cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 5 (2017)" : 22 Documents clear
PENGARUH KADAR KELENGASAN TANAH DAN PEMBERIAN POLIMER ACRYLIC PADA PERTUMBUHAN ANAKAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Bintara, Andar Kaneka Putra; Tyasmoro, Setyono Yudo; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah percobaan lapang dilakukan untuk mempelajari pengaruh polimer acrylic dan kadar lengas tanah pada pertumbuhan awal tanaman tebu. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Malang. pada September hingga Desember 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama adalah Kadar lengas tanah yang terdiri atas 3 taraf yaitu Kontrol (A0), Kadar lengas tanah 40% (A1), Kadar lengas tanah 80% (A2). Anak petak adalah dosis polimer acrylic yang terdiri atas 5 taraf yaitu Tanpa polimer acrylic (S0), polimer acrylic 10 kg ha-1 (S1), polimer acrylic 20 kg ha-1 (S2), polimer acrylic 30 kg ha-1 (S3), dan polimer acrylic 40 kg ha-1 (S4). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi nyata antara perlakuan kadar lengas tanah dan dosis polimer acrylic pada pengamatan panjang tanaman 75 hst. Pada kondisi lengas tanah kontrol, perlakuan tanpa polimer acrylic menghasilkan panjang tanaman yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan penggunaan polimer acrylic dengan dosis 10 kg ha-1 dan 30 kg ha-1. Pada kadar lengas tanah 40%, perlakuan tanpa polimer acrylic menghasilkan panjang tanaman yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan polimer acrylic dosis 20 kg ha-1. Penggunaan polimer acrylic dengan dosis 40 kg ha-1 pada kondisi lengas tanah 80% justru memiliki panjang tanaman tebu yang paling rendah.
EFEKTIVITAS OLAH TANAH DAN PEMBERIAN PUPUK PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Dalimunte, Taufik; Nugroho, Agung; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian diadakan di Mlaten, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Malang. Terletak di koordinat 06.72.727 LS dan 112.98.180 BT dengan ketinggian 336 mdpl. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 hingga Agustus 2013. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan menggunakan 2 faktor, yaitu persiapan tanah atau olah tanah sebagai petak utama, pemupukan sebagai anak petak dan diulang sebanyak 4 kali, meliputi: Petak utama (PU): Olah tanah terdiri dari T1 : Olah Tanah Sempurna (OTS); T2 : Tanpa Olah Tanah (TOT). Anak petak (AP) : Pemberian pupuk terdiri dari P0 : Urea; P1 : pupuk kandang + urea ; P2 : pupuk kandang. Pada hasil menunjukan tidak terdapat interaksi pada antara perlakuan pemupukan dan olah tanah. Akan tetapi, terdapat beda nyata pada perlakuan pemupukan. Peningkatan rerata hasil pengamatan bekisar antara 1-2% pada masing-masing umur perlakuan. Sedangkan pada analisis usaha tani hasil paling tinggi ditunjukan pada perlakuan olah tanah sempurna dengan kombinasi pemberian pupuk urea dan pupuk kandang menunjukan R/C sebesar 1.91.
UJI POTENSI HASIL GALUR HIBRIDA HARAPAN HASIL PERSILANGAN TOPCROSS PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays. L) Singgah, Mochammad Illafi; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada pembentukan galur hibrida adalah pemilihan tetua inbrida jantan dan betina yang memiliki karakter heterosis. Menurut Mandal (2014) silang puncak adalah uji yang digunakan untuk mengevaluasi galur inbrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil galur  hibrida F1 yang didapatkan dari persilangan topcross dan mengetahui nilai  heritabilitas. Penelitian ini dilakukan di lahan persawahan yang bertempat di Kabupaten Pasuruan pada bulan Oktober 2014 - Januari 2015. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih jagung hasil topcross sebanyak 47 galur, 2 varietas pembanding yaitu Pioneer-21. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 galur terpilih yang diseleksi berdasarkan  bobot 100 biji. Galur tersebut adalah G10-1-(10)- 1 x ON-A ♀ ,G10-1-(11)- 1x ON-A ♀, G10-1-(15)- 2 x ON-A ♀, G10-1-(B4)- 19xG10-1-(15)- 2 x ON-A ♀, G10-1-(B4)- 19x ON-A ♀, G10-2-(B2)- 2x ON-A ♀, G10-1-(16)- 1x ON-A ♀, YN A x ON-A ♀,YN B x ON-A ♀, YN B x ON-A ♀ dan Xs x ON-A ♀
PENDUGAAN VARIABILITAS DAN HERITABILITAS 18 FAMILI F5 CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Ayu, Dyan Kusumaning; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi cabai merah besar dapat dilakukan dengan perbaikan karakter melalui program pemuliaan tanaman. Variabilitas genetik yang luas pada cabai, merupakan modal dasar bagi program pemuliaan tanaman. Selain variabilitas genetik perlu juga diketahui parameter genetik seperti heritabilitas yang akan dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai variabilitas dan heritabilitas pada 18 famili F5 cabai merah besar (Capsicum annuum L.) serta mendapatkan famili terbaik dan seragam hasil seleksi pada 18 famili F5 cabai merah besar. Percobaan menggunakan metode single plot yang terdiri dari 18 famili cabai merah F5 hasil persilangan TW2 X PBC473. Setiap famili ditanam sebanyak 60 tanaman pada F5 dan 20 tanaman pada Tetua (Parental). Hasil penelitian menunjukkan variabilitas fenotipe pada seluruh famili F5 cabai merah besar adalah sempit, antara lain karakter umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, bobot per buah, diameter buah, dan panjang buah. Begitu pula variabilitas genetik pada seluruh famili adalah sempit, yaitu pada karakter umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, bobot per buah, bobot buah total, diameter buah, dan panjang buah. Nilai duga heritabilitas seluruh famili F5 bervariasi antara rendah sampai tinggi yaitu berkisar antara 0 – 84%. Karakter kuantitatif yang memiliki nilai variabilitas dan heritabilitas yang rendah dapat dijadikan sebagai karakter seleksi.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MULSA ORGANIK TERHADAP VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Paramaditya, Intan; Islami, Titiek; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kebutuhan yang semakin meningkat diperlukan teknik budidaya yang tepat untuk memperoleh kualitas hasil jagung manis yang baik. Salah satunya ialah penggunaan bahan penutup tanah atau mulsa telah lama dikenal pada bidang pertanian. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh pemberian berbagai mulsa pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Rancangan percobaan ialah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 macam perlakuan dan diulang 3 kali sehingga didapatkan 36 petak percobaan. Penelitian dilaksanakan di BPTP Karangploso pada bulan Februari–Mei  2015. Pemberian berbagai mulsa organik pada pertumbuhan tiga varietas jagung  manis memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tanaman. Pemberian mulsa organik (jerami padi, daun jagung, daun pisang) memiliki pertumbuhan dan hasil yang sama dengan tanpa mulsa. Tetapi, pada varietas Bonanza mulsa jerami padi memiliki kandungan gula hingga 18,07 brix dibandingkan tanpa mulsa 14,73 brix  dengan R/C sama diatas 1.
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH PADA PEMATAHAN DORMANSI MATA TUNAS TANAMAN JERUK (Citrus sp.) HASIL OKULASI Trisnawan, Ade Syahrizal; Sugiyatno, Agus; Fajriani, Sisca; Setyobudi, Lilik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Jeruk (Citrus sp.) merupakan salah satu tanaman yang buahnya banyak dikonsumsi. Kebutuhan buah jeruk di Indonesia cukup besar, namun kebutuhan tersebut belum mampu dipenuhi oleh petani lokal sehingga harus impor. Perbanyakan Tanaman Jeruk umumnya menggunakan teknik okulasi, namun terdapat hasil okulasi yang tidak tumbuh (Dormansi). Penggunaan zat pengatur tumbuh adalah salah satu cara untuk menghilangkan kondisi dormansi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh pada pematahan dormansi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2014 di kebun percobaan Punten, BALITJESTRO, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 13 faktor: Kontrol (K), Rootone-F 1 semprot (RFA), Rootone-F 2 semprot (RFB), Rootone-F 3 semprot, GA3 1 semprot (GAA), GA3 2 semprot (GAB), GA3 3 semprot (GAC), Bawang Merah 1 semprot (BMA), Bawang Merah 2 semprot (BMB), Bawang Merah 3 semprot (BMC), Kelapa Muda 1 semprot (KMA), Kelapa Muda 2 semprot (KMB), Kelapa Muda 3 semprot (KMC). Pengamatan yang dilakukan meliputi persentase pecah tunas, kecepatan pecah tunas, tinggi tunas, jumlah daun dan diameter. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada persentase pecah tunas umur pengamatan 28 dan 84 Hari Setelah Perlakuan (HSP) dengan perlakuan Kelapa Muda 3 kali semprot menunjukkan hasil paling tinggi. Parameter pengamatan kecepatan pecah tunas, tinggi tunas, jumlah daun dan diameter tunas menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap perlakuan ZPT.
STUDI SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG (Zea mays L.) DAN BAWANG PREI (Allium porrum L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM Hari Putra, Julian Pratama; Wicaksono, Karuniawan Puji; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem tanam tumpangsari adalah salah satu sistem tanam dimana terdapat dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bersamaan dalam waktu relatif sama atau berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tanaman sela terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada jarak tanam yang berbeda dan menentukan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan yang tertinggi pada pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan bawang prei dibandingkan dengan pola tanam tumpangsari. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari sampai dengan Mei Tahun 2015 di Desa Dadaprejo dengan mengunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman dengan sistem tumpangsari antara jagung dan bawang prei dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm menunjukkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan 1,55. Pada perlakuan ini memberikan hasil yaitu 7,94 ton.ha-1 bobot kering tongkol jagung dan 1,6 ton.ha-1bobot segar konsumsi bawang prei. Tumpangsari jagung dan bawang prei memiliki R/C Rasio 1.51 - 1.63 lebih rendah dibandingkan dengan monokultur jagung. Pada sistem monokultur jagung yang ditanam dengan jarak 60 cm x 30 cm memiliki nilai R/C Rasio tertinggi yaitu 2,52 yang artinya usaha tani tersebut paling menguntungkan.
PENGARUH UMUR PERSEMAIAN DAN PUPUK KANDANG KAMBING PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Savitri, Nadia Ulfa; Fajriani, Sisca; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha meningkatkan hasil tanaman mentimun selain dengan umur persemaian yang tepat ialah mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Perlu pemanfataan sumber pupuk nitrogen yang ramah lingkungan seperti menggunakan pupuk kandang kambing. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perbedaan umur persemaian dan dosis pupuk kandang kambing pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 bertempat di Kebun Percobaan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Karangploso, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Dosis pupuk kandang kambing (M) ditempatkan pada petak utama terdiri dari 2 taraf 9,6 ton ha-1 dan 19,2 ton ha-1.  sedangkan umur persemaian (P) ditempatkan pada anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10 dan 15 hari setelah semai (hss). Hasil penelelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun menunjukkan tidak ada interaksi nyata antara dosis pupuk kandang kambing dan umur persemaian. Dosis pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata namun perlakuan umur persemaian berpengaruh nyata variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan jumlah bunga. Sedangkan pada komponen hasil meliputi bobot total tanaman, jumlah buah per tanaman dan panen per hektar. Pada tanaman dengan umur persemaian 5 hss total hasil panen yang dihasilkan nyata lebih berat 21.29 ton ha-1 (45,72%) bila dibandingkan dengan total hasil panen yang dihasilkan oleh tanaman tanpa persemaian namun tidak berbeda nyata dengan hasil panen yang dihasilkan oleh tanaman dengan umur persemaian 15 hss dan 10 hss.
PENAMPILAN 8 GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA CEKAMAN SALINITAS Isnasa, Irsanty Nadya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan salin adalah lahan dengan kandungan garam tinggi (>4 mS cm-1) yang terlarut dalam air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanaman tomat memiliki sifat moderat sensitif terhadap cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 8 genotip tanaman tomat terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Rumah Plastik Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor pertama adalah 8 genotip tanaman tomat, yaitu G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, sedangkan faktor kedua adalah pemberian air garam dengan konsentrasi 0 ppm, 4.000 ppm dan 8.000 ppm. Setiap perlakuan dibuat dalam 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter kuantitatif dan daya hantar listrik pada media tanam. Parameter kuantitatif meliputi: tinggi tanaman, kadar klorofil daun, berat kering akar, umur berbunga, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, fruit set, bobot buah per tanaman, bobot per buah, diameter buah, kekerasan buah, ketebalan daging buah, panjang buah. Interaksi antara genotip dan salinitas memberikan pengaruh yang nyata pada berat kering akar dan panjang buah, cekaman salinitas yang diberikan cenderung menurunkan parameter yang diamati kecuali pada kandungan klorofil daun dan kekerasan buah.
RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) TERHADAP APLIKASI PUPUK YANG BERBEDA Afifi, Listia Nur; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan tomat dalam negeri yaitu dengan adanya pengaplikasian pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tomat selama fase vegetatif maupun generatif. Pupuk NPK, ZA, KNO3 dan Urea merupakan pupuk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tomat selama fase vegetatif dan generatif. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis NPK (15-15-15) yang optimum dan sumber pupuk yang berbeda untuk tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Februari sampai Juni 2015. Penelitian ini merupakan percobaan sederhana menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah P0: 1000 kg ha-1 NPK (15-15-15), P1: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P2: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P3: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P4: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P5: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P6: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P7: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P8: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P9: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk yang berbeda tidak  berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan disetiap perlakuan  dikarenakan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ayam 20 ton ha-1 telah memberikan hasil yang optimal.

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue