cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
Analisis Koordinasi Sistem Proteksi OCR dan GFR pada Outgoing Bus 1 Trafo 1 GI Pemaron Setelah Integrasi PLTD
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas analisis koordinasi danresetting Overcurrent Relay (OCR) dan Ground Fault Relay(GFR) pada jaringan tegangan menengah 20 kV OutgoingBus 1 Trafo 1 GI Pemaron pasca integrasi PLTD 50 MW.Integrasi sumber baru tersebut menyebabkan peningkatanarus hubung singkat pada outgoing bus 1 trafo 1, sehinggadiperlukan analisis terhadap keandalan sistem proteksi.Analisis dilakukan melalui perhitungan manual berdasarkanstandar IEC 60255, IEC 60909, BS-142, dan IEEE 242, sertasimulasi menggunakan software DIgSILENT. Hasilmenunjukan kenaikan arus hubung singkat pada rentang1,464% hingga 51,338% pada gangguan tiga fasa, 1,687&hingga 64,593% pada gangguan dua fasa dan 0,0175%hingga 0,216% pada gangguan satu fasa ke tanah di berbagailokasi gangguan. Peningkatan ini berpengaruh padakeandalan proteksi antar fasa, ditunjukkan oleh overlappingkurva OCR antara recloser dan rele outgoing. Prosesresetting dilakukan dengan menyesuaikan arus pickup danTMS pada kurva SI (I>) dan DT(I>>) recloser dan outgoing,serta perbaikan koordinasi kurva DT(I>>) dan definite timestage 2 (I>>>) rele incoming, sehingga seluruh kurvamemenuhi interval minimum 0,2s sesuai standar IEEE 242.Sementara itu, koordinasi GFR tetap selektif karenapeningkatan arus gangguan tanah sangakat kecil.Kata Kunci—Ground Fault Relay, Koordinasi Proteksi,Overcurrent Relay, Penambahan Sumber, Penyulang
Integrasi Sistem Logika Fuzzy dan IoT untuk Pemantauan dan Pengaturan Durasi Pengkabutan Tanaman Selada Hijau pada Sistem Aeroponik
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan pertanian dan ketersediaanair irigasi menjadi tantangan utama dalam pengembangansistem pertanian berkelanjutan. Aeroponik merupakan salahsatu pendekatan yang mampu meningkatkan efisiensipenggunaan lahan dan air melalui penyemprotan larutannutrisi langsung ke akar tanaman. Namun, pengaturandurasi pengkabutan yang kurang tepat dapat menyebabkanpemborosan air dan nutrisi atau menghambat pertumbuhantanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang danmengimplementasikan sistem aeroponik berbasis Internet ofThings (IoT) dengan pengaturan durasi pengkabutanmenggunakan logika fuzzy tipe Sugeno pada tanaman seladahijau (Lactuca sativa L.). Sistem menggunakanmikrokontroler STM32F401CCU6, modul Wi-Fi ESP8266untuk koneksi internet dan blynk, dan serta sensor untukmemantau parameter lingkungan dan nutrisi, meliputi suhu,kelembapan, pH, Total Dissolved Solids (TDS), ketinggian airnutrisi, dan laju aliran, dan juga menampilkan data secarareal-time melalui platform IoT. Logika fuzzy Sugenodigunakan untuk menentukan durasi pengkabutanberdasarkan kondisi suhu dan kelembapan ruang akar. Hasilpengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengaturdurasi pengkabutan secara adaptif pada rentang 5–20 detikdengan error rata-rata 1,45% dibandingkan simulasiMATLAB. Sistem menghasilkan efisiensi penggunaan airsebesar 47,96% dibandingkan sistem aeroponikkonvensional, serta menunjukkan peningkatan pertumbuhanvegetatif selada hijau yang ditunjukkan oleh peningkatantinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa integrasi logika fuzzy danIoT efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dankinerja sistem aeroponik.Kata Kunci—Aeroponik, Internet of Things (IoT), LogikaFuzzy, Pengaturan Durasi Pengkabutan. 
ANALISIS PERFORMA ALGORITMA MACHINE LEARNING (DECISION TREE, SVM, RANDOM FOREST) UNTUK PREDIKSI HUJAN HARIAN DENGAN DATA IOT BERBASIS LORA
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi hujan harian merupakan topik yangbanyak dikaji dalam penerapan model pembelajaranmesin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tigaalgoritma pembelajaran mesin tradisional, yaitu SupportVector Machine (SVM), Random Forest (RF), danDecision Tree (DT), dalam melakukan prediksi hujan diarea perkebunan di daerah Batu, Kota Malang, denganmenggunakan data primer dan data sekunder. Data primerdikumpulkan melalui sistem IoT yang dikembangkandalam penelitian ini, sedangkan data sekunder diperolehdari data harian Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG). Parameter data yang digunakanmeliputi suhu, kelembapan, dan kecepatan angin. SistemIoT terdiri atas alat pengirim, alat penerima, serta serverpenyimpanan data. Komunikasi antar transceivermenggunakan LoRa dengan frekuensi 433 MHz,sedangkan pengiriman data dari alat penerima ke serverdilakukan melalui protokol MQTT. Pada tahappreprocessing, dilakukan label encoding untukmengklasifikasikan curah hujan menjadi nilai biner (0untuk tidak hujan/hujan ringan dan 1 untuk hujansedang/lebat). Evaluasi model dilakukan menggunakanmetrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan FPR.Penelitian ini berhasil mengimplementasikan sistemprediksi hujan di perkebunan Batu, Malang menggunakanIoT berbasis LoRa dengan data sensor bulan Juli 2025dipadukan data 1,5 tahun dari BMKG untuk pelatihan.Evaluasi tiga algoritma pembelajaran mesin menunjukkanRandom Forest memiliki performa terbaik pada pelatihan(akurasi 88,28%), namun akurasinya turun menjadi78,57% pada data real-world dengan kemampuan deteksihujan yang masih rendah (precision, recall, f1-score 50%).SVM juga menunjukkan akurasi pelatihan yang tinggi(86,48%), namun performanya pada data real-worldserupa dengan Random Forest dan belum optimal dalammengenali kondisi hujan. Sebaliknya, Decision Treememberikan hasil terbaik pada pengujian data nyatadengan akurasi 85,71%, FPR lebih rendah pada kelas tidakhujan, serta peningkatan signifikan dalam mengenalihujan (precision dan recall 91%), sehingga lebih seimbangdalam membedakan kedua kelas dan menjadi algoritmaterbaik pada penelitian ini.Kata Kunci: IoT, LoRa, MQTT, pembelajaran mesin,prediksi hujan.
ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER ANTENA MIKROSTRIP PATCH BINTANG 27 DENGAN ANTENA MIKROSTRIP TRUNCATED PATCH BINTANG 27 SERTA PERBANDINGAN KINERJA PADA MODEM CPE ROUTER LTE
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai kinerja antena mikrostrip patch bintang 27 dan antena mikrostriptruncated patch bintang 27 pada frekuensi 2,4 GHz pada modem CPE router LTE. Perancangan antenadilakukan menggunakan CST Studio Suite, dilanjutkan proses fabrikasi dan pengujian menggunakanARINST Vector Network Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antena mikrostrip truncatedpatch memberikan peningkatan performansi yang signifikan, terutama pada bandwidth, gain, directivity,efisiensi, serta axial ratio. Antena truncated patch menghasilkan bandwidth 178,7 MHz, gain 2,17 dB,directivity 3,56 dB, efisiensi 72,72%, dan axial ratio 2,24, yang lebih baik dibandingkan antena mikrostripbintang 27. Secara keseluruhan, antena mikrostrip truncated patch terbukti meningkatkan performansiantena dibandingkan desain patch Bintang 27. Dengan nilai axial ratio ≤ 3 dB, desain truncated patchdinyatakan lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan polarisasi melingkar dan stabilitas radiasi tinggi,serta layak diterapkan pada perangkat komunikasi berbasis LTE dan WiFi 2,4 GHz.Kata Kunci: Antena mikrostrip, Truncated patch, CST Studio Suite, Polarisasi Melingkar, Frekuensi 2.4GHz, Modem CPE router LTE, RSRP, RSRQ, SNR.
PENGONTROLAN LEVEL DAN KEKERUHAN AIR PADA MINIATUR TANDON AIR BERBASIS IOT
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang ketersediaannya harus dijaga baik dari segi kuantitas maupun kualitas.Permasalahan umum yang sering terjadi pada sistem tandon air adalah level air yang tidak terkontrol dan kualitas air yangmenurun akibat meningkatnya kekeruhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistempengontrolan level dan kekeruhan air pada miniatur tandon air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantauserta memperbaiki kualitas air secara otomatis. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendaliyang terhubung dengan tiga sensor utama, yaitu sensor ultrasonik A02YYUW untuk pengukuran level air, sensor turbiditySEN0189 untuk kekeruhan, dan sensor TDS untuk memantau jumlah zat padat terlarut. Data dari sensor diolahmenggunakan logika berbasis threshold untuk mengaktifkan dua aktuator berupa pompa pengisian air dan pompa filtrasikarbon aktif secara otomatis. Seluruh parameter dipantau melalui aplikasi Blynk secara real-time, yang juga berfungsi untukpencatatan (data logging). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi tinggi dengan rata-rata error relatifsensor ultrasonik sebesar 0,87%, sensor kekeruhan 2,82%, dan sensor TDS 0,91%. Sistem filtrasi mampu menurunkan nilaikekeruhan air dari 897,4 NTU menjadi 4,7 NTU dalam waktu 35 menit, dengan efektivitas reduksi sebesar 99,48%. Dengandemikian, sistem ini terbukti efektif dalam mengontrol level air dan meningkatkan kualitas air secara otomatis serta dapatmenjadi dasar pengembangan sistem pengelolaan air bersih berbasis IoT skala besar di masa depan.Kata kunci: IoT, pengontrolan level air, kekeruhan air, sensor ultrasonik, sensor turbidity, TDS, ESP32, Blynk.
RANCANG BANGUN SISTEM PARKIR TERINTEGRASI PADA AREA TERTUTUP
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Permasalahan keterbatasan lahan danmanajemen parkir menjadi isu penting dilingkungan kampus. Sistem parkir konvesionalyang masih manual dinilai tidak efisien,memakan waktu, serta memiliki tingkatkeamanan yang rendah. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan mengimplementasikansistem parkir terintegrasi berbasis RFID danESP32 guna meningkatkan efisiensi manajemenparkir di Universitas Brawijaya. Sistem inimenggabungkan modul RFID-RC522 sebagaipembaca kartu, ESP32 sebagai mikrokontrolerdan penghubung ke server, serta MySQL sebagaibasis data lokal melalui XAMPP. Data yangdiperoleh dari RFID dikirim secara real-timemelalui jaringan WiFi dan disimpan dalamserver database. Hasil pengujian menunjukkanbahwa sistem bekerja secara responsif, akuratdalam membaca UID RFID, serta mampumenyimpan dan menampilkan data parkirdengan baik. Dengan fitur indentifikasi otomatisdan monitoring data, sistem ini mampumendukung program green campus melaluidigitalisasi sistem parkir.Kata Kunci: RFID, ESP32, Sistem Parkir, IoT,MySQL database 
Analisis Blank Spot di Gedung A Teknik Elektro Universitas Brawijaya dengan Metode Walk Test Menggunakan Software Nemo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan seluler,khususnya 4G LTE, memberikan peningkatan signifikandalam kualitas layanan komunikasi data. Namun,permasalahan blank spot masih sering dijumpai, terutama didalam gedung bertingkat akibat adanya hambatan fisik yangmenghalangi propagasi sinyal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kualitas sinyal 4G operator XL di area indoorGedung A Fakultas Teknik Universitas Brawijaya denganmetode walk test. Pengukuran dilakukan menggunakanperangkat smartphone yang terintegrasi dengan perangkatlunak Nemo untuk memperoleh parameter Received SignalReferenced Power (RSRP), Received Signal Referenced Quality(RSRQ), Received Signal Strength Indicator (RSSI), dan Signalto Interference plus Noise Ratio (SINR). Data hasil pengukurankemudian diolah menggunakan software Nemo sehinggadiperoleh peta distribusi sinyal di area penelitian. Hasil analisismenunjukkan bahwa terdapat beberapa titik dengan nilaiRSSI yang rendah berdasarkan berdasarkan Key PerformanceIndikator (KPI) yang mengindikasikan adanya area blank spotpada lokasi tertentu di dalam gedung, terutama di area denganstruktur dinding tebal dan jauh dari jendela. Temuan inimemberikan gambaran bagi operator seluler dalammelakukan optimalisasi jaringan melalui penambahanrepeater, Distributed Antenna System (DAS), atau solusiteknologi lain agar kualitas layanan tetap terjaga. Dengandemikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensidalam evaluasi kualitas jaringan indoor sekaligus mendukungpeningkatan pengalaman pengguna layanan seluler.Kata kunci: 4G LTE, walk test, Nemo, blank spot
OPTIMASI PENEMPATAN TITIK OPTICAL DISTRIBUTION POINT (ODP) PADA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DI PERUMAHAN GRAHA DEWATA MALANG MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEDOIDS CLUSTERING
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan penempatan Optical Distribution Point (ODP) yang tidak optimal pada jaringan Fiber ToThe Home (FTTH) dapat menyebabkan pemborosan panjang kabel, peningkatan redaman, sertamenurunnya efisiensi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penempatan ODP padajaringan FTTH di Perumahan Graha Dewata Malang dengan menggunakan algoritma K-Medoidsclustering berbasis data spasial pelanggan. Data penelitian terdiri dari 135 lokasi rumah pelanggan yangdiperoleh melalui pemetaan Google Earth dan diolah menggunakan QGIS. Penentuan jumlah clusterdidasarkan pada kapasitas standar splitter PT Telkom Indonesia dengan mempertimbangkan perhitunganpower link budget. Implementasi algoritma dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python untukmemperoleh titik medoid sebagai lokasi ODP yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwaalgoritma K-Medoids menghasilkan konfigurasi ODP yang lebih efisien dibandingkan metode manual,yang ditunjukkan oleh penurunan jarak rata-rata antara pelanggan dan ODP serta penghematan yangsignifikan pada panjang kabel distribusi. Selain itu, hasil evaluasi power link budget menunjukkan bahwaseluruh jalur jaringan berada dalam batas standar GPON Class B+, sehingga secara teknis layak untukdiimplementasikan. Dengan demikian, algoritma K-Medoids terbukti efektif sebagai metode optimasipenempatan ODP pada perancangan jaringan FTTH berbasis data spasial.Kata Kunci: Data Spasial, Fiber To The Home (FTTH), K-Medoids Clustering, Optical DistributionPoint (ODP), Optimasi Jaringan
PERANCANGAN KONTROLER PI PLUS RESONANSI PADA ARUS MOTOR INDUKSI TRAKSI KERETA CEPAT BERBASIS METODE MODULUS OPTIMUM UNTUK REDUKSI HARMONISA
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan pada sistem traksi kereta cepat karena karakteristiknya yangkuat, efisien, dan stabil. Namun, keberadaan harmonisa arus akibat switching inverter dapat menurunkan kualitasdaya dan kinerja pengendalian. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis pengendali PI plus resonansi(PIR) berbasis metode Modulus Optimum (MO) untuk meningkatkan performa kontrol arus dan mengurangiharmonisa. Parameter pengendali PI dan PIR ditentukan menggunakan pendekatan MO, sementara nilai gainresonansi ditetapkan melalui metode trial and error untuk menjaga stabilitas sistem. Simulasi dilakukanmenggunakan model motor induksi tiga fasa berbasis Field Oriented Control (FOC) pada Simulink Matlab. Hasilmenunjukkan bahwa pengendali PIR memberikan peningkatan performa dibanding PI, ditunjukkan oleh rise timeyang lebih cepat, settling time yang lebih singkat, serta penurunan overshoot flux dari 43,47% menjadi 30,39%.Pada sisi arus, PIR mampu sedikit menurunkan ripple dan amplitudo, serta menghasilkan THD yang lebih rendahdibanding PI, meskipun reduksi masih terbatas. Secara keseluruhan, pengendali PIR berbasis MO meningkatkanrespons dinamis dan kualitas arus, sehingga relevan diterapkan pada sistem traksi motor induksi yangmembutuhkan performa tinggi dan ketahanan terhadap gangguan harmonik.Kata kunci – Motor Induksi Traksi, PI Resonansi, Modulus Optimum, Harmonisa, THD.
Rancang Bangun Sistem Parkir Berbasis QR Code (Kode Respons Cepat)
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan yangsemakin pesat menuntut sistem parkir yangefisien, aman, dan mudah digunakan. Penelitianini bertujuan untuk merancang dan membangunsistem parkir otomatis berbasis QR code sebagaiSolusi terhadap berbagai permasalahan sistemparkir konvensional yang masih menggunakanpencatatan manual dan minim otomatisasi.Sistem ini dikembangkan menggunakanRaspberry Pi 4 sebagai unit pemroses utama,kamera webcam Logitech C270 untukpemindaian QR code, serta modul relay sebagaipengontrol palang parkir otomatis. Penggunasistem cukup menunjukkan QR code yang telahterdaftar, dan sistem akan secara otomatismemverifikasi, mencatat data ke dalam databaseMySQL, serta mengaktifkan palang parkirsesuai status pengguna (MASUK/KELUAR).Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistemmampu membaca QR code dengan akurat danmerespons dengan cepat, baik untuk masukmaupun keluar area parkir. Implementasi sistemini juga mendukung pengelolaan data parkirsecara real-time dan efisien, serta mengurangiwaktu antrian pengguna. Dengan demikian,sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkanefisiensi, akurasi, dan keamanan layanan parkir,khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu BudayaUniversitas Brawijaya.Kata Kunci: sistem parkir, QR code, RaspberryPi, MySQL 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue