cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 25 Documents clear
Alat Uji Muatan Roket KOMURINDO Bebasis FPGA (FIELD PROGAMMABLE GATE ARRAY) Bagian Pengujian Fungsional G-force Denny Satrio Nugroho; Muhammad Julius St.; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.543 KB)

Abstract

Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan muatan/payload roket. Tujuan dari kontes ini adalah untuk menumbuh kembangkan kreatifitas dan minat para mahasiswa dalam Pengembangan teknologi roket. Dalam kontes tersebut terdapat beberapa tahap seleksi pengujian, diantaranya adalah pengujian g-force. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan gaya g sebesar 6g terhadap muatan roket sesuai dengan rule KOMURINDO. Sistem konrol utama alat uji g-force ini adalah menggunakan FPGA (Field Progamable Gate Array). Sinyal yang diproses FPGA adalah sinyal PWM yang diberikan ke driver motor untuk mengatur kecepatan putar alat agar alat memiliki gaya sentrifugal. Untuk Mengetahui besarnya kecepatan putaran digunakan sensor rotary encoder E40S6. Agar kecepatan putaran dapat stabil maka dibutuhkan feedback controller. Hasil RPM yang terbaca oleh sensor kemudian dikonversi menjadi gaya g dengan menggunakan RCF (Relative Centrifuge Force). Hasil pengujian menunjukkan nilai RPM yang diproses oleh FPGA dengan alat ukur tachometer kesalahan rata-rata adalah 1,13% dengan nilai RPM yang berbeda-beda.
Perancangan dan Pembuatan Sensor Curah Hujan Tipe Tipping Bucket dengan Tampilan LCD Hendra Dwi Saputra; n/a Nurussa'adah; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.557 KB)

Abstract

Pemanfaatan hujan yang tepat dapat memberikan keuntungan yang banyak. Untuk itu diperlukan pemetaan wilayah curah hujan. Hal ini bertujuan agar dapat menentukan tingkatan siaga bencana untuk masing-masing daerah. Dalam pemetaan dibutuhkan alat untuk menghitung curah hujan yang turun. Di pasaran hanya terdapat alat ukur secara manual, sedangkan tidak tersedia alat ukur curah hujan yang dapat mengukur secara otomatis dan langsung melainkan diperlukan peralatan tambahan secara terpisah. Selain itu hasil pengukuran tidak dapat dilihat oleh publik. Oleh karena itu dibutuhkan alat yang bekerja secara otomatis yang dapat menampilkan hasil pengukuran secara langsung dan dapat dilihat langsung oleh publik. Dengan demikian masyarakat dapat melihat dan mengukur curah hujan yang turun. Pada perancangan dan pembuatan sensor curah hujan ini, sensor yang dibuat adalah tipe tipping bucket dengan resolusi pengukuran 0,5 mm. Hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD Dot Matrix 2 x 16 karakter. Sensor yang dibuat dapat menyimpan data selama 24 jam. Selain itu, data hasil pengukuran dapat dikirm melalui komunikasi serial dan ditampilkan pada komputer, serta disimpan dalam bentuk database. Kata Kunci: curah hujan, tipping bucket, resolusi, database
Analisis Pengaruh Penggunaan Antena Jamak MIMO 2x2, SIMO 1x2 dan SISO 1x1 terhadap Performansi Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) pada Teknologi Radio over Fiber (RoF) Alfi Zuhriya Khoirunnisa; Endah Budi Purnomowati; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.673 KB)

Abstract

Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk menghasilkan kapasitas kanal yang besar dengan menggunakan teknik antena jamak seperti MIMO 2x2. MIMO 2x2 pada LTE dikombinasikan dengan akses jamak OFDMA. Kombinasi MIMO-OFDMA ini diterapkan pada teknologi radio over fiber untuk mengoptimalkan infrastruktur suatu jaringan. Radio over Fiber (RoF) adalah teknologi yang mengintegrasikan antara teknik transmisi nirkabel dan kabel fisik dengan media serat optik. Performansi yang dibahas pada penelitian ini adalah pengaruh penggunaan teknik antena MIMO 2x2 OFDMA pada Radio over Fiber (RoF) dengan menganalisis SNR, Kapasitas kanal, BER dan Link Power Budget dibanding dengan penggunaan antena SISO 1x1 dan SIMO 1x2. Hasil simulasi dan analisis membuktikan bahwa penggunaan antena SIMO 1x2 dengan jarak UE dan eNB 500 m dan panjang gelombang 1550 nm menghasilkan performansi terbaik pada parameter SNR = 52,002 dB, BER = 6x 10-7 dengan daya yang diterima di UE = -72,034 dBm pada perhitungan Link Power Budget. Penggunaan antena MIMO 2x2 dengan jarak UE dan eNB 500 m dan panjang gelombang 1310 nm menghasilkan performansi terbaik pada parameter kapasitas kanal yaitu sebesar 8,492 Gbps. Kata Kunci— OFDMA, RoF, MIMO 2x2, SIMO 1x2, SISO 1x1
Analisis Penerapan Optical Add-Drop Multiplexer (OADM) Menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG) pada Teknik Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) Edita Rosana Widasari; Sholeh Hadi Pramono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.013 KB)

Abstract

Optical Add-Drop Multiplexer (OADM) menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG) merupakan passive optical device dalam sistem transmisi serat optik yang dapat melakukan multiplexing, demultiplexing, filter, dan routing pada teknik Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Hasil analisis penerapan OADM menggunakan FBG dalam sistem serat optik menunjukkan pada spasi kanal 100 GHz terjadi penurunan panjang grating 1,6048 mm sampai dengan 0,1646 mm, penurunan nilai panjang grating tersebut menunjukkan semakin besar jumlah kanal transmisi panjang gelombang yang ditransmisikan. Pada hasil analisis penurunan panjang grating dan perubahan indeks bias grating sebesar 10-3, 10-4, dan 10-5 terjadi penurunan reflektivitas dan peningkatan transmitivitas sehingga juga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan jumlah kanal transmisi. Analisis crosstalk pada spasi kanal 100 GHz menunjukkan nilai crosstalk yang kecil antara -25,1282 dB sampai dengan -20,4846 dB, terbukti bahwa OADM menggunakan FBG pada sistem serat optik dapat mengurangi crosstalk.Kata Kunci—OADM, FBG, DWDM, reflektivitas, transmitivitas, crosstalk.I. PENDAHULUANariasi layanan dalam bentuk multimedia
Kontrol Kecepatan Motor DC Dengan Metode PID Menggunakan Visual Basic 6.0 Dan Mikrokontroler ATmega 16 Muhammad Rizki Setiawan; Muhammad Aziz Muslim; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.268 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah diimplementasikan suatu sistem kontrol motor DC dengan kontroler PID menggunakan mikrokontroler ATmega16. Interface sistem kontrol ini menggunakan Visual Basic 6.0 sehingga memudahkan untuk pengembangan lebih lanjut. Proses identifikasi sistem dilakukan dengan menggunakan sinyal input Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) 10 bit dengan variasi sinyal acak sebanyak 1024 data. Dari hasil identifikasi diperoleh fungsi alih model system adalah  Selanjutnya dilakukan proses penentuan parameter PID dengan menggunakan metode root locus, yang hasilnya menunjukkan bahwa semua akar berada disebelah kiri bidang s. Sehingga respon yang didapat dari semua pole stabil. Hasil perhitungan parameter PID dengan pole s = -9.4 + j3.2 didapatkan nilai parameter PID terbaik yaitu KP=4.6805, KI=10 dan KD=0.1026.   Kata Kunci—identifikasi sistem, root locus, PID. 
Analisis Kegagalan Transformator Di PT Asahimas Chemical Banten Berdasarkan Hasil Uji DGA Dengan Metode Roger’s Ratio Dimas Aditia Arifianto; n/a Soemarwanto; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.256 KB)

Abstract

Transformator  digunakan secara luas, baik bidang tenaga listrik maupun elektronika. Didalam transformator secara umum berisi minyak yang berfungsi sebagai isolator. Biasanya minyak ini juga berfungsi sebagai pendingin agar trafo tidak panas. Namun didalam kandungan minyak tersebut terdapat kandungan gas-gas yang dapat menyebabkan kegagalan transformator. Kegagalan gas tersebut biasa dikenal sebagai fault gas dimana permasalahan transformator tersebut merupakan kegagalan termal dan kegagalan elektris. Dengan mengidentifikasi jenis dan jumlah kandungan gas yang terlarut pada minyak transformator dapat memberi informasi akan adanya indikasi kegagalan yang terjadi pada transformator. Penelitian ini akan membahas bagaimana uji DGA (Dissolved Gas Analysis) dapat mengidentifikasi indikasi kegagalan yang terjadi pada transformator di PT Asahimas Chemical dengan menggunakan metode rasio roger. Metode rasio roger adalah metode interpretasi uji DGA (Dissolved Gas Analysis) dengan menggunakan magnitude rasio lima jenis fault gas. Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh, kegagalan yang terjadi pada transformator di PT Asahimas Chemical disebabkan oleh kegagalan isolasi dimana fungsi minyak transformator sebagai bahan isolasi tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai kandungan gas pada minyak dimana nilai kandungan gas H2, C2H2, C2H4, CO melebihi standar yang ditetapkan. Semakin tinggi temperatur yang dihasilkan oleh minyak transformator, maka fungsi dari minyak sebagai bahan isolator akan menurun. Kata Kunci – Dissolved Gas Analysis, kegagalan, Rasio Roger, Minyak Transformator.
Perancangan Soft Starter Motor Induksi Satu Fasa dengan Metode Closed Loop Menggunakan Mikrokontroler Arduino Ardhito Primatama; n/a Soeprapto; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.056 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam industri baik industri besar maupun industri rumahan dikarenakan konstruksinya yang sederhana dan handal. Motor yang paling banyak digunakan di industri rumahan adalah motor induksi satu fasa. Motor induksi memiliki permasalahan yang sangat merugikan sistem, yaitu arus pengasutannya yang tinggi. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan soft starter. Dewasa ini teknologi elektronika daya TRIAC digunakan sebagai komponen utama dalam soft starter. Pengaturannya juga diatur dengan mikrokontroler untuk memudahkan melakukan pengasutan. Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arduino.  Soft starter yang dirancang mampu menurunkan arus pengasutan hingga 2 kali untuk pengasutan tanpa beban dan 3 kali untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Torsi pengasutan yang dihasilkan oleh soft starter sebesar 0,023 Nm untuk pengasutan tak berbeban dan 0,43 Nm untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengasutan menggunakan soft starter tak berbeban selama 0,77 detik sedangkan untuk kondisi berbeban generator sinkron sebesar 7,92 detik.   Index Terms— soft starter, motor induksi satu fasa, TRIAC, Arduino, arus pengasutan, torsi pengasutan.
Analisis Pengaruh Rain Fading Terhadap Kualitas Layanan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Pada Penggunaan Video Conference Astriana, Ayu Ananda; Priyono, Wahyu Adi; Kusmaryanto, Sigit
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.707 KB)

Abstract

Video conference adalah layanan untuk mempertemukan dua pihak atau lebih menggunakan internet broadband. Kecepatan minimal untuk mengakses video conference adalah 100 kbps. Kebutuhan akan kecepatan akses ini telah diwujudkan dengan menerapkan teknologi jaringan HSDPA (High speed downlink packet access). Selama penjalarannya, sinyal HSDPA akan mengalami fading. Rain fading merupakan penyerapan yang terjadi pada  sinyal radio frekuensi yang disebabkan oleh interferensi elektromagnetik. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan mengenai pengaruh rain fading terhadap kualitas layanan HSDPA pada penggunaan video conference, berdasarkan parameter trafik yang meliputi delay, packet loss dan throughput mengacu pada standar ITU-T P.800 untuk video conference. Data hasil perhitungan akan dibandingkan dengan data pengukuran dari pihak operator. Hasil penelitian menunjukkan packet loss saat hujan lebat mengalami peningkatan sebesar 2,807 x 10-3 dibandingkan saat cerah. Nilai throughput pada saat cerah mengalami penurunan sebesar 20,743 kbps dibanding saat hujan lebat. Menurut standar MOS ITU-T P 800, nilai yang didapatkan termasuk kategori D, yaitu concerning dimana kualitas video conference pengguna akan mengalami gangguan, namun tetap berfungsi dalam beberapa kapasitas. Kata Kunci—Video conference, Rain fading, HSDPA, MOS.
Analisis Performansi Teknik Modulasi Pada Jaringan Mobile Wimax Untuk Layanan Video Conference Anisari Mei Prihatini; Rudy Yuwono; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.541 KB)

Abstract

Video conference merupakan teknologi penggabungan sinyal audio dan video yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi dan bandwidth yang lebar, sehingga dibutuhkan jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16e atau biasa disebut mobile WiMAX merupakan salah satunya. Salah satu fitur yang diberikan mobile WiMAX untuk mengoptimalkan kualitas jaringan adalah dengan menggunakan teknik modulasi adaptif. Performansi yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi Bit Error Rate (BER), delay end to end, dan throughput. Dari hasil penelitian, nilai BER yang terkecil menggunakan modulasi QPSK ¾ =  dan nilai BER tertinggi menggunakan modulasi 64 QAM 2/3 = 0.0257. Dari hasil perhitungan delay end to end, nilai delay end to end rata-rata terbesar adalah pada wilayah rural karena jarak jangkauan setiap modulasi yang lebih jauh dari daerah urban maupun sub urban. Sedangkan untuk perhitungan throughput, nilai throughput maksimum adalah dengan menggunakan modulasi 64QAM ¾ pada wilayah urban yaitu 74.730 Mbps dan nilai throughput minimum menggunakan modulasi BPSK ½ pada wilayah rural yaitu 23.300 Mbps. Kata Kunci— teknik modulasi adaptif, mobile WiMAX, video conference
Pencarian Rute Terdekat Pada Labirin Menggunakan Metode A* Rengga Dionata Putra; Waru Djuriatno; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.262 KB)

Abstract

Labirin adalah sebuah jaringan dari jalur jalur yang saling berhubungan untuk dilalui dari awal hingga akhir yang dimaksudkan untuk sebuah tantangan, manusia mungkin masih dapat menyelesaikan masalah pencarian ruang terdekat yang sederhana, tetapi jika jumlah rute yang ada sudah sedemikian banyaknya, maka kita akan mengalami kesulitan dan akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue