cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) Dalam Revitalisasi Pasar Tradisional Dinoyo Kota Malang Mufaroha, Siti
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public-Private Partnership in Revitalization of  Dinoyo Traditional Market of Malang City. Indonesia markets are developed but the development of modern market still exceeds that of traditional market. Traditional market is characterized by dirt,smell. All of these are only giving enough reason to replace traditional market with modern market. Poor condition of traditional market has led the government to do revitalization against traditional market. The government of Malang City has cooperated with PT. Citra Gading Asritama for the revitalization of Traditional Dinoyo Market by a pattern of public-private partnership.The term of public-private par for the revitalizationnership of Traditional Dinoyo Market is set for 30 years. It seems too long terms and it may be easily subjected to many problems such as the change of agreement by unilateral decision, or the dominance of a party which may damage the agreement. It must be great concern about the pattern of cooperation.Research type is descriptive qualitative with study case approach. Location is at Malang City. Keyword: public private partnership, revitalization,traditional market dinoyo of malang city. Abstrak: Kerjasama Pemerintah-Swasta Dalam Revitalisasi Pasar Tradisional Dinoyo Kota Malang. Pasar di Indonesia berkembang sangat pesat, namun perkembangan pasar modern lebih pesat dibandingkan pasar tradisional. Pasar tradisional yang terkenal dengan kondisi kotor, bau, keadaan bangunan kumuh membuat pasar  tradisional saat ini mulai digantikan dengan pasar modern. Keadaan pasar tradisional yang terus memprihatinkan membuat pemerintah merevitalisasi pasar tradisional. Pemerintah Kota Malang bekerjasama dengan PT. Citra Gading Asritama dalam revitalisasi Pasar Tradisional Dinoyo dengan pola Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS). Dalam revitalisasi Pasar Tradisional Dinoyo, Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) lama perjanjian adalah 30 tahun. Lamanya masa perjanjian kemungkinan terjadi permasalahan semakin besar, seperti adanya perubahan perjanjian sepihak, ataupun dominasi oleh salah satu pihak yang akan merusak perjanjian.Hal ini perlu mendapat perhatian mengenai pola kerjasama yang digunakan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif berbasis studi kasus di Kota Malang.   Kata kunci: kerjasama pemerintah-swasta, revitalisasi, pasar tradisional dinoyo kota malang.
Corporate Social Responsibility dalam Perspektif Good Governance (Studi pada Kantor BRI Kantor Cabang Malang Kawi) Nurul Khoiriyah, Pratiwi
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Corporate Social Responsibility in Good Governance Perspective (Study on the Bank Rakyat Indonesia Kawi Malang). This study aims to analyze Corporate Social Responsibility conducted by BRI Kawi Malang in the perspective of good governance as well as the supporting factors and inhibiting factors affecting the program. This study used qualitative research methods with a descriptive approach. The model of data analysis used is the model interactive of Miles and Huberman. This research results show that Corporate Social Responsibility conducted by BRI Kawi Malang focuses on social activities especially education. BRI Kawi Malang effort applying Corporate Social Responsibility in realizing good governance conducted through application participation principle, transparency, accountability, and responsibility. However, there are supporting factors and inhibiting factors affecting the application Corporate Social Responsibility on the banks. Suggestions that can be given related research result are a chance to community for proposing proposals of Corporate Social Responsibility and improvements of laboratory facilities in mini banks. Keywords : Corporate Social Responsibility, good governance, Bank Rakyat Indonesia   Abstrak: Corporate Social Responsibility dalam Perspektif Good Governance (Studi pada Kantor BRI Kanca Malang Kawi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Corporate Social Responsibility yang dilakukan BRI Kanca Malang Kawi dalam perspektif good governance serta faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Model analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility yang dilakukan BRI Kanca Malang Kawi menitikberatkan pada kegiatan sosial khususnya bidang pendidikan. Upaya BRI Kanca Malang Kawi menerapkan Corporate Social Responsibility dalam mewujudkan good governance dilakukan melalui penerapan prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas. Namun terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penerapan Corporate Social Responsibility pada BRI Kanca Malang Kawi. Saran yang dapat diberikan terkait hasil penelitian adalah dengan memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk mengajukan proposal Corporate Social Responsibility dan meningkatkan sarana hingga fasilitas penunjang laboratorium mini bank.   Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, good governance, Bank Rakyat Indonesia
Peran Sekretariat Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Undang-Undang di DPR RI Jakarta Periode 2009-2014 Prabadipta, Herda
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Role of Legislation Committee Secretariat The House of Representatives of Republic of Indonesia (DPR RI) In The Draft Law Preparation On DPR RI Jakarta 2009-2014. To understand the role of the Secretariat of the Legislative Committee, the researchers used a type of qualitative research methods with a descriptive approach. The focus raised is how the role of the Secretariat of Legislation in providing administrative support in the process of drafting the law draft, through the viewpoint of administrative management functions, which consist of: planning, organizing, actuating and controlling. Based on the research results, it can be seen that the overall administrative support provided by the Secretariat of Legislation Committee for the members of the Legislative Committee. However, adding performance results of Legislation required cooperation from both, the Secretariat of Legislation Committee and the Legislation Committee Board itself.   Keywords: Roles, secretariat, policy, legislation, House of Representatives   Abstrak: Peran Sekretariat Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Undang-Undang Di DPR RI Jakarta Periode 2009-2014. Dalam memahami peran Sekretariat Badan Legislasi tersebut, peneliti menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus yang diangkat adalah bagaimana peran Sekretariat Badan Legislasi dalam memberikan dukungan administratif dalam proses penyusunan RUU, melalui sudut pandang fungsi manajemen administrasi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan dukungan administratif anggota Badan Legislasi diberikan oleh Sekretariat Badan Legislasi. Bagaimanapun, dibutuhkan kerjasama dari kedua pihak untuk meningkatkan hasil kinerja legislasi.   Kata Kunci: Peran, sekretariat, kebijakan, legislasi, DPR RI
Analisis Sektor Unggulan dan Daya Saing Daerah Sebagai Upaya Pengembangan Wilayah Kabupaten Tulungagung Permatasari, Intan Nastiti
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Analysis of Superior Sectors and Competitiveness Area as Efforts Development Tulungagung Regency. Local government districts of Tulungagung has an important role in determining superior sectors and competitiveness of its territory. Development supported with the development of superior sectors and indirectly can also increase competitiveness can develop the region. Through this research aims to analyze the sector highlights and how the sector development. The approach used is descriptive quantitative, with the analysis methods Location Quotient, Shift Share, and Typology Klassen. The results of research showed there were four sector highlights the agricultural sector; trade, hotel and restaurant sector; financial, leasing and services company sector; and services sector. While sector having competitiveness high that is manufacturing industry sector and the services sector. In addition, in developing these sectors the government tulungagung been working in accordance with a plan for the future. Therefore, the government tulungagung can give priority development in the financial,  leasing and services company sector, and implementing regional economic development strategy to the maximum. Keyword: Regional economic development, superior sectors, competitiveness area, regional development. Abstrak: Analisis Sektor Unggulan dan Daya Saing Daerah Sebagai Upaya Pengembangan Wilayah Kabupaten Tulungagung. Pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung memiliki peran penting dalam  menentukan sektor unggulan dan saya saing daerahnya. Pembangunan yang didukung dengan pengembangan sektor unggulan maka secara tidak langsung juga dapat meningkatkan daya saing daerah serta dapat mengembangkan wilayahnya. Melalui penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor yang diunggulkan dan bagaimana pengembangan sektor tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan metode analisis yaitu Location Quotient, Shift Share dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat sektor yang diunggulkan yaitu sektor pertanian; sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan; sektor jasa-jasa. Sedangkan sektor yang memiliki daya saing tinggi yaitu sektor industri pengolahan dan sektor jasa-jasa. Selain itu, dalam mengembangkan sektor-sektor tersebut pemerintah Kabupaten Tulungagung sudah baik sesuai dengan rencana untuk kedepannya. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat memberikan prioritas pengembangan pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta menerapkan strategi pembangunan ekonomi daerah dengan maksimal.   Kata kunci: Pembangunan ekonomi daerah, sektor unggulan, daya saing daerah, pengembangan wilayah
Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelestarian Kesenian Reog (Studi Pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo) Pradana, Aditya Hogantara
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Role of Local Government in Preservation of Reog (Study of Agency Culture, Tourism, Youth and Sports Kabupaten Ponorogo). Culture is an aspect of development. Addition to the development of national development, Ponorogo Reog art that are part of the culture, affected by globalization. Therefore, the necessary role of local government Ponorogo for that problems. The purpose of this study to analyze the role of Disbudparpora for preservation Reog art and analyze the activation and inhibitory factors in the preservation of Reog art. Type of this research is descriptive with qualitative approach. While the analysis of the data used is Bogdan & Taylor analysis includes before field, in  field and post-field. Show on the basis of the results of the study,  role of Disbudparpora in the preservation of Reog art based Permendagri 40 and 42 Year 2009 on Guidelines for the preservation of culture, which includes the protection, development and utilization. Keywords: role of local government, preservation of culture, reog art   Abstrak: Peran Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Kesenian Reog (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo). Budaya merupakan salah satu aspek pembangunan. Sejalan perkembangan pembangunan nasional, Kesenian Reog Ponorogo yang termasuk bagian dari budaya semakin lama terpengaruh oleh globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo dalam mengatasi permasalahan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis peran Disbudparpora dalam melestarikan Kesenian Reog dan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelestarian Kesenian Reog yang dilakukan Disbudparpora. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis Bogdan & Taylor meliputi tahap pralapangan, dilapangan dan pasca lapangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peran Disbudparpora dalam pelestarian Kesenian Reog berdasarkan Permendagri Nomor 40 dan 42 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan yang meliputi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.   Kata kunci: peran pemerintah daerah, pelestarian kebudayaan, kesenian reog
Implementasi Kebijakan Social Forestry dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi pada Pelaksanaan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Di Perum Perhutani KPH Parengan) Sari, Selvana Mia Andan
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation of Social Forestry Policy for the Empowerment of Forest Rural Communities (Study on Implementation of Forest Management with Community (PHBM) by Perum Perhutani KPH Parengan). Deforestation activities by forest rural communities must be closely related to multi-dimension crises including economic, education, culture and morality, it gives unfavorable impact on national forest protection managed by Perum Perhutani KPH Parengan. The communities are lacking of knowledge to distinguish between good and bad behavior, and thus, it gives unfavorable impact on national forest protection managed by Perum Perhutani KPH Parengan. The researcher elevates the social forestry policy for the empowerment of forest rural communities. The researcher used qualitative descriptive methods, in interview with Perum Perhutani KPH Parengan, BKPH Mulyoagung, LMDH Wono Mulyo, and forest rural communities. Result of this research indicates that the implementation of social forestry policy by Perum Perhutani KPH Parengan for the empowerment of forest rural communities is not maximal because of unfavorable social conditions including the low understanding of rural communities about keep the forest preservation. Successful realization of PHBM may need strong commitment from any related parties. The recommendations that can gives are necessary increasing collaboration in forest management activities. Keywords : policy, empowerment of forest rural communities, PHBM Abstrak: Implementasi Kebijakan Social Forestry Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi Pada Pelaksanaan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Di Perum Perhutani KPH Parengan). Fenomena deforestasi hutan oleh aktivitas masyarakat desa hutan yang masih dilanda krisis multidimensi yakni krisis ekonomi, pendidikan, budaya dan terutama moral, mengakibatkan dampak bagi perlindungan hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Parengan. Peneliti mengangkat kebijakan social forestry dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa hutan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam dari Perum Perhutani KPH Parengan, BKPH Mulyoagung, LMDH Wono Mulyo, dan Masyarakat Desa Hutan (MDH). Hasil dari penelitian menunjukkan pelaksanaan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) belum berjalan secara maksimal dikarenakan keadaan sosial masyarakat desa yang masih rendah pemahaman menjaga kelestarian hutan. Untuk tercapainya PHBM ini diperlukan komitmen yang kuat pada masing-masing pihak yang terkait. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlu adanya peningkatan kerjasama dalam kegiatan pengelolaan hutan.   Kata kunci : kebijakan, pemberdayaan masyarakat desa hutan, PHBM
Dinamika Perumusan Kebijakan Perubahan dari Pertanian Konvensional Ke Agropolitan (Studi Kasus di Kota Batu) Nurhidayah, Mochamad Rizka
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Dynamic of Policy Formulation in Change from Convensional Agriculture to Agropolitan Agriculture (Study Case in Batu). The main problem of working through in Batu is how to development Agropolitan in Batu with see the Formulation policy. The background of this research is how potention of agriculture in Indonesia especially in Batu can be increased and be maintain of overlasting Environmental. But truly Agropolitan in Indonesia especially in Batu still have not walking as like as much, many problem become the trigger, is not spread evenly the distribution of instruments and infrastructures to keep the sustainability from Agropolitan policy in Batu. Otherwise, education grade in Batu still have in Elementary School. Because the minded of many people have not understand about the policy, because the minded of many people still tradition. This research use Descriptive with Qualitative approach. With use Miles and Hubberman in analysis data. But a  mater in fact Agropolitan policy is not understand by people in Batu. Beside that If government operate this exercises and workshop, still have not give the evaluation and control about the sustainability until the society operate the agriculture system in a stand alone. So its make the society not give sharing about Agropolitan Policy to the government. Keywords: Agropolitan Policy, Formulation Policy, Reaction from Society. Abstrak: Dinamika Perumusan Kebijakan Perubahan dari Pertanian Konvensional ke Agropolitan (Studi Kasus di Kota Batu). Permasalahan utama di Kota Batu adalah bagaimana perkembangan Agropolitan di Kota Batu dengan melihat Rumusan Kebijakan tersebut. Sedangkan hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana potensi pertanian di Indonesia, khususnya di pertanian Kota Batu bisa semakin meningkat dan bisa dijaga kelestarian lingkungannya. Tetapi pada kenyataannya Agropolitan di Indonesia khususnya di Kota Batu tidak berjalan sebagaimana mestinya, banyak masalah yang menjadi pemicu didalamnya, seperti kurang meratanya pendistribusian peralatan, sarana dan prasarana guna menunjang keberlangsungan Kebijakan Agropolitan di Kota Batu. Selain itu, tingkat pendidikan yang hanya setingkat Sekolah Dasar, sehingga menyebabkan masyarakat tidak memahami tentang kebijakan tersebut, dan pola pemikiran tradisional menjadi pola pemikiran utama di masyarakat. Penelitian ini menggunakan Penelitian Deskriptif Kualitatif. Dengan menggunakan Analisis data Miles and Hubberman. Tetapi pada kenyataannya kebijakan Agropolitan tidak dipahami oleh masyarakat di Kota Batu. Selain itu, pemerintah juga tidak memberikan pendampingan, evaluasi, dan kontrol setelah melakukan pelatihan dan workshop sampai mereka memahami sistem pertanian tersebut. Sehingga sebagian masyarakat tidak memberikan Sharing mengenai Kebijakan Agropolitan kepada pemerintah, hanya menitikberatkan semua pada perwakilan GAPOKTAN.   Kata kunci: Kebijakan Agropolitan, Perumusan Kebijakan, Reaksi dari Masyarakat.
Efektifitas Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Sebagai Upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus pada Desa Tambakrejo Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo) Fadillah, Silvi Anisatul
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Effectiveness of Acceleration and Enlargement of Settlement Infrastructure Development program as an Effort of Poverty Cope Acceleration. Poverty is a problem which until now has not been fully addressed by Indonesia. To handle poverty, goverment formulated the Acceleration and Expansion of Settlement Infrastructure Development (P4IP). The purpose of this program is: first to provide ease of access for the poor, especially in the field of infrastructure in the settlements, which both wheels Encouraging poor economy to make it better with the development of infrastructure. Researchers aim to find out how the effectiveness of program implementation P4IP, describe, and analyze application programs Infrastructure Development Acceleration and Expansion of Settlements (P4IP) Tambakrejo village, sub-district of Sidoarjo regency Krembung and to determine, describe, and analyze the factors supporting and inhibiting factors in program implementation P4IP Tambakrejo village, sub-district of Sidoarjo regency Krembung. From the research, the researcher can conclude that P4IP already arguably, more effective programs and in accordance with the needs of the community. Key words: development, poverty, the effectiveness Abstrak: Efektivitas Program Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Sebagai Upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah yang sampai sekarang belum sepenuhnya diatasi oleh Indonesia. Untuk mengatasi kemiskinan pemerintah membuat Program Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4IP). Tujuan dari program ini adalah: yang pertama memberikan kemudahan akses kepada masyarakat miskin terutama dibidang infrastruktur di permukiman, yang kedua Mendorong roda perekonomian masyarakat miskin agar menjadi lebih baik dengan adanya pembangunan infrastruktur. Peneliti bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4IP, mendeskripsikan, dan menganalisis penerapan Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4IP) di desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo dan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan program P4IP di desa Tambakrejo, kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Dari hasil penelitian peneliti dapat menyimpulkan bahwa P4IP sudah dapat dikatakan sebagai program yang efektiv dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kata kunci: pembangunan, kemiskinan, evektivitas
Implementasi Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 pada Transportasi Publik Jurusan Malang-Jombang (Studi pada Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur) Rahmadhani, Nevia Ayu
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of Article 17 Act No 5 of 1999 on Public Transportation of Malang – Jombang. Act No 5 of 1999 Article 17 is a regulation about prohibition of monopoly practice. The case that happen on public transportation of Malang - Jombang, it shows that there is only one service provider. This study discuss about normative gap between formulation and policy implementation of Article 17 Act No 5 of 1999 where based on the data from Dinas Perhubungan dan LLAJ of East Java Province conclude that the procurement of public transportation (AKDP) is submitted directly to the private but the government is still control. Keywords: Policy implementation, indication of monopoly practice, public transportation   Abstrak: Implementasi Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 pada Transportasi Publik Jurusan Malang-Jombang. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 17 merupakan peraturan yang mengatur tentang larangan praktek monopoli. Kasus yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa hanya ada satu provider layanan transportasi publik untuk jurusan Malang – Jombang. Penelitian ini membahas tentang normative gap antara formulasi kebijakan dan implementasi kebijakan pada alat transportasi publik jurusan Malang – Jombang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, menyimpulkan bahwa pengadaan alat transportasi publik (AKDP) diserahkan langsung kepada pihak swasta, namun masih dalam pengendalian pemerintah. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, indikasi praktek monopoli, transportasi publik 
Akuntabilitas Pengelolahan Dana Block Grant Untuk Meningkatkan Kinerja Guru (Studi pada SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang) Setyana, Amida Pratiwi
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Management Accountability Block Grant Funds to Improve Teacher Performance (Study at SMPN 4 Kepanjen in the Regency of Malang). As an obligation of the government in education, government efforts to improve the quality of education always include providing funds as block grants. One of the recipients Block Grant funds are SMP 4 Kepanjen. Business SMP 4 Kepanjen expected to use the funds provided in an effective, efficient, and accountable (accountability). Given the large number of news media online that explains some of suspicion abuse block grant funds in some schools for private interests. Accordingly it is proper management of the block grant funds can be accountable to the public on how the money gets spent as it should. Keywords: Accountability, Block Grant, teacher performance   Abstrak: Akuntabilitas Pengelolaan Dana Block Grant Untuk Meningkatkan Kinerja Guru (Studi Pada SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang). Sebagai suatu kewajiban pemerintah dalam hal pendidikan, pemerintah dengan berbagai upaya selalu melakukan peningkatan kualitas pendidikan termasuk memberikan bantuan dana seperti block grant. Salah satu dari penerima dana block grant adalah SMPN 4 Kepanjen. Pengelola sekolah SMPN 4 Kepanjen diharapkan mampu menggunakan dana yang diberikan tersebut secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Mengingat banyaknya kabar dari beberapa media online yang menjelaskan tentang dugaan penyalahgunaan dana block grant di beberapa sekolah untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian sudah selayaknya pengelolaan dana block grant bisa itu dapat di pertanggungjawabkan kepada publik bagaimana dana tersebut dipergunakan sebagai mana mestinya.   Kata kunci: Akuntabilitas, Block Grant, kinerja guru

Page 47 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue