cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Peran Koordinasi Sekretariat Daerah (Studi Tentang Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang) Zulprima, Baiq Tifani
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Coordination Role of the Regional Secretariat (Study about Forming Reports of Regional Government (LPPD) and Accountability Reports (LKPJ) in Bagian Pemerintahan Regional Secretariat in the City of Malang). City of Malang in holding government has some obligations. One of them is to give financial accountability in the use of local financeduring one year budgeting, in the form of regional governance report (LPPD) and accountability information report (LKPJ). In preparation of the LPPD and LKPJ, Bagian Pemerintahan as a leading sector and the Regional Secretariat should do a good coordination with team of regional work units (SKPD)of Malang. In forming LPPD and LKPJthere are 4 (four) teams, consisting of steering committee team, responsible team, executive team, and SKPDs team. Based on the research conducted in Bagian Pemerintahan Regional Secretariat in the City of Malang, the coordination between the steering committee team, responsible team with the implementation team using upward coordination system. However, there are still shortcomings in the role of the Regional Secretariat and the implementation team to SKPDs in forming the LPPD and LKPJ in the City of Malang.   Keywords: role, coordination, forming the report   Abstrak: Peran Koordinasi Sekretariat Daerah (Studi tentang Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang). Kota Malang memiliki beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan dalam menyelenggarakan pemerintahannya. Kewajiban tersebut salah satunya adalah memberikan pertanggungjawaban penggunaan keuangan daerah dalam bentuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Pada penyusunan LPPD dan LKPJ tersebut, Bagian Pemerintahan sebagai leading sector dan Sekretariat Daerah harus melakukan koordinasi yang baik dengan SKPD se-Kota Malang yang tergabung dalam tim SKPD. Penyusunan LPPD dan LKPJ ini memiliki 4 (empat) tim yang terdiri dari tim pengarah, tim penanggungjawab, tim pelaksana, dan tim SKPD. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di Bagian Pemerintahan, koordinasi antara tim pengarah, tim penanggungjawab dengan tim pelaksana dilakukan dengan sistem upward. Namun masih terdapat kekurangan pada peranan Sekretariat Daerah dan tim pelaksana kepada tim SKPD dalam penyusunan LPPD dan LKPJ Kota Malang.   Kata kunci: peran, koordinasi, penyusunan laporan
Pengembangan Komoditas Unggulan Bawang Merah Pada Sektor Pertanian Sebagai Potensi Ekonomi Daerah (Studi Pada Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk) Nurjanah, Siti
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract: Development for Leading Commodity Onion on Agricultural Sector as a Regional Economic Potential (Study of Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk). Owned regional economic potential and should be developed by Nganjuk one of which is agriculture. Major contribution to regional agricultural sector is its role in the formation of Gross Domestic Product (GDP). Red onions become the leading commodity in the agricultural sector contributed to the value of GDP. However, the contribution of commodity onion to the agricultural sector is not optimal due to frequent fluctuations and production targets specified below. Thus, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk implement measures against the development of leading commodity onion. The purpose of this study is to describe and analyze the development steps of the leading commodity onion by Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk . This study focuses on the steps, results and factors inhibiting the development of leading commodity onion. The results showed that the implementation of the development of leading commodity onion can be said is not maximized where there are still many issues to be resolved, among others, the improvement of human resources, improvement of facilities cropping cultivation, and improved post-harvest facilities. Keywords: development, leading commodity, onion, agriculture, economic potential, Kabupaten Nganjuk   Abstrak: Pengembangan Komoditas Unggulan Bawang Merah Pada Sektor Pertanian Sebagai Potensi Ekonomi Daerah (Studi Pada Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk). Potensi ekonomi daerah yang dimiliki dan layak dikembangkan oleh Kabupaten Nganjuk salah satunya adalah sektor pertanian. Kontribusi sektor pertanian untuk daerah adalah perannya dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto  (PDRB). Bawang merah menjadi komoditas unggulan pada sektor pertanian yang ikut menyumbang nilai PDRB. Namun kontribusi komoditas bawang merah untuk sektor pertanian belum optimal karena sering mengalami fluktuasi dan dibawah target produksi yang ditentukan. Sehingga, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk melaksanakan langkah pengembangan terhadap komoditas unggulan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai langkah pengembangan komoditas unggulan bawang merah oleh Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini berfokus pada langkah, hasil dan faktor penghambat pengembangan komoditas unggulan bawang merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembangan komoditas unggulan bawang merah dapat dikatakan belum maksimal dimana masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, yaitu dalam peningkatan sumberdaya manusia, peningkatan sarana budidaya tanam, dan peningkatan sarana pasca panen.   Kata kunci: pengembangan, komoditas unggulan, bawang merah, sektor pertanian, potensi ekonomi, Kabupaten Nganjuk 
Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Pembiayaan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi Di Desa Pagerwojo Kec.Buduran Kab.Sidoarjo) Wibisono, Prayoga
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak : The management village funds allocation in rural community development financing (Study at Pagerwojo village district Buduran Sidoarjo). Village Fund Allocation or ADD is a program that given the district government to fulfill the rights of the village and to the construction of a village that will have an impact on improving the living standards and welfare of rural communities Pagerwojo. Delays in the receipt of funds from the district government always retreat which causes difficulty village government to spend those funds , while shopping there Dipos - mail and Pagerwojo village government programs had to be. Maximal management of the Village Fund Allocation for financing rural community development in the village Pagerwojo district. Buduran Sidoarjo district , making researchers interested in conducting research on Village Fund Allocation Management In Rural Community Development Financing. Therefore, researchers found it necessary research to find out firsthand about the role of the management of the Village Fund Allocation and factors that inhibit and support during the implementation of the management of the Village Fund Allocation in Rural Pagerwojo   Keyword : management, allocation of funds village, community empowerment   Abstrak : Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Pembiayaan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi pada Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo). Dana alokasi desa ditujukan untuk memenuhi hak desa dan untuk pembangunan setiap desa. dana ini diberikan pemerintah pusat kepemerintah daerah lalu diserahkan kesetiap kantor desa yang ada disetiap desa yang diberikan bantuan. Dana ini akan memberikan manfaat serta dampak pada kehidupan masyarakat suatu desa. kantor desa Pagerwojo yang diberikan mandat untuk mengelola dana pemberian pemerintah pusat untuk selanjutnya digunakan untuk membantu masyarakat desa dan pemerintahan suatu desa. keterlambatan penerimaan dana yang membuat pemerintah kantor desa tidak dapat berbuat banyak, sementara belanja yang ada dipos-pos yang telah dimusyawarahkan oleh warga dan lembaga desa sudah harus dijalankan. peneliti merasa perlu diadakannya penelitian untuk mengetahui secara langsung tentang peran pengelolaan Alokasi Dana Desa dan faktor yang menghambat serta mendukung selama pelaksanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Pagerwojo.   Kata kunci : Pengelolaan, Alokasi Dana Desa, Pemberdayaan Masyarakat
Akuntabilitas Pelayanan Pajak Berbasis Surat Pemberitahuan Elektronik (E-Spt) (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan) Saputra, Chandra Arief
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Accountability of Tax Services based e-SPT (Study at Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan). Taxation is the government institution that are strategic because Indonesia income derived from taxation. This research about taxation services accountability of e-SPT in KPP Pratama Malang Selatan because they much taxpayers who do not use e-SPT in tax reporting per-September 2014. The results showed e-SPT provide convenience for the KPP and tax-payers and can accelerate process of reporting and data processing especially in SPT Masa. However, there are still obstacles and barriers in implementation of e-SPT is still the lack of interest of taxpayers, especially SPT Masa PPh/21 for using e-SPT. Technical constraints sometimes occur both KPP and taxpayers. Associated with accountability in e-SPT are aspects that have not been legally accountable, particularly related to SOP and objectives of e-SPT which have not been included in the legislation. Accountability program, managerial processes in implementation of e-SPT quite successfully with achievement of effectiveness and efficiency in tax reporting.   Keywords: e-SPT, accountability Abstrak: Akuntabilitas Pelayanan Pajak berbasis e-SPT (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan). Perpajakan merupakan salah satu  instansi pemerintahan yang bersifat sangat strategis karena pendapatan Indonesia yang cukup besar berasal dari perpajakan. Penelitian ini mengangkat tema mengenai akuntabilitas pelayanan perpajakan e-SPT di KPP Pratama Malang Selatan dikarenakan masih cukup banyak wajib pajak yang belum menggunakan e-SPT dalam melakukan pelaporan pajak per-September 2014. Hasil penelitian menunjukkan e-SPT memberi kemudahan bagi KPP maupun wajib-pajak serta dapat mempercepat proses pelaporan dan pengolahan data perpajakan khususnya SPT Masa. Namun masih terdapat kendala serta hambatan dalam pelaksanaan e-SPT berupa masih minimnya minat wajib pajak khususnya wajib pajak SPT-Masa-PPh/21 untuk menggunakan e-SPT. Kendala teknis juga kadang terjadi baik dari KPP maupun wajib pajak. Terkait dengan akuntabilitas dalam e-SPT terdapat aspek yang belum akuntabel secara legal, khususnya terkait SOP serta tujuan dari e-SPT yang belum dicantumkan dalam peraturan hukum. Akuntabilitas program, proses dan manajerial dalam pelaksanaan e-SPT cukup berhasil dengan tercapainya efektifitas serta efisiensi dalam pelaporan pajak.   Kata kunci: e-SPT, akuntabilitas
Pengembangan Industri Bordir Untuk Memperkuat Kompetensi Inti Industri Daerah (Studi Pada Pengembangan Sentra Industri Bordir Di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan) Mahmud, Dian Ali
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Development of Industry Embroidery to Strengthen The Core Competency Local Industry (A Study of The Development of Industry in Kecamatan Bangil Sentra Embroidery, Kabupaten Pasuruan). The production of embroidery widespread in Kabupaten pasuruan especially in Kecamatan bangil. Embroidery industry in Kabupaten pasuruan has become the core competence of local industry (KIID). The purpose of this study was to describe the Efforts of the Government and industry entrepreneurs in developing embroidery industry to Strengthen KIID. This research method using descriptive qualitative. The analysis of data using the interactive analysis of data. The results showed that there was a development undertaken by local Governments and employers to develop the embroidery industry. Reviews These include human resource development, in the which the Government Provides pelatihaan and assistance to improve the ability of entrepreneurs, in addition to the Government Also helps build infrastructure with industrial centers. During this time to develop the industry and local government employers do marketing and promotion of products, improve innovation and formed the Association. The development is contained in a supporting factor is the support of the local government as well as the geographic location, while inhibiting factor is the quantity of human resources. Keywords: Embroidery industry, The Core Competency Local Industry.   Abstrak: Pengembangan Indutri Bordir untuk Memperkuat Kompetensi Inti Industri Daerah (Studi pada Sentra Industri Bordir Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan). Produksi bordir tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Pasuruan terutama Kecamatan Bangil. Industri bordir di Kabupaten Pasuruan sudah menjadi Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan upaya pemerintah dan pengusaha industri bordir dalam mengembangkan Industri bordir untuk memperkuat KIID. Metode  penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengusaha untuk mengembangkan industri bordir. Hal yang dikembangkan meliputi sumber daya manusia, dimana pemerintah memberikan pelatihaan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pengusaha, selain itu pemerintah juga membantu sarana prasarana dengan membangun sentra industri. Selama ini untuk mengembangkan industri pengusaha dan pemerintah daerah melakukan pemasaran dan promosi produk, meningkatkan daya inovasi serta membentuk asosiasi. Adapun dalam pengembangannya terdapat faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari pemerintah daerah serta letak geografis, sedangkan faktor penghambatnya adalah kuantitas sumber daya manusia. Kata kunci: Industri Bordir, Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID).  
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan City Branding Melalui Pelestarian Budaya Reyog Ponorogo (Studi Pada Pelestarian Budaya Reyog Ponorogo Di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ponorogo) Prasetya, Fernanda Armand
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local Government Strategy to Establish City Branding Through Reyog Culture Conservation (A Study at The Official of Culture, Tourism, Youth and Sport, Ponorogo District).District is main actor in conservation and introduction of local culture aimed to ensure the sustainability of local genuine art work, respectively Reyog. Research approach is qualitative. Research is attempting to describe,  illustrate,  interpret problems, and conclude the problems presented in  form of  systematic writing about local government strategy in establishing city branding through Reyog culture conservation. Two types of data are used, primary and secondary. Information is obtained from two data sources, informant and document. Data collection techniques are interview, observation and documentation.Based on the result of discussion, a strategy used for the conservation and introduction of Reyog involves protecting, developing and utilizing Reyog. There are factors supporting, constraining and  influencing the strategy used by  Official in  conservation and introduction of Reyog. Keywords: Local Government Strategy, Conservation and Introduction of Local Culture, Reyog Abstraksi: Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan City Branding Melalui Pelestarian Budaya Reyog (Studi Pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo).Kabupaten Ponorogo sebagai aktor utama dalam pelestarian dan pengenalan budaya lokal yang bertujuan untuk terus melestarikan dan terus mengenalkan kesenian asli daerah terutama Reyog.Penelitian ini menurut jenis pendekatan kualitatif. Penelitian berikut berupaya untuk mendikripsikan, menguraikan, mengintrepretasikan permasalahan serta mengambil kesimpulan dari permasalahan yang disajikan dalam bentuk tulisan secara sitematis tentang strategi Pemda dalam mewujudkan city branding melalui pelestarian budaya Reyog.Peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu primer dansekunder. Sumber data ada dua yaitu informan dan dokumen. Teknik atau cara yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Berdasarkan hasil pembahasan, strategi yang sudah dilakukan untuk pelestarian dan pengenalan kesenian Reyog adalah perlindungan kesenian Reyog, pengembangan kesenian Reyog dan pemanfaatan kesenian Reyog.Faktor pendukung dan penghambat cukup mempengaruhi strategi Dinas dalam proses pelestarian dan pengenalan kesenian Reyog. Kata kunci:Strategi Pemerintah Daerah, Pelestarian dan pengenalan Kebudayaan lokal, Kesenian Reyog.
Strategi Dinas Perindag Dalam Mengembangkan Industri Kreatif Sektor Kerajinan Batu Marmer Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah (Studi Di Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung) Yasniasari, Anggun
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.409 KB)

Abstract

ABSTRAK: STRATEGI DINAS PERINDAG DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF SEKTOR KERAJINAN BATU MARMER Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah (Studi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten tulungagung) industri Kreatif sektor kerajinan batu marmer memiliki kontribusi terhadap ekonomi daerah, namun fenomena di Kabupaten Tulungagung saat ini masih memiliki daya saing yang rendah. Berkenaan dengan hal di atas, penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, mengungkapkan bahwa strategi Dinas Perindag dalam mengembangkan sektor tersebut adalah (1) Mewujudkan struktur perekonomian daerah yang tangguh berlandaskan keunggulan kompetitif lokal terutama kontribusi dari pemanfaatan sumber daya alam secara lestari (2) Mendukung pengembangan Industri Kecil Menengah agar dapat meningkatkan produktifitas industri yang berdaya saing (3) Mewujudkan dan mendorong pengelolaan lingkungan bagi industri kecil dan menengah (IKM) (4) Meningkatkan daya saing daerah sehingga dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti, baik bagi pembangunan lokal, regional maupun nasional (5) Mewujudkan standarisasi produk (6) Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan per kapita penduduk dan penurunan angka pengangguran secara signifikan. Ke 6 (enam) strategi tersebut dianilisis menggunakan analisis Miles, Huberman, dan Saladana (2014) menunjukkan bahwa 4 (empat) strategi yang menjadi prioritas Dinas Perindag, yaitu Mewujudkan struktur perekonomian daerah yang tangguh berlandaskan keunggulan kompetitif lokal terutama kontribusi dari pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dengan 4 (empat) program prioritas dan telah dilaksanakan. Kata Kunci : Strategi Dinas Perindag, Industri Kreatif,  Daya Saing Daerah Abstract: Departement of industry and trade strategies in developing creative industries sector marble stone handicrafts to improve regional compatitivnes (studies in the department of industry and commerce of Tulungagung district). Department of industry and trade (Perindag) as technical agencies competent in addressing problems that are directly related to problems of creative industries, in particular the sector of handicraft marble stone in Tulungagung district. Creative industries sector of marble stone handicrafts has contributed to the economy of the area, but the phenomenon in Tulungagung district currently has low competitiveness. With regard to the above, research conducted with qualitative approach, revealed that the Department of Trade and Industry in developing a strategy for the sector is (1) Embody a strong regional economic structure based on local competitive advantages, especially the contribution of utilization of natural resources sustainably (2) Support the development of small and medium Industries in order to increase the productivity of industry which has a competitiveness (3) Embodyand and encourage environmental management for small and medium-sized industries (IKM) (4) Increase the competitiveness of the region so that it can contribute significantly, both for local development, regional and national (5) Embody the standardization of products (6) Realize sustainable economic growth so as to contribute to the improvement of the population's per capita income and a decrease in the unemployment rate significantly. The 6 (six) then use strategy analysis Miles, Huberman, and Saladana (2014) shows that only 4 (four) strategies a priority Department of Industry which Embodies a formidable regional economic structure based on local competitive advantages, especially the contribution of utilization of natural resources sustainably with 4 (four) program priorities and have been implemented. Keywords : Strategy Department of Industry,Creative Industries, Competitiveness Of Regions  
Pendidikan Nonformal Dan Kebutuhan Dunia Kerja (Studi Pada Lembaga Kursus Basic English Course Kabupaten Kediri) Qurnia, Mela Adi
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Non-Formal Education and Employment World Demand (Study At Lembaga Kursus Basic English Course In Kabupaten Kediri). The development of education can be achieved one of them through human resources. Improving the quality of human resources to improve the functional skills English language sha[ed the course of non-formal education institutions. According to Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 that serves as an alternative education be implemented in stages and structured. The course of basic English course implement the development of students through the implementation of the curriculum included in the program learning. Student and teachers in the implemtation of the development of BEC implemented with good that output (graduates have a lot of work that absorbed into the world. Output BEC in the form of alumni who continued higher education, alumni who worked and establishes the course itself. But the result of the development of teachers is through the development of an onformal (shaped natural) that need to get attention with the implementation of education and training in accordance with scientific English. Keywords : development of human resources, non-formal education Abstrak: Pendidikan Nonformal dan Kebutuhan Dunia Kerja (Studi Pada Lembaga Kursus Basic English Course Kabupaten Kediri). Pembangunan pendidikan dapat tercapai salah satunya melalui sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan keterampilan fungsional bahasa Inggris melalui pendidikan nonformal yang berbentuk lembaga kursus. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 bahwa pendidikan nonformal berfungsi sebagai alternatif pendidikan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lembaga kursus Basic English Course melaksanakan pengembangan siswa melalui pelaksanaan kurikulum yang dituangkan dalam program belajar. Pelaksanaan pengembangan siswa maupun guru di BEC dilaksanakan dengan baik sehingga output (lulusan) telah banyak yang terserap ke dunia kerja. Output BEC berupa alumni yang melanjutkan pendidikan tinggi, alumni yang bekerja dan mendirikan lembaga kursus sendiri. Namun hasil dari pengembangan guru yaitu melalui pengembangan secara informal (berbentuk alami) sehingga perlu mendapat perhatian dengan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan sesuai dengan keilmuan bahasa Inggris. Kata kunci : pengembangan sumber daya manusia,pendidikan nonformal
Sinergi Antara Kepolisian dengan Badan Narkotika Nasional dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba (Studi Pada Polres Malang Kota dan BNN Kota Malang) Anggraeni, Meri
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Synergy between Indonesian National Police with National Narcotics Agency in Prevention and Eradication of Drug (Study in Polres of Malang City and BNN of Malang City). This research aims to solve drug problem by the synergy between Polres of Malang City with BNN of Malang City in prevention and eradication of drug and also supporting and obstacle factors in the implementation of this synergie.  As the research results is the drug abuse and illicit trafficking in Malang City tend to experience increased, the synergies of prevention activities and the eradication is done by coordination, communication, and synchronization. The supporting factors of this synergy are government’s support, coordination and communication, the high demand for socialization, and the high participation of targeted advocacy. The obstacle are nothing regulation of drug problems, the budget has not been adequate, the difficulty of getting information from informants, drug networks are tight, information leakage, and the lack of public awareness to report. Keyword: synergy, drugs. Abstrak: Sinergi antara Kepolisian dengan Badan Narkotika Nasional dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba (Studi pada Polres Malang Kota dan BNN Kota Malang). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan narkoba melalui sinergi antara Polres Malang Kota dengan BNN Kota Malang dalam  Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba  serta faktor pendukung maupun faktor penghambat dalam sinergi tersebut. Hasil penelitian ini adalah kasus narkoba di Kota Malang mengalami peningkatan, sinergi kegiatan pencegahan dan pemberantasan dilakukan dengan cara koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi. Faktor pendukung dalam sinergi ini adalah adanya dukungan dari pemerintah, koordinasi dan komunikasi, tingginya permintaan penyuluhan, dan tingginya partisipasi sasaran advokasi. Faktor penghambat adalah belum adanya regulasi tentang masalah narkoba di Kota Malang, anggaran yang belum memadai, kesulitan mendapatkan informasi, jaringan narkoba yang tertutup, kebocoran informasi, dan minimnya masyarakat melakukan wajib lapor. Kata Kunci: sinergi, narkoba.
Implementasi Program Emas Untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu Dan Angka Kematian Bayi (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang) Yahrinanda, Chandra Hutama
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of program EMAS to Reduce Maternal Mortality and Infant Mortality in Malang Regency (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang). Program EMAS is intended to achieve the MDG's 2015. Malang regency became one of the pilot project in the implementation of this program in East Java. Model pogram EMAS in Malang regency them is to arrange referral service management and management of health personnel. There are motivating factors in this program is an active role for the government in the form of medical equipment and facilities are adequate. However, the implementation of this program also are factors inhibitor that of the people who lack awareness of the importance of health factors define the content and the lack of compliance with health personnel on standard operating procedures EMAS program. Keywords: MDG’s, program EMAS, health services Abstrak: Implementasi Program EMAS untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang). Program EMAS Dilaksanakan untuk mencapai target MDG’s 2015. Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah pilot project dalam implementasi program ini di Jawa Timur. Model  program EMAS di Kabupaten Malang diantaranya adalah dengan menata manajemen pelayanan rujukan dan manajemen tenaga kesehatan. Terdapat factor pendukung dalam program ini yaitu dari peran pemerintah yang aktif dan fasilitas berupa peralatan kesehatan yang telah memadai. Namun dalam implementasi program ini juga terdapat fakor penghambat yaitu dari masyarakat yang kurang kesadaran terhadap pentingnya mengartikan factor kesehatan kandungan dan masalah kurangnya kepatuhan tenaga kesehatan pada standart operasional prosedur program EMAS.   Kata Kunci : MDG’s, program EMAS, pelayanan kesehatan

Page 73 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue