cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 7 (2019)" : 25 Documents clear
QUALITY OF SERVICE (QOS) APLIKASI LIVE STREAMING PADA JARINGAN BERBASIS MIKROTIK SEBAGAI REPEATER DENGAN VARIASI JARAK DAN BACKGROUND TRAFFIC Kianoka, Gammal Erlangga; Kusmaryanto, Sigit; Kuswiradyo, Primatar
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Quality of Service (QoS) pada jaringan berbasis Mikrotik untuk layanan aplikasi live streaming dengan variasi jarak dan background traffic. Mikrotik merupakan system operasi dan perangkat lunak yang dapat menjadikan komputer menjadi router network dengan berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless sehingga cocok digunakan oleh ISP dan hotspot provider. Jenis Mikrotik yang digunakan adalah 3 buah Mikrotik tipe rb951ui-2hnd dan 2 buah Mikrotik tipe rb941ui-2hnd (hAP-Lite). Kelima Mikrotik tersebut akan di-setting menjadi sebuah jaringan repeater, dengan satu Mikrotik rb951-ui2hnd sebagai router master dan masing-masing dua buah Mikrotik rb-951ui-2hnd dan rb941ui-2hnd (hAP-Lite) sebagai router slave.  Aplikasi live streaming yang digunakan pada penelitian ini adalah VLC media player. Background traffic berupa paket UDP yang berdasarkan pada pola transmisi yaitu burst and periodic, burst and random, continuous and constant dan continuous and random. Berdasarkan rekomendasi standar ITU-T G.1010 dan G.114[4], kinerja layanan live streaming pada jaringan ini telah memenuhi standar. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada pembebanan trafik sebesar 0 Kbps, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 14.7%, 15 ms dan 80.6 KBps. Sedangkan pada pembebanan trafik 7 Kbps, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 34.5%, 19 ms dan 50.8 KBps. Dan pada pembebanan trafik 14 Kbps, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 62%, 29.8 ms dan 36.3 KBps. Untuk nilai delay dan packet loss, resolusi 480 memiliki nilai yang paling rendah.Kata Kunci: Live Streaming, Video Streaming, QoS, Mikrotik. ABSTRACT This study discusses Quality of Service (QoS) on Mikrotik network for live streaming application services with a variety of range and background traffic. Mikrotik is an operating system and a software who can make a computer become a router network with various feature which made for IP network and wirless network so that can fit to used by ISP and hotspot provider. Kind of Mikrotik which used in this journal is three Mikrotik rb951ui-2hnd and two Mikrotik rb941ui-2hnd (hAP-Lite). These five Mikrotik will set to be a repeater network with one Mikrotik rb951ui-2hnd as a router master and the other two Mikrotik rb951ui-2hnd and two Mikrotik rb941ui-2hnd (hAP-Lite) as router slave.  The live streaming application used in this study is VLC media player. Background traffic is a UDP package based on transmission patterns, namely burst and periodic, burst and random, continuous and constant and continuous and random. Based on the ITU-T standard recommendations G.1010 and G.114, the performance of live streaming services on this network has met the standards. From the results of the study, it shows that the traffic load of 0 Kbps has packet loss, delay and throughput of 14.7%, 15 ms and 80.6 KBps. While for 7 Kbps traffic loading, it has packet loss, delay and throughput of 34.5%, 19 ms and 50.8 KBps. And for 14 Kbps traffic loading, it has packet loss, delay and throughput of 62%, 29.8 ms and 36.3 KBps. For the value of delay and packet loss, the 480 resolution method has the lowest value. Keywords: Live Streaming, Streaming Video, QoS, Mikrotik.
RANCANG BANGUN LAMPU BOHLAM MENGGUNAKAN HIGH POWER LED (HPL) Chandra, Aulia Adi; Hasanah, Rini Nur; Nurussa'adah, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan listrik semakin meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Hal ini menyebabkan ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk kebutuhan listrik jangka panjang. Teknologi yang tengah dikembangkan saat ini adalah sistem rumah DC. Dengan memanfaatkan sumber daya alam terbarukan di sekitar rumah dapat menghasilkan listrik sendiri untuk kebutuhan rumah tersebut. Karena sumber daya terbarukan tidak selalu tersedia setiap saat (seperti angina dan matahari), maka hanya sedikit daya yang dapat dibangkitkan. Jadi kita harus melakukan pengkajian peralatan di rumah agar dapat bekerja optimal dengan menggunakan daya yang kecil ini. Salah satu hal yang penting dalam suatu rumah yang dapat dilakukan pengkajian lagi adalah lampu untuk penerangan. Dengan menggunakan High Power LED (HPL) dapat dihasilkan penerangan optimal dengan konsumsi daya yang kecil. Akan tetapi HPL membutuhkan LED Driver untuk mengaktifkannya dan Heatsink untuk mengantisipasi panas tinggi yang dihasilkan HPL. Pada penelitian ini digunakan LT3590 sebagai LED Driver kemudian menggunakan Arduino Nano sebagai Mikrokontrolernya dan juga sensor LDR (Light Dependent Resistor) sebagai sensor cahaya. Perbedaan penelitian kali ini dengan sebelumnya adalah untuk penelitian kali ini kita juga mempertimbangkan seberapa besar cahaya yang masuk dalam ruangan, agar HPL menyala sesuai yang dibutuhkan dan juga lebih menghemat daya yang dibutuhkan. Dengan hasil uji labolatorium, lampu berdaya 3 Watt dapat menghasilkan efisiensi lebih besar sama dengan 80% dengan luminous efficacy sebesar antara 30 ? 90 lm/W. Hal ini menunjukkan dengan kita mempertimbangkan cahaya yang memasuki ruangan, lampu ini bisa lebih menghemat energi dan dapat menerangi ruangan dengan daya kecil. Kata kunci?Rumah DC, Energi Terbarukan, DC ? DC Buck Converter, Lampu HPL, LT3590, Arduino Nano, Sensor LDR. Abstract Electricity needs are increasing along with increasing human population. This causes the availability of fossil fuels to thin out. Therefore, it is necessary to consider long-term electricity needs. The technology currently being developed is a DC home system. By utilizing renewable natural resources around the house, it can produce its own electricity for the needs of the house. Because renewable resources are not always available at all times (such as wind and sun), only a small amount of power can be generated. So we have to do a recitation of equipment at home so that it can work optimally using this little power. One of the important things in a house that can be recited is a lamp for lighting. Using High Power LED (HPL) can produce optimal illumination with little power consumption. However, HPL requires a Driver LED to activate it and Heatsink to anticipate the high heat generated by the HPL. In this study using LT3590 which is used as a LED Driver then uses Arduino Nano as its Microcontroller and also an LDR (Light Dependent Resistor) sensor as a light sensor. The difference in research this time with the previous one is for this research we also consider how much light enters into the room, so that the HPL lights up as needed and also saves more power needed. With the results of laboratory tests, a 3 Watt lamp can produce efficiency greather than 80%. with luminous efficacy of 30 ? 90 lm/W. This shows that by considering the light entering the room, this lamp can save more energy and can illuminate a room with little power.Keywords ? DC House, Renewable Energy, DC - DC Buck Converter, HPL Lamp, LT3590, Arduino Nano, LDR Sensor.
PENGARUH DUTYCYCLE PADA RANGKAIAN SAKELAR PEMULIH ENERGI KAPASITOR TERHADAP KESEIMBANGAN TEGANGAN PADA SISTEM TIGA FASA TIDAK SEIMBANG n/a Hariyono; Rini Nur Hasanah; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini sistem kelistrikan yang paling sering digunakan adalah sistem kelistrikan 1 fasa dan 3 fasa. Pada sistem 3 fasa kondisi ideal, jumlah daya dari masing-masing fasa sama dengan jumlah daya yang dihasilkan dari sistem 3 fasa tersebut, namun kondisi lapangan hasilnya berbeda karena banyak faktor salah satunya karena perubahan karakteristik beban yang dapat menyebabkan nilai tegangan tak seimbang, dan lonjakan arus beban meningkat. Jika kondisi ini tidak segera diselesaikan dengan cepat, maka sistem akan bekerja tidak maksimal dan jika di biarkan berlarut terlalu lama akan menimbulkan kerusakan terhadap sistem yang telah di rancang. Banyak upaya-upaya untuk mengurangi lonjakan arus beban dan meningkatkan nilai keseimbangan tegangan antar fasa salah satunya dilakukan dengan menggunakan rangkaian sakelar pemulih energi kapasitor. Rangkaian sakelar ini merupakan rangkaian sakelar sederhana yang menggunakan 4 sakelar semikonduktor IGBT dengan diode antiparalel dan komponen kapasitor yang diletakan di antara 4 sakelar tersebut. Dengan menggunakan rangkaian sakelar ini akan membuat nilai tegangan keluaran menjadi lebih seimbang dan nilai lonjakan arus beban lebih dapat di kendalikan, sehingga rugi-rugi karena arus pada sistem kelistrikan dapat diminimalisir. Hasil tegangan dan arus keluaran dari rangkaian sakelar ini dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai  yang terdapat pada komponen kapasitor. Nilai  tersebut diperoleh dari pengaturan persentase dutycycle yang masuk pada rangkaian sakelar pemulih energi magnetis. Pengaturan dutycycle ini bertujuan untuk mengendalikan pergerakan dari muatan yang masuk ke dalam komponen kapasitor melalui proses penyerapan dan proses pelepasan muatan sebagai energi pemulih terhadap reaktansi induktif dari masing-masing karakteristik beban yang digunakan. Oleh karena itu, seiring dengan perubahan persentase dutycycle lonjakan arus beban menjadi semakin kecil dan rugi-rugi juga dapat di minimalisir, sehingga penggunaan energi listrik tetap dapat digunakan secara efektif dan efisien. Kata kunci- sistem listrik 3 fasa, pensakelaran IGBT, sistem pengendalian. ABSTRAC In modern times, the most commonly used electrical system is the 1 phase and 3 phase electrical systems. In the ideal system 3 conditions, the amount of power from each phase is the same as the amount of power generated from the 3phase system, but field conditions produce more factors, one of which is due to changes in load characteristics that can cause a balanced dose, and surges load current increases. If this condition is not resolved quickly, the system will not work optimally and if released too long will cause damage to the system that has been designed. Many attempts to reduce the load current and increase the balance value between erroneous phases are made using a series of capasitor energy recovery switches. This switch circuit is a simple switch circuit that uses 4 IGBT semiconductor switches with antiparallel diodes and capacitor components placed between the 4 switches. By using this switch circuit will make the value of the output voltage become more balanced and the value of the surge in load can be more controlled, so the profit and loss because the current in the electrical system can be minimized. The output voltage and current output of this switch circuit are arranged by the size of the value referred to in the capacitor component. The value is obtained from the dutycycle percentage adjustment that enters the magnetic energy recovery switch circuit. This dutycycle arrangement aims to control the transfer of charge entering the capacitor component through the transfer process and the process of releasing the charge as restoring energy to the reactance of each characteristic used. Therefore, along with changes in the percentage of dutycycle surges in load currents become smaller and losses can also be minimized, so that the use of electrical energy can still be used effectively and efficiently. Keywords - 3 phase electrical system, igbt switching, control system.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR KEKENTALAN OLI BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR FLOW METER Ramadhan Adi Nugroho; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Viskositas adalah sifat fluida yang dikarenakan gesekan antar molekul penyusun fluida terhadap gaya kohesi fluida tersebut. Vikositas juga merupakan ukuran kekentalan suatu fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam fluida, besar kecilnya viskositas bisa kita lihat dari kemampuan mengalirnya fluida tersebut, semakin besar viskositas suatu fluida maka akan semakin sulit fluida tersebut untuk mengalir. Oli adalah salah satu fluida yang digunakan sebagai pelumas, dimana viskositas oli sangat penting untuk diukur untuk mengetahui apakah oli tersebut masih dapat berfungsi dengan baik. Pengukuran dilakukan dengan cara mengukur kecepatan aliran oli pada pipa horizontal dengan menggunakan sensor flow meter yang sudah diletakkan pada pipa, oli mengalir menggunakan pompa. Kecepatan aliran oli dalam pengukuran akan dikonversi menjadi bentuk kekentalan oli yang akan diukur. Dalam percobaan ini didapatkan hasil pengukuran masing-masing oli seperti Oli Pertamina Prima XP SAE 10W-40 sebesar 0,170655208 Nm/s2 dengan error sebesar 6,4%, Oli Pertamina Meditran SX SAE 15W-40 sebesar 0,203941381 Nm/s2 dengan error sebesar 11,2%., dan Oli Pertamina Mesran Super SAE 20W-50 sebesar 0,218243364 dengan error sebesar 14,8%. Kata kunci: Flow meter,Mikrokontroler, Oli, Viskositas
RANCANG BANGUN SISTEM MAXIMUM POWER POINT TRACKING DENGAN METODE HILL CLIMBING PADA PANEL SURYA Cita Rahiim Tama; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pada penggunaan panel surya adalah rendahnya tingkat daya keluaran dari panel surya. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan sistem perangkat pencari daya maksimum (Maximum Power Point Tracking). Dalam sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT), terdapat algoritma yang berfungsi mencari titik kerja optimal dari panel surya, sehingga panel surya dapat menghasilkan daya keluaran maksimum dan membuat panel surya bekerja di titik kerja optimal tersebut. Terdapat beberapa algoritma MPPT yang dapat digunakan, misalnya Perturb and Observe, Incremental Conductance, Dynamic Approach, Temperature Method, Hill Climbing, Artificial Neural Network, Fuzzy Logic Method dan lain-lain.. Pada penelitian ini algoritma yag digunakan adalah algoritma Hill Climbing. Hasil pengujian yang dilakukan pada beberapa kondisi, menunjukkan bahwa daya rata-rata pada simulasi lebih besar dibandingkan dengan alat sebenarnya. Dari simulasi, diperoleh efisiensi algoritma rata-rata sebesar 96,444% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,0123s. Sedangkan pada pengujian alat, diperoleh efisiensi rata-rata sebesar 90,921% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,3s. Sehingga, diperoleh error efisiensi sebesar 5,724%. Kata Kunci: Panel Surya, MPPT, Daya, Algoritma MPPT ABSTRACT One of the problems in the use of solar panels is the low level of the output power. The solution to overcome this problem is to use the Maximum Power Point Tracking system. In the Maximum Power Point Tracking (MPPT) system, there is an algorithm that functions to find the optimal working point of solar panels, so that solar panels can produce maximum output power and make solar panels work at that optimal work point. There are several MPPT algorithms that can be used, including Perturb and Observe, Incremental Conductance, Dynamic Approach, Temperature Method, Hill Climbing, Artificial Neural Network, Fuzzy Logic Method etc. In this study the algorithm used is the Hill Climbing algorithm. After testing the entire system conducted on several conditions, shows that the average power on simulations larger than the actual tool. From the simulation, obtained an average algorithm efficiency of 96.444% with an average tracking time of 0.0123s. While in actual tools, obtained an average efficiency of 90.921% with an average tracking time of 0.3 s. Thus, an error efficiency of 5.724% is obtained. Keywords: Solar Panel, MPPT, Power, Buck converter, MPPT Algorithm
IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING PADA PANEL SURYA MENGGUNAKAN ALGORITMA INCREMENTAL CONDUCTANCE Muhammad Sholikhin; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik bersumber dari energi matahari merupakan salah satu sumber energi yang menjadi pilihan pada saat ini. Energi matahari mempunyai banyak keuntungan seperti ketersediannya yang tidak terbatas, lebih sedikit perawatan dan ramah lingkungan. Salah satu pemanfaatan energi matahari yaitu menggunakan panel surya. Daya keluaran panel surya dapat dioptimalkan dengan Maximum Power Point Tracking (MPPT) dengan menggunakan algoritma optimisasi yang berbeda beda. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya yang bergantung oleh irradiasi dan suhu. Pada penelitian ini akan mensimulasikan MPPT pada software MATLAB sebelum diimplementasikan ke alat. Implementasi MPPT pada alat terdiri dari modul panel surya, sensor arus, sensor tegangan, buck converter, beban dan mikrokontroler yang terdapat algoritma incremental conductance. Pengujian MPPT pada kondisi tanpa gangguan dan gangguan berupa shading sebesar 25%, 50%, dan 75%. Dari simulasi, diperoleh efisiensi algoritma rata-rata sebesar 89,1939% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,0196s. Pada pengujian alat yang dilakukan 10 kali percobaan pada setiap kondisi, diperoleh efisiensi rata-rata sebesar 80,798% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,3s. Dari perbandingan simulasi dengan alat diperoleh error efisiensi rata-rata sebesar 8,3959%. Error tersebut disebabkan oleh kualitas komponen-komponen dari buck converter dan kondisi irradiasi yang berubah-ubah saat pengujian alat. Kata Kunci: Panel Surya, Maximum Power Point Tracking, Buck Converter, Incremental Conductance ABSTRACT Power generation sourced from solar energy is one of the energy sources of choice at this time. Solar energy has many advantages such as unlimited availability, less maintenance and environmentally friendly. One of the uses of solar energy is using solar panels. The output power of solar panels can be optimized by Maximum Power Point Tracking (MPPT) using different optimization algorithms. MPPT is used to find the maximum power point of the P-V characteristic curve on solar panels that is dependent on irradiation and temperature. This research will simulate MPPT on MATLAB software before it is implemented in the tool. The MPPT implementation on the device consists of solar panel modules, current sensors, voltage sensors, buck converters, loads and microcontrollers that have an incremental conductance algorithm. MPPT testing in conditions without interruption and interference in the form of shading by 25%, 50%, and 75%. From the simulation, obtained an average algorithm efficiency of 89.1939% with an average tracking time of 0.0196s. In the testing of tools conducted 10 experiments in each condition, obtained an average efficiency of 80.798% with an average tracking time of 0.3 s. From the comparison of simulations with tools an average efficiency error of 8.3959% was obtained. The error is caused by the quality of the components of the buck converter and the irradiation conditions that change when testing tools. Keywords: Solar Panel, Maximum Power Point Tracking, Buck Converter, Incremental Conductance
KONTROL SUHU UDARA MENGGUNAKAN KONTROLER ON-OFF DAN KELEMBABAN TANAH MENGGUNAKAN KONTROLER PID PADA BUDIDAYA CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELLUS) Valen Kristian Eriski; n/a Rahmadwati; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pada cacing tanah jenis (Lumbricus rubellus) adalah besarnya permintaan masyarakat dan masih kurangnya tingkat produksi dari cacing tanah tersebut. Dalam proses budidaya cacing tanah, faktor suhu udara dan kelembaban tanah menjadi faktor yang berpengaruh. Namun suhu dan kelembaban dapat berubah-ubah karena beberapa faktor, maka dengan dirancangnya alat menggunakan kontroler diharapkan mampu menjaga suhu udara dan kelembaban tanah secara konstan sesuai nilai yang diinginkan, sehingga tidak mengganggu proses budidaya dan dapat digunakan di berbagai waktu guna mengoptimalkan pertumbuhan serta produktifitas budidaya cacing tanah. Pengontrolan yang digunakan pada penelitian ini adalah Proporsional Integral Differensial (PID) dan On-Off. Kelembaban tanah diatur sebesar 45% dan 48%. Sedangkan untuk suhu udara diatur sebesar 23℃. Perancangan kontroler PID pada kelembaban tanah menggunakan metode pertama dari Ziegler-Nichols, didapatkan nilai Kp = 24,4, Ki = 2,033, Kd = 73,2. Kata Kunci: Cacing Tanah, Kontroler PID, Metode Ziegler-Nichols, Suhu, Kelembaban Tanah ABSTRACT One of the problems in the type of earthworm (Lumbricus rubellus) is the large demand of the community and the lack of production levels of the earthworm. In the process of earthworm cultivation, air temperature and soil moisture are influential factors. However, the temperature and humidity can change due to several factors, so the design of the device using a controller is expected to be able to maintain air temperature and soil moisture constantly according to the desired value, so that it does not interfere with cultivation process dan can be used at various times in order to optimize the growth and productivity of the cultivation earthworms. The controls used in this study are Proportional Integral Differential and On-Off. Soil moisture is set at 45% and 48%. Whereas the air temperature is set at 23℃. The design of PID controller in soil moisture using the first method from Ziegler-Nichols, obtained the value of Kp = 24,4, Ki = 2,033, Kd = 73,2. Keywords: Earthworms, PID Controller, Ziegler-Nichols’s Method, Temperature, Soil Moisture
INTEGRASI RECTENNA UNTUK WI-FI, RECTENNA UNTUK RADIO, DAN RECTENNA UNTUK TELEVISI SECARA SERIAL UNTUK MEMANEN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Anjas Maulana; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rectenna merupakan gabungan dari kata rectyfiing dan antenna yang merupakan alat untuk menangkap radiasi gelombang elektromagnetik dan dikonversi ke tegangan DC. Antena yang dipakai adalah antena mikrostrip Elliptical Shape on Star Patch pada frekuensi 2,4 GHz untuk Wi-Fi, antena monopole teleskopik dengan rentang frekuensi 88 MHz – 108 MHz untuk radio FM, antena yagi dengan rentang frekuensi 471,25 MHz – 855,25 MHz untuk televisi, dan rectifier yang dipakai adalah fullwave rectifier yang menggunakan dioda germanium glass tipe 1N60 sebanyak 4 buah. Rectenna ini kemudian disusun secara serial untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih banyak dari pada sebuah rectenna, untuk mengetahui performansi rectenna maka dilakukan pengukuran rectenna dengan tegangan output dari masing-masing rectenna. Rectenna untuk wi-fi adalah 20,3 mV, kemudian rectenna untuk radio adalah 677 mV dan rectenna untuk televisi adalah 382,2 mV. Untuk meningkatkan tegangan pada output rectenna dilakukan penyusunan rangkaian secara seri dan didapatkan nilai dari masing-masing rectenna yang disusun seri, untuk rectenna wi-fi dan rectenna radio adalah 696 mV, untuk rectenna wi-fi dan rectenna televisi adalah 392,4 mV dan untuk rectenna radio dan televisi adalah 1072 mV. Kemudian untuk membuktikan tegangan akan bertambah ketika jumlah rangkaian seri ditambah didapatkan pada studi kasus ini dengan tiga sistem rectenna yang disusun seri memiliki tegangan untuk rectenna wi-fi, rectenna radio, dan rectenna televisi sebesar 1076 mV. Kata Kunci : Rectenna, Serial, Tegangan, Rectifier dan Antena.   ABSTRACT Rectenna is a combination of the words rectyfiing and antenna which is a tool to capture electromagnetic wave radiation and convert it to DC voltage. The antenna used is the Elliptical Shape on Star Patch microstrip antenna at 2.4 GHz for wi-fi, telescopic monopole antenna with a frequency range of 88 MHz - 108 MHz for FM radio, yagi antenna with a frequency range of 471.25 MHz - 855.25 MHz for television, and the rectifier used is a fullwave rectifier using 4 1N60 type germanium glass diodes. The rectenna is then arranged in series to get more power than a rectenna, to find out the performance of the rectenna then measuring the rectenna with the output of each rectenna. The rectenna for wi-fi is 20.3 mV, then the rectenna for radio is 677 mV and the rectenna for televisi is 382.2 mV. To increase the voltage at the rectenna output, the series is arranged in series and the values ​​of each rectenna arranged in series, for the wi-fi and radio rectenna are 696 mV, for the wi-fi rectenna and televisi rectenna is 392.4 mV and for radio and televisi rectenna is 1072 mV. Then to prove the voltage will increase when the number of series circuits is obtained in this case study with three rectenna systems arranged in series having a voltage for rectenna wi-fi, radio rectenna, and rectenna televisi of 1076 mV. Keywords: Rectenna, Serial, Voltage, Rectifier and Antenna.
JARINGAN BERBASIS MIKROTIK DENGAN TEKNIK BRIDGING PADA LAYANAN VIDEO STREAMING Isnan Rifqi Azinuddin; Sigit Kusmaryanto; Primatar Kuswiradyo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Quality of Service (QoS) pada jaringan berbasis Mikrotik untuk layanan aplikasi live streaming dengan variasi jarak dan jumlah user. Mikrotik merupakan system operasi dan perangkat lunak yang dapat menjadikan komputer menjadi router network dengan berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless sehingga cocok digunakan oleh ISP dan hotspot provider. Jenis Mikrotik yang digunakan adalah 3 buah Mikrotik tipe rb951ui-2hnd dan 1 buah Mikrotik tipe rb941ui-2hnd (hAP-Lite). Keempat Mikrotik tersebut akan di-setting menjadi sebuah jaringan bridge, dengan satu Mikrotik rb951-ui2hnd sebagai router master dan masing-masing dua buah Mikrotik rb-951ui-2hnd dan rb941ui-2hnd (hAP-Lite) sebagai router slave.  Aplikasi live streaming yang digunakan pada penelitian ini adalah VLC media player. Berdasarkan rekomendasi standar ITU-T G.1010 dan G.114[4], kinerja layanan live streaming pada jaringan ini telah memenuhi standar. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada jumlah user 1, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 15%, 13,75 ms dan 85,6 KBps. Sedangkan pada jumlah user 2, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 16,92%, 14 ms dan 87,4 KBps. Dan pada jumlah user 3, memiliki packet loss, delay dan throughput sebesar 15%, 15 ms dan 87 KBps. Untuk nilai delay dan packet loss, resolusi 480 memiliki nilai yang paling rendah. Kata Kunci: Live Streaming, Video Streaming, QoS, Mikrotik.   ABSTRACT This study discusses Quality of Service (QoS) on Mikrotik network for live streaming application services with a variations in distance and number of user. Mikrotik is an operating system and a software who can make a computer become a router network with various feature which made for IP network and wirless network so that can fit to used by ISP and hotspot provider. Kind of Mikrotik which used in this journal is three Mikrotik rb951ui-2hnd and one Mikrotik rb941ui-2hnd (hAP-Lite). These four Mikrotik will set to be a bridge network with one Mikrotik rb951ui-2hnd as a router master and the other two Mikrotik rb951ui-2hnd and one Mikrotik rb941ui-2hnd (hAP-Lite) as router slave.  The live streaming application used in this study is VLC media player. Background traffic is a UDP package based on transmission patterns, namely burst and periodic, burst and random, continuous and constant and continuous and random. Based on the ITU-T standard recommendations G.1010 and G.114, the performance of live streaming services on this network has met the standards. From the results of the study, it shows that if the amount of is user one has packet loss, delay and throughput of 15%, 13,75 ms and 85,6 KBps. While if the amount user two, it has packet loss, delay and throughput of 16,92%, 14 ms and 87,4 KBps. And for the user three, it has packet loss, delay and throughput of 15%, 15 ms and 87 KBps. For the value of delay and packet loss, the 480 resolution method has the lowest value. Keywords: Live Streaming, Streaming Video, QoS, Mikrotik
DESAIN SISTEM PERGERAKAN MOBILE ROBOT DENGAN METODE EUCLIDEAN PADA KONTES ROBOT ABU INDONESIA 2019 Pranandaru, Danu; Nusantoro, Goegoes Dwi; Yudaningtyas, Erni
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) adalah salah satu divisi yang dilombakan rutin tiap tahun pada Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diikuti mahasiswa se-Indonesia. Peraturan perlombaan KRAI selalu mengacu pada tema dan peraturan Asia-pasific Broadcasting Union Robot Contest (ABU Robocon). Mobile robot adalah robot yang dapat bergerak kesegala arah tanpa perlu melakukan perubahan orientasi. Pergerakan robot ini sangat mempermudah pergerakan yang memerlukan manuver yang tinggi dan perencanaan gerak yang kompleks. Odometri adalah penggunaan data sensor pergerakan untuk memperkirakan perubahan posisi dari waktu ke waktu. Odometri digunakan untuk memperkirakan posisi relatif terhadap posisi awal. Fungsi jarak Euclidean adalah salah satu metode perhitungan jarak antar titik dalam sebuah area yang disebut dengan Euclidean Space. Fungsi jarak Euclidean sangat erat kaitannya dengan teorema Pythagoras di mana hasil perhitungan kuadrat sisi miring didapatkan dari penjumlahan kuadrat sisi-sisi lainnya. Kontroler yang digunakan adalah kontroler PI. Penentuan parameter kontroler Kp dan Ki dilakukan dengan menggunakan metode kedua Ziegler-Nichols. Dari perhitungan tersebut diperoleh parameter kontroler orientasi robot dengan nilai Kp = 3,15 dan Ki = 0,125 serta parameter kontroler posisi robot dengan nilai Kp = 6,75 dan Ki = 0,166. Setelah dilakukan pengujian pada sistem didapatkan nilai settling time rata-rata 1,135 detik, error steady state rata-rata 0,45%, overshoot rata-rata 4,48%, dan recovery time selama 0,5 detik. Kata kunci: Mobile Robot, Odometri, Euclidean, Kontroler PI, Ziegler-Nichols. ABSTRACT Indonesian ABU Robot Contest (KRAI) is one of division which routinely contested annually in the Indonesian Robot Contest (KRI) which followed by university student all over Indonesia. KRAI competition rules always refer to Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest (ABU Robocon) theme and rules. Mobile robot is robot that can move to any directions without change its orientation. This robot movement greatly facilitates movement that require high maneuverability and complex motion planning. Odometry is use of movement sensor data to estimate position changes over time. Odometry is used to estimate relative position to its initial position. Euclidean distance function is one method of distance calculating between points in an area called Euclidean Space. Euclidean distance function is closely related to the Pythagorean theorem where result of hypotenuse square is obtained from the sum of other side squares. Controller that used is PI controller. Determination of controller parameter Kp and Ki are done using Ziegler-Nichols second method. From these calculations, parameter of robot orientation controller are obtained with value Kp = 3,15 Ki = 0,125 and parameter of robot position controller with valaue Kp = 6,75 Ki = 0,166. After testing the system obtained average settling time 1,135 seconds, average error steady state 0,45%, average overshoot 4,48%, and recovery time is 0,5 seconds. Keywords : Mobile Robot, Odometry, Euclidean, PI Controller, Ziegler-Nichols.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue