tahun 2018 (28,5 klaim per paten) dan terendah pada tahun 1994,1995,1996, dan 1997 yaitu 0 klaim per paten.
PENGEMBANGAN LITERASI PEMUSTAKA DI TAMAN BACA PUSTAKA Juznia Andriani; Muhamad Zuhdi; Nyakdani Ilham
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p9-16

Abstract

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) terus melakukan perbaikan dan pengembangan layanan, salah satunya dengan mengembangkan taman baca sebagai perpustakaan berbasis inklusi sosial. Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan di Taman Baca Pustaka dan faktor yang memengaruhi pemustaka untuk berkunjung ke taman baca tersebut. Pengkajian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami gejala atau pengalaman yang dirasakan pemustaka. Hasil pengkajian menunjukkan Taman Baca Pustaka yang berlokasi di perkampungan dan dekat dengan fasilitas pendidikan memudahkan pemustaka untuk mengaksesnya. Jejaring dengan sekolah dan mahasiswa mampu menjadikan Taman Baca Pustaka sebagai ruang publik bagi anak-anak di sekitarnya. Pengembangan minat baca dan literasi bagi anak-anak melalui kegiatan edukatif dapat meningkatkan intelektual dan keterampilan mereka. Kegiatan edukatif seperti membaca, menonton audiovisual, menggambar, mendongeng, membuat kerajinan keterampilan, dan kesenian dapat meningkatkan intelektual dan keterampilan anak-anak. Praktik pertanian dalam merawat ternak dan bertanam secara hidroponik membuat anak cinta pada pertanian. Layanan dan fasilitas yang tersedia membuat anak-anak betah belajar di taman baca. Kegiatan taman baca juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
IDENTIFIKASI KOLEKSI ANTIKUARIAT INDONESIANA DI WEBSITE PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS LEIDEN Muthia nurhayati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p17-24

Abstract

Jumlah koleksi antikuariat Indonesiana di Perpustakaan Universitas Leiden mencapai lebih dari separuh yang dimiliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Padahal fungsi Perpusnas RI sebagai perpustakaan deposit merupakan keniscayaan untuk menyimpan seluruh karya cetak dan karya rekam yang terbit di Indonesia, salah satunya adalah koleksi Indonesiana. Koleksi antikuariat Indonesiana termasuk dalam benda cagar budaya karena memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, juga mempunyai nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. Pengkajian ini bertujuan untuk mengidentifkasi koleksi antikuariat Indonesiana yang dimiliki Perpustakaan Universitas Leiden melalui website perpustakaan tersebut (https://www.library.universiteitleiden.nl/). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa koleksi antikuariat Indonesiana di website Perpustakaan Universitas Leiden terdapat dalam menu Special Collections, submenu Digital Collections dan Unlock the Asian Collections. Pada bagian Digital Collections, dari 69 topik koleksi, yang termasuk koleksi antikuariat Indonesiana mencapai 21 buah. Pada Asian Collections, terdapat enam topik koleksi antikuariat Indonesiana. Perpustakaan Universitas Leiden memiliki komitmen yang tinggi dalam program digitasi koleksi Asia.
IDENTIFIKASI MODAL SOSIAL LAYANAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN DAN PENGETAHUAN PERTANIAN DIGITAL Penny Ismiati Iskak; Juznia Andriyani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p80-88

Abstract

Modal sosial merupakan bagian penting dalam pengembangan perpustakaan. Pengkajian ini bertujuan untuk mempelajari modal sosial dalam layanan informasi Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D). Pengkajianini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode etnografi untuk mengidentifikasi dan memahami makna terbentuknya modal sosial pada layanan perpustakaan. Modal sosial dalam layanan perpustakaan di P3D meliputi kepercayaan, jaringan dan norma. Di antara ketiga unsur tersebut, tidak ada yang mendominasi. Norma perlu ditekankan lagi agar kegiatan perpustakaan berlangsung kondusif. Layanan perpustakaan mampu membentuk kerjasama antara perpustakaan dengan lembaga lain dimana pemustaka bernaung. Perpustakaan menjadi tempat untuk berdiskusi dan melakukan kerja kelompok bagi pemustaka pelajar. Perpustakaan juga menyediakan tempat yang nyaman bagi peneliti untuk menyelesaikan tugas. Disarankan agar norma dapat ditingkatkan melalui sosialisasi peraturan secara lebih intensif dengan membuat alat promosi yang diletakkan pada tempat strategis serta menerapkan peraturan dan meningkatkan komunikasi dengan pemustaka. Kepercayaan pemustaka dapat lebih ditingkatkan dengan penyediaan fasilitas-fasilitas lain yang memudahkan pengguna

Page 11 of 12 | Total Record : 115