cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 24 Documents clear
ANALISIS VARIASI PH PADA DYE BERBAHAN DASAR ANTOSIANIN DARI BLUEBERRY DALAM PERANCANGAN DSSC Muhammad Ivan Fadillah; Panca Mudjirahardjo; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antosianin adalah suatu jenis zat warna yang dapat menyerap cahaya tampak dengan panjang gelombang 400nm – 600nm. Kemampuan menyerap cahaya yang baik ini dimanfaatkan dalam perancangan DSSC. Antosianin merupakan suatu jenis zat warna yang mudah ditemui di alam. Beberapa jenis buah seperti strawberry, terong belanda, buah naga dan blueberry mengandung antosianin dalam jumlah cukup besar. Antosianin memiliki sifat yang unik untuk diteliti dan diterapkan pada perancangan DSSC. Keadaan antosianin yang cenderung stabil di pH rendah sehingga DSSC dapat menghasilkan output maksimum. Perancangan DSSC menggunakan kaca TCO dengan ukuran daerah aktif 2 2 cm. TiO2 digunakan sebagai medium penyalur electron dari Dye ke beban dan dilapiskan dengan metode Spin Coating. Elektrolit berupa Iodin digunakan untuk mengangkut electron dari elektroda pembalik yang menggunakan karbon untuk menstabilkan Dye yang kehilangan elektron. Percobaan dilakukan dengan menggunakan cahaya matahari AM 1,5 dan cahaya lampu LED 10 Watt. Penelitian menggunakan 4 sampel dengan pH 1,5 , 2 , 2,6 dan 4,4. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, sampel dengan Dye pH 1,5 memiliki output tegangan dan arus terbesar menggunakan pencahayaan cahya matahari AM 1,5 ataupun lampu LED 10 Watt. Pada percobaan menggunakan cahaya matahari AM 1,5 diperoleh efisiensi  dan pada percobaan menggunakan lampu LED 10 watt diperoleh efisiensi sebesar %. Kata kunci : Antosianin, Spin Coating, DSSC, Blueberry, Dye.   ABSTRACT Antocyanin is a type natural pigment that can be able to absorb visible light within 400nm – 600nm. The absorbation ability can be used in designing DSSC. Antocyanin can easily found in nature. Several kinds of fruit such as Strawberry, tamarillo, dragon fruit and blueberry contain big amounts of antocyanin. Antocyanin has a unique characteristic to observe and apply in designing DSSC. Antocyanin has more stable state when it reached low pH so DSSC can produce maximum output. Designing DSSC using TCO glass with active area size of 2  2 cm. TiO2 is also used as medium to distribute electron from Dye to the load and it is coated using Spin Coating method. Electrolyte made of Iodine is used to transport electron from counter electrode which use Carbon to stabilize Dye state that lost its electron. The experiment used sunlight AM 1,5 and LED light 10 Watt. The experiment was using 4 samples with pH 1,5 , 2, 2,6 and 4,4. Based on the experiment, sample with Dye pH 1,5 had the biggest output than the others using LED 10 Watt and Sunlight AM 1,5. In the experiment that using sunlight AM 1,5, the efficiency reached  and using LED lamp 10 Watt reached efficiency of %.Keywords: Antocyanin, Spin Coating, DSSC, Blueberry, Dye
STUDI REKONFIGURASI BUS 20 KV AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN PADA KILANG PERTAMINA RU-VI BALONGAN Wira R. A., Imantaka; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang minyak, PT PERTAMINA RU-VI Balongan bermaksud untuk melakukan penambahan beban listrik. Terkait dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk Melakukan studi penambahan beban dan pemindahan beban pada sistem eksisting akibat dari keterbatasan bus 20 kV dalam menanggung arus hubung singkat dengan melakukan analisis terhadap berberapa konfigurasi jaringan serta melakukan studi kelayakan dan rekonfigurasi bus serta penggunaan tenaga listrik dari sumber tambahan karena adanya kekurangan daya listrik yang dibutuhkan untuk memenuhi rencana pengembangan berberapa proyek agar dapat dioperasikan dengan aman. Pada kondisi sebelum ditambahkan beban, besar gangguan hubung singkat tiga fasa pada bus 20 kV yang mempunyai nilai arus gangguan 25 kilo Ampere adalah 26,54 kilo Ampere. Setelah ditambahkan beban adalah 29,916 kilo Ampere. Oleh karena itu perlu dilakukan konfigurasi terhadap bus 20 kV untuk mengurangi besarnya gangguan arus hubung singkat. Ada 3 macam rekonfigurasi yaitu peningkatan kapasitas panel menjadi 40 kA pembagian bus menjadi 2 daerah dan pembagian 3 daerah, dengan pembagian bus ini besarnya arus gangguan hubung singkat dapat dikurangi. Selain itu dilakukan simulasi starting motor menggunakan softwere ETAP untuk mengetahui besarnya kontribusi arus pada bus 20 kV ketika sedang dilakukan start Kata kunci: Rekonfigurasi bus, arus gangguan hubung singkat, simulasi starting motor   ABSTRACT To increase the production capacity of refineries, PT PERTAMINA RU-VI Balongan want to increase the electrical loads. Therefore the purpose of this research are to find out the addition of load and load transfer on the existing system as a result of the limitations of 20 kV bus in bear the short circuit current by conducting analysis of several network configuration and to conduct feasibility and reconfiguration bus and the use of electric power from additional source because the lack of electrical power that required to develop some plans of several projects in order to operate safely. Before the loads are added the three-phase short circuit fault on a 20 kV bus which has 25 kilo Ampere of fault current is 25,54 kilo ampere. After the loads are added is 29,916 kilo Ampere. Therefore it is necessary to configure the 20 kV bus to reduce the amount of short circuit fault. There are three kinds of reconfiguration, increase the capacity of busbar into 40 kA,  the division of the bus into two section and the division of the bus into three section, with the division of this bus, the amount of fault can be reduced. Besides that there are some simulations of starting motor using ETAP softwere to know the amount of current contribution on the bus 20 kV when the motor is started. Keywords: Bus Reconfiguration, short circuit fault, simulations of starting motor
OPTIMASI PENEMPATAN DAN KAPASITAS SSSC DENGAN METODE GRAVITATIONAL SEARCH ALGORITHM Mohamad Najib Priyo Prakoso; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memaparkan hasil penelitian tentang optimasi penempatan dan kapasitas SSSC dan kapasitor bank dengan metode Graviational Search Algorithm. Peningkatan beban listrik dan jauhnya letak gardu induk dari pembangkit menyebabkan jatuhnya tegangan pada gardu induk. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menempatkan peralatan FACTS device dan kapasitor bank. Jenis FACTS yang digunakan pada penelitian ini adalah SSSC. Penentuan lokasi dan kapasitas yang optimal pada SSSC menggunakan metode optimasi Graviational Search Algorithm. Metode ini diterapkan pada sistem tenaga listrik Jawa Bali 500 kV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa SSSC dan kapasitor bank dapat memperbaiki profil tegangan. Sehingga tegangan pada tiap bus berada pada batas yang ditentukan (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Optimasi menggunakan GSA memberikan penempatan optimal untuk SSSC pada saluran 28 (antara bus 21 dan bus 22), 15 (antara bus 12 dan bus 13) dan saluran 13 (antara bus 10 dan bus 11) dengan rating  -0,0763 pu (-202,9466 MVAR), 0,0199 pu (3,6060 MVAR) dan -0,0182 pu (16,6503 MVAR). Dan untuk kapasitor bank didapatkan lokasi dan rating yang optimal pada bus 21, 20 dan 13 dengan rating 59,7450 MVAR, 51,8988 MVAR dan 23,6301 MVAR. Hasilnya penempatan SSSC dapat mengurangi rugi daya aktif dari total rugi daya aktif 265,108 MW berkurang menjadi 237,167 MW dan  untuk kapasitor bank dapat mengurangi rugi daya aktif dari total rugi daya aktif 265,108 MW berkurang menjadi 239,308 MW.Kata kunci: SSSC, GSA, dan Rugi daya aktif.ABSTRACTThis journal describes the results of research on placement optimization and capacity of SSSC and bank capacitor with Graviational Search Algorithm method. Increasing the electrical load and the proximity of the substation from the plant causes the collapse of the voltage on the substation. One effort to overcome these problems is to place equipment FACTS device and capacitor bank. The type of FACTS used in this study is SSSC. Optimal location and capacity determination on SSSC using Graviational Search Algorithm optimization method. This method is applied to Java Bali 500 kV power system. The simulation results show that the SSSC and the bank capacitor can improve the voltage profile. So that the voltage on each bus is within the specified limits (0.95 pu ≤ V ≤ 1.05 pu). Optimization using GSA provides optimal placement for SSSC on channel 28 (between bus 21 and bus 22), 15 (between bus 12 and bus 13) and channel 13 (between bus 10 and bus 11) with rating -0.0763 pu (-202 , 9466 MVAR), 0.0199 pu (3,6060 MVAR) and -0,0182 pu (16,6503 MVAR). And for the capacitor bank obtained optimal location and rating on buses 21, 20 and 13 with rating 59,7450 MVAR, 51,8988 MVAR and 23,6301 MVAR. The result of SSSC placement can reduce the active power losses from the total active power losses of 265.108 MW decreased to 237,167 MW and for the bank capacitor can reduce the active power losses from the total loss of 265,108 MW active power is reduced to 239,308 MW.Keywords: SSSC, GSA, and Active power loss.
RANCANG BANGUN PENURUN TEGANGAN TIGA FASA DENGAN TRANSFORMATOR TAP BERBASIS ARDUINO UNTUK LABORATORIUM MESIN ELEKTRIK Muhammad Anang Ramadhan Tumanggor; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan praktikum di Labotorium Mesin Elektrik diperlukannya alat penurun tegangan tiga fasa. Untuk menurunkan tegangan tiga fasa agar sesuai dengan ketentuan praktikum pada Laboratorium Mesin Elektrik menggunakan pengatur tegangan tiga fasa dengan metode konvensional yaitu dengan mengggunakan pemutar manual dengan sikat arang untuk pengaturannya. Tetapi dalam penggunaan alat pengatur tegangan tiga fasa tersebut masih banyak mengalami kerusakan karena sikat arang tersebut dapat terbakar bila digunakan secara terus-menerus. Dari masalah tersebut maka pada penelitian ini akan dibuat alat penurun tegangan tiga fasa dengan transformator tap berbasis arduino. Sebelum melakukan perancangan alat, dilakukan pengujian pada transformator yang akan digunakan. Hasil pengujian transformator tersebut menunjukkan parameter transformator yang digunakan pada alat memiliki nilai Rc = 1614 Ω; Xm = 2007 Ω sebagai rugi-rugi inti besi dan Re = 3,95 Ω; Xe = 2,6916 Ω sebagai rugi-rugi tembaga pada transformator. Transformator yang digunakan pada alat memiliki rata-rata efisiensi sebesar 82,71%. Setelah itu dilakukan perancangan alat. Komponen dari alat penurun tegangan tiga fasa dengan transformator tap berbasis arduino terdiri dari adaptor 9 V 1 A yang berfungsi untuk memberi suplai tegangan pada mikrokontroler, mikrokontroler terhubung pada keypad dan sensor tegangan sebagai input dan driver relay serta LCD sebagai output. Lalu transformator tiga fasa (3 x 1 fasa) dengan banyak tap yang dihubung wye-wye (Y-Y) yang berfungsi sebagai pengubah besar tegangan. Transformator tiga fasa dirancang dengan menghubungkan sisi netral primer dan sekunder pada ketiga buah transformator satu fasa. Seluruh tap tegangan pada transformator tiga fasa terhubung dengan driver relay, driver relay akan dikontrol oleh mikrokontroler untuk menentukan relay mana yang akan aktif agar tegangan keluaran dari alat sesuai dengan yang diinginkan. Tegangan keluaran dari alat akan diperiksa oleh sensor tegangan apakah tegangan tersebut telah sesuai atau tidak, apabila tidak sesuai seluruh relay menjadi tidak aktif. Pada sisi input dan output alat dihubungkan fuse 5 A untuk kepentingan proteksi. Setelah dilakukan pengujian pada alat penurun tegangan tiga fasa dengan transformator tap berbasis arduino hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran alat setelah diberi beban besar nilainya mendekati tegangan yang diperlukan untuk praktikum di laboratorium mesin elektrik. Tidak terjadi drop tegangan yang besar saat alat diberi beban.   Kata kunci: penurun tegangan tiga fasa, sikat arang, transformator tap, arduino ABSTRACT In the practicum implementation on the electric machine labotorium it needs a three-phase voltage step-down. To overcome the three phases to conform to laboratory requirements Use regulators to use conventional functions by using a manual player with a charcoal brush for setting. In the use of three-phase power regulator is still a lot that can be used to maintain health.From this problem, in this research will be made arduino-based three-phase voltage regulator with tap transformer. Prior to the design of the tool, testing on the transformer will be used. The transformer test results show the transformer parameters used in the tool has a value Rc = 1614 Ω; Xm = 2007 Ω as  core losses and Re = 3,95 Ω; Xe = 2,6916 Ω as the copper losses on the transformer. The transformer used in the appliance has an efficiency average of 82,71%. The component of an arduino-based three-phase voltage step-down with an tap transformer comprising a 9 V 1 A adapter that serves to provide voltage supply to the microcontroller, the microcontroller connected to the keypad and the voltage sensor as the input and relay driver as well as the LCD as output. Then a three-phase (3 x 1 phase) transformer with many taps wye-wye (Y-Y) that acts as a voltage converter. A three phase transformer is designed by connecting the primary and secondary neutral sides of the three single-phase transformers. All voltage taps on three phase transformers are connected to relay drivers, relay drivers will be controlled by the microcontroller to determine which relays will be active for the output voltage of the device to be desired. The output voltage of the appliance will be checked by the voltage sensor whether the voltage is appropriate or not, otherwise it fits all the relays to be inactive. On the input and output side of the app is connected fuse 5 A for protection purposes. After testing on an arduino-based three-phase voltage step-down with tap transformer the test results show that the output voltage of the app after being subjected to a large load is close to the required voltage for the laboratory in the electric machine laboratory. No large voltage drop occurs when the device is loaded. Keywords: three-phase voltage step-down, brushes, tap transformator, arduino
Analisis Pengaruh Peletakan Kompensator Dispersi Dengan Fiber Bragg Grating pada Sistem Jaringan Radio Over Fiber Adrian Satria Permana; Sholeh Hadi Pramono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Radio Over Fibre (RoF) adalah sistem integrasi antara jaringan serat optik dan komunikasi wireless broadband. Teknologi RoF merupakan solusi potensial untuk peningkatan kapasitas dan mobilitas jaringan akses. Pada sistem transmisi RoF menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi data terjadi kosekuensi pelebaran pulsa, bila pelebaran ini dibiarkan akan memungkinkan terjadi Intersymbol Interference (ISI) yang menyebabkan pulsa output pada sistem menjadi tumpang tindih dan membuatnya tidak terdeteksi. Berdasarkan permasalahan itu, dirancang sebuah sistem komunikasi RoF dengan menggunakan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating pada simulasi software Optisystem dan menganalisis sistem terhadap parameter-parameter seperti BER, Q-Factor, dan Loss.Berdasarkan hasil simulasi pengaruh peletakan FBG pada sistem transmisi RoF menggunakan line coding NRZ pada panjang serat optik 10 km, RF carrier 3,5 GHz, dan bit rate 10 Gbps, didapatkan nilai BER 5,242 x 10 -15, Q-factor 7,73281 dan nilai loss 2,561 dBm. Kata Kunci: Radio over Fiber, Fiber Bragg Grating, Long Houl Telecommunations Systems ABSTRACT Abstract - Radio over Fiber (RoF) is an integrated system between fiber-optic network and wireless broadband communications. RoF technology is a potential solution for capacity and mobility improvement in access networks. Using fiber optic cables as data transmission medium have problems pulse width extension it’s mean dispersion, if this widening is allowed, will occur Intersymbol Interference (ISI) which causes the output pulses in the system to overlap and undetected signal. Based on that problem, based on that problem, RoF communication system using Fiber Bragg Grating dispersion compensator on Optisystem software simulations and system effects on parameters such as BER, Q-Factor, and Loss. according to the data simulation of the effect of NRZ line coding format on fiber link length of 90 km, 3.5 GHz RF carrier, and 10 Gbps bit rate. The value of BER that had been obtained is 5,242 x 10 -15, Q-factor 7,73281 and loss 2,561 dBm. Keywords: Radio over Fiber, Fiber Bragg Grating, Long Houl Telecommunations Systems
PENERAPAN OTOMATISASI PADA PENGAMAN PEMBUANGAN GAS VENT STACK PADA SNUFFING UNIT N2 BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER PADA PT TRANSPORTASI GAS INDONESIA Mochammad Arie Nugroho; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Programmable Logic Controller (PLC) merupakan salah satu anggota komputer yang menggunakan Integrated controller (IC) ataupun peralatan elektromekanik untuk melakukan fungsinya sebagai kontroler dalam penggunaanya bisa di aplikasikan dalam segala aspek mulai dari bidang laboratorium – bidang industri. Pada rancangan pengujian pemrograman system pengaman pembuangan gas vent stack pada snuffing unit N2 berbasis PLC bertujuan untuk mampu memberikan pembaruan pada sistem pengaman lama pada PT TRANSPORTASI GAS INDONESIA yang masih dilakukan secara manual (open loop) menjadi kontrol otomatis (close loop) dengan memaksimalkan PLC yang sudah ada. PLC dapat digunakan sebagai kontroler dari pengaman pembuangan gas vent stack pada snuffing unit N2 . pada sistem pengaman ini digunakan PLC Siemens dengan tipe S7-300 dan software Simatic Wincc Sebagai tampilan HMI sistem. Pada simulasi dilakukan dengan 4 kondisi dimana yaitu ketika Unit Shutdown GTCP A, Unit Shutdown GTCP B, Station Shutdown dan Manual N2 Snuffing valve. Diantara 4 kondisi tersebut pada Unit Shutdown akan mengeluarkan gas N2 selama 15 menit, Station Shutdown akan mengeluarkan gas N2 selama 30 menit, Station Shutdown akan mengeluarkan gas selama 30 menit dan Manual N2 Snuffing valve akan mengeluarkan gas N2 terus hingga tombol Close ditekan. Pada simulasi program sistem pengaman N2 Snuffing Unit dapat berjalan secara otomatis dan lebih efektif apabila menggunakan kontroler PLC. Kata kunci: Programmable Logic Control(PLC), Snuffing  unit N2, gas vent stack, software simatic WinCC   ABSTRACT Programmable Logic Controller (PLC) is a member of a computer that uses Integrated controller (IC) or electromechanical equipment to perform its functions as a controller in its use can be applied in all aspects ranging from the field of laboratory - industrial field. In the design of programming system testing of exhaust ventilation gas vent stack on snuffing unit N2-based PLC aims to be able to provide updates on the old security system in PT TRANSPORTATION GAS INDONESIA is still done manually (open loop) into an automatic control (close loop) to maximize the PLC already available. PLC can be used as a controller of the safety of exhaust gas vent stack on snuffing unit N2. on this security system used Siemens PLC with type S7-300 and Simatic Wincc software As a HMI system display. In the simulation is done with 4 conditions where that is when Shutdown Unit GTCP A, Shutdown Unit GTCP B, Station Shutdown and Manual N2 Snuffing valve. Among the 4 conditions in the Shutdown Unit will release N2 gas for 15 minutes, Station Shutdown will release N2 gas for 30 minutes, Station Shutdown will emit gas for 30 minutes and Manual N2 Snuffing valve will release N2 gas continues until the Close button is pressed. In the program simulation the N2 Snuffing Unit security system can run automatically and more effectively when using PLC controller. Key word : Programmable Logic Control(PLC), Snuffing  unit N2, gas vent stack, software simatic WinCC
OPTIMASI PENEMPATAN DAN KAPASITAS STATCOM PADA SISTEM TENAGA LISTRIK JAMALI 500 KV MENGGUNAKAN METODE BACTERIAL FORAGING OPTIMIZATION Alfian Sakti Pamungkas; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan bertambahnya beban yang harus ditanggung oleh sistem tenaga listrik, bertambah pula jumlah pembangkitan dan saluran transmisi yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan sistem menjadi lebih kompleks, rentan terhadap gangguan, dan bervariasinya level tegangan. Pada penelitian ini dikaji penempatan kapasitor bank dan peralatan FACTS, yaitu Static Synchronous Compensator (STATCOM) untuk mengatasi masalah penurunan level tegangan dan rugi-rugi daya transmisi. Analisis ini dilakukan pada sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali 500 kV. Data yang digunakan adalah data bus pembangkitan, beban serta saluran antar bus pada sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali 500 kV. Dalam penelitian ini simulasi menggunakan MATLAB dengan metode Bacterial Foraging Optimization (BFO). Metode ini tergolong baru dan tepat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan optimisasi dan kontrol, karena BFO memiliki 4 proses dalam mencari solusi yang optimal yaitu melalui proses (Chemotaxcis, Swarming, Reproduction dan Ellimination-Dispersal) sangat sensitif dan dapat bekerja serempak dalam menyelesaikan masalah optimisasi. Hasil yang diperoleh dari simulasi pada sistem transmisi Jawa Madura Bali 500 kV menunjukkan bahwa solusi penempatan dan kapasitas optimal STATCOM yang dioptimasi oleh BFO dapat memperbaiki profil tegangan dan menurunkan rugi-rugi daya yang lebih efektif daripada penempatan kapasitor bank. Hasil simulasi dengan penempatan STATCOM menunjukkan rugi daya aktif turun menjadi 233,303 MW dari 265,108 MW atau turun sebesar 31,805 MW (11,997%) dan penempatan kapasitor bank turun menjadi 242,021 MW atau turun sebesar 23,087 MW (8,709%). Untuk daya reaktif dengan penempatan STATCOM turun menjadi 1426,803 MVAR dari 1480,189 MVAR atau turun sebesar 53,386 MVAR (3,742%) dan penempatan kapasitor bank turun menjadi 1427,549 MVAR atau turun sebesar 52,640 (3,556%) dengan tetap menjaga nilai tegangan pada batas tegangan yang diijinkan yaitu (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Kata kunci: BFO, STATCOM, rugi daya, profil tegangan, kapasitor bank   ABSTRACT As the load increases which most be guaranteed by electric power system, also increases the amount of generation and transmission lines required. This causes the system to become more complex, susceptible to interference, and variations in voltage levels. In this study we reviewed the placement of bank capacitors and FACTS equipment, namely Static Synchronous Compensator (STATCOM) to overcome the problem of decreasing voltage level and transmission power losses. This analysis was conducted on Java Madura Bali 500 kV power system. The data used are data bus generation, load and inter-bus channel on power system of Java Madura Bali 500 kV. In this study the simulation using Bacterial Foraging Optimization (BFO) method. This method is new and appropriate to solve problems related to optimization and control, because BFO has 4 process es in finding the optimal solution through process (Chemotaxcis, Swarming, Reproduction and Ellimination-Dispersal) are very sensitive and can work simultaneously in solving optimization problems. The results obtained from the simulation on the Java Madura Bali 500 kV transmission system indicate that the optimized BFO with STATCOM optimum location and positioning solution can improve voltage profile and lower the power losses more effectively than the placement of bank capacitors. The simulation result with STATCOM placement shows active power loss down to 224,398 MW from 265,108 MW or decrease 40,71 MW (15,356%) and placement of bank capacitor decrease to 243,323 MW or decrease 21,785 MW (8,21%). For reactive power with STATCOM placement decreased to 1411,530 MVAR from 1480,189 MVAR or decreased by 68,659 MVAR (4,639%) and the placement of bank capacitor decreased to 1426,467 MVAR or decreased by 53,722 (3,629%) while maintaining the value of voltage at the allowable voltage limit is (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Key word : BFO, STATCOM, power losses, voltage profile, bank capacitor
PENGGUNAAN GAS DISCHARGE TUBE (GDT) UNTUK RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN MARX GENERATOR 6kV Nola Ribath; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelipat tegangan Marx generator merupakan generator impuls RC yang disusun bertingkat untuk memperoleh tegangan keluaran yang lebih tinggi dariada tegangan masukannya. Beberapa kapasitor dan resistor dirangkai sedemikian hingga kapasitor diisi secara paralel bersama-sama kemudian diluahkan sehingga menghasilkan tegangan keluaran yang berlipat sesuai dengan jumlah tingkatnya. Pada penelitian ini rangkaian Marx generator dirancang menggunakan gas discharge tube (GDT) sebagai saklar elektronik pada saat breakdown hingga rangkaian mampu membangkitkan tegangan yang diharapkan. Rangkaian Marx generator ini dirancang sebagai supply untuk mengisi storage capacitor untuk aplikasi pembangkit gelombang kombinasi tegangan dan arus impuls mengikuti standar yang ditetapkan oleh IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 kelas 4. Hasil penelitian menunjukan pelipat tegangan Marx generator dapat membangkitkan tegangan hingga 6,8 kV. Storage Capacitor yang seharusnya dapat diisi muatan hingga tegangannya mencapai 4 kV, namun hanya dapat terisi hingga tegangan 1 kV. Hal ini disebabkan karena tegangan impuls keluaran yang dihasilkan sangat sempit. Kata kunci: pelipat tegangan Marx generator, gas discharge tube (GDT), tegangan storage capacitor.   ABSTRACT Marx generator voltage multiplier is an RC impulse generator that is arranged in stages to obtain a higher output voltage than input voltage. Some capacitors and resistors are arranged so the capacitors are charged in parallel together then generated to produce multiple output voltages corresponding to the number of levels. In this research, voltage multiplier is designed using gas discharge tube (GDT) as a media for breakdown voltage to generate 6kV. Marx generator circuit is designed using a gas discharge tube (GDT) as an electronic switch at breakdown until the circuit is capable to generate the expected voltage. Marx generator circuit is designed as a supply to charge the storage capacitor for high impulse voltage and current generator applications. The results show that the Marx generator can produce voltage up to 6.8 kV. Storage Capacitor that should be charged until the voltage reaches 4 kV, but only can be filled up to 1 kV. It is caused by impulse output voltage has narrow time period Keywords: Marx generator voltage multiplier, gas discharge tube (GDT), storage capacitor voltage.
PENGOLAHAN DAN TRANSMISI DATA PADA ALAT DETEKSI DINI SUDDEN CARDIAC DEATH MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Ikhwan Fajri Asri; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas kelistrikan otot jantung pada manusia menimbulkan sinyal biopotensial yang terdiri dari gelombang P, Q, R, S, dan T. Sinyal biopotensial ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi jantung seseorang. Sudden cardiac death (SCD) merupakan kematian tak terduga yang disebabkan oleh hilangnya fungsi jantung pada seseorang dengan atau tanpa penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya. Salah satu cara untuk mengetahui potensi seseorang terkena SCD ialah dengan menggunakan metode Poincare Plot of RR Interval Differences (PORRID). Metode ini membutuhkan masukan berupa selisih antara nilai waktu terjadinya gelombang R secara berurutan yang diperoleh dari rekaman Elektrokardiogram (EKG) atau disebut dengan interval RR. Pada penelitian ini akan membahas tentang pengolahan sinyal jantung yang didapat dari rekaman EKG agar diperoleh nilai interval RR secara otomatis menggunakan mikrokontroler dan disimpan ke dalam sebuah micro SD. Nilai interval RR diperoleh dari pengeksekusian interupsi eksternal pada mikrokontroler dengan vector input berupa rising edge dari sinyal rekaman EKG. Data hasil komputasi pada mikrontroler berupa interval RR ini pula akan dikirimkan ke database MySQL phpmyadmin yang telah disediakan. Data interval RR yang telah dikirimkan ke database dapat dimanfaatkan sebagai masukan sistem pengambilan keputusan untuk mengetahui potensi seseorang terkena SCD atau tidak. Kata kunci: mikrokontroler, interval RR, transmisi data, database.   ABSTRACT The electrical activity of the heart muscle in humans creates a biopotential signal consisting of P, Q, R, S, and T waves. These biopotential signals can be used to determine the condition of a person's heart. Sudden cardiac death (SCD) is an unexpected death caused by loss of heart function in a person with or without pre-existing heart disease. One way to know the potential of a person exposed to SCD is to use the Poincare Plot of RR Interval Differences (PORRID) method. This method requires the input of the difference between the time value of the occurrence of R wave sequentially obtained from the recording electrocardiogram (ECG) or called the RR interval. In this research will discuss about heart signal processing obtained from ECG recording to obtain RR interval value automatically using microcontroller and stored into a micro SD. The RR interval value is obtained from the execution of an external interrupt on the microcontroller with a input vector of a rising edge of the ECG recording signal. Computational data on the microcontroller in the form of RR interval will also be sent to the MySQL database phpmyadmin that has been provided. RR interval data that has been sent to the database can be utilized as input decision-making system to know the potential of someone exposed to SCD or not. Keywords: microcontroller, RR interval, data transmission, database.
DESAIN RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN 6 kV MARX GENERATOR EMPAT TINGKAT SEBAGAI CATU TEGANGAN GENERATOR SURJA Pikaloka, Teguh Vio; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marx Generator, salah satu jenis rangkaian pelipat tegangan yang terdiri dari resistor, kapasitor dan spark gap. Rangkaian ini mampu menghasilkan tegangan output berbentuk impuls dengan nilai yang lebih besar dari tegangan input DC. Memiliki dimensi yang  kecil dan portable, komponen yang mudah ditemui di pasaran, serta biaya yang murah menjadi poin utama pada Marx Generator. Rangkaian Marx Generator dirancang dan dibuat untuk mengisi storage capacitor pada peralatan pembangkit kombinasi tegangan-arus impuls atau yang biasa disebut dengan generator surja dengan mengikuti standar yang ditetapkan oleh IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 kelas 4. Marx Generator dirancang hingga mampu membangkitkan tegangan 6 kV dengan menggunakan kapasitor high voltage 100nF/3kV yang diparalel dengan resistor 10kΩ/5 Watt dan kemudian disusun menjadi empat tingkat, dimana pada setiap tingkatnya terdapat sebuah spark gap berupa baut dengan diameter 5mm dan panjang 6cm. Pengambilan data  pada penelitian ini dilakukan saat rangkaian Marx Generator dalam kondisi tanpa beban dan berbeban. Dalam pengujiannya, dibuat variasi jarak pada sela spark gap yaitu 0,2 mm, 0,5 mm, 1 mm, 1,5 mm dan 2 mm. Hasil pengujian tanpa beban pada ruangan dengan keadaan udara sembarang, diperoleh nilai output tegangan impuls maksimal yaitu 6,8 kV dimana ketika jarak sela dinaikkan, maka nilai V input yang dibutukan untuk menghasilkan spark pada sela juga semakin besar. Sedangkan, saat kondisi berbeban Marx Generator mampu mengisi storage capacitor hingga tegangan 3,7 kV dalam waktu 98 menit.   Kata Kunci: Pelipat Tegangan Marx Generator, Spark Gap, Tegangan Storage capacitor. ABSTRACT Marx Generator, one kind of voltage multiplier circuit consist of resistors, capacitors and spark gaps. This circuit produces an impulse output voltage with a value greater than the DC input voltage. Has a small dimension and portable, easy to find components, and low cost become the main points on Marx Generator. The Marx Generator circuit is designed and manufactured to fill storage capacitors in impulse current voltage  generating devices or so-called surge generators in accordance with the standards set by IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 class 4. Our Marx Generator is designed to be able to generate 6 kV voltage by using 100nF / 3kV high voltage capacitor paralleled with 10kΩ / 5Watt resistor and then arranged into four levels, where each level there is a spark gap of bolts with diameter 5mm and lengths 6cm in each level. In this research the data is collected when Marx Generator works with and without load condition. On the test, the variations distance between the spark gap are 0.2 mm, 0.5 mm, 1 mm, 1.5 mm and 2 mm. Based on no-load test in room with any air condition, we obtained the value of  maximum output impulse voltage  at 6.8 kV when the distance is increased, then the value of V input become greater to produce spark in a gap. Meanwhile, when it comes with load condition Marx Generator able to fill storage capacitor up to 3,7 kV voltage within 98 minutes.  Keywords: Marx Generator Voltage Multiplier, Spark Gap, Storage capacitor Voltage.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue