cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 25 Documents clear
PENGEMBANGAN ELEKTRODA SENSOR ASAM URAT SEBAGAI SENSOR pH DENGAN PENAMBAHAN RUTHENIUM Tika Puri Ardianti; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pH merupakan salah satu indikator kualitas air, kualitas air penting untuk diketahui karena banyaknya fungsi air yang berdampak langsung pada kehidupan. Sensor pH konvensional telah banyak diproduksi, sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembuatan sensor pH dengan teknologi mikrofabrikasi. Pada penelitian ini digunakan sensor pH yang berasal dari pengembangan elektroda Sensor asam urat dengan penambahan Ruthenium. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan elektroda sensor asam urat menjadi sensor pH kemudian mengkarakterisasi sensor pH tersebut, serta mengkarakterisasi sensor dengan beberapa parameter yakni perubahan nilai pH, waktu respon sensor, pengaruh penyimpanan dan respon sensor terhadap pengubahan suhu serta menampilkan kurva karakteristik sensor pH yang menyatakan hubungan antar pH larutan, tegangan, waktu, serta respon terhadap suhu. Didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai pH maka nilai  tegangan keluaran semakin kecil, untuk pH 2 dengan pengukuran menggunakan lima buah sensor didapatkan tegangan keluaran 328 mV-278 mV sedangkan tegangan keluaran kelima sensor untuk pH 9 sebesar -1 mV sampai-56 mV. Waktu respon yang dimiliki setiap sensor untuk setiap larutan berbeda, mulai dari 2 menit sampai 6 menit. Semakin lama sensor disimpan dan semakin sering digunakan maka performa sensor akan menurun,. Suhu mempengaruhi nilai tegangan keluaran sensor, pada suhu 25°C tegangan keluaran kelima sensor secara berurutan 328 mV-278 mV, sedangkan untuk suhu 65°C tegangan keluaran sebesar 106 mV- 212 mV, nilai tegangan semakin menurun dengan bertambahnya suhu. Untuk penelitian selanjutnya disarankan sensor difabrikasi mulai tahapan awal, penyimpanan sensor juga diusahakan dalam tempat yang kedap udara agar didapatkan sensor dengan performa yang lebih bagus. Kata kunci : sensor pH, fabrikasi film tebal, ruthenium
IMPLEMENTASI FPGA (FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY) PADA APLIKASI PENGUJIAN UNTUK PENGUJIAN FUNGSIONAL Itsna Az Zahra; Adharul Muttaqin; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perangkat elektronika yaitu IC (integrated circuit) yang akan digunakan untuk keperluan-keperluan perakitan sistem elektronika yang lebih kompleks, harus sudah dipastikan bahwa device tersebut berfungsi dengan benar sesuai dengan spesifikasinya dengan melakukan berbagai macam pengujian. Salah satu alat yang digunakan untuk menguji perangkat elektronika adalah Automated Test Equipment (ATE). Semakin pesatnya perkembangan teknologi IC yang ada menuntut ATE yang lebih handal untuk pengujian perangkat elektronika tersebut, akan mendorong industri yang bergerak dalam bidang tersebut untuk menyesuaikan serta mengembangkan ATE yang ada. Salah satu solusi yang dapat diaplikasikan adalah pengembangan serta integrasi stand alone modul pada ATE komersial yang sedang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengujian dari customer. Salah satu ATE yang masih banyak digunakan yaitu ASL 1000 Test System. Salah satu keterbatasan dari ASL 1000 adalah jumlah vector pattern memory yang ada, yaitu pada modul yang disebut dengan Digital Driver and Detector (DDD). Berdasarkan pengamatan pada instrumen DDD, dapat dirancang sebuah stand alone modul yang memiliki kemampuan seperti DDD dengan menggunakan komponen Field Programmable Gate Array (FPGA). Pada rancangan stand alone modul digital, digunakan rangkaian pendukung lainnya yaitu interface antara FPGA dengan PC menggunakan interface RS-232 serta interface antara FPGA dengan device under test (DUT) menggunakan ASIC sebagai ATE drivers or comparators. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul rancangan dapat menerima dan mengirim 8-bit data pada baudrate 17200, menulis dan membaca 16-bit data pada SDR SDRAM selama 90 ns dan 80 ns untuk satu siklus, membangkitkan tegangan pada DAC tipe AD5308 dengan operasi stand alone, membangkitkan tegangan pada DAC tipe AD5676 dengan operasi daisy chain, dan mengontrol channel pada IC pin electronics tipe MAX19005. Pada simulasi behavioral, modul main controller yang dirancang telah bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kata Kunci : Automated Test Equipment, Digital Driver and Detector, Field Programmable Gate Array
ANALISIS TEGANGAN, BEBAN, RUGI-RUGI DAYA PADA PERUBAHAN SISTEM JARINGAN 70KV GI MANISREJO, GI NGANJUK, GI CARUBAN Erlangga Dinda Permana; Hadi Suyono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan konfigurasi sirkit ganda menjadikan sistem tersebut lebih handal dan memiliki jatuh tegangan yang lebih rendah. Dalam penelitian ini konfigurasi yang awalnya sirkit tunggal dirubah menjadi sirkit ganda dengan menggunakan software ETAP 12.6.0 dan metode yang digunakan dalam analisis aliran daya yaitu Newton Rhapson. Dari hasil analisis aliran daya pada konfigurasi sirkit tunggal beban pada penghantar antara GI Manisrejo dan GI Caruban yaitu 80,65% dari beban maksimum. Ketika dirubah ke konfigurasi sirkit ganda, beban pada penghantar tersebut sebesar 40,25% dari beban maksimum. Pada bus 33 (GI Manisrejo) mempunyai jatuh tegangan sebesar 11,7% dari tegangan nominal saat konfigurasi sirkit tunggal, namun pada konfigurasi sirkit ganda, jatuh tegangan menjadi 9, 007% dari tegangan nominal.Kata kunci : jatuh tegangan, sirkit ganda, transmisi, analisis aliran daya
ANALISIS STABILITAS DINAMIK KARENA ADANYA PENETRASI DARI DISTRIBUTED GENERATION PADA SALURAN DISTRIBUSI Alfian Nur Ferdianzah; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distributed generation atau biasa disebut DG adalah sumber tenaga listrik terbarukan yang terhubung dengan jaringan listrik yang ada, terdiri dari sumber-sumber listrik yang memiliki kapasitas kecil. Dalam penelitian ini DG yang digunakan berupa PLTMH dan wind turbine yang disambungkan dengan jaringan penyulang Pujon 20 kV, penyambungan DG dilakukan pada bus yang terdekat dengan DG. Dengan adanya penyambungan DG ini, dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik yang semakin tinggi serta akan memperbaiki drop tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem. Dengan adanya penyambungan ini, ketika terjadi gangguan maka akan berefek pada cepat atau lambatnya sistem jaringan distribusi kembali ke dalam keadaan semula, untuk itu perlu diperhatikan stabilitas sistem daya pada penyambungan DG terhadap sistem distribusi pujon. Sebelum adanya penyambungan, terlihat nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 19,3°, 49,69 Hz, dan 16,01 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 33,4°, 49,52 Hz, dan 13,29 kV. Setelah di lakukan penyambungan dengan DG maka nilai  sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 16,02°, 49,68 Hz, dan 16,22 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 21,73°, 49,58 Hz, dan 13,41 kV. Maka kondisi sistem sebelum dan sesudah adanya penyambungan dengan DG masih stabil dan masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan. Kata kunci - stabilitas transient, sudut rotor, tegangan, frekuensi, Distributed generation
PENATAAN ULANG SISTEM ACCESS POINT (WI-FI) PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Mutia Prameswari; Erfan Achmad Dahlan; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu peletakan sistem Wi-Fi yang baik diperlukan untuk mengoptimalkan level daya terima dari transmitter ke receiver.  Karakteristik yang paling berpengaruh dalam menentukan performance sebuah sistem Wi-Fi adalah nilai level daya, karena nilai ini yang dapat digunakan untuk menentukan Coverage Area dari sebuah pemancar (access  point).  Metode Algoritma Genetika dipilih karena dilihat dari referensi yang peneliti baca cukup sesuai untuk mengatasi masalah yang terkait dengan optimasi. Dengan diadakannya penelitian ini akan sangat membantu dalam pengoptimalan jaringan Wi-Fi dan dapat mengurangi biaya implementasi.  Lokasi yang dipilih untuk melakukan pengoptimalan yaitu di daerah kampus Universitas Brawijaya, tepatnya di Perpustakaan Pusat. Pada Gedung Lantai 2 Perpustakaan Universitas Brawijaya yang terdapat 10 titik access point dan 8 titik access point di area Gazebo Perpustakaan yang mana akan dilakukan penataan ulang agar dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa seperti Kuat Sinyal, SNR, Kanal, dan Coverage Area. Pada Area Lantai 2 Perustakan penulis mengurangi 1 buah access di ruang Label Putih, karena area tersebut banyak terdapat access point yang overlap. Dan untuk letak posisi access point yang paling optimal untuk Ruang Label Putih yaitu pada koordinat (28,47); (29,13); (13,21); (19,36) dengan Coverage Area sebesar 93,3904 %. Untuk di Ruang Label Merah titik optimal access point yaitu pada koordinat (24,4); (27,17); (10,18) dengan Coverage Area sebesar 93,7501 %. Sedangkan untuk Ruang Skripsi Thesis dan Disertasi titip optimal access point yaitu pada koordinat (16,30); (34,16) dengan Coverage Area sebesar 94,6205 %. Performansi titik access point tersebut mendapatkan Kuat Sinyal sebesar 62,4 % , SNR sebesar 68,1 % kemudian access point tidak terlalu banyak mengalami overlapping serta dana yang di butuhkan sebesar Rp. 68.670.000,-. Sedangkan jika dibandingkan dengan performansi sebelum dilakukan penataan ulang , performansi Kuat sinyal sebesar 57,4 %, SNR 59,4 %, kemudian banyak access point yang mengalami overlapping serta dana yang dibutuhkan untuk pemasangan access point tersebut mencapai Rp. 70.440.000,-. Untuk area Gazebo tidak memerlukan penataan ulang karena area tersebut tidak mengalami masalah pada kanal, kuat sinyal, dan SNR. Kata Kunci: Wi-Fi, Algoritma Genetika, Optimasi
ANALISIS PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI CATU DAYA PADA BTS PT.TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Alief Nasruddin; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan komponen jaringan telekomunikasi seluler yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yang merupakan perangkat interface antara pelanggan dan MSC (Mobile Switching Centre) berfungsi sebagai penerima dan pemancar gelombang radio. Salah satu unsur penting dari BTS adalah sistem catu daya yang berfungsi sebagai sumber energi untuk perangkat seluler dan nonseluler. Panel surya yang terpasang pada BTS PT.Telkomsel di Pulau Giligenting Madura memiliki kapasitas daya nominal 14.400 Wp. Dengan kapasitas yang besar tersebut maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama menggantikan peran PLN dan generator set, untuk menjadikan panel surya sebagai catu daya utama maka dibutuhkan perhitungan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang sesuai dengan kebutuhan energi beban harian. Setalah dilakukan perhitungan maka didapatkan kebutuhan energi beban harian yang terpasang yaitu 27.616,58 Wh, maka didapatkan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang dibutuhkan berturut-turut 7.337,73 Wp, 1.818 Ah, 135,9 A, dan 178 W. karena panel surya yang terpasang sudah memenuhi kebutuhan energi beban harian maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama. Waktu cadang baterai ketika tidak terdapat sinar matahari dengan nilai DOD 80 % adalah 8 hari dan untuk nilai DOD 20% adalah 2 hari. Kata kunci: panel surya, BTS, energi beban harian, catu daya
PERANCANGAN DAN DESAIN JARINGAN FIBER TO THE BUILDING (FTTB) DI HOTEL IJEN SUITE MALANG Febriana Dwi Lestari; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Fiber To The Building (FTTB) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Building (FTTB) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB) di Hotel Ijen Suite Malang memiliki resiko terjadinya kesalahan pada proses pengiriman informasi antara pengirim dan penerima. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan analisis perhitungan pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB). Jaringan Fiber To The Building (FTTB) yang layak digunakan harus memiliki nilai total redaman kurang dari -28 dB. Parameter kinerja yang diamati adalah Link Power Budget, Rise Time Budget, BER dan Eye Pattern. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai total redaman didapat dari perhitungan Link Power Budget adalah 21.53 dB pada jaringan FTTB di Hotel Ijen Suite Malang, nilai Rise Time Budget adalah Br sis=1.94, nilai BER terendah pada panjang kabel serat optik 1.74173 x 10-09 dB, nilai Q-Factor adalah 6.23683 dB dan SNR tertinggi pada panjang kabel serat optik 5.4 km dengan nilai 20.629%.Kata Kunci: Power Link Budget, Rise Time Budge, Bit Error Rate, Eye Pattern
STUDI PREDIKSI USIA PAKAI BATERAI BASAH ASAM TIMBAL PADA BTS PT TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Bobby Pratama; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan salah satu komponen penting dalam menyediakan kontinuitas penyaluran energi yang aplikasinya dapat dilihat pada sistem telekomunikasi, radio microwave, lampu darurat, sistem sumber daya cadangan dari pembangkit, bahkan aplikasi modul panel surya. Baterai sering digunakan sebagai backup source apabila terjadi gangguan pada sumber utama. Estimasi dari lama waktu baterai untuk melayani beban tanpa adanya pengisian disebut dengan waktu otonomi. Apabila penggunaan baterai sering melewati batas waktu otonominya maka batas waktu pemakaian baterai akan semakin cepat dan membuat terjadinya selisih terhadap usia yang telah ditetapkan oleh manufaktur. Penelitian yang dilakukan di BTS PT Telkomsel di Pulau Giligenting ini bertujuan untuk mengevaluasi penetapan waktu otonomi baterai yang digunakan sebagai backup source dan memprediksi sisa usia baterai sebelum mencapai batas maksimum penggunaannya. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa penetapan waktu otonomi untuk kedua baterai yang ada di BTS berubah dari ketetapan awal selama masing-masing 72 jam menjadi 43,03 jam dan 43,26 jam untuk derajat pelepasan 20% serta 183,84 jam dan 184,09 jam untuk masing-masing baterai untuk derajat pelepasan 80%. Pada analisis untuk derajat pelepasan harian 20% didapatkan bahwa prediksi sisa usia pakai dari kedua baterai adalah 5,72 tahun dan 5,77 tahun untuk pendekatan linier dan pada pendekatan eksponensial bernilai 7,12 tahun dan 7,16 tahun. Sedangkan pada analisis untuk derajat pelepasan harian 80% didapatkan prediksi sisa usia pakai baterai untuk pendekatan linier sebesar 2,65 tahun dan 2,67 tahun untuk baterai bank 1 dan prediksi usia pakai berdasarkan pendekatan eksponensial sebesar 3,73 tahun untuk kedua baterai. Kata kunci: usia pakai baterai, waktu otonomi, baterai basah asam timbal
ANALISIS KINERJA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) MENGGUNAKAN KABEL DROPCORE DENGAN TOPOLOGI BUS Reza Sufi Al Kamil; Unggul Wibawa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.
ANALISIS GELOMBANG CORONA MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM (FFT) Arif Resnu Putra; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gelombang arus corona menggunakan metode Fast Fourier Trasnform (FFT) serta pengaruhnya terhadap harmonisa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari Laboratorium Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Elektro, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan sangkar corona sebagai objek uji. Sangkar corona memiliki bentuk susunan silinder koaksial dengan tinggi 24 cm, diameter silinder luar 10 cm, dan diameter silinder dalam 0.2 cm. Hasil FFT gelombang arus corona memiliki amplitudo tertinggi pada frekuensi 50 Hz (fundamental) dan tertinggi kedua pada frekuensi 150 Hz. Gelombang arus corona menimbulkan harmonisa, dengan nilai THD yang dapat mencapai 32.185%. Kata kunci : Arus corona, sangkar corona, Fast fourier Transform, harmonisa.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue