cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 9 (2019)" : 25 Documents clear
Pengaruh Kombinasi Pupuk Vermikompos dan NPK Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Varietas Servo Simamora, Harry Kurnia; Azizah, Nur; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan salah satu jenis sayuran yang dibutuhkan masyarakat dalam keadaan organik. Untuk menghasilkan sayur tomat yang murni organik membutuhkan waktu serta proses yang cukup lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tomat organik adalah dengan cara menurunkan kebutuhan pupuk anorganik pada tomat yaitu dengan mengkombinasikan pupuk organik dan anorganik pada lahan budidaya. Tujuan penelitian ini  adalah mengetahui kombinasi yang tepat antara pupuk vermikompos dan NPK dalam menurunkan kebutuhan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Dusun Areng-areng, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada bulan April sampai Agustus 2018. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu; P1=0% Pupuk Vermikompos+100% NPK (tanpa Vermikompos+1 ton ha-1 NPK), P2=20% Pupuk Vermikompos+80% NPK (2 ton ha-1 vermikompos+800 kg ha-1 NPK), P3=40% Pupuk Vermikompos+60% NPK (4 ton ha-1 vermikompos+600 kg ha-1 NPK), P4=50% Pupuk Vermikompos+50% NPK (5 ton ha-1 vermikompos+500 kg ha-1 NPK), P5=60% Pupuk Vermikompos+40% NPK (6 ton ha-1 vermikompos+400 kg ha-1 NPK), P6=80% Pupuk Vermikompos+20% NPK (8 ton ha-1 Vermikompos+200 kg ha-1 NPK), P7 =100% Pupuk Vermikompos+0% NPK (10 ton ha-1 Vermikompos+tanpa NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk Vermikompos 50%+NPK 50% (Vermikompos 5 ton ha-1+NPK 500 kg ha-1) merupakan hasil kombinasi terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tomat dan menghasilkan bobot buah paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 48,3 ton ha-1 atau lebih tinggi sebesar 73,7% dari perlakuan yang memakai pupuk NPK saja.
Pengaruh Media Perakaran dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) terhadap Pertumbuhan Stek Daun Tanaman Sukulen Echeveria agavoides ‘Aquamarine’ Fanisia, Inge; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Echeveria agavoides merupakan tanaman hias yang bersifat sukulen. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara stek daun dan membutuhkan media perakaran yang memiliki aerasi tinggi dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi antara media perakaran dengan konsentrasi ZPT Rootone-F dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling baik.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Laboratorium Ekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan RAK faktorial yang terdiri dari perlakuan pertama konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Perlakuan kedua media perakaran perlite, pasir, dan arang sekam. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terjadi interaksi pada persentase tumbuh, diameter tajuk, bobot segar, dan bobot kering.
Pengaruh Populasi dan Teknik Penyemaian Benih Tss terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Pernando, Juli; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya bawang merah dari TSS (perbanyakan generatif) memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan umbi (perbanyakan vegetative), namun kelebihan TSS memiliki kendala yakni perlu persemaian benih terlebih dahulu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik semai dan populasi benih TSS terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - bulan Oktober 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatimulyo, Malang. Penelitian ini meng-gunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1: teknik persemaian dengan 2 taraf yakni P1: sebar P2: alur, dan faktor 2: jumlah benih dengan 3 taraf S1:4 gram/m2, S2:5 gram/m2, S3: 6 gram/m2 dengan empat ulangan. Hasil penelitian, interaksi antara perlakuan teknik semai alur dan populasi benih 4 gram/m2 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter umbi, dan bobot segar pada saat di persemaian. Pada saat dilapang perlakuan populasi 4gram per meter dengan cara alur memiliki nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter dan bobot segar lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan teknik semai alur nyata terhadap jumlah umbi, bobot kering sampel, bobot segar per plot  dan bobot kering per plot. Perlakuan populasi 4 gram nyata terhadap rerata jumlah daun , jumlah umbi, bobot kering sampel dan berbeda nyata dengan perlakuan populasi 5 dan 6 gram.
Efektivitas Transformasi Genetik pada Kedelai (Glycine max L. Merrill) Menggunakan Particle Bombardment Yudi, M. Rafli; Gondo, Takahiro; Akashi, Ryo; Respatijarti, Respatijarti; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas penting pertanian. Kebutuhan komoditas kedelai dalam negeri saat ini, rata-rata sebanyak 2.3 juta ton biji kering/tahun (BPS, 2018). Perakitan kultivar unggul kedelai dapat dilakukan melalui transformasi genetik. Beberapa faktor penting dari keberhasilan transformasi genetik particle bombardment yaitu faktor fisik misalnya ukuran partikel emas, posisi dan letak eksplan, faktor biologi misalnya embryo tip dan mengetahui seberapa stabil gen yang telah ditransformasi (Kikkert et al., 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi peletakan embrio (inside dan outside), ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen pada embrio yang optimum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioresource Universitas Miyazaki, Jepang pada bulan April hingga Juli 2018. Bahan yang digunakan sebagai eksplan dalam penelitian ini ialah embryo tip biji kedelai kultivar Williams 82 dengan jumlah 9 embrio per ulangan. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, efektivitas posisi dan letak eksplan, efektivitas ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen yang ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil yang dari penelitian ini ialah terdapat ekspresi gen GUS yang berbeda pada posisi peletakan embrio secara inside dan outside. Metode peletakan inside memilki ekspresi gen GUS yang terbaik. Kemudian terdapat perbedaan ekspresi gen GUS pada masing-masing ukuran partikel emas yang ditembakkan pada saat transformasi genetik. Pada ukuran partikel emas 0.6 µm memiliki persentase ekspresi gen GUS terbaik dan metode peletakan inside dan hasil penelitian ini memiliki peluang sebagai metode yang dapat dipilih pada transformasi emrio kedelai menggunakan particle bombardment. Hal ini dibuktikan pada 14 hari setelah transformasi masih terdapat ekspresi gen GUS setinggi 34.1%.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina) dengan 3 Jenis Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk Anorganik Anwar, Mukhlisa Zuhuddina; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, rasa manis, lunak dan pulen. Namun jagung ketan kurang populer, khususnya pada masyarakat kota karena. kurang mendapat perhatian untuk dibudidayakan Upaya peningkatan hasil tanaman jagung ketan dilakukan antara lain dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dapat diimbangi dengan penggunaan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk anorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan (Zea mays ceratina). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian faktorial yang disusun secara acak kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri dari faktor pertama pupuk kandang 10 t ha-1 (K) dan faktor kedua pupuk anorganik (N). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik terhadap parameter pertumbuhan dan hasil. Terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik pada parameter pertumbuhan dan hasil yaitu tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman, dan bobot segar tongkol tanpa kelobot per petak. Namun pada parameter pertumbuhan jumlah daun tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan pupuk anorganik. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan pupuk kandang ayam 10 t ha-1 dengan penambahan 25% pupuk anorganik.
Pengaruh Fase Gelap dan Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Kalanchoe (Kalanchoe blossfeldiana) Nastiti, Nuralita Ratnasari; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Kalanchoe merupakan tanaman ornamental sukulen yang memiliki jenis dan warna bunga yang beragam sehingga memiliki daya tarik yang tinggi. Kalanchoe banyak dibudidayakan dalam pot untuk itu proporsi tinggi tanaman dengan tinggi pot perlu diperhatikan untuk meningkatkan nilai estetikanya. Produsen tanaman hias menggunakan paclobutrazol untuk menghambat tinggi tanaman, sedangkan pembungaan tanaman Kalanchoe ditingkat-kan dengan penambahan fase gelap untuk memanipulasi fotoperiodisitas, mengingat tanaman kalanchoe merupakan tanaman shortday.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengaruh lama fase gelap dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan Kalanchoe blossfeldiana. Penelitian dilaksanakan di glasshouse PT. Condido Agro Nongkojajar, Pasuruan pada bulan September 2018 sampai Januari 2019. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi dimana lama fase gelap sebagai petak utama dan konsentrasi paclobutrazol sebagai anak petak. Petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu L0 (12 jam), L1 (14 jam) dan L2 (16 jam), dan pada anak petak P0 (0 ppm), P1 (30 ppm), P2 (50 ppm). Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Interaksi perlakuan lama fase gelap dan konsenrasi paclobutrazol terdapat pada panjang tandan, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga mekar dan persentase bunga mekar pertanaman. Lama fase gelap 14 jam hingga 16 jam dengan pemberian paclobutrazol konsentrasi 30 ppm hingga 50 ppm dapat menghambat pertumbuhan tandan bunga dan mempercepat saat muncul bunga. Jumlah dan persentase bunga mekar optimal pada perlakuan lama fase gelap 14 jam dengan paclobutrazol 30 ppm, sedangkan pada lama fase gelap 16 jam penambahan konsentrasi paclobutrazol semakin menurunkan jumlah dan persentase bunga mekar.
Toleransi Tiga Jenis Rumput Lanskap terhadap Intensitas Naungan Permana, Praesidhi Caesa; Nurlaelih, Euis Ellih; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput lanskap atau disebut dengan turfgrass adalah jenis tanaman penutup tanah, biasanya digunakan untuk tujuan estetika. Turfgrass adalah jenis tanaman yang dapat menutup permukaan tanah dengan cepat dan juga jenis tanaman yang menyukai penyinaran penuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan toleransi tiga jenis rumput lanskap terhadap intensitas naungan pada taraf yang berbeda sehingga dapat diketahui jenis rumput yang memiliki toleransi tertinggi terhadap naungan dan mencari jenis rumput yang memiliki kemampuan menutup area permukaan tanah dengan cepat. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September hingga Desember 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT). Perlakuan yang ditempatkan sebagai petak utama ialah intensitas naungan yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa naungan (N0), naungan 50% (N1) dan naungan 75% (N2). Perlakuan yang ditempatkan sebagai anak petak adalah Jenis rumput, terdiri dari Rumput Jepang (Zoysia japonica) (R1), Rumput Gajah Mini (Axonopus compresuss var. dwarf) (R2) dan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon (L.) Pers var.dactylon) (R3). Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara perlakuan Naungan dan Jenis Rumput terhadap kecepatan penyebaran rumput, jumlah tunas, persentase penutupan. Sedangkan perlakuan Naungan dan Jenis Rumput secara terpisah memberikan pengaruhnya terhadap parameter panjang daun dan warna daun. Jenis Rumput yang paling toleran terhadap naungan ditunjukan oleh Rumput Jepang, jenis Rumput Gajah Mini hanya toleran hingga naungan 50% dan jenis Rumput Bermuda tidak toleran terhadap naungan namun pada penyinaran penuh Rumput Bermuda memiliki kecepatan penutupan yang paling cepat.
Pengaruh Aplikasi Mulsa Jerami dan Kombinasi Pemupukan N dan Ca pada Pertumbuhan dan Hasil Serta Kandungan Flavonoid Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Sholihah, Puri Kholifatush; Murdiono, Wisnu Eko; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempuyung ialah tanaman herba yang tumbuh liar, daun tempuyung mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai lipotripika dan diuretika. Tempuyung tidak tahan kekeringan, mulsa berfungsi menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Nitrogen merupakan unsur penting penyusun protein, asam nukleat dan lipid tanaman. Tempuyung rentan penyakit karat yang disebabkan oleh jamur dan dapat menurunkan hasil produksi sampai 80 %. Pupuk Ca dapat meningkatkan kekuatan dinding sel dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis N dan Ca yang tepat pada penggunaan mulsa jerami untuk mendapatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman tempuyung terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 – Oktober 2018 di Jalan Pangestu, Telasih, Kepuharjo, kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama terdiri dari perlakuan tanpa mulsa jerami (M0) dan dengan mulsa jerami (M1). Faktor kedua adalah kombinasi pemupukan N dan Ca yang terdiri dari N 0 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P1), N 0 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P2), N 46 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P3), N 46 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P4), N 92 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P5) dan N 92 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P6). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan tanpa mulsa jerami dengan kombinasi pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan bobot segar daun dan bobot kering. Aplikasi mulsa jerami dan pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan kadar flavonoid.
Pengaruh Tiga Jenis dan Tiga Komposisi Nutrisi Media Tanam pada Jamur Tiram Putih Nugroho, Selly Putri Widia; Baskara, Medha; Moenandir, Jody
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah percobaan untuk mempelajari pengaruh  tiga  jenis dan tiga komposisi nutrisi media tanam pada pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Percobaan ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya ialah:  Kontrol (serbuk kayu 1200 g), Sorgum 10% (serbuk kayu 1080 g,  tepung sorgum 120 g), Sorgum  20% (serbuk kayu 960 g , tepung sorghum 240 g), Sorgum  30% (serbuk kayu 840 g, tepung sorghum 360 g), Jagung   10%  (serbuk kayu 1080 g,  tepung jagung 20 g),  Jagung  20% (serbuk kayu  960 g, tepung jagung 240 g), Jagung 30% (serbuk kayu 840 g, tepung jagung 360 g),  Bekatul padi 10% (serbuk kayu 1080 g, bekatul padi 120 g),  Bekatul padi  20% (serbuk kayu 960 g, bekatul padi 240 g)  dan Bekatul padi 30% (840 g serbuk kayu, bekatul padi 360 g). Maka, terdapat 30 petak contoh, setiap petak berisi 27 unit  jamur tiram.  Percobaan ini  dilaksanakan sejak 8 Maret  hingga  19 Juli 2018. Percobaan dilaksanakan di  dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten  Malang.   Hasil menunjukkan jenis dan  komposisi nutrisi memberikan pengaruh yang signifikan pada persentase kontaminasi, lama penyebaran miselium, muncul badan buah pertama,  jumlah badan buah, diameter tudung buah dan bobot segar panen. Jenis dan komposisi nutrisi tambahan ialah dari bekatul padi 10%.  Bekatul padi 10% menunjukkan hasil  bobot segar panen ialah sebesar   1832,2%  (angka tersebut ialah 18  kali) dibandingkan dengan Kontrol. R/C Rasio jamur tiram putih  dengan bekatul padi 10% ialah sebesar 2,05. Semua perolehan hasil ialah pengaruh dari perlakuan - perlakuan yang digunakan.
Pengaruh Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Ramlah, Shinta Yuni Asri; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max L.) merupakan tanaman polong-polongan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap, tempe dan olahan minuman seperti susu kedelai. Para petani di Indonesia lebih banyak membudidayakan kedelai dengan warna biji kuning. Kendala dalam membudidayakan tanaman kedelai ialah kurangnya optimal dalam perawatan serta pemilihan varietas yang tidak sesuai faktor lingkungan sehingga terjadinya penurunan hasil produksi. Upaya penunjang produksi tanaman kedelai tidak hanya dengan penggunaan varietas unggul saja tetapi dengan kegunaan bakteri yang tumbuh dan berkembang didaerah perakaran tanaman yaitu PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan mempelajari adanya interaksi 3 varietas tanaman kedelai terhadap konsentrasi PGPR yang berbeda. Serta mengetahui Pemberian konsentrasi PGPR yang tepat agar dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil 3 varietas tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2018 di Jalan Tenaga Dusun Turirejo kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu faktor perlakuan varietas dan faktor kedua perlakuan konsentrasi PGPR. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan varietas Detam-1 dengan perlakuan Konsentrasi 10 ml L-1 memberikan hasil yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot berat kering, jumlah bunga, polong total tanaman, berat kering, polong isi pertanaman, polong hampa, dan hasil panen. Dan untuk perlakuan berat 100 biji memberikan hasil nyata pada perlakuan varietas anjasmoro dengan perlakuan konsentrasi 10 ml L-1.

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue