cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2018)" : 22 Documents clear
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERUBAHAN ARSITEKTUR TAJUK BERBAGAI JENIS FAMILI MARANTA Naranakubar, Dessy Aulivia One; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ctenanthe, Maranta dan Calathea merupakan kelompok ground cover yang digunakan pada taman median jalan. Tanaman tersebut merupakan tanaman naungan, apabila terkena sinar matahari yang berlebih maka akan mempengaruhi penampilan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui empat taraf naungan yang optimum dan mengetahui perubahan arsitektur daun (sudut daun, sudut tangkai daun, dan warna daun) terhadap tanaman hias daun Ctenanthe, Calathea, Maranta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai April 2016 di Jalan Puncak Joyoagung, Kec. Lowokwaru, Kel. Merjosari, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Tersarang yang terdiri dari faktor pertama (Naungan) dan faktor kedua (Jenis Maranta). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan naungan pada jenis Ctenanthe, Calathea dan Maranta dapat memberikan peningkatan panjang tangkai, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun, berat kering total tanaman, berat basah tanaman, luas daun spesifik, apabila ditanam pada lingkungan dengan naungan 75%, Naungan 50% dan naungan 25%. Penurunan naungan pada jenis Ctenanthe, Calathea, dan Maranta memiliki arsitektur tajuk yang baik pada sudut daun Ctenanthe (110°-120°), Calathea (100°-130°), Maranta (90°-110°) dan sudut tangkai daun <45°-70° dibandingkan dengan cahaya penuh.
MULTIPLIKASI KULTUR MERISTEM STROBERI KULTIVAR EARLIBRITE DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI HORMON BAP DAN KINETIN Bimantara, Dhimas Sigit; Maghfoer, Mochammad Dawam; Barunawati, Nunun; Yenni, Yenni; Siregar, Ahmad Syahrian
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bibit stroberi berkualitas dan bebas penyakit masih terbatas di Indonesia. Perbanyakan in vitro merupakan salah satu alternatif penyediaan bibit stroberi dalam jumlah besar dan bebas dari penyakit serta virus. Perbanyakan in vitro membutuhkan media yang sesuai untuk pertumbuhan eksplan agar dapat beregenerasi secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh konsentrasi terbaik diantara penggunakan sitokinin BAP dan Kinetin terhadap pembentukan tunas dan induksi planlet pada stroberi kultivar Earlibrite. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2015 di laboratorium kultur jaringan balai penelitian jeruk dan buah subtropika (BALIJESTRO), Tlekung, kota Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan 2 ulangan cadangan. Perlakuan terdiri dari BAP dan Kinetin masing-masing pada konsentrasi 0,25, 0,50, 0,75 dan 1,00 mg/L serta kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan BAP dengan konsentrasi 0,5+ NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik terhadap jumlah tunas dan jumlah daun. Sedangkan perlakuan Kinetin dengan konsentrasi 1,00 + NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik dalam pembentukan formasi perakaran, diameter klaster dan tinggi planlet stroberi.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH KASCING TERHADAP TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA SISTEM VERTIKULTUR Prastika, Angrenani Rindu; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi, industri serta pertambahan penduduk di daerah perkotaan hingga pedesaan yang semakin meningkat menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi komplek pemukiman dan lahan industri yang menyebabkan produktivitas di bidang pertanian semakin menurun. Mengatasi lahan produksi pertanian yang semakin berkurang, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan bercocok tanam secara vertikal yang dikenal dengan sistem vertikultur. Salah satu tanaman sayuran yang dapat dikembangkan pada sistem vertikultur ialah tanaman bawang daun. Permasalahan pada budidaya tanaman bawang daun ialah umur dan produksi tanaman sangat ditentukan oleh bibit. Upaya yang dapat dilakukan ialah dengan cara pemilihan penggunaan umur bibit dan penambahan bahan organik berupa kascing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun yang paling baik pada sistem vertikultur dengan umur bibit dan jumlah kascing yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kota Batu pada bulan Maret hingga Mei 2016 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara umur bibit dan kascing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun.  Perlakuan umur bibit tua mampu meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan bobot kering tanaman. Pemberian kascing 100 hingga 300 g.tanaman-1 tidak memberikan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan tanpa kascing, hal ini dikarenakan jenis tanah yang digunakan mengandung bahan organik tinggi sehingga tidak berpengaruh pada pemberian kascing.
PENGARUH PERLAKUAN AIR PANAS DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU ( Saccharum officinarum L) VARIETAS PS 881 MENGGUNAKAN METODE BUD CHIP Susilo, Hendrawan; Soelistyono, Roedy; Maghfour, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas gula nasional di Indonesia masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi gula ialah dengan menyediakan bibit tebu unggul dan bermutu dalam jumlah banyak melalui Single bud planting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama hot water treatment dan komposisi media tanam untuk pertumbuhan bibit tebu asal bud chip. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pusat Penelitian Gula PTPN X (Persero), Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri atas 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama ialah lama hot water treatment pada 400C yang terdiri atas H1 = 20 menit, H2 = 30 menit, H3 = 40 menit, faktor kedua ialah komposisi media tanam yang terdiri atas campuran tanah, kompos blotong dan sekam dengan perbandingan M1 = 6  : 3 : 1, M2 = 3 : 2 : 1, M3 = 1 : 1 : 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama hot water treatment (HWT) dan komposisi media tanam berpengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman tebu pada 14 sampai 84 HST. Lama hot water treatment selama 20 menit (H1) meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman tebu, sementara campuran media tanam kompos blotong dan sekam dengan proporsi 1 : 1 : 1 (M3) menghasilkan pertumbuhan bibit tanaman tebu lebih baik dibandingkan komposisi media tanam lainnya.
KOMPOSISI NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa var.romana L.) SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Lestari, Peni Mugi; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan hasil pertanian semakin meningkat seiring jumlah penduduk yang semakin meningkat, akan tetapi lahan pertanian semakin terbatas. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Pemberian nutrisi dibutuhkan untuk budidaya tanaman secara hidroponik, unsur hara esensial baik makro maupun mikro. Selada romaine adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui, mempelajari dan menentukan pengaruh komposisi nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan bulan Maret hingga Mei 2016 di Screenhouse kebun percobaan STPP 2 di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Mergan, Malang. Alat yang digunakan yaitu polybag, LAM (Leaf Area Meter), TDS (Total Dilluted Solids). Bahan yang digunakan yaitu benih romaine, arang sekam, pasir, AB Mix, Gandasil D, Urea, SP36, dan KCL. Penelitian  dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana yang menggunakan  perlakuan komposisi nutrisi dan media tanam. Perlakuan komposisi media dan nutrisi memberikan hasil berbeda nyata pada tanaman selada romaine terhadap semua parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman, jumlah daun pada umur pengamatan 7, 14, 21, 28 dan 35 hst, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot segar konsumsi, pada semua umur pengamatan. Komposisi pasir dan arang sekam dengan nutrisi Urea, SP36, KCL dan Gandasil D mampu memberikan hasil pertumbuhan yang tinggi untuk tanaman selada romaine dengan sistem hidroponik substrat.
PENGARUH KEBERADAAN JALUR HIJAU TERHADAP SERAPAN CO2, PENURUNAN SUHU UDARA, DAN TINGKAT KENYAMANAN (STUDI KASUS : JALAN BESAR IJEN DAN JALAN VETERAN KOTA MALANG) Nurlaila, Nurlaila; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang tidak lepas dari permasalahan sosial dan lingkungan yang semakin buruk kualitasnya, seperti kemacetan dan ketidak tertibnya lalu lintas dan suhu udara yang mulai meningkat. Terjadinya peningkatan suhu ini salah satunya disebabkan oleh meningkatnya aktivitas manusia terutama dari kendaraan. Meningkatnya aktivitas manusia ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan ruang terbuka hijau khususnya jalur hijau jalan dalam menurunkan suhu udara, menyerap CO2, dan tingkat kenyamanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2016 di Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran. Hasil penelitian menunjukkan kandungan CO2 di Jalan Veteran lebih rendah dibandingkan Jalan Besar Ijen yaitu 498.7 ppm sedangkan Jalan Besar Ijen yaitu 525 ppm, Selain itu, hasil pengamatan pun menunjukkan bahwa suhu udara di Jalan Veteran lebih rendah dibandingkan di Jalan Besar Ijen yaitu 240C sedangkan Jalan Besar Ijen yaitu 24.460C. Kondisi kenyaman di Jalan Besar Ijen terjadi pada pukul 06.00, 15.00 dan 18.00 WIB sedangkan kondisi kenyamanan di Jalan Veteran terjadi pada pukul 06.00, 09.00, 15.00 dan 18.00 WIB. kesimpulan dari penelitian ini Jalan Veteran memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap CO2 daripada Jalan Besar Ijen, Jalan Veteran dan Jalan Besar Ijen memiliki kemampuan sama dalam menurunkan suhu udara dan Jalan Veteran memiliki tingkat kenyamanan lebih baik dibandingkan Jalan Besar Ijen.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN AIR DAN WAKTU APLIKASI GA3 PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Safitri, Nurma Delia; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) mempunyai kemampuan menghasilkan bunga awal yang cukup tinggi, namun pada akhirnya akan mengalami keguguran sebanyak 40-80%. Untuk dapat mengurangi tingkat keguguran bunga, maka penggunaan Zat Pengatur Tumbuh yaitu GA3 merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah hal tersebut.  Penggunaan GA3 dipengaruhi oleh beberapa  faktor salah satunya faktor lingkungan. Sehingga air juga merupakan komponen fisik yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mendapatkan tingkat pemberian air dan waktu aplikasi GA3 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Bahan yang digunakan ialah kedelai varietas Anjasmoro, plastic sungkup, mika plastic, air, pupuk kandang, pupuk anorganik dan Zat Pengatur Tumbuh (GA3). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2016 di Lantai Jemur UPT Pengembangan Benih Palawija, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara tingkat pemberian air dan waktu aplikasi GA3 pada semua variabel, namun secara terpisah berpengaruh nyata. Tingkat pemberian air 75% kapasitas lapang efesien dalam meningkatkan semua parameter pengamatan kecuali pada umur mulai berbunga dan persentase bunga jadi polong, sedangkan waktu aplikasi GA3 pada fase vegetatif mampu meningkatkan tinggi tanaman dan waktu aplikasi GA3 pada saat fase generatif mampu meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong isi dan mengurangi jumlah polong hampa, namun tidak berpengaruh nyata pada berat biji per tanaman.
KERAGAMAN 10 GALUR JAGUNG UNGU (Zea mays L. Var amylacea) PADA GENERASI KEEMPAT (S4) Sinaga, Asima Putri Sari.; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian keragaman terhadap suatu galur ialah tahapan dalam pembentukan tetua hibrida jagung ungu. Keragaman merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi genetik pada karakter yang diamati, sehingga dapat digunakan sebagai bahan seleksi. Keragaman dalam populasi memberikan peluang untuk dilakukan pemilihan karakter yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseragaman pada masing-masing galur jagung ungu, menduga nilai heritabilitas arti luas dan mendapatkan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2015 – Februari 2016 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah 10 galur jagung ungu generasi S4. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.Berdasarkan nilai KKG karakter kuantitatif dalam galur mempunyai kriteria keragaman sempit, sehingga keseragaman tergolong tinggi.  Berdasarkan nilai skoring keseragaman karakter kualitatif, galur yang mempunyai nilai keseragaman yang tinggi adalah galur UK1E3+1 dan UK1E3+6. Nilai heritabilitas dalam 10 galur jagung ungu untuk semua karakter kuantitatif yang diamati termasuk dalam kriteria rendah, sedang dan tinggi. Galur-galur yang berpotensi sebagai tetua hibrida berdasarkan nilai heritabilitas dan keseragaman adalah galur UK1E3+1 dan UK1E3+6.
PENGARUH PEMBERIAN KINETIN DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP PERTUMBUHAN MOTHER PLANT KRISAN (Chrysanthemum sp.) Sari, Atika Novita; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan (Chrysanthemum sp.) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek pucuk mother plant. Mother plant krisan merupakan tanaman induk yang dipelihara selalu dalam keadaan vegetatif untuk produksi bahan stek pucuk yang berasal dari pertumbuhan tunas aksilar. Peningkatan produksi krisan erat kaitannya dengan usaha peningkatan produksi bibit. Salah satu cara meningkatkan produksi bibit yaitu dengan mengoptimalkan pertumbuhan mother plant sehingga dapat memacu pertumbuhan tunas aksilar dan meningkatkan hasil panen pucuk krisan. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan teknologi budidaya dengan pemanfaatan zat pengatur tumbuh Kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pemacu pertumbuhan mother plant krisan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi kinetin dan pengaruh PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ideal yang dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil produksi pucuk mother plant krisan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi kinetin yakni K1: 0 ppm, K2: 10 ppm, K3: 20 ppm, K4: 30 ppm, dan K5: 40 ppm, sedangkan faktor kedua aplikasi PGPR yaitu P1: tanpa PGPR dan P2: menggunakan PGPR. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemberian kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Perlakuan pemberian kinetin konsentrasi 30 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas aksilar dan hasil panen pucuk mother plant krisan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DENGAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN MULSA JERAMI Astutik, Apriana Dwi; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang. Permintaan cabai besar di Jawa Timur perlu diimbangi dengan hasil panen yang tinggi, sehingga perlu dilakukan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi di Jawa Timur. Salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai adalah dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan kombinasi mulsa jerami. Mulsa jerami merupakan salah satu sumber nutrisi mikroorganisme, sehingga dengan adanya sumber makanan, perkembangan mikroorganisme menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara PGPR dengan mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Maret 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi PGPR dengan mulsa jerami memberikan hasil nyata pada luas daun, jumlah bunga, jumlah buah total, jumlah buah saat panen, dan bobot segar buah saat panen. Jumlah buah saat panen perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memiliki hasil yang lebih tinggi (10,09 buah) jika dibandingkan dengan perlakuan benih direndam air tanpa mulsa jerami (P1) dan perlakuan benih direndam air + mulsa jerami (P4) hasil tersebut berbeda dengan bobot segar buah saat panen. Perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memberikan hasil lebih tinggi (3,25 t ha-1) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (P1, P2, P3, P4, dan P5).

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue