cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 25 Documents clear
KAJIAN PENGARUH MODIFIKASI JUMLAH KUTUB TERHADAP PERUBAHAN DAYA DAN TORSI MOTOR INDUKSI SATU FASA Asfari Hariz Santoso; Hari Santoso; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.32 KB)

Abstract

Motor induksi satu fasa banyak digunakanpada kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini di pasaranmotor induksi 1 fasa yang dengan putaran rendah ataudengan putaran dibawah 1000 rpm sangat jarang ditemui,jika ada hanya sampai putaran 1000 rpm. Untukmendapatkan putaran motor induksi 1 fasa dibawah 1000rpm biasanya disiasati dengan menggunakan pulley-belt.Sebagai solusi dilakukan analisis pengaruh perubahanjumlah kutub sejumlah 8 kutub pada motor induksi satufasa jenis rotor sangkar terhadap besar nilai daya dantorsi yang dihasilkan. Didapatkan besar daya keluaransebesar 552,34 watt dan 563,023 watt sedang besar nilaitorsi sebesar 7,9 Nm dan 7,83 Nm.Kata Kunci— Motor Induksi, Kutub, Daya, Torsi
Rancangan Sistem Pengendalian Otomatis Konveyor Buah (Fruit Shredder Feeding) M. Arie Hendro Tri Hartomo; Hery Purnomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.611 KB)

Abstract

Konveyor merupakan penggerak utama dalam proses industri, otomatisasi dalam pengoperasian konveyor sangatlah diperlukan untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dalam skripsi ini dirancang sistem pengaturan motor penggerak konveyor berdasarkan perameter putaran motor shredder sebagai bentuk tereduksi dari ukuran sesungguhnya, sebagai model untuk memahami prinsip kerja dan pengendalian motor penggerak konveyor digunakan skala motor yang ada di laboratorium. Sistem konveyor buah di industri-industri digunakan untuk membawa (menggiring) buah untuk masuk ke dalam lorong ruang penghancur buah. Pengendalian dilakukan dengan memberikan variasi tegangan pada masukan rangkaian pengendali thyristor, yang dilakukan dengan mengubah-ubah sudut penyalaan (pemicuan) thyristor yang sesuai untuk pengasumsian penggerak motor yang berada di agrokusuma home industry sebagai pembanding skala asli dengan skala laboraturium. Motor berfungsi sebagai penggerak dengan menggunakan komponen thyristor sebagai pengatur kecepatan dan menggunakan komponen IC LM3915 untuk pengatur sensor level trip tegangan . Hasil pengujian menunjukkan bahwa rancangan sistem pengendalian otomatis fruit shredder feeding dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan yang artinya kecepatan motor shredder bersifat linier dengan motor konveyor sehingga terjadi keseimbangan suplai buah pada motor shredder oleh motor konveyor.Kata Kunci— Konveyor, Level Trip, Motor DC, Shredder, TRIAC.
PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA BLOK PASAR MODERN DAN APARTEMEN DI GEDUNG KAWASAN PASAR TERPADU BLIMBING MALANG Iksan , Santoso; Mochammad Dhofir; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.807 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentangperancangan instalasi listrik pada blok PasarModern dan Apartemen di Gedung KawasanPasar Terpadu Blimbing Malang yang sesuaidengan standar PUIL dan standar yang ada.Dalam instalasi penerangan buatan ditentukanintensitas penerangan (lux) dan kapasitas ACpada instalasi daya listrik yang sesuai denganfungsi ruang. Untuk penentuan kabel sebesar1,25 kali besar arus nominal sebagai faktorkeamanan. Gedung ini membutuhkan dayasebesar 669490 VA yang dibagi menjadi 5 MEE.MEE Condotel sebesar 224580 VA, MEEApartemen 156117 VA, MEE 1 sebesar 126000VA, MEE 2 sebesar 124560 VA dan untuk motorsebesar 37333 VA. Dengan drop tegangan dibeban dari MDP yaitu sebesar 7,41 volt atausebesar 3, 37%.Kata Kunci- Instalasi listrik, Penerangan,Daya, Beban.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP MONOPOLE PATCH GABUNGAN PERSEGI UNTUK APLIKASI WiMAX Septriandi Wira Yoga; Rudy Yuwono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.517 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang antena mikrostrip monopole patch gabungan persegi untuk aplikasi WiMAX. Antena mikrostrip monopole patch gabungan persegi ini dirancang dengan menggunakan feed line sebagai metode pencatuannya. Dimensi antena diperoleh melalui perhitungan dan optimasi serta dilakukan simulasi dengan menggunakan software HFSS AnsoftTM versi 11. Hasil simulasi antena mikrostrip monopole patch gabungan persegi menunjukan frekuensi kerja 2500 MHz dengan frekuensi aman untuk WiMAX yaitu 2500-2690 MHz, juga memiliki polarisasi lingkaran, jenis pola radiasi omnidireksional, dan nilai gain sebesar 4.3 dBi pada frekuensi 2500 MHZ. Bermacam variasi dalam dimensi dan slot pada antena mikrostrip ini dapat mempengaruhi nilai frekuensi kerja dan gain antena itu sendiri.Kata kunci --- WiMAX, Antena, Mikrostrip, Monopole, Slot, Patch Persegi.
RANCANG BANGUN LAMPU BOHLAM DC MENGGUNAKAN LED UNTUK SISTEM RUMAH DC Handari, Yosi Dwi; Soeprapto, n/a; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Kebutuhan listrik semakin meningkat seiringdengan bertambahnya populasi manusia. Hal ini menyebabkanketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Oleh karena itu,perlu dipertimbangkan untuk kebutuhan listrik jangka panjang.Teknologi yang tengah dikembangkan saat ini adalah sistemrumah DC. Dengan memanfaatkan sumber daya alam terbarukandi sekitar rumah dapat menghasilkan listrik sendiri untukkebutuhan rumah tersebut. Karena sumber daya terbarukantidak selalu tersedia setiap saat (seperti angin dan matahari),maka hanya sedikit daya yang dapat dibangkitkan. Jadi, kitaharus melakukan pengajian peralatan di rumah agar dapatbekerja optimal dengan menggunakan daya yang kecil ini. Salahsatu hal yang penting dalam suatu rumah yang dapat dilakukanpengajian lagi adalah lampu untuk penerangan.Dengan menggunakan LED dapat menghasilkan peneranganoptimal dengan konsumsi daya yang kecil. Akan tetapi, LEDmembutuhkan LED Driver untuk mengaktifkannya dan heatsinkuntuk mengantisipasi panas tinggi yang dihasilkan LED.Penelitian ini menggunakan LT3590 yang digunakan sebagaiLED Driver untuk lampu bohlam LED DC agar sesuai dengankebutuhan untuk rumah DC ini.Dengan hasil uji laboratorium, lampu yang berdaya 3 Wattdapat menghasilkan efisiensi 93,16% dengan luminous efficacysebesar 82,29 lm/W. Hal ini menunjukkan lampu ini bisamenghemat energi dan dapat menerangi sebuah ruangan dengandaya yang kecil.Kata Kunci—Rumah DC, Energi Terbarukan, SistemPenerangan, Lampu Bohlam LED DC, LED Driver, DC – DCBuck Converter.
PERANCANGAN AKTUATOR pH DAN KELEMBABAN PADA SISTEM “LIVE CELL CHAMBER Tunggul Widyamurti; M. Rasyad Indra; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.524 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi palingsederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup.Dalam menjaga kehidupan sel yang dibutuhkan dalam suatpenelitian mengenai sel sekarang masih menggunakaninkubator. Padahal alat ini memiliki kelemahan terutamakemungkinan pengaruh luar saat pengamatan yangdilakukan di luar incubator sehingga dapat menpengaruhikevalidan data yang dihasilkan. Pengembangan selanjutnyadari pengkondisi sel adalah live cell chamber yangmemperbaiki kelemahan dari inkubator.Tujuan penelitian ini adalah pengkondisi ruanganchamber sel sesuai parameter hidup sel dengan chambersel yang terbuat dari mika acrylic dengan dimensi 1 x 3,6 x8 cm dan dikelilingi oleh saluran air yang digunakan untukmengatur suhu dari chamber sel serta saluran gas,kelembaban serta nutrisi. Pengendalian pH menggunakanaktuator syringe pump dengan menyuntikkan larutansodium bikarbonat dan pengendalian kelembabanmenggunakan aktuator ultrasonic atomizer yang dibantukipas untuk mengalirkan udara lembab tersebutDari hasil pengujian didapatkan bahwa aktuatorkelembaban menghasilkan waktu 1 menit 50 detikmencapai 90%RH dari kondisi 83 %RH dan mencapai 97%RH dalam waktu 19 menit 13 detik sedangkan aktuatorpH dapat memutar motor yang mendorong syringe pumpdengan selisih rata-rat duty cycle 11% dengan debitmaksimal 2,1 mL/s. simpangan dalam pengujiankeseluruhan sistem aktuator kelembaban sebesar 0,4%dengan set point 90%RH dan sistem aktuator pH sebesar0,04% dengan set point 7 pHKata kunci - sel, live cell chamber, syring pump,ultrasonic atomizer
Penyangrai Biji Kopi Otomatis Untuk Rumah Tinggal Eryc Tri Juni S.; Ponco Siwindarto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.227 KB)

Abstract

Coffee roasting (penyangraian) merupakan salah satu proses terpenting dalam pengolahan biji kopi. Sehingga dibutuhkan sebuah sebuah mesin coffee roaster otomatis yang mampu menunjang proses home roasting berdasarkan profile yang sudah ditentukan. Pada dasarnya coffee roaster ini adalah sebuah alat pemanas yang suhunya diatur mengikuti kaidah roasting profile dimana proses pemanasan menggunakan hot air yang dihasilkan oleh elemen pemanas elektrik dan ditiup oleh sebuah kipas angin dibawahnya. Dengan mengatur kecepatan motor kipas angin, maka suhu udara panas akan dapat diatur juga. Metode PID dipilih sebagai metode kontrol agar sistem memiliki respon yang optimal berdasarkan karakteristik beban yang diatur. Lalu, untuk memudahkan pengguna dalam memantau nilai suhu dan informasi mengenai fase kondisi roasting, parameter tersebut akan ditampilkan lewat LCD display. Dari hasil perancangan dan pembuatan didapatkan hasil pembacaan sensor suhu thermocouple memiliki kesalahan 0,19 %. Pada tegangan pemicuan MOSFET IRF540N maksimal yakni 10V didapatkan simpangan error maskimal sebesar 0,52V atau 5,2 %. Untuk sistem kontrol PID dengan nilai Kp , Ki dan Kd dengan berturut – turut adalah 74, 52 dan 5. Diperoleh nilai waktu naik (tr) = 90,9 detik, waktu puncak (tp) = 98,7 detik, Waktu penetapan (ts) = 104,1 detik. Maksimum overshoot (Mp) = 2,03 % pada setpoint 150o C.Index Terms— Penyangrai biji kopi otomatis, Thermocouple, Sistem kontrol PID.
ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA (PLH), DIESEL DAN ENERGI TERBARUKAN DI PULAU MANDANGIN, SAMPANG, MADURA MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER Sean Yudha Yahya; n/a Soeprapto; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.452 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negarayang dilewati garis khatulistiwa atau yang seringdisebut sebagai negara beriklim tropis dan merupakannegara kepulauan. Situasi geografis ini menyebabkanpenyebaran elektrifikasi bagi daerah kepulauanmenjadi tidak merata dan memaksa pemerintah untukmenggunakan generator diesel sebagai sumber energilistrik bagi daerah yang tidak mendapat elektrifikasi,salah satunya ialah pulau Mandangin. MelaluiHOMER, sebuah software yang dikembangkan olehThe National Renewable Energy Laboratory (NREL)Amerika Serikat. dilakukan optimasi konfigurasi PLH,diesel dengan energi terbarukan (ET). DidapatkanPLH dengan konfigurasi terbaik berupa 4 mesin dieselmilik PLN, photovoltaic kapasitas 100 kW dan turbinangin 150 kW dalam konfigurasi parallel hibrid.Dengan nilai Net Present Cost (NPC) paling rendahatau lebih rendah sebesar 13,24% dari nilai NPC padakonfigurasi PLTD existing. Namun konfigurasi inimemiliki capital cost sebesar $ 443,019 untukpengadaan komponen dan memiliki biaya operasi danperawatan (O&M) lebih rendah. Konfigurasi inimampu mengurangi buangan emisi CO2 sebesar 376ton pertahun, atau lebih kecil 13% dari konfigurasiPLTD existing.Kata Kunci – HOMER, PLH, Energi Terbarukan,Optimasi, Konfigurasi Sistem
Implementasi Digital Subscriber Line Access Multiplekser (DSLAM) pada teknologi Very High Data Rate Digital Subscriber Line (VDSL) Kusuma, Aditya Angga; Pramono, Sholeh Hadi; Mustofa, Ali
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.763 KB)

Abstract

Jaringan DSL atau xDSL (DigitalSubscriber Line) adalah salah satu teknologi selainteknologi serat optik yang mendukung dalamlayanan komunikasi pita lebar pada kabel tembagayang dapat melayani, menyediakan layanan IP danATM (Asynchronous Transfer Mode). VDSLmerupakan sasaran dari arsitektur jaringan ATM,dengan kecepatan 13 - 52 Mbps untuk downstreamdan 1,5 - 2,3 Mbps untuk upstream-nya melaluisepasang kawat tembaga pada sisi client menujucentral office. DSLAM (Digital Subscriber LineAccess Multiplexer) adalah perangkat utama padateknologi xDSL, berfungsi untuk menggabungkandan memisahkan kanal sinyal informasi berupasuara dan berupa data dengan menggunakan 2 jenistipe modulasi yang digunakan, yaitu CAP(Carrierless Amplitude/Phase Modulation) dan DMT(Discrete Multi Tone). Penulisan skripsi ini bertujuanuntuk menganalisis kualitas dan terkeandalanimplementasi Digital Subscriber Line AccessMultiplekser (DSLAM) pada teknologi Very HighData Rate Digital Subscriber Line (VDSL) denganmenganalisis parameter redaman, delay end to end,dan throughput. Metode yang digunakan adalahmetode perhitungan dan analisis data. Hasil analisisyang didapatkan semakin besar nilai jarak antaraClient dengan DSLAM maka nilai redaman semakinbesar, hal tersebut ditunjukan pada jarak 1,7 Kmnilai laju bit VDSL 768 Kbps nilai redaman 37,7dB/Km dengan jarak 1,8 Km untuk nilai laju bitVDSL 764 Kbps nilai redaman 38,7dB/Km. Semakinbesar kecepatan transmisi maka delay total semakinkecil, hal tersebut ditunjukan pada nilai laju bitVDSL 1126 Kbps jarak 1,8 Km MSS 576 byte nilaidelay total 0,010070939 detik dengan nilai laju bitVDSL 608 Kbps jarak 1,8 Km MSS 576 byte nilaidelay total 0,018515819 detik. Semakin besarkecepatan transmisi VDSL maka nilai throughputsemakin besar untuk jaringan DSLAM pada VDSL,hal tersebut ditunjukan pada nilai laju bit VDSL 768Kbps MSS 1500 byte nilai throughput 491,99paket/sel dengan nilai laju bit VDSL 615 Kbps MSS1500 byte nilai throughput 393,97 paket/sel.Kata Kunci—DSLAM, VDSL, CAP, DMT,redaman, delay end to end, throughput
Implementasi Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) Pada Field Programmable Gate Array (FPGA) Safril Wahyu Pamungkas; Waru Djuriatno; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.442 KB)

Abstract

Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) merupakan salah satu tahap penting dalam proses pengolahan citra digital terutama dalam pemulihan citra diam (still image) yang tersusun atas banyak nilai piksel. Proses Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) melibatkan komputasi dengan banyak proses perkalian untuk mengolah jumlah data yang besar. Pengolahan nilai piksel ke dalam beberapa Macro Block Unit (MCU) (1 MCU tersusun atas 8x8 piksel) merupakan suatu cara untuk menghasilkan komputasi cepat Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT).Algoritma 1-D IDCT Loeffler-Ligtenberg-Moschytz (LLM) merupakan hasil pengembangan dari persamaan 1D-IDCT asli yang mampu meminimalisir penggunaaan operasi perkalian dari 64 pengali menjadi 14 pengali. Implementasi 2-D IDCT ke perangkat keras Digilent Nexys 2 Development Board FPGA Xilinx Spartan 3E dilakukan dengan implementasi 1-D IDCT untuk mengolah 8x8 data terhadap baris dan kolom.Perancangan program VHDL (Very high speed integrated circuit Hardware Description Languange) 2-D IDCT menggunakan software Xilinx ISE, kemudian diimplementasikan pada FPGA Xilinx Spartan 3E. Sumber data untuk implementasi IDCT menggunakan mikrokontroler dengan operasi interupsi dengan pemicu clock FPGA. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan hasil komputasi FPGA dengan hasil komputasi software penghitung serbaguna.Akurasi komputasi implementasi IDCT menunjukkan adanya error yang masih dapat ditoleransi terhadap hasil komputasi IDCT dengan software. Jumlah slice yang digunakan untuk implementasi unit 2-D IDCT sebesar 54 % dari total 4656 slices.Kata kunci : Inverse Discrete Cosine Transform, Algoritma Loeffler-Ligtenberg-Moschytz, FPGA, VHDL, Xilinx ISE.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue