cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 8 (2018)" : 50 Documents clear
KERAGAMAN GENETIK, FENOTIPE DAN HERITABILITAS PADA GENERASI F2 HASIL PERSILANGAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Napitupulu, Mernita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/848

Abstract

Padi merupakan golongan tumbuhan Gramineae yang memiliki batang beruas-ruas dan bersifat merumpun. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan melakukan persilangan tanaman untuk mendapatkan varietas unggul sehingga seleksi tanaman sangat diperlukan untuk mendapatkan karakter yang diinginkan. Kegiatan seleksi sangat ditentukan oleh tersedianya keragaman genetik yang luas dan heritabilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik, fenotipe, heritabilitas dan pola pewarisan sifat warna biji  pada populasi F2. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Januari sampai bulan Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan menanam populasi F2 dan tetua pada lingkungan yang sama tanpa ulangan. Pengamatan dilakukan berdasarkan individu pada populasi F2. Analisis data pada parameter kualitatif  dilakukan dengan analisis segregasi menggunakan analisis  Chi-square test sedangkan pada parameter kuantitatif analisis data yang dilakukan adalah dengan menghitung nilai Koefisien Keragaman Fenotipe, Koefisien Keragaman Genetik  dan Heritabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang luas pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah anakan produktif, bobot gabah/rumpun sedangkan keragaman fenotipe yang luas terdapat pada karakter jumlah anakan, jumlah daun, jumlah  anakan produktif, dan bobot gabah/rumpun. Nilai heritabilitas yang tinggi pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah daun, jumlah anakan produktif dan bobot gabah/rumpun. Warna biji pada keempat populasi F2 dikendalikan oleh gen dominan tak lengkap dengan perbandingan 1:2:1. Pada persilangan ini tidak dipengaruhi oleh maternal effect (tetua betina).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI(Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK N DAN P Syaifudin, Muhamad; Suminarti, Nur Edy; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/849

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang murah dibandingkan dengan protein hewani. Di Indonesia, konsumsi kedelai mencapai 2,25 juta ton dalam kurun waktu satu tahun,  sementara pemerintah hanya mampu menyediakan sekitar 779 ribu ton. Oleh karena itu perlu dicari solusi penyelesaian dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai melalui pemupakan dengan kombinasi pupuk N dan P. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2014 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang tiga kali dengan menempatkan dosis pupuk N dan P sebagai perlakuan, terdiri 9 kombinasi, yaitu 150% P + 0% N, 125% P + 25% N, 100% P + 50% N, 75% P + 75% N, 50% P + 100% N, 25% P + 125% N, 0% P + 150% N, 100% P + 100% N, 0% P + 0% N. Pengamatan dilakukan secara destruktif mengambil dua tanaman contoh untuk setiap perlakuan saat tanaman berumur 35, 50 dan 65 hari setelah tanam, meliputi: (1) jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot kering total tanaman, dan  laju pertumbuhan relatif, (2) jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot polong isi, bobot polong hampa, jumlah biji, bobot biji, bobot 100 biji, hasil biji ton per hektar dan indeks panen. Kombinasi 0% P + 150% N menghasilkan jumlah cabang, jumlah daun, dan luas daun tertinggi pada umur 50 hst. Kombinasi 100% P + 50% N menghasilkan jumlah polong isi, bobot polong isi, jumlah biji, bobot biji, hasil panen ton per hektar dan indeks panen paling tinggi.
PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PADI (Oryza sativa) BERDASARKAN CURAH HUJAN DI KABUPATEN MALANG Kurnianto, Muhammad Ikhsan; Ariffin, Ariffin; Azizah, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/850

Abstract

Padi dengan nama latin Oryza sativa adalah salah satu jenis tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Data kementrian pertanian pada tahun 2015 menunjukkan bahwa, pada tahun 2006 hingga 2015 Kabupaten Malang menyumbang luas panen sekitar 64,89 ha dengan rata-rata produktivitas sebanyak 6,26 ton ha-1. Menurut Latiri et al. (2010), curah hujan berkorelasi tinggi terhadap komponen hasil. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan model pendugaan produktivitas padi berdasarkan curah hujan di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2016 yang dilakukan di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur, yaitu di Kecamatan Kromengan, Kasembon, Kepanjen, Singosari, Lawang, Wajak, Wonosari, Pujon, Ngantang. Penelitian ini menggunakan bahan data curah hujan dan data produktivitas padi di Kabupaten Malang tahun 2006 hingga tahun 2015, serta peta bentuk rupa bumi Kabupaten Malang. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan intensitas curah hujan rata-rata per tahun dan ketinggian tempat. Hasil penelitian diketahui bahwa pengaruh unsur hujan pada produktivitas padi di Kabupaten Malang relatif tinggi. Unsur hujan yang paling berpengaruh pada produktivitas padi di Kabupaten Malang yaitu intensitas hujan dengan pengaruh meningkatkan produktivitas padi. Model pendugaan produktivitas padi berdasarkan curah hujan di Kabupaten Malang y=7,524-0,402x1+0,068x2+0,361x3.
PENGARUH MACAM AMELIORAN PADA DUA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH SALIN Rakhman, Mukhammad Noor Arif; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/851

Abstract

Tanah salin mengandung Na+ dan Cl- yang berlimpah yang menyebabkan ketidak-seimbangan ion dalam jaringan tanaman sehingga aktivitas metabolisme suatu tanaman terganggu akibat terjadinya toksisitas dalam jaringan tanaman yang kurang toleran. Upaya mengatasi permasalahan salinitas dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman toleran seperti jagung dan bahan pembenah tanah (amelioran). Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemanfaatan macam amelioran terhadap pertumbuhan dua varietas jagung pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Oktober 2016 pada lahan salin dengan nilai EC ±4.24 mS di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan petak utama berupa penggunaan varietas jagung toleran salinitas (Pioneer 21 dan varietas Bisma). Anak petak berupa jenis ameliorant (pupuk kandang sapi 20 ton ha-1,gypsum 5 ton ha-1, Crotalaria juncea 20 ton ha-1 dan jerami padi 5 ton ha-1). Respon pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh varietas yang ditanam dan jenis amelioran yang diaplikasikan. Pada varietas Pioneer 21 aplikasi gipsum mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman, indeks luas daun, rata-rata panjang tanaman dan rata-rata jumlah daun, masing-masing sebesar 48,57%, 58,33%, 22,70% dan 60,55% dibandingkan dengan kontrol. Pada varietas bisma aplikasi pupuk kandang sapi mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman, indeks luas daun dan rata-rata jumlah daun, masing-masing sebesar 33,03%, 25,41% dan 33,33% dibandingkan dengan kontrol.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) VARIETAS FLAMINGO Khoiriyah, Nikmatul; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/852

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) ialah tanaman sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun, produksi pakcoy menurun dalam beberapa tahun terakhir. Petani masih menggunakan pupuk anorganik dalam usaha peningkatan produksi pakcoy. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif. Salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik adalah pupuk organik cair (POC). Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mengetahui konsentrasi serta frekuensi aplikasi pupuk organik cair yang memberikan hasil tertinggi pada tanaman pakcoy varietas Flamingo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri pada bulan April sampai Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 : kontrol (tanpa POC), P1: POC konsentrasi 3 ml/l aplikasi 2 kali, P2 : POC konsentrasi 3 ml/l aplikasi 3 kali, P3 : POC konsentrasi 4 ml/l aplikasi 2 kali, P4: POC konsentrasi 4 ml/l aplikasi 3 kali, P5 : POC konsentrasi 5 ml/l aplikasi 2 kali, P6 : POC konsentrasi 5 ml/l aplikasi 3 kali, dengan pengulangan 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan frekuensi aplikasi pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan dan komponen hasil.
APLIKASI KOMPOS KULIT KOPI UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Lestari, Nunung Dian; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/853

Abstract

Tanaman terong merupakan tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan dipekarangan maupun di lahan budidaya. Kebutuhan buah terong di Indonesia belum mencukupi, hal ini disebabkan lahan budidaya untuk tanaman terong masih terbatas. Maka produktivitas tanaman terong perlu ditingkatkan. Penggunaan pupuk kompos kulit kopi yang dikombinasikan dengan urea diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman terong. Penelitian  bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian kompos kulit kopi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember 2015 di kecamantan Ampelgading, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis pupuk urea (A) dengan 3 taraf yang terdiri dari : A1 = 400 kg ha-1, A2 = 300 kg ha-1, A3 = 200 kg ha-1. Faktor kedua yaitu kompos kulit kopi (K) dengan 3 taraf yang terdiri dari : K0 = tanpa kompos , K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali. Pemberian dosis pupuk urea 200 kg ha-1 mampu meningkatkan bobot buah per tanaman dan bobot buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa kompos kulit kopi memiliki bobot buah per buah yang lebih berat jika dibandingkan kompos kulit kopi 10 ton ha-1 dan kompos kulit kopi 20 ton ha-1.
PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VARIETAS CILEMBU Setyaningsih, Nurul; Prayogo, Yusmani; Suminarti, Nur Edy; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/854

Abstract

Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan komoditas sumber karbohidrat utama, setelah padi, jagung, dan ubi kayu, dan mempunyai peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Salah satu diantara berbagai varietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah varietas Cilembu. Akan tetapi, ubi Cilembu juga merupakan salah satu varietas yang peka terhadap serangan hama Cylas formicarius. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah manajemen tanaman dengan melakukan paket teknologi budidaya ubi jalar yang meliputi pemupukan, pembalikan batang, penyiangan gulma, pengairan, serta inovasi teknologi pengendalian hama C. formicarius dengan menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan paket teknologi budidaya yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar varietas Cilembu. Percobaan dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai dengan bulan September 2015 di Kebun Percobaan Kendalpayak Malang. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 32 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket teknologi 7 dengan pemberian pupuk anorganik + pembalikan batang + penyiangan gulma + aplikasi cendawan B. bassiana dengan disemprotkan pada umur 8 MST memberikan hasil panjang sulur, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi ekonomis per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi ekonomis pertanaman, hasil panen per hektar, hasil panen umbi ekonomis per hektar lebih tinggi daripada paket teknologi yang lain.
EVALUASI KESERAGAMAN DAN POTENSI HASIL CABAI MERAH F6(Capsicum annuum L.) Puspita Sari, Rembang Enggar; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/855

Abstract

Peningkatan produksi cabai besar dapat dicapai dengan perakitan varietas baru melalui persilangan. Seleksi telah dilakukan terhadap populasi hasil persilangan antara TW2 x PBC dan TW2 x Jatilaba hingga generasi F5. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keseragaman dan potensi hasil famili F6. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2016di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.Penelitian disusun menggunakan petak tunggal dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam famili cabai merah, famili A1.33.18.40 merupakan genotip yang memiliki potensi hasil tinggi. Pada karakter kualitatif, famili A1.33.18.40, A3.8.14.16, A3.8.14.35, dan A4.92.19.40 memiliki tingkat keseragaman 100% pada karakter tipe pertumbuhan tegak.
PERTUMBUHAN LIMA VARIETAS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DI AGRO TECHNO PARK UNIVERSITAS BRAWIJAYA JATIKERTO Dewi, Rendri Puspita; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/856

Abstract

Lima varietas durian telah ditanam di Agro Techno Park Universitas Brawijaya (ATP UB) di Jatikerto yaitu Monthong, D24, Musangking, Wonosalam dan Kan Yao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan lima varietas durian tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung serta pendokumentasian bagian – bagian dan perkembangan tanaman durian lima varietas dengan pengambilan sampel secara sengaja (Purposive Random Sampling). Identifikasi morfologi dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tajuk, panjang tangkai daun, panjang helaian daun dan lebar helaian daun durian kelima varietas tersebut berbeda. Sementara itu warna permukaan atas dan bawah daun, kekilauan permukaan atas dan bawah daun, tekstur daun, kondisi tangkai daun, warna kulit batang, dan permukaan batang serta untuk karakter kualitatif lainnya seperti tipe pertumbuhan, susunan daun, bentuk helaian daun, bentuk ujung daun dan bentuk pangkal daun tidak menunjukkan perbedaan. Varietas yang memiliki respon pertumbuhan terbaik adalah varietas Kan Yao. Perbedaan perbandingan terdapat pada panjang dan lebar tangkai daun dengan deskripsi yang ada pada varietas Kan Yao dan Monthong dan warna permukaan atas daun pada varietas D24. Karakter lainnya memiliki hasil yang sama dengan deskripsi yang sudah ada.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) INBRIDA DAN HIBRIDA DENGAN PENGATURAN SISTEM TANAM Zuanita, Reni; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.02 KB) | DOI: 10.21776/857

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu kebutuhan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Di Indonesia jumlah penduduk mengalami peningkatan dan adanya perubahan pola konsumsi penduduk yang non beras ke beras menjadikan kebutuhan beras meningkat. Konsumsi beras rata-rata per kapita seminggu di Indonesia pada tahun 2014 adalah 1,626 kg atau 85 kg per tahun (BPS, 2014). Kebutuhan beras nasional adalah 20.203.451 ton/tahun. Sehingga, diperlukan teknologi baru dengan menggunakan varietas unggul dan sistem tanam yang sesuai. Menurut Ikhwan, Pratiwi, Paturohman dan Makarim (2013), mengemukakan bahwa sistem tanam dapat menentukan kualitas rumpun dan kuantitas rumpun tanaman padi, berpengaruh terhadap hasil. Tujuan penelitian adalah  untuk meningkatkan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) inbrida dan hibrida dengan pengaturan sistem tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di Desa Tambi Bendo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT), yaitu petak utama (PU) adalah sistem tanam dan anak petak (AP) adalah varietas. Data hasil diuji dengan analisis ragam (uji F) taraf 5 % yang diuji lanjut dengan BNT taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hibrida Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo 40 x 20 x 10 cm meningkatkan hasil yang lebih tinggi. Hasil analisis usaha tani hibrida varietas Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo lebih menguntungkan dari lainnya.

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue