cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2016)" : 25 Documents clear
SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR PEMOTONG KAYU MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO UNO Ridho Robby Isroni; n/a Purwanto; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kecepatan motor pemotong kayu menggunakan gergaji kayu elektrik HITACHI KOKI C7SS. Gergaji dihubungkan dengan rangkaian pengendali kecepatan motor AC sebagai pengendali kecepatannya. Digunakan Kontroler PID untuk mengurangi kesalahan, sehingga putaran motor dapat sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Mikrokontroler menggunakan Arduino Uno dan sebagai pembaca kecepatannya digunakan sensor optocoupler serta terdapat motor DC yang dipasang secara mekanik sebagai penggerak maju mundur gergaji. Dari hasil pengujian terhadap aplikasi kontroler PID dengan menggunakan metode hand tunning. Didapatkan parameter PID dengan nilai Kp=0.5,Ki= 0. 1, dan Kd =0.5 yang menunjukkan bahwa respons sistem untuk pengendalian kecepatan putaran pada pemotong kayu mempunyai error steady state sebesar 2%, waktu steady hanya 3 detik, dan tidak terdapat overshoot. Dari pengujian juga didapatkan masih dibawah batas toleransi kesalahan sebesar 2%- 5%. Kata Kunci- PID, Pemotong Kayu, Sistem Pengendalian Kecepatan.
ARESTER PCB (PRINTED BOARD CIRCUIT) BENTUK BAJI SEBAGAI ALTERNATIF PEMOTONG TEGANGAN LEBIH IMPULS Tito Ardiansyah Putra; Moch. Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan tentang rekayasa arrester sela udara sebagai pemotong tegangan lebih impuls dengan menggunakan PCB (Printed Circuit Board) berbentuk baji.  Perancangan arrester disesuaikan dengan standar DIN VDE 0110/IEC Publ.664a yang termasuk dalam kategori 1 dengan tingkat proteksi 1,5 kV. Susunan elektroda menggunakan bahan PCB karena lebih ekonomis dan rekayasanya lebih mudah. Variabel pengujian yang dilakukan yaitu meliputi pengaruh jarak sela dan sudut baji terhadap tegangan potong yang dihasilkan. Pengaruh dari penambahan jarak sela dan sudut baji yaitu meningkatkan nilai tegangan potong arrester. Kemudian dilakukan pengujian perbesaran arrester dengan susunan keping elektroda, dimana semakin banyak susunan keping elektroda, maka tegangan potong yang dihasilkan akan semakin kecil. Selanjutnya dilakukan pengujian dan analisis kurva karakteristik tegangan-waktu arrester. Semakin tinggi amplitudo tegangan impuls maka semakin tinggi pula tegangan potongnya, sedangkan waktu potongnya akan semakin kecil. Dari hasil pengujian, didapatkan pemotong tegangan lebih impuls dengan menggunkan elektroda PCB bentuk baji untuk tingkat proteksi 1,5 kV dengan dimensi jarak sela 0,3 mm dan sudut baji 30o, serta 15 susunan keping elektroda.   Kata kunci: tegangan lebih impuls, arrester PCB, karakteristik tegangan-waktu
RANCANG BANGUN SISTEM VISUALISASI PEMBACAAN SENSOR GARIS PADA LINE FOLLOWER ROBOT BERBASIS KOMUNIKASI WIRELESS Ahmad Sirojuddin; Ponco Siwindarto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Line follower merupakan robot yang memiliki tugas untuk berjalan mengikuti garis yang terdapat pada lintasan. Line follower memiliki sensor garis yang dapat mengindra posisi robot relatif terhadap garis. Namun, sering kali terjadi kesalahan pembacaan oleh sensor garis robot line follower yang diakibatkan oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar. Sayangnya, proses troubleshooting pada sensor garis ini sulit karena dinamika pembacaannya yang tidak kasa mata. Oleh karena itu, dibuatlah suatu sistem visualisasi pembacaan sensor yang mampu merekam serta memvisualisasikan dinamika pembacaan sensor garis pada PC. Sistem terdiri atas beberapa bagian, antara lain sensor garis sebagai input dari sistem, mikrokontroler untuk mengolah data hasil pembacaan dan mengubahnya menjadi paket data, modul bluetooth HC-05 sebagai media transmisi data, dan program visual komputer sebagai penampil hasil pembacaan. Dalam pengujian, didapatkan hasil sebagai berikut : output rangkaian TCRT500 sebesar 2,64 V untuk permukaan hitam dan 159,2 mV untuk permukaan putih; rangkaian logic level shifter menaikkan tegangan dari 2,98 V menjadi 4,92 V; jarak maksimal komunikasi antar bluetooth sebesar 8 m untuk posisi horizontal dan 35 m untuk posisi vertikal; laju pengiriman paket data sebesar 95,98 paket data per detik dan penambahan ukuran file datalogger sebesar 4,17 KB per detik. Kata kunci: Sensor garis, komunikasi nirkabel, program GUI komputer, stream data.
ANALISIS ALIRAN DAYA DENGAN METODE HOLOMORPHIC EMBEDDING MENGGUNAKAN EKSPANSI DERET PANGKAT Muhammad Fahmy Madjid; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan waktu, ada banyak solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan analisis aliran daya. Salah satunya adalah penyelesaian analisis aliran daya dengan metode ekspansi deret pangkat yang dikenal dengan metode Holomorphic Embedding. Metode Holomorphic Embedding adalah metode yang menggunakan suatu fungsi Holomorphic dengan menggunakan ekspansi deret pangkat. Untuk mengetahui seberapa efektif metode Holomorphic Embedding dengan metode sebelumnya, terkait dengan kompleksitas yang mencakup kecepatan waktu eksekusi, maka perlu dilakukan suatu analisis perbandingan dengan metode sebelumnya. Sebagai metode perbandingan, dipilih metode Newton-Raphson, metode yang paling dikenal dan paling banyak digunakan untuk sistem yang besar karena kemampuan konvergensi yang tidak bergantung pada besarnya sistem. Nilai yang dibandingkan adalah tegangan riil dan imajiner di masing-masing bus, rugi daya tiap saluran, error tiap iterasi, dan waktu iterasi di setiap sistem. Dalam penelitian ini, ada 4 sistem yang akan diteliti yaitu sistem transmisi 5 bus, sistem transmisi IEEE 14 bus, sistem distribusi 21 bus, dan sistem transmisi IEEE 30 bus. Dari hasil perhitungan tegangan riil dan imajiner pada masing-masing metode, baik metode Newton-Raphson maupun Holomorphic Embedding, memiliki hasil yang sama. Begitu juga dengan rugi daya tiap saluran. Untuk error tiap iterasi, bahwa metode Holomorphic Embedding memiliki nilai konvergensi yang lebih baik sejak iterasi pertama. Dan ditinjau dari segi waktu iterasi, metode Holomorphic Embedding memiliki kecepatan waktu yang lebih baik, sebagai contoh pada sistem transmisi 5 bus, untuk metode Holomorphic Embedding adalah 0,0596 detik dan untuk metode Newton-Raphson adalah 0,1225 detik. Kata kunci – Metode Newton-Raphson, Metode Holomorphic Embedding, Tegangan, Rugi Daya Tiap Saluran, Waktu Iterasi, Sistem Transmisi, Sistem Distribusi.
ANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGAN ANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANAL Reza Sufi Al Kamil; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) is an optical technology that delivers cues from the service provider to the user by using optical fiber as the transmission medium. The advantages of using fiber optic transmission bandwidths are greater than conventional cables. Fiber To The Home (FTTH) is able to provide triple play services (internet, telephone and cable tv). Fiber To The Home (FTTH) network has a maximum limit of 20 km transmission that can be received good triple play services for user. The distance measured from the provision of services contained in the main office and the tool known as Optical Line Termination (OLT). The performance parameters of FTTH network that s observed is BER, SNR, Link Power Budget and Link Rise Time. Variation in the length of fiber optic cable as far as 1km, 1,3km, 1,5km, 1,8km and 2km are used to support the calculation of the influence of the cable length to the parameters of Fiber To The Hom (FTTH) network. With the variation in the length of fiber optic cable is used, the farthest distance is 2 km has a great BER valur of 4,42073x10-11and SNR value of 21,6 dB. As for the closest distance is 1 km has a small BER value of 1,79511x10-12 and SNR value of 22 dB.Keywords - Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.Abstrak –Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue