Jurnal Administrasi Publik
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Articles
2,676 Documents
Pengaruh Implementasi Sistem Pengadaan Secara Elektrinik (E-Procurement) Terhadap Fraud Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Studi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Magetan)
Rahmawan Satriyo Nugroho
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The INFLUENCED OF ELECTRONICAL PROCUREMENT SYSTEM (E-PROCUREMENT) TO THE GOVERNMENT PROCUREMENT OF GOODS/SERVICES (Study on The Magetan District Working Units Area). E-procurement is an auction system in acquiring government goods and services by using technology, information and communication based on the internet in carry out stages or all of procurement processes with purpose the government procurement of goods and services can run effectively, efficient, open, and accountable. There are several factors that influenced to the implementation of e -procurement in order to meet with the main purpose of implementing. This study is using of explanatory research by using 45 employees that involved in the procurement process as samples. The result of the research shows that e-procurement implementation  system has a positive direction and influence significantly to government procurement of goods/services fraud. An influence that was expected from e-procurement implementation in Magetan District working unitsarea is can be preventive efforts again government goods/services fraud. Keywords: goods and service procurement, fraud, e-procurement implementation  Abstrak: Pengaruh Implementasi Sistem Pengadaan Secara Elektrinik (E-Procurement) Terhadap Fraud Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Studi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Magetan). E-procurement adalah sebuah sistem lelang dalam kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah dengan memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi berbasis internet dalam melaksanakan tahapan atau semua proses pengadaan dengan tujuan pengadaan barang/jasa pemerintah dapat berlangsung secara efektif, efisien, terbuka, dan akuntabel. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi e-procurement agar dapat sesuai dengan tujuan digunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan sejauh mana pengaruh implementasi sistem e-procurement terhadap fraud pengadaan barang/jasa pemerintah. Penelitian ini memakai jenis explanatory research dengan menggunakan 45 pegawai yang terlibat dalam proses pengadaan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-procurement berpengaruh secara signifikan dan memiliki arah yang positif terhadap fraud pengadaan barang/jasa pemerintah. Pengaruh yang diharapkan dari implementasi e-procurement pada satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Magetan adalah upaya pencegahan terhadap tindakan fraud pengadaan barang/jasa pemerintah.  Kata kunci: pengadaan barang/jasa, kecurangan, implementasi e-procurement
Pengelolaan Dana Sharing Produksi Kayu untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi tentang Penerapan Co-management pada ‘Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cepu Kabupaten Blora)
Andry Kurniawati
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 Abstract: Management of Wood Production Sharing Fund to Improve Forest Village Community Empowerment (Study on Implementation Co-management in the Forest Resources Management System Collaborative in Perhutani KPH Cepu Kabupaten Blora)Indonesia as a country that has a fairly large forest area certainly has a great potential of forest resources . As a developing country , the forest is positioned as the natural resources exploited by the forest villagers . Forests need to be maintained and managed as well as the welfare of forest villagers . Blora has a large area of ​​forest that is 49.66 % of the total Blora Regency . Perum Perhutani KPH Cepu as one of KPH in Blora implement PHBM system in co-management since 2002. PHBM is inseparable from the production sharing timber that is the result of forest villagers. Management of timber production sharing collaborative co-management means between forest villagers and Perum Perhutani KPH Cepu. Besides sharing the use of funds carried out by mutual agreement to realize the empowerment of forest villagers .  Keywords : co-management, community empowerment, sharing of wood production Abstrak: Pengelolaan Dana Sharing Produksi Kayu untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi tentang Penerapan Co-management pada Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat’ di Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cepu Kabupaten Blora) Indonesia sebagai negara yang memiliki luas hutan cukup besar tentu memiliki potensi sumberdaya hutan yang besar. Sebagai negara berkembang, hutan diposisikan sebagai sumberdaya alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa hutan. Keberadaan hutan perlu untuk dijaga dan dikelola serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Kabupaten Blora memiliki luas hutan yang besar yaitu 49,66% dari luas Kabupaten Blora. Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu sebagai salah satu KPH Kabupaten Blora melaksanakan sistem PHBM secara co-management sejak tahun 2002. PHBM tidak terlepas dari sharing produksi kayu yaitu bagi hasil untuk masyarakat desa hutan. Pengelolaan sharing produksi kayu dilakukan secara co-management artinya kolaboratif antara masyarakat desa hutan dan Perum Perhutani KPH Cepu. Selain itu penggunaan dana sharing dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa hutan.  Kata kunci: pengelolaan kolaboratif, pemberdayaan masyarakat, sharing produksi kayu
PERUBAHAN PROSEDUR PENGGUNAAN ANGGARAN SETELAH KELURAHAN MENJADI SKPD (Studi pada Kantor Kelurahan Lowokwaru Kota Malang)
Nur Risqi Saputra
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 9 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 Abstract Change Of Procedure Usage Of Budget After Sub-District Become SKPD. ( Study At Office Sub-District Of Lowokwaru Malang City). This research use research type qualitative. As for becoming focus in this research is (1) Change of procedure usage of budget after sub-district become SKPD in Sub-District of Lowokwaru covering (a) Difference of tupoksi officer of sub-district in procedure usage of budget after sub-district become SKPD. (b) Procedure usage of budget after sub-district become SKPD. (2) Factor resistor and supporter of change of procedure usage of budget after sub-district become SKPD. Factor Resistor (a) The lack of socialization change of procedure usage of budget after sub-district become SKPD to officer of Sub-District of Lowokwaru. (b) Resource of aparatur less supporting sub-district change of procedure penggunaa of budget. Supplementary factor cover (a) The existence of governmental support central government and town. (b) The existence of positive respon of society. Pursuant to result of research can be concluded that after change realize, public of Sub-District Lowokwaru feel real evidence of  facility, this matter which yield the existence of active partisipation of society so central for the development of Sub-District of Lowokwaru toward better. But from duty facet and function officer of sub-district still like before existence of difference of procedure usage of budget. Socialization less to each officer of sub-district become factor resistor of change of procedure usage of budget after sub-district become SKPD in Sub-District of Lowokwaru. Of the conclusion given by suggestion for the Chief of village of new duty socialization memeberikan to officer of sub-district concerning difference of procedure usage of budget to increase officer performance to be more effective and is efficient. Besides socialization difference of usage of budget after sub-district become SKPD passed to citizen Sub-District of Lowokwaru so that citizen more active participate in giving input and play a part in development of Sub-District of Lowokwaru. Keyword: Change Of Procedure Usage of Budget,Reform, Sub-District.  Abstrak: Perubahan Prosedur Penggunaan Anggaran Setelah Kelurahan Menjadi SKPD (Studi Pada Kantor Kelurahan Lowokwaru Kota Malang).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah (1) Perubahan prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD di Kelurahan Lowokwaru yang meliputi (a) perbedaan tupoksi pegawai kelurahan dalam prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD. (b) prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD. (2) Faktor penghambat dan pendukung perubahan prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD. Faktor penghambat (a) Kurangnya sosialisasi perubahan prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD kepada pegawai Kelurahan Lowokwaru. (b) Sumber daya aparatur kelurahan yang kurang mendukung perubahan prosedur penggunaa anggaran. Faktor pendukung meliputi (a) Adanya dukungan pemerintah kota dan pemerintah pusat. (b) Adanya respon positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah perubahan tersebut dijalankan,warga Kelurahan Lowokwaru merasakan bukti nyata perubahan ini dibidang fasilitasi, hal ini yang menghasilkan adanya partisiapasi aktif dari masyarakat sangat berperan untuk pembangunan Kelurahan Lowokwaru kearah yang lebih baik. Namun dari segi tugas dan fungsi pegawai kelurahan masih tetap seperti sebelum adanya perbedaan prosedur penggunaan anggaran. Kurangya sosialisasi kepada setiap pegawai kelurahan menjadi faktor penghambat perubahan prosedur penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD di Kelurahan Lowokwaru. Dari kesimpulan tersebut diberikan saran untuk Lurah memeberikan sosialisasi tugas baru kepada pegawai kelurahan mengenai perbedaan prosedur penggunaan anggaran untuk meningkatkan kinerja pegawai agar lebih efektif dan efisien. Selain itu sosialisasi perbedaan penggunaan anggaran setelah kelurahan menjadi SKPD diberikan pada warga Kelurahan Lowokwaru agar warga lebih aktif berpartisipasi dalam memberikan masukan dan berperan dalam pembangunan Kelurahan Lowokwaru.  Kata kunci: Perubahan Prosedur Penggunaan Anggaran,Reformasi,Kelurahan
Pengaruh Kinerja Pegawai Dan Sistem Pelayanan Terhadap Tingkat Kualitas Pelayanan Transportasi Udara (Studi Pada Maskapai Garuda Indonesia di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang)
Muhammad Affan Adrianto
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The Influence Of Employee Performance And Service System Of Air Transportation Service Quality Levels (Study on Garuda Indonesia at Abdul Rachman Saleh Airport, Malang). Service quality is an important element in the effort to improve a public service. There are several factors that affect the service quality may be said to be good, namely the performance of employees and service system. This research aims to analyze and explain the extent of the influence of employee performance and service system of the service quality of the airline Garuda Indonesia. This study is using explanatory research by using the 76 passengers as research samples. The result of the research shows that employee performance and service system has a positive direction and influence significantly to service quality. Employee performance and service system partially able to exert influence on service quality and service system is having an influence greater than the employee performance of the service quality of the airline Garuda Indonesia. Keywords: employee performance (X1), service system (X2), service quality (Y), Garuda Indonesia  Abstrak: Pengaruh Kinerja Pegawai Dan Sistem Pelayanan Terhadap Tingkat Kualitas Pelayanan Transportasi Udara (Studi Pada Maskapai Garuda Indonesia di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang). Kualitas pelayanan merupakan unsur yang penting dalam usaha untuk meningkatkan suatu pelayanan publik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan tersebut dapat dikatakan baik yaitu kinerja pegawai dan sistem pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan sejauh mana pengaruh kinerja pegawai dan sistem pelayanan terhadap kualitas pelayanan maskapai Garuda Indonesia. Penelitian ini memakai jenis penelitian eksplanatori dengan menggunakan 76 penumpang sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai dan sistem pelayanan memiliki arah yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan. Kinerja pegawai dan sistem pelayanan secara parsial mampu memberikan pengaruh terhadap kualitas pelayanan dan diketahui bahwa sistem pelayanan merupakan faktor yang memiliki pengaruh lebih besar daripada kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan maskapai Garuda Indonesia.  Kata kunci: kinerja pegawai (X1), sistem pelayanan (X2), kualitas pelayanan (Y), Garuda Indonesia
Inovasi Pemerintah Kota Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Untuk Mendukung Pengembangan Kota Surabaya Yang Berbasis Ramah Lingkungan (Studi Pada Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Surabaya)
Ericksa Rivqie Ramadhan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The City Government Innovation in Green Open Space Management to Support Development of Surabaya City-Based Environmental Friendly (Studies in the Department of Hygiene and Gardening Surabaya). Green Open Space City is a part of city that did not built and overgrown by plant that serve to support the security, prosperity, environmental quality improvement, and nature conservation. The increasing pace of development in the city of Surabaya pose a potential shrinking amount of green open space. To prevent these conditions, the Goverment of Surabaya must have innovation and creativity in the management of green open space that is expected to keep the existence of open green space in the city of Surabaya.. The results of this research claim that goverment of Surabaya have developed and implemented a variety of innovative programs in the management of green open spaces. The advice given is, that Dinas Kebersihan Pertamanan Surabaya continue to invite the private sector to participate actively in the management of green open spaces, socialize and harder campaign about the importance of green open space to the whole society in the city of Surabaya. Keywords: Green Open Space, Management, Innovation. Abstrak: Inovasi Pemerintah Kota Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Untuk Mendukung Pengembangan Kota Surabaya Yang Berbasis Ramah Lingkungan (Studi Pada Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Surabaya).Ruang Terbuka Hijau adalah bagian kota yang tidak terbangun dan ditumbuhi oleh tanaman yang berfungsi menunjang keamanan, kesejahteraan, peningkatan kualitas lingkungan, dan pelestarian alam.. Meningkatnya laju pembangunan di Kota Surabaya menimbulkan potensi penyusutan jumlah ruang terbuka hijau. Untuk mencegahnya maka Pemerintah Kota Surabaya harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan ruang terbuka hijau. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya..Hasil dari penelitian ini. Pemerintah Kota Surabaya telah membuat dan melaksanakan berbagai program inovatif pengelolaan ruang terbuka hijau. saran yang disampaikan adalah, agar Dinas Kebersiahan Pertamanan  terus mengajak pihak swasta untuk ikut aktif dalam pengelolaan ruang terbuka hijau, mensosialisasikan dan mengkampayekan lebih giat lagi tentang pentingnya ruang terbuka hijau kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Surabaya Kata kunci :Ruang Terbuka Hijau, Pengelolaan, Inovasi.
Implementasi Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dalam Mewujudkan Sustainable Development Masyarakat Desa Hutan) (Studi kerjasama Masyarakat Desa Hutan dengan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Bate Kabupaten Tuban)
Ayu Novawana Sabila
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrack: The Implementation of Collaborative Forest Management with Communities Program in creating Sustainable Development of Forest Village Communities (A Studi in Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan with Communities of Desa Hutan Bate Kabupaten Tuban) Along with dinamycs development of Indonesia, the role of forest is important in supporting toincrease the nation’s economy. Forest management should be based on Sustainable Development to balance economic aspec, social aspec, and environment aspec. Perum Perhutani BKPH Bate using the Collaborative Forest Management Program ( PHBM) to managethe forest. Implementation of this program involving forest communities through LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). The research aims are to determine, describe and analyze how Perum Perhutani BKPH Bate manage the forest with Collaborative Forest Management princip that involving forest communities.In this study,researcher prefer to use aqualitative method research with a descriptive approach and also use a Miles Huberman methods of analysis. And suggestion from the researcher to Forest Communities is to improve the participation in Collaborative Forest Management Program Keywords: sustainable development, implementation of program Abstrak: Implementasi Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dalam Mewujudkan Sustainable Development Masyarakat Desa Hutan (Studi Kerja Sama Masyarakat Desa Hutan dengan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Bate Kabupaten Tuban). Seiring dengan dinamika perkembangan pembangunan Indonesia, peran kawasan hutan menjadi penting dalam mendukung peningkatan ekonomi bangsa. Pengelolaan Hutan harus didasarkan pada pembangunan secara berkelanjutan agar terjadi keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perum perhutani BKPH Bate melakukan pengelolaan hutan dengan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Program ini dilaksanakan dengan melibatkan peran masyarakat sekitar hutan melalui suatu lembaga yang disebut Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Lembaga inilah yang mewadahi masyarakat sekitar hutan dalam melakukan hubungan kerjasama dengan pihak perum perhutani BKPH Bate dalam rangka PBHM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bagaimana PerumPerhutani BKPH Bate mengelola hutan dengan prinsip PHBM yang melibatkan masyarakat sekitar hutanSaran peneliti untuk masyarakat untuk lebih aktif dalam berpartisipasi dalam program PHBM. Kata kunci: pembangunan berkelanjutan, implementasi program
Efektivitas Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Simrenda) (Studi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang)
Budhi Setianingsih
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrack: Effectiveness Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Simrenda) (Study on Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang). Local development planning is a guideline for the implementation of development and become a benchmark for the success of local development. One important aspect for the success of local development plan is the presence of the institution or working unit as well as the information systems that support.Application based information systems used in local development planning is Simrenda. Simrenda existence is expected to improve the quality of local development planning, so that the realization of development can be achieved optimally. These results indicate that the application of Simrenda still not effective. This is caused by minimum identification of the problems of regional development efforts, the limited ability of human resources in BAPPEDA and the level of people's satisfaction with the results of regional development in the city of Malang are still low. Keywords: effectiveness, sistem perencanaan pembangunan daerah Abstrak: Efektivitas Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Simrenda) (Studi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang). Perencanaan pembangunan daerah merupakan pedoman pelaksanaan pembangunan serta menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah. Salah satu aspek penting bagi keberhasilan perencanaan pembangunan daerah adalah terdapatnya badan atau satuan kerja yang baik serta adanya sistem informasi yang mendukung. Aplikasi berbasis sistem informasi yang digunakan dalam perencanaan pembangunan daerahadalah Simrenda. Keberadaan Simrenda diharapkan dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, sehingga realisasi pembangunan dapat tercapai secara optimal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaplikasian Simrenda masih belum efektif. Hal ini disebabkan oleh minimnya upaya identifikasi permasalahan pembangunan daerah, terbatasnya kemampuan sumber daya manusia di BAPPEDA serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pembangunan daerah di Kota Malang yang masih rendah. Â Kata Kunci: efektivitas, sistem perencanaan pembangunan daerah
Jejaring Kerja Organisasi dalam Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri
Andreka Anugrah Adam Pratama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: The Working Network of Organization in Preventing HIV/AIDS in Kediri Disctrict. Networking or "network" has become an important concept in the study of the science of public administration. Network or network this is a structure which contained a variety of connected actor. The purpose of this study is to describe and analyse organization networks in preventing HIV/AIDS in Kediri District. The study found various types of organizational network in HIV/AIDS prevention programs. Results of social network analysis show that few actors have key roles within those programs. For example, District Health Agency and KPAD have main role in dissemination HIV/AIDS prevention. However, it shows that among important actors did not involved within the programs indicating lack of collaboration among actors in preventing HIV/AIDS in Kediri. Thus in order for HIV/AIDS prevention programs in the District of Kediri was able to walk with a maximum then need for expansion of the actors with important actors involved in each HIV/AIDS prevention programs in the District of Kediri. Keyword : working network, HIV/AIDS prevention, Kediri Abstrak:. Jejaring Kerja Organisasi dalam Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Jejaring atau “network†telah menjadi sebuah konsep terpenting dalam kajian ilmu administrasi publik. Jejaring atau network ini merupakan sebuah struktur yang didalamnya terdapat berbagai aktor yang saling terhubung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis jejaring kerja organisasi dalam pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pola jejaring yang beragam dalam setiap program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Hasil analisis jejaring sosial menunjukkan beberapa aktor kunci dalam setiap program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Misalnya Dinas Kesehatan dan KPAD memegang peranan penting dalam program sosialisasi HIV/AIDS. Penelitian ini menemukan belum adanya kerjasama yang luas dalam beberapa program-program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Kurang adanya kerjasama yang luas ini menjadi salahsatu penyebab upaya pencegahan HIV/AIDS yang belum maksimal selama ini. Maka dari itu agar program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri bisa berjalan dengan maksimal maka perlu adanya perluasan aktor dengan melibatkan aktor-aktor penting dalam masing-masing program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri. Kata Kunci : jejaring ikerja, pencegahan HIV/AIDS, Kediri
Implementasi Manajemen Perpustakaan Berbasis Elektronik Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Prima (Studi Pada Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang)
I Putu Agus Wiradyana
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: Based Electronic Library Management Implementation As Efforts to Improve Quality Service (Studies in Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang). The modern library is a library that can provide various types of books and in the running management using electronic means as supporting activities. Implementation of electronic-based library management in an effort to improve the excellent service management application on the library by using electronic media to improve the public service as well as the electronic device used for library employees work. The use of SLA (Smart Library Automation) is a proof of service to visitors is run effectively and efficiently. The use of SLA (Smart Library Automation) also makes the employee's job becomes easy, can avoid a fatal error. One example of the use of SLA (Smart Library Automation) is the use of online catalog based on the SLA. Use online catalog is very assist visitors in finding the book they are looking for without having to search manually. However, this management process can not be separated from the factors supporting and inhibiting factors. Supporting factors include the availability of budgetsto support activities in the library, the duties given clear so there is no overlap, facilities and infrastructure are complete. Obstacles include the necessary personnel are lacking, especially for personnel who have skills in the field of network and database. Â Keywords: implementation, electronic-based library management, excellent service Abstrak: Implementasi Manajemen Perpustakaan Berbasis Elektronik Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Prima (Studi Pada Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang). Perpustakaan yang modern merupakan perpustakaan yang dapat menyediakan berbagai jenis buku dan dalam menjalankan manajemen menggunakan sarana elektronik sebagai penunjang kegiatan. Implementasi manajemen perpustakaan berbasis elektronik sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan prima merupakan penerapan manajemen pada perpustakaan dengan menggunakan media elektronik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta alat elektronik yang digunakan untuk pekerjaan karyawan perpustakaan. Adanya penggunaan SLA (Smart Library Automation) merupakan bukti pelayanan terhadap pengunjung dijalankan dengan efektif dan efisien. Penggunaan SLA (Smart Library Automation) ini juga membuat pekerjaan karyawan menjadi mudah, dapat menghindari kesalahan yang fatal. Salah satu contoh penggunaan SLA (Smart Library Automation) adalah penggunaan katalog online yang didasari oleh SLA. Penggunaan katalog online ini sangat membantu pengunjung dalam mencari buku yang mereka cari tanpa harus mencari secara manual. Namun proses manajemen ini tidak lepas dari adanya faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya antara lain adalah tersedianya anggaran dalam menunjang kegiatan di perpustakaan, tupoksi yang diberikan jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sarana dan prasarana yang lengkap. Hambatannya antara lain adalah personil yang dibutuhkan masih kurang khususnya untuk personil yang memiliki skill di bidang jaringan dan database. Kata kunci: implementasi, manajemen perpustakaan berbasis elektronik, pelayanan primaÂ
Lelang Jabatan Kepala Sekolah dan Kualitas Layanan Pendidikan (Studi kasus pada 2 Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Selatan)
Siti Maisaroh
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: Open Recruitment School Principal and Education Service Quality (Case Study in 2 Senior High School South Jakarta). Lack competency of school principal is among factors causing the low quality of education service in Indonesia. This research examine how new open recruitment of school pricipal affects service quality at two public senior high schools at South Jakarta, Indonesia. There are three objectives of this research. First, to describe and analysis the process of open recruitment policy at both public senior high schools. Second, to describe and analysis the quality of education service before and after the open recruitmen policy. Third, to examine the link between school principals’ competency and quality of education service at both schools. The results show that the process of open recruitment policy compliance with the government regulation, but decreasing of school education services quality was showed after the open recruitment policy. This study finds the lack of managerial competency causes the decreasing of school education service in both schools. Keywords: Open recruitment, senior high school, competency, education service quality  Abstrak: Lelang Jabatan Kepala Sekolah dan Kualitas Layanan Pendidikan (Studi kasus pada 2 Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Selatan). Buruknya kualitas layanan pendidikan sekolah seringkali disebabkan oleh rendahnya kompetensi kepala sekolah. lelang jabatan kepala sekolah merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta untuk memperbaiki kualitas layanan sekolah melalui sistem seleksi yang lebih terbuka. Penelitian ini memiliki tiga tujuan: pertama, mendeskripsikan dan menganalisis proses lelang jabatan pada dua SMAN di Jakarta Selatan; kedua, mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan kualitas layanan pendidikan pada dua SMAN di Jakarta Selatan sebelum dan setelah lelang jabatan; dan ketiga, mendeskripsikan dan mengalanisis faktor-faktor kompetensi kepala sekolah yang mempengaruhi kualitas layanan pendidikan pada dua SMAN di Jakarta Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan lelang jabatan kepala sekolah sesuai dengan landasan hukum yaitu Peraturan Gubernur Nomor 133 tahun 2013 tentang seleksi terbuka calon kepala sekolah. Namun demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan SMAN setelah dipimpin oleh kepala sekolah hasil lelang jabatan justru mengalami penurunan. Lemahnya kompetensi manajerial kepala sekolah hasil lelang jabatan menjadi penyebab turunnya kualitas layanan pendidikan.  Kata kunci: Lelang jabatan, SMAN, kompetensi, kualitas layanan pendidikan