cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2022)" : 20 Documents clear
RANCANG BANGUN EXTERNAL DEFIBRILLATOR DUAL MODE (BIFASIK DAN MONOFASIK) DENGAN SISTEM PENGATURAN ENERGI MENGGUNAKAN METODE SWITCHING TRANSFORMATOR Muhammad Yogi Nurrohman; Zainul Abidin; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFibrilasi merupakan gangguan pada jantung yang terjadi ketika jantung berdetak terlalu cepat sehingga frekuensinya tidak dapat dihitung. Hal ini disebabkan oleh impuls listrik yang cepat dan tidak teratur. Salah satu cara untuk mengatasi fibrilasi adalah memberikan defibrilasi pada penderitanya dengan menggunakan defibrilator. Berdasarkan proses pemberian energinya defibrilator dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Pada defibrilator eksternal pemberian energi dilakukan dengan menempelkan paddle pada dada penderitanya. Proses pemberian energi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu searah (monofasik) dan 2 arah (bifasik). Energi yang diberikan merupakan energi yang bersifat statis sehingga tidak akan membahayakan penderita ketika diberikan energi pada jantungnya. Pada defibrilator perlu dilengkapi dengan sistem pengaturan energi karena setiap penderita fibrilasi memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima energi. Pengaturan energi dilakukan dengan cara mengatur dutycyle dan frekuensi transformator pada saat proses switching. Tujuan dilakukannya switching adalah mengonversi tegangan DC 12V menjadi tegangan tinggi yang akan digunakan untuk pengisian kapasitor. Fungsi dari kapasitor adalah menyimpan energi sementara sebelum diberikan kepada penderita. Transformator dalam alat ini menggunakan inti ferit karena dapat bekerja pada frekuensi tinggi sehingga dapat meningkatkan efisiensinya. Dari implementasi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa defibrilator dapat menghasilkan energi maksimal 500 Joule. Energi tersebut dapat diatur menggunakan dutycyle dari sinyal Pulse Width Modulation (PWM). Selain itu, pemberian energi dapat dilakukan menggunakan mode monofasik maupun bifasik. Konversi tegangan menggunakan proses switching dapat menghasilkan tegangan maksimal 2000V. Akan tetapi, transformer hanya mampu mengasilkan arus sebesar 400mA dalam proses pengisian kapasitor. Sehingga proses pengisian kapasitor membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal tersebut dikarenakan topologi fly-back pada dasarnya dirancang untuk menghasilkan tegangan tinggi dengan arus keluaran yang relatif kecil.Kata kunci: Defibrilator, Energi, Monofasik, Bifasik, SwitchingABSTRACTFibrillation is a heart disorder that occurs when the heart beats so fast that its frequency cannot be counted. It is caused by fast and irregular electrical impulses. One way to overcome fibrillation is to provide defibrillation to the sufferer by using a defibrillator. Based on the process of giving energy, defibrillators are divided into two, namely internal and external. In an external defibrillator, energy is given by attaching a paddle to the patient's chest. The process of giving energy can be done in two ways, namely unidirectional (monophasic) and 2-way (biphasic). The energy given is static energy so it will not harm the patient when given energy to the heart. The defibrillator needs to be equipped with an energy regulation system because each person with fibrillation has a different ability to receive energy. Energy regulation is done by adjusting the duty cycle and frequency of the transformer during the switching process. The purpose of switching is to convert 12V DC voltage into a high voltage that will be used for charging capacitors. The function of the capacitor is to store energy temporarily before it is given to the patient. The transformer in this tool uses a ferrite core because it can work at high frequencies so that it can increase its efficiency. From the implementation, it is found that the defibrillator can produce a maximum energy of 500 Joules. The energy can be adjusted using the duty cycle of the Pulse Width Modulation (PWM) signal. In addition, energy delivery can be carried out using monophasic or biphasic modes. Voltage conversion using a switching process can produce a maximum voltage of 2000V. However, the transformer is only capable of producing a current of 400mA in the process of charging the capacitor. So the process of charging the capacitor takes a longer time. This is because the fly-back topology is basically designed to produce high voltages with relatively small output currents.Keywords: Defibrillator, Energy, Monophasic, Biphasic, Switching
PENGONTROLAN HIGH PRESSURE PUMP PADA PHOTOVOLTAIC REVERSE OSMOSIS BERBASIS PREDIKSI MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Fadhilah Rusydah; Muhammad Muslim; Goegoes Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu unsur di bumi yang memegang peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan, khususnya bagi manusia. Akan tetapi saat ini dunia dan Indonesia tengah mengalami krisis air bersih. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih adalah dengan osmosis balik. Osmosis balik merupakan salah satu dari sistem desalinasi yang memanfaatkan membrane semi permeable. Salah satu kekurangan dari sistem osmosis balik ini adalah mempunyai banyak komponen yang beberapa diantaranya memerlukan daya yang begitu besar dalam pengoperasiannya. Salah satu komponennya yaitu, high pressure pump, komponen ini berfungsi untuk mendorong air melewati membrane sehingga kandungan dalam air dapat terpisahkan. Kebutuhan daya yang begitu banyak ini dapat diatasi dengan penggunaan energi matahari sebagai sumber energi dengan menggunakan panel surya dan dengan menggunakan sistem kontrol yang tepat untuk mengontrolnya. Salah satu cara mengontrol high pressure pump ini dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Secara sederhana jaringan syaraf tiruan dapat dikatakan sebagai sebuah pemrosesan informasi berdasarkan perilaku jaringan syaraf biologi. Dengan hasil akhir rata-rata durasi penyalaan pompa setelah pengontrolan selama 15 hari memakan waktu sebanyak 295 menit atau 4 jam 55 menit dengan rata-rata penggunaan daya sebesar 5,9kWh. Kata kunci : jaringan syaraf tiruan, osmosis balik, kontrol ABSTRACT Water is one of the elements on earth that plays an important role in the sustainability of life, especially for humans. However, currently the world and Indonesia are experiencing a clean water crisis. One of method to produce fresh water is reverse osmosis. Reverse osmosis is a desalination system that utilizes a semi-permeable membrane. One of the drawbacks of this reverse osmosis system is that it has many components, some of which require a lot of power to operate. One of its components, namely, a high pressure pump, this component functions to push water through the membrane so that the content in the water can be separated. This huge power requirement can be overcome by using solar energy as an energy source by using solar panels and by using an appropriate control system to control it
RANCANG BANGUN NODE KONTROLER POMPA PADA PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS GREENHOUSE BERBASIS IOT Muhammad Athalla; Onny Setyawati; Raden Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGreenhouse merupakan salah satu metode modern dalam pembudidayaan tanaman dengan metode memanipulasi kondisi lingkungan sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Untuk menghasilkan tanaman greenhouse yang sehat dan subur, diperlukan beberapa faktor seperti, suhu, sinar matahari, air, dan kelembaban tanah yang sesuai dengan jenis tanamannya. Dalam praktiknya, penyiraman tanaman di dalam metode greenhouse membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang banyak sehingga terjadi pemborosan dan kurangnya efisiensi. Melihat masalah yang ada, peneliti ingin menawarkan solusi kepadapetani greenhouse dengan menciptakan sebuah alat penyiraman tanaman otomatis yang dapat melakukan penyiraman yang cukup sesuai dengan jenis tanaman, bekerja secara otomatis, dan membutuhkan biaya yang sedikit dalam pembuatan dan perawatan. Node kontroler pompa ini dilengkapi dengan ESP 32 sebagai mikrokontrolernya, sistem penyiraman dilakukan menggunakan pompa air dan pompa air DC M-Series Hiu Dual Pump dan memiliki catu daya menggunakan adaptor 5V 3A. Node kontroler pompa dapat bekerja secara otomatis, saat nilai melewati batas dari nilai yang ditetapkan maka aktuator menyala. Pengujian node diperoleh penerimaan data menggunakan Bluetooth membutuhkan waktu 1,88 detik hingga 3,18 detik, dan melakukan pengiriman data menggunakan internet membutuhkan 386 MB dengan daya sebesar 1,2 W dalam keadaan bekerja. Kata kunci: Greenhouse, Node Kontroler pompa, penyiraman ABSTRACTGreenhouse is one of the modern methods in plant cultivation by manipulating environmental conditions according to the desired conditions. To produce healthy and fertile greenhouse plants, several factors are needed, such as temperature, sunlight, water, and soil moisture according to the type of plant. In practice, watering plants in the greenhouse method requires a lot of energy, time, and cost, resulting in wastage and lack of efficiency. Seeing the existingproblems, the researcher wants to offer a solution to greenhouse farmers by creating an automatic plant watering device that can do sufficient watering according to the type of plant, works automatically, and requires little cost in manufacture and maintenance. This pump controller node is equipped with ESP 32 as its microcontroller, the watering system is carried out using a water pump and a DC M-Series Hiu Dual Pump water pump and has a power supply using a 5V 3A adapter. The pump controller node can work automatically, when the value exceeds the limit of the set value, the actuator turns on. Testing the nodes obtained that receiving data using Bluetooth takes 1.88 seconds to 3.18 seconds, and sending data using the internet requires 386 MB with a power of 1.2 W in a working state. Keywords: Greenhouse, Pump Controller Node, Watering, IoT
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU DAN PENGENDALI MESIN DEHIDRATOR INFRARED BURNER UNTUK PROSES PENGERINGAN MI SEHAT Delia Dwi Novrianti; Raden Setyawan; Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMie merupakan jenis makanan yang sering dikonsumsi berbagai kalangan masyarakat karena dapat berorientasi dalam mengenyangkan perut dan juga tingginya nilai gizi yang terkandung dalam mi. Kedai Mie Serdadu merupakan salah produsen mi sehat dengan memanfaatkan sayuran dan buah-buahan sebagai bahan pewarna alami pada mi. Tingginya permintaan mi dari luar Pulau Jawa dan terbatasnya beberapa pihak ekspedisi yang dapat mengirim produk mi basah dalam keadaan beku menyebabkan Kedai Mi Serdadu berusaha melakukan pengeringan mi. Pengeringan yang digunakan berupa mesin pengering oven dengan tingkat kegagalannya yang mencapai 70% karena kesulitan dalam mempertahankan suhu optimal untuk menjaga nutrisi dan kepekatan warna pada mi. Pada penelitian ini dilakukan proses perancangan mesin dehidrator dengan sistem pemantauan nilai suhu, kelembapan, berat dan kadar air serta sistem pengendali otomatis pada komponen pemanas berupa teknologi infrared burner. Hasil proses pengeringan mi sehat dengan mesin dehidrator infrared burner ini dinilai mampu mempertahankan nutrisi pada mi dan tingkat kekeringan sesuai dengan standar SNI mi kering. Dengan berat awal rata-rata per-mi 84,92 gram dan kadar air 29,96% setelah dilakukan proses pengeringan dengan pengendalian suhu 72-75°C selama 165 menit dihasilkan mi kering dengan berat awal rata-rata per-mi 67,62 gram dan kadar air sebesar 9,59%. Pada proses pengeringan tersebut, besar konsumsi daya listrik yang hanya berkisar0,391 kWh dan gas LPG sebesar 0,28 kg. Kata Kunci: Mi Sehat, Infrared Burner, Suhu, Kelembapan, Berat, Kadar Air ABSTRAKNoodles are a type of food that is often consumed by various groups of people because it can be oriented in filling the stomach and also the high nutritional value contained in noodles. Kedai Mie Serdadu is a producer of healthy noodles by using vegetables and fruits as natural coloring agents for noodles. The high demand for noodles from outside Java and the limited of expeditions that can send frozen wet noodle products have caused Kedai Mi Serdadu try to dry the noodles. Drying used in the form of an oven dryer with a failure rate of up to 70% due to the difficulty in maintaining the optimal temperature to maintain nutrients and color density in noodles. In this research, the process of designing a dehydrator machine with a monitoring system for temperature, humidity, weight and moisture values is carried out as well as an automatic control system for heating components in the form of i
ANALISIS PERBANDINGAN TOTAL HARMONIC DISTORTION DIODE RECTIFIER DENGAN DAN TANPA PWM ACTIVE FILTERING RECTIFIER: Comparison Analysis Of Total Harmonic Distortion Diode Rectifier With And Without PWM Active Filtering Rectifier Ekwin Manalu; Waru Djuriatno; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan konverter daya saat ini sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari didalam masyarakat. Salah satu konverter daya yang adalah penyearah. Pada penyearah dapat terjadi harmonisa, dimana harmonisa dapat menyebabkan terjadinya distorsi tegangan dan arus sehingga menimbulkan kerugian. Dalam penelitian ini akan dilakukan cara untuk mengurangi besar total harmonic distortion pada diode rectifier dengan penambahan PWM active filtering rectifier. Penelitian ini akan disimulasikan menggunakan simulink matlab R2021a. Dalam penelitian ini akan ditampilkan hasil simulasi dan analisisnya respon serta total harmonic distortion pada diode rectifier dengan dan tanpa PWM active filtering rectifier dengan perubahan besaran resistor pada sisi beban. Kata kunci: Rectifier, total harmonic distortion, diode, IGBT, simulink matlab R2021a ABSTRACTThe use of power converters is currently very widely used in everyday life in the elements of society. One of the power converters is a rectifier. In the rectifier, harmonics can occur, where harmonics can cause voltage and current distortions, causing losses. In this research, a way to reduce the total harmonic distortion in the diode rectifier will be carried out by adding an active PWM filtering rectifier. This research will be simulated using simulink matlab R2021a. In this study, the results of the simulation and analysis of the response and total harmonic distortion in the diode rectifier with and without PWM activefiltering rectifier will be displayed with changes in the resistor size on the load side. Keywords: Rectifier, total harmonic distortion, diode, IGBT, simulink matlab R2021
ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN BANDWIDTH PADA JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN METODE PCQ (PER CONNECTION QUEUE) Chofifah Setiawati; Wahju Prijono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Network quality is a determining factor for user convenience in carrying out computer network activities. In a computer network, a bandwidth setting is needed so that there is no monopoly on bandwidth usage. Bandwidth management can be done using a mikrotik routerboard RB941-2nd with a proxy setting application using WinBox. Implementation of bandwidth management using the PCQ (Per Connection Queue) method with simple queue and queue tree queuing techniques. To observe network quality performance using Network Analyzer Wireshark when each PC conducts video conference. The results of this bandwidth optimization can be applied and produce good values ​​for both queuing techniques. So from the results of the four network parameter values, the best value according to the TIPHON category is the Queue Tree queuing technique with an average MOS (Mean Opinion Score) value of 4.158725 in the very good category with an average Packet Loss value of 0 ,705458521%. The average delay value is 1.624707082 ms. The results of the average Jitter value of 5.07737 x 10-16. The average throughput value is 1.762723809 Mbps. The length of the duration, the type of queuing technique, the type of video conferencing, and the quality of the network also affect the results of QoS (Quality of Service). Keywords— Simple Queue, Queue Tree, PCQ, Bandwidth Abstract Kualitas jaringan merupakan suatu faktor penentu kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas jaringan komputer. Pada suatu jaringan komputer diperlukan suatu pengaturan bandwidth agar tidak terjadi monopoli penggunaan bandwidth. Manajemen bandwidth dapat dilakukan menggunakan mikrotik routerboard RB941-2nd dengan aplikasi pengaturan mikrotik menggunakan WinBox. Implementasi manajemen bandwidth menggunakan metode PCQ (Per Connection Queue) dengan teknik antrian simple queue dan queue tree. Untuk mengamati performansi kualitas jaringan menggunakan Network Analyzer Wireshark pada saat masing-masing PC melakukan video conference. Hasil optimasi bandwidth ini mampu diterapkan dan menghasilkan nilai yang baik pada kedua teknik antrian. Maka dari hasil keempat nilai parameter jaringan, didapatkan nilai yang paling baik menurut kategori TIPHON adalah pada teknik antrian Queue Tree dengan nilai rata-rata MOS (Mean Opinion Score) sebesar 4,158725 berkategori sangat bagus dengan hasil rata-rata nilai Packet Loss sebesar 0,705458521%. Hasil rata-rata nilai Delay sebesar 1,624707082 ms. Hasil rata-rata nilai Jitter sebesar 5,07737 x 10-16. Hasil rata-rata nilai Throughput sebesar 1,762723809 Mbps. Lamanya durasi, jenis teknik antrian, jenis video conference, dan kualitas jaringan juga mempengaruhi hasil dari QoS (Quality of Service). Kata Kunci— Simple Queue, Queue Tree, PCQ, Bandwidth
ANALISIS PENGARUH KANDUNGAN UDARA TERHADAP KEKUATAN DIELEKTRIK GAS TETRAFLOROETANA DALAM MEDAN TINGGI AC NONHOMOGEN Nararya Berlianti; Moch. Dhofir; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menjelaskan tentang pengaruh konsentrasi udara terhadap dielektrik gastetrafloroetana dalam medan tinggi ac non-homogen. Penelitian ini diawali denganpengambilan data melalui pengujian tegangan tembus di Laboratorium Tegangan Tinggi,Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Variasi kondisi yangdigunakan dalam pengujian tegangan tembus meliputi perubahan konsentrasi udara dalam gasR134 sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% yang dihitung berdasarkan tekanantotal gas campuran, variasi tekanan total gas campuran sebesar 755 mBar, 805 mBar, 855mBar, 905 mBar, dan 955 mBar, serta perubahan jarak sela sebesar 2 cm dan 4 cm. Pengujiandilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi AC. Susunan elektroda yang digunakanadalah jarum – piring. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruhmengenai konsentrasi udara dalam gas R134 dimana besarnya nilai tingkat kekuatan dielektrikgas R134 murni lebih tinggi dibandingkan dengan gas R134 yang telah terkontaminasi, dalamhal ini udara merupakan pengotornya. Selain itu, variasi rasio konsentrasi udara dari 0% sampai30% dan variasi rasio tekanan total gas campuran dari 755 mBar sampai 955 mBarmemengaruhi nilai kekuatan dielektrik gas campuran. Dimana semakin besar nilai konsentrasiudara maka akan semakin kecil nilai tegangan tembus. sedangkan semakin besar nilai tekanantotal gas campuran maka akan semakin besar nilai tegangan tembus.Kata kunci: isolator gas, tetrafloroetana, udara, tegangan tembus, kekuatan dielektrik. ABSTRACTThis study describes the effect of air concentration on the dielectric of tetrafluoroethane gasin a non-homogen ac high field. This research begins with data collection through breakdownvoltage testing at the High Voltage Laboratory, Department of Electrical Engineering,Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. Variations of conditions used in thebreakdown voltage test include changes in air concentration in RI 34 gas by 0%, 5%, 10%,15%, 20%, 25%, and 30% which are calculated based on the total pressure of the mixed gas,the variation of the total pressure of the mixed gas. of 755 mBar, 805 mBar, 855 mBar, 905mBar, and 955 mBar, as well as changes in the distance between 2 cm and 4 cm. The test usesa high voltage AC circuit. The arrangement of the electrodes used is a needle – plate. Theresults obtained in this study are the influence of air concentration in RI 34 gas where thevalue of the dielectric strength of pure RI 34 gas is higher than that of contaminated RI 34gas, in this case air is the impurity. In addition, variations in the air concentration ratio from0% to 30% and the variation of the total pressure ratio of the mixed gas from 755 mBar to955 mBar affects the dielectric strength of the mixed gas. Where the greater the value of airconcentration, the smaller the value of the breakdown voltage. while the greater the value ofthe total pressure of the mixed gas, the greater the value of the breakdown voltage.Keywords: gas insulator, tetrafluoroethane, air, breakdown voltage, dielectric strength.
ANALISIS PEMODELAN RANGKAIAN VIENNA RECTIFIER UNTUK MEREDUKSI TOTAL HARMONIC DISTORTION Taufik Miftaks; Waru Djuriatno; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyearah memiliki fungsi untuk mengkonversi tegangan AC (Alternaiting Current) menjadi tegangan DC (Direct Current). Penyearah memiliki beberapa jenis dalam pengoperasiannya, salah satunya diode rectifier. Dalam pengoperasian diode rectifier tiga fasa menggunakan 6 buah dioda, tetapi pada nilai THD yang dihasilkan dioda rectifier tidak memenuhi standard syarat operasional sistem listrik sehingga diperlukan rangkaian penyearah yang dapat mereduksi THD tersebut yaitu vienna rectifier. Vienna rectifier merupakan penyearah tiga fasa, tingkat tiga dan memiliki tiga sakelar dalam pengoperasiannya, dalam modulasinya vienna rectifier menggunakan jenis PWM (Pulse Width Modulation) dengan output yang terkontrol. Vienna rectifier memiliki kelebihan diantaranya, memiliki arus input sinusoidal kontinu, tidak perlu kabel netral, jumlah switching rendah, efisiensi yang tinggi, produksi three level tegangan dengan dua tegangan DC yang bernilai sama. Dalam penelitian ini digunakan model perancangan vienna rectifier menggunakan analisis beban induktif dan model control double closed loop PI. Dalam penelitian ini akan ditampilkan hasil simulasi yang dimana pada proses simulasi memggunakan Simulink Matlab dan analisis terhadap THD, respon sistem dan faktor daya. Kata Kunci : Vienna rectifier, THD, Power Factor, Induktor dan Simulink Matlab. ABSTRACT Rectifier has a function to convert AC (Alternaiting Current) voltage into DC (Direct Current) voltage. There are several types of rectifier in operation, one of which is the diode rectifier. In the operation of three-phase rectifier diodes, 6 diodes are used, but the THD value produced by the diode rectifier does not meet the standard requirements of the electrical operating system so that a rectifier circuit that can reduce THD is needed, namely the Vienna rectifier. Vienna rectifier is a three-phase rectifier, level three and has three starting points in its operation, in its modulation the vienna rectifier uses the PWM (Pulse Width Modulation) type with controlled output. The Vienna rectifier has the advantages of
SISTEM KONTROL KESADAHAN AIR PADA AKUAPONIK MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC MAMDANI Abdan Hafili; Bambang Siswojo; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akuaponik merupakan metode untuk melakukan akuakultur dan hidroponikmenggunakan media dan tempat yang sama. Kelebihan dari akuaponik yaitu dapatmenggunakan lahan yang sempit untuk menjalankannya karena menggunakanmedia air yang sama. Permasalahan yang sering ditemui adalah dibutuhkannyaperawatan kesadahan air secara teliti dan teratur. Hal tersebut dikarenakan nutrisiyang diserap oleh tanaman berasal dari ekskresi ikan, sehingga apabila ammoniayang ada dalam air terlalu tinggi maka akan menyebabkan kematian pada ikan.Pengontrolan kesadahan air secara otomatis sangat diperlukan untuk menjaga nilaikesadahan air pada akuaponik tetap berada pada rentang yang aman bagi ikan dantumbuhan sehingga keduanya dapat tumbuh dengan baik. Pada penelitian inidiusulkan sistem pengontrolan kesadahan air berbasis fuzzy logic Mamdani,pengontrolan ini dilakukan menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler.Objek akuakultur yang digunakan adalah ikan guppy (Poecilia reticulata) sertaobjek hidroponik yang digunakan adalah Pakcoy (Brassica rapa chinensis).
RANCANG BANGUN SISTEM CATU DAYA HYBRID PADA ALAT SMART GROWTH BOX UNTUK TANAMAN MICROGREENS Agung Wicaksono; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUntuk mengurangi gas rumah kaca (GRK) dari bahan bakar fosil dibutuhkan sumber energi alternatif yang salahsatunya energi surya. Namun energi surya memiliki kendala yaitu output daya yang dihasilkan kurang stabilkarena tergantung kontinuitas matahari. Penggunaan energi yang bersumber dari PLN bisa dijadikan sebagaienergi kedua jika energi surya nantinya tidak dapat memberikan energi ke beban (Hybrid). Sistem ini telahdimanfaatkan pada penelitian alat Smart growth box microgreens. Pada penelitian ini akan dibahas proses rancangbangun sistem hybrid menggunakan dua sumber energi yang berbeda yaitu energi surya dan energi listrik dariPLN yang memiliki mekanisme automatic switch serta membahas proses perancangan pendeteksi parameter arus,tegangan, dan daya untuk mengetahui pemakain sumber energi surya dan energi listrik dari PLN oleh perangkat.Sistem dirancang dapat menghasilkan output catu daya 5V DC, 12V DC dan 220V AC. Untuk pergantian catudaya sistem menerapkan automatic switch menggunakan relay. Dari hasil pengujian sistem hybrid berhasildirancang dengan didapatkan catu daya utama panel surya menghasilkan tegangan keluaran sebesar 12,49V16,38V, output solar charge control sebesar 11.92V-14.27V, output dari DC power supply stabil pada rentang12,34V-12,36V dan voltage regulator pada rentang 5.04V-5.05V. Sedangkan dalam melakukan switch catu dayarelay memiliki tingkat keberhasilan sebesar 85,71% dengan rasio keberhasilan 12:2 dari 14 percobaan. Catu dayapanel surya menyumbang 60,73% total keseluruhan konsumsi perangkat dengan lama penggunaan oleh perangkatrata-rata selama 13,58 jam dibandingkan dengan catu daya listrik PLN menyumbang sebesar 39,27%.Kata Kunci: Sistem Hybrid, Panel Surya, Automatic switch.ABSTRACTTo reduce greenhouse gases (GHG) from fossil fuels, alternative energy sources are needed, one of which is solarenergy. However, solar energy has a problem, namely the power output produced is less stable because it dependson the continuity of the sun. The use of energy sourced from PLN can be used as second energy if solar energylater cannot provide energy to the load (Hybrid). This system has been used in research on the Smart growth boxmicrogreens tool. In this study, we will discuss the process of designing a hybrid system with two different energysources, namely solar energy and electrical energy from PLN which has an automatic switch mechanism anddesign proces

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue