cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 25 Documents clear
RANCANG BANGUN TRANSMISI DATA BERBASIS WIRELESS PADA MICRO SMART GRID Mochamad Choiril Iman; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik terus meningkat setiap tahun. Peningkatan kebutuhan listrik dapat disebabkan olehpenggunaan energi listrik yang tidak efisien. Pembangunan micro smart grid sistem merupakan upayapeningkatan efisiensi penggunaan energi listrik. Maka perlu adanya sebuah alat yang dapat memantau penggunaantenaga listrik. Salah satu point dari monitoring adalah transmisi data. Alat ini menggunakan transmisi data wirelessyang memiliki keunggulan yaitu mengurangi tingkat kerumitan pada peggunaan kabel. Alat ini mampu memonitordata arus, tegangan daya, energi dan kapasitas solar cell, baterai dan beban. Alat ini tidak hanya bekerja padasingle point tapi juga multipoint. Metode yang digunakan dalam alat ini adalah metode komunikasi simplex.Semakin jauh jarak transmisi data maka data yang diterima semakin berkurang. Pada transmisi outdoor halanganyang paling berpengaruh adalah kaca. Sedangkan pada trasmisi indoor, transmisi berjalan relatif lancar kecualidengan hambatan tembok. Sedangkan format data yang dapat terkirim dengan benar mencapai 260 karakter.Kata kunci: Smart grid, Wireless, Transmisi data, MultipointAbstractThe development of micro smart grid system is an effort to improve the efficiency of electrical energy use.Hence a device that can monitor the use of electricity is needed. One of the points of monitoring is the datatransmission. This device uses a wireless data transmission that has the advantage of reducing the complexity ofthe wiring. It is able to monitor the current, voltage, power, energy and capacity of solar cell, battery and load.It does not only work on a single point but also multipoint. The method that used in this tool is the simplexcommunication method. The farther the distance of data transmission, the lesser the data is received. In theoutdoor noise transmission the most influential is glass. While in the indoor transmissions, the transmission goesrelatively smoothly except through the barrier wall. Whereas the correct data format can be sent is 260 charactersKeyword: Smart grid, Wireless, data transmission, Multipoint
KOMPRES HANGAT OTOMATIS BERBASIS ATMEGA328P BAGI PENDERITA DEMAM Vrisco Yonatan; Ponco Siwindarto; M. Rasjad Indra
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi dari biasanya atau suhu diatas normal. Demam merupakan tanda adanya kenaikan set-point di hipotalamus akibat infeksi atau adanya ketidakseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas.Penggunaan antipiretik tidak bisa digunakan secara rutin pada penanganan demam anak, karena dapat menunjukkan gejala ketidaknyamanan, termasuk menangis berkepanjangan, iritabilitas, dan gangguan tidur. Cara lain yang sering digunakan adalah dengan menggunakan kompres.Kompres adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan, Ada dua jenis kompres, yaitu kompres panas dan kompres dingin. Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Sedangkan pemakaian kompres hangat efektif untuk mengatasi demam karena menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga pori – pori kulit akan membuka dan mempermudah pengeluaran panas.Penatalaksanaan kompres hangat pada pasien prosedurnya manual dan harus selalu dipantau. Ketika pasien demam sedang dikompres menggunakan handuk yang diberi air hangat dengan suhu tertentu, maka lama-kelamaan suhu kompres akan turun dan harus diganti dengan kompres hangat yang baru. Berdasarkan latar belakang yang demikian maka penulis merancang dan membuat suatu inovasi baru yaitu Kompres Hangat Otomatis Berbasis ATMega328 bagi Penderita Demam yang dapat secara otomatis beradaptasi mengawal penurunan suhu penderita demam kembali ke suhu normal.Kata Kunci: Demam, termoelektrik, kompres hangatABSTRACTFever is a condition when body temperature is higher than its normal temperature. Fever is a sign of raised set-point in hyphothalamus which is caused by infection or imbalance between heat production and heat secretion. Using antipyretic to solve fever can not be done frequently, due to restlessness indication including irritability and sleep disorder. Using tepid sponge is another way to solve fever.There are two types of tepid sponge treatments, using cold temperature and warm temperature. The one which is using cold temperature is not recommended because it can occur the vasoconstriction. Meanwhile using warm temperature is effectively to soothe fever as it makes the pores open wider so the heat inside the body can get out of body. So the treatment which is used in this research is using warm temperature.This research is to make a tepid sponge which can automatically to adapt in process of the reduction of high temperature back to its normal temperature. It’s designed to give warm temperature in the range of 37°C-40°C. It’s made to replace the manual way of tepid sponging where people have to replace the sponge everytime its temperature has been low.Tepid sponge treatment is still applied to medical patients manually. When the fever sufferer is being treated by tepid sponge, then the tepid sponge’s temperature will decrease so it must be replaced by the new one. Based on that situation, the writer wants to make a new tepid sponge innovation that is Automatic Tepid Sponge Based on ATMega328p for Fever Illness which can automatically to adapt in process of the reduction of high temperature back to its normal temperature.Keywords: Fever, Thermoelectric, Tepid sponge
ALAT PEREKAM DATA PERJALANAN PADA MOBIL TRAVEL Susanto, Septian Alan; Julius St., M.; Setyawati, Onny
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor keselamatan merupakan faktor utama dalam pengoperasian alat transportasi. Berbagai macam regulasi dan peraturan harus ditaati, tapi kecelakaan tetap saja terjadi. Faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan antara lain yaitu faktor manusia, material, alam serta faktor manajemen dan operasional. Oleh karena itu dibutuhkan sistem manajemen dan pelayanan yang baik terhadap penumpang. Untuk menunjang perbaikan sistem tersebut dibutuhkan beberapa data yang bisa dijadikan tolak ukur agar dapat mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang sudah diberikan kepada penumpang.Alat yang dirancang dan dibuat dalam penelitian ini mempunyai data yang digunakan sebagai parameter seperti kecepatan mobil, suhu kabin dalam mobil, serta kemiringan saat mobil menikung. Sistem keseluruhan alat ini dikendalikan menggunakan mikrokontroller AVR ATmega32. Modul RTC digunakan sebagai pembangkit sinyal pewaktu secara real time. Sinyal pewaktu tersebut meliputi detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Modul kumparan magnet sebagai pendeteksi putaran roda yang digunakan sebagai sensor kecepatan mobil saat melaju. Modul sensor suhu LM35 digunakan sebagai pengukur suhu kabin mobil, dan modul sensor accelerometer 3 Axis MMA7361 sebagai pendeteksi derajat sudut kemiringan mobil.Data yang direkam berupa kecepatan, suhu, kemiringan serta real time disimpan dalam SD Card (multimedia card) setiap 10 detik sekali. Buzzer digunakan sebagai alarm ketika kecepatan diatas 80km/jam, atau suhu melebihi 30°C, atau kemiringan mobil lebih dari 30°.Kata Kunci—Kumparan magnet, Sensor suhu LM35, Sensor Accelerometer 3 Axis MMA7361, Real Time Clock (RTC), Mikrokontroler ATMega32, Arduino Nano, Buzzer, SD Card.
RANCANG BANGUN INKUBATOR BAYI PREMATUR BERBASIS TEKNOLOGI THERMOELEKTRIK Rahmat Ananta; Ponco Siwindarto; M. Rasjad Indra
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi prematur adalah bayi yang lahir hidup sebelum usia kehamilan 37 minggu tanpa memperhatikan beratbadan. Bayi prematur memiliki tingkat kematian bayi sebesar 70 kali daripada bayi biasa karena tidak dapatnya bayiberadaptasi dengan kondisi lingkungan. Dalam penatalaksaannya saat ini menggunakan sebuah inkubator bayi.Inkubator yang ada saat ini memiliki kelemahan pada performasi keadaptifannya dalam memenuhi kebutuhan bayi.Inkubator yang ada saat ini hanya melakukan proses pemanasan sehingga terjadi banyak kasus bayi dehidrasi.Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu inkubator yang dapat bekerja secara adaptif mengikuti kebutuhanbayi prematur. Fokus pengontrolan inkubator terdapat pada suhu badan bayi, selain itu juga terdapat faktor ruanginkubasi yang dijaga kelembabannya sesuai dengan standar yang ada. Dengan penggunaan teknologi thermoelektrik,inkubator ini dapat secara langsung beradaptasi dengan kondisi bayi. Inkubator dapat melakukan proses pemanasanmaupun proses pendinginan yang diatur secara otomatis dengan menggunakan rangkaian relay. Keseluruhan kinerjaalat dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler.Dari hasil pengujian didapatkan bahwa driver relay telah berfungsi dengan baik sehingga inkubator dapatbekerja secara otomatis dan dapat melakukan proses pemasan maupun proses pendinginan sesuai dengan suhu bayiyang dideteksi oleh sensor. Inkubator membutuhkan waktu selama 40 menit 20 detik untuk mencapai set point(36oC) dan kondisi kelembaban yang sesuai dengan standar yaitu 60%-80%RH. Inkubator membutuhkan jumlahelemen aktif sebanyak 10 buah agardapat digunakan secara baik dan efisien.Kata kunci – bayi prematur, inkubator, adaptif dan teknologi thermoelektrikABSTRACTPremature infant are babies who born before 37 weeks gestation without regard to weight. Premature infantshave high levels of infant mortality, about 70 times than usual because of their inability adapt to environmentalconditions. On infant care currently using an infant incubator. The existing incubator has a weakness in adaptiveperformance to meet baby's needs. Existing incubator only perform the heating process so that cause many cases oninfants dehydration.This research is aim to create an incubator that can work adaptively follow the needs of premature infants.Focus control of it located on the baby's body temperature, but it also contained a factor that kept moist incubationchamber in accordance with existing standards. With the use of thermoelectric technology, this incubator can bedirectly adapted to the infant's condition. Incubators can perform the heating and cooling process that is setautomatically by using a series of relays. The overall performance is controlled by using a microcontroller.From the test results showed that the relay’s driver is functioning properly so that the incubator can workautomatically and can perform the heating or the cooling process according to the baby's temperature which detectedby the sensor. Incubator takes 40 minutes and 20 seconds to reach the set point (36oC) and humidity conditions inaccordance with the standards of 60% -80% RH. Incubator requires the amounts of active elements are 10 pieces tobe used properly and efficiently. Incubator has been able to support the ability of premature infant to adapt to itsenvironment.Keywords - premature infant, incubator, adaptive and thermoelectric technology
Data Logger Pengukuran Larutan Asam Gloria Lisa H.; Ponco Siwindarto; M. Julius St.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam atau basa dalam larutan perlu diketahui nilai pH nya, sehingga dibutuhkan perangkat yang bisa untuk mengetahui kadar pH dalam suatu larutan. Karena jika memakai metode konvesional yaitu memakai kertas lakmus akan menghabiskan banyak waktu dan tidak akurat. Oleh karena itu dibuatlah alat yang digunakan untuk mengukur kadar pH yaitu alat pengukur pH. Meskipun demikian, alat pengukur pH yang beredar saat ini masih belum sempurna, dan belum tersedia media penyimpanan data .Tujuan penelitian ini adalah supaya dapat dirancang sistem data logger pH untuk mengukur keasaman suatu larutan secara real-time dan data hasil pengukuran dapat disimpan dalam sebuah memori. Fokus perancangan data logger yaitu menggunakan sensor pH berbahan Nikelin hasil penelitian skripsi sebelumnya. Keseluruhan kinerja alat dikontrol menggunakan mikrokontroler. Hasil pembacaan kadar pH ditampilkan dalam LCD 16 x 2, dan disimpan di dalam memori microSD 2GB.Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sistem data logger bekerja dengan baik, dan dapat melakukan penyimpanan data secara terus menerus. Sensor dapat mendeteksi pH dengan eror rata-rata pembacaan pH 0.040655%. Penyimpanan data yang digunakan adalah SDcard 2GB dengan total pembacaan yang digunakan sekitar 744 hari.Kata kunci : sensor pH nikelin, data logger, sd cardABSTRACTAcid or base in the solution need to know its pH value, so it needed a device that could be to determine the levels of pH in a solution. Because if you use conventional methods that use the litmus paper will spend a lot of time and inaccurate. Therefore made an instrument used to measure the pH level is a pH meter. Nevertheless, outstanding pH measuring device is still not perfect, and have not provided the data storage media.The purpose of this study is that the data logger system can be designed to measure pH acidity of a solution in real-time and data measurement results can be stored in a memory. The focus of the design of the data logger is using a pH sensor made Nikelin previous thesis research results. The overall performance of the tool is controlled using a microcontroller. PH readings are displayed in the LCD 16 x 2, and stored in a 2GB microSD memory.From the test results obtained that the data logger system works well, and can perform continuous data storage. Sensors can detect pH with an average error 0.040655% pH readings. Data storage used is SDcard 2GB with a total readings that are used around 744 days. Keywords: Nikelin pH sensor, data logger, SDCard
PERANCANGAN KESEIMBANGAN GERAK PITCH PADA BICOPTER SECARA STATIS DENGAN METODE MENGUBAH-UBAH PITCH PROPELLER MENGGUNAKAN KONTROLER PID Ariski Fadillah; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi modern, saat ini robot udara atau yang sering disebut Unmaned Aerial Vehicle (UAV) sering digunakan sebagai alat bantu pengambilan gambar dari udara dari sudut-sudut yang sulit dan berbahaya untuk dijangkau manusia. Salah satu jenis UAV yang dapat membantu manusia adalah multicopter. Multicopter yang memiliki dua baling-baling disebut bicopter. Dalam perancangan bicopter ada beberapa hal yang mempengaruhi keseimbangan antara lain panjang frame, berat total, dan gaya dorong motor (thrust). Untuk mendesain frame bicopter secara lengkap diperlukan alat uji satu frame. Alat bantu desain frame bicopter merupakan model satu frame dengan satu aktuator motor dan propeller. Sisi lainnya merupakan beban uji yang dapat diubah-ubah beratnya.Proses perancangan PID pada penelitian ini menggunakan metode 1 Ziegler-Nichols pada setpoint 2,5 V menghasilkan Kp = 3,6, Ki = 18 , dan Kd = 0,24 yang menunjukkan bahwa respon sistem secara keseluruhan tidak melebihi 5% dari setpoint dan mampu kembali stabil ketika mendapatkan gangguan perubahan beban uji.. Hal ini menunjukkan bahwa kontroler PID dapat mengendalikan pitch ( sudut ) dengan baik.Kata kunci : Bicopter, Pitch Propeller, PID, UAV
IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DALAM SISTEM PENGENDALI SUHU DAN KELEMBABAN TANAH PADA MINIATUR BUDIDAYA CACING TANAH Rangga Pandu Purnama; Erni Yudaningtyas; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus atau cacing tanah merah merupakan jenis cacing tanah yang paling baik untuk dibudidayakan. Karena cacing tanah merah dapat tumbuh sampai dengan panjang 105mm. Hal ini melebihi panjang dari cacing jenis lainnya. Dalam pembudidayaan cacing tanah merah, media hidup cacing harus diperhatikan. Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing adalah 25% - 30%, dan suhu yang baik adalah 20,5°C – 24,5 °C. Untuk menjaga suhu dan kelembaban tanah, peternak cacing pada umumnya menggunakan cara manual dengan menyiramkan air pada tanah. Tentu hal ini menimbulkan kesalahan atau error dan membutuhkan ketelitian. Maka dibuatlah alat pengontrol suhu dan kelembaban tanah yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban pada media hidup cacing tanah dengan mnggunakan kontroler PI pada plant kelembaban dan on/off pada plant suhu. Yakni dengan sistem penyiraman dengan menggunakan pompa DC 12V yang dikontrol dengan driver motor DC L298n, dan sistem suhu menggunakan lampu, dan kipas yang dikontrol dengan menggunakan relay agar dapat menghasilkan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan setpoint. Setpoint suhu yang digunakan adalah 23°C dan setpoint kelembaban yang digunakan adalah 28%. Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, didapatkan parameter PI dengan metode pertama Ziegler-Nichols yaitu Kp = 5,25 , dan Ki = 0,2625.Kata kunci- media hidup, cacing tanah merah, PI, driver L298n, pompa DC,Ziegler-Nichols.
Penerapan Algoritma Forward Kinematic dan Invers Kinematic pada Robot Lengan Orion Robotic 5 DOF Ardyanto Dwi Kurniawan; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat dan telah mencakup di segala bidang. Perkembangan yang juga terjadi di bidang industri menuntut penggunaan alat bantu yang dapat mengoptimalkan sumber-sumber daya yang ada agar dapat bersaing di pasar bebas. Robot merupakan salah satu alat bantu yang dalam kondisi tertentu sangat diperlukan dalam industri. Diantara robot yang sering digunakan dalam dunia industri adalah robot lengan. Robot lengan diharapkan dapat diprogram ulang secara fleksibel oleh pengguna, maka kita membutuhkan antarmuka antara robot lengan dengan pengguna melalui komputer. Penggunaan metode invers/forward pada robot lengan akan memudahkan perhitungan posisi pada end-effector. Pada metode invers kinematic menggunakan analisa geometri untuk mendapatkan solusi posisi dari end-effector. Peralatan yang digunakan adalah robot lengan Orion Robotic Arm 5 DOF, board Arduino Uno. Pada pengujian forward kinematic dapat dilihat rata-rata error posisi pada sumbu x yaitu sebesar ± 0.11321 cm, pada sumbu y yaitu sebesar ± 0.10571 cm dan pada sumbu z yaitu ± 0.94785 cm. Pada pengujian invers kinematic dapat dilihat rata-rata error sudut pada servo base yaitu sebesar ± 0.571 derajat, pada servo shoulder yaitu sebesar ± 0.785 derajat, pada servo elbow yaitu sebesar ± 1.285 derajat, pada servo wrist yaitu sebesar ± 1.035 derajat.Kata Kunci—Robot lengan, Orion Robotic Arm 5 DOF , invers kinematic, forward kinematic.
Metode Root Locus untuk Mencari Parameter PID pada Pengendalian Kecepatan Motor DC D-6759 dengan Menggunakan Arduino Mega 2560 Bayu Prabarianto; Erni Yudaningtyas; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor DC merupakan aktuator yang banyak digunakan dalam industri pada bidang kontrol. Motor DC dapat menyediakan sebuah torsi awal yang tinggi dan juga memungkinkan untuk mendapatkan berbagai kontrol kecepatan. Motor DC memiliki respon yang cepat, namun masih memiliki error steady state. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kontroler yang tepat dan sesuai dengan plant sistem. Kontroler Proporsional Integral Diferensial (PID) adalah kontrol aksi yang memiliki respon cepat, sehingga sesuai untuk mengontrol kecepatan motor DC. Diantara metode yang biasa digunakan untuk mencari parameter PID metode root locus dianggap lebih akurat untuk mencari parameter PID pada plant motor DC D-6759. Oleh karena itu pada skripsi ini digunakan metode root locus untuk mendapatkan nilai parameternya dan didapat nilai parameter ???????? = 2.3286, ???????? = 8, dan ???????? = 0.0345. Dari parameter tersebut diimplementasikan pada motor DC untuk dibandingkan antara hasil respon sistem menggunakan aplikasi simulink Matlab dengan hasil respon sistem implementasi pada motor DC.Respon motor DC hasil implementasi dengan setpoint 150, 250 dan 350 rpm memilik settling time adalah 8 detik, 9 detik dan 9.5 detik. Namun, hasil simulasi matlab tidak sama dengan hasil respon motor DC pada hasil implementasi. Implementasi pada motor DC terdapat gangguan yang berupa piringan besi sehingga menimbulkan kelembaman pada putaran motor DC. Namun, hasil implementasi tidak memiliki nilai error steady state dan sangat responsif ketika diberi gangguan.Kata Kunci—Motor DC, Kontrol kecepatan, Kontroler PID, root locus.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS LAMPU TERHADAP EFIKASI CAHAYA, FAKTOR DAYA, DAN BIAYA ENERGI LISTRIK PADA BANGUNAN RUMAH TANGGA Rizqi Wahyu Rahmariadi; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya penghematan energi listrik adalah dengan meningkatkan kualitas daya listrik, khususnya untuk penerangan rumah tangga. Tiap jenis lampu memiliki efikasi cahaya, faktor daya, daya listrik, dan biaya listrik yang berbeda-beda. Lampu yang paling sering digunakan untuk penerangan rumah tangga adalah lampu pijar dan compact fluorescent lamp (CFL). Kemudian muncul teknologi lampu LED (Light Emitting Diode) yang memiliki banyak kelebihan. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas perbandingan efikasi cahaya, faktor daya, dan biaya energi listrik dari ketiga jenis lampu. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dapat diketahui untuk efikasi cahaya Kpijar = 23, 816 lm/watt, KCFL = 59,494 lm/watt, KLED = 280,528 lm/watt. Untuk faktor daya cosφpijar = 0,9725; cosφCFL = 0,6809; cosφLED = 0,8694. Untuk biaya energi listrik lampu pijar Rp. 190.077,66 ; CFL Rp. 133.013,82 ; lampu LED Rp. 127.015,00. Dalam jangka waktu 10 tahun pada lampu CFL didapatkan penghematan biaya sebesar 30,03% dan pada lampu LED sebesar 33,18%.Kata Kunci : lampu, faktor daya, biaya energi listrik, efikasi cahaya,

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue